Anda di halaman 1dari 40

www.serpihanilmuku.blogspot.

com

Program Studi Ilmu Keperawatan B Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang 2012
www.serpihanilmuku.blogspot.com

HALUSINASI
-----Nasrullah-----

DEFINISI Halusinasi merupakan gangguan persepsi dimana klien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Halusinasi adalah gangguan penyerapan atau persepsi panca indra tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat terjadi pada sistem penginderaan dimana terjadi pada saat kesadaran individu itu penuh dan baik. Maksudnya rangsangan tersebut terjadi pada saat klien dapat menerima rangsangan dari luar dan dari dalam diri individu. Dengan kata lain klien berespon terhadap rangsangan yang tidak nyata, yang hanya dirasakan oleh klien dan tidak dapat dibuktikan (Nasution, 2003). Halusinasi merupakan gangguan atau perubahan persepsi dimana klien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Suatu penyerapan panca indra tanpa ada rangsangan dari luar. Suatu penghayatan yang dialami suatu persepsi melalui panca indra tanpa stimulus eksteren: persepsi palsu (Maramis, 2005). Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa dimana klien mengalami perubahan persepsi sensori, seperti merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan atau penghiduan. Klien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada. Selain itu, perubahan persepsi sensori (halusinasi) bisa juga diartikan sebagai persepsi sensori tentang suatu objek, gambaran dan pikiran yang sering terjadi tanpa adanya rangsang dari luar meliputi semua sistem pengindraan (pendengaran, penglihatan, penciuman, perabaan atau pengecapan) (Cook & Fontaine dalam Fitria, 2009) Halusinasi berbeda dengan ilusi, yang merupakan persepsi yang salah tentang stimulus lingkungan aktual. Misalnya, ketika berjalan melewati hutan seseorang berpikir bahwa ia melihat seekor ular di sisi jalan, tetapi ketika diamati lebih dekat, ternyata hanya sebuah tongkat berlekuk. Hal ini adalah suatu ilusi yang dikoreksi oleh realitas atau informasi faktual. Sedangkan halusianasi tidak memiliki dasa realitas atau tidak terdapat objek yang nyata.
www.serpihanilmuku.blogspot.com

FAKTOR PREDISPOSISI Faktor perkembangan Jika tugas perkembangan mengalami hambatan dan hubungan interpersonal terganggu, maka individu akan mengalami stres dan kecemasan Faktor sosiokultural Berbagai faktor di masyarakat dapat menyebabkan seseorang merasa disingkirkan, sehingga orang tersebut merasa kesepian di lingkungan yang membesarkannya. Misalnya terdapat konflik yang berhubungan dengan RAS dalam lingkungan tempat tinggal seseorang Faktor biokimia Faktor biokimia memiliki pengaruh terhadap terjadinya gangguan jiwa. Jika seseorang mengalami stres yang berlebihan, maka di dalam tubuhnya akan dihasilkan suatu zat yang bersifat halusinogenik neurokimia seperti buffofenon dan dimethytrasnferase (DMP) Faktor psikologis Hubungan interpersonal yang tidak harmonis serta adanya peran ganda yang bertentangan yang sering diterima oleh seseorang akan mengakibatkan stres dan kecemasan yang tinggi dan berakhir pada gangguan orientasi realita. Faktor genetik Gen yang berpengaruh dalam skizofrenia belum diketahui, tetapi hasil studi menunjukkan bahwa faktor keluarga menunjukkan hubungan yang sangat berpengaruh pada penyakit ini.

FAKTOR PRESIPITASI Faktor presipitasi yaitu stimulus yang dipersepsikan oleh individu sebagai ancaman, tantangan atau tuntutan yang memerlukan energi ekstra untuk menghadapinya. Adanya rangsangan dari lingkungan seperti partisipasi klien dalam kelompok, terlalu lama tidak diajak berkomunikasi objek yang ada di

www.serpihanilmuku.blogspot.com

lingkungan dan juga suasana sepi atau terisolasi sering menjadi pencetus terjadinya halusinasi. Hal tersebut dapat meningkatkan stres dan kecemasan yang merangsang tubuh mengeluarkan zat halusinogenik. TANDA DAN GEJALA Berbicara, senyum dan tertawa sendirian. Mengatakan mendengar suara, melihat, menghirup, mengecap dan merasa sesuatu yang tidak nyata. Merusak diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Tidak dapat membedakan hal yang nyata dan hal tidak nyata, serta tidak mampu melakukan asuhan keperawatan mandiri seperti mandi, sikat gigi, berganti pakaian dan berhias yang rapi. Sikap curiga, bermusuhan , menarik diri, sulit membuat keputusan, ketakutan, mudah Tersinggung, jengkel , mudah marah, ekspresi wajah tegang, pembicaraan kacau dan tidakmasuk akal, banyak keringat.

www.serpihanilmuku.blogspot.com

POHON MASALAH

Resiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan

Perubahan Sensori Persepsi: Halusinasi

Perilaku Kekerasan

Isolasi sosial: Menarik Diri Kerusakan komunikasi verbal Defisit perawatan diri

Kerusakan Interaksi Sosial

Gangguan Konsep Diri : Harga diri rendah

Koping Individu Inefektif

Koping keluarga inefektif

Berduka Disfungsional Ketidakmampuan merawat anggota keluarga

Respon pasca trauma Kurang pengetahuan

www.serpihanilmuku.blogspot.com

Risiko perilaku mencederai diri Gangguan sensori/persepsi: halusinasi Isolasi sosial: menarik diri Gangguan konsep diri: harga diri rendah kronis

Gangguan pemeliharaan kesehatan

Defisit perawatan diri: mandi dan berhias

Keliat, 2006

RENTANG RESPON HALUSINASI

Respon Adaptif - Pikiran logis - Persepsi akurat - Emosi konsisten dengan pengalaman - Perilaku sesuai - Berhubungan sosial - Distorsi pikiran - Ilusi - Reaksi emosi berlebihan atau kurang - Perilaku aneh atau tidak biasa - Menarik diri -

Respon Maladaptif Gangguan pikir Halusinasi Sulit berespon Perilaku disorganisasi Isolasi sosial

Stuart&Laria, 2001

JENIS-JENIS HALUSINASI Pendengaran (auditorik) Mendengar suara-suara atau kebisingan, paling sering suara orang. Suara berbentuk kebisingan yang kurang jelas sampai kata-kata yang jelas berbicara tentang klien bahkan sampai ke percakapan lengkap antara 2 orang atau lebih tentang orang yang mengalami halusinasi. Akoasma : suara-suara kacau balau yang tidak dapat dibedakan dengan jelas Phonema : suara-suara yang berbentuk suara jelas seperti berasal dari manusia, sehingga mendengar kata atau kalimat tertentu

www.serpihanilmuku.blogspot.com

Penglihatan (visual) Stimulus visual dalam bentuk kilatan cahaya, gambar geometris, gambar kartun, bayangan yang rumit atau kompleks, bayangan bisa menyenangkan atau menakutkan seperti melihat monster.

Penghidu (olfactory) Membaui bau-bauan tertenru seperti bau darah, urine atau feces. Umumnya bau-bauan yang tidak menyenangkan.

Pengecapan (gaustatory) Merasa mengecap rasa seperti rasa darah, urine atau feces.

Perabaan (tactile) Mengalami nyeri atau ketidaknyamanan tanpa stimulus yang jelas, Rasa tersetrum listrik yang datang dari tanah, benda mati atau orang lain.

Cenesthetic Merasakan fungsi tubuh seperti aliran darah di vena atau arteri, pencernaan makanan atau pembentukan urine

Kinesthetic Klien merasakan pergerakan sementara klien hanya berdiri tanpa bergerak Penderita merasa bahwa anggota tubuhnya terlepas dari tubuhnya, mengalami perubahan bentuk dan bergerak sendiri. Hal ini sering terjadi pada penderita Schizopphrenia dan pencandu narkoba Halusinasi Lainnya Halusinasi Autoskopi Penderita seolah-olah melihat dirinya sendiri berdiri di hadapannya.

Halusinasi Haptik Halusinasi ini merupakan suatu persepsi di mana seolah-olah tubuh penderita bersentuhan secara fisik dengan manusia lain atau benda lain. Seringkali halusinasi haptik bercorak seksual dan sangat sering dijumpai pada pecandu narkoba
www.serpihanilmuku.blogspot.com

Halusinasi Hipnogogik Halusinasi yang terjadi pada orang normal, yaitu halusinasi yang terjadi saat peergantian antara waktu tidur dan waktu bangun

FASE-FASE HALUSINASI Tahap I (Non-Psikotik) Pada tahap ini halusinasi mampu memberikan rasa nyaman pada klien, tingkat orientasi sedang. Secara umum pada tahap ini halusinasi merupakan hal yang menyenangkan bagi klien Karakteristik Mengalami kecemasan, kesepian, rasa bersalah dan ketakutan Mencoba berfokus pada pikiran yang dapat menghilangkan kecemasan Pikiran dan pengalaman sensorik masih adalah dalam kontrol kesadaran

Perilaku yang muncul Tersenyum atau tertawa sendiri Menggerakkan bibir tanpa suara Pergerakan mata yang cepat Respon verbal lambat, diam dan berkonsentrasi

Tahap II (Non-Psikotik) Pada tahap ini biasanya klien bersikap menyalahkan dan mengalami tingkat kecemasan berat. Secara umum halusinasi yang ada dapat menyebabkan antipati Karakteristik Pengalaman sensori menakutkan atau merasa dilecehkan oleh pengalaman tersebut Mulai merasa kehilangan kontrol Menarik diri dari orang lain

www.serpihanilmuku.blogspot.com

Perilaku yang muncul Terjadi peningkatan denyut jantung, pernapasan dan tekanan darah Perhatian terhadap lingkungan menurun Konsentrasi terhadap pengalaman sensoripun menurun Kehilangan kemampuan dalam membedakan antara halusinasi dan realita

Tahap III (Psikotik) Klien biasanya tidak dapat mengontrol dirinya sendiri, tingkat kecemasan berat dan halusinasi tidak dapat ditolak lagi Karakteristik Klien menyerah dan menerima pengalaman sensorinya Isi halusinasi menjadi atraktif Klien menjadi kesepian bila pengalaman sensori (halusinasi) berakhir

Perilaku yang muncul Klien menuruti perintah halusinasi Sulit berhubungan dengan orang lain Perhatian terhadap lingkungan sedikit atau sesaat Tidak mampu mengikuti perintah yang nyata Klien tampak tremor dan berkeringat

Tahap IV (Psikotik) Klien sudah sangat dikuasai oleh halusinasi dan biasanya klien terlihat panik Perilaku yang muncul Risiko tinggi mencederai Agitasi/kataton Tidak mampu merespon rangsangan yang ada

www.serpihanilmuku.blogspot.com

MASALAH KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL 1. Risiko tinggi perilaku kekerasan 2. Perubahan persepsi sensori: halusinasi 3. Isolasi sosial: menarik diri 4. Gangguan konsep diri: Harga diri rendah 5. Gangguan pemeliharaan kesehatan 6. Defisit perawatan diri: mandi dan berhias

www.serpihanilmuku.blogspot.com

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN TaHAPAN PROSES KEPERAWATAN

Pengkajian Pengumpulan data Validasi data Identifikasi masalah

Diagnosis Keperawatan

Perencanaan (Intervensi) Prioritas masalah Penetapan tujuan dan kriteria hasil Penetapan rencana tindakan Pelaksanaan (Implementasi) Tindakan mandiri keperawatan Tindakan kolaborasi keperawatan

Evaluasi Proses Hasil

www.serpihanilmuku.blogspot.com

PENGKAJIAN

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA PETUNJUK TEKNIS PENGISIAN FORMULIR PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
Setiap melakukan pengkajian, tulis tempat klien dirawat dan tanggal dirawat I. IDENTITAS 1. Perawat yang merawat klien melakukan perkenalan dan kontrak dengan klien tentang : nama perawat, nama klien, panggilan perawat, panggilan klien, tujuan, waktu, tempat pertemuan, topik yang akan dibicarakan. 2. Usia dan No. RM Lihat RM 3. Alamat 4. Pekerjaan 5. Mahasiswa menuliskan sumber data / informan ALASAN MASUK Tanyakan kepada klien/keluarga : 1. Apa yang menyebabkan klien/keluarga datang ke Rumah Sakit saat ini? 2. Bagaimaa gambaran gejala tersebut ? III. FAKTOR PREDISPOSISI 1. Tanyakan riwayat timbulnya gejala gangguan jiwa saat ini 2. Tanyakan penyebab munculnya gejala tersebut. 3. Apa saja yang sudah dilakukan oleh keluarga mengatasi masalah ini ? 4. Bagaimana hasilnya ?

II.

IV.

FAKTOR PREDISPOSISI

RIWAYAT PENYAKIT MASA LALU 1. Tanyakan kepada klien / keluarga apakah klien pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu, bila ya beri tanda 3 pada kotak ya dan bila tidak beri tanda 3 pada kotak tidak 2. Apabila pada poin 1 ya, maka tanyakan bagaimana hasil pengobatan sebelumnya. Apabila dia dapat beradaptasi di masyarakat tanpa ada gejala-gejala gangguan jiwa maka beri tanda 3 pada kotak berhasil. Apabila dia dapat beradaptasi tapi masih ada gejala-gejala sisa maka beri tanda 3 pada kotak kurang berhasil. Apabila tidak ada kemajuan atau gejala-gejala bertambah atau menetap maka beri tanda 3 pada kotak tidak berhasil. 3. Tanyakan apakah klien pernah mengalami gangguan fisik / penyakit termasuk gangguan pertumbuhan dan perkembangan RIWAYAT PSIKOSOSIAL 1. Tanyakan pada klien apakah klien pernah melakukan dan atau mengalami dan atau menyaksikan penganiayaan fisik, seksual, penolakan dari lingkungan, kekerasan dalam keluarga dan tindakan kriminal. Beri tanda 3 sesuai dengan penjelasan klien / keluarga apakah klien sebagai pelaku dan atau korban, dan atau saksi, maka beri tanda 4 pada kotak pertama. Isi usia saat kejadian pada kotak ke dua. Jika klien pernah mengalami pelaku dan jelas tentang kejadian yang dialami klien

www.serpihanilmuku.blogspot.com

2. Tanyakan pengalaman masa lalu lain yang tidak menyenangkan baik bio, psiko, sosio, kultural, spiritual seperti (kegagalan, kehilangan / perpisahan / kematian, trauma selama tumbuh kembang) yang pernah dialami klien pada masa lalu 3. Bagaimana kesan kepribadian klien ? RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA 1. Tanyakan kepada klien / keluarga apakah ada anggota keluarga lainnya yang mengalami gangguan jiwa, jika ada beri tanda 3 pada kotak ya dan jika tidak beri tanda 3 pada kotak tidak. Apabila ada anggota keluarga lain yang mengalami gangguan jiwa maka tanyakan bagaimana hubungan klien dengan anggota keluarga terdekat. Tanyakan apa gejala yang dialami serta riwayat pengobatan dan perawatan yang pernah diberikan pada anggota keluarga tersebut. Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data V. STATUS MENTAL Beri tanda 3 pada kotak sesuai dengan keadaan klien boleh lebih dari satu : 1. Penampilan Data ini didapatkan melalui hasil observasi perawat / keluarga a. Penampilan tidak rapi jika dari ujung rambut sampai ujung kaki ada yang tidak rapi. Misalnya : rambut acak-acakan, kancing baju tidak tepat, resleting tidak dikunci, baju terbalik, baju tidak diganti-ganti. b. Penggunaan pakaian tidak sesuai. Misalnya : pakaian dalam dipakai di luar baju c. Cara berpakaian tidak seperti biasanya jika penggunaan pakaian tidak tepat (waktu, tempat, identitas, situasi/kondisi) d. Jelaskan hal-hal yang ditampilkan klien dan kondisi lain yang tidak tercantum e. Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data 2. Kesadaran Kwantitatif/penurunan kesadaran Compos mentis : sadarkan diri Apati : individu mulai mengantuk acuh tak acuh terhadap rangsang yang masuk, diperlukan rangsang yang kuat untuk menarik perhatian Somnolensia : jelas sudah mengantuk, diperlukan rangsang yang kuat lagi untuk menarik perhatian Sopor : ingatan, orientasi dan pertimbangan sudah hilang Subkoma dan koma : tidak ada respon terhadap rangsang yang keras Kwalitatif a. Tidak berubah : Mampu mengadakan hubungan dan pembatasan dengan lingkungannya dan dirinya (sesuai dengan kenyataan) b. Berubah : Tidak mampu mengadakan hubungan dan pembatasan dengan lingkungannya dan dirinya pada taraf tidak sesuai dengan kenyataan c. Gangguan tidur : Dapat berupa insomnia, somnambulisme, nightmare, narkolepsi d. meninggi : Keadaan dengan respon yang meninggi terhadap rangsang seperti suara terasa lebih keras, warna terlihat lebih tenang dll e. Hipnosa : Kesadaran yang sengaja diubah menurun / menyempit f. Disosiasi : Tingkah laku / kejadian yang memisahkan dirinya secra psikologik dengan kesadarannya contoh : trans, fugue dll

www.serpihanilmuku.blogspot.com

3. Orientasi waktu, tempat dan orang jelas Jelaskan data objektif dan subjektif terkait hal-hal diatas 4. Aktivitas Motorik Data ini didapatkan melalui hasil observasi perawat / keluarga Kelambatan a. Hipokinesa, hipoaktifitas b. Sub stupor katatonik c. Katalepsi

d. Flexibilitas serea Peningkatan a. Hiperkinesa, hiperaktivitas b. Gaduh gelisah katonik

: gerakan atau aktivitas yang berkurang : reaksi terhadap lingkungan sangat berkurang gerakan dan aktivitas menjadi lambat : mempertahankan secara kaku posisi badan tertentu juga bila hendak diubah orang lain : mempertahankan posisi yang dibuat orang lain

: gerakan atau aktivitas yang berlebihan : aktivitas motorik yang tidak bertujuan yang berkali-kali seakan tidak dipengaruhi rangsang luar c. Tik : gerakan involunter sekejap dan berkali-kali mengenai sekelompok oto yang relatif kecil d. Grimase : gerakan otot muka yang berubah-ubah yang tidak dapat dikontrol e. Tremor : jari-jari yang tampak gemetar ketika klien menjujurkan tangan f. Kompulsif : kegiatan yang dilakukan berulang-ulang, seperti berulangkali mencuci tangan, mencuci muka, mandi, mengeringkan tangan g. Mannerism : pergerakan yang stereotipe dan testrsi (seperti bermain sandiwara) h. Ekhopraksia : meniru gerakan orang lain pada saat dilihatnya. i. Verbegerasi : berkali-kali mengucapkan sebuah kata yang tidak tercantum Jelaskan aktivitas yang ditampilkan klien dan kondisi lain yang tidak tercantum 5. Afek-emosi Data ini didapatkan melalui hasil observasi perawat / keluarga a. Adekuat : afek emosi yang sesuai dengan stimulus yang ada b. Inadekuat : emosi yang tidak sesuai atau bertentangan dengan stimulus yang ada c. Datar/dangkal : tidak ada perubahan roman muka pada saat ada stimulus yang menyenangkan atau menyedihkan d. Tumpul : hanya bereaksi bila ada stimulus emosi yang kuat e. Labil : emosi yang cepat berubah-ubah f. Anhedonia : ketidak mampuan merasakan kesenangan g. Kesepian : merasa dirinya ditinggalkan h. Eforia : rasa gembira yang berlebihan i. Ambivalensi : afek emosi yang berlawanan timbul bersama-sama terhadap seseorang, obyek atau sesuatu hal. j. Apati : berkurangnya afek emosi terhadap sesuatu atau semua hal disertai rasa terpencil dan tidak peduli k. Marah : sudah jelas l. Depresif/sedih : seperti perasaan susah, tak berguna, gagal, putus asa dsb m. Cemas : perasaan khawatir yang tidak jelas obyeknya, sebutkan tingkatnya Jelaskan hal-hal yang tidak tercantum Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data

www.serpihanilmuku.blogspot.com

6. Persepsi a. Apakah ada halusinasi ? kalau ada termasuk jenis apa ? b. Apakah ada ilusi ? kalau ada deskripsikan Jenis-jenis halusinasi sudah jelas Jelaskan isi halusinasi, frekuensi gejala yang tampak pada saat klien berhalusinasi Masalah keperawatan sesuai dengan data c. Apakah ada depersonalisasi : perasaan aneh tentang dirinya atau perasaan bahwa pribadinya tidak seperti biasanya, tidak menurut kenyataan. d. Derealisasi : perasaan aneh tentang lingkungannya dan tidak menurut kenyataan Jelaskan hal-hal yang tidak tercantum Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data

7. Proses pikir Data diperoleh dari observasi pada saat wawancara 7.1 Arus pikir a. Koheren : kalimat / pembicaraan dapat dipahami dengan baik b. Inkoheren : kalimat tidak terbentuk, pembicaraan sulit dipahami c. Sirkumstansial : pembicaraan yang berbelit-belit tapi sampai pada tujuan pembicaraan d. Tangensial : pembicaraan yang berbelit-belit tapi tidak sampai pada tujuan e. Asosiasi longgar : pembicaraan tak ada hubungan antara satu kalimat dengan kalimat lainnya, dan klien tidak menyadarinya f. Flight of Ideas : pembicaraan yang melompat dari satu topik ke topik lainnya masih ada hubungan yang tidak logis dan tidak sampai pada tujuan g. Bloking : pembicaraan terhenti tiba0tiba tanpa gangguan eksternal kemudian dilanjutkan kembali h. Perseverasi : berulang-ulang menceritakan sesuatu ide, tema secara berlebihan i. Logorea : pembicaraan cepat tidak terkontrol j. Neologisme : membentuk kata-kata baru yang tidak dipahami oleh umum k. Irelevansi : ucapan yang tidak ada hubungannya dengan pertanyaan atau dengan hal yang sedang dibicarakan l. Assosiasi bunyi : mengucapkan perkataan yang mempunyai persamaan bunyi m. Main kata-kata : membuat sajak secara tidak wajar n. Afasi : bisa sensorik (tidak mengerti pembicaraan orang lain), motorik (tidak bisa atau sukar berbicara) Jelaskan apa yang dikatakan oleh klien pada saat wawancara Masalah keperawatan sesuai dengan data

7.2 Isi pikir Data didapatkan melalui wawancara a. Obsesi b. c. d. e. f. g. : pikiran yang selalu muncul meski klien berusaha menghilangkannya Phobia : ketakutan yang phatalogis / tidak logis terhadap obyek / situasi tertentu Ekstasi : kegembiraan yang luar biasa Fantasi : isi pikiran tentang sesuatu keadaan atau kejadian yang diinginkan Bunuh diri : ide bunuh diri Ideas of reference : pembicaraan orang lain, benda-benda atau sesuatu kejadian yang dihubungkan dengan dirinya. Pikiran Magis : keyakinan klien tentang kemampuannya melakukan hal-hal yang mustahil / diluar kemampuannya

www.serpihanilmuku.blogspot.com

h. Preokupasi i. Alienasi j. Rendah diri k. Pesimisme l. Waham Agama

: pikiran yang terpaku pada satu ide : perasaan bahwa dirinya sudah menjadi lain, berbeda, asing : merendahkan atau menghina diri sendiri, menyalahkan diri sendiri tentang suatu hal yang pernah atau tidak pernah dilakukan : mempunyai pandangan yang suram mengenai banyak hal dalam hidupnya

: Keyakinan terhadap suatu agama secara berlebihan dan diucapkan secara berulang tetapi tidak sesuai dengan kenyataan Somatik / hipokondrik : Klien mempunyai keyakinan tentang tubuhnya dan dikatakan secara berulang yang tidak sesuai dengan kenyataan Kebesran : Klien mempunyai keyakinan yang berlebihan terhadap kemampuannya yang disampaikan secara berulang yang tidak sesuai dengan kenyataan Curiga : Klien mempunyai keyakinan bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusaha merugikan atau mencederai dirinya yang disampaikan secara berulang dan tidak sesuai dengan kenyataan Nihilistik : Klien yakin bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia / meninggal yang dinyatakan secara berulang yang tidak sesuai dengan kenyataan Kejaran : Yakin bahwa ada orang / kelompok yang mengganggu, dimatamatai atau kejelekan sedang dibicarakan orang banyak Dosa : Keyakinan bahwa ia telah berbuat dosa atau kesalahan yang besar yang tidakbisa diampuni

Waham bizar : Klien yakin ada ide pikiran orang lain yang disispkan di dalam pikiran yang disampaikansecara berulang dan tidak sesuai dengan kenyataan Siar pikir : Klien yakin bahwa orang lain mengetahui apa yang dia pikirkan walaupun dia tidak menyatakan kepada orang tersebut yang dinyatakan secara berulang dan tidak sesuai dengan kenyataan Kontrol pikir : Klien yakin pikirannya dikontrol oleh kekuatan dari luar Jelaskan apa yang dikatakan oleh klien pada saat wawancara Masalah keperawatan sesuai dengan data Sisip pikir

7.3 Bentuk pikir a. Realistik b. Nonrealistik c. Autistik d. Dereistik

: cara berpikir sesuai kenyataan / realita yang ada : cara berpikir yang tidak sesuai dengan kenyataan : cara berpikir berdasarkan lamunan/fantasi/halusinasi/wahamnya sendiri : cara berpikir dimana proses mentalnya tidak ada sangkut pautnya dengan kenyataan, logika, atau pengalaman.

8. Memori Data diperoleh melalui wawancara a. Gangguan daya ingat jangka panjang : Tidak dapat mengingat kejadian yang terjadi lebih dari satu bulan b. Gangguan daya ingat jangka pendek : Tidak dapat mengingat kejadian yang terjadi dalam minggu terakhir c. Gangguan daya ingat saat ini : Tidak dapat mengingat kejadian yang baru saja terjadi

www.serpihanilmuku.blogspot.com

d. Amnesia e. Paramnesia contoh : De javu

: Sebutkan macamnya Amnesia retrograde / anterograde : Ingatan yang keliru karena distorsi pemanggilan kembali :

Seperti sudah pernah melihat sesuatu tetapi sebenarnya belum Jamais vu : Seperti belum pernah melihat sesuatu tetapi sebenarnya sudah Konfabulasi : Secara tidak sadar mengisi lubang-lubang dalam ingatannya dengan cerita yang tidak sesuai dengan kenyataan Fasse reconaisance : Pengenalan kembali yang keliru, merasa bahwa itu benar tetapi sesungguhnya tidak benar f. Hipermnesia : Pemahaman dalam ingatan dan pemanggilan kembali yang berlebihan Jelaskan sesuai dengan data terkait Masalah keperawatan sesuai dengan data

9. Tingkat konsentrasi dan berhitung Data diperoleh melalui wawancara a. Mudah dialihkan b. Tidak mampu berkonsentrasi c. Tidak mampu berhitung : : : Perhatian klien mudah berganti dari satu obyek ke obyek lain Klien selalu minta agar pertanyaan diulang / tidak dapa menjelaskan kembali pembicaraan Tidak dapat melakukan penambahan / pengurangan pada benda-benda nyata

Jelaskan sesuai dengan data terkait Masalah keperawatan sesuai dengan data 10. Kemampuan penilaian a. Gangguan kemampuan penilaian ringan

b.

Gangguan kemampuan penilaian bermakna :

Dapat mengambil keputusan yang sederhana dengan bantuan orang lain. Contoh : berikan kesempatan pada klien untuk memilih mandi dulu sebelum makan atau makan dulu sebelum mandi. Jika diberi oenjelasan, klien dapat mengambil keputusan Tidak mampu mengambil keputusan walaupun dibantu orang lain. Contoh : berikan kesempatan pada klien untuk memilih mandi dulu sebelum mandi. Jika diberi penjelasan klien masih tidak mampu mengambil keputusan

Jelaskan sesuai dengan data terkait Masalah keperawatan sesuai dengan data

11. Daya Tilik Diri / insight Data diperoleh dari wawancara a. Mengingkari penyakit yang diderita : Tidak menyadari gejala penyakit (perubahan fisik, emosi) pada dirinya dan merasa tidak perlu pertolongan

www.serpihanilmuku.blogspot.com

b. Menyalahkan hal-hal diluar dirinya Jelaskan sesuai dengan data terkait Masalah keperawatan sesuai dengan data

: Menyalahkan orang lain / lingkunagn yang menyebabkan kondisi saat ini

12. Interaksi selama wawancara Data ini didapatkankan melalui hasil wawancara dan observasi perawat / keluarga a. Bermusuhan, tidak kooperatif, mudah tersinggung sudah jelas b. Kontak mata kurang : tidak mau menatap lawan bicara c. Defensif : selalu berusaha mempertahankan pendapat dan kebenaran dirinya d. Curiga : menunjukkan sikap/perasaan tidak percaya pada orang lain Jelaskan sesuai dengan data terkait Masalah keperawatan sesuai dengan data

VI.

FISIK Pengkajian fisik difokuskan pada sistem fungsi organ : 1. 2. 3. 4. Ukur dan observasi tanda-tanda vital : tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan klien Ukur tinggi badan dan berat badan klien Tanyakan apakah, berat badan naik atau turun dan beri tanda 3 sesuai hasil Tanyakan kepada klien / keluarga, apakah ada keluhan fisik yang dirasakan oleh klien, bila ada beri tanda 3 di kotak ya dan bila tidak beri tanda 3 pada kotak tidak 5. Kaji/lakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut sistem dan fungsi organ dan jelaskan sesuai dengan keluhan yang ada 6. Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data yang ada

VII. PSIKOSOSIAL 1. Konsep diri a. Citra tubuh : Tanyakan persepsi klien terhadap tubuhnya, bagian tubuh yang disukai dan tidak disukai b. Identitas diri, tanyakan tentang : Status dan posisi klien sebelum dirawat Kepuasan klien terhadap status dan posisinya (sekolah, tempat kerja, kelompok) Kepuasan klien sebagai laki-laki / perempuan c. Peran : Tanyakan, Tugas / peran yang diemban dalam keluarga / kelompok / masyarakat Kemampuan klien dalam melaksanakan tugas / peran tersebut

d. Ideal diri : Tanyakan, Harapan terhadap tubuh, posisi, status, tugas / peran Harapan klien terhadap lingkungan (keluarga, sekolah, tempot kerja, masyarakat) Harapan klien terhadap penyakitnya e. Harga diri : Tanyakan, Hubungan klien dengan orang lain sesuai dengan kondisi no. 2a, b, c, d

www.serpihanilmuku.blogspot.com

Penilaian / penghargaan orang lain terhadap diri dan kehidupannya

Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data 2. Genogram a. Buatlah genogram minimal tiga generasi yang dapat menggambarkan hubungan klien dan keluarga, contoh :

45

: Perempuan : Laki-laki : cerai : meninggal : orang tinggal serumah : perkawinan : klien

: pisah : stillbirth/ aborsi : konflik : sangat dekat : dekat : distant/ berjarak : proyeksi : cut off/ menghindar

45

: umur

www.serpihanilmuku.blogspot.com

b. Jelaskan masalah yang terkait dengan komunikasi, pengambilan keputusan dan pola asuh c. Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data 3. Hubungan sosial a. Tanyakan pada klien siapa orang terdekat dalam kehidupannya, tempat mengadu, tempat bicara, minta bantuan atau sokongan b. Tanyakan pada klien kelompok apa saja yang diikuti dalam masyarakat c. Tanyakan pada klien sejauh mana ia terlibat dalam kelompok di masyarakat d. Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data 4. Spiritual a. Nilai dan keyakinan : Tanyakan tentang, Pandangan dan keyakinan, terhadap gangguan jiwa sesuai dengan norma budaya dan agama yang dianut Pandangan masyarakat setempat tentang gangguan jia b. Kegiatan ibadah : Tanyakan, Kegiatan ibadah di rumah secara individu dan kelompok Pendapat klien/keluarga tentang kegiatan ibadah c. Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data VIII. AKTIFITAS SEHARI-HARI (ADL) 1. Makan a. Observasi dan tanyakan tentang : frekuensi, jumlah, variasi, macam (suka / tidak suka / pantang) dan cara makan b. Observasi kemampuan klien dalam menyiapkan dan membersihkan alat makan 2. BAB/BAK a. Observasi kemampuan klien untuk BAB/BAK Pergi, menggunakan dan membersihkan WC Membersihkan diri dan merapikan pakaian 3. Mandi a. Observasi dan tanyakan tentang frekuensi, cara mandi, menyikat gigi, cuci rambut, gunting kuku, cukur (kumis, jenggot dan rambut) b. Observasi kebersihan tubuh dan bau badan 4. Berpakaian a. Observasi kemampuan klien dalam mengambil, memilih dan mengenakan pakaian dan alas kaki b. Observasi penampilan dandanan klien c. Tanyakan dan observasi frekuensi ganti pakaian d. Nilai kemampuan yang harus dimiliki klien : mengambil, memilih dan mengenakan pakaian 5. Istirahat dan Tidur a. Observasi dan tanyakan tentang : Lama dan waktu tidur siang / malam Persiapan sebelum tidur seperti : menyikat gigi, cuci kaki dan berdoa Aktivitas sesudah tidur seperti : merapikan tempat tidur, mandi / cuci muka dan menyikat gigi

www.serpihanilmuku.blogspot.com

6. Penggunaan Obat a. Observasi dan tanyakan kepada klien dan keluarga tentang : Penggunaan obat : frekuensi, jenis, dosis, waktu dan cara pemberian Reaksi obat 7. Pemeliharaan Kesehatan a. Tanyakan kepada klien dan keluarga tentang : Apa, bagaimana, kapan dan kemana perawat lanjut Siapa saja sistem pendukung yang dimiliki (keluarga, teman, instituisi dan lembaga pelayanan kesehatan) dan cara penggunaannya 8. Aktivitas di Dalam Rumah a. Tanyakan kemampuan klien dalam : Merencanakan, mengolah dan menyajikan makanan Merapikan rumah (kamar tidur, dapur, menyapu, mengepel) Mencuci pakaian sendiri Mengatur kebutuhan biaya sehari-hari 9. Aktivitas di luar Rumah a. Tanyakan kemampuan klien Belanja untuk keperluan sehari-hari Dalam melakukan perjalanan mandiri dengan berjalan kaki, menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan umum Aktivitas lain yang dilakukan di luar rumah (bayar listrik/telepon/air, kantor pos dan bank) Jelaskan data terkait Masalah keperawatan ditulis sesuai data

IX.

MEKANISME KOPING Data didapat melalui wawancara pada klien atau keluarganya. Beri tanda 3 pada kotak koping yang dimiliki klien, baik adaptif maupun maladaptif.

X.

MASALAH-MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN Data didapat melalui wawancara pada klien atau keluarganya. Pada tiap masalah yang dimiliki klien beri uraian spesifik, singkat dan jelas. PENGETAHUAN Data didapatkan melalui wawancara pada klien . Pada tiap item yang dimiliki oleh klien simpulkan dalam masalah.

XI.

XII. ASPEK MEDIK Tuliskan diagnosa medik klien yang telah dirumuskan oleh dokter yang merawat. Tuliskan obatobatan klien saatini, baik obat fisik, psikofarmaka dan terapi lain.

www.serpihanilmuku.blogspot.com

DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL 1. Risiko tinggi perilaku kekerasan 2. Perubahan persepsi sensori: halusinasi 3. Isolasi sosial: menarik diri 4. Gangguan konsep diri: Harga diri rendah 5. Gangguan pemeliharaan kesehatan 6. Defisit perawatan diri: mandi dan berhias
Diagnosa Keperawatan yang muncul dapat berubah atau bertambah sesuai data yang didapatkan dari pengkajian

www.serpihanilmuku.blogspot.com

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN (NURSING CARE PLAN)

No 1

Diagnosa Keperawatan Risiko perilaku mencederai diri berhubungan dengan halusinasi pendengaran

Tujuan TUM Klien tidak mencederai diri, orang lain dan lingkungan TUK 1. Klien dapat membina hubungan saling percaya

Kriteria Evaluasi

Intervensi

1.1. Ekspresi wajah bersahabat, menunjukkan rasa senang, terdapat kontak mata, mau berjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau menjawab salam, klien mau duduk berdampingan dengan perawat, mau mengutarakan masalah yang dihadapi

1.1.1. Bina hubungan saling percaya dengan mengungkapkan prinsip komunikasi terapiutik Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun nonverbal Perkenalkan diri dengan sopan Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien Jelaskan tujuan pertemuan Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya Berikan perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien 2.1.1. Adakan kontak sering dan singkat secara bertahap 2.1.2. Oberservasi tingkah laku klien yang terkait dengan halusinasinya: bicara dan tertawa tanpa stimulus dan memandang

2. Klien dapat mengenal halusinasinya

2.1 Klien dapat menyebutkan waktu, isi, frekuensi, respon dan hal yang memicu atau mengurangi timbulnya halusinasi

www.serpihanilmuku.blogspot.com

ke kiri, ke kanan atau ke depan seolah-olah ada teman yang diajak bicara 2.1.3. Bantu klien mengenal halusinasinya Jika menemukan klien sedang berhalusinasi tanyakan apakah ada suara yang didengarkannya Jika klien menjawab ada, lanjutkan: apa yang dikatakan suara itu? Katakan bahwa perawat percaya klien mendengar suara itu, namun perawat sendiri tidak mendengarnya (dengan nada bersahabat tanpa 2.1.4. Diskusikan dengan klien: Situasi yang menimbulkan/tidak menimbulkan halusinasi (jika sendiri, jengkel atau sedih) Waktu dan frekuensi terhadinya halusinasi (pagi, siang, sore dan malam; terus menerus atau sewaktu-waktu) 2.2. Klien dapat mengungkapkan bagaimana perasaannya terhadap halusinasi tersebut 3.5.1. Diskusikan dengan klien tentang apa yang dirasakannya jika terjadi halusinasi (marah/takut, sedih dan senang), beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya.

www.serpihanilmuku.blogspot.com

3. Klien dapat mengontrol halusinasinya.

3.1. Klien dapat menyebutkan tindakan yang biasanya dilakukan untuk mengendalikan halusinasinya.

3.1.1. Identifikasi bersama klien tindakan yang dilakukan jika terjadi halusinasi (tidur, marah, menyibukkan diri dll) 3.1.2. Diskusikan manfaat dari cara yang digunakan klien, jika bermanfaat beri pujian kepada klien 3.2.1. Diskusikan dengan klien tentang cara baru mengontrol halusinasinya: Menghardik/mengusir/ tidak memperdulikan halusinasi Bercakap-cakap dengan orang lainjika halusinasinya muncul Melakukan kegiatan seharihari 3.3.1. Beri contoh cara menghardik halusinasi: Pergi! Saya tidak mau mendengar kamu, saya mau mencuci piring/bercakap-cakap dengan suster! 3.3.2. Minta klien mengikuti contoh yang diberikan dan minta klien mengulanginya 3.3.3. Beri pujian atas keberhasilan klien 3.3.4. Susun jadwal latihan klien dan minta klien untuk mengisi jadwal kegiatan (self-evaluation) 3.3.5. Tanyakan kepada klien:

3.2. Klien dapat menyebutkan cara baru mengontrol halusinasi

3.3. Klien dapat mendemostrasikan cara menghardik/ mengusir/ tidak memperdulikan halusinasinya

www.serpihanilmuku.blogspot.com

bagaimana perasaan mas/mbak setelah menghardik? Apakah halusinasinya berkurang? beri pujian 3.4. Klien dapat mendemonstrasikan bercakap-cakap dengan orang lain 3.4.1. Beri contoh percakapan dengan orang lain: suster, saya dengan suara-suara, temani saya bercakap-cakap 3.4.2. Minta klien mengikuti contoh percakapan dan mengulanginya. 3.4.3. Beri pujian atas keberhasilan klien. 3.4.4. Susun jadwal klien untuk melatih diri, mengisi kegiatan dengan bercakap-cakap, dan mengisi jadwal kegiatan (self-evaluation) 3.4.5. Tanyakan kepada klien: Bagaimana perasaan mbak/mas setelah latihan bercakap-cakap? Apakah halusinasinya berkurang? berikan pujian. 3.5.2. Diskusikan dengan klien tentang kegiatan harian yang dapat dilakukan di rumah dan di rumah sakit (untuk klien dengan perilaku kekerasan, perilaku kekerasan) 3.5.3. Latih klien untuk melakukan kegiatan yang disepakati dan masukkan ke dalam jadwal kegiatan. Minta klien mengisi jadwal kegiatan (self-evaluation)

3.5. Klien dapat mendemonstrasikan pelaksanaan kegiatan sehari-hari

www.serpihanilmuku.blogspot.com

3.5.4. Tanyakan kepada klien: Bagaimana perasaan mbak/mas setelah melakukan kegiatan harian? Apakah halusinasinya berkurang? berikan pujian. 3.6. Klien dapat mendemonstrasikan 3.6.1. Anjurkan klien untuk mengikuti terapi aktivitas kelompok, orientasi realita, stimulasi persepsi (pedoman tersendiri) 3.7.1. Klien dapat menyebutkan jenis, dosis dan waktu minum obat serta manfaat obat tersebut (prinsip 5 benar: benar orang, obat, dosis, waktu dan cara) Diskusikan dengan klien tentang manfaat minum obat secara teratur: - Beda perasaan sebelum dan sesudah minum obat - Jelaskan bahwa dosis hanya boleh diubah oleh dokter - Jelaskan tentang akibat minum obat tidak teratur, misalnya: penyakit kambuh 3.7.2. Klien mendemonstrasikan kepatuhan minum obat sesuai jadwal yang ditetapkan Diskusikan proses minum obat - Klien meminta obat kepada perawat (jika di rumah sakit), kepada keluarga (jika di rumah)

3.7. Klien dapat mendemonstrasikan kepatuhan minum obat untuk mencegah halusinasi

www.serpihanilmuku.blogspot.com

- Klien memeriksa obat sesuai dosisnya - Klien meminum obat pada waktu yang tepat Susun jadwal minum obat bersama klien 3.7.3. Klien mengevaluasi kemampuannya dalam mematuhi minum obat Klien mengevaluasi pelaksanaan minum obat dengan mengisi jadwal kegiatan harian (selevaluation) Validasi pelaksanaan minum obat klien Beri pujian atas keberhasilan klien Tanyakan kepada klien: Bagaimana perasaan mbak/mas dengan minum obat secara teratur? Apakah lebih tenang? 4. Klien mendapat dukungan dari keluarga dalam mengontrol halusinasinya 4.1. Keluarga dapat menyebutkan pengertian, tanda dan tindakan untuk mengendalikan halusinasi 4.1.1. Diskusikan dengan keluarga (pada saat keluarga berkunjung/ pada saat kunjungan rumah): Gejala halusinasi yang dialami klien Cara yang dapat dilakukan klien dan keluarga untuk memutus halusinasi (sama seperti yang diajarkan kepada

www.serpihanilmuku.blogspot.com

klien) Cara merawat anggota keluarga yang mengalami halusinasi di rumah: beri kegiatan, jangan biarkan sendiri, makan bersama, berpergian bersama, jika klien sedang sendirian dirumah lakukan kontak dengan siering via telepon Beri informasi tentang waktu tidandak lanjut (follow-up) atau kapan perlu mendapat bantuan: halusinasi tidak terkontrol, dan risiko mencederai orang lain 4.2. Keluarga dapat menyebutkan jenis, dosis, waktu pemberian, manfaat serta efek samping obat 4.2.1. Diskusikan dengan keluarga tentang jenis, dosis, waktu pemberian, manfaat dan efek samping obat. 4.2.2. Anjurkan kelurga untuk berdiskusi dengan dokter tentang manfaat dan efek samping obat 4.2.3. Diskusikan akibat dari berhenti minum obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu

www.serpihanilmuku.blogspot.com

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


Masalah Pertemuan : Perubahan Persepsi Sensori: Halusinasi : Ke-1 (Pertama)

A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Klien terlihat bicara atau tertawa sendiri, marah-marah tanpa sebag, mendekatkan telinga ke arah tertentu dan terkadang menutup telinga. Klien mengatakan mendengar suara-suara atau kegaduhan, mendengar suara yang mengajaknya bercakap-cakap dan mendengar suara yang menyuruh melakukan sesuatu yang berbahaya 2. Diagnosis Keperawatan Perubahan Persepsi Sensori: Halusinasi 3. Tujuan Khusus/SP 1 Klien dapat membina hubungan saling percaya, dengan kriteria sebagai berikut - Ekspresi wajah bersahabat - Menunjukkan rasa senang - Klien bersedia diajak berjabat tangan - Klien bersedia menyebutkan nama - Terdapat kontak mata - Klien bersedia duduk berdampingan dengan perawat - Klien bersedia mengutarakan masalah yang dihadapinya Membantu klien mengenali halusinasinya Mengajarkan klien mengontrol halusinasinga dengan menghardik halusinasi 4. Rencana Tindakan Keperawatan Bina hubungan saling percaya dengan prisnsip komunikasi terapiutik - Sapa klien dengan ramah baik berbal maupun nonverbal - Perkenalkan diri dengan sopan
www.serpihanilmuku.blogspot.com

- Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien - Jelaskan tujuan pertemuan - Jujur dan menepati janji - Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya - Beri perhatian kepada kliendan memperhatikan kebutuhan dasar klien Bantu klien mengenal halusinasinya yang meliputi isi, waktu, frekuensi, respon dan situasi yang dapat mencetuskan atau mengurangi munculnya halusinasi Latih klien untuk mengontrol halusinasi dengan cara menghardik. Tahapan tindakan yang dapat dilakukan meliputi hal-hal sebagai berikut - Jelaskan cara menghardik halusinasi - Peragakan cara menghardik halusinasi - Minta klien memperagakan ulang - Pantau penerapan cara ini dan beri pujian pada perilaku klien yang sesuai - Masukkan ke dalam jadwal kegiatan klien B. Strategi Komunikasi dan Pelaksanaan 1. Orientasi Salam terapiutik Selamat pagi, Assalamualaikum... boleh saya kenalan dengan mbak? Nama saya Samar, mbak boleh panggil saya mas Mar. Saya mahasiswa Keperawatan Universitas Raja saya sedang praktik di sini dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 14.00 siang. Boleh saya tahu nama mbak siapa dan lebih senang jika dipanggil dengan sebutan apa? Evaluasi/validasi Bagaimana perasaan mbak hari ini? Mbak terlihat bingung, ada yang ingin mbak ceritakan dengan saya?, ayo coba hari ini ada hal yang menyenangkan mbak? Kalau hal yang kurang menyenangkan?
www.serpihanilmuku.blogspot.com

Kontrak Topik Apakah mbak tidak keberatan jika kita ngobrol sebentar? Menurut mbak kita ngobrol mengenai apa ya? Bagaimana jika kita ngobrol tentang suara dan sesuatu yang selama ini mbak dengarkan? Waktu Kita akan ngobrol kira-kira sekitar 10 menit mbak... bagaimana...? Tempat Di mana kita duduk? Di halaman, di taman atau di mana yang paling nyaman menurut mbak...?

2. Kerja Apakah mbak mendengar suara-suara yang tidak memiliki wujud? Apa yang dikatakan suara tersebut? Apakah tertentu? Apakah suara itu terdengar terus-menerus atau hanya waktu-waktu tertentu saja? Kapan paling sering mbak mendengar suara-suara tersebut? Berapa kali sehari mbak mendengar suara-suara itu? Pada keadaan apa... apakah ketika sedang sendiri, pada waktu aktivitas, atau keadaan lainnya...? Apa yang mbak rasakan saat mendengar suara itu? Apa yang mbak lakukan jika mendengar sura itu muncul? Apakah dengan cara tersebut suara itu bisa hilang...? Nah... mbak... saya percaya jika mbak mendengar suara-suara itu, namun saya dan orang lain disekitar mbak tidak mendengar suara yang mbak dengar... jadi hanya mbak sendiri yang dapat mendengarnya, keadaan ini disebut sebagai halusinasi. Hal inilah yang menyebabkan mbak dirawat di sini... mbak melihat sesuatu/seseorang/bayangan/atau makhluk

www.serpihanilmuku.blogspot.com

Bagaimana jika kita belajar untuk mencegah suara-suara itu agar tidak muncul? Mbak ada 4 cara untuk mencegah suara-suara itu muncul Pertama, dengan menghardik suara tersebut. Kedua, dengna cara bercakap-cakap dengan orang lain. Ketiga, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal. Keempat, minum obat dengan teratur... Bagaimana mbak kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan cara menghardik..? Caranya seperti ini: Saat mbak mendengar suara-suara itu muncul, langsung mbak bilang, pergi saya tidak mau dengar... Saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu, kamu tidak nyata. Begitu diulang-ulang sampai suara itu tidak terdengar lagi. Coba mbak peragakan! Nah.. bagus mbak..! coba lagi..! Yak..mbak sudah bisa...! jika mbak sudah lancar mbak bisa mengucapkan kata-kata itu di dalam hati saja... Ok mbak...?! 3. Terminasi Evaluasi subyektif Bagaimana perasaan mbak setelah kita ngobrol tadi? Mbak merasa senang? Menurut mbak apakah perbincangan kita bermanfaat? Evaluasi objektif Setelah ngobrol tadi sekarang coba mbak simpulkan apa yang kita bicarakan tadi? Coba mbak sebutkan cara untuk mencegah suara-suara agar tidak muncul..? Rencana tindak lanjut Kalau suara-suara itu muncul lagi coba mbak coba cara yang kita pelajari tadi! Bagaimana kalau kita buat jadwal latihannya. Mau jam berapa saja latihannya? (Masukkan kegiatan latihan menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian klien)
www.serpihanilmuku.blogspot.com

Kontrak yang akan datang Topik Mbak, besok kita ngobrol-ngobrol lagi ya... Kita ngobrol mengenai cara berbicara dengan orang lain saat suara-suara itu muncul. Bagaimana mbak...? Waktu Kira jam berapa kita bertemu besok...? bagaimana kalau jam 09.30? kita ngobrol-ngobrol sekitar 30 menit bagaimana mbak? Tempat Kira-kira tempat yang enak buat kita ngobrol besok dimana ya mbak? Apa mbak masih senang jika kita bicara di sini atau kita pindah ke tempat lain? Baik... di mana yang mbak suka...?

Melatih Klien Bercakap-cakap Saat Halusinasi Muncul Orientasi Selamat pagi mbak. Bagaimana perasaan mbak hari ini? Apakah suara-suara itu masih muncul? Apakah mbak sudah menerapkan cara yang telah kita pelajari kemarin? Bagus..! Sesuai janji saya kemarin , hari ini kita akan latihan cara kedua untuk mengontrol halusinasi yaitu dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain. Kita akan latihan selama 30 menit di sini, apakah mbak siap? Kerja Salah satu cara mengontrol halusinasi yang lain adalah dengan bercakap-cakap dengan orang lain. Jadi kalau mbak mulai mendengar suara-suara, langsung saja mbak cari teman untuk diajak ngobrol. Minta teman untuk ngobrol dengan mbak. Contohnya begini: tolong, saya mulai dengar suara-suar. Ayo ngobrol dengan saya. Atau kalau ada orang di rumah, misalnya kakak atau adik mbak katakan: dek, ayo ngobrol dengan kakak, kakak sedang mendengar suara-suara, begitu mbak... coba mbak lakukan seperti saya tadi...! Ya.. Bagus mbak... Terminasi Bagaimana perasaan mbak setelah latihan? Apakah latihan ini bermanfaat? Selain menghardik coba mbak lakukan cara ke dua ini jika mbak mengalami halusinasi lagi. Bagaimana kalau kita masukkan dalam jadwal kegiatan? Besok saya akan ke sini lagi untuk latihan cara yang ke-3 yaitu menjadwal kegiatan kita, selamat pagi mbak...!
www.serpihanilmuku.blogspot.com

Membantu Klien Melaksanakan Aktivitas Terjadwal Orientasi Selamat pagi mbak. Bagaimana perasaan mbak hari ini? Apakah suara-suara itu masih muncul? Apakah mbak sudah menerapkan cara yang telah kita pelajari kemarin? Bagus..! Sesuai janji saya kemarin , hari ini kita akan latihan cara ketiga untuk mengontrol halusinasi yaitu membuat jadwal kegiatan mbak dari bangun pagi sampai tidur malam. Ini blanko yang bisa mbak pakai. Kita akan mengerjakannya selama 1 jam. Di sini ya mbak... Kerja Coba mbak tuliskan kegiatan yang dilakukan dari bangun pagi sampai tidur malam. Caranya mbak tulis dulu jam di kolom pertama kemudian kegiatannya di kolom kedua. Contohnya begini: jam 04.30 mbak bangun pagi, kemudian shalat Subuh. Ya begitu.., coba mbak teruskan. Ya.. bagus teruskan sampai kegiatan tidur malam. Mbak sudah selesai menulis kegiatan mbak dari bangun sampai tidur lagi. Sekarang jam 10.00 jadwalnya menyapu halaman, mari kita latihan!. (Beri contoh dan latih klien mengerjakan dengan benar, berikan pujian atas keberhasilan klien) Terminasi Bagaiman perasaan mbak setelah membuat jadwal ini? Apakah menurut mbak kegiatan ini bermanfaat? Kita mulai melakukan kegiatan sesuai jadwal, mbak juga harus membuat jadwal enam hari berikutnya. Jadi.. sudah berapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah munculnya halusinasi? Bagus..! besok kita ngobrol-ngobrol lagi, mbak sudah punya jadwal lengkap untuk satu minguu dan kita akan diskusi tentang bagaimana cara minum obat yang teratur agar dapat mengontrol halusinasi. Selamat Pagi mbak...! Membantu Klien Melaksanakan Aktivitas Terjadwal Orientasi Selamat pagi mbak. Bagaimana perasaan mbak hari ini? Apakah suara-suara itu masih muncul? Apakah mbak sudah menerapkan cara yang telah kita pelajari kemarin? Apakah jadwal kegiatannya sudah dilaksanakan? Apakah pagi ini sudah minum obat mbak? Baik... hari ini kita akan mendiskusikan tentang obat-obatan yang mbak minum. Kita akan ngobrol selam 30 menit. Di sini saja ya mbak...! Kerja Apakah mbak merasakan adanya perbedaan setelah minum obat secara teratur? Apakah suara-suaranya berkurang/hilang? Minum obat sangat penting supaya suarasuara yang mbak dengar mengganggu selama ini tidak muncul lagi. Berapa macam obat yang mbak minum? (Perawat menyiapkan obat klien). Ada tiga macam obat yang harus mbak minum. Pertama yang berwarna oranye (CPZ) gunanya untuk menghilangkan suara-suara, yang kedua warnanya putih (THP) gunanya untuk
www.serpihanilmuku.blogspot.com

melemaskan badan agar tidak kaku dan lebih rileks dan yang terakhir berwarna merah jambu (HP) gunanya untuk menenangkan pikiran. Ketiganya diminum 3 kali sehari setelah makan, jam 07.30, jam 13.00 dan jam 19.30. kalau suara-suaranya sudah hilang, mbak harus tetap meminum obatnya. Nanti akan saya konsultasikan dengan dokter, sebabkalau putus obat, mbak akan kambuh dan sulit untuk mengembalikan ke keadaan semula. Kalau obat habis mbak bisa kontrol ke Puskesma untuk mendapatkan obat lagi. Oleh karena itu, 2 hari sebelum obat habis diharapkan mbak sudah kontrol. Mbak juga harus teliti saat menggunakan obat-obatan ini. Pastikan bahwa itu obat yang benar-benar milik mbak. Jangan keliru dengan obat milik orang lain. Baca kemasannya, pastikan obat diminum pada waktunya dan dengan cara yang benar. Mbak juga harus perhatikan berapa jumlah obat sekali minum dan haurs cukup minum 10 gelas per hari. Terminasi Bagaimana perasaan mbak setelah kita berdiskusi tentang program pengobatan untuk mbak? Apakah kegiatan kita menurut mbak bermanfaat? Coba sebutkan lagi obat apa saja yang harus mbak minum! Berapa kali diminum? Bagus....! mbak harus teratur minum obat ini. Jika ada gejala-gejala yang tidak biasa misalnya mata melirik ke atas, kaku-kaku otot, tangan bergetar atau ada bagian tubuh yang bergerak-gerak sendiri... mbak jangan panik. Itu semua karena pengaruh obat. Hubungi saya atau Puskesmas. Nanti kami akan datang. Besok kita akan bertemu lagi. Kita akan mengevaluasi apakah suara-suara yang mbak dengar masih sering muncul atau sudah hilang. Selamat siang mbak... Pendidikan Kesehatan Keluarga Klien Halusinasi Orientasi Selamat Pagi bapak/ibu..! Saya Samar perawat yang merawat anak Bapak/Ibu... Apa pendapat Bapak/Ibu tentang anak Bapak/Ibu...? Hari ini kita akan berdiskusi tentang masalah yang anak Bapak/Ibu alami dan bantuan yang Bapak/Ibu bisa berikan... Kita mau diskusi di mana? Sekitar 20-30 menit bisa Pak/Bu...? Kerja Selama ini apa yang dilakukan olah anak Bapak/Ibu di rumah sebelum di bawa kemari...? Ya, gejala yang dialami oleh anak Bapak/Ibu itu dinamakan halusinasi, yaitu mendengar atau melihat sesuatu yang sebetulnya tidak ada. Tanda-tandanya bicara dan tertawa sendiri, atau marah-marah tanpa sebab. Jadi kalau anak Bapak/Ibu mengatakan mendengar suara-suara, sebenarnya suara itu tidak ada, atau kalau anak Bapak/Ibu mengatakan melihat bayangan-bayangan, sebenarnya bayangan itu juga tidak ada... Jika dalam kondisi seperti itu, Bapak/Ibu jangan menyetujui atau menyanggah
www.serpihanilmuku.blogspot.com

apa yang diceritakan oleh anak Bapak/Ibu...! Dengarkan saja... Katakan bahwa Bapa/Ibu tidak mendengar suara-suara atau melihat bayangan itu...! Coba... bisa Bapak/Ibu ulangi...! Yak... Bagus begitu Pak/Bu...! Terminasi Bagaimana menurut Bapak/Ibu apakah pembicaraan kita bermanfaat? Bagaimana perasaan Bapak/Ibu sekarang? Coba Bapak/Ibu ulangi lagi masalah apa yang dihadapi oleh anak Bapak/Ibu! Jika anak Bapak/Ibu mendengar suara-suara atau melihat bayangan-bayangan, cobalah untuk tidak mendukung atau menyanggah halusinasinya... Selanjutnya jika Bapak/Ibu berkunjung ke sini lagi kita akan berdiskusi tentang cara merawat anak Bapak/Ibu yang mengalami halusinasi... Baiklah kalau begitu Pak/Bu... Sampai di sini dulu perjumpaan kita... Selamat pagi.. Pendidikan Kesehatan Keluarga Klien Halusinasi II Orientasi Selamat Pagi Bapak/Ibu.... Bagaimana khabar Bapak/Ibu hari ini...? Sesuai janji saya pada pertemuan sebelumnya, hari ini kita akan berdiskusi mengenai cara menangani anak Bapak/Ibu yang mengalami halusinasi. Kira-kira kita akan ngobrol selama 30-40 menit, bagaimana Pak/Bu...? Di mana tempat yang nyaman menurut Bapak/Ibu untuk ngobrol? Kerja Kalau anak Bapak/Ibu mengalami halusinasi apa yang Bapak/Ibu lakukan? Bagaimana pengaruhnya terhadap perilaku anak Bapak/Ibu? Apakah halusinasinya berkurang? Ada beberapa cara untuk membantu anak Bapak/Ibu agar bisa mengatasi halusinasinya. Cara-cara tersebut meliputi: Jangan membantah pernyataan anak Bapak/Ibu atau mendukungnya. Katakan saja Bapak/Ibu percaya bahwa anak tersebut memang benar-benar mendengar suara-suara atau bayangan-bayangan, tetapi Bapak/Ibu sendri tidak mendengar atau melihatnya. Tolong Bapak/Ibu mengawasi kegiatan anaknya! Saya sudah melatih anak Bapak/Ibu untuk menerapkan tiga cara untuk mengatasi halusinasi yaitu menghardik, bercakap-cakap dengan orang lain dan melakukan kegiatan yang terjadwal. Tolong Bapak/Ibu memantau pelaksanaan ketiga cara tersebut. Berikan pujian dan dorongan untuk melaksanakannya!. Jangan biarkan anak Bapak/Ibu melamun, karena jika melamun halusinasi akan muncuk kembali. Bantu anak Bapak/Ibu minum obat secara teratur. Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi. Bila tanda-tanda halusinasi mulai muncul, ajaklah anak Bapak/Ibu bercakap-cakap. Terminasi Bagaimana perasaan Bapak/Ibu setelah berdiskusi? Apakah diskusi ini bermanfaat?
www.serpihanilmuku.blogspot.com

Coba Bapak/Ibu sebutkan lagi empat cara yang dapat membantu anak Bapak/Ibu untuk mengatasi halusinasinya...! Dalam seminggu ini cobalah Bapak/Ibu menerapkan cara-cara yang kita diskusikan tadi...! Jika Bapak/Ibu berkunjung lagi kita akan berdiskusi dan melatih Bapak/Ibu untuk berkomunikasi dengan baik dalam berhubungan dengan anak Bapak/Ibu... Mungkin cukup sekian pertemuan pada pagi hari ini... semoga Bapak/Ibu selalu diberi kemudahan dalam merawat anak Bapak/Ibu... Selamat pagi...

www.serpihanilmuku.blogspot.com

Daftar pustaka Aziz, R, dkk. 2003. Pedoman Asuhan Keperawatan Jiwa Semarang. RSJD Dr. Amino Gonohutomo Fitria, Nita. 2009. Prinsip Dasar dan Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan dan Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (LP dan SP). Jakarta: Salemba Medika Keliat, Budi Ana. Panjaitan, Ria Utami. Helena, Novy. 2006. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC Purwaningsih, Wahyu. Karlina, Ina. 2009. Asuhan Keperawatan Jiwa. Jokjakarta: Nuha Medika Press. Stuart, G. W. dan Loraina, M. T. 2001. Principles and Practice of Psychiatric Nursing. Ed. 6. St Louis: Mosby Suliswati, dkk.2005. Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC Tim Direktorat Keswa. 2000. Standar Asuhan Keperawatan Jiwa, Edisi I. Bandung: RSJP Bandung Videbeck, Sheila L. 2008. Buku Ajae Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC

KUNJUNGI

www.serpihanilmuku.blogspot.com
Dapatkan Dokumen-Dokumen Keperawatan Yang Lebih Lengkap

G R A T I S
www.serpihanilmuku.blogspot.com

Anda mungkin juga menyukai