RPP Geo
RPP Geo
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
Salam, Do’a dan Absensi
Melakukan apersepsi
Menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Inti
Peserta didik diberikan stimulant berupa gambar tentang vulkanisme dan tektonisme
Setelah melihat gambar, peserta didik diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya
Setiap peserta didik mencari penjelasan sesuai tema pada buku teks, modul dan internet
Peserta didik diminta untuk membuat peta konsep vulkanisme dan tektonisme
Peserta didik menghubungkan teori vulkanisme dan tektonisme dengan contoh- contoh fenomena
dalam kehidupan sehari-hari melalui jurnal, artikel, berita dll.
Setiap peserta didik membuat ringkasan tentang materi yang dipelajari
Hasil kerja ringkasan dikumpulkan
Guru menyelaraskan kesimpulan dan materi
Kegiatan Penutup
Menyimpulkan materi pembelajaran dan melakukan refleksi
Menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya dan pemberian tugas mandiri
Doa dan salam
Penilaian Pembelajaran
Penilaian Sikap (Spiritual dan Sosial) dengan jurnal, observasi
Penilaian Pengetahuan (Penugasan) dengan test tertulis
Penilaian Keterampilan (Praktek/Unjuk kerja)
Lampiran
TENAGAGEOLOGIDAN PENGARUHNYATERHADAP KEHIDUPAN
a. Tenaga Endogen
Proses endogen merupakan dinamika di dalam litosfer sebagai akibat proses fisika
dan kimia, berupa tekanan terhadap lapisan- lapisan batuan pembentuk litosfer atau
aktivitas magma. Tenaga endogen berupa tekanan yang arahnya vertikal dapat
mengakibatkantonjolan di permukaan Bumi seperti kubah, sedangkan yang arahnya
mendatar mengakibatkan lipatan-lipatan muka Bumi (jalur pegunungan lipatan), retakan
bahkan pematahan lapisan-lapisan litosfer sehingga terbentuk sesar.
Sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa, Secara umum proses endogen dapat
dibedakan menjadi tiga, yaitu, tektonisme, vulkanisme, dan Seisme (gempa bumi). Ketiga
tenaga tersebut sebenarnya merupakan rangkaian proses alamiah yang saling berhubungan
satu sama lain, yang dapat dijelaskan oleh salah satu teori dinamika Bumi yang dikenal
dengan Teori Tektonik Lempeng (Plate Tectonic Theory).
1. Tektonisme
Tektonisme adalah tenaga dari dalam bumi yang mengakibatkan perubahan letak
(dislokasi) atau perubahan bentuk (deformasi) kulit bumi. Sebagaimanakita ketahui
bahwa permukaan bumi terbentuk dari lapisan batuan yang disebut kulit bumi atau
litosfer. Kulit bumi mempunyai ketebalan relatif sangat tipis, sehingga mudah pecah-
pecah menjadi potongan-potongan kulit bumi yang tak beraturan yang disebut lempeng
tektonik. Lempeng-lempeng tektonik ini terus bergerak, baik secara horizontal maupun
vertikal karena pengaruh arus konveksi dari lapisan di bawahnya (astenosfer).
Berdasarkan luas dan waktu terjadinya, gerakan tektonisme dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu gerak epirogenetik dan gerak orogenetik.
a) Gerak Epirogenetik.
Gerak epirogenitik adalah gerak atau pergeseran lapisan kerak bumi yang relatif
lambat dan berlangsung dalam waktu yang lama, serta meliputi daerah yang luas.
Contoh: penenggelaman benua Gondwana menjadi Sesar Hindia. Gerak epirogenitik
dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut:
1) Epirogenitik positif, yaitu gerak turunnya daratan sehingga kelihatannya permukaan
air laut yang naik. Contoh: Turunnya pulau-pulau di Indonesia bagian timur
(Kepulauan Maluku dari pulau-pulau barat daya sampai ke pulau Banda).
2) Epirogenitik negatif, yaitu gerak naiknya daratan sehingga kelihatannya permukaan
air yang turun. Contoh: naiknya Pulau Buton dan Pulau Timor. Perhatikan Gambar
di bawah ini!
b) Gerak orogenetik,
Gerak orogenetik ialah gerak atau pergeseran lapisan kerak bumi yang relatif cepat
dan berlangsung dalam waktu yang singkat dibanding gerak epirogenitik, serta meliputi
daerah yang sempit. Gerak orogenitik sering disebut sebagai proses pembentukan
pegunungan. Contoh: pembentukan pegunungan- pegunungan yang ada di bumi ini, seperti
Pegunungan Andes, Rocky Mountain, Sirkum Mediterania, dan sebagainya.
Gerak orogenetik menyebabkan tekanan horizontal dan vertikal di kulit bumi,
yang mengakibatkan terjadinya dislokasi atau berpindah-pindahnya letak lapisan kulit
bumi. Peristiwa ini dapat menimbulkan lipatan(folded process) dan patahan (foult
Process)
1) Proses lipatan (Folded process)
Proses lipatan (Folded process)yaitu suatu bentuk kulit bumi berbentuk lipatan
(gelombang) yang terjadi karena adanya tenaga endogen yang arahnya mendatar dari
dua arah berlawanan, sehingga lapisan-lapisan batuan di sekitarnya terlipat dan
membentuk puncak lipatan (antiklin) serta lembah lipatan (sinklin). Fenomena ini dapat
Kalian saksikan apabila melewati jalan yang menerobos dua bukit, maka nampak pada
sisi kiri kanan jalan singkapan kerak bumi berupa lapisan bergelombang, ada bagian
yang naik dan adapula
yang turun. Itulah salah satu gejala [Link] terbentuk beberapa puncak lipatan
disebut antiklinorium dan beberapa lembah lipatan disebut sinklinorium.
Bagian yang mengalami pemerosotan ini dinamakan graben (slenk), sedangkan bagian
yang naik membentuk punggung (puncak) patahan yang disebut horst.
(a) Patahan akibat dua tekanan yang arahnya bersifat horizontal dan saling
menjauh. Pada kasus ini, dua buah tekanan yang arahnya mendatar dan
menjauh satu sama lain mengakibatkan adanya retakan yang cukup besar pada
lapisan-lapisan batuan. Salah satu massa batuan yang telah retak itu mengalami
pemerosotan membentuk lembah patahan atau graben.
(b) Patahan akibat tekanan yang arahnya vertikal. Adakalanya tenaga endogen yang
bekerja pada lapisan litosfer arahnya vertikal dalam waktu yang relatif cepat.
Bagian yang mengalami tekanan akan membumbung disertai dengan retakan-
retakan. Karena adanya gaya berat, salah satu dari massa batuan akan
mengalami penurunan lokasi membentuk graben, sedangkan bagian lainnya
membentuk horst.
(c) Patahan akibat dua tekanan horizontal yang berlawanan arah.
Dalam pembahasan teori tektonik lempeng telah dipelajari bahwa jika terdapat
tenaga endogen yang bekerja pada lapisan litosfer dengan arah mendatar dan
saling berlawanan arah, akan terbentuk sesar mendatar (strike slip fault).
Gambar 6. (a) Graben, (b) Horst, dan (c) Strike Slip Foult(patahan mendatar)
Tenaga tektonisme akan berdampak pada banyak hal. Pergeseran kerak Bumi
mendorong terbentuknya berbagai jenis pegunungan dan cekungan sedimen. Terjadinya
tekanan, regangan, dan deformasi pada kerak Bumi (pengangkatan, amblesan, retakan,
patahan, serta lipatan) didukung dengan adanya gaya gravitasi Bumi akan menimbulkan
terjadinya erosi, longsoran, dan sedimentasi. Dari proses ini dapat menimbulkan bencana
alam yang mengakibatkan kerugian materiil, harta benda, bahkan nyawa.
Tahukah para siswa, bencana lain yang terjadi? Ya, gempa Bumi dan tsunami. Beberapa
dampak di atas dapat digolongkan sebagai dampak negatif. Selain itu juga timbul dampak
positif, meskipun sering tidak disadari oleh banyak orang. Kantong- kantong minyak dan gas
alam banyak ditemukan di lipatan-lipatan dan sesar-sesar batuan yang kondisinya
menguntungkan. Salah satunya terdapat di sisi utara maupun selatan rangkaian pegunungan
yang melintasi Pulau Jawa.
2. Vulkanisme
Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan keluarnya magma ke
permukaan bumi. Peristiwa vulkanisme berhubungan dengan pembentukan gunungapi,
yaitu pergerakan magma dari dalam litosfera yang menyusup kelapisan yang lebih atas
atau sampai ke permukaan bumi. Di dalam litosfer, magma menempati suatu kantong
yang dinamakan dapur magma (Batholit). Kedalaman dan besar dapur magma itu sangat
bervariasi. Ada dapur magma yang letaknya sangat dalam dan ada pula yang dekat
dengan permukaan bumi. Perbedaan letak ini merupakan penyebab perbedaan kekuatan
letusan yang terjadi. Pada umumnya, dapur magma yang dalam menimbulkan letusan yang
lebih kuat daripada yang letaknya dangkal.
Magma dapat diartikan sebagai bahan-bahan silikat pijar yang terdiri atas bahan
padat (batuan), cairan, dan gas yang berada di dalam lapisan kulit bumi (litosfer).
Berbagai macam gas yang terkandung dalam magma antara lain uap air,
Oksida Belerang (SO2), Gas Hidrokarbon atau Asam Klorida (HCL), Gas Hidrosulfat atau
Asam Sulfat (H2SO4). Aktivitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan
banyaknya gas yang terkandung di dalamnya.
Ada dua bentuk gerakan magma yang berhubungan dengan vulkanisme, yaitu
intrusi dan ekstrusi magma.
a. Intrusi Magma
Intrusi magma yaitu terobosan magma ke dalam lapisan-lapisan litosfera, tetapi
tidak sampai ke permukaan bumi. Intrusi magma dapat dibedakan menjadi lima, antara
lain:
1. Batholit, yaitu dapur magma.
2. Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), yaitu magma yang menyusup di antara dua lapisan
batuan, mendatar dan pararel dengan lapisan batuan tersebut.
3. Lakolit, yaitu magma yang menerobos di antara lapisan bumi paling atas. Bentuknya seperti
lensa cembung atau kue serabi.
4. Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup danmembeku di sela-sela lipatan
(korok).
5. Diatrema adalah lubang (pipa) di antara dapur magma dan kepundan gunungapi yang bentuknya
seperti silinder memanjang.
Perhatikan gambar berikut!
b. Ekstrusi Magma
Ekstrusi magma, yaitu proses keluarnya magma dari dalam bumi sampai di atas
kepermukaan bumi. Materi hasil ekstrusi magma dapat berupa:
1) Lava, yaitu magma yang keluar sampai ke permukaan bumi dan mengalir ke permukaan
bumi.
2) Lahar, yaitu material campuran antara lava dengan materi-materi yangada di
permukaan bumi berupa pasir, kerikil, debu, dan lain-lain denganair sehingga
membentuk lumpur.
3) Eflata dan piroklastika yaitu material padat berupa bom, lapili, kerikil,dan debu
vulkanik.
4) Ekhalasi (gas) yaitu material berupa gas asam arang seperti fumarole (sumber uap air
dan zat lemas), solfatar (sumber gas belereng), dan mofet (gas asam arang).
Ekstrusi identik dengan erupsi atau letusan gunungapi yang dapat di bedakan
menjadi dua, yaitu erupsi efusif dan erupsi eksplosif.
1) Erupsi efusif, yaitu erupsi berupa lelehan lava melalui retakan atau rekahanatau
lubang kawah suatu gunungapi.
2) Erupsi eksplosif, yaitu erupsi berupa ledakan dengan mengeluarkan bahan- bahan
padat (Eflata/Piroklastika) berupa bom, lapili, kerikil, dan debu vulkanik bersama-
sama dengan gas dan fluida.
Menurut tempat keluarnya magma, erupsi dapat dibedakan menjadi tiga, yakni:
1) Erupsi linear, yaitu peristiwa keluarnya magma melalui celah atau retakan yang
memanjang, sehingga membentuk deretan gunungapi.
2) Erupsi areal, yaitu letusan yang terjadi jika letak magma dekat dengan permukaan
bumi, kemudian magma membakar dan melelehkan lapisanbatuan yang berada di
atasnya sehingga membentuk lubang yang besardi permukaan bumi.
3) Erupsi sentral, jika letusan yang terjadi keluar melalui sebuah lubang yang membentuk
gunungapi yang terpisah-pisah.
Gambar 9. Erupsi Sentral (Sumber: Ani Anjani, Geografi X, halaman 91) Erupsi
d) Gunungapi maar, merupakan hasil erupsi eksplosif yang tidak terlalu kuat dan
hanya sekali saja. Contohnya, Gunung Lamongan Jawa Timur dengan kawahnya
Klakah.
Berdasarkan kekentalan magma, tekanan gas, kedalaman dapur magma, dan material
yang dikeluarkannya, letusan gunung api dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu:
a) Letusan Tipe Hawaii
Tipe hawaii terjadi karena lava yang keluar darikawah sangat cair, sehingga mudah
mengalir ke segala arah. Sifat lava yang sangat cair ini menghasilkan bentuk seperti
perisai atau tameng. Contoh: Gunung Maona Loa, Maona Kea, dan Kilauea di Hawaii.
b) Letusan Tipe Stromboli
Letusan tipe ini bersifat spesifik, yaituletusan-letusannya terjadi dengan interval atau
tenggang waktu yang hampir sama. Gunung api stromboli di Kepulauan Lipari
tenggang waktu letusannya ± 12 menit. Jadi, setiap ±12 menit terjadi letusan yang
memuntahkan material, bom, lapili, dan abu. Contoh gunung api bertipe stromboli
adalah Gunung Vesuvius (Italia) dan Gunung Raung (Jawa).
c) Letusan Tipe Vulkano
Letusan tipe ini mengeluarkan material padat ,seperti bom, abu, lapili, serta bahan-
bahanpadat dan cair atau lava. Letusan tipe inididasarkan atas kekuatan erupsi dan
kedalaman dapur magmanya. Contoh: Gunung Vesuvius dan Etna di Italia, serta
Gunung Semeru di Jawa Timur.
d) Letusan Tipe Merapi
Letusan tipe ini mengeluarkan lava kental sehingga menyumbat mulut kawah.
Akibatnya, tekanan gas menjadi semakin bertambah kuat dan memecahkan
sumbatan lava. Sumbatan yang pecah-pecah terdorong ke atas dan akhirnya
terlempar keluar. Material ini menuruni lereng gunung sebagai ladu atau
gloedlawine. Selain itu, terjadi pula awan panas (gloedwolk) atau sering disebut wedhus
gembel. Letusan tipe merapi sangat berbahaya bagi penduduk di sekitarnya.
e) Letusan Tipe Perret atau Plinian
Letusan tipe ini sangat berbahaya dan sangat merusaklingkungan. Material yang
dilemparkan pada letusan tipe ini mencapai ketinggian sekitar 80 km. Letusan tipe
inidapat melemparkan kepundan atau membobol puncak gunung, sehingga dinding
kawah melorot. Contoh: Gunung Krakatau yang meletus pada tahun 1883 dan St. Helens
yang meletus pada tanggal 18 Mei 1980.
f) Letusan Tipe Pelee
Letusan tipe ini biasa terjadi jika terdapat penyumbatan kawah di puncak gunung api
yang bentuknya seperti jarum, sehingga menyebabkan tekanan gas
menjadi bertambah besar. Apabila penyumbatan kawah tidak kuat, gunung tersebut
meletus.
g) Letusan Tipe Sint Vincent
Letusan tipe ini menyebabkan air danau kawah akan tumpah bersama lava. Letusan
ini mengakibatkan daerah di sekitar gunung tersebutakan diterjang lahar panas yang
sangat berbahaya. Contoh: Gunung Kelud yangmeletuspada tahun 1919 dan Gunung
Sint Vincent yang meletus pada tahun 1902.
Selain gunung api yang dihasilkan dari aktivitas ekstrusi magma, ada beberapa
fenomena alam lain yang terbentuk dariproses lanjutan atau pasca vulkanisme.
Kenampakan tersebut antara lain kaldera, danau kaldera, plato lava, geyser, dan kolam
lumpur.
a) Sumbat Lava
Kenampakan ini terjadi ketika lava yang padat dalam pipavulkanik yang padam
menjadi massa yang [Link] waktu kemudian, bagian dari kerucut
vulkanik yang terdiri atas materi yang kurang resistan menjadilapuk dan terkikis,
yang tertinggal hanya sumbat lava. Ukuran sumbat lava ini bisa sangat besar hingg
menyerupai bukit. Salah satu contohnya yaitu Menara Setan di Wyoming, USA.
b) Kaldera dan Danau Kaldera
Kaldera adalah cekungan besar yang ada di puncak gunung. Kenampakan ini terjadi
akibat letusan yang sangat dahsyat dan meninggalkan lubang yang besar. Jika lubang
ini kemudian terisi air akan membentuk danau kaldera.
c) Plato Lava
Kenampakan ini terjadi karena magma yang keluar bersifatencer, sehingga mampu
menyebar dan membentuk hamparan lava yang luas dan lama- kelamaan secara
perlahan lava ini membeku hingga membentuk suatu dataran tinggi yang disebut
plato.
d) Geyser dan Mata Air Panas
Di kawasan vulkanik, air tanah bisa dipanaskan olehmagma. Air yang terpanaskan ini
bisa muncul kepermukaan dengan tenaga eksplosif, inilah yang disebut geyser. Jika
air ini keluar melalui aliran air di celahbatuan, terbentuklah mata air panas. Sedangkan
geyser merupakan air panas yang memancar secara periodik.
Keberadaan gunung berapi di suatu daerah, selain menimbulkan dampaknegatif
berupa bencana, seperti letusan, gas beracun dan tanah longsor yangselalu mengancam
penduduk sekitarnya, ternyata dapat pula membawa
dampak positif berupa manfaat yang sangat besar bagi kehidupan, antara lain sebagai
berikut:
1) Sebagai sumber energi, sebab sumber panas dari gunung berapi dapat dijadikan
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) seperti yang terdapat di Gunung
Kamojang di Jawa Barat dan Gunung Dieng di Jawa Tengah.
2) Sebagai sumber mineral dan bahan galian, seperti intan, timah, tembaga, belerang, dan
batu apung.
3) Sebagai obyek wisata dan olahraga, misalnya hiking, climbing, layang gantung, dan
bersepeda gunung.
4) Sebagai daerah pertanian yang subur, hal ini disebabkan material yang dikeluarkan
oleh gunung berapi banyak mengandung unsur dan mineral yang dapat membuat
tanah d sekitarnya menjadi subur dan mengalamiperemajaan.
5) Sebagai daerah hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi karena adanya penghalang
berupa gunung atau pegunungan, sehingga daerah gunungberapi merupakan tempat
yang berfungsi hidrologis bagi daerah sekitarnya.
6) Sebagai sumber plasma nutfah, karena variasi ketinggian secara vertikaldari gunung
berapi dapat mengakibatkan plasma nutfah yang hidup menjadi sangat bervariasi pula.
Lampiran Penilaian
1. Lembar Penilaian Sikap
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
dst
2. Lembar Penilaian Pengetahuan
KISI-KISI SOAL
Rubrik
No Teknik Bentuk Instrumen
No Aspek IPK Penilaian/ Kunci
IPK Penilaian penilaian Penilaian
Jawaban
1 Pengetahuan 3.5.4 Menjelaskan tenaga geologi! Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
3.5.5 Menjelaskan pengaruh gerak Epirogenitik negatif terhadap Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
perubahan bentuk muka bumi!
Menjelaskan perbedaan antara Antiklinal dan Sinklinal Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
3.5.6 Menyebutkan 4 manfaat dari adanya gunung api! Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
INSTRUMEN TES TERTULIS
Soal Uraian.
1. Tuliskan uraian konsep tenaga geologi dengan jelas!
2. Jelaskan pengaruh gerak Epirogenitik negatif terhadap perubahan
bentuk muka bumi!
3. Jelaskan perbedaan antara Antiklinal dan Sinklinal
4. Sebutkan 4 manfaat dari adanya gunung api!
Kunci Jawaban
No Jawaban Skor
1
Tenaga geologi adalah tenaga yang mempengaruhi terbentuknya muka
bumi baik yang berasal dari dalam maupun luar bumi. Secara umum 5
tenaga geologi terbagi menjadi dua, yaitu tenaga endogen dan tenaga
eksogen. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi.
Sedangkan tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar
permukaan bumi. tenaga endogen adalah tenaga awal yang membentuk
relief permukaan bumi daratan dan lautan, dapat berupa tektonisme,
vulkanisme, dan seisme (gempabumi). Sedangkan Tenaga eksogen dapat
dikatakan sebagai tenaga yang mengubah bentuk permukaan bumi yang
sebelumnya telah dibentuk oleh tenaga endogen. Tenaga eksogen bekerja
di atas permukaan bumi, berupa pelapukan, erosi, masswasting, dan
sedimentasi.
2 Epirogenitik negatif, yaitu gerak naiknya daratan sehingga kelihatannya
permukaan air yang turun. Hal ini mengakibatkan beberapa pulau
mengalami kenaikan sehingga ketinggian daratannya bertambah.
Bertambahnya ketinggian suatu tempat akan mengakibatkan suhu udara
di tempat tersebut makin tinggi. Jenis tanaman yang tumbuh akan 5
menyesuaikan dengan tinggi tempat itu. Contoh: naiknya Pulau Buton
dan Pulau Timor.
3 Antiklinal adalah hasil proses pelipatan batuan berupa puncak lipatan
atau gelombang lipatan. Sedangkan Sinklinal adalah hasil proses pelipatan
batuan berupa lembah. Apabila terbentuk beberapa puncak lipatan
disebut antiklinorium dan beberapa lembah lipatan disebut sinklinorium. 5
4 Manfaat Gunung api diantaranya ialah:
1) Sebagai sumber energi, sebab sumber panas dari
gunung berapi dapat dijadikan Pembangkit Listrik
Tenaga Panas Bumi (PLTPB). 5
2) Sebagai sumber mineral dan bahan galian.
3) Sebagai obyek wisata dan olahraga.
4) Sebagai daerah pertanian yang subur.
5) Sebagai daerah hujan orografis.
6) Sebagai sumber plasma nutfah.
Skor 20
Skor erolehan
Nilai erolehan
skor maksimal
LKPD
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
.......................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
......................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
......................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
......................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
......................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
......................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
......................................
Tektonisme Vulkanisme
Berdasarkan pengertian
Berdasarkan penyebab
Berdasarkan jenis
PROGRAM REMIDI
Sekolah :
SMA N 1 Pagai Selatan
Kelas/Semester :
X/ 1 (Genap)
Mata Pelajaran :
Geografi
Ulangan Harian Ke ……………………………………………..
:
Tanggal Ulangan Harian ……………………………………………..
:
Bentuk Ulangan Harian ……………………………………………..
:
Materi Ulangan Harian ……………………………………………..
:
(KD / Indikator) ……………………………………………..
:
KKM ……………………………………………..
:
Indikator Bentuk
Nama Nilai Nilai Setelah
No yang Belum Tindakan Ket.
Peserta Didik Ulangan Remedial
Dikuasai Remedial
1
2
3
4
5
6
dst
B. Pengayaan
a. Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut:
- Peserta didik yang mencapai nilai n(ketuntasan) n n(maksimum)
diberikan materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai
pengetahuan tambahan
- Peserta didik yang mencapai nilai n n(maksimum) diberikan materi melebihi
cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
PROGRAM PENGAYAAN
Pada penilaian pengayaan guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah
mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan
sebagai berikut:
1. Membaca buku-buku tentang tenaga Endogen.
2. Mencari informasi secara online tentang artikel letusan gunung api
3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang akibat dari tenaga
endogen
3. Lembar Penilaian Keterampilan
Mempertahan
Menyampaik
Mananggapi kan Jumlah
No Nama Siswa an Pendapat Nilai
Argumentasi skors
1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11
Rubrik :
Menyampaikan pendapat :
1 = tidak sesuai masalah
2 = sesuai dengan masalah, tetapi belum benar
3 = sesuai dengan masalah dan benar
Menanggapi pendapat :
1 = langsung setuju atau manyanggah tanpa alasan.
2 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar, tetapi tidak sempurna.
3 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar.
4 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar dengan didukung referensi.
Mempertahankan pendapat :
1 = tidak dapat mempertahankan pendapat.
2 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang kurang benar.
3 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang benar tetapi tidak
didukung referensi.
4 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang benar dan didukung
referensi
Skor erolehan
Nilai
skor maksimal
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (20’)
1. Memberi salam, berdo’a dan mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan;
2. menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
3. menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan; dan
4. menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.
C. PENILAIAN
KUALITASPENDUDUK
Kualitas penduduk adalah tingkatkehidupan penduduk yang berkaitan dengan kemampuan dalam
pemenuhan kebutuhan seperti pangan, sandang, perumahan, kesehatan, pendidikan. Manusia selalu
senantiasa berusaha untuk memperbaiki kualitas hidupnya, Salah satunya adalah dengan meningkatkan
kualitas pendidikan, kesehatan, mata pencaharian, dan lain-lain.
a. Kualitas Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
Pengelompokan Penduduk berdasarkan pendidikan dapat dikategorikan atas penduduk tidak sekolah,
tidak tamat SD, tamat SD, tamat SMP, tamat SMA, dan tamat Akademi/Perguruan Tinggi. Tingkat pendidikan
di Indonesia selalu megalami kemajuan, namun jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia,
pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh :
1) Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnyapendidikan.
2) Rendahnya pendapatanmasyarakat.
3) BelummeratanyasaranapendidikandiseluruhwilayahIndonesia.
Berdasarkan fenomena tersebut, pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan
pendidikan di Indonesia, seperti :
1) Menambah dan meningkatkan kualitas guru
2) Melaksanakan program wajib belajar dan orang tua asuh
3) Membangun sekolah di daerah yang kurang jumlah sekolahnya
4) Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi atau memerlukan
5) Mengadakan perbaikan dan penambahan sarana dan prasarana sekolah
Rubrik
No Teknik Bentuk Instrumen
No Aspek IPK Penilaian/ Kunci
IPK Penilaian penilaian Penilaian
Jawaban
1 Pengetahuan 3.5.4 Menjelaskan mobilitas penduduk! Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
Menjelaskan perbedaan mobilitas vertikal dan Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
horizontal!
Menjelaskan macam-macam migrasi internasional! Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
Menjelaskan macam-macam migrasi nasional! Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
3.5.5 Menjelaskan upaya-upaya yang dapat dilakukan Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
pemerintah untuk meningkatkan masalah tenaga
kerja
INSTRUMEN TES TERTULIS
Soal Uraian.
1. Jelaskan mobilitas penduduk!
2. Jelaskan perbedaan mobilitas vertikal dan horizontal!
3. Jelaskan macam-macam migrasi internasional!
4. Menjelaskan macam-macam migrasi nasional!
5. Menjelaskan upaya-upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan masalah tenaga
kerja!
No Jawaban Skor
1. Mobilitas penduduk merupakan perpindahan penduduk dari suatu wilayah (geografis) ke wilayah lain dalam jangka 5
waktu tertentu. Dengan kata lain Mobilitas penduduk adalah gerak perpindahan penduduk dari satu unit geografis
(wilayah) ke dalam unit geografis lainnya. Mobilitas penduduk menjadi kajian yang penting karena dapat mencerminkan
aktivitas masyrakat dalam suatu negara, yang memiliki peranan dalam proses modernisasi.
2 1) Mobilitas Vertikal adalah semua gerakan penduduk dalam usaha perubahan status sosial. Contohnya, seorang 5
buruh tani yang berganti pekerjaan menjadi pedagang termasuk gejala perubahan status sosial. Begitu pula, seorang
dokter gigi beralih pekerjaan menjadi seorang aktor film juga termasuk mobilitas vertikal. sedangkan
2) Mobilitas Horizontal adalah semua gerakan penduduk yang melintas batas wilayah tertentu dalam periode waktu
tertentu. Batas wilayah yang umumnya adalah batas adminitrasi, seperti provinsi, kabupaten, kecamatan,
kelurahan. Mobilitas horizontal dibagi menjadi dua, yaitu mobilitas permanen dan mobilitas non permanen.
3 Emigrasi, merupakan suatu kejadian keluarnya penduduk dari suatu negara menuju ke negara yang lain dengan 5
tujuan untuk menetap (bermukim) di negara yang dituju tersebut. Penduduk yang melakukan emigrasi
disebut emigran.
Imigrasi, merupakan masuknya penduduk ke suatu negara yang berasal dari negara yang lain dengan
tujuan untuk bermukim (menetap) di negara yang didatangi. Penduduk yang melakukannya disebut imigran
Remigrasi (Repatriasi), merupakan perpindahan penduduk untuk kembali lagi ke tempat asal (tanah
airnya). Contohnya, orang Indonesia sejak tahun 1990 bermukim di Singapura pada tahun 2020 kembali lagi
untuk pulang dan menetap selamanya di Indonesia.
4 Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya menuju ke daerah yang lebih 5
jarang penduduknya dalam satu wilayah negara.
Urbanisasi, merupakan suatu perpindahan penduduk dari desa ke kota besar atau kota kecil ke kota besar.
Ruralisasi, merupakan penduduk dari kota ke desa untuk menetap di desa. Rulasisasi biasanya terjadi karena
kesempatan kerja di kota sangat sempit.
5 1) Meningkatkan keterampilan tenaga kerja melalui program melalui Kartu Pra Kerja, 5
2) Mengadakan program hubungan dan perlindungan tenaga kerja
3) Mengurangi pengangguran di daerah berpenduduk padat, miskin dan rawan terhadap bencana alam,
misalnya pembangunan desa
4) Meningkatkan penyaluran, penyebaran, dan pemanfaatan tenaga kerja
5) Program Penggunaan dan Penyebaran Tenaga Kerja (PPTK), Bursa Tenaga Kerja, dan lain-lain.
Total skor 25
Nilai:
(Skor yang diperoleh / jumlah total skor) x 100
A. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal), atau tutor
sebaya, atau penugasan dan diakhiri dengan tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial belum
mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk penugasan tanpa tes tertulis
kembali.
PROGRAM REMIDI
PROGRAM PENGAYAAN
Sekolah : SMAN 1 Pagai Selatan
Kelas/Semester : XI/ 1 (Genap)
Mata Pelajaran : Geografi
Bentuk Pengayaan : ……………………………………………..
Materi Pengayaan : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..
Pada penilaian pengayaan guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena
telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal
pengayaan sebagai berikut:
1. Membaca buku-buku tentang mobilitas penduduk.
2. Mencari informasi secara online tentang artikel mobilitas penduduk
3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online mobilitas penduduk
3. Lembar Penilaian Keterampilan
Menyampaika Mempertahanka
Mananggapi Jumlah
No Nama Siswa n Pendapat n Argumentasi Nilai
skors
1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11
Rubrik :
Menyampaikan pendapat :
1 = tidak sesuai masalah
2 = sesuai dengan masalah, tetapi belum benar
3 = sesuai dengan masalah dan benar
Menanggapi pendapat :
1 = langsung setuju atau manyanggah tanpa alasan.
2 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar, tetapi tidak sempurna.
3 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar.
4 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar dengan didukung referensi.
Mempertahankan pendapat :
1 = tidak dapat mempertahankan pendapat.
2 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang kurang benar.
3 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang benar tetapi tidak
didukung referensi.
4 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang benar dan didukung
referensi
Nilai:
(Skor yang diperoleh / jumlah total skor) x 100
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (15’)
1. Memberi salam, berdo’a dan mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan;
2. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
3. Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan; dan
4. Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.
C. PENILAIAN
Sumber: [Link]
3. Analisis Networking
Proses ini berupa analisis yang bertitik tolak pada jaringan yang terdiri dari garis-garis dan
titik-titik yang saling terhubung. Analisis ini seringkali dipakai
dalam berbagai bidang misalnya sistem jaringan telepon, kabel listrik, pipa minyak atau gas,
pipa air minum atau saluran pembuangan.
4. Analisis Buffering
Analisis ini menghasilkan sebuah penyangga yang bisa berbentuk lingkaran atau poligon
yang melingkupi suatu objek sebagai pusatnya sehingga kita bisa mengetahui berapa parameter
objek dan luas wilayahnya. Buffering misalnya dapat digunakan untuk menentukan jalur hijau
kota, menggambarkan Zona Ekonomi Ekslusif suatu negara, mengetahui luas daerah tumpahan
minyak di laut atau untuk menentukan lokasi pasar.
5. Tiga Dimensi
Analisis ini sering digunakan untuk memudahkan pemahaman karena data keruangan
divisualisasikan dalam bentuk tiga dimensi menyerupai bentuk sebenarnya. Penerapannya bisa
digunakan misalnya untuk menganalisi daerah yang rawan terkena aliran lava jika gunung api
akan meletus.
Kemampuan SIG dalam mengelola data spasial dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan,
antara lain berikut ini:
Secara garis besar SIG merupakan program komputer yang sangat bermanfaat dalam
bidang pariwisata hal penyajian informasi-informasi secara grafis. SIG dapat menyajikan suatu
data dengan jelas serta lengkap. Seiring dengan perkembangan teknologi pengolahan data
geografis, dalam SIG dimungkinkan penggabungan berbagai basis data dan informasi yang
dikumpulkan melalui peta, citra satelit, maupun survei lapangan. Dengan menggunakan
teknologi informasi yang telah berkembang dengan pesat, sebagian data dan informasi spasial
yang diperlukan dalam bidang pariwisata yang dapat dibangun dalam sebuah sistem informasi
yang berbasis pada koordinat geografis yang lebih dikenal dengan sebutan Sistem Informasi
Geografis (SIG).dengan lebih baik karena terbantu dengan fitur-fitur pengolahan dan penyajian
data yang dimiliki oleh aplikasi SIG yang baik.
b. Manajemen
Sebuah kegiatan operasi yang efisien membutuhkan sebuah keputusan yang akurat dan
tepat waktu. Misalnya mengetahui sedang berada dimanakah kendaraan atau aktivitas
penghantaran pada saat itu, memungkinkan untuk pendayagunaan aset secara optimal dan
penghematan. Kepuasan pelanggan, posisi yang bersaing, respons yang sigap, pendayagunaan
yang efektif, serta kemungkinan untuk menghasilkan keuntungan di berbagai kemungkinan
yang diraih.
c. Manajemen Transit
Perencanaa rute, pengiriman teknisi, analisa pelayanan, penaganan pemasaran dan
hubungan komunitas dan pola transit akan diperoleh keuntungan dengan cara melakukan
pemahaman sebaik-baiknya terhadap kendaraan transit, rute perjalanan dan fasilitas lokasi rute
perjalanan dapat dikelola secara langsung melalui database jaringan jalan dan dikaitkan
terhadap pusat kependudukan dan karyawan, seperti pada sistem database dan sebuah skedul.
Penggunaan SIG dalam rentang manajemen risiko bencana dari pembuatan Basis data,
inventori, overlay SIG yang paling sederhana hingga tingkat lanjut, analisis risiko , analisis untung
rugi, proses geologi, statistik spasial, matriks keputusan, analisis sensitivitas, proses geologi,
korelasi, auto korelasi dan banyak peralatan dan algoritma untuk pembuatan keputusan spasial yang
komplek lainnya. Sekali lagi dapat dikenali bahwa area dimana risiko dengan potensi bahayanya,
proses mitigasi dapat dimulai. SIG dapat digunakan dalam penentuan wilayah yang menjadi prioritas
utama untuk penanggulangan bencana berikut penerapan standar bangunan yang sesuai, untuk
mengidentifikasi struktur untuk retrofitting, untuk menentukan besarnya jaminan keselamatan
terhadap masyarakat dan bangunan sipil, untuk mengidentifikasi sumber bencana, pelatihan dan
kemampuan yang dimiliki secara spesifik terhadap bahaya yang dijumpai dan untuk mengidentifikasi
area yang terkena banjir serta relokasi korban ke tempat yang aman. Daerah yang paling rentan
terhadap bencana menjadi prioritas utama dalam melakukan tindakan mitigasi. Semua langkah-
langkah yang diambil bertujuan untuk menghindari bencana ketika diterapkan, langkah yang
berikutnya adalah untuk bersiap-siap menghadapi situasi jika bencana menyerang. Akibatnya
bagaimana jika atau pemodelan kapabilitas SIG telah memberi suatu gagasan yang ideal tentang
segala sesuatu yang diharapkan. SIG untuk kesiapsiagaan bencana adalah efektif sebagai sarana
untuk menentukan lokasi sebagai tempat perlindungan di luar zone bencana, mengidentifikasi rute
pengungsian alternatif yang mendasarkan pada scenario bencana yang berbeda, rute terbaik ke rumah
sakit di luar zona bencana itu, spesialisasi dan kapasitas rumah sakit dan lain-lain. SIG dapat
memberikan suatu perkiraan jumlah makanan, air, [obat/ kedokteran] dan lain lain misalnya untuk
penyimpanan barang atau logistik.
Lampiran Penilaian
1. Lembar Penilaian Sikap
Nama Peserta
No Kejadian/perilaku Butir sikap Positif/negatif Tindak lanjut
didik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
dst
2. Lembar Penilaian Pengetahuan
KISI-KISI SOAL
Rubrik
No Teknik Bentuk Instrumen
No Aspek IPK Penilaian/ Kunci
IPK Penilaian penilaian Penilaian
Jawaban
1 Pengetahuan 3.3.6 Menjelaskan manfaat SIG dalam bidang perencanaan Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
pembangunan?
Menjelaskan manfaat SIG dalam bidang perencanaan wilayah dan Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
kota
Menjelaskan peran SIG dalam perencanaan pengembangan Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
wilayah?
Menjelaskan manfaat SIG dalam pengolahan data kekayaan Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
sumber daya alam!
Menjelaskan manfaat SIG dalam mitigasi bencana? Tertulis Uraian Terlampir Terlampir
INSTRUMEN TES TERTULIS
Soal Uraian.
1. Jelaskan manfaat SIG dalam bidang perencanaan pembangunan?
2. Jelaskan manfaat SIG dalam bidang perencanaan wilayah dan kota
3. Jelaskan bagaimana peran SIG dalam perencanaan pengembangan wilayah?
4. Jelaskan manfaat SIG dalam pengolahan data kekayaan sumber daya alam!
5. Jelaskan manfaat SIG dalam mitigasi bencana?
No Jawaban Skor
1. Perencanaan pembangunan dengan memanfaatkan SIG dapat dilakukan dengan analisis peta- 5
peta tematik untuk mengetahui kemampuan lahannya. Sebagai contoh perencanaan
pembangunan terminal bus dapat memanfaatkan peta jaringan jalan, peta tata guna lahan,
peta kepadatan penduduk, peta trayek angkutan dan peta harga tanah. Analisis yang dapat
digunakan ialah analisis klasifikasi dan analisis overlay.
2 1. Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi. 5
2. Untuk pendataan pajak bumi dan bangunan
3. Untuk pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan.
4. Untuk pendataan dan pengembangan permukiman penduduk, kawasan industri, sekolah,
rumah sakit, sarana hiburan dan rekreasi serta perkantoran.
5. Mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya.
6. Mengetahui potensi dan persebaran penduduk.
7. Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam, misalnya minyak bumi,
batubara, emas, besi dan barang tambang lainnya.
8. Untuk mengetahui persebaran penggunaa lahan.
9. Untuk pengawasan daerah bencana alam.
3 Manfaat SIG dalam bidang perencanaan wilayah dan kota diantaranya adalah sebagai berikut: 5
a) Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi.
b) Untuk pendataan pajak bumi dan bangunan
c) Untuk pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan.
d) Untuk pendataan dan pengembangan pemukiman penduduk, kawasan industri, sekolah,
rumah sakit, sarana hiburan dan rekreasi serta perkantoran.
e) Untuk mengetahui persebaran penggunaan lahan.
4 Manfaat SIG dalam persebaran Sumber daya alam 5
a. Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam.
b. Untuk mengetahui persebaran kawasan lahan. Misalnya :
c. Pemetaan geologi yang digunakan untuk kepentingan eksplorasi
penanggulangan bencana alam
d. Pemantauan daerah pasang surut guna mengembangkan lokasi pertanian atau kepentingan
lain
e. Pemetaan kesuburan tanah yang sangat diperlukan bagi usaha pertanian
5 Manfaat SIG dalam mitigasi bencana: 5
a. Menghitung luas wilayah yang terkena bencana alam
b. Mengantisipasi datangnya bencana alam selanjutnya
c. Merencanakan pembangunan kembali daerah setelah bencana
d. Memprediksi dampak bencana
e. Pemetaan daerah rawan bencana
Total skor 25
Nilai:
(Skor yang kalian diperoleh / jumlah total skor) x 100
A. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal), atau
tutor sebaya, atau penugasan dan diakhiri dengan tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial belum
mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk penugasan tanpa tes
tertulis kembali.
PROGRAM REMIDI
Sekolah :
SMA N 1 Pagai Selatan
Kelas/Semester :
XII/ 2 (Genap)
Mata Pelajaran :
Geografi
Ulangan Harian Ke ……………………………………………..
:
Tanggal Ulangan Harian ……………………………………………..
:
Bentuk Ulangan Harian ……………………………………………..
:
Materi Ulangan Harian ……………………………………………..
:
(KD / Indikator) ……………………………………………..
:
KKM ……………………………………………..
:
Bentuk
Nama Nilai Indikator yang Nilai Setelah
No Tindakan Ket.
Peserta Didik Ulangan Belum Dikuasai Remedial
Remedial
1
2
3
4
5
6
dst
B. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut:
- Siwa yang mencapai nilai n(ketuntasan) n n(maksimum) diberikan materi
masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
- Siwa yang mencapai nilai n n(maksimum) diberikan materi melebihi cakupan
KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.
PROGRAM PENGAYAAN
Sekolah : SMAN 1 Pagai Selatan
Kelas/Semester : XII/ 2 (Genap)
Mata Pelajaran : Geografi
Bentuk Pengayaan : ……………………………………………..
Materi Pengayaan : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..
Pada penilaian pengayaan guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena
telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal
pengayaan sebagai berikut:
1. Membaca buku-buku tentang Pemanfaatan peta, pengindraan jauh, dan SIG.
2. Mencari informasi secara online tentang artikel Pemanfaatan pengindraan jauh
3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online pengindraan jauh
3. Lembar Penilaian Keterampilan
Menyampaikan Mempertahankan
Mananggapi Jumlah
No Nama Siswa Pendapat Argumentasi Nilai
skors
1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11
Rubrik :
Menyampaikan pendapat :
1 = tidak sesuai masalah
2 = sesuai dengan masalah, tetapi belum benar
3 = sesuai dengan masalah dan benar
Menanggapi pendapat :
1 = langsung setuju atau manyanggah tanpa alasan.
2 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar, tetapi tidak sempurna.
3 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar.
4 = setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar dengan didukung referensi.
Mempertahankan pendapat :
1 = tidak dapat mempertahankan pendapat.
2 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang kurang benar.
3 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang benar tetapi tidak
didukung referensi.
4 = mampu mempertahankan pendapat dengan alasan yang benar dan didukung
referensi
Nilai:
(Skor yang diperoleh / jumlah total skor) x 100