Makalah Metopen
Dosen Pengampu:
Disusun Oleh:
ii
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................................ii
DAFTAR ISI....................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
B. Rumusan masalah......................................................................................3
C. Tujuan Penulisan........................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN
A. Kesimpulan...........................................................................................19
B. Saran ....................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................19
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
iv
dilakukan berpotensi menghasilkan data yang tidak akurat atau kesimpulan
yang lemah.
v
metode penelitian dan konsep dasarnya menjadi sangat penting untuk
dipelajari dan dipahami secara mendalam.
B. Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud dengan hakikat metode penelitian (metopen)?
2. Apa saja karakteristik atau ciri-ciri metode penelitian yang bersifat
ilmiah?
3. Apa saja konsep dasar yang terdapat dalam metode penelitian?
4. Bagaimana peran metode penelitian dalam menunjang kegiatan
ilmiah?
C. Tujuan masalah
1. Untuk menjelaskan pengertian dan hakikat metode penelitian
(metopen).
2. Untuk mengidentifikasi dan menjelaskan karakteristik metode
penelitian yang ilmiah.
3. Untuk menguraikan konsep-konsep dasar dalam metode penelitian
4. Untuk menjelaskan peran metode penelitian dalam kegiatan ilmiah.
vi
BAB II
PEMBAHASAN
1
Nazir, M. (2017). Metode penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
vii
penelitian didasarkan pada fakta yang dapat diamati melalui
pancaindra. Sistematis berarti penelitian dilakukan melalui langkah-
langkah tertentu yang tersusun secara runtut dan terencana.
Pendapat lain dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto yang
menyatakan bahwa penelitian adalah suatu kegiatan untuk mencari,
mencatat, merumuskan, dan menganalisis sampai menyusun
laporannya. Definisi ini menekankan bahwa penelitian bukanlah
kegiatan yang dilakukan secara spontan, melainkan melalui proses
panjang yang melibatkan berbagai tahapan ilmiah.
Hakikat metode penelitian pada dasarnya berkaitan dengan upaya
manusia dalam mencari kebenaran ilmiah. Sejak zaman dahulu,
manusia telah berusaha memahami berbagai fenomena yang terjadi di
sekitarnya. Pada awalnya, pemahaman tersebut banyak didasarkan
pada mitos, kepercayaan, atau tradisi. Namun seiring perkembangan
ilmu pengetahuan, cara memperoleh kebenaran berkembang menjadi
lebih rasional dan berbasis bukti empiris. Metode penelitian hadir
sebagai alat untuk memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh
benar-benar didasarkan pada fakta dan dapat diuji secara ilmiah.
Hakikat metode penelitian juga tidak dapat dipisahkan dari konsep
berpikir ilmiah. Berpikir ilmiah menuntut adanya sikap kritis, logis,
objektif, dan terbuka terhadap berbagai kemungkinan. Seorang peneliti
harus mampu merumuskan masalah secara jelas, menyusun kerangka
teori yang relevan, menetapkan hipotesis yang logis (jika diperlukan),
serta menguji hipotesis tersebut melalui data yang valid. Proses ini
mencerminkan bahwa metode penelitian bukan sekadar prosedur
teknis, tetapi juga merupakan cerminan dari pola pikir ilmiah.
Selain itu, hakikat metode penelitian terletak pada sifatnya yang
objektif. Objektivitas berarti bahwa hasil penelitian tidak boleh
dipengaruhi oleh kepentingan pribadi, prasangka, atau tekanan dari
pihak tertentu. Peneliti harus menyajikan data sesuai dengan kenyataan
yang ditemukan di lapangan, meskipun hasil tersebut tidak sesuai
viii
dengan harapan awal. Kejujuran ilmiah menjadi landasan utama dalam
pelaksanaan metode penelitian.2
Metode penelitian juga bersifat verifikatif, artinya hasil penelitian
harus dapat diuji ulang oleh peneliti lain. Jika penelitian dilakukan
dengan prosedur yang sama dan dalam kondisi yang serupa, maka
hasil yang diperoleh seharusnya tidak jauh berbeda. Prinsip verifikasi
ini menjadi pembeda antara pengetahuan ilmiah dengan pendapat
subjektif yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Dalam praktiknya, metode penelitian mencakup serangkaian
tahapan yang sistematis. Tahapan tersebut umumnya dimulai dari
identifikasi masalah, perumusan masalah, penyusunan landasan teori,
penentuan variabel, penetapan populasi dan sampel, pemilihan teknik
pengumpulan data, analisis data, hingga penarikan kesimpulan. Setiap
tahapan memiliki peranan penting dan saling berkaitan satu sama lain.
Kesalahan dalam satu tahap dapat mempengaruhi keseluruhan hasil
penelitian.3
Hakikat metode penelitian juga dapat dilihat dari fungsinya dalam
pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui penelitian yang dilakukan
secara terus-menerus, suatu teori dapat diuji, dikembangkan, atau
bahkan digantikan oleh teori baru yang lebih relevan. Dengan kata
lain, metode penelitian menjadi sarana utama dalam dinamika
perkembangan ilmu pengetahuan.
Di lingkungan perguruan tinggi, pemahaman terhadap hakikat
metode penelitian menjadi sangat penting karena mahasiswa tidak
hanya dituntut untuk menguasai teori, tetapi juga mampu
menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Penyusunan skripsi, tesis,
2
ukmadinata, N. S. (2017). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Remaja rosda
3
Moh, Kasiram (2008), metodologi penelitian , Malang : UIN-Malang Pres
ix
maupun disertasi membutuhkan pemahaman mendalam mengenai
metode penelitian agar penelitian yang dilakukan memiliki dasar
ilmiah yang kuat. Tanpa pemahaman tersebut, mahasiswa berisiko
melakukan kesalahan dalam menentukan metode, memilih sampel,
atau menganalisis data.
Lebih jauh lagi, dalam kehidupan sehari-hari, metode penelitian
juga memiliki manfaat praktis. Cara berpikir yang sistematis dan
berbasis data dapat membantu seseorang dalam mengambil keputusan
secara lebih rasional. Dengan demikian, metode penelitian tidak hanya
relevan dalam dunia akademik, tetapi juga dalam berbagai bidang
kehidupan lainnya seperti bisnis, pemerintahan, dan sosial
kemasyarakatan.
Dengan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa hakikat metode
penelitian adalah suatu cara ilmiah yang sistematis, rasional, empiris,
dan objektif untuk memperoleh pengetahuan atau memecahkan suatu
permasalahan. Metopen tidak hanya berupa prosedur teknis, tetapi juga
mencerminkan kerangka berpikir ilmiah yang menjadi dasar dalam
pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah secara
bertanggung jawab.
B. Karakteristik Metode Penelitian yang Ilmiah
Metode penelitian yang ilmiah merupakan cara atau prosedur
sistematis yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang dapat
dipertanggungjawabkan secara akademik. Tidak semua kegiatan
pencarian informasi dapat disebut sebagai penelitian ilmiah. Suatu
penelitian dikatakan ilmiah apabila memenuhi karakteristik tertentu
yang membedakannya dari cara berpikir biasa, opini pribadi, atau
pengetahuan berdasarkan pengalaman semata.
Karakteristik metode penelitian yang ilmiah menjadi dasar penting
dalam menjaga kualitas dan kredibilitas suatu penelitian. Dengan
memahami karakteristik tersebut, peneliti dapat memastikan bahwa
x
proses dan hasil penelitiannya memenuhi standar keilmuan yang
berlaku.4
4
Sukardi, (2016), Metodologi penelitian Pendidikan , Jakarta : PT Bumi Aksara
5
Sukmadinati Syaodih Nana, (2018), Metode penelitian , Bandung : PT. Bumi Raja
xi
4. Objektif
Penelitian ilmiah harus bebas dari pengaruh subjektivitas peneliti.
Hasil penelitian harus berdasarkan data yang sebenarnya, bukan
pada opini atau kepentingan pribadi. Objektivitas dapat dijaga
dengan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel, serta
prosedur penelitian yang jelas.
5. Dapat Diverifikasi (Verifikatif)
Hasil penelitian ilmiah harus dapat diperiksa dan diuji kembali oleh
peneliti lain dengan metode yang sama. Jika penelitian diulang
dalam kondisi yang serupa, maka hasilnya seharusnya relatif
konsisten. Sifat verifikatif ini penting untuk memastikan bahwa
hasil penelitian benar-benar dapat dipercaya.
6. Bersifat Kritis dan Analitis
Metode penelitian ilmiah menuntut sikap kritis terhadap setiap data
dan informasi yang diperoleh. Peneliti harus mampu menganalisis
data secara mendalam serta mempertimbangkan berbagai
kemungkinan sebelum menarik kesimpulan.
7. Bersifat Replikatif
Replikatif berarti penelitian dapat diulang oleh peneliti lain dengan
prosedur yang sama untuk menguji konsistensi hasil. Jika hasil
penelitian konsisten setelah direplikasi, maka tingkat kepercayaan
terhadap temuan tersebut semakin tinggi.
8. Bersifat Terbuka (Transparan)
Penelitian ilmiah harus dilakukan secara terbuka, artinya prosedur,
metode, serta teknik analisis yang digunakan dijelaskan secara rinci
dalam laporan penelitian. Transparansi memungkinkan penelitian
untuk dikaji, diuji, dan dikembangkan lebih lanjut.
9. Bersifat Akumulatif
Ilmu pengetahuan berkembang secara bertahap melalui penelitian-
penelitian sebelumnya. Oleh karena itu, penelitian ilmiah bersifat
akumulatif, yaitu membangun dan menyempurnakan temuan yang
xii
telah ada sebelumnya. Penelitian baru tidak berdiri sendiri, tetapi
memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.6
C. Konsep Dasar Metode Penelitian
Setelah memahami hakikat metode penelitian, langkah berikutnya
adalah memahami konsep dasar yang menjadi fondasi dalam
pelaksanaan penelitian ilmiah. Konsep dasar ini berfungsi sebagai
panduan agar penelitian dilakukan secara sistematis, terarah, dan dapat
dipertanggungjawabkan. Tanpa penguasaan konsep dasar, penelitian
berpotensi kehilangan fokus, menjadi bias, atau menghasilkan data
yang tidak valid. Beberapa konsep dasar metode penelitian yang
penting untuk dipahami antara lain:
1. Variabel Penelitian
Variabel merupakan segala sesuatu yang menjadi objek
pengamatan atau pengukuran dalam penelitian. Variabel adalah
elemen kunci karena penelitian pada dasarnya bertujuan untuk
mengetahui hubungan antarvariabel atau pengaruh satu variabel
terhadap variabel lain.
a. Variabel bebas (independent variable) adalah variabel yang
memengaruhi atau menjadi penyebab terjadinya perubahan pada
variabel lain.
b. Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel yang
dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari variabel bebas.
c. Variabel kontrol adalah variabel yang dijaga konstan untuk
memastikan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat
dapat diukur secara akurat.
Pemahaman yang tepat tentang variabel membantu peneliti
merancang penelitian dengan jelas, menentukan teknik analisis
yang sesuai, dan menarik kesimpulan yang valid.
2. Populasi dan Sampel
6
Umar, H. (2019). Metode penelitian Jakarta: Rajawali Pers
xiii
Populasi adalah keseluruhan subjek atau objek yang
menjadi fokus penelitian. Misalnya, jika penelitian dilakukan pada
mahasiswa suatu universitas, maka seluruh mahasiswa di
universitas tersebut merupakan populasi penelitian.
Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil untuk
mewakili karakteristik populasi secara keseluruhan. Pemilihan
sampel harus dilakukan secara cermat agar hasil penelitian dapat
digeneralisasikan. Teknik pengambilan sampel dapat bersifat
probabilitas (misalnya random sampling) atau non-probabilitas
(misalnya purposive sampling).
Penguasaan konsep populasi dan sampel sangat penting
agar penelitian tidak bias dan hasilnya dapat diandalkan.
3. Data dan Sumber Data
Data adalah informasi yang dikumpulkan untuk menjawab rumusan
masalah penelitian. Data dapat dibedakan menjadi dua jenis:
a. Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari sumber
pertama melalui observasi, wawancara, atau kuesioner.
b. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari dokumen,
literatur, atau penelitian sebelumnya.
Pemahaman tentang jenis data dan sumbernya membantu peneliti
menentukan metode pengumpulan data yang tepat serta menjaga
validitas informasi yang dikumpulkan.
4. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan metode yang digunakan
untuk memperoleh informasi dari subjek atau objek penelitian.
Beberapa teknik yang umum digunakan antara lain:
a. Observasi, yaitu pengamatan langsung terhadap fenomena atau
perilaku yang terjadi.
b. Wawancara, yaitu pengumpulan informasi melalui tanya jawab
langsung dengan responden.
c. Angket atau kuesioner, yaitu instrumen tertulis yang digunakan
untuk mengumpulkan jawaban dari responden.
xiv
d. Dokumentasi, yaitu pengumpulan data dari arsip, buku,
laporan, atau catatan resmi.
Pemilihan teknik yang tepat sangat menentukan kualitas data yang
diperoleh.
5. Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian menggambarkan cara atau strategi
yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah. Pendekatan
yang paling umum digunakan adalah:
a. Pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang menekankan
pengukuran, perhitungan, dan analisis statistik. Pendekatan ini
digunakan untuk menguji hipotesis dan menemukan hubungan
sebab-akibat antarvariabel.
b. Pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang menekankan
pemahaman mendalam terhadap fenomena, pengalaman, atau
persepsi subjek penelitian. Data yang dikumpulkan bersifat
deskriptif dan dianalisis secara kualitatif.
c. Pendekatan campuran (mixed methods), yaitu gabungan antara
kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang
lebih komprehensif.
Pemilihan pendekatan harus disesuaikan dengan tujuan penelitian
dan karakteristik masalah yang diteliti.
6. Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara atau jawaban awal terhadap
rumusan masalah yang perlu diuji melalui penelitian. Hipotesis
biasanya digunakan dalam penelitian kuantitatif untuk menguji
hubungan antarvariabel. Hipotesis harus dirumuskan secara jelas,
spesifik, dan dapat diuji secara empiris.
Dengan hipotesis yang baik, peneliti memiliki arah yang jelas dan
proses penelitian menjadi lebih fokus.7
7. Validitas dan Reliabilitas
7
Yusuf, A. M. (2017). Metode penelitian Pendidikan Jakarta: Kencana
xv
Dua konsep penting dalam penelitian ilmiah adalah validitas dan
reliabilitas:
a. Validitas menunjukkan sejauh mana alat ukur atau instrumen
penelitian mampu mengukur apa yang seharusnya diukur.
Validitas memastikan bahwa data yang dikumpulkan benar-
benar sesuai dengan fenomena yang diteliti.
b. Reliabilitas menunjukkan konsistensi hasil pengukuran.
Instrumen yang reliabel akan menghasilkan data yang
konsisten jika digunakan berulang kali pada kondisi yang
sama.
Penguasaan konsep ini menjamin bahwa hasil penelitian dapat
dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
8. Etika Penelitian
Konsep dasar lainnya yang tidak kalah penting adalah etika
penelitian. Peneliti harus menghormati hak subjek penelitian,
menjaga kerahasiaan data, menghindari plagiarisme, dan melaporkan
hasil penelitian secara jujur. Etika penelitian menjaga integritas
ilmiah dan kredibilitas penelitian.
D. Peran Metode Penelitian dalam Kegiatan Ilmiah
Metode penelitian merupakan unsur yang sangat fundamental dalam
kegiatan ilmiah. Kegiatan ilmiah pada dasarnya adalah suatu proses
sistematis untuk memperoleh pengetahuan yang benar, objektif, dan
dapat dipertanggungjawabkan. Namun, pengetahuan tidak dapat
diperoleh secara sembarangan. Diperlukan suatu cara atau prosedur
yang terstruktur agar proses pencarian kebenaran berjalan secara
rasional dan ilmiah. Di sinilah metode penelitian memainkan peran
yang sangat penting. Metode penelitian bukan hanya sekadar teknik
pengumpulan data, tetapi merupakan kerangka berpikir dan prosedur
kerja yang menjadi dasar dalam seluruh rangkaian kegiatan ilmiah.
Tanpa metode yang jelas, penelitian akan kehilangan arah, hasilnya
diragukan, dan tidak dapat diterima dalam komunitas akademik. Oleh
xvi
karena itu, metode penelitian menjadi fondasi utama dalam setiap
kegiatan ilmiah.
Berikut ini adalah penjelasan secara rinci mengenai berbagai peran
metode penelitian dalam kegiatan ilmiah
1. Sebagai Landasan dan Pedoman dalam Pelaksanaan Penelitian
Metode penelitian berperan sebagai pedoman yang
mengarahkan seluruh proses penelitian. Dalam kegiatan ilmiah,
setiap langkah harus dilakukan secara sistematis, mulai dari:
a. Identifikasi masalah
b. Perumusan masalah
c. Penyusunan tujuan penelitian
d. Kajian teori
e. Penentuan desain penelitian
f. Pengumpulan data
g. Analisis data
h. Penarikan Kesimpulan
xvii
sama, hasilnya relatif serupa. Dengan demikian, metode penelitian
memastikan bahwa hasil penelitian bukan sekadar kebetulan.8
3. Sebagai Sarana Pemecahan Masalah Secara Ilmiah
Tujuan utama kegiatan ilmiah adalah memecahkan masalah
atau menjawab pertanyaan penelitian. Metode penelitian
menyediakan langkah-langkah sistematis untuk menganalisis
masalah berdasarkan data empiris.
Dalam kehidupan sehari-hari, masalah sering diselesaikan
berdasarkan pengalaman atau intuisi. Namun, dalam kegiatan
ilmiah, penyelesaian masalah harus didasarkan pada:
a. Fakta yang dapat dibuktikan
b. Analisis logis
c. Bukti empiris
d. Argumentasi rasional
Dengan menggunakan metode penelitian, solusi yang
dihasilkan menjadi lebih objektif dan dapat dipertanggungjawabkan
secara ilmiah.
4. Mengembangkan dan Memperkaya Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan berkembang melalui proses penelitian
yang berkelanjutan. Metode penelitian memungkinkan peneliti
untuk:
a. Menemukan fakta baru
b. Menguji teori yang sudah ada
c. Mengembangkan konsep baru
d. Memperbaiki kelemahan penelitian terdahulu
Penelitian yang dilakukan secara sistematis akan memberikan
kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan
demikian, metode penelitian berperan sebagai alat utama dalam
proses akumulasi dan pengembangan ilmu.
8
Riduwan. (2019). Metode dan teknik menyusun penelitian. Bandung: Alfabeta
xviii
5. Menguji dan Memverifikasi Teori
Dalam kegiatan ilmiah, teori tidak diterima begitu saja
tanpa pengujian. Metode penelitian memungkinkan peneliti untuk
menguji hipotesis atau teori tertentu melalui data yang diperoleh di
lapangan.
Jika hasil penelitian mendukung teori, maka teori tersebut semakin
kuat. Namun, jika hasilnya berbeda, maka teori dapat direvisi atau
bahkan digantikan dengan teori baru. Proses ini menunjukkan
bahwa metode penelitian berperan dalam menjaga dinamika dan
perkembangan ilmu pengetahuan.
Dengan kata lain, metode penelitian menjadi alat verifikasi dan
evaluasi terhadap kebenaran suatu teori.
6. Meningkatkan Objektivitas dan Mengurangi Bias
Objektivitas merupakan salah satu prinsip utama dalam
kegiatan ilmiah. Metode penelitian membantu menjaga objektivitas
dengan menetapkan prosedur yang jelas dan terstandar.
Tanpa metode yang jelas, peneliti dapat terjebak dalam bias
pribadi, seperti:
a. Bias konfirmasi (hanya mencari data yang mendukung
pendapat pribadi)
b. Bias seleksi (memilih data tertentu saja)
c. Bias interpretasi (menafsirkan data secara subjektif)
Dengan mengikuti prosedur metode penelitian yang ketat, risiko
bias dapat diminimalkan sehingga hasil penelitian lebih netral dan
dapat diterima secara luas.
7. Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan
Hasil kegiatan ilmiah sering digunakan sebagai dasar dalam
pengambilan keputusan, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi,
sosial, kesehatan, maupun kebijakan publik.
Metode penelitian memastikan bahwa keputusan tersebut
didasarkan pada:
a. Data yang akurat
xix
b. Analisis yang tepat
c. Bukti yang dapat diuji
Sebagai contoh, kebijakan pendidikan yang efektif harus
didasarkan pada hasil penelitian yang valid. Tanpa metode
penelitian yang benar, keputusan yang diambil dapat keliru dan
berdampak negatif.
8. Mendorong Sikap dan Etika Ilmiah
Metode penelitian tidak hanya berperan secara teknis, tetapi
juga membentuk sikap ilmiah dalam diri peneliti. Sikap ilmiah
yang berkembang melalui penerapan metode penelitian antara lain:
a. Kritis terhadap informasi
b. Terbuka terhadap kritik dan saran
c. Jujur dalam menyajikan data
d. Bertanggung jawab terhadap hasil penelitian
e. Menghargai karya ilmiah orang lain
Dengan demikian, metode penelitian juga berperan dalam
membangun integritas dan etika akademik.
9. Memungkinkan Replikasi dan Pengembangan Penelitian Lanjutan
Metode penelitian yang jelas dan terdokumentasi dengan
baik memungkinkan penelitian untuk direplikasi oleh peneliti lain.
Replikasi penting untuk:
a. Menguji konsistensi hasil penelitian
b. Memastikan keandalan temuan
c. Mengembangkan penelitian lebih lanjut
Penelitian yang dapat direplikasi menunjukkan bahwa prosedur
yang digunakan transparan dan dapat diuji kembali. Hal ini
memperkuat posisi penelitian dalam komunitas ilmiah.
10. Memberikan Standar dalam Penulisan Karya Ilmiah
Metode penelitian juga berperan dalam memberikan standar
dalam penyusunan laporan ilmiah, seperti skripsi, tesis, disertasi,
maupun artikel jurnal. Struktur penulisan ilmiah umumnya
mencakup:
xx
a. Pendahuluan
b. Tinjauan Pustaka
c. Metodologi penelitian
d. Hasil dan pembahasan
e. Kesimpulan
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Metode penelitian atau yang sering disebut dengan istilah
metopen merupakan unsur yang sangat mendasar dalam kegiatan ilmiah.
Dalam dunia akademik, metode penelitian tidak hanya dipahami sebagai
sekadar teknik pengumpulan data, melainkan sebagai suatu sistem
berpikir dan prosedur ilmiah yang terstruktur untuk memperoleh
pengetahuan yang benar, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tanpa metode yang jelas, suatu penelitian akan kehilangan arah dan
validitasnya sehingga hasil yang diperoleh menjadi diragukan.
Hakikat metode penelitian juga tidak dapat dipisahkan dari
konsep berpikir ilmiah. Berpikir ilmiah menuntut adanya sikap kritis,
logis, objektif, dan terbuka terhadap berbagai kemungkinan. Seorang
peneliti harus mampu merumuskan masalah secara jelas, menyusun
kerangka teori yang relevan, menetapkan hipotesis yang logis (jika
diperlukan), serta menguji hipotesis tersebut melalui data yang valid.
Proses ini mencerminkan bahwa metode penelitian bukan sekadar
prosedur teknis, tetapi juga merupakan cerminan dari pola pikir ilmiah.
B. Saran
Berdasarkan pembahasan mengenai Hakikat Metodologi Penelitian
dan Konsep Dasar Penelitian, disarankan agar mahasiswa dan peneliti
pemula lebih mendalami pemahaman tentang metodologi penelitian
sebelum melaksanakan penelitian agar proses yang dilakukan sistematis
xxi
dan sesuai kaidah ilmiah. Selain itu, diperlukan latihan dan bimbingan
yang berkelanjutan agar pemahaman teori dapat diterapkan secara tepat
dalam praktik penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Sukmadinati Syaodih Nana, (2018), Metode penelitian , Bandung : PT. Bumi Raja
xxii