ENDOKRINOLOGI PADA SISTEM REPRODUKSI WANITA

Click to edit Master subtitle style
OLEH : Ns. INDAH DWI RAHAYU, S.Kep

7/13/12

HORMON YANG BERHUBUNGAN DENGAN GAMETOGENESIS DAN FUNGSI REPRODUKSI Hormon pada hipofisis
 Terdapat dua lobus anterior dan posterior,

lobus anterior menyekresi hormon gonadotropin  yang terdiri atas : 1. FSH (folikel Stimulating hormone) a.Dihasilkan oleh sel-sel basofilik (afinitas terhadap bas b.Mempengaruhi ovarium yang 7/13/12 berkembang dan berfungsi saat puberta

 LH (liuteizing Hormon)

a.Dihasilkan oleh sel-sel asidofik(afinitas terhadap Basa) b.Bersama FSH berfungsi mematangkan folikel dan sel telur serta merangsang terjadinya ovulasi c.Folikel yang telah terlepas ovum selama ovulasi disebut korpus rubrum menjadi korpus luteum Hormon pada Ovarium
Terdiri dari estrogen dan progesteron.

Estrogen terutama meningkatkan proliferasi dan pertumbuhan sel-sel 7/13/12 spesifik pada tubuh dan tanggung jawab

Pada fase pubertas mempengaruhi perkembangan tuba. serta perkembangan seks sekunder wanita berkembang lebih tebal lebih banyak kelenjarkelenjar .      Pada fase proliferasi lapisan endometrium Progesteron (hormon ini dihasilkan oleh korpus leteum) a. Kelenjar-kelenjar 7/13/12 menyekkresi . dan kelenjar mamae.Estrogen ( hormon ini dihasilkan oleh teka interna folikel)  a.Pada fase sekresi mempersiapkan endometrium mencapai optimal. pembuluh darah arteri dan vena b.

Plesenta tidak lagi tergantung pada hormon-hormon ibu tetapi sudah berdikari. Estriol adalah estrogen plasenta yang menumbuhkan uterus dan merangsang kontraksi otot polos.HORMON PLESENTA  Selama kehamilan. plesenta berfungsi sebagai organ endokrin. Pregnadiol adalah progesteron plasenta. . Setelah bulan kedua kehamilan fungsi ovarium diambil alih plasenta. berkembangnya sel-sel otot uterus mnghambat kontraks. Kedua 7/13/12 hormon ini bertambah terus selama khmln terjadi.

KONTROL HORMON TERHADAP SIKLUS REPRODUKSI Hormon mempengaruhi produksi sistem reproduksi. berpengaruh terhadap hipofisis sabagai suatu mekanisme kontrol hormonal (mekanisme umpan balik) SIKLUS OVARIUM 1. bertambahnya estrogen menstimulasi LH dan hipofisi 7/13/12 . folikel yang vesikuler membesar dan menyekresi estrogen 2. FSH mempengaruhi folikel yang masih berkembang.

5. dengan represi yang kuat FSH akanberkurang yang diikuti meningkatnya LH sehingga merangsang korpus luteum untuk berfungsi 7. dengan menurunya FSHlama kelamaan fungsi korpus luteum juga akan menurun. FSH akan aktif pd . keadaan yg rendah ini berarti resepsi 7/13/12 hipofisis berkurang. estrogen dan progesteron pada akhirnya akan menurun 8.Baik estrogen dan progesteronberfungsi menghabisi FSH di hipofisis 6.

Estrogen menyebabkan stadium proliferasi. korpus luteum akan tetap dipertahankan karena pengaruh hCG untuk sementara waktu. siklus uterus ini diikuti oleh perdarahn pervagina yg disebut menstruasi. tidak terlalu tebal sehingga perdaraha tidak 7/13/12 banyak. endometrium Pada siklus anovulasi. Pada siklus ovulasi.lapisan endometrium . Pada kehamilan. Progesteron berkaitan dengan stadium sekresi. yang kemudian diambil alih oleh plasenta.SIKLUS UTERUS Siklus uetrus dipengaruhi oleh hormon ovarium. Apabila tidak terjadi kehamilan korpus luteum akan mengecil dan menghilang dan siklus uterus akan berulang kembali.

saluran kelenjar membesar dan bercabang-cabang. Pada pubertas estrogen meningkat didalam darah. pada kehamilan pertumbuhan kelenjar mammae sedemikian 7/13/12 rupa. ujung saluran membesar dan . Meningginya estrogen menyebabkan terjadinya proliferasi epitel. kelenjar mammae rudimenter. menstimulasi puting susu menjadi besar. SIKLUS MAMAE Sebelum pubertas. saluran kelenjarnya sangat pendek dan sedikit cabang.SIKLUS VAGINA Pertumbuhan epitel vagina sangat dipengeruhi oleh estrogen.

Hari pertamanya permulaan dari siklus menstruasi. Fase proliferasi/ folikuler a. kelenjar. leukosit.Endometrium mulai terjadi regenerasi epitel 7/13/12 . kuman dan atau tanpa sel telur yang keluar dari vagina secara spontan 2.Fase ini lamanya kurang lebih 9 hari(dari hari kelima sampai dengan hari ke empat belas) b. Yaitu terlepasnya lapisan fungsional dari endometrium bersama eritrosit. Fase menstruasi a.SIKLUS MENSTRUSI 1.Fase ini lamanya 3-5 hari b.

3.Fase ini berlangsung pada hari ke 14 sampai b. fase ini berlangsung dari hari 27-28 b.Progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum menginduksi kelenjar-kelenjar endometrium menjadi lebih lebar. Fase sekresi /luteum 26 a. Fase askemik a. korpus luteum akan mengalami degenerasi. bila sel ini tidak dibuahi. berkelok kelok dan membuat sekret disamping jaringan ikat endometriumnya sendiri membengkak 4. reproduksi 7/13/12 progesteron menurun akibatnya terjadi fasokontriksi pada .

Estrogen merangsang pertumbuhan regenerasi dan endometrium f. FSH yang dihasilkan oleh kelenjar hipofise menginduksi ovarium dan folikelfalikel yang lebih muda akan berkembang. dari fase iskemik ini selanjutnya diikuti oleh fase menstruasi lagi. d. Dengan demikian terjadi siklus ovarium.c. ketika pada folikel-folikel ini dihasilkan hormon estrogen e.  Bila tidak terjadi kehamilan 7/13/12 siklusmaka siklus ini berlangsung terus menerus .

INDAH DWI RAHAYU. S.ENDOKRINOLOGI PADA SISTEM REPRODUKSI PRIA Click to edit Master subtitle style OLEH : Ns.Kep 7/13/12 .

 Tujuan Pembelajaran Mahasiswa mampu memahami & menjelaskan : q Fungsi organ-organ yang bertanggung jawab dalam reproduksi pria q Hormon –hormon yang bertanggung jawab dalam reproduksi pria 7/13/12 .

7/13/12 .

Duktus Ejakulatorius .Vas Deferens .Uretra § Kelenjar Tambahan (Glandula Asesoria) .Vesikula Seminalis .Kelenjar Prostat 7/13/12 .Epididimis .Anatomi Reproduksi Pria Struktur Anatomi Reproduksi Pria : § Testis dalam kantong skrotum § Sistem Duktus .

7/13/12 .

7/13/12 .

Spermatogenesis 7/13/12 .

Oogenesis 7/13/12 .

Fisiologi Reproduksi Pria  Sistem reproduksi pria : menyalurkan sperma ke saluran reproduksi wanita dalam suatu vehikulum cair (semen = kondusif untuk viabilitas sperma) Kelenjar seks tambahan (glandula asesoria) utama 7/13/12 membentuk sebagian besar .

Fungsi endokrin: mengeluarkan hormon steroid seks (testosteron) Epididimis dan Vas Deferens .Fungsi eksokrin: menghasilkan spermatozoa / sperma .Menghasilkan fruktosa untuk memberi makan sperma 7/13/12 .Tempat pematangan motilitas & fertilitas sperma .Mengeluarkan prostaglandin yang .Memekatkan & menyimpan sperma Vesikula Seminalis .Testis .Tempat keluarnya sperma dari testis .

Mengeluarkan mukus untuk 7/13/12 pelumasan . Kelenjar Prostat .Mengeluarkan cairan basa yang menetralkan sekresi vagina yang asam .Memicu pembekuan semen (menjaga sperma tetap berada di dalam vagina pada saat penis dikeluarkan) Kelenjar Bulbouretralis (Cowper) .

Perilaku Seksual Pria Hubungan Seks / Koitus / Kopulasi Fungsi Reproduksi Pria 7/13/12 .

E r e k s i Pengerasan penis >>> penetrasi ke dalam vagina  Pembengkakan jaringan erektil penis (vasodilatasi arteriol penis. diinduksi saraf parasimpatis & penekanan vena secara mekanis) E j a k u l a s i -F a s e E m i s i Pengosongan sperma & sekresi kelenjar tambahan ke uretra  Kontraksi otot polos dinding duktus & kelenjar tambahan yg diinduksi saraf simpatis -F ase Ekspulsi 7/13/12 .

dsb) Ejakulasi Kenikmatan seksual & fisik yang intensif 7/13/12  Fase Datar o o  Fase Orgasme o o . BP.Siklus Respon Seksual Pria  Fase Eksitasi o o o Ereksi Vasokongesti testis Peningkatan libido Peningkatan fase eksitasi PLUS Peningkatan respon tubuh (HR. RR. tonus otot.

Stimulasi Mekanoreseptor Di Glans Penis Persarafan Parasimpatis Kelenjar Cowper & Uretra Persarafan Parasimpatis Arteriol Penis Dilatasi Arteriol Penis Ere ksi Pelum asan Vena 7/13/12 Tertekan Persarafan Simpatis Arteriol Penis Mukus .

Siklus Respon Seksual Wanita  Fase Eksitasi q q q q q q Pembesaran payudara Vasokongesti arteriol genetalia eksterna Edema labia Ereksi klitoris & puting payudara Pelumasan Sex flush & peningkatan libido Peningkatan fase eksitasi Baloning / Tenting Efect Ejakulasi (-) PLUS  Fase Datar q q q Peningkatan respon tubuh (HR. dsb)  Fase Orgasme q q 7/13/12 Periode refrakter sementara (-) >>> Fase Datar . BP. tonus otot. RR.

Fase Anak Setelah lahir testis tidak aktif sd pubertas Penundaaan kemampuan reproduktif Individu mencapai kematangan fisik 7/13/12 .

Fase Pra .Pubertas  Tingkat aktivitas GnRH rendah oleh inhibisi aktif pengeluaran GnRH (mekanisme saraf & hormon) Sekresi FSH & LH tidak cukup adekuat untuk merangsang aktivitas testis Hipotalamus sangat peka terhadap efek umpan balik testosteron. sejumlah kecil 7/13/12 testosteron (testis pra- .

Fase Pubertas  Diawali peningkatan aktivitas GnRH (8-12 tahun)  Letupan sekresi GnRH berlangsung malam hari  peningkatan singkat sekresi LH & Testosteron  Durasi sekresi GnRH yang episodik semakin panjang seiiring dengan perkembangan pubertas  pola sekresi GnRH. FSH.Penurunan aktivitas inhibitorik yang terprogram & berkaitan dengan usia . LH & Testosteron seperti dewasa sekunder & pematangan reproduksi  Peningkatan Testosterone  karakteristik seks  Hipotesis mekanisme inhibitorik Fase Pubertas ? ? ? .Pencapaian suatu berat badan kritis / persentase lemak tubuh tertentu dengan peningkatan 7/13/12 pengeluaran GnRH .

50% = 50 tahun & 90% = 80 tahun) . Tubulus Seminiferus dari Testis terus menghasilkan sperma. meskipun jumlahnya berkurang 7/13/12 (10% = 40 tahun .Fase Klimakterium  Fungsi reproduksi fisiologis mulai menurun ~ proses penuaan Sulit memisahkan penurunan fungsi reproduksi dg penurunan kebugaran tubuh pada usia lanjut Proses penurunan terjadi lebih lambat daripada proses pada wanita Fungsi sistem reproduksi pria dapat bertahan pada usia lanjut.

hormon ini bekerja pada komponen Testis berbeda Sertoli  meningkatkan spermatogenesis) FSH bekerja pada Tubulus Seminiferus (Sel LH bekerja pada Sel Leydig mengatur sekresi Testosteron ( = Interstitial – Cell .Stimulating Hormone / ICSH ) Gonadotropine Releasing Hormone (GnRH). setiap 2 – 3 jam  GnRh disekresikan Hipotalamus dalam letupan-letupan 7/13/12 sekretorik  sekresi FSH & LH berlangsung Sekresi FSH & LH dirangsang oleh .Male Endocrinology – Reproductive System Testis dikontrol sekresi Hipofise Anterior (FSH & LH).

Male Endocrinology – Reproductive System Testosteron LH)  umpan balik negatif (sekresi Anterior mengurangi kepekaan sel-sel sekretorik LH terhadap GnRH Sinyal inhibitorik testis (spesifik) mengontrol sekresi FSH : Hormon Peptide Inhibin (disekresikan Sel Sertoli)  Menurunkan episode pengeluaran GnRh  Bekerja secara langsung pada Hipofise  Inhibin bekerja langsung pada Hipofise 7/13/12 Anterior menghambat sekresi FSH .

Male Endocrinology – Reproductive System Testosteron & FSH berperan penting mengontrol spermatogenesis (mempengaruhi Sel Sertoli) meiosis Sel Germinativum Testosteron esensial untuk mitosis dan FSH : remodeling spermatid Konsentrasi Testosteron Testis > Darah Karena banyak hormon yg diproduksi lokal Sel Leydig. ditahan dalam cairan lumen berikatan dg protein pengikat androgen yang dikeluarkan Sel Sertoli 7/13/12 .

TESTOSTERON Fungsi Biologis Efek sebelum lahir Maskulinisasi saluran reproduksi & genetalia eksterna Mendorong turunnya testis ke dalam skrotum Efek pada jaringan spesifik seks Mendorong pertumbuhan & pematangan sistem reproduksi pada fase pubertas Penting untuk spermatogenesis 7/13/12 .

Fungsi Biologis  Efek lain yang berkaitan dengan reroduksi Memicu pola pertumbuhan rambut pria Menyebabkan suara menjadi berat karena pita suara menebal Mendorong pertumbuhan otot yang menyebabkan timbulnya konfigurasi tubuh pria Efek yang tidak berkaitan dengan reproduksi Memiliki efek anabolik protein Mendorong pertumbuhan tulang pada pubertas & menutup epifise Mungkin memicu perilaku agresif 7/13/12 .

PROSTAGLANDIN Fungsi Biologis Reproduksi Mendorong transportasi sperma dengan bekerja pada otot polos di saluran reproduksi pria & wanita 7/13/12 .

TERIMAKASIH….. WASSALAM…… 7/13/12 ..SELESAI…….

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful