0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan8 halaman

Askep Jiwa Isolasi Sosial Ema Ret

Dokumen ini adalah pengkajian keperawatan kesehatan jiwa untuk seorang pasien berusia 21 tahun yang mengalami masalah emosional dan perilaku, termasuk melukai diri sendiri dan mendengar suara tanpa wujud. Pasien memiliki riwayat gangguan jiwa dan merasa tidak berguna setelah gagal dalam mencari pekerjaan. Diagnosa medis pasien adalah skizofrenia, dan rencana intervensi keperawatan difokuskan pada mengurangi isolasi sosial dan membangun hubungan yang saling percaya.

Diunggah oleh

icusitifatimah
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan8 halaman

Askep Jiwa Isolasi Sosial Ema Ret

Dokumen ini adalah pengkajian keperawatan kesehatan jiwa untuk seorang pasien berusia 21 tahun yang mengalami masalah emosional dan perilaku, termasuk melukai diri sendiri dan mendengar suara tanpa wujud. Pasien memiliki riwayat gangguan jiwa dan merasa tidak berguna setelah gagal dalam mencari pekerjaan. Diagnosa medis pasien adalah skizofrenia, dan rencana intervensi keperawatan difokuskan pada mengurangi isolasi sosial dan membangun hubungan yang saling percaya.

Diunggah oleh

icusitifatimah
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGKAJIAN KEPERAWATAN

KESEHATAN JIWA

I. IDENTITAS KLIEN
Nama/inisial : Sdr. R (L/P)
Umur : 21 th
Status Perkawinan : Belum Kawin
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Belum Bekerja
Alamat : Jenggot Utara 6/3 Krembung Sidoarjo
Tanggal Pengkajian /jam : 13 Mei 2024 / 10.00 WIB
Ruangan/Kamar : Klinik Spesialis Jiwa
Informan : Keluarga dan Pasien serta status medis

II. ALASAN MASUK RS / ALASAN DATANG KE POLI / KELUHAN UTAMA

(pada kasus psikososial/resiko, maka kaji adanya masalah yang menganggu


pikiran/perasaan/perilaku yang tidak biasa akibat masalah/penyakit. Keluhan utama ini adalah
keluhan yang berhubungan dengan diagnosis keperawatan jiwa bukan keluhan fisik pasien)
Pasien mengatakan sering emosi tanpa sebab, mudah tersinggung, dan perna melukai
diri sendiri, mulut komat kamit dan menarik diri
III. FAKTOR PRESIPITASI/ RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien mengatakan pada bulan januari 2024, pasien perna mengikuti pelatihan kerja di KT
biar bisa kerja di Jepang, setelah pulang dari pelatihan, pasien jadi sering emosi tanpa sebab,
mudah tersinggung dan perna melukai diri sendiri, mulut sering komat kamit dan menarik diri
serta mendengarkan suara bisik – bisik tanpa wujud, kemudian pasien diperiksakan di Klinik
Spesilais Jiwa RSU ’Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan untuk mendapatkan penanganan lebih
lanjut agar pasien bisa sembuh
IV. FAKTOR PREDISPOSISI
 RIWAYAT PENYAKIT LALU
 Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu? ya  tidak

Bila ya jelaskan___________________________________________________________________
Pengobatan sebelumnya Berhasil Kurang Berhasil Tidak Berhasil

 Pernah mengalami penyakit fisik (termasuk gangguan tumbuh kembang) ya


 tidak
Bila ya jelaskan___________________________________________________________________
Pengobatan sebelumnya Berhasil Kurang Berhasil Tidak Berhasil

 RIWAYAT PSIKOSOSIAL
Pelaku/ usia Korban/ usia Saksi/ usia
1. Aniaya fisik
2. Aniaya seksual
3. Penolakan 1 19 th

4. Kekerasan dalam keluarga


5. Tindakan kriminal

Jelaskan : di usia 19 th pasien perna melamar pekerjaan disalah satu


perusahaan/ pabrik tapi gagal/ tidak lulus, kemudian pasien sering
menyendiri dan tidak mau melamar pekerjaan lagi
___________________________________________________________________

1
6. Pengalaman masa lalu lain yang tidak menyenangkan (bio, psiko, sosio, kultural,
spiritual):
Pasien merasa tidak berguna karena gagal dalam pekerjaan
7. Kesan Kepribadian klien: extrovert  introvert lain-lain:__________________

 RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

1. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa? ya 


tidak
Bila ya jelaskan (hubungan dengan keluarga, riwayat pengobatan)
___________________________________________________________________
2. Adakah anggota keluarga yang mengalami penyakit fisik yang sama? ya
 tidak
Bila ya jelaskan (hubungan dengan keluarga, riwayat pengobatan)
___________________________________________________________________
3. Adakah anggota keluarga yang mengalami penyakit fisik lain (penyakit
kronis/menular/keturunan?
ya  tidak
Bila ya jelaskan (hubungan dengan keluarga, penyakit yang dialami, dan riwayat
pengobatan)
___________________________________________________________________

1. STATUS MENTAL

1. Penampilan
 tidak rapi penggunaan pakaian Cara
berpakaian tidak seperti
tidak sesuai biasanya
Jelaskan : Rambut acak-acakan,kuku panjang dan kotor serta bau badan

2. Kesadaran
 Kwantitatif/ penurunan kesadaran]
 compos mentis apatis/ sedasi somnolensia
sopor subkoma koma

 Kwalitatif
tidak berubah berubah
meninggi  gangguan tidur: insomnia
sebutkan______________________________
hipnosa disosiasi: sebutkan____________________________________

Jelaskan : ____________________________________

3. Disorientasi
 waktu tempat orang

Jelaskan : pasien terbiasa tidur dipagi hari jam 10.00 s/d 17.00 kalau
malam tidak pernah tidur karena sering mendengarkan suara-suara / bisikan
tidak ada wujudnya

4. Aktivitas Motorik/ Psikomotor


Kelambatan:
hipokinesia, hipoaktivitas  sub stupor katatonik
katalepsi flexibilitas serea

Peningkatan:
hiperkinesia, hiperaktivitas gaduh gelisah katatonik
TIK  grimase tremor gagap

2
stereotipi mannarism katalepsi akhopraxia
command automatism atomatisma nagativisme
reaksi konversi  verbigerasi berjalan kaku/ rigit kompulsif
lain-2 sebutkan

Jelaskan : pasien sering bicara sendiri dan tidak jelas serta kadang emosi
dengan raut muka marah
5. Afek/ Emosi
adequat tumpul dangkal/ datar  labil
inadequat anhedonia marasa kesepian eforia
ambivalen apati marah  depresif/
sedih cemas: ringan sedang berat
panik
Jelaskan : pasien sering emosi dengan raut muka marah dan sering
berubah – ubah serta pasien merasa gagal dan tidak berguna

6. Persepsi
 halusinasi ilusi depersonalisasi
derealisasi

Macam Halusinasi
 pendengaran penglihatan perabaan
pengecapan penghidu/ pembauan lain-lain,
sebutkan...................
Jelaskan : pasien sering mendengarkan suara bisikan tanpa wujud

7. Proses Pikir
 Arus Pikir
koheren  inkoheren asosiasi longgar
fligt of ideas blocking pengulangan pembicaraan/
persevarasi
tangansial sirkumstansiality logorea
neologisme bicara lambat bicara cepat irelevansi
main kata-kata afasi assosiasi bunyi lain2
sebutkan..

Jelaskan :pasien sering ngomong-ngomong sendiri, mulut komat


kamit,omongan ngelantur dan sulit dipahami

 Isi Pikir
 obsesif ekstasi fantasi
bunuh diri ideas of reference pikiran magis
alienasi isolaso sosial rendah diri
preokupasi pesimisme fobia
sebutkan.........................
waham: sebutkan jenisnya
agama somatik, hipokondrik kebesaran curiga
nihilistik sisip pikir siar pikir
kontrol pikir
kejaran dosa

Jelaskan :pasien selalu memikirkan tentang pekerjaan dan sering


berbicara sendiri caranya bekerja dan tiba-tiba emosinya tidak terkontrol serta
menyalahkan diri sendiri.

 Bentuk Pikir
realistik nonrealistik
 autistik dereistik

3
Jelaskan : mulut komat kamit bila mendengarkan suara – suara bisikan
tanpa wujud

8. Memori
gangguan daya ingat jangka panjang gangguan daya ingat jangka pendek
gangguan daya ingat saat ini amnesia, sebutkan.........................
paramnesia, sebutkan jenisnya........................................................
 hipermnesia, sebutkan ...................................................................

Jelaskan :bercerita tentang kegagalan dalam pekerjaan serta


menyalahkan diri sendiri

9. Tingkat Konsentrasi dan Berhitung


 mudah beralih tidak mampu berkonsentrasi tidak mampu berhitung
sederhana

Jelaskan :pasien tidak fokus

[Link] Penilaian
 gangguan ringan gangguan bermakna

Jelaskan :pasien mampu mengambil putusan

[Link] Tilik Diri/ Insight


 mengingkari penyakit yang diderita menyalahkan hal-hal diluar dirinya

Jelaskan :pasien tidak sadar kalau sering marah2 dan mulut komat kamit
[Link] selama Wawancara
bermusuhan tidak kooperatif mudah tersinggung
 kontak mata kurang defensif curiga

Jelaskan :tidak mau menatap lawan bicara


2. FISIK
1. Keadaan umum : compos mentis
2. Tanda vital: TD:110/80 mmht N:84 x/m S:36.1 P:20x/m
3. UKur: TB:171 cm BB: 64 kg  turun naik
4. Pemeriksaan fisik:

Jelaskan : tidak ada kelainan/ cacat dari kepala sampai kaki

3. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL (sebelum dan sesudah sakit)


1. Konsep Diri
a. Citra tubuh :pasien merasa tubuhnyab semakin kurus dan tidak menarik lagi

b. Identitas :pasien belum menikah dan pasien anak pertama dari 3


bersaudara

c. Peran :pasien dalam keluarga adalah anak pertama dari 3


bersaudara, dari lulus SMA belum bisa membantu perekonomian keluarga dan
sekarang pasien tidak memperdulikan perannya

d. Ideal diri :pasien ingin cepat sembuh dari penyakitnya

e. Harga diri :merasa sedih dan kecewa karena tidak bisa bekerja dan merasa
tidak berharga karena tidak bisa membantu oarng tua, pasien sering
menyendiri dikamar dan tidak berinteraksi dengan orang lain

2. Genogram
ib bpk
u
4
px Ank ke 2 Ank ke 3
23ke 3
Jelaskan :pasien mempunyai ibu dan bapak, serta 3 bersaudara,pasie3n anak
pertama dan mempunyai adik laki2 dan perempuan

3. Hubungan Sosial
a. Hubungan terdekat :
pasien mengatakan orang yang terdekat adalah [Link] yang
bisa mengerti dan memahami
b. Peran serta dalam kelompok/ masyarakat
pasien mengatakan tidak pernah ikut organisasi masyarakat atau
lingkungan tempat tinggal
a. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Paien mengatakan iya malas berhubungan dengan orang [Link]
menurut pasien tidak ada hal yg perlu dibicarakan atau dceritakan
keorang lain,pasien diam,menarik diri dan jarang bercakap-cakap.

4. Spiritual dan kultural


a. Nilai dan keyakinan
pasien merasa berdosa kareana tidak perna sholat
b. Konflik nilai/ keyakinan/ budaya
Tidak ada
c. Kegiatan ibadah
Pasien sebelumnya jarang sholat dan sekarang waktu sakit tidak perna
sholat
1. Makan
 Bantuan minimal Sebagian Bantuan total

2. BAB/BAK
 Bantuan minimal Sebagian Bantuan total

3. Mandi
Bantuan minimal Sebagian Bantuan total

4. Berpakaian/berhias
 Bantuan minimal Sebagian Bantuan total

5. Istirahat dan tidur


 Tidur siang lama : jam 10.00 s/d jam 17.00
 Tidur malam lama :-
Aktivitas sebelum / sedudah tidur : _____________________ s/d _____________________

6. Penggunaan obat
Bantuan minimal  Sebagian Bantuan total

7. Pemeliharaan kesehatan
Perawatan Lanjutan  Ya Tidak
Sistem pendukung  Ya Tidak

8. Aktivitas di dalam rumah


Mempersiapkan makanan  Ya Tidak
Menjaga kerapihan rumah Ya  Tidak
Mencuci pakaian Ya  Tidak
Pengaturan keuangan Ya  Tidak

5
9. Aktivitas di luar rumah
Belanja Ya  Tidak
Transportasi Ya  Tidak
Lain-lain Ya  Tidak

Jelaskan :___________________________________________________________________

4. MEKANISME KOPING
Adatif Maladaptif
Bicara dengan orang lain  Minum Alkohol
Mampu menyelesaikan masalah Reaksi lambat / berlebih
Teknik relokasi Bekerja berlebihan
Aktivitas konstruktif Menghindar
Olah raga  Mencederai diri
 Lainnya ...................... Lainnya ......................

Jelaskan :__________________________________________________________________________

5. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


Masalah dengan dukungan kelompok, uraikan tiadak ada
Masalah berhubungan dengan lingkungan, uraikan tidak ada
 Masalah dengan pendidikan, uraikan pasien pernah mengikuti pelatihan
kerja di [Link] tetapi pasien tersebut setelah pulang dan pelatihan.
Masalah dengan pekerjaan, uraikan tidak ada
Masalah dengan perumahan, uraikan tiadak ada
Masalah dengan ekonomi, uraikan tidak ada
Masalah dengan pelayanan kesehatan, uraikan tidak ada
Masalah lainnya, uraikan tidak ada

6. KURANG PENGETAHUAN TENTANG


 Penyakit jiwa Sistem pendukung
Faktor presiptasi Penyakit fisik
Koping Obat-obatan
Lainnya _______________________________________________________________________

Jelaskan :pasien merasa sehat

7. ASPEK MEDIK
Diagnosa medik: Schizophrenia

Terapi medik : Merlopam 2 mg 2x1 tab, Trifluoperazine 5 mg 2x1 tab ,Hexymer 2 mg


2x1 tab

8. DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN

isolasi Sosial

9. ANALISA DATA

No DATA MASALAH
1. Ds: ISOLASI SOSIAL
Pasien mengatakan mulut comat
camit,sering emosi tanpa sebab dan
menarik diri

Do:

6
Pasien lebih banya berdiam diri
Kontak mata kurang
Pasien sering menyendiri

10. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Isolasi Sosial

Sidoarjo,13 mei 2024


Mahasiswa

Ema Retyaningsih

11. INTERVENSI
Rencana Tindakan Keperawatan
Tgl Dx
Tujuan Tindakan Keperawatan
Isolasi Sosial -pasien mampu [Link] hubungan saling percaya dengan memberi
13/5/2024 berinteraksi salam setiap berinteraksi dan perkenalkan nama dan
dengan orang tujuan perawat berkenalan
lain [Link] sikap jujur dan menepati janji setiap kali
beiteraksi
-pasien dapat [Link] dengan penuh perhatian ekspresi
membina perasaan pasien.
hubungan saling [Link] pada pasien tentang orang yg tinggal
percaya serumah atau sekamar dengan pasien,orang yang
paling dekat dengan pasien
-pasien mampu [Link] pada pasien manfaat hubungan
menyebutkan social,kerugian menarik diri
penyebab tanda [Link] Bersama pasien tentang manfaat
dan gejala brthubungan social dan kerugian menarik diri
isolasi soasial [Link] pujian terhadap kemampuan pasien
dan kerugian mengungkapkan perasaanya .
menarik diri

7
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

NO
Tanggal
Dx IMPLEMENTASI KEPERAWATAN EVALUASI
& Jam
S:
pasien mengatakan sekarang sudah
mengerti dan paham tentang isolasi
sosial dan kerugian menarik diri dan
mengetahui bagaimana cara
mengatasinya
O:
-Pasien tampak bisa berinteraksi
data isolasi sosial
dengan orang lain tapi pasien masih
Ds:
belum berani menatap matanya
Pasien mengatakan mulut comat
-Pasien masih sering menyendiri
camit,sering emosi tanpa sebab dan
A:
14/05/202 menarik diri
1 4 /10.00
Isolasi Sosial
Do:
P:
Pasien lebih banya berdiam diri
Sesering mungkin pasien diajak
Kontak mata kurang
berinteraksi dengan orang lain,
Pasien sering menyendiri
mulai dari keluarga, teman
Latih bermain peran untuk
meningkatkan keterampilan
komunikasi

Anda mungkin juga menyukai