Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN KERJA PRAKTEK Di PT.

PERTAMINA (Persero) RU IV Cilacap

SISTEM PROTEKSI MOTOR 46P101 AM DENGAN PENGAMAN MULTILIN 369 DI PT. PERTAMINA RU IV CILACAP

disusun oleh : ERIANTO PASKA HUTAGALUNG (07/251935/TK/32709)

TEKNIK ELEKTRO DAN TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 ~i~

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN KERJA PRAKTEK PT PERTAMINA (PERSERO) REFINERY UNIT IV CILACAP

Disusun oleh: Nama NIM Jurusan Fakultas Universitas : : : : : ERIANTO PASKA HUTAGALUNG 07/251935/TK/32709 TEKNIK ELEKTRO TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA MULAI SELESAI : : 8 November 2010 31 Desember 2010

Telah disetujui dan disahkan oleh :

Mengetahui,

Pjs. Facility Engineering Section Head

Pembimbing Kerja Praktek

(Yuherwin, S.T)

(Yuherwin, S.T)

(Hangga Adi Sasongko)

~ ii ~

(Hangga Adi Sasongko)

KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati penulis panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala berkat dan karunia-Nya ,sehingga laporan kerja praktek di PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap dapat terselesaikan. Pada kesempatan kerja praktek ini penulis mendapat banyak pengalaman dalam bidang dunia kerja seraya mempelajari perkembangan teknologi industri khususnya bidang industri

perminyakan di PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap, Jawa Tengah yang dikenal sebagai kilang minyak terbesar Indonesia bahkan di kawasan Asia Tenggara. Salah satu kewajiban akademis yang harus ditempuh mahasiswa untuk menyelesaikan studi di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada adalah menyelesaikan mata kuliah kerja praktek di suatu instansi atau perusahaan untuk mengetahui seacara langsung penerapan disiplin ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah. Untuk memenuhi kewajiban tersebut penulis telah melaksanakan keja praktek di PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap sejak tanggal 8 November 2010 hingga 30 Desember 2010. Dalam menjalankan kerja praktek ini penulis banyak mendapat bimbingan, petunjuk, saran dan bantuan baik secara moril ataupun materil dari berbagai pihak sehingga proses kerja praktek ini dapat berjalan dengan lancar hingga selesainya proses penyusunan laporan. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak pihak yang telah membantu penulis, yaitu : 1. Bapak dan Ibu tersayang yang selalu mendoakan dan memberi semangat dalam setiap kegiatan demi keberhasilan penulis. 2. Ir. Lukito Edi Nugroho, M.Sc., Ph.D, selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. 3. Ir.M.Isnaeni.BS.,MT., selaku dosen pembimbing Kerja Praktek yang

selalu memberikan bimbingan dan arahan dalam kerja praktek dan dalam penyusunan laporan Kerja Praktek penulis.

~ iii ~

4. Bapak Yuherwin selaku pembimbing Kerja Praktek. Penulis sangat berterima kasih atas bimbingan, ilmu, masukan-masukan dan khususnya waktu yang di berikan di tengah kesibukan beliau. 5. Bapak Djumadi dan Bapak Sartono di bagian MA I Pertamina RU IV Cilacap Penulis sangat berterima kasih atas bimbingan, ilmu, masukan masukan dan khususnya waktu yang diberikan ditengah kesibukan beliau. 6. Bapak Arif Romdlon, di bagian People Development Pertamina RU IV Cilacap yang telah meluangkan waktu untuk kami. 7. Bapak Sularto di bagian Utility Pertamina RU IV Cilacap. Penulis sangat berterima kasih atas bimbingan, ilmu, masukan masukan dan khususnya waktu yang diberikan ditengah kesibukan beliau. 8. Bapak Sudjarwo dan Bapak Singgih di bagian Kalibrasi, penulis sangat berterima kasih atas pengalaman dan arahan yang beliau berikan. 9. Bapak Luthfan serta karyawan Central File PT. Pertamina RU IV Cilacap. 10. Nana dan Dias yang selalu bersama ke mana-mana. 11. Teman-teman seperjuangan kerja praktek periode November-Desember, Gemal, Duta, Krisna, Ardi, Uut, Dian, serta rekan-rekan yang lain.. 12. Seluruh pihak yang membantu penulis hingga laporan Kerja Praktek di PT. Pertamina RU IV ini dapat diselesaikan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rahmat dan karunia Nya kepada saudara saudara sekalian. Penulis menyadari bahwa laporan ini memiliki keterbatasan, kekurangan dan kekhilafan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi perbaikan pada karya tulis selanjutnya. Harapan penulis, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Cilacap, 28 Desember 2010

Erianto Paska Hutagalung

~ iv ~

DAFTAR ISI

Halaman Judul HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR INTISARI I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan Penulisan 1.3 Batasan Masalah 1.4 Sistematika Penulisan ORIENTASI UMUM DAN PROFIL PT. PERTAMINA RU IV CILACAP 2.1 Sejarah Singkat 2.1.1 Kilang Minyak Pertama 2.1.2 Kilang Minyak Kedua 2.1.3 Kilang Paraxylene 2.1.4 Proyek Debottlenecking 2.1.5 Kilang LPG dan Sulphur Recovery Unit (SRU) 2.2 Hasil Produksi dan Kapasitas 2.3 Lokasi dan Tata Letak Kilang 2.4 Sarana Penunjang 2.4.1 Oil Movement 2.4.2 Laboratorium 2.4.3 Alat Ukur Listrik 2.4.4 Sarana Komunikasi 2.4.5 Alat Kerja Listrik dan Peralatan Safety 2.4.6 Sarana Transportasi dan Alat Berat 2.5 Sistem Organisasi dan Manajemen PT. Pertamina 2.5.1 Visi, Misi, Moto Pertamina 2.5.2 Sistem Manajemen dan Pengawasan 2.5.3 Sistem Organisasi dan Kepegawaian

i ii iii v viii ix xi

1 2 2 2

II.

4 4 5 7 8 9 10 12 14 20 20 21 22 22 22 23 23 23 27 30

~v~

2.6

Sistem Kelistrikan PT. Pertamina (persero) RU IV Cilacap 2.6.1 Pembangkit Tenaga Listrik 2.6.2 Sistem Distribusi Tenaga Listrik 2.6.3 Pemakaian Tenaga Listrik

34 34 36 39 40 40 42 43 44 46 46 47 48 50 50 51 51 52 52 55 56 56 59 61 62 62 62

III.

TINJAUAN PUSTAKA 3.1 Pengertian dan Prinsisp Kerja Motor Induksi Tiga Phasa 3.2 Konstruksi Motor Induksi Tiga Phasa 3.2.1 Stator 3.2.2 Rotor 3.2.3 Tutup Samping 3.3 Hubungan Motor Induksi Tiga Phasa 3.3.1 Hubungan Bintang 3.3.2 Hubungan Segitiga 3.4 Perawatan Motor Induksi Tiga Phasa 3.4.1 Preventive Maintenance 3.4.2 Predictive Maintenance 3.4.3 Emergency Maintenance 3.4.4 Penggantian Pelumas Bearing 3.4.5 Penggantian Bearing Motor 3.4.6 Perawatan Winding Motor 3.5 Relay Pengaman 3.5.1 Syarat-Syarat Reley Pengaman 3.5.2 Circuit Breaker (CB) 3.5.3 Fuse 3.6 Penyebab dan Akibat Gangguan 3.6.1 Bentuk dan Sebab Gangguan 3.6.2 Akibat Gangguan

IV. PROTEKSI MOTOR 3.45KV P101 A DENGAN PENGAMAN MULTILIN 369 di PT. PERTAMINA CILACAP. 64 4.1 Jenis-Jenis Gangguan pada Motor Induksi 65 4.1.1 Gangguan Beban Lebih (over load) 65 4.1.2 Gangguan Salah satu phasa Terbuka 66 4.1.3 Gangguan Hubung Singkat 67 4.1.4 Gangguan Ketidakseimbangan Arus Phasa 67 4.1.5 Gangguan Locked Rotor 68

~ vi ~

4.2 4.3 4.4

Data Motor 3.45 KV 46P101 A Multilin 369 4.3.1 Fasilitas Multilin 369 Aplikasi Multilin 369 Pada Motor 46 P101 A 4.4.1 Pengaman Motor 46P101A yang diaktifkan pada Multilin 369 4.4.2 Nilai Settingan dan Perhitungan

69 66 77 79 79 88

V.

PENUTUP 5.1 Kesimpulan 5.2 Saran

93 93 94

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

~ vii ~

DAFTAR TABEL
Tabel 2-1: Komposisi Crude Oild di FOC II.. 7 Tabel 2-2: Komposisi Design Refrigeration... 12 Tabel 2-3: Produksi FOC I...... 12 Tabel 2-4: Produksi FOC II. 13 Tabel 2-5: Produksi LOC I, II, III. .. 13 Tabel 2-6: Produksi Kilang Paraxylene... 14 Tabel 3-1: Oil Lubricated Sleeve Bearing Diametrical Clerence Guide................. 53 Tabel 4.1: Perbedaan Multilin 269 dan 369. 74 Tabel 4.2: Standar Kurva Overload 82 Tabel 4.3: Hambatan RTD.... 87

~ viii ~

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2-1 Gambar 2-2 Gambar 2-3 Gambar 2-4 Gambar 2-5 Gambar 2-6 Gambar 3-1 Gambar 3-2 Gambar 3-3 Gambar 3-4 Gambar 3.5 Gambar 3.6 Gambar 3.7 Gambar 3.8 Gambar 3.9

: Lokasi PT. Pertamina RU IV Cilacap. 14 : Denah Tata Letak Kilang....... 15 : Logo PT. PERTAMINA (Persero) 26 : Struktur Organisasi PT. PERTAMINA (Persero). 28 : Struktur Organisasi PT. PERTAMINA (Persero) RU IV Cilacap 29 : jaringan Double Ended Secondary Selective Radial System. 37

: Terjadinya Medan Magnet Putar... 41 : Kumparan Stator 44 : Rotor Sangkar 45 : Tutup Samping....... 46 : Hubungan Segitiga dan Bintang Pada Terminal Motor..... 47 : Kumparan Terhubung Bintang ...... 47 : Kumparan Terhubung Segitiga .. 49 : Oil Ring.. 53 : Sleeve Bearing dan ball bearing .... 55

Gambar 3-10 : MCCB ......... 60 Gambar 3-11 : Fuse ................................................................................................ 61 Gambar 4-1 Gambar 4-2 Gambar 4-3 Gambar 4-4 : Tampilan depan multilin 369 ........................................................ 72 : Tampilan belakang multilin 369 ..................................................... 75 : Instalasi multilin 369....................................................................... 76 : Tampilan setting over load ..... 80

~ ix ~

Gambar 4-5 Gambar 4-6 Gambar 4-7 Gambar 4-8 Gambar 4-9

: Kurva Over load 81 : Tampilan setting Acceleration time .. 83 : Tampilan setting mechanical jam .... 84 : Tampilan setting ground fault ........................ 85 : Tampilan setting unbalance .. 86

Gambar 4-10 : Setting overload motor 46P101A . 88 Gambar 4-11 : Setting ground motor 46P101A 89 Gambar 4-12 : Setting unbalance motor 46P101A 90 Gambar 4-13 : Setting acceleration motor 46P101A .... 92 Gambar 4-14 : Setting mechanical jam motor 46P101A .. 93

~x~

INTISARI
Tenaga listrik saat ini sangat di butuhkan oleh manusia, karena rata-rata peralatan saat ini banyak menggunakan tenaga listrik. Baik di bidang industri, rumah tangga, perkantoran dan di bidang lainnya. Apalagi di bidang industri perminyakan. Termasuk dikilang minyak PERTAMINA (PERSERO) RU IV Cilacap. Di PERTAMINA (PERSERO) RU IV Cilacap tenaga listrik sangat penting sumber penggerak motor. Motor sangat penting dalam proses pengolahan minyak oleh yaitu sebagai penggerak pompa atau kompresor oleh sebab itu perlu diberi pengaman. Pengaman dipasang supaya bekerja saat terjadi gangguan pada peralatan. Pengaman akan bekerja sesuai dengan tugasnya yaitu mengisolasi dan mencegah terjadinya perluasan gangguan yang dapat menggangu kelancaran proses kerja kilang. Motor yang digunakan di PERTAMINA (PERSERO) RU IV Cilacap kebanyakan menggunakan motor induksi. Penggunaan listrik paling banyak yaitu menggunakan beban motor salah satunya adalah motor 46P101 A. Pada motor ini menggunakan pengaman multilin 369. Multilin 369 merupakan manajemen reley yaitu gabungan dari beberapa reley konvensional. Fungsi mutilin sangat banyak dan kegunaannya disesuaikan dengan kebutuhan atau gangguan apa saja yang akan ditangani. Pada motor 46P101 A settingan multilin yang diaktifkan yaitu settingan over load, mechanical jam, acceleration time, Ground fault, Unbalance. Dengan adanya proteksi motor diharapkan motor dapat bekerja lebih lama dan proses pengolahan minyak bisa berjalan lancar. Demikian pokok-pokok ringkasan ini sebagai bahan penulisan laporan yang penulis buat, semoga apa yang di dapat di bangku kuliah dan kerja praktek lapangan bermanfaat bagi pembaca dan penulis.

~ xi ~