Anda di halaman 1dari 2

Teresa Gabriella Laurauli 09-170

DEMOKRASI MEMPERKOKOH INTEGRASI NASIONAL

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Demokrasi itu berasal dari kata latin yang secara harfiah berarti Kekuasaan Untuk Rakyat. Atau oleh pendukungnya disebutkan sebagai: Dari Rakyat, Oleh Rakyat, dan Untuk Rakyat. Setiap orang, siapa pun dia, memiliki satu suara yang sama nilainya. Istilah integrasi nasional berasal dari dua kata yaitu integrasi dan nasional. Istilah integrasi mempunyai arti pembauran/penyatuan sehingga menjadi kesatuan yang utuh / bulat. Istilah nasional mempunyai pengertian kebangsaan, bersifat bangsa sendiri, meliputi suatu bangsa seperti cita-cita nasional, tarian nasional, perusahaan nasional (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1989 dalam Suhady 2006: 36). Hal-hal yang menyangkut bangsa dapat berupa adat istiadat, suku, warna kulit, keturunan, agama,budaya,1wilayah/daerahadanasebagainya. Sehubungan dengan penjelasan kedua istilah di atas maka integritas nasional identik dengan integritas bangsa yang mempunyai pengertian suatu proses penyatuan atau pembauran berbagai aspek sosial budaya ke dalam kesatuan wilayah dan pembentukan identitas nasional atau bangsa (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1989 dalam Suhady 2006: 36-37) yang harus dapat menjamin terwujudnya keselarasan, keserasian dan kesimbangan dalam mencapai tujuan bersama sebagai suatu bangsa. Menurut James J. Coleman dan Carl G. Rosberg, ada dua dimensi utama konsep integrasi, yaitu integrasi vertikal dan integrasi horizontal. Integrasi vertikal sering disebut sebagai integrasi politik yang mencakup masalah yang timbul dalam hubungan negara dengan masyarakat. Sedangkan integrasi horizontal lebih bersifat kultural dan karena itu mencakup persoalan ketegangan hubungan diantara berbagai kelompok kultural di dalam masyarakat itu sendiri. Dalam negara demokrasi terjadi komunikasi diagonal antar berbagai kelompok masyarakat, dan antara masyarakat dan negara. Kondisi seperti ini mendukung kemajuan bersama seluruh lapisan masyarakat dalam negara demokrasi yang semakin stabil.

Oleh karena itu, sistem demokrasi dalam negara seperti Indonesia yang memiliki kemajemukan dalam suku, ras, agama dan budaya dapat mendorong proses integrasi nasional. Karena dengan demokrasi membuat masyarakat mempunyai toleransi yang tinggi, yang memungkinkan berbagai kelompok masyarakat yang beranekaragam dan berbeda kepentingan dapat hidup damai dalam suasana diagonal. Pada saat orde baru dimana pada saat itu sistem pemerintahan belum menganut sistem demokrasi seperti saat ini, kekhawatiran akan terjadinya disintegrasi nasional sangat tinggi. Hal ini ditandai dengan banyaknya wilayah yang ingin memisahkan diri dengan Indonesia, antara lain Gerakan Aceh Merdeka dan Organisasi Papua Merdeka. Akan tetapi, kondisi tersebut dapat diatasi dengan sistem pemerintahan demokrasi. Karena dalam ciri-ciri pemerintahan demokratis 1. Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik, baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan). 2. Adanya pengakuan, penghargaan, dan perlindungan terhadap hak-hak asasi rakyat (warga negara). 3. Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang. 4. Adanya lembaga peradilan dan kekuasaan kehakiman yang independen sebagai alat penegakan hukum 5. Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara. 6. Adanya pers (media massa) yang bebas untuk menyampaikan informasi dan mengontrol perilaku dan kebijakan pemerintah. 7. Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat. 8. Adanya pemilihan umum yang bebas, jujur, adil untuk menentukan (memilih) pemimpin negara dan pemerintahan serta anggota lembaga perwakilan rakyat. 9. Adanya pengakuan terhadap perbedaan keragamaan (suku, agama, golongan, dan sebagainya). Oleh karena itu, walaupun terdapat kemajemukan dalam masyarakat Indonesia tetapi hak dan kewajiban mereka adalah sama. Sehingga sistem pemerintahan yang demokratis dapat memperkokoh integrasi nasional dan kemungkinan terjadinya disintegrasi dapat diminimalisir.