Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN ANALISA RUANG GAWAT DARURAT SORE Nama mahasiswa NPM Tanggal Nama pasien Diagnosa medis : Burhandiah

Gerhandi Saptiani : 0906619195 : 2/4/2012, jam 19.00 WIB : Tn.D 45 tahun : Asma

Riwayat penyakit dahulu Riwayat hipertensi DM disangkal, riwayat asma semenjak kecil. Riwayat penyakit sekarang Datang dengan keluhan sesak napas seperti saluran napas menyempit dan berat. Asma kambuh bila kelelahan. Pengkajian Primary Survey A : bebas tidak ada sumbatan jalan napas B : RR = 30 x/menit, napas lebih cepat, suara napas wheezing +/+, ronkhi +/-, retraksi dinding dada. C : TD = 130/80 mmHg, N = 99x/menit, kapiler refill >3 dtk D : kesadaran compos mentis GCS 15. E : tampak sesak, terpasang oksigen 4 l/mnt, inhalasi ventolin 1 amp, bisolvon 1cc, pulmicort 1 amp , 1cc NaCl 0,9 % Secondary Survey (Pemeriksaan fisik) : Mata Leher Jantung Paru Abdomen : Konjuctiva anemis (-), sklera ikterik (-) : perbesaran KGB (-), : BJ I II normal, mur-mur (-), gallop (-). TD 130 / 80 mmHg, N 99x/mnt, :, ronchi +/-, wheezing +/+ : Datar, lemas, BU (+) N, Hepar tidak teraba Ekstremitas : Akral kaki dingin

Intervensi yang diberikan Kolaborasi pemberian nebulizer

Justifikasi intervensi yang diberikan Keluarga mengatakan Tn.D mempunyai riwayat asma sejak kecil usia 2 tahun , pasien mengeluh sesak napas sejak semalam, batuk berdahak, dan pilek. Sudah diberikan obat asma ventolin inhaler tetapi masih sesak, hasil auskultasi terdapat bunyi wheezing, asma sering muncul karena kelelahan. BB =70 kg. tindakan inhalasi dengan menambahakan medikasi pulmicort, ventolin, bisolvon dengan perbandingan 1 cc: 1 cc: 1cc. Pemberian inhalasi dengan pulmicort, golongan obat kortikosteroid yang berfungsi sebagai menghambat mediator inflamasi akibat alergi. ventolin merupakan nama dagang dari albuterol golongan bronkodilator atau adrenergic agonis sebagai untuk memvasodilatasi/ melonggarkan otot polos di bronkiolus yang mengalami spasme dan meningkatkan aliran udara masuk ke paru, sedangkan bisolvon sebagai pengencer dahak diman saat ini an. F sedang batuk kadang kesulitan mengeluarkan secret. Diagnosa Keperawatan Bersihan jalan napas tak efektif berhubungan dengan bronkospasme.

Patofisiologi ASMA EKSTRINSIK Allergen : protein seperti makanan, debu, bulu halus, spora jamur, serat kain INTRINSIK CAMPURAN

Factor non spesifik : flu, emosi, latihan fisik

Tdr dr komponen ekstrinsi dan intrinsik Stimulasi syaraf simpatis Penyekatan reseptor badrenergik Stimulas reseptor adrenergik Penurunan cAMP

antigen Ikatan antigen Antibody Ig E Sel Mast Histamine, bradikinin, prostaglandin

Ujung syaraf di jalan nafas terangsang

System parasimpatis Syaraf vagus

Peningkatan pelepasan mediator kimiawi oleh sel mast Merangsang otot polos dan kelenjar jalan nafas

Bronkospasme MK : JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF MK : P0LA NAFAS INEFEKTIF Bronkokontriksi

Pembengkakan membrane muosa Pembentukan mukus Batuk produktif Udara terperangkap pd bag distal
MK : BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFETIF

Sesak nafas

Ekspirasi memanjang Retraksi otot aksesori pernafasan


Memberikan nebulizer ventolin 1 amp + 1 cc NaCl 0,9 %+ pulmicorc 1 amp+ bisolvon 1 cc Memberikan oksigen 4 L/mnt Memposisikan semifowler

Turbulensi arus udara + getaran ke bronkus

FEV rendah

wheezing

evaluasi tindakan keperawatan A : bebas tidak ada sumbatan jalan napas B : RR = 25 x/menit, napas lebih cepat, suara napas wheezing berkurang , ronkhi +/-, tidak ada retraksi dinding dada . C : TD = 120/80 mmHg, N = 92x/menit, kapiler refill 2 dtk , terpasang oksigen 4 l/mnt, akral hangat D : kesadaran compos mentis GCS 15. E : tampak sesak berkurang , Monitor klien Mengobservasi kepatenan jalan napas Mengkaji ulang pernapasan Memposisikan klien pada posisi ternyaman.

Anda mungkin juga menyukai