Anda di halaman 1dari 13

PEMILIHAN POMPA

TUGAS OPERASI TEKNIK KIMIA 1

Nama NIM

: Veky Pamintu : 121010127

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA

2007

PEMILIHAN POMPA
FLUIDA Zat cair dan gas adalah fliuda. Perbedaan pokok antara keduanya adalah bahwa gas akan mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya. Fluida boleh didefinisikan sebagai suatu zat yang terus-menerus berubah bentuk apabila mengalami tegangan geser, fliuda tidak mampu menahan tegangan geser tanpa berubah bentuk. Umumnya makin besar laju deformasi fliuda makin besar pula tegangan geser untuk fluida tersebut. Viskositas atau kekentalan adalah ukuran untuk menyatakan hambatan atau ketahanan fluida terhadap deformasi. Tegangan geser hanya ada apa bila sebuah fluida sedang mengalami deformasi. Jenis-jenis fluida : 1. Berdasarkan pengaruh atas tekanan a. Fluida takmampat (incompressible) bila peruban kerapatan fluida diabaikan. b. Fluida mampat bila perubahan kerapatan fluida diperhitungkan. 2. Berdasar sifat kekentalannya a. Fluida Newtonian Terdapat hubungan linear antara besarnya tegangan geser yang diterapkan dan laju perubahan bentuk yang diakibatkan b. Fluida Non Newton Terdapat hubungan tak linier antara besarnya tegangan geser yang diterapkan dan laju perubahan sudut. Jenis-jenis aliran fluida : 1. Berdasrkan salurannya a. Saluran terbuka b. Saluran tertutup (pipa) 2. Berdasarkan kestabilan alirannya a. Aliran mantap (steady), debit aliran berdasar waktu adalah tetap, kondisi-kondisi dalam medan aliran tidak bervariasi terhadap waktu. b. Aliran tak mantap, kondisi aliran bervariasi terhadap waktu.

3. Berdasar arah lintasannya a. Aliran laminer, apa bila sebuah aliran mempunyai kecepatan yang relative rendah dan fluidanya sangat viscous, gangguan yang mungkin dialami oleh medan aliran itu akibat getaran, ketidak teraturan permukaan, dan factor lain relative lebih cepat teredam oleh viskositas fluida disebut aliran laminer, partikel bergerak pada lapisan-lapisan sejajar (NRe 2000). b. Aliran turbulen, partikel bergerak dengan arah dan kecepatan berubah-ubah (NRe 3000 ). c. Aliran taransisi, merupakan aliran diantara kedua aliran yang lain (NRe = 2000-3000). Sifat-sifat fluida : 1. Kerapatan suatu zat adalah ukuran untuk konsentrasi zat tersebut dan dinyatakan dalam massa per satuan volume 2. Volume jenis adalah volume yang ditempati oleh satu satuan massa zat. 3. Gravitasi jenis adalah sifat yang digunakan untuk membandingkan kerapatan suatu zat dengan kerapatan air. 4. Kompresibilitas atau elastisitas Fluida dapat mengalami deformasi atau perubahan bentuk akibat geseran viskos (viscous shear) atau kompresi (pemampatan) oleh suatu tekanan dari luar yang bekerja terhadap suatu volume fluida. Semua fluida dapat dimampatkan dengan cara ini namun demikian tidak seperti gas, pemampatan zat cair kecil sekali 5. Tegangan permukaan Sifat ini terjadi akibat tarik menarik antara molekul-molekul zat cair dekat permukaan dan molekul-molekul yang terletak agak lebih jauh dari permukaan dalam massa zat cair yang sama. Jadi, kerja diperlukan untuk membawa molekul-molekul ke permukaan dan energi diperlukan untuk membentuk sebuah permukaan yang bebas.

6. Tekanan uap Kalau sebuah zat cair dan uapnya berada bersamaan dalam kesetimbangan, uap disitu disebut uap jenuh, dan tekanan yang diberikaan oleh uap jenuh disebut tekanan uap. 7. Viskositas Viskositas merupakan ukuran ketahanan fluida terhadap deformasi atau perubahan bentuk. Viskositas suatu gas bertambah dengan naiknya suhu karena makin besarnya aktifitas molekuler ketika temperature meningkat. POMPA Sebuah pompa merupakan alat angkut yang bertujuan untuk memindahkan zat cair. Zat cair hanya bisa dipindahkan apabila terdapat perbedaan tekanan tertentu. Pompa adalah alat untuk membangkitkan perbedaan tekanan tersebut. Klasifikasi Pompa Secara Umum : Centrifugal Propeller Mixed Flow Peripheral Turbine Rotary Cam Screw Gear Vane Lobe Pompa Centrifugal Pompa centrifugal memiliki sebuah impeller . Daya dari luar yang diberikan kepada poros pompa untuk memutar impeller tersebut di dalam zat cair. Maka zat cair yang ada dalam impeller,oleh dorongan sudu-sudu ikut berputar. Karena timbul gaya sentrifugal maka zat cair mengalir dari tengah impeller keluar melalui saluran diantara sudu-sudu. Disini head tekanan menjadi lebih tinggi. Demikian pula head kecepatannya bertambah besar karena zat cair mengalami percepatan. Zat cair yang keluar dari impeller ditampung oleh saluran berbentuk volut di sekeliling impeller dan disalurkan keluar pompa melalui nozel. Di dalam nozel ini sebagian head kecepatan aliran diubah menjadi head tekanan. Piston Plunger Diaphragm Reciprocating

Pompa sentrifugal bekerja mengubah energi mekanik dalam bentuk kerja poros menjadi energi fluida. Energi inilah yang mengakibatkan pertambahan head tekanan, head kecepatan, dan head potensial pada zat cair yang mengalir secara kontinyu Pompa centrifugal memiliki beberapa kelebihan antara lain : Pada aliran volume yang sama harga pembelian rendah. Tidak banyak bagian-bagian yang bergerak ( tidak ada katup dan sebagainya ) jadi biaya pemeliharaan rendah Lebih sedikit memerlukan tempat Jumlah putaran tinggi, sehingga memberikan kemungkinan untuk penggerakan langsung oleh sebuah elektro motor atau turbin Aliran zat cair tidak terputus-putus Bila konstruksinya disesuaikan, memberi kemungkinan untuk mengerjakan zat cair yang mengandung kotoran Alirannya mudah diupayakan untuk dikendalikan Rendemen lebih rendah terutama pada aliran yang kecil dan daya dorong yang besar Dalam pelaksanaan normal tidak mengisap sendiri Tidak cocok untuk memompa cairan kental Masalah yang sering dialami pada pompa centrifugal adalah kavitasi. Kavitasi adalah gejala menguapnya zat cair yang sedang mengalir, karena tekanannya berkurang sampai di bawah tekanan uap jenuhnya. Apabila zat cair mendidih akan timbul gelembung-gelembung uap zat cair. Hal ini dapat terjadi pada zat cair yang sedang mengalir dalam pompa maupun di dalam pipa. Tempat-tempat yang bertekanan rendah dan yang berkecepatan tinggi dalam aliran , sangat rawan terhadap terjadinya kavitasi. Pada pompa misalnya, bagian yang mudah mengalami kavitasi adalah pada sisi isapnya. Kavitasi akan timbul bila tekanan isap terlalu rendah. Jika pompa mengalami kavitasi, maka akan timbul suara berisik dan getaran,. Selain itu performansi pompa akan menurun secara tiba-tiba, sehingga Selain keuntungan diatas pompa centrifugal juga memiliki kekurangan yaitu :

pompa tidak dapat bekerja dengan baik. Jika pompa dijalankan dalam keadaan kavitasi secara terus menerus dalam jangka lama, maka permukaan dinding saluran disekitar aliran yang berkavitasi akan mengalami kerusakan. Permukaan dinding akan termakan sehingga menjadi lubang-lubang. Peristiwa ini disebut erosi kavitasi, sebagai akibat dari tumbukan gelembung-gelembung uap yang pecah pada dinding secara terus-menerus. Kavitasi pada dasarnya dapat dicegah dengan membuat NPSH yang tersedia lebih besar daripada NPSH yang diperlukan. Dalam perencanaan instalasi pompa, hal-hal berikut ini harus diperhitungkan untuk menghindari kavitasi : 1. Ketinggian letak pompa terhadap permukaan zat cair yang diisap harus dibuat serendah mungkin agar head isap statis menjadi rendah pula. 2. Pipa isap harus dibuat sependek mungkin. Jika terpaksa dipakai pipa isap yang panjang, sebaiknya diambil pipa yang berdiameter satu nomor lebih besar untuk mengurangi kerugian gesek. 3. Sama sekali tidak dibenarkan untuk memperkecil laju aliran dengan menghambat aliran di sisi isap. 4. Jika pompa mempunyai head total yang berlebihan, maka pompa akan bekerja dengan kapasitas aliran yang berlebihan pula, sehingga akan terjadi kavitasi menjadi lebih besar. Oleh karena itu head total pompa harus ditentukan sedemikian rupa sehingga sesuai dengan yang diperlukan pada kondisi operasi yang sesungguhnya. 5. Bila head pompa sangat berfluktuasi, maka pada keadaan head terendah harus diadakan pengamanan penuh terhadap terjadinya kavitasi. Namun, dalam beberapa hal terjadinya sedikit kavitasi yang tidak mempengaruhi performansi sering tidak dapat dihindari sebagai akibat dari pertimbangan ekonomi. Dalam hal ini perlu dipilih bahan impeller yang tahan erosi karena kavitasi.

Rotary Pump

Pompa rotary hanya bisa digunakan untuk memompa cairan yang tidak mengandung solid. Tetapi keistimewaan pompa ini adalah mampu digunakan untuk memompa cairan yang mengandung uap atau gas terlarut. Kapasitasnya kecil, harganya rendah dan hanya membutuhkan tempat yang kecil. Reciprocating Pump Ruang kerja pompa dibentuk dari sebuah silinder yang didalamnya terdapat sebuah torak yang dapat bergerak naik turun. Pemasukan danpengeluaran cairan diatur dengan katub-katub. Jumlah cairan yang diangkut diatur dengan mengubah langkah naik torak atau frekuensi putaran penggerak. Pengoperasian pompa membutuhkan head dan kapasitas yang bervariasi. Jika head atau kapasitas yang diperlukan tidak dapat dicapai dengan satu pompa, maka dapat digunakan dua pompa atau lebih yang disusun secara parallel atau seri. Karakteristik pompa dapat diubah dengan jalan mengadakan sedikit modifikasi. Hal ini diperlukan misalnya jika laju aliran yang dibutuhkan akan berkurang dalam jangka panjang. Cara-cara yang dapat ditempuh adalah : Pemotongan impeller Pemotongan ini akan mengurang kapasitas dan head pompa. Pengurangan jumlah tingkat Pada pompa bertingkat banyak, head total dapat diperkecil dengan mengurangi jumlah tingkat yang ada. Pengurangan ini dapat dilakukan dengan mengambil tingkat yang ada di tengah dan menggantinya dengan cincin antara. PEMILIHAN POMPA Sebelum melakukan pemilihan pompa ada faktor-faktor pemilihan pompa yang harus diperhatikan yaitu : a. Kapasitas pompa Kapasitas dinyatakan sebagai laju alir volumetris. Kapasitas pompa harus memperhatikan segi keamanan. Jadi sebaiknya pompa yang dipilih memiliki kapasitas yang lebih besar dari kebutuhan. b.Head

Secara umum head pompa dapat dituliskan sebagai berikut : -Wf = P/w + Z + V2/2g + F dimana : P/w : pressure head Z F c. : potensial head : friction head NPSH V2/2g : kinetic head

Adalah perbedaan antara total head pada suction inlet dengan head yang diakibatkan oleh tekanan uapnya. d.Sifat fisis cairan : viskositas, kandungan zat padat tersuspensi, korosifitas cairan. Setelah faktor-faktor di atas ditentukan maka pompa yang akan dipakai ditentukan dengan berdasarkan ketentuan-ketentuan berikut : 1. Pemilihan pompa berdasarkan kapasitas Untuk pemilihan pompa berdasarkan kapasitas dapat menggunakan grafik sebagai berikut :

Selain itu pemilihan pompa berdasarkan kapasitas, head pompa,dan tekanan dapat juga dilakukan dengan menggunakan grafik sebagai berikut :

( fig 6-3, Perry) Cara pembacaan grafik : Untuk head pompa digunakan garis putus-putus Untuk tekanan pompa digunakan garis normal

Karena pada range kapasitas tertentu bisa digunakan berbagai jenis pompa maka, untuk kapasitas yang sama faktor ekonomi berupa harga pompa dapat digunakan sebagai salahsatu referensi pemilihan. Karena harga pompa untuk kapasitas yang sama akan berbeda-beda. Harga-harga pompa berdasarkan kapasitasnya dapat dilihat dari garfik-grafik di bawah ini :

2. Pemilihan pompa berdasarkan viscousitas : Jenis Pompa 1. Centrifugal 2. Rotary 3. Reciprocating Viskositas Viskositas rendah (20.000 SSU) Viskositas tinggi ( 500.000 SSU) Viskositas tinggi ( 500.000 SSU)

Khusus untuk pompa sentrifugal, karena pengaruh viskositas sangat besar maka pengaruh tersebut harus dikoreksi dengan grafik sebagai berikut :

Selain koreksi diatas, untuk alas an ekonomis viskositas cairan yang bisa ditangani dengan pompa sentrifugal dibatasi 3000 SSU 3. Pemilihan kandungan zat padat tersuspensi : Jenis Pompa 1. Centrifugal 2. Rotary 3. Reciprocating Padat tersuspensi Mengandung padatan Tidak mengandung padatan Tidak mengandung padatan

4. Pemilihan pompa berdasarkan sifat-sifat khusus fluida : Untuk memompa fluida berupa cairan logam pada suhu Untuk cairan dengan electrical conductivity yang besar sangat tinggi digunakan pompa Canned-Motor Pump digunakan pompa Magnetic Pumps KESIMPULAN 1. Pompa berfungsi untuk memasok tenaga dalam proses pemindahan fluida cair. 2. Pompa secara umum terdiri dari pompa sentrifugal, pompa reciprocating, dan pompa rotary. 3. Faktor utama yang berpengaruh dalam pemilihan pompa adalah, head, NPSH, kapasitas, dan sifat fisis cairan. 4. Pompa yang yang paling luas lingkup pemakaiannya adalah pompa sentrifugal.