0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan40 halaman

RPP Geo

Dokumen ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Pagai Selatan, yang membahas materi litosfer dengan fokus pada proses tektonisme dan vulkanisme. Pembelajaran dilakukan melalui metode Discovery Learning dan melibatkan kegiatan seperti diskusi, pembuatan peta konsep, serta penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. RPP ini juga mencakup sumber belajar dan media yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Diunggah oleh

Mifta Hasan
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan40 halaman

RPP Geo

Dokumen ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Pagai Selatan, yang membahas materi litosfer dengan fokus pada proses tektonisme dan vulkanisme. Pembelajaran dilakukan melalui metode Discovery Learning dan melibatkan kegiatan seperti diskusi, pembuatan peta konsep, serta penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. RPP ini juga mencakup sumber belajar dan media yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Diunggah oleh

Mifta Hasan
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMA Negeri 1 Pagai Selatan


Mata pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X / Genap
Materi : Litosfer
Alokasi Waktu : 3 Jam ( 1 kali pertemuan)

Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran


3.5. Menganalisis dinamika litosfer dan dampak Melalui model pembelajaran Discovery Learning dengan
nya terhadap kehidupan (Ranah C.4) menggunakan pendekatan saintifik peserta didik
4.5 Menyajikan proses dinamika litosfer dengan diharapkan dapat:
menggunakan peta, bagan, gambar, tabel,  Menjelaskan proses tektonisme dan
grafik, video, dan/atau animasi pengaruhnya terhadap kehidupan.
 Menjelaskan proses vulkanisme dan
pengaruhnya terhadap kehidupan..

MATERI PEMBELAJARAN MEDIA/SUMBER


 Proses tektonisme dan pengaruhnya terhadap  Yasinto Sindhu,2017, Geografi Untuk SMA/MA Kelas
kehidupan. X, Jakarta, Erlangga
 Proses vulkanisme dan pengaruhnya  Akses internet, HP android
terhadap kehidupan.

KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
 Salam, Do’a dan Absensi
 Melakukan apersepsi
 Menyampaikan tujuan pembelajaran

Kegiatan Inti
 Peserta didik diberikan stimulant berupa gambar tentang vulkanisme dan tektonisme
 Setelah melihat gambar, peserta didik diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya
 Setiap peserta didik mencari penjelasan sesuai tema pada buku teks, modul dan internet
 Peserta didik diminta untuk membuat peta konsep vulkanisme dan tektonisme
 Peserta didik menghubungkan teori vulkanisme dan tektonisme dengan contoh- contoh fenomena
dalam kehidupan sehari-hari melalui jurnal, artikel, berita dll.
 Setiap peserta didik membuat ringkasan tentang materi yang dipelajari
 Hasil kerja ringkasan dikumpulkan
 Guru menyelaraskan kesimpulan dan materi

Kegiatan Penutup
 Menyimpulkan materi pembelajaran dan melakukan refleksi
 Menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya dan pemberian tugas mandiri
 Doa dan salam

Penilaian Pembelajaran
 Penilaian Sikap (Spiritual dan Sosial) dengan jurnal, observasi
 Penilaian Pengetahuan (Penugasan) dengan test tertulis
 Penilaian Keterampilan (Praktek/Unjuk kerja)
Lampiran
TENAGAGEOLOGIDAN PENGARUHNYATERHADAP KEHIDUPAN
a. Tenaga Endogen
Proses endogen merupakan dinamika di dalam litosfer sebagai akibat proses fisika
dan kimia, berupa tekanan terhadap lapisan- lapisan batuan pembentuk litosfer atau
aktivitas magma. Tenaga endogen berupa tekanan yang arahnya vertikal dapat
mengakibatkantonjolan di permukaan Bumi seperti kubah, sedangkan yang arahnya
mendatar mengakibatkan lipatan-lipatan muka Bumi (jalur pegunungan lipatan), retakan
bahkan pematahan lapisan-lapisan litosfer sehingga terbentuk sesar.
Sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa, Secara umum proses endogen dapat
dibedakan menjadi tiga, yaitu, tektonisme, vulkanisme, dan Seisme (gempa bumi). Ketiga
tenaga tersebut sebenarnya merupakan rangkaian proses alamiah yang saling berhubungan
satu sama lain, yang dapat dijelaskan oleh salah satu teori dinamika Bumi yang dikenal
dengan Teori Tektonik Lempeng (Plate Tectonic Theory).
1. Tektonisme
Tektonisme adalah tenaga dari dalam bumi yang mengakibatkan perubahan letak
(dislokasi) atau perubahan bentuk (deformasi) kulit bumi. Sebagaimanakita ketahui
bahwa permukaan bumi terbentuk dari lapisan batuan yang disebut kulit bumi atau
litosfer. Kulit bumi mempunyai ketebalan relatif sangat tipis, sehingga mudah pecah-
pecah menjadi potongan-potongan kulit bumi yang tak beraturan yang disebut lempeng
tektonik. Lempeng-lempeng tektonik ini terus bergerak, baik secara horizontal maupun
vertikal karena pengaruh arus konveksi dari lapisan di bawahnya (astenosfer).
Berdasarkan luas dan waktu terjadinya, gerakan tektonisme dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu gerak epirogenetik dan gerak orogenetik.
a) Gerak Epirogenetik.
Gerak epirogenitik adalah gerak atau pergeseran lapisan kerak bumi yang relatif
lambat dan berlangsung dalam waktu yang lama, serta meliputi daerah yang luas.
Contoh: penenggelaman benua Gondwana menjadi Sesar Hindia. Gerak epirogenitik
dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut:
1) Epirogenitik positif, yaitu gerak turunnya daratan sehingga kelihatannya permukaan
air laut yang naik. Contoh: Turunnya pulau-pulau di Indonesia bagian timur
(Kepulauan Maluku dari pulau-pulau barat daya sampai ke pulau Banda).
2) Epirogenitik negatif, yaitu gerak naiknya daratan sehingga kelihatannya permukaan
air yang turun. Contoh: naiknya Pulau Buton dan Pulau Timor. Perhatikan Gambar
di bawah ini!

Gambar 3. Epirogenitik Positif dan Epirogenitik Negatif


(Sumber: [Link]
epirogenesa-dan-orogenesa/)

b) Gerak orogenetik,
Gerak orogenetik ialah gerak atau pergeseran lapisan kerak bumi yang relatif cepat
dan berlangsung dalam waktu yang singkat dibanding gerak epirogenitik, serta meliputi
daerah yang sempit. Gerak orogenitik sering disebut sebagai proses pembentukan
pegunungan. Contoh: pembentukan pegunungan- pegunungan yang ada di bumi ini, seperti
Pegunungan Andes, Rocky Mountain, Sirkum Mediterania, dan sebagainya.
Gerak orogenetik menyebabkan tekanan horizontal dan vertikal di kulit bumi,
yang mengakibatkan terjadinya dislokasi atau berpindah-pindahnya letak lapisan kulit
bumi. Peristiwa ini dapat menimbulkan lipatan(folded process) dan patahan (foult
Process)
1) Proses lipatan (Folded process)
Proses lipatan (Folded process)yaitu suatu bentuk kulit bumi berbentuk lipatan
(gelombang) yang terjadi karena adanya tenaga endogen yang arahnya mendatar dari
dua arah berlawanan, sehingga lapisan-lapisan batuan di sekitarnya terlipat dan
membentuk puncak lipatan (antiklin) serta lembah lipatan (sinklin). Fenomena ini dapat
Kalian saksikan apabila melewati jalan yang menerobos dua bukit, maka nampak pada
sisi kiri kanan jalan singkapan kerak bumi berupa lapisan bergelombang, ada bagian
yang naik dan adapula
yang turun. Itulah salah satu gejala [Link] terbentuk beberapa puncak lipatan
disebut antiklinorium dan beberapa lembah lipatan disebut sinklinorium.

Gambar 4. Penampang Lipatan


(Sumber: Dynamic Earth, 1994, halaman 13 dan 17)

Lipatan terdiri atas berbagai bentuk, di antaranya sebagai berikut.


(a) Lipatan Tegak, dihasilkan dari kekuatan yang sama yang mendorong dari dua sisi
secara seimbang.
(b) Lipatan Miring, ketika kekuatan tenaga pendorong di slah satu sisi lebih kuat, maka
akan menghasilkan kenampakan yang salah satu sisinya lebih curam.
(c) Overfoult, lipatan yang terbentuk pada saat tekanan bekerja pada salah satu sisi
dengan lebih kuat, sisi tersebut akan terlipat sesuai arah lipatan.
(d) Recumbent Folt, terbentuk pada saat lipatan yang satu menekan sisi yang lain,
menyebabkan sumbu lipat hamper datar.
(e) Overtrust, terbentuk ketika tenaga tekan menekan satu sisi dengan kuatnya
hingga menyebabkan lipatan menjadi retak.

2) Patahan (Fault Process)


Tenaga endogen yang bekerja di sini biasanya pada batuan yang padat dan keras
dengan waktu relatif cepat sehingga lapisan batuan yangterkena tekanan tidak sempat
melipat, melainkan retak-retak sampai akhirnya patah. Akibat pematahan massa
batuan tersebut, terdapat bagian muka Bumi yang mengalami penurunan atau
pemerosotan membentuk lembah patahan. Coba perhatikan gambar penampang di
bawah ini!
Gambar 5. Penampang Sesar/Patahan
(Sumber : Concise Encyklopedia Earth, 1998)

Bagian yang mengalami pemerosotan ini dinamakan graben (slenk), sedangkan bagian
yang naik membentuk punggung (puncak) patahan yang disebut horst.
(a) Patahan akibat dua tekanan yang arahnya bersifat horizontal dan saling
menjauh. Pada kasus ini, dua buah tekanan yang arahnya mendatar dan
menjauh satu sama lain mengakibatkan adanya retakan yang cukup besar pada
lapisan-lapisan batuan. Salah satu massa batuan yang telah retak itu mengalami
pemerosotan membentuk lembah patahan atau graben.
(b) Patahan akibat tekanan yang arahnya vertikal. Adakalanya tenaga endogen yang
bekerja pada lapisan litosfer arahnya vertikal dalam waktu yang relatif cepat.
Bagian yang mengalami tekanan akan membumbung disertai dengan retakan-
retakan. Karena adanya gaya berat, salah satu dari massa batuan akan
mengalami penurunan lokasi membentuk graben, sedangkan bagian lainnya
membentuk horst.
(c) Patahan akibat dua tekanan horizontal yang berlawanan arah.
Dalam pembahasan teori tektonik lempeng telah dipelajari bahwa jika terdapat
tenaga endogen yang bekerja pada lapisan litosfer dengan arah mendatar dan
saling berlawanan arah, akan terbentuk sesar mendatar (strike slip fault).

Perhatikan gambar 8 Untuk memperkuat pemahaman Kalian terhadap konsep


sesar di atas.

Gambar 6. (a) Graben, (b) Horst, dan (c) Strike Slip Foult(patahan mendatar)

Tenaga tektonisme akan berdampak pada banyak hal. Pergeseran kerak Bumi
mendorong terbentuknya berbagai jenis pegunungan dan cekungan sedimen. Terjadinya
tekanan, regangan, dan deformasi pada kerak Bumi (pengangkatan, amblesan, retakan,
patahan, serta lipatan) didukung dengan adanya gaya gravitasi Bumi akan menimbulkan
terjadinya erosi, longsoran, dan sedimentasi. Dari proses ini dapat menimbulkan bencana
alam yang mengakibatkan kerugian materiil, harta benda, bahkan nyawa.
Tahukah para siswa, bencana lain yang terjadi? Ya, gempa Bumi dan tsunami. Beberapa
dampak di atas dapat digolongkan sebagai dampak negatif. Selain itu juga timbul dampak
positif, meskipun sering tidak disadari oleh banyak orang. Kantong- kantong minyak dan gas
alam banyak ditemukan di lipatan-lipatan dan sesar-sesar batuan yang kondisinya
menguntungkan. Salah satunya terdapat di sisi utara maupun selatan rangkaian pegunungan
yang melintasi Pulau Jawa.
2. Vulkanisme
Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan keluarnya magma ke
permukaan bumi. Peristiwa vulkanisme berhubungan dengan pembentukan gunungapi,
yaitu pergerakan magma dari dalam litosfera yang menyusup kelapisan yang lebih atas
atau sampai ke permukaan bumi. Di dalam litosfer, magma menempati suatu kantong
yang dinamakan dapur magma (Batholit). Kedalaman dan besar dapur magma itu sangat
bervariasi. Ada dapur magma yang letaknya sangat dalam dan ada pula yang dekat
dengan permukaan bumi. Perbedaan letak ini merupakan penyebab perbedaan kekuatan
letusan yang terjadi. Pada umumnya, dapur magma yang dalam menimbulkan letusan yang
lebih kuat daripada yang letaknya dangkal.
Magma dapat diartikan sebagai bahan-bahan silikat pijar yang terdiri atas bahan
padat (batuan), cairan, dan gas yang berada di dalam lapisan kulit bumi (litosfer).
Berbagai macam gas yang terkandung dalam magma antara lain uap air,
Oksida Belerang (SO2), Gas Hidrokarbon atau Asam Klorida (HCL), Gas Hidrosulfat atau
Asam Sulfat (H2SO4). Aktivitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan
banyaknya gas yang terkandung di dalamnya.
Ada dua bentuk gerakan magma yang berhubungan dengan vulkanisme, yaitu
intrusi dan ekstrusi magma.

a. Intrusi Magma
Intrusi magma yaitu terobosan magma ke dalam lapisan-lapisan litosfera, tetapi
tidak sampai ke permukaan bumi. Intrusi magma dapat dibedakan menjadi lima, antara
lain:
1. Batholit, yaitu dapur magma.
2. Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), yaitu magma yang menyusup di antara dua lapisan
batuan, mendatar dan pararel dengan lapisan batuan tersebut.
3. Lakolit, yaitu magma yang menerobos di antara lapisan bumi paling atas. Bentuknya seperti
lensa cembung atau kue serabi.
4. Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup danmembeku di sela-sela lipatan
(korok).
5. Diatrema adalah lubang (pipa) di antara dapur magma dan kepundan gunungapi yang bentuknya
seperti silinder memanjang.
Perhatikan gambar berikut!

Gambar 7. Penampang bentukan intrusi magma


(Sumber: www. [Link])
Para siswa yang hebat, bentukan hasil intrusi magma merupakan sumber mineral
yang yang sangat penting artinya secara ekonomi. Karena pada daerah intrusi itu
seringkali didapati berbagai mineral seperti intan, tembaga, besi, emas, perak dan mineral
logam serta non logam lainnya.

b. Ekstrusi Magma
Ekstrusi magma, yaitu proses keluarnya magma dari dalam bumi sampai di atas
kepermukaan bumi. Materi hasil ekstrusi magma dapat berupa:
1) Lava, yaitu magma yang keluar sampai ke permukaan bumi dan mengalir ke permukaan
bumi.
2) Lahar, yaitu material campuran antara lava dengan materi-materi yangada di
permukaan bumi berupa pasir, kerikil, debu, dan lain-lain denganair sehingga
membentuk lumpur.
3) Eflata dan piroklastika yaitu material padat berupa bom, lapili, kerikil,dan debu
vulkanik.
4) Ekhalasi (gas) yaitu material berupa gas asam arang seperti fumarole (sumber uap air
dan zat lemas), solfatar (sumber gas belereng), dan mofet (gas asam arang).
Ekstrusi identik dengan erupsi atau letusan gunungapi yang dapat di bedakan
menjadi dua, yaitu erupsi efusif dan erupsi eksplosif.
1) Erupsi efusif, yaitu erupsi berupa lelehan lava melalui retakan atau rekahanatau
lubang kawah suatu gunungapi.
2) Erupsi eksplosif, yaitu erupsi berupa ledakan dengan mengeluarkan bahan- bahan
padat (Eflata/Piroklastika) berupa bom, lapili, kerikil, dan debu vulkanik bersama-
sama dengan gas dan fluida.
Menurut tempat keluarnya magma, erupsi dapat dibedakan menjadi tiga, yakni:
1) Erupsi linear, yaitu peristiwa keluarnya magma melalui celah atau retakan yang
memanjang, sehingga membentuk deretan gunungapi.

Gambar 8. Erupsi Linier (Sumber:Moh. Ma’mur Tanudidjaja, 1988, halaman 204)

2) Erupsi areal, yaitu letusan yang terjadi jika letak magma dekat dengan permukaan
bumi, kemudian magma membakar dan melelehkan lapisanbatuan yang berada di
atasnya sehingga membentuk lubang yang besardi permukaan bumi.

3) Erupsi sentral, jika letusan yang terjadi keluar melalui sebuah lubang yang membentuk
gunungapi yang terpisah-pisah.

Gambar 9. Erupsi Sentral (Sumber: Ani Anjani, Geografi X, halaman 91) Erupsi

sentral menghasilkan tiga bentuk gunung api, yaitu sebagai berikut:


c) Gunungapi perisai (Shield Volcanoes), yaitu sebuah gunung api yang beralas luas
dan berlereng landai, merupakan hasil erupsi efusif magma yang cair. Contohnya,
gunungapi yang tersebar di kepulauanHawaii.

Gambar 10. Gunungapi prisai (Sumber: [Link])

d) Gunungapi maar, merupakan hasil erupsi eksplosif yang tidak terlalu kuat dan
hanya sekali saja. Contohnya, Gunung Lamongan Jawa Timur dengan kawahnya
Klakah.

Gambar 11. Gunung api maar (Sumber: [Link])

e) Gunungapi strato atau kerucut, merupakan hasil campuran, efusif dan


eksplosif yang berulang kali. Gunungapi ini berbentuk kerucut dan badannya
berlapis-lapis. Akibat erupsi yang berpindah-pindahpusatnya, menyebabkan di
sana sini terbentuk kerucut-kerucut gunung-api, sehingga bentuk gunungapi
tersebut tidak teratur. Sebagian besargunungapi di Sumatera, Jawa, Bali,
Nusa Tenggara dan
Malukutermasuk gunungapi kerucut. Contoh Gunung Api Strato: Gunung
Kerinci, Merapi, Ciremai, Semeru, Batur, Tangkuban Perahu, dan Gunung
Fujiyama di Jepang.
Gambar 12. Gunung api strato (Sumber: [Link])

Berdasarkan kekentalan magma, tekanan gas, kedalaman dapur magma, dan material
yang dikeluarkannya, letusan gunung api dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu:
a) Letusan Tipe Hawaii
Tipe hawaii terjadi karena lava yang keluar darikawah sangat cair, sehingga mudah
mengalir ke segala arah. Sifat lava yang sangat cair ini menghasilkan bentuk seperti
perisai atau tameng. Contoh: Gunung Maona Loa, Maona Kea, dan Kilauea di Hawaii.
b) Letusan Tipe Stromboli
Letusan tipe ini bersifat spesifik, yaituletusan-letusannya terjadi dengan interval atau
tenggang waktu yang hampir sama. Gunung api stromboli di Kepulauan Lipari
tenggang waktu letusannya ± 12 menit. Jadi, setiap ±12 menit terjadi letusan yang
memuntahkan material, bom, lapili, dan abu. Contoh gunung api bertipe stromboli
adalah Gunung Vesuvius (Italia) dan Gunung Raung (Jawa).
c) Letusan Tipe Vulkano
Letusan tipe ini mengeluarkan material padat ,seperti bom, abu, lapili, serta bahan-
bahanpadat dan cair atau lava. Letusan tipe inididasarkan atas kekuatan erupsi dan
kedalaman dapur magmanya. Contoh: Gunung Vesuvius dan Etna di Italia, serta
Gunung Semeru di Jawa Timur.
d) Letusan Tipe Merapi
Letusan tipe ini mengeluarkan lava kental sehingga menyumbat mulut kawah.
Akibatnya, tekanan gas menjadi semakin bertambah kuat dan memecahkan
sumbatan lava. Sumbatan yang pecah-pecah terdorong ke atas dan akhirnya
terlempar keluar. Material ini menuruni lereng gunung sebagai ladu atau
gloedlawine. Selain itu, terjadi pula awan panas (gloedwolk) atau sering disebut wedhus
gembel. Letusan tipe merapi sangat berbahaya bagi penduduk di sekitarnya.
e) Letusan Tipe Perret atau Plinian
Letusan tipe ini sangat berbahaya dan sangat merusaklingkungan. Material yang
dilemparkan pada letusan tipe ini mencapai ketinggian sekitar 80 km. Letusan tipe
inidapat melemparkan kepundan atau membobol puncak gunung, sehingga dinding
kawah melorot. Contoh: Gunung Krakatau yang meletus pada tahun 1883 dan St. Helens
yang meletus pada tanggal 18 Mei 1980.
f) Letusan Tipe Pelee
Letusan tipe ini biasa terjadi jika terdapat penyumbatan kawah di puncak gunung api
yang bentuknya seperti jarum, sehingga menyebabkan tekanan gas
menjadi bertambah besar. Apabila penyumbatan kawah tidak kuat, gunung tersebut
meletus.
g) Letusan Tipe Sint Vincent
Letusan tipe ini menyebabkan air danau kawah akan tumpah bersama lava. Letusan
ini mengakibatkan daerah di sekitar gunung tersebutakan diterjang lahar panas yang
sangat berbahaya. Contoh: Gunung Kelud yangmeletuspada tahun 1919 dan Gunung
Sint Vincent yang meletus pada tahun 1902.

Selain gunung api yang dihasilkan dari aktivitas ekstrusi magma, ada beberapa
fenomena alam lain yang terbentuk dariproses lanjutan atau pasca vulkanisme.
Kenampakan tersebut antara lain kaldera, danau kaldera, plato lava, geyser, dan kolam
lumpur.
a) Sumbat Lava
Kenampakan ini terjadi ketika lava yang padat dalam pipavulkanik yang padam
menjadi massa yang [Link] waktu kemudian, bagian dari kerucut
vulkanik yang terdiri atas materi yang kurang resistan menjadilapuk dan terkikis,
yang tertinggal hanya sumbat lava. Ukuran sumbat lava ini bisa sangat besar hingg
menyerupai bukit. Salah satu contohnya yaitu Menara Setan di Wyoming, USA.
b) Kaldera dan Danau Kaldera
Kaldera adalah cekungan besar yang ada di puncak gunung. Kenampakan ini terjadi
akibat letusan yang sangat dahsyat dan meninggalkan lubang yang besar. Jika lubang
ini kemudian terisi air akan membentuk danau kaldera.

Gambar [Link] Gunung Tambora


(Sumber: [Link]

c) Plato Lava
Kenampakan ini terjadi karena magma yang keluar bersifatencer, sehingga mampu
menyebar dan membentuk hamparan lava yang luas dan lama- kelamaan secara
perlahan lava ini membeku hingga membentuk suatu dataran tinggi yang disebut
plato.
d) Geyser dan Mata Air Panas
Di kawasan vulkanik, air tanah bisa dipanaskan olehmagma. Air yang terpanaskan ini
bisa muncul kepermukaan dengan tenaga eksplosif, inilah yang disebut geyser. Jika
air ini keluar melalui aliran air di celahbatuan, terbentuklah mata air panas. Sedangkan
geyser merupakan air panas yang memancar secara periodik.
Keberadaan gunung berapi di suatu daerah, selain menimbulkan dampaknegatif
berupa bencana, seperti letusan, gas beracun dan tanah longsor yangselalu mengancam
penduduk sekitarnya, ternyata dapat pula membawa
dampak positif berupa manfaat yang sangat besar bagi kehidupan, antara lain sebagai
berikut:
1) Sebagai sumber energi, sebab sumber panas dari gunung berapi dapat dijadikan
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) seperti yang terdapat di Gunung
Kamojang di Jawa Barat dan Gunung Dieng di Jawa Tengah.
2) Sebagai sumber mineral dan bahan galian, seperti intan, timah, tembaga, belerang, dan
batu apung.
3) Sebagai obyek wisata dan olahraga, misalnya hiking, climbing, layang gantung, dan
bersepeda gunung.
4) Sebagai daerah pertanian yang subur, hal ini disebabkan material yang dikeluarkan
oleh gunung berapi banyak mengandung unsur dan mineral yang dapat membuat
tanah d sekitarnya menjadi subur dan mengalamiperemajaan.
5) Sebagai daerah hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi karena adanya penghalang
berupa gunung atau pegunungan, sehingga daerah gunungberapi merupakan tempat
yang berfungsi hidrologis bagi daerah sekitarnya.
6) Sebagai sumber plasma nutfah, karena variasi ketinggian secara vertikaldari gunung
berapi dapat mengakibatkan plasma nutfah yang hidup menjadi sangat bervariasi pula.
Lampiran Penilaian
1. Lembar Penilaian Sikap

No Nama Peserta didik Kejadian/perilaku Butir sikap Positif/negatif Tindak lanjut

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
dst
2. Lembar Penilaian Pengetahuan
KISI-KISI SOAL

Rubrik
No Teknik Bentuk Instrumen
No Aspek IPK Penilaian/ Kunci
IPK Penilaian penilaian Penilaian
Jawaban
1 Pengetahuan 3.5.4 Menjelaskan tenaga geologi! Tertulis Uraian Terlampir Terlampir

3.5.5 Menjelaskan pengaruh gerak Epirogenitik negatif terhadap Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
perubahan bentuk muka bumi!
Menjelaskan perbedaan antara Antiklinal dan Sinklinal Tertulis Uraian Terlampir Terlampir

3.5.6 Menyebutkan 4 manfaat dari adanya gunung api! Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
INSTRUMEN TES TERTULIS

Pendidikan : SMA Negeri 1 Pagai Selatan


Satuan Mata Pelajaran : Geografi
Kelas :X
Kompetensi dasar : 3.5. Dinamika Litosfer dan dampaknya terhadap kehidupan

Soal Uraian.
1. Tuliskan uraian konsep tenaga geologi dengan jelas!
2. Jelaskan pengaruh gerak Epirogenitik negatif terhadap perubahan
bentuk muka bumi!
3. Jelaskan perbedaan antara Antiklinal dan Sinklinal
4. Sebutkan 4 manfaat dari adanya gunung api!

Kunci Jawaban

No Jawaban Skor
1
Tenaga geologi adalah tenaga yang mempengaruhi terbentuknya muka
bumi baik yang berasal dari dalam maupun luar bumi. Secara umum 5
tenaga geologi terbagi menjadi dua, yaitu tenaga endogen dan tenaga
eksogen. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi.
Sedangkan tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar
permukaan bumi. tenaga endogen adalah tenaga awal yang membentuk
relief permukaan bumi daratan dan lautan, dapat berupa tektonisme,
vulkanisme, dan seisme (gempabumi). Sedangkan Tenaga eksogen dapat
dikatakan sebagai tenaga yang mengubah bentuk permukaan bumi yang
sebelumnya telah dibentuk oleh tenaga endogen. Tenaga eksogen bekerja
di atas permukaan bumi, berupa pelapukan, erosi, masswasting, dan
sedimentasi.
2 Epirogenitik negatif, yaitu gerak naiknya daratan sehingga kelihatannya
permukaan air yang turun. Hal ini mengakibatkan beberapa pulau
mengalami kenaikan sehingga ketinggian daratannya bertambah.
Bertambahnya ketinggian suatu tempat akan mengakibatkan suhu udara
di tempat tersebut makin tinggi. Jenis tanaman yang tumbuh akan 5
menyesuaikan dengan tinggi tempat itu. Contoh: naiknya Pulau Buton
dan Pulau Timor.
3 Antiklinal adalah hasil proses pelipatan batuan berupa puncak lipatan
atau gelombang lipatan. Sedangkan Sinklinal adalah hasil proses pelipatan
batuan berupa lembah. Apabila terbentuk beberapa puncak lipatan
disebut antiklinorium dan beberapa lembah lipatan disebut sinklinorium. 5
4 Manfaat Gunung api diantaranya ialah:
1) Sebagai sumber energi, sebab sumber panas dari
gunung berapi dapat dijadikan Pembangkit Listrik
Tenaga Panas Bumi (PLTPB). 5
2) Sebagai sumber mineral dan bahan galian.
3) Sebagai obyek wisata dan olahraga.
4) Sebagai daerah pertanian yang subur.
5) Sebagai daerah hujan orografis.
6) Sebagai sumber plasma nutfah.
Skor 20

Skor erolehan
Nilai erolehan
skor maksimal
LKPD

Nama Siswa : .........................................................................................


Kelas : .........................................................................................
Hari/tanggal : .........................................................................................

i. Jelaskanlah gambar dibawah ini;


Gambar Deskripsi
...................................................................
...................................................................
...................................................................
......................................

...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
.......................................

...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
......................................

...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
......................................

...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
......................................

...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
......................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
......................................

...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
......................................

2. Jelaskan perbedan dari ke tiga proses berikut ini:

Tektonisme Vulkanisme
Berdasarkan pengertian

Berdasarkan penyebab

Berdasarkan jenis

Berdasarkan pengaruh/ dampak yang ditimbulkan


A. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal), atau tutor
sebaya, atau penugasan dan diakhiri dengan tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial belum
mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk penugasan tanpa tes tertulis
kembali.

PROGRAM REMIDI

Sekolah :
SMA N 1 Pagai Selatan
Kelas/Semester :
X/ 1 (Genap)
Mata Pelajaran :
Geografi
Ulangan Harian Ke ……………………………………………..
:
Tanggal Ulangan Harian ……………………………………………..
:
Bentuk Ulangan Harian ……………………………………………..
:
Materi Ulangan Harian ……………………………………………..
:
(KD / Indikator) ……………………………………………..
:
KKM ……………………………………………..
:
Indikator Bentuk
Nama Nilai Nilai Setelah
No yang Belum Tindakan Ket.
Peserta Didik Ulangan Remedial
Dikuasai Remedial
1
2
3
4
5
6
dst
B. Pengayaan
a. Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut:
- Peserta didik yang mencapai nilai n(ketuntasan)  n  n(maksimum)
diberikan materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai
pengetahuan tambahan
- Peserta didik yang mencapai nilai n  n(maksimum) diberikan materi melebihi
cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan

PROGRAM PENGAYAAN

Sekolah : SMA N 1 Pagai Selatan


Kelas/Semester : X/ 1 (Genap)
Mata Pelajaran : Geografi
Ulangan Harian Ke : ……………………………………………..
Tanggal Ulangan Harian : ……………………………………………..
Bentuk Ulangan Harian : ……………………………………………..
Materi Ulangan Harian : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..

Pada penilaian pengayaan guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah
mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan
sebagai berikut:
1. Membaca buku-buku tentang tenaga Endogen.
2. Mencari informasi secara online tentang artikel letusan gunung api
3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang akibat dari tenaga
endogen
3. Lembar Penilaian Keterampilan

Lembar Penilaian Kegiatan Diskusi

Mempertahan
Menyampaik
Mananggapi kan Jumlah
No Nama Siswa an Pendapat Nilai
Argumentasi skors
1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11
Rubrik :

Menyampaikan pendapat :
1 = tidak sesuai masalah
2 = sesuai dengan masalah, tetapi belum benar
3 = sesuai dengan masalah dan benar

Menanggapi pendapat :
1 = langsung setuju atau manyanggah tanpa alasan.
2 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar, tetapi tidak sempurna.
3 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar.
4 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar dengan didukung referensi.

Mempertahankan pendapat :
1 = tidak dapat mempertahankan pendapat.
2 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang kurang benar.
3 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang benar tetapi tidak
didukung referensi.
4 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang benar dan didukung
referensi

Skor erolehan
Nilai
skor maksimal
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA N 1 Pagai Selatan


Mata pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : XI/ 2
Materi Pokok : Mobilitas penduduk dan kualitas penduduk
Alokasi Waktu : 4 X 40’ (2 X Pertemuan)
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. mengenal dan memahami konsep-konsep yang berkaitan dengan antroposfer
2. berpikir logis, kritis, rasa ingin tahu, kolaboratif dan terampil memahami fenomena geografi di
lingkungannya
3. menganalisis mobilitas penduduk
4. menganalisis mobilitas penduduk

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (20’)
1. Memberi salam, berdo’a dan mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan;
2. menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
3. menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan; dan
4. menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.

Kegiatan Inti (130’)


1. Peserta didik diberikan stimulant tentang mobilitas penduduk dan kualitas
2. Setelah melihat gambar, peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan
3. Peserta didik dibagi ke dalam 4 kelompok dengan 4 tema sesuai kelompok pertanyaan
4. Setiap kelompok mencari penjelasan sesuai tema pada buku teks, modul dan internet
5. Setiap kelompok membuat ringkasan dari diskusi kelompok
6. Setiap kelompok membuat presentasi dalam bentuk laporan kelompok
7. Hasil kerja kelompok dipresentasikan, kelompok lain memberi tanggapan
8. Guru menyelaraskan kesimpulan dan materi setelah presentasi setiap kelompok

Kegiatan Penutup (10’)


1. Membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
2. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan;
3. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; dan
4. Mempersiapkan diri untuk materi yang akan datang

C. PENILAIAN

Penilaian Sikap : Observasi


Pengetahuan : Tes Tertulis, Mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan mobilitas penduduk dan
tenaga kerja
Keterampilan : Unjuk kerja
Lampiran
MOBILITAS PENDUDUK

a. Pengertian Mobilitas Penduduk


Mobilitas penduduk merupakanperpindahan penduduk dari suatu wilayah (geografis) ke wilayah lain
dalam jangka waktu tertentu. Dengan kata lain Mobilitas penduduk adalah gerak perpindahan penduduk dari
satu unit geografis (wilayah) ke dalam unit geografis lainnya. Mobilitas penduduk menjadi kajian yang penting
karena dapat mencerminkan aktivitas masyrakat dalam suatu negara, yang memiliki peranan dalam proses
modernisasi.
b. Jenis-jenis Mobilitas Penduduk
Secara garis besar, mobilitas penduduk dibagi menjadi dua, yaitu mobilitas vertikal dan mobilitas
horizontal.
1) Mobilitas Vertikal adalah semua gerakan penduduk dalam usaha perubahan status sosial. Contohnya,
seorang buruh tani yang berganti pekerjaan menjadi pedagang termasuk gejala perubahan status sosial. Begitu
pula, seorang dokter gigi beralih pekerjaan menjadi seorang aktor film juga termasuk mobilitas vertikal.
2) Mobilitas Horizontal adalah semua gerakan penduduk yang melintas batas wilayah tertentu dalam periode
waktu tertentu. Batas wilayah yang umumnya adalah batas adminitrasi, seperti provinsi, kabupaten,
kecamatan, kelurahan. Mobilitas horizontal dibagi menjadi dua, yaitu mobilitas permanen dan mobilitas non
permanen.
a) Mobilitas Permanen atau Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dengan
maksud untuk menetap di daerah tujuan. Mobilitas permanen secara garis besar dapat dibagi menjadi dua,
yaitu migrasi internasional dam migrasi dalam negeri.
 Migrasi Internasional adalah perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain. Perhatian para analis
demografi cukup besar pada migrasi internasional. Hal itu dikarenakan selain datanya lebih lengkap juga
karena sering menimbulkan ketegangan sosial. Akhirnya, terjadi pertentangan antara orang-orang
dengan latar belakang kebudayaan dan bahasa yang berbeda. Migrasi internasional dibedakan menjadi tiga, yaitu
imigrasi emigrasi, dan remigrasi.
 Emigrasi, merupakan suatu kejadian keluarnya penduduk dari suatu negara menuju ke negara yang lain
dengan tujuan untuk menetap (bermukim) di negara yang dituju tersebut. Penduduk yang
melakukan emigrasi disebut emigran.
 Imigrasi, merupakan masuknya penduduk ke suatu negara yang berasal dari negara yang lain
dengan tujuan untuk bermukim (menetap) di negara yang didatangi. Penduduk yang melakukannya
disebut imigran
 Remigrasi (Repatriasi), merupakan perpindahan penduduk untuk kembali lagi ke tempat asal
(tanah airnya). Contohnya, orang Indonesia sejak tahun 1990 bermukim di Singapura pada tahun 2020
kembali lagi untuk pulang dan menetap selamanya di Indonesia.
 Migrasi Dalam Negeri (Migrasi Nasional) Migrasi nasional adalah suatu perpindahan penduduk dari suatu
daerah ke daerah lain dalam satu wilayah negara. Pola migrasi dalam negeri (nasional) adalah sebagai
berikut.
 Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya menuju ke daerah
yang lebih jarang penduduknya dalam satu wilayah negara.
 Urbanisasi, merupakan suatu perpindahan penduduk dari desa ke kota besar atau kota kecil ke kota
besar.
 Ruralisasi, merupakan penduduk dari kota ke desa untuk menetap di desa. Rulasisasi biasanya terjadi
karena kesempatan kerja di kota sangat sempit.
b) Mobilitas Nonpermanen merupakan gerakan penduduk dari satu wilayah satu ke wilayah lain dengan tidak ada
niat untuk menetap di daerah tujuan. Mobilitas nonpermanen disebut juga dengan sirkulasi. Faktor-faktor yang
menyebabkan terjadinya mobilitas penduduk sirkuler antara lain faktor Faktor Sentrifugal dan
Sentripetal.
Kekuatan sentrifugal adalah kekuatan yang terdapat di suatu wilayah yang mendorong penduduk untuk
meninggalkan daerahnya, seperti;
 Kurangnya kesempatan kerja di bidang pertanian, nonpertanian
 Terbatasnya fasilitas pendidikan yang ada mendorong orang untuk pergi ke daerah yang tersedia fasilitas
yang lebih lengkap.
Kekuatan sentripetal adalah kekuatan yang mengikat penduduk untuk tetap tinggal di daerahnya, seperti;
 Jalinan persaudaraan dan kekeluargaan di antara warga desa yang sangat erat.
 Adanya sistem gotong-royong yang kuat di pedesaan.
 Penduduk sangat erat dengan tanah pertaniannya.
 Warga desa terikat pada desa tempat mereka tinggal.
 Perbaikan Sarana Transportasi yang menghubungi antardesa dan kota mendorong untuk terjadinya
mobilitas sirkuler. Sebelumnya, penduduk desar yang bekerja di kota terpaksa mondok di kota, tetapi
setelah jalan-jalan diperbaiki dan banyaknya kendaraan umum, mereka mejadi penglaju (melaju; pagi
berangkat ke kota sore pulang ke desa).
 Kesempatan kerja di sektor imformal lebih besar dibanding sektor formal.
Proses urbanisasi di indonesia tidak diikuti oleh perlunya lapangan pekerjaan dengan urpa
rendah tidak menentu. Kecil pendapatan migran dari desa yang bekerja di kota dan tingginya biaya hidup di
kota, tidaklah mungkin bagi merka untuk betempat bersama keluarganya di kota. Hal ini yang menyebabkan
menjadi pengalaju.

KUALITASPENDUDUK
Kualitas penduduk adalah tingkatkehidupan penduduk yang berkaitan dengan kemampuan dalam
pemenuhan kebutuhan seperti pangan, sandang, perumahan, kesehatan, pendidikan. Manusia selalu
senantiasa berusaha untuk memperbaiki kualitas hidupnya, Salah satunya adalah dengan meningkatkan
kualitas pendidikan, kesehatan, mata pencaharian, dan lain-lain.
a. Kualitas Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
Pengelompokan Penduduk berdasarkan pendidikan dapat dikategorikan atas penduduk tidak sekolah,
tidak tamat SD, tamat SD, tamat SMP, tamat SMA, dan tamat Akademi/Perguruan Tinggi. Tingkat pendidikan
di Indonesia selalu megalami kemajuan, namun jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia,
pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh :
1) Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnyapendidikan.
2) Rendahnya pendapatanmasyarakat.
3) BelummeratanyasaranapendidikandiseluruhwilayahIndonesia.
Berdasarkan fenomena tersebut, pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan
pendidikan di Indonesia, seperti :
1) Menambah dan meningkatkan kualitas guru
2) Melaksanakan program wajib belajar dan orang tua asuh
3) Membangun sekolah di daerah yang kurang jumlah sekolahnya
4) Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi atau memerlukan
5) Mengadakan perbaikan dan penambahan sarana dan prasarana sekolah

b. Kualitas Penduduk Menurut Tingkat Kesehatan


Ukuran tingkat kesehatan penduduk di suatu negara dapat dilihat dari angka kematian kasar, angka
kematian ibu hamil/saat melahirkan, angka kematian bayi, angka kematian menurut umur dan angka
harapan hidup.
Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kualitas kesehatan penduduk yang
rendah. Hal ini diakibatkan oleh faktor makanan dan gizi yang dikonsumsi, kondisi lingkungan, fasilitas
kesehatan dan ketersediaan tenaga medis. Salah satu masalah yang diakibatkan rendahnya kesehatan di
Indonesia adalah kekurangan gizi. Kurangnya gizi yang didapat oleh penduduk mengakibatkan
rendahnya ketahanan tubuh, daya kerja, cara berpikir, dan kreativitas.
Adapun upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat
adalah:
1) Membangun Posyandu
2) Menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dan gizi
3) Megadakan imunisasi masal yang murah dan gratis
4) Menambah jumlah dan menaikkan kualitas tenaga medis
5) Memperbanyak fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan puskesmas
6) Sosialisasi dan pencegahanwabah.
c. Kualitas Penduduk Menurut Mata Pencarian
Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara agraris, sehingga banyak penduduk Indonesia yang
bermatapencaharian sebagai seorang petani. Kemampuan masyarakat Indonesia untuk bekerja di
bidang lain, dirasa masih sangat rendah, dikarenakan keterampilan penduduk Indonesia yang masih
kurang.
Pertambahan jumlah penduduk yang pesat di negara Indonesia sangat berkaitan dengan jumlah
angkatan kerja yang tersedia. Semakin tinggi pertambahan penduduk, maka jumlah angkatan kerja juga
semakin banyak. Hal ini berdampak pada semakin ketatnya persaingan tenaga kerja, karena angkatan kerja
muda yang merupakan tenaga kerja kurang produktif pun ikut bersaing. Masalah tenaga kerja dan
kesempatan kerja harus segera diatasi karena berkaitan dengan ketahanan nasional. Untuk mengatasi
masalah ini, pemerintah telah melakukan beberapa upaya, diantaranya :
1) Meningkatkan keterampilan tenaga kerja melalui program melalui Kartu Pra Kerja,
2) Mengadakan program hubungan dan perlindungan tenaga kerja
3) Mengurangi pengangguran di daerah berpenduduk padat, miskin dan rawan terhadap bencana
alam, misalnya pembangunan desa
4) Meningkatkan penyaluran, penyebaran, dan pemanfaatan tenaga kerja
Program Penggunaan dan Penyebaran Tenaga Kerja (PPTK), Bursa Tenaga Kerja, dan lain-
lain.
Lampiran Penilaian
1. Lembar Penilaian Sikap

Nama Kejadian/ Positif/ Tindak


No Butir sikap
eserta didik perilaku negatif lanjut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
dst
2. Lembar Penilaian Pengetahuan
KISI-KISI SOAL

Rubrik
No Teknik Bentuk Instrumen
No Aspek IPK Penilaian/ Kunci
IPK Penilaian penilaian Penilaian
Jawaban
1 Pengetahuan 3.5.4 Menjelaskan mobilitas penduduk! Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
Menjelaskan perbedaan mobilitas vertikal dan Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
horizontal!
Menjelaskan macam-macam migrasi internasional! Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
Menjelaskan macam-macam migrasi nasional! Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
3.5.5 Menjelaskan upaya-upaya yang dapat dilakukan Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
pemerintah untuk meningkatkan masalah tenaga
kerja
INSTRUMEN TES TERTULIS

Pendidikan : SMA Negeri 1 Pagai Selatan


Satuan Mata Pelajaran : Geografi
Kelas :X
Kompetensi dasar : 3.5. Dinamika Kependudukan di Indonesia

Soal Uraian.
1. Jelaskan mobilitas penduduk!
2. Jelaskan perbedaan mobilitas vertikal dan horizontal!
3. Jelaskan macam-macam migrasi internasional!
4. Menjelaskan macam-macam migrasi nasional!
5. Menjelaskan upaya-upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan masalah tenaga
kerja!

Kunci Jawaban Latihan Soal

No Jawaban Skor
1. Mobilitas penduduk merupakan perpindahan penduduk dari suatu wilayah (geografis) ke wilayah lain dalam jangka 5
waktu tertentu. Dengan kata lain Mobilitas penduduk adalah gerak perpindahan penduduk dari satu unit geografis
(wilayah) ke dalam unit geografis lainnya. Mobilitas penduduk menjadi kajian yang penting karena dapat mencerminkan
aktivitas masyrakat dalam suatu negara, yang memiliki peranan dalam proses modernisasi.
2 1) Mobilitas Vertikal adalah semua gerakan penduduk dalam usaha perubahan status sosial. Contohnya, seorang 5
buruh tani yang berganti pekerjaan menjadi pedagang termasuk gejala perubahan status sosial. Begitu pula, seorang
dokter gigi beralih pekerjaan menjadi seorang aktor film juga termasuk mobilitas vertikal. sedangkan
2) Mobilitas Horizontal adalah semua gerakan penduduk yang melintas batas wilayah tertentu dalam periode waktu
tertentu. Batas wilayah yang umumnya adalah batas adminitrasi, seperti provinsi, kabupaten, kecamatan,
kelurahan. Mobilitas horizontal dibagi menjadi dua, yaitu mobilitas permanen dan mobilitas non permanen.
3  Emigrasi, merupakan suatu kejadian keluarnya penduduk dari suatu negara menuju ke negara yang lain dengan 5
tujuan untuk menetap (bermukim) di negara yang dituju tersebut. Penduduk yang melakukan emigrasi
disebut emigran.
 Imigrasi, merupakan masuknya penduduk ke suatu negara yang berasal dari negara yang lain dengan
tujuan untuk bermukim (menetap) di negara yang didatangi. Penduduk yang melakukannya disebut imigran
 Remigrasi (Repatriasi), merupakan perpindahan penduduk untuk kembali lagi ke tempat asal (tanah
airnya). Contohnya, orang Indonesia sejak tahun 1990 bermukim di Singapura pada tahun 2020 kembali lagi
untuk pulang dan menetap selamanya di Indonesia.
4  Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya menuju ke daerah yang lebih 5
jarang penduduknya dalam satu wilayah negara.
 Urbanisasi, merupakan suatu perpindahan penduduk dari desa ke kota besar atau kota kecil ke kota besar.
 Ruralisasi, merupakan penduduk dari kota ke desa untuk menetap di desa. Rulasisasi biasanya terjadi karena
kesempatan kerja di kota sangat sempit.
5 1) Meningkatkan keterampilan tenaga kerja melalui program melalui Kartu Pra Kerja, 5
2) Mengadakan program hubungan dan perlindungan tenaga kerja
3) Mengurangi pengangguran di daerah berpenduduk padat, miskin dan rawan terhadap bencana alam,
misalnya pembangunan desa
4) Meningkatkan penyaluran, penyebaran, dan pemanfaatan tenaga kerja
5) Program Penggunaan dan Penyebaran Tenaga Kerja (PPTK), Bursa Tenaga Kerja, dan lain-lain.

Total skor 25

Nilai:
(Skor yang diperoleh / jumlah total skor) x 100
A. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal), atau tutor
sebaya, atau penugasan dan diakhiri dengan tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial belum
mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk penugasan tanpa tes tertulis
kembali.

PROGRAM REMIDI

Sekolah : SMA N 1 Pagai Selatan


Kelas/Semester : XI/ 1 (Genap)
Mata Pelajaran : Geografi
Ulangan Harian Ke : ……………………………………………..
Tanggal Ulangan Harian : ……………………………………………..
Bentuk Ulangan Harian : ……………………………………………..
Materi Ulangan Harian : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..
Nama Nilai Indikator yang Bentuk Tindakan Nilai Setelah
No Ket.
Peserta Didik Ulangan Belum Dikuasai Remedial Remedial
1
2
3
4
5
6
dst
B. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut:
- Siwa yang mencapai nilai n(ketuntasan)  n  n(maksimum) diberikan materi
masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
- Siwa yang mencapai nilai n  n(maksimum) diberikan materi melebihi cakupan
KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.

PROGRAM PENGAYAAN
Sekolah : SMAN 1 Pagai Selatan
Kelas/Semester : XI/ 1 (Genap)
Mata Pelajaran : Geografi
Bentuk Pengayaan : ……………………………………………..
Materi Pengayaan : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..

Pada penilaian pengayaan guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena
telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal
pengayaan sebagai berikut:
1. Membaca buku-buku tentang mobilitas penduduk.
2. Mencari informasi secara online tentang artikel mobilitas penduduk
3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online mobilitas penduduk
3. Lembar Penilaian Keterampilan

Lembar Penilaian Kegiatan Diskusi

Menyampaika Mempertahanka
Mananggapi Jumlah
No Nama Siswa n Pendapat n Argumentasi Nilai
skors
1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11
Rubrik :

Menyampaikan pendapat :
1 = tidak sesuai masalah
2 = sesuai dengan masalah, tetapi belum benar
3 = sesuai dengan masalah dan benar

Menanggapi pendapat :
1 = langsung setuju atau manyanggah tanpa alasan.
2 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar, tetapi tidak sempurna.
3 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar.
4 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar dengan didukung referensi.

Mempertahankan pendapat :
1 = tidak dapat mempertahankan pendapat.
2 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang kurang benar.
3 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang benar tetapi tidak
didukung referensi.
4 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang benar dan didukung
referensi

Nilai:
(Skor yang diperoleh / jumlah total skor) x 100
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA N 1 Pagai Selatan


Mata pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : XII/ 2
Materi Pokok : Manfaat SIG
Alokasi Waktu : 2 X 40’ (1 X Pertemuan)
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. mengenal dan memahami manfaat SIG dalam kehidupan
2. berpikir logis, kritis, rasa ingin tahu, kolaboratif dan terampil memahami fenomena geografi di
lingkungannya
3. memahami manfaat SIG

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (15’)
1. Memberi salam, berdo’a dan mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan;
2. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
3. Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan; dan
4. Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.

Kegiatan Inti (55’)


2. 1. Peserta didik diberikan stimulant tentang gambar Manfaat SIG
2. Setelah melihat gambar, peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan
3. Peserta didik di berikan tema sesuai pertanyaan
4. Peserta didik mencari penjelasan sesuai tema pada buku teks, modul dan internet
5. Peserta didik membuat ringkasan
6. Peserta didik membuat presentasi dalam peta konsep memuat materi dan Kesimpulan
7. Hasil kerja peserta didik dipresentasikan, peserta didik lain memberi tanggapan
8. Guru menyelaraskan kesimpulan dan materi setelah presentasi setiap peserta didik

Kegiatan Penutup (10’)


1. Membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
2. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan;
3. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; dan
4. Mempersiapkan diri untuk materi yang akan datang

C. PENILAIAN

Penilaian Sikap : Observasi


Pengetahuan : Tes Tertulis, Mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan manfaat SIG
Keterampilan : Unjuk kerja
Lampiran
PEMANFAATAN SIG UNTUK PENGEMBANGAN POTENSI
WILAYAH
Perkembangan teknologi yang semakin pesat sangat membantu manusia dalam membantu
menjalankan hidupnya. SIG dalam geografi sangat membantu menganalisis data-data geografi. Data
yang dimaksudkan adalah data spasial. SIG membantu dalam memperoleh, menyimpan, menganalisa
dan mengelola data yang terkait dengan atribut, yang mana secara spasial.
Dalam hal analisis menggunakan SIG, dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya
klasifikasi, Overlay, networking, Buffering, dan tiga dimensi (3D).
1. Analisis Klasifikasi
Analisis klasifikasi yaitu suatu proses mengelompokkan data keruangan (spasial) menjadi
data keruangan yang berarti. Contohnya adalah mengklasifikasikan pola tata guna lahan untuk
pemukiman, pertanian perkebunan atau hutan berdasarkan analisis data kemiringan atau
ketinggian.
2. Analisis Overlay
Analisis overlay yaitu proses untuk menganalisis dan mengintegrasikan (tumpang tindih)
dua atau lebih data keruangan yang berbeda. Contohnya adalah menganalisis daerah rawan erosi
dengan menggabungkan data ketinggian, jenis tanah dan kadar air.

Sumber: [Link]
3. Analisis Networking
Proses ini berupa analisis yang bertitik tolak pada jaringan yang terdiri dari garis-garis dan
titik-titik yang saling terhubung. Analisis ini seringkali dipakai
dalam berbagai bidang misalnya sistem jaringan telepon, kabel listrik, pipa minyak atau gas,
pipa air minum atau saluran pembuangan.
4. Analisis Buffering
Analisis ini menghasilkan sebuah penyangga yang bisa berbentuk lingkaran atau poligon
yang melingkupi suatu objek sebagai pusatnya sehingga kita bisa mengetahui berapa parameter
objek dan luas wilayahnya. Buffering misalnya dapat digunakan untuk menentukan jalur hijau
kota, menggambarkan Zona Ekonomi Ekslusif suatu negara, mengetahui luas daerah tumpahan
minyak di laut atau untuk menentukan lokasi pasar.
5. Tiga Dimensi
Analisis ini sering digunakan untuk memudahkan pemahaman karena data keruangan
divisualisasikan dalam bentuk tiga dimensi menyerupai bentuk sebenarnya. Penerapannya bisa
digunakan misalnya untuk menganalisi daerah yang rawan terkena aliran lava jika gunung api
akan meletus.

Kemampuan SIG dalam mengelola data spasial dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan,
antara lain berikut ini:

1. SIG untuk Inventarisasi Sumber Daya Alam


Pembangunan fisik dan sosial di Indonesia terus ditingkatkan sesuai dengan meningkatnya
jumlah penduduk dan berkembangnya kehidupan yang serba kompleks. Perkembangan tersebut
mendorong perlunya informasi yang rinci tentang data sumber daya alam, yang mungkin dapat
dikembangkan. Data aneka sumber daya alam hasil penelitian dijadikan modal sebagai bahan
baku untuk perencanaan pembangunan. Secara sederhana, manfaat SIG dalam data kekayaan
sumber daya alam adalah sebagai berikut.
a. Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam. Misalnya minyak bumi, batubara,
emas, besi, dan barang tambang lainnya.
b. Untuk mengetahui persebaran kawasan lahan. Misalnya :
1) Kawasan lahan potensial dan lahan kritis
2) Kawasan hutan yang masih baik dan hutan rusak
3) Kawasan lahan pertanian dan perkebunan
4) Pemanfaatan perubahan penggunaan lahan
c. Pemetaan geologi yang digunakan untuk kepentingan eksplorasi penanggulangan
bencana alam
d. Pemantauan daerah pasang surut guna mengembangkan lokasi pertanian atau kepentingan lain
e. Pemetaan kesuburan tanah yang sangat diperlukan bagi usaha pertanian

Mineral strategis di Indonesia. (Sumber: [Link])

2. SIG untuk Perencanaan Pembangunan


Sistem informasi geografi sebagai bagian dari kajian geografi dapat dimanfaatkan untuk
inventarisasi sumber daya alam dan perencanaan pembangunan. Dalam hal perencanaan
pembangunan, SIG dapat dimanfaatkan untuk perencanaan menentukan wilayah atau zonafikasi
berdasarkan berbagai pertimbangan, misalnya karakteristik lahan dan ketidakselarasan. Sebagai
contoh adalah pembangunan tempat sampah. Kriteria-kriteria yang bisa dijadikan parameter di
antaranya:
a. Di luar area pemukiman
b. Berada dalam radius 10 meter dari genangan air
c. Berjarak 5 meter dari jalan raya
Perencanaan pembangunan dengan memanfaatkan SIG dapat dilakukan dengan analisis peta-
peta tematik untuk mengetahui kemampuan lahannya. Sebagai contoh perencanaan
pembangunan terminal bus dapat memanfaatkan peta jaringan jalan, peta tata guna lahan, peta
kepadatan penduduk, peta trayek angkutan dan peta harga tanah. Analisis yang dapat digunakan
ialah analisis klasifikasi dan analisis overlay.

Peta perencanaan pembangunan (Sumber : [Link])


3. SIG untuk Perencanaan Ruang
Untuk bidang perencanaan ruang, SIG digunakan untuk perencanaan tata ruang wilayah
(analisis dampak lingkungan, daerah serapan air, kondisi tata ruang kota, dan masih banyak lagi.
Penataan ruang menggunakan SIG akan menghindarkan terjadinya banjir, kemacetan,
infrastruktur dan transportasi, hingga pembangunan perumahan dan perkantoran) , perencanaan
kawasan industri, kawasan pemukiman, serta penataan sistem dan status pertahanan.
Dalam bidang perencanaan wilayah dan kota, ilmu ini memiliki peranan yang sangat
penting. Menata ruang suatu wilayah membutuhkan dukungan data dan informasi, baik spasial
maupun non spasial, yang akurat dan terkini, terutama data dan informasi tematik yang
mengilustrasikan kondisi suatu wilayah. Perubahan kondisi wilayah pada daerah yang akan
disusun rencana tata ruangnya, perlu dipahami dengan baik oleh para perencana, karena
kualitas rencana tata ruang sangat ditentukan oleh pemahaman para perencana terhadap kondisi
fisik wilayah perencanaan.

Peta rencana pola ruang Sumatera Barat. (Sumber: [Link])


Dengan menggunakan teknologi informasi yang telah berkembang dengan pesat, sebagian
data dan informasi spasial yang diperlukan dalam perencanaan tata ruang dapat dibangun dalam
sebuah sistem informasi yang berbasis pada koordinat geografis yang lebih dikenal dengan
sebutan Sistem Informasi Geografis (SIG). Seiring dengan perkembangan teknologi pengolahan
data geografis, dalam SIG dimungkinkan penggabungan berbagai basis data dan informasi yang
dikumpulkan melalui peta, citra satelit, maupun survai lapangan, yang kemudian dituangkan
dalam layer-layer peta. Sistem informasi yang meng- overlay-kan beberapa layer tematik diatas
peta dasar sungguh membantu proses analisa wilayah dan pemahaman kondisi wilayah bagi
para perencana, serta dapat menghemat waktu karena sebagian proses dilakukan oleh piranti
lunak, sehingga dengan SIG proses perencanaan tata ruang dapat lebih efisien dan efektif.
Adapun manfaat SIG dalam bidang perencanaan wilayah dan kota diantaranya
adalah sebagai berikut:
a. Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi.
b. Untuk pendataan pajak bumi dan bangunan
c. Untuk pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan.
d. Untuk pendataan dan pengembangan permukiman penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah
sakit, sarana hiburan dan rekreasi serta perkantoran.
e. Mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya.
f. Mengetahui potensi dan persebaran penduduk.
g. Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam, misalnya minyak bumi, batubara,
emas, besi dan barang tambang lainnya.
h. Untuk mengetahui persebaran penggunaa lahan.
i. Untuk pengawasan daerah bencana alam.
4. SIG untuk Pariwisata
Dalam bidang pariwisata, pemanfaatan SIG dilakukan seperti untuk inventarisasi
pariwisata dan analisis potensi pariwisata suatu daerah. SIG di bidang pariwisata sangat
membantu manusia zaman sekarang untuk mempermudah melihat destinasi wilayah pariwisata
yang akan dikunjungi atau sedang dikunjungi.

Analisis potensi wisata kota Surabaya (Sumber :


[Link])

Secara garis besar SIG merupakan program komputer yang sangat bermanfaat dalam
bidang pariwisata hal penyajian informasi-informasi secara grafis. SIG dapat menyajikan suatu
data dengan jelas serta lengkap. Seiring dengan perkembangan teknologi pengolahan data
geografis, dalam SIG dimungkinkan penggabungan berbagai basis data dan informasi yang
dikumpulkan melalui peta, citra satelit, maupun survei lapangan. Dengan menggunakan
teknologi informasi yang telah berkembang dengan pesat, sebagian data dan informasi spasial
yang diperlukan dalam bidang pariwisata yang dapat dibangun dalam sebuah sistem informasi
yang berbasis pada koordinat geografis yang lebih dikenal dengan sebutan Sistem Informasi
Geografis (SIG).dengan lebih baik karena terbantu dengan fitur-fitur pengolahan dan penyajian
data yang dimiliki oleh aplikasi SIG yang baik.

5. SIG untuk Perencanaan Transportasi


Dalam bidang transportasi pemetaan SIG digunakan untuk inventarisasi jaringan
transportasi publik, kesesuaian rute alternatif, perencanaan perluasan sistem jaringan jalan, serta
analisis kawasan rawan kemacetan dan kecelakaan.
a. Logistik dan Kendaraan Manajemen Prasarana Transportasi
SIG digunakan untuk mengelola dan menganalisa berbagai informasi dengan geografi
sebagai komponen utamanya lebih daroi 80 % dari informasi digunakan untuk mengelola jalan,
jalur kereta api, fasilitas pelabuhan, sebagai komponen utamanya SIG bisa dimanfaatkan untuk
menentukan lokasi dari suatu peristiwa atau aset dan keterkaitannya atau kedekatannya antar
satu dengan yang lainnya terhadap peristiwa atau aset yang lainnya, dimana hal tersebut
merupakan faktor-faktor kritis yang harus diperhatikan untuk memutuskan suatu desain,
pembangunan atau pemeliharaan.

b. Manajemen
Sebuah kegiatan operasi yang efisien membutuhkan sebuah keputusan yang akurat dan
tepat waktu. Misalnya mengetahui sedang berada dimanakah kendaraan atau aktivitas
penghantaran pada saat itu, memungkinkan untuk pendayagunaan aset secara optimal dan
penghematan. Kepuasan pelanggan, posisi yang bersaing, respons yang sigap, pendayagunaan
yang efektif, serta kemungkinan untuk menghasilkan keuntungan di berbagai kemungkinan
yang diraih.
c. Manajemen Transit
Perencanaa rute, pengiriman teknisi, analisa pelayanan, penaganan pemasaran dan
hubungan komunitas dan pola transit akan diperoleh keuntungan dengan cara melakukan
pemahaman sebaik-baiknya terhadap kendaraan transit, rute perjalanan dan fasilitas lokasi rute
perjalanan dapat dikelola secara langsung melalui database jaringan jalan dan dikaitkan
terhadap pusat kependudukan dan karyawan, seperti pada sistem database dan sebuah skedul.

Peta rute angkutan umum di Surakarta

6. SIG untuk Sosial Budaya


Dalam bidang sosial budaya, pemanfaatan SIG digunakan seperti untuk mengetahui
luas dan persebaran penduduk suatu wilayah, mengetahui luas dan persebaran lahan
pertanian serta kemungkinan pola drainasenya, pedataan dan pengembangan pusat-pusat
pertumbuhan dan pembangunan pada suatu kawasan, serta pendataan dan pengembangan
pemukiman penduduk, kawsan industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan, dan
perkantoran.

Citra persebaran pola permukiman.


(Sumber : [Link])

7. SIG untuk Mitigasi Bencana


Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu
kehidupan dan penghidupan masyarakat yang sisebabkan oleh faktor alam dan atau faktor non
alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan
lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis. Untuk meminimalisasi korban
maupun kerugian, terdapat penanggulangan yang dilakukan sebelum, saat dan setelah bencana.
Serangkaian penanggulangan tersebut dikenal dengan siklus penanggunalangan bencana.
Peta zonasi ancaman banjir lahar dingin Gunung Merapi - 25 Januari 2011
(Sumber: [Link])

Penggunaan SIG dalam rentang manajemen risiko bencana dari pembuatan Basis data,
inventori, overlay SIG yang paling sederhana hingga tingkat lanjut, analisis risiko , analisis untung
rugi, proses geologi, statistik spasial, matriks keputusan, analisis sensitivitas, proses geologi,
korelasi, auto korelasi dan banyak peralatan dan algoritma untuk pembuatan keputusan spasial yang
komplek lainnya. Sekali lagi dapat dikenali bahwa area dimana risiko dengan potensi bahayanya,
proses mitigasi dapat dimulai. SIG dapat digunakan dalam penentuan wilayah yang menjadi prioritas
utama untuk penanggulangan bencana berikut penerapan standar bangunan yang sesuai, untuk
mengidentifikasi struktur untuk retrofitting, untuk menentukan besarnya jaminan keselamatan
terhadap masyarakat dan bangunan sipil, untuk mengidentifikasi sumber bencana, pelatihan dan
kemampuan yang dimiliki secara spesifik terhadap bahaya yang dijumpai dan untuk mengidentifikasi
area yang terkena banjir serta relokasi korban ke tempat yang aman. Daerah yang paling rentan
terhadap bencana menjadi prioritas utama dalam melakukan tindakan mitigasi. Semua langkah-
langkah yang diambil bertujuan untuk menghindari bencana ketika diterapkan, langkah yang
berikutnya adalah untuk bersiap-siap menghadapi situasi jika bencana menyerang. Akibatnya
bagaimana jika atau pemodelan kapabilitas SIG telah memberi suatu gagasan yang ideal tentang
segala sesuatu yang diharapkan. SIG untuk kesiapsiagaan bencana adalah efektif sebagai sarana
untuk menentukan lokasi sebagai tempat perlindungan di luar zone bencana, mengidentifikasi rute
pengungsian alternatif yang mendasarkan pada scenario bencana yang berbeda, rute terbaik ke rumah
sakit di luar zona bencana itu, spesialisasi dan kapasitas rumah sakit dan lain-lain. SIG dapat
memberikan suatu perkiraan jumlah makanan, air, [obat/ kedokteran] dan lain lain misalnya untuk
penyimpanan barang atau logistik.
Lampiran Penilaian
1. Lembar Penilaian Sikap

Nama Peserta
No Kejadian/perilaku Butir sikap Positif/negatif Tindak lanjut
didik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
dst
2. Lembar Penilaian Pengetahuan
KISI-KISI SOAL

Rubrik
No Teknik Bentuk Instrumen
No Aspek IPK Penilaian/ Kunci
IPK Penilaian penilaian Penilaian
Jawaban
1 Pengetahuan 3.3.6 Menjelaskan manfaat SIG dalam bidang perencanaan Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
pembangunan?
Menjelaskan manfaat SIG dalam bidang perencanaan wilayah dan Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
kota
Menjelaskan peran SIG dalam perencanaan pengembangan Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
wilayah?
Menjelaskan manfaat SIG dalam pengolahan data kekayaan Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
sumber daya alam!
Menjelaskan manfaat SIG dalam mitigasi bencana? Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
INSTRUMEN TES TERTULIS

Pendidikan : SMA Negeri 1 Pagai Selatan


Satuan Mata Pelajaran : Geografi
Kelas :X
Kompetensi dasar : 3.3. Pemanfaatan Peta, Pengindraan Jauh, dan SIG

Soal Uraian.
1. Jelaskan manfaat SIG dalam bidang perencanaan pembangunan?
2. Jelaskan manfaat SIG dalam bidang perencanaan wilayah dan kota
3. Jelaskan bagaimana peran SIG dalam perencanaan pengembangan wilayah?
4. Jelaskan manfaat SIG dalam pengolahan data kekayaan sumber daya alam!
5. Jelaskan manfaat SIG dalam mitigasi bencana?

Kunci Jawaban Latihan Soal

No Jawaban Skor
1. Perencanaan pembangunan dengan memanfaatkan SIG dapat dilakukan dengan analisis peta- 5
peta tematik untuk mengetahui kemampuan lahannya. Sebagai contoh perencanaan
pembangunan terminal bus dapat memanfaatkan peta jaringan jalan, peta tata guna lahan,
peta kepadatan penduduk, peta trayek angkutan dan peta harga tanah. Analisis yang dapat
digunakan ialah analisis klasifikasi dan analisis overlay.
2 1. Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi. 5
2. Untuk pendataan pajak bumi dan bangunan
3. Untuk pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan.
4. Untuk pendataan dan pengembangan permukiman penduduk, kawasan industri, sekolah,
rumah sakit, sarana hiburan dan rekreasi serta perkantoran.
5. Mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya.
6. Mengetahui potensi dan persebaran penduduk.
7. Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam, misalnya minyak bumi,
batubara, emas, besi dan barang tambang lainnya.
8. Untuk mengetahui persebaran penggunaa lahan.
9. Untuk pengawasan daerah bencana alam.
3 Manfaat SIG dalam bidang perencanaan wilayah dan kota diantaranya adalah sebagai berikut: 5
a) Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi.
b) Untuk pendataan pajak bumi dan bangunan
c) Untuk pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan.
d) Untuk pendataan dan pengembangan pemukiman penduduk, kawasan industri, sekolah,
rumah sakit, sarana hiburan dan rekreasi serta perkantoran.
e) Untuk mengetahui persebaran penggunaan lahan.
4 Manfaat SIG dalam persebaran Sumber daya alam 5
a. Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam.
b. Untuk mengetahui persebaran kawasan lahan. Misalnya :
c. Pemetaan geologi yang digunakan untuk kepentingan eksplorasi
penanggulangan bencana alam
d. Pemantauan daerah pasang surut guna mengembangkan lokasi pertanian atau kepentingan
lain
e. Pemetaan kesuburan tanah yang sangat diperlukan bagi usaha pertanian
5 Manfaat SIG dalam mitigasi bencana: 5
a. Menghitung luas wilayah yang terkena bencana alam
b. Mengantisipasi datangnya bencana alam selanjutnya
c. Merencanakan pembangunan kembali daerah setelah bencana
d. Memprediksi dampak bencana
e. Pemetaan daerah rawan bencana

Total skor 25

Nilai:
(Skor yang kalian diperoleh / jumlah total skor) x 100
A. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal), atau
tutor sebaya, atau penugasan dan diakhiri dengan tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial belum
mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk penugasan tanpa tes
tertulis kembali.

PROGRAM REMIDI
Sekolah :
SMA N 1 Pagai Selatan
Kelas/Semester :
XII/ 2 (Genap)
Mata Pelajaran :
Geografi
Ulangan Harian Ke ……………………………………………..
:
Tanggal Ulangan Harian ……………………………………………..
:
Bentuk Ulangan Harian ……………………………………………..
:
Materi Ulangan Harian ……………………………………………..
:
(KD / Indikator) ……………………………………………..
:
KKM ……………………………………………..
:
Bentuk
Nama Nilai Indikator yang Nilai Setelah
No Tindakan Ket.
Peserta Didik Ulangan Belum Dikuasai Remedial
Remedial
1
2
3
4
5
6
dst
B. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut:
- Siwa yang mencapai nilai n(ketuntasan)  n  n(maksimum) diberikan materi
masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
- Siwa yang mencapai nilai n  n(maksimum) diberikan materi melebihi cakupan
KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.

PROGRAM PENGAYAAN
Sekolah : SMAN 1 Pagai Selatan
Kelas/Semester : XII/ 2 (Genap)
Mata Pelajaran : Geografi
Bentuk Pengayaan : ……………………………………………..
Materi Pengayaan : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..

Pada penilaian pengayaan guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena
telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal
pengayaan sebagai berikut:
1. Membaca buku-buku tentang Pemanfaatan peta, pengindraan jauh, dan SIG.
2. Mencari informasi secara online tentang artikel Pemanfaatan pengindraan jauh
3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online pengindraan jauh
3. Lembar Penilaian Keterampilan

Lembar Penilaian Kegiatan Diskusi

Menyampaikan Mempertahankan
Mananggapi Jumlah
No Nama Siswa Pendapat Argumentasi Nilai
skors
1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11
Rubrik :

Menyampaikan pendapat :
1 = tidak sesuai masalah
2 = sesuai dengan masalah, tetapi belum benar
3 = sesuai dengan masalah dan benar

Menanggapi pendapat :
1 = langsung setuju atau manyanggah tanpa alasan.
2 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar, tetapi tidak sempurna.
3 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar.
4 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar dengan didukung referensi.

Mempertahankan pendapat :
1 = tidak dapat mempertahankan pendapat.
2 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang kurang benar.
3 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang benar tetapi tidak
didukung referensi.
4 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang benar dan didukung
referensi

Nilai:
(Skor yang diperoleh / jumlah total skor) x 100

Anda mungkin juga menyukai