Anda di halaman 1dari 7

PAM MODULATOR DAN PAM DEMODULATOR

1. Tujuan Praktikum 1) Memperlajari bagaimana cara kerja modulasi pulsa amplitudo (PAM) dan demodulasinya. 2. Alat-alat yang Digunakan 1) GOTT-ECS01-PAM Modulator Board 2) GOTT-ECS02-PAM Demodulator Board 3) Power Supply 4) Osiloskop 5) Generator Fungsi 6) Kabel Konektor untuk Sinyal 7) Kabel Power dan Plug 3. Teori Dasar Modulasi pulsa amplitudo (PAM) adalah sebuah skema modulais yang mengubah amplitudo sinyal pembawa yang berbentuk kotak teratur oleh masukan sinyal informasi. Amplituso dari pulsa yang termodulasi kemudian diartikan sebagai sinyal informasi. Barisan/urutan pulsa pendek(rapat) dengan amplitudo konstan dan diulang dengan cepat dipilih (dimodulasikan, digabungkan) dan dibuat bervariasi sesuai sinyal informasi yang lebih lambat yang akan menghasilkan sinyal termodulasi dengan amplitudo yang sudah berubah sesuai sinyal informasi tersebut. Gelombang PAM ter-demodulasi, gelombangnya dilewatkan LPF (Low Pas Filter) yang mempunyai frekuensi cit-off yang sama dengan frekuensi maksimum sinyal informasi. Pada output filter, sinyal pemodulasi disalurkan bersama (dalam) DC Coponent PAM mempunyai rasio sinyal/noise yang sama seperti AM dan hal ini tidak dilakukan dalam praktikum.

4. Gambar Rangkaian

5. Prosedur Praktikum 1) Memeriksa semua alat-alat yang akan digunakan. Mengkalibrasi osiloskop untuk tampilan amplitudo dan frekuensinya. Memeriksa kelayakan power supply dan generator fungsi yang digunakan. Mengukur tegangan output power supply dan generator fungsi. 2) Memasang semua hubungan yang diperlukan. Semua modul komponen dipasangi tegangan DC input. Memasang kabel sinyal input dari generator fungsi ke modul modulator PAM (Audio I/P) sebesar 1 kHz bentuk sinus dengan amplitudo 500mV. 3) Mengukur dan mengambil data dari TP1 dan TP 2. 4) Mencatat hasil pengkuran dalam tabel. 5) Memasang output modulator ke papan praktikum demodulator PAM, PAM I/P, dan TP 2 (ouptut PAM modulator) ke input carrier demodulator PAM. 6) Mengatur nilai VR1 untuk meminimalisasi distorsi pada IC1 7) Mengatur VR2 dan VR3 sampai didapatkan sinyal termodulais yang dapat divaca dengan jelas. 8) Mengukru dan mengambil data TP 1 sampai TP 6 pada demodulator. 9) Menccatat semua hasil pengukuran pada tabel.

6. Data Hasil Percobaan Tabel 1 OUTPUT MODULATOR PAM Test Point Audio I/P Output signal Keterangan V/DIV = 0,2 V T/DIV = 1ms Amplitudo = 500mVpp Frek = 1kHz

TP1

V/DIV = 2V T/DIV = 50 microsecon Amplitudo = 3,6 Vpp Frek = 14 kHz

TP2

V/DIV = 2 V T/DIV = 50 microsecon Amplitudo = 10,4 Vpp Frek = 14kHz

PAM O/P

V/DIV = 0,2 V T/DIV = 100 microsecon

TABEL 2 OUPUT DEMODULATOR PAM Tes Point Carrier I/P Output Test Point TP4 Output

V/DIV = 2V T/DIV = 50s Amp = 6 Vpp Frek = 14kHz TP1 TP5

V/DIV = 0,5V T/DIV = 0,5ms Amp = 1,1 Vpp Frek = 1,1kHz

V/DIV = 2V T/DIV = 50s Amp = 6 Vpp Frek = 14kHz

V/DIV = 5V T/DIV = 0,2ms Amp = 4 Vpp Frek = 14Khz

TP2

TP6

V/DIV = 0,5V T/DIV = 0,5ms Amp = 1,1 Vpp Frek = 1,1kHz TP3 PAM Audio Output

V/DIV = 0,5V T/DIV = 0,2ms Amp = 1 Vpp Frek = 1,1Hz

V/DIV = 5V T/DIV = 50s Amp = 13 Vpp Frek = 14kHz 7. Analisa Data Hasil Percobaan

V/DIV = 5V T/DIV = 1ms Amp = 7 Vpp Frek = 1kHz

Pemodulasian PAM menggunakan transistor dan input sinyal ausionya diinputkan memalui collector transistor. Sinyal carriernya diinputken melalui basisnya. Pembangkitan sinyal carrier PAM menggunakan IC 555. Bentuk carrier terdapat pada TP 2. Transistor akan memberikan output sinyal termodulasi PAM nya saat ada sinyal audio masuk. Bila tidak ada sinyal audio yang diinputkan, transistor tidak akan aktif dan tidak ada keluaran sinyal termodulasi PAM. Pada sisi demodulator, input carrier juga berasal dari IC 555 pada modulator. Sinyal tersebut kemudian dikuatkan yang penguatannya bisa diatur dengan menggunakan VR1. Outptu penguatan terlihat pada TP1. Sedangkan sinyal termodulasi PAM diinputkan ke input sinyal termodulasi PAM dan juga dikuatkan dan penguatannya bisa diatur dengan VR2. Kedua output sinyal tersebut (carrier dan termodulasi yang sudah dikuatkan dan diatur agar minimal noise) dimasukkan ke dalam MCI496 yang akan mendemodulasikan (memisahkan sinyal informasi dan sinyal carrier. Outputnya akan disaring oleh LPF agar yang muncul hanya informasinya saja (ouput demodulator). 8. Kesimpulan Pemodulasian PAM sederhana bisa menggunakan transistor dengan sinyal input diumpankan ke collector transistor. Sedangkan sinyal carriernya dibangkitkan dengan menggunakan IC 555 yang frekuensi dan amplitudonya di atur oleh komponen R dan C yang disambungkan ke kaki-kakinya

kemudian sinyal carrier itu diumpankan memlaui bassis transistor. Output PAM diambil dari kaki collector dan emittor transistor. Pen-demodulasian PAM menggunakan IC MC1496 dengan sinyal carrier dan sinyal PAM yang dikuatkan dahulu sebelum di demodulasi. Outputnya diasring terlebih dahulu dengan LPF dengan frekuensi cut-off sama dengan nilai maksimum frekuensi informasi agar output demodulator yang didapat hanyalah informasinya saja.