Anda di halaman 1dari 5

Teori Komunikasi

Pengetahuan tidak memerlukan penjelasan Ilmu Pengetahuan memerlukan penjelasan

Kaidah Ilmu 1. Order Keteraturan 2. Determinisme 3. Parsimoni tidak dipersulit, informasi disampaikan secara sederhana. 4. Empirisme segala sesuatu yang bisa dijangkau oleh panca indera manusia. Ciri Ciri Teori 1. Abstraksi dari Realitas. Abstrak Masih umum 2. Proposisi Pernyataan yang memperlihatkan hubungan antara 2 variable atau lebih Contoh : jika individu mengalami frustasi maka ia akan melakukan tindakan yang menimbulkan gangguan pada orang lain atau benda. Jika proposisi digunakan dalam penelitian maka dinamalan hipotesis (jawaban / kesimpulan sementara), maka perlu diuji melalui data empirik dari indikator - indikator. Konsep konsep pada proposisi sudah dibatasi pengertiannya secara jelas. Contoh : frustasi dibatasi pengertiannya sebagai hambatan terhadap tingkah laku untuk mencapai tujuan. 3. Teori harus bisa diuji Teori kebenarannya tidak absolut / mutlak Teori harus dapat melakukan prediksi. Contoh : Teori Agresi (tingkah laku yang dapat merusak) Bila guru selalu memperhambat tingkah laku anak maka tingkat agresinya akan meningkat. Teori harus dapat melahirkan proposisi baru . Contoh : Isi pers akan mempengaruhi pendapat umum, tetapi ternyata orang yang berpendidikan tinggi tidak mudah dipengaruhi. Proposisi baru diperoleh melalui penelitian Fungsi Teori Teori Sebagai Generalisasi Teori dalam ilmu sosial yang menyimpulkan hubungan atau korelasi antara fakta fakta sosial merupakan generalisasi. Misalnya anak yang berasal dari keluarga yang mempunyai keseimbangan pengasuhan, disiplin dan pengasuhan kemesraan dengan orang tua umumnya mempunyai IQ yang tinggi. Teori Sebagai Kerangka Penelitian Disamping merupakan kesimpulan induktif yang mengeneralisasikan hubungan antara fakta fakta, teori juga berfungsi sebagai pendorong proses berpikir deduktif yang bergerak dari alam abstrak ke alam konkrit. Meramal Fungsi deduktif lain dari teori adalah memprediksi / meramalkan fakta fakta yang akan terjadi. Contoh : Ramalan Cuaca Konsep Komunikasi (Frank Ex Dance) Simbol simbol / Verbal / Ujaran Komunikasi adalah pertukaran pikiran / gagasan secara verbal. Pengertian / pemahaman

Komunikasi adalah sebuah proses dimana kita bias memahami dan dipahami oleh orang lain. Komunikasi adalah proses yang dinamis dan secara konstan berubah sesuai dengan keadaan yang berlaku. Interaksi Interaksi juga dalam ikatan biologis adalah salah satu perwujudan komunikasi, tindakan tindakan kebersamaan tidak akan terjadi. Pengurangan rasa ketidakpastian Timbulnya komunikasi karena didorong oleh kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian Proses Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dll. Melalui penggunaan symbol symbol seperti kata kata, gambar, angka, dll. Pengalihan / penyampaian / pertukaran Kata kata komunikasi kadang kadang menunjuk kepada apa yang dialihkan. Alat apa yang digunakan sebagai saluran penyampaian itu. Dalam banyak kasus apa yang dialihkan itu menjadi milik bersama. Kebersamaan Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu yang awalnya milik seorang kemudian dimiliki dua orang atau lebih. Saluran Komunikasi adalah alat untuk mengirim pesan pesan seperti telegram, telepon, radio, TV. Stimuli Setiap tindakan komunikasi, dipandang sebagai penyampaian informasi yang berisikan stimuli dari satu sumber kepada penerima. Tujuan / Kesengajaan Komunikasi pada dasarnya penyampaian pesan yang disengaja dari sumber kepada penerima dengan tujuan mempengaruhi tingkah laku penerima. Kekuasaan / Kekuatan Komunikasi adalah suatu mekanisme yang menimbulkan kekuasaan atau kekuatan. Konsep konsep tersebut merupakan kerangka acuan yang dijadikan dasar dalam menganalisis fenomena fenomena dalam peristiwa komunikasi. Proses pengembangan teori melalui pendekatan eksperimental yang disebut metode hipotesis deduktif (hypotetic deductive method) 1. Mengembangkan pertanyaan (developing questions) 2. Membentuk hipotesis (froming hypothesis) 3. Menguji hipotesis (testing the hypothesis) 4. memformulasikan teori (formulating theory) Little Jhon induktif Teori deduktif

Generalisasi Metode pengukuran

Hipotesis Konsep Opeasional (dirinci melalui indikator2 yang dapat diamati)

Observasi

Fungsi Teori (Little Jhon) 1. Mengorganisasikan dan menyimpulkan pengetahuan tentang sautu hal. 2. Memfokuskan hal hal / aspek aspek dari suatu objek yang diamati harus jelas fokusnya (teori hanya menjelaskan satu hal saja, tidak banyak hal)

3. Menjelaskan hal hal yang diamati, penjelasan tersebut tidak hanya berguna untuk memahami hubungan hubungan, tapi juga peristiwa peristiwa tertentu. 4. Pengamatan, teori tidak saja menjelaskan tentang apa yang sebaiknya diamati, tapi juga memberikan petunjuk bagaimana cara mengamatinya. Oleh karena itu teori yang baik adalah teori yang berisikan konsep konsep operasional. 5. Prediksi, bias dilihat pada tahap komunikasi persuasi, perubahan sikap, periklanan, humas. 6. Heuristik / heurisme, teori yang baik adalah teori yang dapat merangsang timbulnya upaya upaya penelitian selanjutnya. 7. Komunikasi, teori itu tidak hanya menjadi pencipta saja, tetapi harus dipublikasikan dan terbuka terhadap kritikan kritikan. 8. Kontrol, hal ini diakrenakan asumsi asumsi teori dapat berkembang menjadi nilai nilai dan norma norma dalam kehidupan sehari hari (pengendali atau pengontrol tingkah laku manusia) 9. Generatif, teori dapat berfungsi sebagai sarana perubahan social dan cultural, sarana untuk menciptakan pola dan cara kehidupan yang baru. Komunikasi Antar Pribadi Proses pertukaran makna diantara orang orang yang saling berinteraksi. Karakteristik Komunikasi Antar Pribadi (Judy C. Person) Dimulai dengan diri pribadi, berbagai persepsi komunikasi yang menyangkut pengamatan dan pemahaman berangkat dari dalam diri kita. Bersifat transaksional Stimuli Sensasi

Persepsi Memori

Pemberian Makna disimpan

Komunikasi antar pribadi mencakup aspek aspek isi pesan dan juga hubungan antar pribadi. Komunikasi antar pribadi tidak hanya berhubungan dengan isi pesan yang dipertukarkan tapi juga melibatkan siapa partner komunikasi dan bagaimana hubungannya. Komunikasi antar pribadi mensayratkan kedekatan fisik antara orang orang yang terlibat dalam komunikasi itu. Komunikasi antar pribadi melibatkan pihak pihak yang saling tergantung satu sama lain dalam proses komunikasi. Komunikasi antar pribadi tidak dapat dirubah atau diulang. Individu dalam Komunikasi Antar Pribadi Dari sudut pandang individu komunikasi dan hubungan antar pribadi menempatkan pemahaman mengenai komunikasi dalam proses psikologi. Setiap individu dalam tindakan komunikasi mempunyai pemahaman dan makna pribadi terhadap setiap hubungan dimana ia ikut terlibat. Aspek psikologis yang terjadi dari komunikasi antar pribadi Letak / Lokus Menempatkan makna hubungan antar sosial ke dalam individu yaitu dalam persiapan komunikasi (komunikasi antara komunikator) jika kita melihat suatu hubungan dari sudut pandang kita sendiri akan menumbuhkan rasa saling memiliki. Dengan kata lain kita biasanya artikan hubungan dan bahkan orang lain dalam pengertian yang terpusat pada diri kita sendiri yaitu bagaimana segala sesuatunya berkaitan.

Menurut Fisher ada beberapa persoalan yang bisa muncul dari proses pemahaman oleh individu, yaitu proses komunikasi antar pribadi. Munculnya respons individu terbatas setelah kegiatan komunikasi. Ingatan / persepsi individu bisa berubah jika telah terjadi komunikasi. Individu sering mencampur adukan hubungan antar pribadi dengan respon, emosional mereka. Hal terpenting dari lokus komunikasi antar pribadi adalah asumsi bahwa diri pribadi individu terletak pada satu tempat dan tidak dapat diamati secara langsung. Lokus Psikologi Mempunyai Dua Dimensi 1. Dimensi internal (yang ada dalam diri seseorang) 2. Dimensi eksternal (perilaku yang bisa diamati) Fungsi psikologis dari komunikasi adalah menginterpretasikan tanda melalui tindakan / perilaku yang dapat diamati. Kita akan terseleksi tanda tanda perilaku, mana yang palsu dan mana yang asli. Persoalannya adalah sejauh mana kita dapat menyimpulkan akurat dari tanda tanda tersebut.penemuan adalah suatu proses psikologi yaitu suatu proses pikiran yang melibatkan suatu kesimpulan atas dasar informasi yang tidak lengkap. Tataran Psikologi dalam Komunikasi Dalam lokus psikologi komunikasi antar pribadi melibatkan dua orang atau lebih yang memiliki tingkat kesamaan diri atau proses proses psikologis tertentu. Misalnya : Budi memandang Ani sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya. Menurut Fisher Jika kita berkomunikasi dengan orang lain maka akan terjadi proses intra pribadi. Paling sedikit mempunyai 3 sasaran, Pandangan kita tentang diri sendiri (persepsi) Pandangan kita terhadap orang lain (meta persepsi) Pandangan kita mengenai pandangan orang lain tentang diri kita (meta - meta persepsi) 3 proses diatas mempengaruhi komunikasi antar pribadi. Pengalaman dalam kehidupan akan membentuk diri pribadi setiap manusia, tapi setiap orang harus menyadari apa yang sedang dan telah terjadi. Kesadaran terhadap diri pribadi ini pada dasarnya adalah proses persepsi yang dituju pada dirinya sendiri. Manusia sampai pada pengetahuan tentang diri pribadi melalui proses psikologi seperti persepsi dan kesadaran. Proses psikologi diasosiasikan dengan interpretasi dan pemberian makna terhadap orang atau objek tertentu dikenal sebagai persepsi. Cohen mendefinisikan persepsi sebagai interpretasi terhadap sensasi sebagai representasi dari objek objek eksternal. Persepsi adalah pengetahuan / pemahaman kita atau seseorang tentang apa yang dapat ditangkap oleh panca indera kita. Karakteristik Persepsi Persepsi mensyaratkan kehadiran objek eksternal yang ditangkap oleh panca indera kita. Adanya informasi untuk dapat di interpretasikan. Yaitu segala sesuatu yang diperoleh melalui sensasi atau indera kita. Persepsi tidak lebih dari pengetahuan mengenai apa yang tampak sebagai realitas. Sifat - Sifat Persepsi Persepsi adalah pengalaman untuk mengartikan makna dari seseorang objek / peristiwa. Kita harus melakukan interpretasi yang biasanya ditemukan pada pengalaman masa lalu kita dengan orang lain.

Persepsi adalah selektif. Kita hanya mempersepsikan bagian bagian tertentu saja dari apa yang kita inginkan atas dasar sikap, nilai, dan keyakinan yang ada dalam diri kita dan mengabaikan karakteristik lain dengan nilai yang tidak relecan. Persepsi adalah penyimpulan proses psikologi dari persepsi, mencakup penarikan kesimpulan melalui suatu proses induksi (khusus umum) Persepsi tidak akurat, setiap persepsi akan mengandung kesalahan, yaitu kesalahan dalam kadar tertentu yang disebabkan antara lain oleh pengalaman masa lalu, selektivitas, dan penyimpulan. Sisanya ketidakakuratan ini. Persepsi adalah evaluatif, persepsi tidak akan pernah objektif, jadi bersifat subjektif yaitu proses evaluasi, tidak mungkin kita mempersepsi suatu objek tanpa mempersepsi pula baik buruknya objek tersebut.