Anda di halaman 1dari 47

TATA KELOLA KLINIS

(CLINICAL GOVERNANCE)

RSUP FATMAWATI JAKARTA 2012

RSUP FATMAWATI

Tata Kelola Klinis (Clinical Governance) RSUP Fatmawati Jakarta#


Dody Firmanda Pendahuluan Dalam Peraturan Internal Rumah Sakit (Hospital Bylaws) RSUP Fatmawati dalam Bab XIV Peraturan Pelaksanaan Tata Kelola Klinis (clinical governance) Pasal 92 menerangkan bahwa guna melaksanakan tata kelola klinis (clinical governance) di rumah sakit maka setiap staf medis berkewajiban untuk: 1. melaksanakan keprofesian medis sesuai dengan Kewenangan Klinis dan Penugasan Klinis masing masing dalam Tata Kelola Klinis (Clinical Governance) rumah sakit dan kelompok staf medis (SMF), 2. memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan, dan standar prosedur operasional yang disesuaikan dengan kebutuhan medis pasien. 3. melakukan konsultasi sesuai kebutuhan pasien, 4. merujuk pasien apabila ditemukan keterbatasan kemampuan, sarana dan prasarana rumah sakit. Dengan terbitnya Undang Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BJPS)1. Sesuai dengan amanat perundangan tersebut - peraturan mengenai pelaksanaan BPJS Kesehatan harus telah ada paling lama tanggal 25 November 2012 (1 tahun dari diundangkannya)2 dan sudah harus mulai beroperasi pada tanggal 1 Januari 20143 serta untuk BPJS Kesehatan4 tidak diselenggarakan lagi oleh Kementerian Kesehatan5. Pertanyaan yang timbul adalah bagaimana sistem BPJS Kesehatan tersebut? Dalam melakukan evaluasi kebijakan dan sistem layanan kesehatan (healthcare system and policies evaluation) ada 3 kriteria kunci yakni kriteria efektifitas, efisiensi, dan keberadilan/ekuiti (effectiveness, efficiency and equity)6 yang merupakan suatu rangkaian sistematik dalam suatu sistem. Melakukan suatu analisis ekonomi dalam pelayanan kedokteran profesi adalah tidak mudah, mengingat banyak faktor yang harus dipertimbangkan dari berbagai dimensi termasuk cara pendekatan dari jenis analisis ekonomi yang akan digunakan, batasan terminologi ekonomi itu sendiri mengenai utilization, productivity, benefit, efficiency, effectiveness, value for money, kebijakan fiskal dan tingkat inflation rate yang sering kali
#

Disampaikan dalam rangka diseminasi/sosialisasi Tata Kelola Klinis (Clinical Governance) pada Acara Rapat Kerja RSUP Fatmawati Jakarta di Hotel Grand Zuri Bumi Serpong Damai 14 - 15 Juli 2012. 1 Undang Undang RI Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial 2 Undang Undang RI No.24 Tahun 2011 Pasal 70 ayat a. 3 Undang Undang RI No.24 Tahun 2011 Pasal 60 ayat (1). 4 Undang Undang RI No.24 Tahun 2011 Pasal 5 ayat (2)a. 5 Undang Undang RI No.24 Tahun 2011 Pasal 60 ayat (2)a. 6 Aday LA, Begley CE, Lairson DR. Evaluating the healthcare system: effectiveness, efficiency and equity. 3 rd ed. Washington DC: Health Administration Press, 2004.

berubah. Disamping keterbatasan sumber daya dan kebijakan ekonomi yang dipengaruhi politis, sehingga tidak jarang 'resources' tersebut telah dipagu menjadi 'fixed'.7 Evolusi sistem layanan kesehatan di sarana kesehatan (rumah sakit) secara prinsipnya mulai dari yang bercirikan doing things cheaper dalam hal ini efficiency pada tahun 1970an pada waktu krisis keuangan dan gejolak OPEC, kemudian ekonomi mulai pulih dan masyarakat menuntut layanan kesehatan bercirikan doing things better dalam hal ini quality improvement. Selama dua dekade tersebut manajemen bercorak doing things right (dikenal sebagai increasing effectiveness) yang merupakan kombinasi doing things cheaper dan doing things better. Ternyata prinsip doing things right tidak memadai mengikuti perkembangan kemajuan teknologi maupun tuntutan masyarakat yang semakin kritis; dan prinsip manajemen doing things right tersebut telah ketinggalan zaman dan dianggap sebagai prinsip dan cara manajemen kuno. Pada abad 21 ini masa era globalisasi dibutuhkan tidak hanya doing things right, akan tetapi juga diperlukan prinsip manajemen doing the right things sehingga kombinasi keduanya disebut sebagai prinsip manajemen layanan modern doing the right things right. 8 Sedangkan di sisi dimensi lain profesi itu sendiri dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanannya dan keprofesiannya dalam koridor etik-sosio-budaya serta berbagai peraturan dan perundangan hukum.7 Dalam Undang Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran pada pasal 45 menerangkan tentang kewajiban menyelenggarakan kendali mutu dan kendali biaya.9 Pada Undang Undang RI Nomor 44 Tahun 2010 tentang Rumah Sakit pada pasal 33 menerangkan tentang organisasi rumah sakit yang efektif, efisien, dan akuntabel. 10 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah pada pasal 1 ayat 1 menyebutkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.11,12
7

Firmanda D. Aplikasi integrasi sinergis antara Evidenve-based Medicine, Evidence-based Healthcare dan Evidence-based Policy dalam satu sistem peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan kedokteran (Clinical Governance): suatu tantangan profesi IDAI di masa mendatang.II.Cost Effectiveness Analyses (CEA) Standar Pelayanan Medis (SPM) Kesehatan Anak IDAI Disampaikan pada Acara Pertemuan Perhimpunan Organisasi Profesi dengan Ditjen Yan Medik Depkes RI di Bogor September 2005. http://www.scribd.com/doc/12827936/Dody-Firmanda-2005-042-Aplikasi-integrasi-sinergis-EvidenvebasedMedicine-Evidencebased-Healthcare-dan-Evidencebased-Policy-dalam-Clinical-Gove 8 Firmanda D. Peran Efektifitas Klinis dalam rangka mewujudkan keselamatan/keamanan (safety) dan berorientasi kepada pasien (patient centredness).Disampaikan pada Hospital Management 3 diselenggarakan oleh Pusat Kajian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM UI di Grand Angkasa Hotel International, Medan 11 Agustus 2008. http://www.scribd.com/doc/9813111/Dody-Firmanda-2008-PeranEfektivitas-Klinis-Dalam-PATH 9 Undang Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran 10 Undang Undang RI Nomor 44 Tahun 2010 tentang Rumah Sakit 11 Peraturan Pemerintah RI Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum 12 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah

Sedangkan istilah, definisi dan dimensi akan efisiensi juga belum ada kesepakatan yang jelas dan eksplisit tergantung dari berbagai perspektif. Efisiensi dapat digolongkan kepada efisiensi tehnik (technical efficiency), efisiensi produksi/hasil (productive efficiency) dan efisiensi alokatif (allocative/societal efficiency) termasuk didalamnya bidang market dan kesehatan.6,13 Dalam pengambilan keputusan untuk tatakelola rumah sakit (corporate governance) dan tatakelola klinis (clinical governance) sebaiknya melalui strategi pendekatan berbasis bukti (evidence-based decision making) sebagaimana secara ringkasnya dapat dilihat pada Gambar 1 berikut.

Gambar 1. Strategi pendekatan dalam rangka implementasi pengambilan keputusun berbasis bukti (evidence-based decision making) dalam suatu sistem layanan kesehatan.

13

Firmanda D. Pengendalian mutu dan efisiensi pembiayaan layanan kesehatan. Disampaikan dalam rangka evaluasi Program Pelayanan Askes Terpadu Rumah Sakit (PPATRS) diselenggarakan oleh Kantor Pusat PT Askes (Persero) di Hotel Panorama Batam 10 Desember 2008. http://www.scribd.com/doc/9800878/Dody-Firmanda2008-Pengendalian-Mutu-Dan-Efisiensi-Biaya-RS-10-Desember-2008

Definisi Tata Kelola (Clinical Governance) di RSUP Fatmawati Jakarta: Tata Kelola Klinis (Clinical Governance) adalah sistem peningkatan mutu rumah sakit yang terdiri dari komponen quality assurance yakni setting standards, conform to standards dan continuous quality improvement (CQI). Kebijakan Tata Kelola Klinis (Clinical Governance) di RSUP Fatmawati Jakarta adalah: 1. Fokus pada pasien 2. Pelayanan secara terintegrasi dan berkesinambungan sesuai: a. Panduan Praktik Klinis (PPK) bagi staf medis b. Panduan Praktik Klinis (PPK) - Asuhan Keperawatan bagi staf keperawatan c. Panduan Praktik Klinis (PPK) (Sistem Unit Dosage Daily UDD) bagi staf farmasis d. Standar Prosedur Operasional dan Standing Orders bagi petugas laboratorium e. Standar Prosedur Operasional bagi jajaran manajemen struktural f. Standar Prosedural Operasional bagi manajemen fungsional 3. Tempat layanan meliputi: a. Rawat Jalan i. Instalasi Rawat Jalan ii. Instalasi Griya Husada b. Rawat Inap i. IRNA A ii. IRNA B iii. IRNA C iv. Gedung Prof dr. Soelarto(GPS) v. Instalasi Paviliun Anggrek vi. Instalasi Rawat Intensif c. Emergensi i. Instalasi Gawat Darurat d. Instalasi Bedah Sentral e. Penunjang Diagnostik: i. Instalasi Radiologi ii. Instalasi Pelayanan dan Pemeriksaan Khusus (IP2K) iii. Instalasi Patologi Klinik/Laboratorium Terpadu 4. Upaya Rujukan Kesehatan 5. Manajemen Risisko Klinis dan Keselamatan Pasien

Konsep Clinical Governance (Tata Kelola Klinis) RSUP Fatmawati Jakarta Konsep mendasar dari Tata Kelola Klinis (Clinical Governance) RSUP Fatmawati Jakarta (Gambar 2) adalah perpaduan: 1. Kebijakan (policy) tingkat makro dan mikro sesuai kebijakan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sehingga mampu laksana untuk diimplementasikan dengan secara sistematis dalam bentuk program dan kegiatan layanan pada tingkat organisasi RSUP Fatmawati dan institusi/unit di dalamnya. 2. Provisi layanan kesehatan berdasarkan layanan berjenjang dengan pola rujukan untuk Jakarta Selatan dan sekitarnya. 3. Pembiayaan dengan strategi peningkatan upaya efisiensi, realokasi sesuai prioritas dan peningkatan pendanaan net revenue generating.

SJSN BPJS 2014

Gambar 2. Konsep Clinical Governance (Tata Kelola Klinis) RSUP Fatmawati Jakarta

Struktur Clinical Governance (Tata Kelola Klinis) RSUP Fatmawati Standar Pelayanan Kedokteran14 adalah pedoman yang harus diikuti oleh dokter dalam menyelenggarakan praktik kedokteran15 dan salah satu tindak lanjut dari perundangan yang telah diterbitkan enam tahun yang lalu.16 Standar Pelayanan Kedokteran terdiri dari Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) dan Standar Prosedural Operasional (SPO). 17 Di RSUP Fatmawati pelayanan dilaksanakan secara terpadu oleh profesi medis, perawat, farmasis dan penunjang lainnya di instalasi layanan dibawah manajemen Kepala Instalasi terkait maka dengan demikian semua profesi terkait di atas di wajibkan untuk membuat Panduan Praktik Klinis masing masing sesuai bidang keprofesiannya (medis, perawat dan farmasi) serta penunjang dan manajemen instalasi dalam bentuk Standar Prosedur Operasional (SPO). Maka strukur Clinical Governance RSUP Fatmawati adalah sebagaimana dapat dilihat dalam Tabel 1 berikut. Tabel 1. Struktur Clinical Governance RSUP Fatmawati Jakarta. Standar Audit CQI Medis PPK Medis Audit Medis Revisi PPK Keperawatan Farmasi Penunjang Manajemen PPK PPK SPO SPO Keperawatan Kefarmasian SO Audit Audit Audit Audit Keperawatan Farmasi Manajemen Revisi Revisi Revisi SPO Revisi SPO PPK PPK dan SO Keperawatan Kefarmasian Integrasi Clinical Pathways Analisis Varians Revisi Clinical Pathways

Untuk penyusunan Panduan Praktik Klinis (PPK) staf medis18 dibuat mengacu kepada Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) yang dibuat oleh organisasi profesi19 dan disahkan oleh Menteri Kesehatan6. Secara ringkas tentang Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1438/IX/2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran tersebut sebagaimana dapat dilihat pada Gambar 3 berikut.

14

Permenkes RI Nomor 1438/IX/2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran. http://www.scribd.com/doc/43070763/Dody-Firmanda-2010-Permenkes-No-1438-MENKES-PER-IX2010-Standar-Pelayanan-Kedokteran 15 Permenkes RI Nomor 1438/IX/2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran Pasal 1 ayat 1. 16 Undang Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 Pasal 44 ayat 3. 17 Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1438/IX/2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran Pasal 3 ayat 1. 18 Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1438/IX/2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran Pasal 11. 19 Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1438/IX/2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran Pasal 3 dan Pasal 6.

Gambar 3. Ringkasan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1438/Menkes/Per/IX/2010 dan Lembaran Berita Negara Tahun 2010 Nomor 464 tertanggal 24 September 2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran Peraturan Menteri Kesehatan tersebut bertujuan untuk mengatur tata kelola klinis (clinical governance) yang baik agar mutu pelayanan medis dan keselamatan pasien dirumah sakit lebih terjamin dan terlindungi serta mengatur penyelenggaraan komite medik di setiap rumah sakit dalam rangka peningkatan profesionalisme staf medis.20 Dalam menyusun PPK untuk rumah sakit - profesi medis memberikan pelayanan keprofesiannya secara efektif (clinical effectiveness) dalam hal menegakkan diagnosis dan memberikan terapi berdasarkan pendekatan evidence-based medicine. Profesi perawat menyusun PPK Keperawatan berdasarkan pendekatan evidence-based nursing, sedangkan profesi farmasi dengan pendekatan evidence-based pharmacy. Panduan Praktik Klinis (PPK) berdasarkan pendekatan Evidencebased Medicine (EBM)21/Nursing (EBN)/Pharmacy(EBP) dan atau Health Technology Assessment (HTA)14 yang isinya terdiri sekurang kurangnya dari:22
20 21

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 755/Menkes/IV/2011 Pasal 2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1438/Menkes/Per/IX/2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran Pasal 4 ayat 3 22 Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1438/Menkes/Per/IX/2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran Pasal 10 ayat 4

1. Definisi/pengertian 2. Anamnesis 3. Pemeriksaan Fisik 4. Kriteria Diagnosis 5. Diagnosis Banding 6. Pemeriksaan Penunjang 7. Terapi 8. Edukasi 9. Prognosis 10. Kepustakaan Penyusunan Panduan Praktik Klinis (PPK) di atas dapat tentang:23 1. Tatalaksana penyakit pasien dalam kondisi tunggal dengan/tanpa komplikasi 2. Tatalaksana pasien berdasarkan kondisi Adapun langkah langkah dalam penyusunan Panduan Praktik Klinis secara ringkasnya dapat dilihat dalam Gambar 4 berikut.

23

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1438/Menkes/Per/IX/2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran Pasal 4 ayat 1

PNPK/PPK

Gambar 4. Langkah umum dalam kajian literatur melalui pendekatan evidence-based medicine/nursing/pharmacy, tingkat evidens dan rekomendasi dalam proses penyusunan Panduan Praktik Klinis (PPK) medis, keperawatan dan farmasi.
9

Agar lebih mudah dan praktis dalam membantu profesi (medis, perawat dan farmasi) menyusun PPK, maka digunakan Tabel 2 berikut sebagai panduan dalam menentukan tingkat evidens dan rekomendasi sebagaimana langkah ke tiga dari evidence-based medicine (EBM) dalam telaah kritis (critical appraisal). Tabel 2 Ringkasan dalam telaah kritis (critical appraisal) VIA (Validity, Importancy dan Applicability)

Proses selanjutnya setelah menyusun Panduan Praktik Klinis (PPK) Rumah Sakit adalah membuat Clinical Pathways sebagai salah satu upaya dalam rangka kendali mutu dan biaya untuk dari Sistem Casemix (INA CBG) yang saat ini dipergunakan untuk Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (Jamkesmas) maupun untuk Universal Coverage (BPJS) yang akan mulai berlaku 17 bulan lagi (1 Januari 2014) - maka INA CBG akan lebih disempurnakan dengan menghitung DRG Relative Weight dan Casemix Index serta Base Rate setiap pengelompokkan jenis penyakit dan selanjutnya dapat membandingkan (benchmarking) cost efficiency antar rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan berdasarkan keadaan sebenarnya diberikan melalui Clinical Pathways.

10

Model Clinical Governance (Tata Kelola Klinis) RSUP Fatmawati Setelah Konsep dan Struktur diatas maka Model Tata Kelola Klinis (Clinical Governance) RSUP Fatmawati yang berfokus pada paien (patient centrednes), terintegrasi, berkesinambungan (continuity of care) sebagaimana dapat dilihat pada Gambar 5 berikut yang terdiri dari: 1. Sistem Manajemen dengan subsistem Pelayanan, subsistem Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan subsistem Pembiayaan dan Keuangan 2. Sistem Staf Medis Fungsional (SMF) 3. Sistem Instalasi

1. Sistem Manajemen RS 2. Sistem SMF 3. Sistem Instalasi

Direktur RSF

Gambar 5. Model Tata Kelola Klinis (Clinical Governance) RSUP Fatmawati Jakarta

11

Sistem Manajemen RSUP Fatmawati Sistem Manajemen RSUP Fatmawati terdiri dari: 1. Sub Sistem Pelayanan 2. Sub Sistem Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia 3. Sub Sistem Pembiayaan dan Keuangan 1. Sub Sistem Pelayanan Terdiri dari: A. Kebijakan : Visi, Misi, Objektif dan Target Direktorat Medik dan Keperawatan 2 Sub sistem Pelayanan pada Direktorat Medik dan Keperawatan adalah terpadu dan terintegrasi serta tidak terpisahkan dari Sistem Manajemen Rumah Sakit 3 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas (jobs description and duty of care) Direktorat Medik dan Keperawatan 4 Rencana Strategis dan Rencana Kerja Direktorat Medik dan Keperawatan (Plan of Action) 5 Standar Pelayanan Direktorat Medik dan Keperawatan: Alur Pelayanan Pasien dalam Rumah Sakit Alur Rujukan Pasien (secara vertikal dan horizontal) Identifikasi pasien Alur Keselamatan pasien Alur Deteksi Potensi Risiko Klinis Manajemen Risiko Klinis 6 Jadwal Kegiatan Direktorat Medik dan Keperawatan : Rawat Jalan Rawat Inap IGD Kamar Operasi Dinas Jaga (dengan on-site) Ruang Intensif Laporan Jaga Manajemen Audit Manajemen Kasus Potensi Bermasalah Rapat Koordinasi 9 Jadwal Laporan Berkala 10 Jadwal Cuti Tahunan 11 Jadwal Monitoring dan Evaluasi dalam rangka perbaikan dan peningkatan mutu (corrective, preventive and advancing actions) Direktorat Medik dan Keperawatan 1

B. Struktur :

C. Proses dan Hasil

12

2. Sub Sistem Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan SDM Terdiri dari: A. Kebijakan : 1 2 Visi, Misi, Objektif dan Target Direktorat Umum, SDM dan Pendidikan Sub sistem Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Direktorat Umum, SDM dan Pendidikan adalah terpadu dan terintegrasi serta tidak terpisahkan dari Sistem Manajemen Rumah Sakit Struktur Organisasi dan Uraian Tugas (jobs description and duty of care) Direktorat Umum, SDM dan Pendidikan Rencana Strategis dan Rencana Kerja Direktorat Umum, SDM dan Pendidikan (Plan of Action) Standar Direktorat Umum, SDM dan Pendidikan : Alur Administrasi dan Persuratan di Rumah Sakit Alur Rekrutmen staf Rumah Sakit Panduan Umum Pendidikan Dokter/Dokter Spesialis/Keperawatan/Kebidanan/Kefarmasian Panduan Umum Penelitian di Rumah ASakit Kerjasama (MOU) dengan Institusi Pendidikan Kinerja SDM Rumah Sakit Jadwal Kegiatan Direktorat Umum, SDM dan Pendidikan : Rapat Koordinasi Pengembangan Karier Staf Pegawai Potensi Bermasalah

B. Struktur :

3 4 5

C. Proses dan Hasil

9 Jadwal Laporan Berkala 10 Jadwal Cuti Tahunan 11 Jadwal Monitoring dan Evaluasi dalam rangka perbaikan dan peningkatan mutu (corrective, preventive and advancing actions) Direktorat Umum, SDM dan Pendidikan

13

3. Sub Sistem Pembiayaan dan Keuangan Terdiri dari: A. Kebijakan : 1 2 Visi, Misi, Objektif dan Target Direktorat Keuangan Sub sistem Pembiayaan dan Keuangan adalah terpadu dan terintegrasi serta tidak terpisahkan dari Sistem Manajemen Rumah Sakit Struktur Organisasi dan Uraian Tugas (jobs description and duty of care) Direktorat Keuangan Rencana Strategis dan Rencana Kerja Direktorat Keuangan (Plan of Action) Standar Direktorat Direktorat Keuangan : Alur Administrasi Keuangan dan Klaim RS Financial Statement Rumah Sakit Panduan Umum Penyusunan Biaya Rumah Sakit termasuk revenue center dan cost-center Panduan Penyusunan Pembayaran berdasarkan Renumerasi Jadwal Kegiatan Direktorat Keuangan : Rapat Koordinasi Jadwal Laporan Berkala Jadwal Cuti Tahunan Jadwal Monitoring dan Evaluasi dalam rangka perbaikan dan peningkatan mutu (corrective, preventive and advancing actions) Direktorat Keuangan

B. Struktur :

3 4 5

6 9 10 C. Proses dan Hasil 11

14

Sistem Staf Medis Fungsional (SMF) - Terdiri dari: A.Kebijakan : 1 Visi, Misi, Objektif dan Target SMF 2 Sub sistem Pelayanan, Pendidikan dan Penelitian pada tingkat SMF adalah terpadu dan terintegrasi serta tidak terpisahkan dari Sistem Manajemen Rumah Sakit B. Struktur : 3 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas (jobs description and duty of care) setiap anggota SMF 4 Rencana Strategis Instalasi dan Rencana Kerja SMF (Plan of Action) 5 Standar Pelayanan Kedokteran: Panduan Praktik Klinis SMF berdasarkan Evidence-based Medicine (EBM) Clinical Pathways SMF 6 Jadwal Kegiatan Pelayanan Medis: Rawat Jalan Rawat Inap IGD Kamar Operasi Dinas Jaga (dengan on-site) Ruang Intensif Laporan Jaga Audit Medis Kasus Kematian/Kasus Sulit 7 Jadwal Kegiatan Ilmiah: Ronde Besar Journal reading 8 Jadwal Kegiatan Pendidikan a. Program Pendidikan Dokter i. Rotasi Mahasiswa ii. Bimbingan Fisik iii. Sajian Kasus iv. Referat i. Laporan Jaga v. Ujian Mingguan dan Ujian Akhir (Mini-Cex, CbD, DOPS, Mini-PAT) vi. Yudisium b. Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ii. Rotasi PPDS iii. Journal Reading iv. Ronde Ruangan v. Asesmen: Mini-Cex, CbD, DOPS, Mini-PAT 9 Jadwal Rencana Pendidikan dan Penelitian Staf 10 Jadwal Laporan Berkala 11 Jadwal Cuti Tahunan dan Kepesertaan Kegiatan Ilmiah C. Proses dan 12 Jadwal Monitoring dan Evaluasi dalam rangka perbaikan dan peningkatan Hasil mutu (corrective, preventive and advancing actions) SMF
15

Sistem Instalasi RSUP Fatmawati Terdiri dari: A. Kebijakan : 1 2 Visi, Misi, Objektif dan Target Instalasi Sub sistem Pelayanan, Pendidikan dan Penelitian pada tingkat Instalasi adalah terpadu dan terintegrasi serta tidak terpisahkan dari Sistem Manajemen Rumah Sakit Struktur Organisasi dan Uraian Tugas (jobs description and duty of care) setiap anggota Instalasi Rencana Strategis dan Rencana Kerja Instalasi (Plan of Action) Standar Pelayanan Instalasi: Alur Layanan di Instalasi Perawat: Panduan Praktik Klinis Keperawatan berdasarkan Evidence-based Nursing (EBN) Farmasis: Panduan Praktik Klinis Kefarmasian berdasarkan Evidence-based Pharmacy dan Sistem UDD Keuangan: Panduan Billing dan Koding Jadwal Dinas Instalasi Jadwal Kegiatan Instalasi Jadwal Pemeriksaan Visitasi DPJP Jadwal Pemeriksaan Penunjang Jadwal Konsultasi Jadwal Pemberian Obat Jadwal Makanan Pasien Jadwal Pengembalian Rekam Medis Pertemuan rutin instalasi Jadwal Laporan Berkala Jadwal Cuti Tahunan dan Kepesertaan Kegiatan Ilmiah Jadwal Monitoring dan Evaluasi dalam rangka perbaikan dan peningkatan mutu (corrective, preventive and advancing actions) SMF

B. Struktur :

3 4 5

6 7

8 9 C. Proses dan Hasil 10

Jakarta, 30 Juni 2012


16

PMK 755/Menkes/PER/IV/2011

HBL & MSBL RSF KMK HK.02.04/I/276/11

Corporate Governance RSF

Clinical Governance RSF

Definisi Penataan Klinis (Clinical Governance)

Posisi Penataan Klinis (Clinical Governance) dalam Sistem Mutu

Posisi Penataan Klinis (Clinical Governance) dalam Sistem Mutu

Fungsi, Tujuan dan Manfaat Penataan Klinis (Clinical Governance)


1. Bekerja dalam sistem mutu 2. Uraian tugas dan kewenangan jelas 3. Lingkungan kondusif untuk peningkatan mutu 4. Memberikan perlindungan keamanan pasien (protecting the people) 5. Memberikan panduan kepada profesi (guiding the professions) 6. Memberdayakan profesi (empowering the professions) 7. Kerjasama dan koordinasi jelas 8. Akauntabel 9. Kinerja dapat diukur (measurable performance) 10.Altruism dan profesionalisme

Komponen Penataan Klinis (Clinical Governance)

Gambar 1. Komponen Penataan Klinis

Tantangan Yang Akan Datang

UU RI No. 24 Tahun 2011 BPJS 25-11-2011

UU RI No. 29 Tahun 2004 Pasal 44(3) Pasal 45 PMK 1438/2010 SPK

Peraturan Pelaksanaan BPJS Kesehatan 25-11-2012 (UU 24/2011 Psl 70a)

PNPK

PPK
BPJS Kesehatan mulai beroperasi 01-01-2014 (UU 24/2011 Psl 60(1)

INA CBG DRG


PT Askes Koding Costing PT Inhealth

ICD 10 ICD 9 CM

Clinical Pathways

SJSN (Kesehatan) When Who Whose Whom How How much

PNPK/PPK What

PMK 1438/2010

No. 1438/Menkes/Per/IX/2010

RINGKASAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN

SPK PNPK SPO

Dibuat : Profesi Disahkan: Menkes Dibuat & ditetapkan: Pimpinan RS


Dikoordinasikan: Komite Medis Disusun: SMF

UU No. 29/2004 Praktik Kedokteran Psl 44 ayat 3 Standar Pelayanan Kedokteran

PerMenKes No 1438/IX/2010 Standar Pelayanan Kedokteran (SPK) Berita Negara Tahun 2010 No 464 24 Sept 2010

Panduan Praktik Klinis Clinical Pathways 1. Pengertian (Definisi) Algoritme 2. Anamnesis Protokol 3. Pemeriksaan Fisik Prosedur 4. Kriteria Diagnosis Standing Order 5. Diagnosis 6. Diagnosis Banding 7. Pemeriksaan Penunjang 8. Terapi 9. Edukasi 10.Prognosis 11. Kepustakaan DF2010

KEMKES RI INA -CBG SPK PNPK/PPK

PT CLINICAL PATHWAYS ASKES


UU RI No. 24 Tahun 2011 BPJS

Rencana Kerja RSF

Dody Firmanda

Dody Firmanda

Dody Firmanda

Direktorat USP

Prioritas Sasaran

Direktorat Medik dan Keperawatan


Dody Firmanda

PMK 755/Menkes/PER/IV/2011

HBL & HBL RSF KMK HK.02.04/I/276/11

Corporate Governance RSF

Clinical Governance RSF