Anda di halaman 1dari 5

PPM REGULER

PROPOSAL PENGABDIAN MASYARAKAT

PELATIHAN HYGINE SANITASI DAN TATA PENYAJIAN MAKANAN DAN MINUMAN DI PEDAGANG TRADISIONAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN
OLEH Drs. I Wayan Pantiyasa.,MM Agung Permana Budi.SE.,MM

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL LEMBAGA PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI PARIWISATA BALI INTERNASIONAL

2011

HALAMAN PENGESAHAN USUL KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 1. Judul :

PELATIHAN HYGINE SANITASI DAN TATA PENYAJIAN MAKANAN DAN MINUMAN DI PEDAGANG TRADISIONAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN
2. Ketua Pelaksana : A. N a m a B. NIP /NIDN C. Pangkat/golongan D. Jabatan E. Program Studi F. Bidang Keahlian G. Alamat Rumah H. Email I. No.Telp/Hp. 3. Anggota Pelaksana A. N a m a B. NIP /NIDN C. Pangkat/golongan D. Jabatan E. Program Studi F. Bidang Keahlian G. Alamat Rumah H. Email I. No.Telp/Hp. : Drs. I Wayan pantiyasa.MM : 2010.0045/ : IV/c : Lektor kepala : Manajemen Perhotelan : Perhotelan : Jl. Pantai Berawa No 29, Banjar Tegal Gundul Tibu Beneng, Kuta Utara : pantiyasawayan@yahoo.com : HP. 08123962303, : Agung Permana Budi.SE,.MM : 2008.0074/ : III/b : Asisten Ahli : Manajemen Perhotelan : Marketing Hospitality : Jl. Raya Puputan II No. B.9 Renon Denpasar : agungpb@yahoo.com : HP. 081999079614 Denpasar, 20 Setember 2011 Ketua Pelaksana,

Drs. I Wayan Pantiyasa.MM NIP. 2010.0045


Menyetujui: Sekolah Tinggi pariwisata Bali Internasional

I Made Sudjana.SE.,MM NIPY. 2000.0003

PROPOSAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT


A. JUDUL

Pelatihan Hygine sanitasi dan tata penyajian makanan dan minuman di pedagang tradisional dalam upaya meningkatkan penjualan
B. ANALISIS SITUASI C. TINJAUAN PUSTAKA D. IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN MASALAH E. TUJUAN KEGIATAN F. MANFAAT KEGIATAN G. KERANGKA PEMECAHAN MASALAH Permasalahan yang diangkat dalam kegiatan pengabdian pada pedagang tradisional di kreneng Denpasar adalah memotivasi, kemauan dan kemampuan dalam melakukan penjualan makanan dan minuman. Oleh karena itu, diusulkan kerangka pemecahan masalah secara operacional sebagai berikut: 1. Menetapkan jumlah peserta pelatihan yaitu para pedagang yang ada di kreneng Denpasar 2. Semua peserta dikumpulkan di suatu tempat/ruangan yang memadai untuk penyelenggaraan pelatihan 3. Memberikan materi pelatihan yang meliputi : a. Materi 1 : b. Materi 2 : c. Materi 3 : d. Materi 4 : e. Materi 5 : H. KHALAYAK SASARAN I. KETERKAITAN J. METODE KEGIATAN Metode kegiatan ini berupa pelatihan kepada para pedagang tradisional di pasar kreneng Denpasar. Setelah diberi pelatihan, selanjutnya mereka dibimbing untuk menerapkan hasil pelatihan dalam rangka meningkatkan penjualan usaha makanan mereka.

Berikut ini adalah tahapan pelatihan yang dilakukan: 1. Tahap Persiapan Tahap persiapan yang dilakukan meliputi : a. Survey b. Pemantapan dan penetuan lokasi dan sasaran 2. Tahap Pelaksanaan Pelatihan Tahap pelaksanaan pelatihan dilakukan persiapan. Dalam tahap ini dilakukan pertama, penjelasan tentang hygine dan sanitasi dalam penyajian makanan dan minuman, sesi pelatihan ini menitikberatkan pada pemberian penjelasan mengenai kebersihan dan penyajian makanan 3. Metode Pelatihan Untuk melaksanakan kegiatan tersebut digunakan beberapa metode pelatihan, yaitu: a. Metode Ceramah Metode ceramah dipilih untuk memberikan penjelasan tentang hygine dan sanitasi dalam penyajian makanan dan minuman. b. Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab sangat penting bagi para peserta pelatihan, baik di saat menerima penjelasan tentang hygine dan sanitasi dalam penyajian makanan c. Metode Simulasi Metode simulasi ini sangat penting diberikan kepada para peserta pelatihan untuk memberikan kesempatan mempraktekan materi pelatihan yang diperoleh. Harapannya, peserta pelatihan akan benar-benar menguasai materi pelatihan yang diterima. K. RANCANGAN EVALUASI Evaluasi kegiatan dilakukan selama proses dan akhir pelatihan, pada aspek pencapaian tujuan pelatihan dan juga penyelenggaraan pelatihan. Evaluasi proses dan hasil (pencapaian tujuan pelatihan) dilakukan dengan angket tanya jawab, dan observasi. Sedangkan evaluasi aspek penyelenggaraan pelatihan dilakukan dengan pemberian angket. Indikator keberhasilan dalam pelaksanaan pelatihan penulisan karya ilmiah sekolah dasar ada 2 metode yang ditempuh, yaitu: (1) Evaluasi selama proses pelatihan, dan (2) evaluasi pasca pelatihan. 1. Evaluasi selama proses pelatihanEvaluasi saat pelaksanaan pelatihan meliputi, keterlibatan dan kemampuan peserta setiap tahap pelatihan. Pada Tahap akhir, peserta diharapkan

dapat melakukan kegiatan Hygine sanitasi dan tata penyajian makanan dan minuman . Indikator keberhasilan selama proses pelatihan dengan melihat: a. Kemampuan para pedagang makanan dalam pemahaman Hygine sanitasi dan tata

penyajian makanan dan minuman


b. Keterampilan para pedagang makanan dalam pemahaman Hygine sanitasi dan tata

penyajian makanan dan minuman


Indikator keberhasilan pelatihan ini adalah apabila: a. Lebih dari 90% peserta memahami kegiatan pelaksanaan Hygine sanitasi dan tata

penyajian makanan dan minuman


b. Lebih dari 75% peserta/Guru-guru mampu mempratekkan Hygine sanitasi dan tata

penyajian makanan dan minuman


c. Lebih dari 50% peserta/Guru-guru bersedia mensosialisasikan Hygine sanitasi dan tata

penyajian makanan dan minuman


2. Evaluasi Pasca Pelatihan Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dievaluasi berdasarkan taraf penyelesaian materi pelatihan, dan Tim Pengabdian akan melakukan evaluasi dengan mengamati dan memeriksa pemahaman, keterampilan saat pelatihan. Instrumen kriteria penilaian tingkat kebermanfaatan kegiatan pelatihan ini diungkap dengan instrumen yang telah disiapkan seperti pada Tabel 1 L. RENCANA JADWAL KERJA Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini membutuhkan alokasi waktu selama 2 (Dua) Hari, dimulai sejak penandatanganan kontrak kerja. Bebagai kegiatan operasional dan terperinci sebagaimana tampak pada Tabel 2 dibawah ini.