0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan26 halaman

Akskep BBLR Pada By. Ay

Dokumen ini merupakan laporan asuhan keperawatan pada bayi bernama By. AY yang lahir dengan diagnosa BBLR dan asfiksia neonatus ringan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Bayi tersebut dirawat di ruang NICU sejak 18 Desember 2025 dan menunjukkan kondisi lemah dengan berbagai pemeriksaan fisik dan antropometri yang dilakukan. Riwayat persalinan menunjukkan bahwa bayi lahir melalui sectio caesarea dan tidak mengalami resusitasi saat lahir.

Diunggah oleh

Eko Yulianto
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan26 halaman

Akskep BBLR Pada By. Ay

Dokumen ini merupakan laporan asuhan keperawatan pada bayi bernama By. AY yang lahir dengan diagnosa BBLR dan asfiksia neonatus ringan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Bayi tersebut dirawat di ruang NICU sejak 18 Desember 2025 dan menunjukkan kondisi lemah dengan berbagai pemeriksaan fisik dan antropometri yang dilakukan. Riwayat persalinan menunjukkan bahwa bayi lahir melalui sectio caesarea dan tidak mengalami resusitasi saat lahir.

Diunggah oleh

Eko Yulianto
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BY.

AY
DENGAN DIAGNOSA MEDIS BBLR DI RUANG BAYI
PRAKTIK PROFESI KEPERAWATAN ANAK (PPKA)
RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN

Pembimbing
Presptor Klinik : Hj. Helmina, [Link].,Ns.
Preseptor Akademik : Suci Fitri Rahayu,Ns.,[Link].

Disusun Oleh :
Eko Yulianto, [Link].
2514901210103

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
2025/2026
Asuhan Keperawatan Pada By. AY dengan Diagnosa Medis BBLR
di Ruang Bayi RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin

Unit : Perinatologi RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh


Banjarmasin
Ruang/Kamar : Bayi/NICU
Tgl. Masuk RS : 18 Desember 2025
Tgl. Pengkajian : 02 Januari 2026
Waktu Pengkajian : 10.00 WITA

A. IDENTIFIKASI
1. BAYI
Nama Inisial : By. AY
Tempat/Jam Lahir : Banjarmasin, 18 Desember 2025 / 09.12
WITA
Jenis Kelamin : Laki-laki
2. IBU
Nama Inisial : Ny. R
Tempat/Tgl. Lahir (Umur) : Banjarmasin, 11 Oktober 2003 (22 tahun)
Agama/Suku : Islam / Banjar
Warga Negara : ( √ ) Indonesia ( ) Asing
Bahasa yang digunakan : ( √ ) Indonesia
( √ ) Daerah : Banjar
( ) Asing
Pendidikan : SMA
Alamat rumah : Jl. Desa Gandaria RT.2 Anjir Pasar
3. AYAH
Nama Inisial : Tn. J
Tempat/Tgl. Lahir (Umur) : Banjarmasin, 07 Mei 2003 (22 tahun)
Agama/Suku : Islam / Banjar
Warga Negara : ( √ ) Indonesia ( ) Asing
Bahasa yang digunakan : ( √ ) Indonesia
( √ ) Daerah : Banjar
( ) Asing
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat rumah : Jl. Desa Gandaria RT.2 Anjir Pasar
4. PENANGGUNG JAWAB
Nama : Tn. J
Alamat : Jl. Desa Gandaria RT.2 Anjir Pasar
Hubungan dengan Klien : Ayah

B. DATA MEDIK
1. Dikirim oleh : ( √ ) VK ( ) Dokter Praktek
( ) Lain-lain
2. Diagnosa medik
a. Saat masuk : BBLR, Asfiksia Neonatus Ringan
b. Saat pengkajian : BBLR, Asfiksia Neonatus Ringan

C. RIWAYAT PERSALINAN
Jenis persalinan : Sectio caesarea (SC)
Pertolongan persalinan : Dokter [Link]

Usia kehamilan : ( ) Post term ( ) Aterm

(√ ) Preterm ( ) Imaturus

Anak ke :1 (pertama)

Lama persalinan : Kala I : tidak terkaji

Kala II : tidak terkaji

Kala III : tidak terkaji

Waktu pecah ketuban : tidak terkaji

Warna air ketuban : tidak terkaji


Bayi lahir 30 detik :( ) Menangis ( √ ) Tidak menangis
Resusitasi :( ) Dilakukan ( √ ) Tidak dilakukan
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) :( ) Dilakukan ( √ ) Tidak dilakukan
Alasan : Bayi di observasi ke ruang bayi nicu.

APGAR SCORE

NO KRITERIA 0 MENIT 5 MENIT 10 MENIT

1 Appearance 1 1 1
2 Pulse 2 2 2
3. Grimace 1 1 1
4. Activity 1 2 2
5. Respiratory 1 1 2
TOTAL 6 7 8

D. RIWAYAT KEHAMILAN
Antenatal Care :( ) Dokter
( √ ) Bidan 1 kali
( ) Tidak pernah
( ) Lain-lain
Imunisasi TT : Ibu pasien mengatakan belum mendapatkan imunisasi TT
Tablet Fe : Ibu pasien mengatakan mendapatkan tablet Fe, namun
tidak rutin diminum
Keluhan
Trimester I : Tidak ada keluhan
Trimester II : Tidak ada keluhan
Trimester III : Tidak ada keluhan
Kebiasaan waktu hamil
Makan : Porsi makan lebih banyak daripada sebelum hamil,
terdiri dari nasi, lauk pauk, sayuran, serta diselingi
makanan ringan
Minum : Sering minum air putih hangat
Obat-obatan : Mengonsumsi vitamin dan tablet penambah darah
Jamu : minum jamu yang dianjurkan orang lain
Rokok : Tidak pernah merokok
Penyulit kehamilan : Tidak ada

E. RIWAYAT KESEHATAN
1. Penyakit yang diderita oleh ibu
( ) TBC
( ) Malaria
( ) Hepatitis
( ) Penyakit jantung
( ) Ginjal
( ) Asma
( ) DM
( ) Hipertensi
( ) Gonorrhoe/GO
( ) Syphilis
( ) HIV/AIDS
( ) Infeksi virus
( ) Jiwa
( ) Epilepsy
( ) Kista
( √ ) Lain-lain : tidak ada
Riwayat operasi ibu
Jenis operasi : Sectio caesarea (SC)
Kapan/tahun : Tahun 2025
Dimana : RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin
Operator : Dokter [Link]
2. Penyakit yang diderita oleh ayah
( ) TBC
( ) Malaria
( ) Hepatitis
( ) Penyakit jantung
( ) Ginjal
( ) Asma
( ) DM
( ) Hipertensi
( ) Gonorrhoe/GO
( ) Syphilis
( ) HIV/AIDS
( ) Infeksi virus
( ) Jiwa
( ) Epilepsy
( ) Kista
( √ ) Lain-lain : tidak ada
3. Penyakit yang diderita oleh keluarga
( ) TBC
( ) Malaria
( ) Hepatitis
( ) Penyakit jantung
( ) Ginjal
( ) Asma
( ) DM
( √ ) Hipertensi
( ) Gonorrhoe/GO
( ) Syphilis
( ) HIV/AIDS
( ) Infeksi virus
( ) Jiwa
( ) Epilepsy
( ) Kista
( ) Lain-lain

F. RIWAYAT PSIKOSOSIAL
Penerimaan ibu terhadap kehadiran bayinya :
( √ ) Menerima ( ) Menolak
Penerimaan suami & keluarga terhadap kehadiran bayinya :
( √ ) Menerima ( ) Menolak
Hubungan ibu dengan suami & keluarga :
( ) Kurang baik ( √ ) Baik ( ) Tidak baik
Keluarga yang masih tinggal serumah :
( ) Mertua ( ) Kakak kandung ( ) Orang tua sendiri
( √ ) Lain-lain : hanya tinggal bersama keluarga inti

G. RIWAYAT SOSIAL KULTURAL


Adat istiadat yang dilakukan pada masa kehamilan, persalinan, dan nifas :
Tidak ada adat istiadat yang dilakukan baik pada masa kehamilan, persalinan,
maupun saat nifas.

H. NUTRISI
ASI, on demand : ( ) Ya ( √ ) Tidak
Colostrums :( ) Ya ( √ ) Tidak, alasan bayi di observasi
PASI : ( ) Ya ( √ ) Tidak

I. ELEMINASI
Miksi :( ) Belum ( √ ) Sudah: 1x/24 jam
Mekonium :( ) Belum ( √ ) Sudah: 1x/24 jam
Konsistensi : Lembek
Warna : Hijau kehitaman

J. PEMERIKSAAN
1. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum :( ) Baik ( √ ) Lemah
Pasien nampak terpasang Syring Pump, dan
dirawat didalm Inkubator dengan penghangat
suhu , Terpasang OGT
TTV :R : 44 x/mnt HR : 134 x/mnt
S : 36,8 oC SPO2 : 99%
Aktivitas bayi :( ) Aktif ( √ ) Merintih ( ) Tidak menangis
( ) Letargi
Kulit : ( √ ) Normal ( ) Cianosis ( ) Mengelupas
( ) Pucat ( ) Keriput
lain-lain : teraba dingin
Lanugo :( ) Ada ( √ ) Tidak ada
Vernik Caseosa : ( √ ) Ada ( ) Tidak ada
Tanda lahir : Tidak ada
KEPALA
Kepala : ( √ ) Bersih ( ) Kotor ( ) Lain-lain
Bentuk kepala : ( √ ) Normal ( ) Caput suksedanium
( ) Cephal haematoni ( ) Hydrocephal
( ) Anecephal ( ) Makrocephal
( ) Microcephal
Sutura : ( √ ) Normal ( ) Molage/moulding ( ) Melebar
MATA
Sclera :( ) Ikterik ( √ ) Tidak ikterik
Conjungtiva :( ) Anemis ( √ ) Tidak anemis
Palpebra :( ) Edema ( √ ) Tidak edema
Bentuk : ( √ ) Normal ( ) Menonjol ( ) Cekung
( ) Strabismus ( ) Nigtagmus
Perdarahan :( ) Ada ( √ ) Tidak ada
Lain-lain : Tidak ada
HIDUNG
Bentuk : ( √ ) Simetris ( ) Tidak simetris
Nafas cuping hidung : ( ) Ada ( √ ) Tidak ada
MULUT
Bentuk : ( √ ) Normal ( ) Labio skizis
( ) Labio palate skizis
Kebersihan : ( √ ) Bersih ( ) Ada monilia
Luka pada bibir :( ) Ada ( √ ) Tidak ada
Lidah :( ) Kotor ( √ ) Tidak kotor
Lain-lain : Terpasang OGT
LEHER
Glandula thyroidea : ( ) Bengkak ( √ ) Tidak bengkak
Struma :( ) Ada ( √ ) Tidak ada
Torticolis :( ) Ada ( √ ) Tidak ada
DADA
Bentuk : ( ) Normal ( ) Funnel chest ( ) Barrel che
st
Lain..Pectus Excavatum
Retraksi : ( √ ) Ada ( ) Tidak ada
Clavikula : ( √ ) Normal ( ) Abnormal
Bunyi nafas : ( √ ) Vesikuler ( ) Bronkovesikuler
( ) Whezing ( ) Ronkhi
Bunyi jantung : ( √ ) Normal ( ) Rales ( ) Mur-mur
Lain-lain : Tidak ada
ABDOMEN
Bentuk : ( √ ) Normal ( ) Skapoid
( ) Distensi ( ) Omfalokel
Auskultasi abdomen : ( √ ) Timpany ( ) Hypertimpany
Bising usus :( ) Tidak terdengar ( √ ) Ada 5 x/mnt
Perkusi abdomen : ( √ ) Sonor ( ) Pekak
Tali pusat : ( √ ) Normal ( ) Layu
( ) Lain-lain
PUNGGUNG
Bentuk : ( √ ) Normal ( ) Lordosis
( ) Kiposis ( ) Skoliosis
Spina bifida :( ) Ada ( √ ) Tidak ada
Meningocele :( ) Ada ( √ ) Tidak ada
Dimple :( ) Ada ( √ ) Tidak ada
GENETALIA LAKI-LAKI
Penis : ( √ ) Normal ( ) Hipospadia
( ) Epispadia ( ) Hemaprodite
Scrotum : ( √ ) Ada ( ) Tidak ada
( ) Gidrokel
Lain-lain : Tidak ada
Anus : ( √ ) Ada ( ) Atresia ani
EKSTREMITAS ATAS DAN BAWAH
Jumlah jari tangan : ( √ ) Lengkap : ada 10 jari ( ) Tidak lengkap
Jumlah jari kaki : ( √ ) Lengkap : ada 10 jari ( ) Tidak lengkap
Polidaktili : ( ) Ada ( √ ) Tidak ada
Paralisis : ( ) Ada ( √ ) Tidak ada
Fraktur : ( ) Ada ( √ ) Tidak ada
2. Pemeriksaan Antropometri
Berat badan : 1650 gram
Panjang badan : 41 cm
Lingkar lengan atas : 8 cm
Lingkar dada : 25 cm
Lingkar perut : 24 cm
Lingkar kepala : 28 cm
3. Pemeriksaan Reflek
Reflek rooting : ( √ ) Ada ( ) Tidak ada
Reflek sucking : ( √ ) Ada ( ) Tidak ada
Reflek swallowing : ( √ ) Ada ( ) Tidak ada
Reflek graps : ( √ ) Ada ( ) Tidak ada
Reflek babinski : ( √ ) Ada ( ) Tidak ada
4. Pemeriksaan Profilaksis
Salf mata 1% : ( √ ) Diberi ( ) Tidak diberi
Vitamin K : ( √ ) Diberi ( ) Tidak diberi
Imunisasi hepatitis : ( ) Diberi ( √ ) Tidak diberi
5. Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium klinik
Darah : Darah Lengkap
Urine : Tidak ada pemeriksaan urin
Feses : Tidak ada pemeriksaan feses
Lain-lain : Tidak ada

K. THERAPY
Gol. Indikasi
Nama Obat Komposisi Dosis Rute
Obat Kontraindikasi
Vitamin K Phytomenadione Keras Indikasi : 1 mg/ IM
1 mg Sebagai antiinflamasi at 24
au imunosupresan, misa Jam
lnya pada penyakit send
i inflamatori, meningitis
bacterial, ataupun eksas
erbasi akut multiple scl
erosis.
Kontraindikasi :
Terdapatnya hipersensit
ivitas terhadap kompon
en penyusun sediaan ob
at vitamin K.

D10% Infus air steril dan dek Keras Indikasi: 160ml IV


strosa (gula). Pediatri: Merupakan /24
Secara spesifik, cairan IV utama untuk jam
komposisinya ter bayi baru lahir dan bayi
diri dari: sangat muda yang
Dekstrosa Mono berisiko hipoglikemi
hidrat: 10 gram Kontraindikasi:
per 100 mL larut Pasien dengan kondisi
an (atau 10%) intoleransi glukosa atau
Air untuk Injeksi sukrosa herediter yang
(Water for Inject jarang terjadi.
ion): Jumlah yan Anuria: Kondisi di
g cukup untuk m mana ginjal tidak
encapai volume t menghasilkan urin.
otal 100 mL Dehidrasi berat tanpa
Larutan ini bersi koreksi elektrolit yang
fat hipertonik, de memada
ngan osmolaritas
sekitar 505 mOs
m/L
Inj. Ampisilin natriu Keras Indikasi : 80
Ampicillin m Infeksi bakteri sensitif: mg/12
ISPA, ISK, saluran cern jam
a, kulit & jaringan luna
k, sepsis, meningitis
Kontaindikasi :
Alergi terhadap penisili
n atau antibiotik β-lakta
m
Inj. Gentamisin sulf Keras Indikasi : 8mg/ IV
Gentamicyn at setara gentami Infeksi bakteri gram ne 24
sin 10 mg/mL at gatif berat (sepsis, ISK, jam
au 40 mg/mL pneumonia), kadang dik
ombinasikan dengan ant
ibiotik lain
Kontraindikasi :
Hipersensitivitas terhad
ap gentamisin/aminogli
kosida, gangguan ginjal
berat, gangguan penden
garan
Inj. Aminophilin Keras Indikasi : 4mg IV
Aminophilin Meredakan Keluhan mg/8
sesak nafas jam
Kontraindikasi :
Hipersensitivitas terhad
ap Aminophilin
Inj. Ceftazidime Keras Indikasi: 60 IV
Seftazidime pentahydrate Antibiotik untuk mg/12
mengatasi infesi bakteri jam
Kontraindikasi :
Hipersensitivitas terhad
ap Seftazidime
Inj. Ranitidin HCl 2 Keras Indikasi: 3mg/ IV
Ranitidine 5 mg/mL (50 m Tukak lambung, GER 12
g/ampul) D, perdarahan saluran c jam
erna
Kontraindikasi:
Alergi terhadap ranitidi
n

PENUNJANG
HASIL LABORATORIUM 22-12-2025
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan
HEMATOLOGI
Hemoglobin 19.0 15,2-23,6 g/dl
Leukosit 12.17 H 3-11 ribu/ul
Eritrosit 5.15 H 4-5 juta/ul
Hematokrit 55.7 H 36-48 vol%
Trombosit 279 150-400 ribu/ul
MCV, MCH, MCHC
MCV 108.2 H 75.0-100.0 fl
MCH 36.9 H 25.0-35.0 pg
MCHC 34.1 31-37 %
HITUNG JENIS
Basofil 0.3 0-1 %
Eusinofil 1.3 L 2-4 %
Limfosit 42.0 17-48 %
KARBOHIDRAT
GLUKOSA 16# <200 mg/dl
SEWAKTU
BILIRUBIN TOTAL 20.06#

L. ANALISA DATA
No Tanggal/Jam Data Fokus Etiologi Problem
1 02-01-2026 DS : - Prematuritas Risiko
11.00 WITA hipotermia
DO :

- Akral teraba hangat


- Lahir prematur 31-32
minggu
- BB 1650 gr
- Suhu tubuh 36,8°C
- Pasien perawatan dal
am incubator
2 02-01-2026 DS : - Ketidakmatangan Risiko Aspiras
11.00 WITA koordinasi mengh i
DO :
isap dan menelan
- Usia kehamilan 31-32
minggu
- Reflek hisap bayi lema
h
- Bayi tampak terpasang
selang OGT
- Minum susu formula
15cc/3 jam/OGT

M. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Risiko hipotermi dibuktikan dengan prematuritas
2. Risiko aspirasi dibuktikan dengan adanya ketidakmatangan koordinasi
menghisap dan menelan
N. PERENCANAAN KEPERAWATAN
Nomor Diagn
No osa Keperaw Diagnosa SLKI SIKI Rasional
atan
1 D.0140 Risiko hipotermia Setelah dilakukan Observasi : 1. Untuk mengetahui suhu tub
dibuktikan denga intervensi keperawatan 1. Monitor suhu tubuh uh klien.
n prematuritas selama 1x24 jam maka 2. Identifikasi penyebab hi 2. Memastikan klien agar teta
Risiko Hipotermia potermi p terpapar suhu hangat dan
membaik dengan kriteria 3. Monitor tanda dan gejala pakaian tebal
hasil : akibat hipotermia 3. Mengetahui adanya tanda g
Suhu tubuh normal Terapeutik ejala hipotermia pada pasie

4. Sediakan lingkungan ya n

ng hangat 4. Memastikan agar tubuh klie

5. Lakukan penghangatan n tetap hangat


5. Memastikan klien untuk sel
alu daLam keadaan hangat.
2 D.0006 Resiko Aspirasi d Setelah dilakukan Observasi : 1. Menilai apakah pasien suda
ibuktikan dengan intervensi keperawatan 1. Monitor tingkat kemamp h bisa beralih ke diet oral at
ketidakmatangan 3x24 jam masalah uan menelan au masih memiliki risiko as
koordinasi mengh terhadap tingkat aspirasi 2. Monitor bunyi napas sete pirasi (tersedak) yang tinggi
isap, menelan dapat diatasi dengan lah minum 2. Jika terdapat suara tambaha
kreteria hasil: 3. Periksa residu n setelah makan, ada kemun
1. Kemampuan menelan 4. Periksa kepatenan selang gkinan cairan masuk ke salu
baik nasogastric ran pernapasan (aspirasi)
2. Tingkat kesadaran Terapeutik 3. Jika jumlah residu terlalu ba
meningkat 5. Posisikan semi fowler se nyak pemberian makan mu
3. Tidak ada kelemahan belum memberi asupan o ngkin perlu ditunda karena l
otot ral ambung belum mengosongk
6. Hindari memberi makan an isinya dengan baik
melalui gastrointestinal ji 4. Memastikan selang tidak ter
ka residu banyak sumbat dan posisinya masih
tepat berada di lambung
5. Posisi tegak atau setengah d
uduk memanfaatkan gaya gr
avitasi untuk membantu ma
kanan/cairan turun ke keron
gkongan dan lambung, sehi
ngga memperkecil risiko ma
suknya benda asing ke dala
m saluran pernapasan (paru-
paru)
6. Residu yang banyak menunj
ukkan adanya hambatan dal
am pengosongan lambung
(gastric emptying). Menamb
ah asupan makanan pada ko
ndisi ini akan menyebabkan
lambung terlalu penuh (diste
nsi).

O. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Hari/Tanggal : Jumat, 02 Januari 2026
Jam Tind Nomor Diagno
No Tindakan Evaluasi Tindakan Paraf
akan sa
1. 13.25 D.0140 1. Menghindarkan pasien dari kedingina 1. Setelah lahir, pasien langsung di letak
n dan tempatkan pada lingkungan yan kan di inkubator dengan infant warme
g hangat r
2. Memonitor gejala yang berhubungan 2. Salah satu tanda hipotermia pada pasi
dengan hipotermi, misal fatigue, apati en adanya perubahan warna kulit menj
s, perubahan warna kulit dll. adi sianosis tidak terjdi
3. Memonitor temperatur dan warna kuli 3. S : 36,8 oC
t Warna kulit : badan kemerahan, ekster
4. Memberikan perawatan bayi dalam in mitas kemerahan
kubator 4. Pasien dimasukkan ke dalam inkubato
r untuk diberi kehangatan
2. 13.40 D.0006 1. Monitor tingkat kemampuan menelan 1. Reflek menghisap dan menelan kuran
2. Monitor bunyi napas setelah minum g baik
3. Periksa residu 2. Tidak ada bunyi napas tambahan
4. Periksa kepatenan selang nasogastric 3. Residu kosong
5. Posisikan semi fowler sebelum memb 4. Terpasang selang OGT,selang OGT d
eri asupan oral alam keadaan baik tidak ada hambata
6. Hindari memberi makan melalui gastr n dalam pemberian minum via OGT
ointestinal jika residu banyak 5. Posisi sudah diberikan dalam keadaan
semi fowler
6. Residu kosong, ASI diberikan sesuai
dengan program yaitu 15cc/3 jam

P. EVALUASI KEPERAWATAN (CATATAN PERKEMBANGAN/SOAP)


Hari/Tanggal : Jum’at, 02 Januari 2026
Jam Eval Nomor Di Respon Subjekti Perencanaan Selanjutnya
No Respon Objektif (O) Analisis Masalah (A) Paraf
uasi agnosa f (S) (P)
1. 14.10 D.0140 - - Pasien dimasukkan Masalah hipotermia t Lanjutkan intervensi :
ke dalam inkubator eratasi sebagian 1. Memonitor gejala ya
dengan adanya ng berhubungan den
penghangat/pengat gan hipotermi, misal
ur suhu perubahan warna kul
- Tanda hipotermia p it
ada pasien tidak 2. Memonitor temperat
terjadi ur dan warna kulit
- S : 36,8oC 3. Memberikan perawa
Warna kulit : bada tan bayi dalam inku
n dan ekstermitas k bator
emerahan
- Pasien masih di dal
am inkubator untuk
diberi kehangatan
2. 14.30 D.0006 - - Usia kehamilan 31- Aspirasi tidak terjadi Lanjutkan intervensi :
32 minggu lagi 1. Monitor tingkat kem
- Reflek hisap bayi le ampuan menelan
mah 2. Monitor bunyi napas
- Bayi tampak terpasa setelah minum
ng selang OGT 3. Periksa residu
- Muntah tidak ada 4. Periksa kepatenan se
- Reflek menelan lang nasogastric
kurang baik, 5. Posisikan semi fowle
ditandai dengan bila r sebelum memberi a
meminum via oral, supan oral
ASI masih 6. Hindari memberi ma
menumpuk didalam kan melalui gastroint
mulut estinal jika residu ba
- Residu kosong nyak
- Minum ASI 15cc/3
jam/OGT

Hari/Tanggal : Sabtu, 03 Januari 2026


Jam Eval Nomor Di Respon Subj Perencanaan Selanjutnya
No Respon Objektif (O) Analisis Masalah (A) Paraf
uasi agnosa ektif (S) (P)
1. 10.00 D.0140 - - Pasien dimasukkan ke Masalah hipotermia t Lanjutkan intervensi :
dalam inkubator eratasi sebagian 1. Memonitor gejala ya
dengan adanya ng berhubungan den
penghangat/pengatur gan hipotermi, misal
suhu perubahan warna kul
- Tanda hipotermia pad it
a pasien tidak terjadi 2. Memonitor temperat
- S : 36,8oC ur dan warna kulit
Warna kulit : badan d 3. Memberikan perawa
an ekstermitas kemera tan bayi dalam inku
han bator
- Pasien masih di dalam
inkubator untuk diberi
kehangatan
2. 10.00 D.0006 - - Usia kehamilan 31-32 Aspirasi tidak terjadi Lanjutkan intervensi :
minggu lagi 1. Monitor tingkat kem
- Reflek hisap bayi lema ampuan menelan
h 2. Monitor bunyi napas
- Bayi tampak terpasang setelah minum
selang OGT 3. Periksa residu
- Muntah tidak ada 4. Periksa kepatenan se
- Reflek menelan kurang lang nasogastric
baik, ditandai dengan 5. Posisikan semi fowle
bila meminum via oral, r sebelum memberi a
ASI masih menumpuk supan oral
didalam mulut 6. Hindari memberi ma
- Residu kosong kan melalui gastroint
- Minum ASI 15cc/3 ja estinal jika residu ba
m/OGT nyak

Hari/Tanggal : Sabtu, 03 Januari 2026


No Jam Eval Nomor Di Respon Subj Respon Objektif (O) Analisis Masalah (A) Perencanaan Selanjutnya Paraf
uasi agnosa ektif (S) (P)
1. 14.10 D.0140 - - Pasien dimasukkan ke Masalah hipotermia t Lanjutkan intervensi :
dalam inkubator eratasi sebagian 4. Memonitor gejala ya
dengan adanya ng berhubungan den
penghangat/pengatur gan hipotermi, misal
suhu perubahan warna kul
- Tanda hipotermia pad it
a pasien tidak terjadi 5. Memonitor temperat
- S : 36,8oC ur dan warna kulit
- Warna kulit : badan d 6. Memberikan perawa
an ekstermitas kemera tan bayi dalam inku
han bator
- Pasien masih di dalam
inkubator untuk diberi
kehangatan
2. 14.30 D.0006 - - Usia kehamilan 31-32 Aspirasi tidak terjadi Lanjutkan intervensi :
minggu lagi 7. Monitor tingkat kem
- Reflek hisap bayi lema ampuan menelan
h 8. Monitor bunyi napas
- Bayi tampak terpasang setelah minum
selang OGT 9. Periksa residu
- Muntah tidak ada 10. Periksa kepatenan se
- Reflek menelan kurang lang nasogastric
baik, ditandai dengan 11. Posisikan semi fowle
bila meminum via oral, r sebelum memberi a
susu formula masih supan oral
menumpuk didalam 12. Hindari memberi ma
mulut kan melalui gastroint
- Residu kosong estinal jika residu ba
- Minum susu formula 1 nyak
5cc/3 jam/OGT
Banjarmasin, 05 Januari 2026
Preseptor Akademik, Preseptor Klinik,

(Suci Fitri Rahayu, Ns.,[Link].) ([Link], [Link].,Ns.)

Anda mungkin juga menyukai