Anda di halaman 1dari 11

UJIAN TENGAH SEMESTER

Nama NIM Mata Kuliah Dosen Penguji : ASMUNI : 707611012 : PERENCANAAN PENDIDIKAN : Prof.Dr.Ansar,M.Si dan Dr.Arwildayanto,M.Pd Jurusan Semester : Manajemen Pendidikan : Genap ( 2011 2012 )

Soal No. 1 ) Dalam logika berpikir yang konstruktif, planning merupakan hal yang essensial dalam organisasi, Reasoning-nya relevan dengan kebutuhan tugas. 1) Karena tanpa adanya sebuah perencanaan, maka dalam melaksanakan tugas sehari hari tidak akan terarah dan terlaksana dengan baik ,sehingga terkesan asal jadi. Hal ini diperumpamakan Hidup tanpa perencanaan adalah bagaikan

kapal yang diombang ambingkan oleh ombak di laut . 2) Tanpa adanya suatu perencanaan , maka sangat sulit untuk mengukur antara

tingkat keberhasilan /tingkat ketercapaian dengan yang diharapkan. Sehingga kedepan akan mengalami kesulitan untuk mengevaluasi, aspek mana yang perlu diperbaiki dan yang perlu ditingkatkan. 3) Karena dengan adanya perencanaan seseorang sudah mampu memprediksi terhadap proses / tahapan yang akan dilalui. Sehingga antara peluang

keberhasilan dan peluang error/ faktor kritis , jauh jauh sebelumnya sudah dapat diantisipasi dan dicarikan sebuah solusinya. 4) Dengan yang perencanaan buruk dan dapat takut membantu seseorang seperti menghilangkan : menunda kebiasaan pekerjaan

akan

kegagalan

,mengabaikan tugas, takut pekerjaannya gagal. 5) Dapat digunakan sebagai penjaminan mutu / kualitas pendidikan. Pengertian educatid planning secara teoritis maupun best practice-nya Perencanaan Pendidikan menurut Prof.Dr.Yusuf Enoch Suatu proses yang mempersiapkan seperangkat alternatif yang mempersiapkan

beberapa alternatif keputusan bagi kegiatan masa depan yang diarahkan kepada pencapaian tujuan usaha yang optimal dan mempertimbangkan kenyataan

kenyataan yang ada di bidang ekonomi, sosial, budaya serta menyeluruh suatu negara.

Apkilasinya : Program kabupaten Gorontalo Cerdas 2015 Dalam hal ini pemerintah yang Kabupaten lebih banyak sektor Gorontalo anggaran lainnya. melakukan pendapatan untuk kebijakan daerahnya dengan pada

memberikan bidang

prioritas

pendidikan

dibandingkan

Maka

merealisasikannya

pemerintah menyusun sebuah program diantaranya : Adanya pendidikan gratis Merehabilitasi sekolah sekolah yang tidak layak Memberikan bantuan fasilitas kepada sekolah Memberikan beasiswa kepada guru untuk melanjutkan studi S-2

Selanjutnya program program diatas, dianalisis untuk disusun menjadi program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.dalam rangka untuk mencapai tujuan yang yang telah ditetapkan. Jadi perencanaan diatas adalah bersinergi dengan program pemerintah pusat.
Soal No. 2 ) Pendekatan pendekatan perencanaan pendidikan : 1). Social demand approach Suatu pendekatan dalam perencanaan pendidikan yang didasarkan atas tuntutan atau

kebutuhan sosial akan pendidikan dan menitikberatkan pada misi pemerataan kesempatan dalam pendidikan. Jadi Social demand approach : Mengumpulkan setimasi tentang beberapa anak dengan umur tertentu Memproyeksikan anak tiap level umur tertentu untuk masa yang akan datang Memilih beberapa target angka partisipasi

Kelebihan pendekatan Social demand approach : Pendekatan ini lebih cocok diterapkan pada masyarakat atau negara yang baru merdeka dengan layanan pendidikan yang masih sangat rendah atau masih banyak buta huruf. Pendekatan ini akan lebih cepat memberikan pemerataan pelayanana pendidikan dasar yang dibutuhkan warga masyarakat.

Kekurangannya : Mengabaikan problem nasional yang luas dari alokasi sumber sumber dan secara mutlak berasumsi jumlah alokasi untuk pendidikan. Mengabaikan sifat dan pola tenaga kerja yang dibutuhkan

Aplikasinya dalam aktivitas sehari hari dalam mengelola pendidikan Anak yang telah berumur 7 tahun semuanya harus mendapatkan pendidikan dasar. Kalau di Indonesia dikenal dengan program wajib belajar 9 tahun. Sehingga

berdasarkan pendekatan ini orientasinya adalah pemerataan mengenyam pendidikan dari aspek kuantitatif dan kurang kurang memperhatikan aspek kualitatif. Anak yang telah berumur 7 tahun wajib belajar membaca Al Quran dalam rangka memberantas buta huruf membaca Al Quran.

2. Manpower approach Pendekatan yang mendesaian perencanaan pendidikan dikaitkan dengan pengembangan tenaga manusia melalui pendidikan guna memenuhi tuntutan kebutuhan sektor

perekonomian. Jadi pendidikan harus mengahasilkan manusia development minded dengan kecakapan dan sikap untuk mampu mengembangkan pembangunan. Pada pendekatan ini mengabaikan peran sekolah menengah umum ( SMU ) dan lebih mengutamakan sekolah menengah kejuruan ( SMK ) untuk memenuhi kebutuhan kerja. Aplikasinya dalam aktivitas sehari hari dalam mengelola pendidikan Sekolah menengah kejuruan membuka beberapa jurusan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kerja. Seperti : bidang perhotelan, bidang industri dan dunia usaha. Selanjutnya pihak sekolah bekerjasama dengan instansi / pihak swasta.

3. Cost and benefit approach Suatu pendekatan yang menitikberatkan pada keseimbangan antara keuntungan dan kerugian. Jadi dalam pendekatan ini : pendidikan memerlukan biaya investasi yang besar, oleh karena itu perencanaan pendidikan yang disusun harus mempertimbangkan aspek keuntungan ekonomis. Perencanaan pendidikan harus betul betul diorientasikan pada upaya

meningkatkan kualitas SDM sehingga income masyarakat akan meningkat.

Aplikasinya dalam aktivitas sehari hari dalam mengelola pendidikan Perencana dalam mengelola pendidikan selalu mempertimbangkan keuntungan dan kerugian. Jadi perencana sejak awal sudah menganalisa berapa persen keuntungan dari program ini dan berapa persen tingkat kerugiannya. Misalnya : sekolah membuka pelatihan ketrampilan menjahit bagi siswa dan masyarakat umum. Sekolah membuka pelatihan komputer bagi masyarakat umum yang bekerjasama dengan dinas tenaga kerja 4. Cost effectiviness approach Pendekatan ini menitikberatkan pemanfaatan biaya secermat mungkin untuk

mendapatkan hasil pendidikan yang seoptimal mungkin, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Berdasarkan pendekatan ini bahwa : Pendidikan memerlukan biaya investasi yang besar, oleh karena itu perancanaan pendidikan yang disusun harus mempertimbangkan aspek keuntungan ekonomis. Perencanaan pendidikan harus betul betul berorientasi pada upaya meningkatkan kualitas SDM, maka dengan tersediannya kualitas SDM income masyarakat akan meningkat. Program pendidikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi akan menempati prioritas pembiayaan yang besar.

Aplikasinya dalam aktivitas sehari hari dalam mengelola pendidikan Perencana dalam mengelola pendidikan melalui tahapan sebagai berikut : Membuat proposal kegiatan Membuat anggaran / biaya yang dibutuhkan Menetapkan peserta / pembina Mengevaluasi kegiatan

Jadi seorang perencana benar - benar mengharapkan dengan biaya yang cukup mampu menghasilkan out put yang siap pakai.

5. Integratif Approach merupakan perpaduan dari beberapan pendekatan yaitu Social demand approach,

Manpower approach, dan Cost and benefit approach.Pendekatan ini adalah pendekatan yang paling baik apabila dibandingkan dengan pendekatan lain yang lebih bersifat parsial ( sektoral ). Pendekatan terpadu ini, perencanaan pendidikan disusun berdasarkan pada : Keterpaduan orientasi dan kepentingan terhadap kepentingan individu dan

pengembangan sosial ( kelompok ) Keterpaduan antara pertimbangan ekonomis ( untung rugi ) dan pertimbangan layanan sosial budaya Semua sumber daya ( internal-eksternal ) yang dimiliki dalam proses

pengembangan pendidikan terbedayakan secara baik dan seimbang Dalam proses pelaksanan perencanaan pendidikan memberikan peluang secara maksimal kepada setiap warga sekolah ( Kepala sekolah, guru, karyawan,siswa dan komite sekolah ). Perencanaan pendidikan terpadu menuntut kualitas pengelolaan manajemen

kelembagaan secara transparan, akuntabel, demokratik dan visioner. Aplikasinya dalam aktivitas sehari hari dalam mengelola pendidikan Pada tahun 2012 setiap satuan pendidikan telah menerapkan Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. Maka untuk merealisasikannya perlu : adanya kerjasama antara sekolah dengan pemerintah ( Diknas ) adanya keterlibatan semua warga sekolah ( kepala sekolah, guru, karyawan, siswa dan komite sekolah ) pengelolaan manajemen kelembagaan secara transparan, akuntabel, demokratik dan visioner. Memperhatikan segi keuntungan dan kerugian Memperhatikan penggunaan anggaran secara transparan, akuntabel dan dapat

memperoleh hasil yang maksimal.

Soal no 3 ) Beberapa persoalan yang sering kami hadapi dalam aktivitas perencanaan diantaranya : 1) Waktu untuk menyelesaikan suatu program / kegiatan kadangkala tidak sesuai dengan alokasi waktu yang disusun saat membuat perencanaan, sehingga waktu yang disediakan sebenarnya hanya 1 minggu namun dalam pelaksanaannya melewati sampai 2 minggu. Solusinya : Perlu adanya time schdule pelaksanaan kegiatan yang jelas dan terperinci yakni mulai dari persiapan hingga evaluasi. Membuat job discription yang jelas terhadap anggota pelaksana kegiatan,

sehingga dapat melaksanakan tugas sesuai waktu yang ditentukan dan tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan. 2) Dalam kegiatan pembelajaran kadangkala antara program semester yang telah disusun bersama dengan pelaksanaan tidak sesuai. Misalnya sesuai program semester mulai aktif

pembelajaran bulan Januari dan kegiatan semester genap bagi kelas IX dilaksanakan pada bulan Maret. Ternyata materi yang telah diprogramkan baru 60 % ketercapainya. Hal ini terjadi karena kegiatan yang tidak terduga sehingga yang sebenarnya waktu belajar menjadi tidak efektif belajar. Solusinya : Perlunya memasukkan dalam program semester menambah waktu efektif untuk mengantisipasi kegiatan yang tidak terduga. 3) Mengadakan kegiatan pelajaran tambahan/ les. Perlu dibicarakan dalam Musyawarah guru mata pelajaran ( MGMP )

Saat kegiatan Lomba pendidikan tingkat SD / MI se- kabupaten ,perencanaan anggaran kegiatan tidak relevan dengan pelaksanaan di lapangan. Misalnya : anggaran yang disusun dalam proposal itu sekitar Rp. 15.000.000,ternyata kebutuhan saat pelaksanaan

melebihi anggaran yang tersedia. Solusinya : Dalam menyusun proposal harus ada anggaran / biaya yang tak terduga. Membuat perincian yang jelas tentang penggunaan anggaran yang tersedia.

Soal no.4) 1) Beberapa model perencanaan pendidikan : Model Komprehensif Model ini dipergunakan untuk menganalisis perubahan perubahan dalam sistem

pendidikan secara menyeluruh dan juga dijadikan sebagai pedoman dalam menguraikan rencana rencana yang lebih khusus kearah tujuan yang lebih luas. Dalam perencanaan pendidikan harus bersifat komprehensif. Hal ini dilakukan karena seluruh sektor pendidikan harus mendapatkan perhatian seluruhnya tidak parsial, baik pada pendidikan formal maupun non formal. 2) Model Pembiayaan dan keefektifan Biaya Model ini digunakan untuk menganalisis proyek dengan kriteria efisiensi dan efektivitas. Sehingga dapat diketahui proyek mana yang layak atau terbaik dibandingkan dengan proyek lainnya. Model ini hampir sama dengan pendekatan untung rugi. 3) Model PPBS ( Planning, Programming, Budgeting System ) Sistem perencanaan, pemrogaman, dan penganggaran banyak digunakan di pendidikan tinggi negeri. PPBS merupakan suatu pendekatan sistematis dan komprehensif yang berusaha dengan menentukan menggunakan tujuan, mengembangkan seefesien program program mungkin untuk dan dicapai mampu

anggaran

dan

seefektif

memprogramkan kegiatan jangka panjang. 4) Model Target Setting Model ini digunakan untuk memperkirakan atau memproyeksi tingkat perkembangan dalam kurun waktu tertentu. Dalam persiapannya diperlukan model untuk analisis

demografis dan proyeksi penduduk. Model yang sering kami gunakan dalam membuat perencanaan dalam tugas sehar- hari adalah model PPBS (Planning, Programming, Budgeting System ). Alasannya : Karena model ini menggunakan pendekatan yang sistematis dan komprehensif yaitu : Diawali dengan menetapkan tujuan mengembangkan program yang ingin dicapai. Penggunaan anggaran seefesien dan seefektif mungkin Mampu menggambarkan Long program ( program jangka panjang ).

Jadi model PPBS ini kami sering menggunkannya sesuai tahapan tahapan yang ada.

Soal no.5 ) Beberapa metode proyeksi dalam perencanaan pendidikan : a) Angka pertumbuhan siswa Angka pertumbuhan siswa; kenaikan siswa setiap tahunnya. Berdasarkan data jumlah siswa di MTs.Negeri Limboto dari tahun 2010 2012 No. 1 2 3 Tahun 2010 2011 2012 Jumlah siswa 530 585 620

Maka untuk mengetahui pertumbuhan siswa adalah dengan rumus: Apn = Sn-1 - Sn-2 x100 % Sn-2 620 530 X 100 % --------------------- = 16,98 % 530 Jadi angka pertumbuhan siswa di MTs.Negeri Limboto yaitu 16,98 % Maka dalam perencanaan pendidikan harus memperhatikan tentang sarana & prasarana yang diperlukan,maupun tenaga guru yang mengajar.semakin tinggi angka pertumbuhan siswa setiap tahunnya seorang perencana harus mencari solusi dalam pemenuhan

kebutuhan. b) Kohort siswa Satu angkatan siswa yang masuk kelas VII sampai tamat sekolah. Contoh : tahun 2009 siswa kelas VII yang masuk 200 orang, dan tahun 2011 yang lulus 198 orang. Yang tidak lulus 20 orang ( 20 % ). Dengan adanya kohort siswa ini seseorang dapat dengan mudah mengetahui informasi kelulusan siswa pertahun.sehingga seorang perencana pendidikan di sekolah harus

memperhatikan faktor faktor yang mempengaruhi terhadap ketidaklulusan siswa.

c)

Arus siswa Metode ini menggunakan berbagai parameter yang mengontrol hasil proyeksi tiga arus dari setiap tingkat yaitu angka mengulang, angka naik kelas dan angka putus sekolah. Ketiga arus tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Putus sekolah kelas 1

Tahun t Siswa kelas 1

Tahun t + 1

Mengulang kelas 1

Naik ke kelas 2

Dengan melihat bagan arus ini, maka proyeksi arus siswa paling lengkap dibanding metode proyeksi lainnya. d). Proyeksi kebutuhan ruang kelas Dalam perencanaan pendidikan, kebutuhan tambahan runag kelas baru sangat

diperlukan dalam rangka perluasan kesempatan belajar.

Metode proyeksi yang digunakan dalam pekerjaan sehari hari adalah : 1) Arus siswa Karena metode proyeksi dengan arus siswa ini merupakan metode yang paling tepat karena mendekati kenyataan yang menggunakan berbagai parameter yang

mengontrol hasil proyeksi tiga arus dari setiap tingkat yaitu angka mengulang, angka naik kelas dan angka putus sekolah. 2) Pemecahan penduduk Usia lima tahunan menjadi Tahunan Pemecahan perencanaan penduduk pendidikan Usia lima tahunan penduduk menjadi menurut Tahunan usia diperlukan dengan dalam data

karena

sekolah

penduduk yang tersedia BPS sering tidak valid. Dalam memecahkan kelompok usia lima tahunan menjadi kelompok usia tahunan yaitu metode Beers dan metode Spargue.

3) Proyeksi rasio siswa per Guru Semakin tinggi rasio maka semakin banyak siswa yang dilayani guru atau jumlah guru yang semakin berkurang. Manfaat proyeksi ini adalah alokasi tepat dengan kebutuhan daerah dan relevan dengan kenyataan kebutuhan sekolah.