Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting adalah performance guru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian guru harus menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya. Model pembelajaran merupakan salah satu komponen utama dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan. Tiap-tiap kelas bisa kemungkinan menggunakan model

pembelajaran yang berbeda dengan kelas lain. Untuk itu seorang guru harus mampu menerapkan berbagai metode pembelajaran. Disini penyusun akan memaparkan model pembelajaran Heuristik Vee.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diawal yang menjadi masalah secara umum dalam makalah ini adalah: Bagaimanakah model pembelajaran Heuristik Vee? Mengingat begitu luasnya rumusan masalah diatas, maka penyusun mengkhususkan menjadi sub-sub rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah sketsa Heuristik Vee dan bagian-bagiannya 2. Bagaimanakah strategi model pembelajaran Heuristik Vee

C. Tujuan Berdasarkan dengan masalah yang telah dipaparkan, maka secara umum makalah ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran Heuristik Vee. Adapun yang menjadi sub-sub tujuan adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui sketsa Heuristik Vee dan bagian-bagiannya 2. Untuk mengetahui strategi model pembelajaran Heuristik Vee

BAB II

MODEL PEMBELAJARAN HEURISTIK VEE

A. Pengertian Model Pembelajaran Heuristik Vee Istilah Heuristik diambil dari bahasa Yunani yang berarti menemukan. Heuristik merupakan suatu strategi untuk melakukan proses pencarian (search) ruang problema secara selektif, yang memandu proses pencarian yang kita lakukan disepanjang jalur yang memiliki kemungkinan sukses paling besar. Diagram Vee (Vee heuristic; Gowins Vee atau knowledge vee) dinamakan berdasarkan bentuk V-nya. Pertama kali pembuatan dan penggunaan diagram ini adalah untuk kelas sains. Jadi, Heuristik Vee merupakan suatu cara yang di pakai untuk memecahkan masalah dengan menggunakan prosedur-prosedur penemuan dalam ilmu pengetahuan alam. Heuristik Vee dikembangkan oleh Gowin sejak tahun 1977, awalnya Gowin mengembangkan heuristik vee untuk membimbing siswa dalam ilmu pengetahuan membuat pernyataan eksplisit bahwa ia percaya sangat penting untuk membangun pengetahuan baru tentang konsep heuristik adalah alat, metode, atau prosedur yang membantu orang untuk mengenali hubungan dan melalui proses ini mencapai tingkat yang lebih tinggi. pemahaman tentang peristiwa yang kompleks objek, atau

fenomena.

B. Sketsa Heuristik Vee dan Bagian-bagiannya Pada sisi konseptual (sebelah kiri Heuristik Vee) mengandung teori, prinsip-prinsip dan konsep-konsep. Teori dibangun dari prinsipprinsip, dan prinsip-prinsip dibangun dari konsep-konsep. Gagasangagasan atau sejenis teori siswa mengenai peristiwa-peristiwa alam perlu dibuktikan kebenarannya dengan mengamati suatu objek atau peristiwa-peristiwa (bagian bawah Heuristik Vee). Pada sisi metodologi (sisi kanan Heuristik Vee) berisi catatan-catatan yang harus dibuat, transformasi-transformasi yang dibuat berhubungan dengan prinsip-prinsip dan kritik pengetahuan (generalisasi) dan nilai berkaitan dengan teori. Pada bagian atas Heuristik Vee diletakkan pertanyaan-pertanyaan kunci yang menuntun siswa dalam penyelidikan. Heuristik Vee membantu menemukan bahwa makna dari seluruh pengetahuan pada akhirnya berasal dari kejadian atau objek yang diamati. Metodologi yang dilakukan siswa tidak dibimbing oleh gagasan konseptual atau teori yang digunakan seorang ahli.

C. Strategi Model Pembelajaran Heuristik Vee Strategi mengajar dalam model Heuristik Vee terdiri dari lima tahapan sebagai berikut: 1. Orientasi Guru memusatkan perhatian siswa dengan menyebutkan beberapa fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan topik yang dipelajari. Contohnya: kecelakan yang terjadi pada otak memberi pengaruh yang besar bagi koordinasi tubuh. Gangguan motorik apa yang mungkin terjadi pada otak kanan? Apa saja yang kamu ketahui tentang beberapa penyakit pada sistem saraf? 2. Pengungkapan Gagasan Siswa Untuk memunculkan gagasan konseptual yang melandasi observasi materi yang dilakukan, siswa di minta mengungkapnya dalam bentuk peta konsep. Dalam hal ini guru tidak membenarkan atau menyalahkan gagasan siswa. 3. Pengungkapan Permasalahan/Fokus Pertanyaan Guru mengajukan permasalahan yang berkaitan dengan penyelidikan yang dilakukan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan kunci. Contoh: bagaimanakah proses terjadinya gerak refleks dan gerak sadar? Apa yang menjadi ciri khas gerak refleks dan gerak sadar?

4. Pengkonstruksian Pengetahuan Baru Untuk mengkonstruksi gagasan baru, siswa di minta melakukan penyelidikan. Penyelidikan dilakukan per kelompok kecil (4-5 orang) dipandu dengan LKS. Guru mengawasi siswa dan dapat memberikan bimbingan seperlunya. Guru meminta siswa memberikan komentar hasil observasinya dan selanjutnya membuat kesimpulan dan aplikasinya dalam bentuk laporan V. 5. Evaluasi Untuk mengevaluasi gagasan mana yang paling sesuai dalam menjelaskan fenomena yang dipelajari dan pengkonstruksian

pengetahuan baru, siswa diminta melakukan tanya jawab (diskusi) kelas yang dipandu oleh guru. Guru mencatat ide-ide pokok yang sesuai dengan konsepsi ilmiah. Guru juga mendiskusikan jawaban siswa yang salah. Dengan demikian, siswa dapat melihat

ketidaksesuaian gagasan yang mereka miliki sebelumnya dan mengubahnya.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Heuristik Vee merupakan suatu cara yang di pakai untuk memecahkan masalah dengan menggunakan prosedur-prosedur penemuan dalam ilmu pengetahuan alam. 2. Sketsa Heuristik Vee adalah: pada sisi konseptual (sebelah kiri Heuristik Vee) mengandung teori, prinsip-prinsip, konsep-konsep, dan pada sisi metodologi (sisi kanan Heuristik Vee) berisi catatan-catatan yang harus dibuat, transformasi-transformasi yang dibuat berhubungan dengan prinsip-prinsip, kritik pengetahuan (generalisasi), nilai berkaitan dengan teori. 6. Strategi mengajar dalam model Heuristik Vee terdiri dari lima tahapan sebagai berikut: orientasi, pengungkapan pertanyaan, gagasan siswa,

pengungkapan

permasalahan/fokus

pengkonstruksian

Pengetahuan baru, evaluasi.

B. Saran Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagaimana mestinya untuk menambah ilmu pengetahuan tentang model pembelajaran Heuristik Vee khususnya. Jika masih ada pendapat-pendapat dari tokoh lain penulis
8

mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk mencapai kesempurnaan yang diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.google.co.id/#hl=id&q=model+belajar+heuristik+vee&revid=210551 4000&sa=X&ei=5ShtT6zoBcznrAe4252gDg&ved=0CBYQ1QIoAA&bav =on.2,or.r_gc.r_pw.r_qf.,cf.osb&fp=39f7e94fd9de71e8&biw=1280&bih= 567 http://mitradesain.com/organisasi-grafik/

http://perjalanan-hidayat.blogspot.com/2010/02/kecerdasan-buatan-vskecerdasan.html http://zonainfosemua.blogspot.com/2010/11/pengertian-model-pembelajarandari.html http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://img.docstoccdn.com/thumb/orig/6 573815.png&imgrefurl=http://www.docstoc.com/docs/6573815/VeeHeuristicdiagram&usg=__BINWY3L0L_tiDLGOPaygWvqVhco=&h=1754&w=12 40&sz=126&hl=id&start=1&zoom=1&tbnid=DpwuK5EUWbOBM:&tbnh=150&tbnw=106&ei=U3BtT4H1LdDyrQfzs7Wg Dg&prev=/search%3Fq%3Ddiagram%2Bheuristik%2Bvee%26um%3D1 %26hl%3Did%26sa%3DN%26tbm%3Disch&um=1&itbs=1

10