Anda di halaman 1dari 92
SERI BAHAN BIMBINGAN TEKNIS IMPLEMENTASI KTSP PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENGEMBANGAN DIRI PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN K
SERI BAHAN BIMBINGAN
TEKNIS
IMPLEMENTASI KTSP
PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN
PENGEMBANGAN DIRI
PADA SEKOLAH MENENGAH
KEJURUAN
K
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH
KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN
DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
TAHUN 2008
i

KATA PENGANTAR

Sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menyelesaikan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan yang kemudian dikukuhkan menjadi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Nomor 24 Tahun 2006 yang disempurnakan dengan Nomor 6 tahun 2007 tentang ketentuan pelaksanaannya. BSNP juga telah menerbitkan Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pengalaman melakukan persiapan untuk penyusunan Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan (KTSP-SMK), ternyata berbagai ketentuan tentang penyusunan KTSP yang termuat pada peraturan- peraturan tersebut, termasuk pedoman penyusunannya, masih memerlukan analisis dan upaya pensistematisan yang tidak sederhana, terutama karena ada beberapa ketentuan yang saling terkait tapi berada pada dokumen yang berbeda-beda. Atas dasar itulah, maka sesuai dengan tugas dan fungsinya, Direktorat Pembinaan SMK berupaya merevisi Bahan Bimbingan Teknis Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2006 menjadi Edisi 2008 yang sepenuhnya diturunkan secara sistematis dari peraturan-peraturan tersebut dan pedoman pelaksanaannya.

Bahan bimbingan teknis hasil revisi ini diharapkan dapat membantu para pihak yang terlibat dalam pengembangan dan implementasi KTSP-SMK serta satuan pendidikan SMK pada umumnya, dalam upaya menerapkan peraturan-peraturan dimaksud. Pada gilirannya, seperti yang diharapkan, setiap SMK atau kelompok SMK akan mampu menyiapkan sendiri KTSP yang akan diimplementasikannya.

Seri bahan bimbingan teknis (Bimtek) ini meliputi judul- judul berikut.

  • 1. Teknik Penyusunan KTSP dan Silabus SMK;

  • 2. Teknik Penyusunan RPP;

  • 3. Teknik Pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal SMK;

  • 4. Teknik Penyusunan Modul Bahan Ajar);

  • 5. Teknik Pelaksanaan Pengembangan Diri pada SMK;

  • 6. Model-model Pembelajaran SMK;

  • 7. Penilaian dan Pelaporan Hasil Belajar Peserta Didik SMK;

  • 8. Implementasi Sistem Kridit Semester pada SMK.

Kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi sehingga terwujudnya seri buku bahan bimbingan teknis ini, kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi- tingginya.

Jakarta,

November 2008

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan,

Dr. Joko Sutrisno NIP. 131415680

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR....................................................................

i

DAFTAR ISI.................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN

  • A. Latar Belakang..........................................................

1

  • 1. Landasan Filosofis..............................................

1

  • 2. Landasan Hukum................................................

2

  • B. Tujuan Pengembangan Diri......................................

3

BAB II PENGEMBANGAN DIRI

  • C. Pengertian................................................................

5

  • D. Ruang Lingkup..........................................................

6

  • 1. Ruang Lingkup Kegiatan.....................................

6

  • 2. Ruang Lingkup Materi.........................................

7

  • E. Bentuk-Bentuk Pelaksanaan ...................................

7

  • F. Jenis Program...........................................................

9

  • G. Sasaran Pengembangan Diri....................................

10

BAB III BIMBINGAN KARIR DAN KONSELING

  • H. Pengertian................................................................

11

  • I. Bidang Pengembangan............................................

13

  • J. Jenis Layanan...........................................................

14

  • K. Kegiatan Pendukung................................................

17

  • L. Format Kegiatan.......................................................

18

M.Program Bimbingan Karir dan Konseling..................

19

  • N. Pelaksanaan.............................................................

20

  • O. Pelaksana.................................................................

25

  • P. Pengawasan.............................................................

26

  • Q. Penilaian...................................................................

27

BAB IV KEGIATAN EKSTRAKULIKULER

  • A. Pengertian ...............................................................

31

  • B. Bidang Pengembangan............................................

32

  • C. Prinsip Kegiatan........................................................

32

D.

Format Kegiatan.......................................................

34

  • E. Program....................................................................

34

  • F. Perencanaan............................................................

38

  • G. Pelaksanaan.............................................................

38

  • H. Pelaksana.................................................................

38

  • I. Pengawasan.............................................................

39

  • J. Penilaian...................................................................

39

LAMPIRAN-LAMPIRAN

  • 1. Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik

  • 2. Contoh Program Bimbingan Karir dan Konseling

  • 3. Contoh Program Semesteran Bimbingan Karir dan Konseling

  • 4. Contoh Program Bulanan Bimbingan Karir dan Konseling

  • 5. Contoh Program Mingguan Bimbingan Karir dan Konseling

  • 6. Contoh Rencana Program Harian Bimbingan Karir dan Konseling

    • 7. Contoh Lapelprog

    • 8. Contoh Perhitungan Jam Kegiatan Tidak Penuh Satu Bula

    • 9. Contoh Perhitungan Jam Kegiatan Penuh Satu Bulan

  • 10. Contoh Jenis dan Frekuensi Layanan yang Diterima Setiap Peserta Didik

  • 11. Contoh Rekapitulasi Jenis dan Frekuensi Layanan yang Diterima Peserta Didik

  • 12. Contoh Laporan Nilai Kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling

  • 13. Aspek-Aspek yang Diharapkan Berkembang Dalam Pengembangan Kreativitas

    • 14. Rambu-Rambu Rencana Kegiatan Ekstrakulikuler

  • 15. Rambu-Rambu Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakulikuler

  • 16. Rambu-Rambu Laporan Kegiatan Ekstrakulikuler

    • 17. Contoh Program Tahunan Pengembangan Kreativitas

iv

18.

Contoh Program Bulanan Pengembangan Kreativitas

  • 19. Contoh Program Mingguan Pengembangan Kreativitas

  • 20. Contoh Rencana Program Pengembangan Kreativitas

  • 21. Contoh Laporan Keikutsertaan Peserta Didik dalam Kegiatan Ekstrakulikuler

  • 22. Contoh Nilai Peserta Didik dalam Kegiatan Ekstrakulikuler

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

  • 1. Landasan Filosofis

    • a. Manusia sebagai makhluk sosial yang educable perlu mendapatkan pendidikan untuk menjadikan manusia dewasa dan mandiri. Manusia juga makhluk unik yang berbeda antara satu dan lainnya dalam berbagai hal.

    • b. Pengembangan diri dalam struktur kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan fokus yang berkesinambungan dari sasaran program bimbingan dan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.

    • c. Bimbingan dan konseling adalah profesi yang menekuni masalah sikap, kepribadian, serta keunikan manusia berupaya menelusuri dan membantu mewujudkannya menuju kedewasaan dan kemandirian sesuai bakat, minat serta keunikan tersebut.

    • d. Kegiatan ekstrakurikuler adalah program yang dipilih peserta didik berdasarkan bakat, minat, serta keunikannya meraih prestasi yang bermakna bagi diri dan masa depannya.

  • 2. Landasan Hukum

    • a. UU RI Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.

    • b. PP RI Nomor 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan.

    • c. Permen Diknas RI Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.

    • d. Permen

    Diknas

    RI

    Nomor

    24

    Tahun

    2006

    tentang Pelaksanaan Permendiknas

    No.

    22

    Tahun 2006 dan No. 23 Tahun 2006, serta Permendiknas Nomor 6 Tahun 2007 tentang Perbaikan Permendiknas Nomor 24 Tahun

    2006.

    • e. Permen Diknas RI Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan.

    • f. Dasar Standardisasi Profesi Konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah Profesi Konseling di Sekolah dan Luar Sekolah.

    B. Tujuan Pengembangan Diri

    • 1. Tujuan Umum

    Pengembangan

    diri

    bertujuan

    memberikan

    kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat dan kepribadian peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan.

    • 2. Tujuan Khusus

    Secara

    khusus,

    pengembangan

    diri

    dimaksudkan

    untuk

    menumbuhkembangkan

    bakat,

    minat,

    kreativitas,

    kompetensi

    dan

    kebiasaan

    dalam

    kehidupan,

    kemampuan

    keagamaan,

    kemampuan

    sosial,

    kemampuan

    belajar,

    wawasan

    dan

    perencanaan

    karir,

    kemampuan

    memecahkan

    masalah, kemandirian dan kemampuan-kemampuan lain yang mendukung pembentukan watak dan kepribadian peserta didik.

    BAB II PENGEMBANGAN DIRI

    • A. Pengertian Pengembangan diri adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran wajib yang merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan bimbingan dan konseling serta kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan-kegiatan yang tercakup dalam pengembangan diri, diantaranya pemecahan masalah pribadi dan kehidupan sosial, penanganan masalah belajar, pengembangan karir, dan kegiatan-kegiatan yang tercakup dalam ekstrakurikuler. Pengembangan diri pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terutama ditujukan untuk bimbingan karir dan pengembangan kreativitas peserta didik.

    • B. Ruang Lingkup

      • 1. Ruang Lingkup Kegiatan

        • a. Bimbingan karir meliputi pengembangan:

     

    1)

    kehidupan pribadi,

    2)

    kemampuan sosial,

    3)

    wawasan dan perencanaan karir.

    b.

    Bimbingan konseling meliputi pengembangan:

    4)

    kehidupan pribadi,

    5)

    kemampuan sosial,

    6)

    kemampuan belajar,

    • c. Ekstrakurikuler, diantaranya meliputi kegiatan:

    1)

    kepramukaan, latihan kepemimpinan,

    2)

    ilmiah remaja, palang merah remaja,

    3)

    seni, olahraga, cinta alam, jurnalistik,

    4)

    keagamaan.

    • 2. Ruang Lingkup Materi

      • a. Bimbingan Karir

     

    1)

    Hubungan Kerja

    2)

    Sarana Hubungan Industrial

    3)

    Penyelesaian Masalah Hubungan Industri

    4)

    Upah dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja

     
    • b. Konseling

     

    1)

    Kesulitan Belajar

    2)

    Minat dan Bakat

    3)

    Hubungan Sosial

    4)

    Masalah Pribadi

    c.

    Pengembangan Kereativitas

    1)

    Inisiatif

    2)

    Kepemimpinan

    3)

    Kerjasama

    4)

    Disiplin

    5)

    Sportivitas

    C. Bentuk-Bentuk Pelaksanaan

    Pengembangan diri terdiri atas kegiatan bimbingan karir, konseling dan pengembangan kreativitas, dilakukan secara terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan terprogram dilaksanakan melalui perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok, dan atau klasikal yang diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. Kegiatan tidak terprogram (rutin, spontan, keteladanan) dilaksanakan secara langsung

    oleh

    pendidik

    dan

    tenaga

    kependidikan di

    sekolah/madrasah yang diikuti oleh semua peserta didik.

    • 1. Kegiatan Terprogram Kegiatan pengembangan diri secara terprogram

    dalam ruang lingkup bimbingan karir (hubungan industrial) dan konseling dilaksanakan dalam bentuk antara lain:

    • a. Kunjungan lapangan

    • b. Guru tamu

    • c. Pertemuan Kelas

    Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dalam ruang lingkup pengembangan kreativitas dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler dalam bentuk antara lain:

    • a. PMR

    • b. KIR

    • c. Pramuka

    • d. OSIS

    • e. Pecinta Alam

    • 2. Kegiatan Tidak Terprogram

    Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut:

    • a. Kegiatan Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti: upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri.

    • b. Kegiatan Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: kunjungan rumah (home visit), pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah

    pada

    tempatnya,

    antri,

    pendapat (pertengkaran).

    mengatasi

    silang

    c. Kegiatan Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti: berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.

    • D. Jenis Program

      • 1. Program Tahunan program pengembangan diri meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.

      • 2. Program Semesteran, program pengembangan diri meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.

      • 3. Program Bulanan program pengembangan diri meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.

      • 4. Program Mingguan program pengembangan diri meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.

      • 5. Program Harian program pengembangan diri yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu.

  • E. Sasaran Pengembangan Diri Sasaran kegiatan pengembangan diri adalah siswa SMK/MAK untuk membekali mereka dengan kompetensi yang terkait dengan masalah ketenagakerjaan, pribadi, sosial dan karir sebelum memasuki lapangan pekerjaan.

  • BAB III BIMBINGAN KARIR DAN KONSELING

    A. Pengertian

    Bimbingan Karir dan Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam mengembangkan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, terkait dengan pengembangan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.

    Bimbingan Karir dan Konseling bagi peserta didik meliputi kemampuan menentukan pilihan jenis karir, menerapkan nilai-nilai hubungan industrial dalam lingkup dunia kerja atau ketenagakerjaan, dan layanan belajar baik pribadi maupun kelompok.

    Tujuan

    Bimbingan

    Karir dan Konseling adalah

    sebagai berikut.

    1. Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat

    dan

    kepribadian)

    yang

    terkait dengan

    pekerjaan.

    2. Memiliki

    pengetahuan

    mengenai

    dunia

    kerja

    dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi kerja.

    3. Memiliki

    sikap

    positif terhadap dunia kerja.

    Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun, tanpa merasa rendah diri, asal bermakna bagi dirinya, dan sesuai dengan norma agama.

    • 4. Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan.

    • 5. Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, kemampuan (persyaratan) yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja, dan kesejahteraan kerja.

    • 6. Memiliki kemampuan merencanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.

    • 7. Mengenal keterampilan, minat dan bakat. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh minat dan bakat yang dimiliki. Oleh karena itu, maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya, dalam bidang pekerjaan apa dia mampu, dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut.

    • 8. Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karier.

    • 9. Memiliki kemampuan untuk menciptakan suasana hubungan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat.

    B. Bidang Pengembangan

    • 1. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam

    memahami, menilai bakat dan minat,

    • 2. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat.

    • 3. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.

    • 4. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.

    C. Jenis Layanan

    • 1. Layanan Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.

    • 2. Layanan Informasi, yaitu layanan

    yang

    membantu peserta didik menerima dan

    memahami berbagai

    informasi

    diri,

    sosial,

    belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.

    • 3. Layanan Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang

    tepat

    di

    dalam

    kelas,

    kelompok

    belajar,

    jurusan/program

    studi,

    program

    latihan,

    magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.

    • 4. Layanan Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, industri dan masyarakat.

    • 5. Layanan Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.

    • 6. Layanan Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.

    • 7. Layanan Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.

    • 8. Layanan Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.

    • 9. Mediasi,

    Layanan

    yaitu

    layanan

    yang

    membantu

    peserta

    didik

    menyelesaikan

    permasalahan

    dan

    memperbaiki

    hubungan

    antarmereka.

    D. Kegiatan Pendukung

    • 1. Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes.

    • 2. Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.

    • 3. Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup.

    4. Kunjungan

    Rumah,

    yaitu

    kegiatan

    memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya.

    • 5. Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan.

    • 6. Alih

    Tangan

    Kasus,

    yaitu

    kegiatan

    untuk

    memindahkan

    penanganan

    masalah

    peserta

    didik

    ke

    pihak

    lain

    sesuai

    keahlian

    dan

    kewenangannya.

    • E. Format Kegiatan

      • 1. Individual, yaitu format kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling yang melayani peserta didik secara perorangan.

      • 2. Kelompok, yaitu format kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok.

      • 3. Klasikal, yaitu format kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas.

      • 4. Lapangan, yaitu format kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan.

  • F. Program Bimbingan Karir dan Konseling

    • 1. Karir

    Program

    Bimbingan

    dan

    Konseling

    mencakup

    informasi

    tentang

    dunia

    kerja

    ,

    hubungan

    industrial

    dan

    layanan

    perkembangan belajar.

    • 2. Substansi informasi dunia kerja meliputi antara lain lapangan kerja, jenis dan persyaratan jabatan, prospek dunia kerja, budaya kerja.

    • 3. Substansi hubungan industrial meliputi hubungan kerja, sarana hubungan industrial dan masalah khusus ketenagakerjaan.

    • 4. Substansi layanan perkembangan belajar meliputi antara lain kesulitan belajar, minat dan bakat, masalah sosial, masalah pribadi.

    G. Pelaksanaan

    1. Bersama

    pendidik

    madrasah lainnya,

    dan

    personil

    sekolah/

    konselor berpartisipasi

    secara aktif dalam kegiatan Bimbingan Karir

    dan Konseling yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan.

    2. Program Bimbingan Karir dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk Satuan layanan (SATLAN) dan satuan pendukung (SATKUNG) dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait.

    3. Pelaksanaan

    Kegiatan

    Bimbingan

    Karir dan

    Konseling a. Di dalam jam pembelajaran

     

    1) Kegiatan

    tatap

    muka

    secara

    klasikal

    dengan

    peserta

    didik

    untuk

    menyelenggarakan

    layanan

    informasi,

    penempatan dan penyaluran, penguasaan

    konten,

    kegiatan

    instrumentasi,

    serta

    layanan/kegiatan

    lain

    yang

    dapat

    dilakukan di dalam kelas.

     

    2) Volume

    kegiatan

    tatap

    muka klasikal

    adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal.

    3) Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus.

    • b. Di luar jam pembelajaran 1) Kegiatan tatap muka dengan peserta didik

    untuk menyelenggarakan layanan orientasi,

    karir perorangan, bimbingan kelompok, karir kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas.

    2) Satu

    kali kegiatan layanan/pendukung

    karir di luar kelas/di luar jam pembelajaran

    ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.

    3) Kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/ madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan karir, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/ madrasah.

    • c. Volume kegiatan mingguan konselor disusun dengan memperhatikan: 1) Peserta

    didik

    yang

    konselor: 150 orang

    diasuh seorang

    2) Jumlah jam pembelajaran wajib: sesuai peraturan yang berlaku

    3) Satu

    kali

    kegiatan

    layanan

    atau

    pendukung bimbingan karir dan konseling ekuivalen dengan 2 jam pembelajaran.

    • a) Berdasarkan hal-hal tersebut di atas kegiatan mingguan seorang konselor minimal berupa 9 (sembilan) kali kegiatan (layanan atau pendukung) tiap-tiap satu minggu.

    • b) Semua kegiatan (minimal) mingguan tersebut secara langsung ditujukan kepada seluruh peserta didik (150 orang) yang diasuh konselor.

    • c) Semua kegiatan (minimal) mingguan tersebut diselenggarakan di dalam kelas/sewaktu jam pembelajaran berlangsung dan atau di luar kelas/di luar jam pembelajaran.

    • d) Kegiatan pelayanan konseling,

    baik

    berupa

    layanan

    maupun

    pendukungnya, yang diselenggarakan di dalam maupun di luar jam

    pembelajaran

    dalam

    satu

    minggu

    dihitung

    ekuivalensinya

    dengan

    jam

    pembelajaran mingguan.

    d. Volume

    dan waktu untuk pelaksanaan

    kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling di dalam kelas dan di luar kelas setiap minggu

    diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah.

    e. Program Bimbingan Karir dan Konseling pada masing-masing satuan sekolah/ madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas, dan mensinkronkan program Bimbingan Karir dan Konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/madrasah.

    f. Kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG).

    H. Pelaksana

    • 1. Pelaksana utama kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling adalah Konselor/Pendidik/Tenaga Kependidikan sekolah/madrasah dan staf administrasi Bimbingan Karir dan Konseling. Personel pendukung adalah kepala sekolah dan wakil, guru mata pelajaran, wali kelas dan staf administrasi.

    • 2. Konselor pelaksana kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling di sekolah/madrasah wajib:

      • a. Menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, khususnya pelayanan profesional karir.

    b. Merumuskan

    dan

    menjelaskan

    peran

    profesional konselor kepada pihak-pihak terkait, terutama peserta didik, pimpinan sekolah/madrasah, sejawat pendidik, dan orang tua.

    • c. Melaksanakan tugas pelayanan profesional karir yang setiap kali dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan, terutama pimpinan sekolah/madrasah, orang tua, dan peserta didik.

    • d. Mewaspadai hal-hal negatif yang dapat mengurangi keefektivan kegiatan pelayanan profesional karir.

    • e. Mengembangkan kemampuan profesional karir secara berkelanjutan.

    3. Beban

    tugas

    wajib

    konselor

    ekuivalen

    dengan

    beban tugas wajib pendidik lainnya di sekolah

    madrasah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

    • 4. Pelaksana Bimbingan Karir dan Konseling pada satu SMK/MAK dapat diangkat sejumlah konselor dengan rasio seorang konselor untuk 150 orang peserta didik.

    • I. Pengawasan

      • 1. Kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling di sekolah/madrasah dipantau, dievaluasi, dan dibina melalui kegiatan pengawasan.

      • 2. Pengawasan kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling dilakukan secara:

        • a. interen, oleh kepala sekolah/madrasah.

        • b. eksteren, oleh pengawas sekolah/madrasah bidang karir.

    • 3. Fokus pengawasan adalah kemampuan profesional konselor dan implementasi kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling yang menjadi kewajiban dan tugas konselor di sekolah/ madrasah.

    • 4. Pengawasan kegiatan Bimbingan Karir dan

    Konseling

    dilakukan

    secara

    berkala dan

    berkelanjutan.

    • 5. Hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis, dan ditindaklanjuti untuk peningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling di sekolah/ madrasah.

    • J. Penilaian

    • 1. Penilaian hasil kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling dilakukan melalui:

      • a. Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung karir untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani.

      • b. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung karir diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik.

      • c. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung karir diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung karir terhadap peserta didik.

  • 2. Penilaian proses kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG, untuk mengetahui efektivitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan.

  • 3. Hasil penilaian kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling dicantumkan dalam LAPELPROG.

  • Hasil kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif.

    BAB IV KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

    • A. Pengertian Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. Kegiatan ekstrakurikuler di SMK/MAK ditujukan untuk pengembangan kreativitas peserta didik. Pengembangan kreativitas dimaksudkan untuk menumbuhkan kemampuan untuk mencipta melalui berbagai kegiatan sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

    • B. Bidang Pengembangan 1. Pengembangan

    kreativitas,

    yaitu

    bidang

    kegiatan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan daya cipta sesuai dengan potensi, bakat dan minat untuk dapat berprestasi secara optimal.

    2. Pengembangan keagamaan dan sosial, yaitu bidang kegiatan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan religius, disiplin,

    kerjasama

    dan

    rasa

    tanggung

    jawab

    sosial

    lainnya.

    3. Pengembangan

    rekreatif,

    yaitu

    bidang

    kegiatan

    yang

    membantu

    peserta

    didik

    mengembangkan

    potensi

    dirinya

    dengan

    suasana rileks, mengembirakan dan

    menyenangkan untuk pengembangan karir.

    • C. Prinsip Kegiatan 1. Individual,

    yaitu

    prinsip

    kegiatan

    ekstrakurikuler yang sesuai

    dengan

    potensi,

    bakat dan minat peserta didik masing-masing.

    2. Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik.

    3. Keterlibatan

    aktif,

    yaitu

    prinsip

    kegiatan

    ekstrakurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh.

    4. Menyenangkan,

    yaitu

    prinsip kegiatan

    ekstrakurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik.

    5. Etos

    kerja,

    yaitu

    prinsip

    kegiatan

    ekstrakurikuler yang membangun

    semangat

    peserta didik untuk bekerja dengan baik dan

    berhasil.

    6. Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.

    • D. Format Kegiatan

    • 1. Individual, yaitu format kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti peserta didik secara perseorangan.

    • 2. Kelompok, yaitu format kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik.

    • 3. Klasikal, yaitu format kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas.

    • 4. format

    Gabungan,

    yaitu

    kegiatan

    ekstrakurikuler

    yang

    diikuti

    peserta

    didik

    antarkelas/antarsekolah/madrasah.

    • 5. Lapangan, yaitu format kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau kegiatan lapangan.

    E. Program

    • 1. Jenis Program

      • a. Program Tahunan, suatu bentuk rencana kegiatan yang dilaksanakan dalam rentang waktu sekali dalam satu tahun, antara lain: Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), pelaksanaan lomba (Pramuka, PMR, PBB, dll).

      • b. Program Semesteran, yaitu suatu bentuk rencana kegiatan yang dilaksanakan dalam rentang waktu setengah tahunan (6 bulan).

      • c. Program Bulanan, suatu bentuk rencana kegiatan yang dilaksanakan dalam rentang waktu sekali dalam satu bulan, antara lain: mengikuti kegiatan lomba yang diadakan di luar sekolah.

    • d. Program Mingguan, suatu bentuk rencana kegiatan yang dilaksanakan dalam rentang waktu sekali atau dua kali dalam seminggu, antara lain: kegiatan Pramuka, PMR, Paskibra, Olah Raga, English Day, dll.

    • e. Program Harian, suatu bentuk rencana kegiatan yang dilaksanakan setiap hari, antara lain bersih lingkungan.

    2. Jenis Kegiatan

    • a. Kepemimpinan, meliputi Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA).

    • b. Karya Ilmiah, meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), penelitian, jurnalistik.

    Sosial,

    • c. meliputi,

    perlindungan

    HAM,

    cinta alam.

    • d. Kesenian, meliputi kreasi seni budaya.

    • e. Keagamaan,

    keyakinan.

    meliputi

    pendalaman

    • f. Olah Raga, meliputi olah raga prestasi.

    • g. Kesehatan, meliputi Palang Merah Remaja (PMR).

    • h. Kegiatan-kegiatan yang bersifat mendukung pengembangan kreativitas, yaitu mengadakan: 1)

    Lomba/kegiatan, meliputi Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Jambore Pramuka, PMR, Porseni, Pekan Budaya,

    Pelestarian Alam, Jurnalistik, PBB, MTQ, dll.

    2)

    Kegiatan

    sosial

    kemasyarakatan,

     

    misalnya kemah bakti, kegiatan amal, donor darah, membantu masyarakat yang terkena bencana alam, dll.

    3)

    Seminar,

    lokakarya,

    dan

     

    pameran/bazar, dengan substansi antara

    lain

    karir,

    pendidikan,

    kesehatan,

    perlindungan

    HAM,

    keagamaan,

    seni

    budaya.

     
    • F. Perencanaan

     

    Perencanaan kegiatan ekstrakurikuler mengacu pada jenis-jenis kegiatan yang memuat unsur- unsur: sasaran kegiatan, substansi kegiatan, pelaksana kegiatan dan pihak-pihak yang terkait, pengorganisasian, waktu, tempat dan sarana.

    • G. Pelaksanaan 1. Kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat rutin, spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru, konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. 2. Kegiatan

    ekstrakurikuler

    yang

    terprogram

    dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan.

    • H. Pelaksana

    Pelaksana

    kegiatan

    ekstrakurikuler

    adalah

    pendidik

    dan atau

    tenaga

    kependidikan sesuai

    dengan kemampuan dan kewenangan pada substansi kegiatan ekstrakurikuler yang dimaksud.

    • I. Pengawasan

      • 1. Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah/madrasah dipantau, dievaluasi, dan dibina melalui kegiatan pengawasan.

      • 2. Pengawasan kegiatan ekstrakurikuler dilakukan secara: a interen, oleh kepala sekolah/ madrasah. b. eksteren, oleh pihak yang secara struktural/ fungsional memiliki kewenangan membina kegiatan ekstrakurikuler yang dimaksud.

      • 3. Hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis, dan ditindaklanjuti untuk peningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah/madrasah.

  • J. Penilaian Hasil dan proses kegiatan ekstrakurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan.

  • LAMPIRAN-LAMPIRAN

    Lampiran 1

    STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK

    Aspek Perkembangan: Landasan Hidup Religius

     

    TATARAN/

           

    No.

    INTERNALISASI

    SD

    SLTP

    SLTA

    PT

    TUJUAN

    1.

    Pengenalan

    Mengenal bentuk- bentuk dan tata cara ibadah sehari-hari.

    Mengenal arti dan tujuan ibadah.

    Mempelajari hal ihwal ibadah.

    Mengkaji lebih dalam tentang makna kehidupan beragama.

    2.

    Akomodasi

    Tertarik pada

    Berminat mempelajari arti

    Mengembangkan

    Menghayati nilai-nilai

    kegiatan ibadah

    dan tujuan setiap bentuk

    pemikiran tentang

    agama sebagai pedoman

    sehari-hari.

    ibadah.

    kehidupan beragama.

    dalam berperilaku.

    3.

    Tindakan

    Melakukan bentuk- bentuk ibadah sehari-hari.

    Melakukan berbagai kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri.

    Melaksanakan ibadah atas keyakinan sendiri disertai sikap toleransi.

    Ikhlas melaksanakan ajaran agama dalam kehidupan.

    Aspek Perkembangan: Landasan Perilaku Etis

    28

     

    TATARAN/

           

    No.

    INTERNALISASI

    SD

    SLTP

    SLTA

    PT

    TUJUAN

     
    • 1. Pengenalan

    Mengenal patokan baik-buruk atau benar-salah dalam berperilaku.

    Mengenal alasan perlunya menaati aturan/norma berperilaku.

    Mengenal keragaman sumber norma yang berlaku di masyarakat.

    Menelaah lebih luas tentang nilai-nilai universal dalam

     
    • 2. Akomodasi

    Menghargai aturan- aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari- hari.

    Memahami keragaman aturan/patokan berperilaku dalam konteks budaya.

    Menghargai keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan.

    kehidupan manusia. Menghargai keyakinan nilai-nilai sendiri dalam keragaman nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

    3.

    Tindakan

    Mengikuti aturan-

    Bertindak atas pertimbangan

    Berperilaku atas dasar

    Berperilaku atas dasar

    aturan yang

    diri terhadap norma yang

    keputusan yang

    keputusan yang

    berlaku dalam

    berlaku.

    mempertimbangkan

    mempertimbangkan

    lingkungannya.

    aspek-aspek etis.

    aspek-aspek nilai dan berani menghadapi risiko dari keputusan yang diambil.

    29

    Aspek Perkembangan: Kematangan Emosi

     

    TATARAN/

           

    No.

    INTERNALISASI

    SD

    SLTP

    SLTA

    PT

    TUJUAN

    1.

    Pengenalan

    Mengenal perasaan diri sendiri dan orang lain.

    Mengenal cara-cara mengekspresikan perasaan secara wajar.

    Mempelajari cara-cara menghindari konflik dengan orang lain.

    Mengkaji secara objektif perasaan- perasaan diri dan orang lain.

    2.

    Akomodasi

    Memahami perasaan-perasaan

    Memahami keragaman ekspresi perasaan diri

    Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi

    Menyadari atau mempertimbangkan

    diri dan orang lain.

    dan orang lain.

    perasaan diri sendiri dan

    kemungkinan-

    orang lain.

    kemungkinan konsekuensi atas ekspresi perasaan.

    3.

    Tindakan

    Mengekspresikan perasaan secara wajar

    Mengekspresikan perasaan atas dasar pertimbangan kontekstual

    Mengekspresikan perasaan dalam cara-cara yang bebas terbuka dan tidak menimbulkan konflik

    Mengekspresikan perasaan dalam cara-cara yang bebas, terbuka dan tidak menimbulkan konflik dan mampu berfikir positif

    30

    Aspek Perkembangan: Kematangan Intelektual

     

    TATARAN/

           

    No.

    INTERNALISASI

    SD

    SLTP

    SLTA

    PT

    TUJUAN

    1.

    Pengenalan

    Mengenal konsep- konsep dasar ilmu pengetahuan dan perilaku belajar.

    Mempelajari cara-cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.

    Mempelajari cara-cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara objektif.

    Mengembangkan cara- cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah berdasarkan infomasi/data yang akurat.

    2.

    Akomodasi

    Menyenangi

    Menyadari adanya risiko

    Menyadari akan

    Menyadari pentingnya

    berbagai aktifitas

    dan pengambilan

    keragaman alternatif

    menguji berbagai

    perilaku belajar.

    keputusan

    keputusan dan konsekuensi yang

    altematif keputusan pemecahan masalah

    3.

    Tindakan

    Meiibatkan diri

    Mengambil keputusan

    dihadapinya. Mengambil keputusan

    secara objektif. Mengambil keputusan

    dalam berbagai

    berdasarkan

    dan pemecahan

    dan pemecahan masalah

    aktiftas perilaku

    pertimbangan risiko yang

    masalah atas dasar

    atas dasar informasi/data

    belajar.

    mungkin terjadi.

    informasi/data secara objektif.

    secara objektif serta bermakna bagi dirinya dan orang

    31

    Aspek Perkembangan: Kesadaran Tanggung Jawab Sosial

     

    TATARAN/

           

    No.

    INTERNALISASI

    SD

    SLTP

    SLTA

    PT

    TUJUAN

    1.

    Pengenalan

    Mengenal hak dan

    Mempelajari cara-cara

    Mempelajari keragaman

    Mengembangkan pola-pola

    kewajiban diri sendiri dalam

    memperoleh hak dan memenuhi kewajiban

    interaksi sosial,

    perilaku sosial berdasarkan prinsip kesamaan

    lingkungan kehidupan sehari- hari.

    dalam lingkungan kehidupan sehari-hari.

    (equality).

    2.

    Akomodasi

    Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam lingkungan kehidupan sehari- hari.

    Menghargai nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.

    Menyadari nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam konteks keragaman interaksi sosial.

    Menghayati nilai-naai kesamaan (equality) sebagai dasar bernteraksi dalam kehidupan masyarakat luas.

    3.

    Tindakan

    Berinteraksi dengan orang lain dalam suasana persahabatan.

    Berinteraksi dengan orang lain atas dasar nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan hidup.

    Berinteraksi dengan orang lain atas dasar kesamaan (equality).

    Memelihara nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam berinteraksi dengan orang lain.

    32

    Aspek Perkembangan: Kesadaran Gender

     

    TATARAN/

           

    No.

    INTERNALISASI

    SD

    SLTP

    SLTA

    PT

    TUJUAN

    1.

    Pengenalan

    Mengenal diri

    Mengenal peran-peran

    Mempelajari perilaku

    Merperkaya perilaku

    sebagai laki-laki

    sosial sebagai laki-laki atau

    kolaborasi antar jenis

    kolaborasi antar jenis

    atau perempuan.

    perempuan.

    dalam ragam kehidupan.

    dalam ragam kehidupan.

    2.

    Akomodasi

    Menerima atau

    Menghargai peranan diri

    Menghargai keragaman

    Menjunjung tinggi nilai-

    menghargai diri

    dan orang lain sebagai laki-

    peran laki-laki atau

    nilai kodrati laki-laki atau

    sebagai laki-laki

    laki atau perempuan dalam

    perempuan sebagai

    perempuan sebagai

    atau perempuan.

    kehidupan sehari-hari.

    asset kolaborasi dan keharmonisan hidup.

    dasar dalam kehidupan sosial.

    3.

    Tindakan

    Berperilaku sesuai

    Berinteraksi dengan lain

    Berkolaborasi secara

    Memelihara aktualisasi

    dengan peran

    jenis secara kolaboratif

    harmonis dengan lain

    nilai-nilai kodrati gender

    sebagai laki-laki

    dalam memerankan peran

    jenis dalam keragaman

    dalam kehidupan sosial.

    atau perempuan.

    jenis.

    peran.

    33

    Aspek Perkembangan: Pengembangan Pribadi

     

    TATARAN/

           

    No

    INTERNALISASI

    SD

    SLTP

    SLTA

    PT

    TUJUAN

    1.

    Pengenalan

    Mengenal keberadaan dalam lingkungan dekatnya.

    Mengenal kemampuan dan keinginan diri.

    Mempelajari keunikan diri dalam konteks kehidupan sosial.

    Mempelajari berbagai peluang pengembangan diri.

    2.

    Akomodasi

    Menerima keadaan did sebagai bagian dad lingkungan.

    Menerima keadaan diri secara positif.

    Menerima keunikan diridengan segala kelebihan dan kekurangannya.

    Meyakini keunikan diri sebagai aset yang harus dikembangkan secara harmonis dalam kehidupan.

    3.

    Tindakan

    Menampilkan perilaku sesuai dengan keberadaan diri dalam lingkungannya.

    Menampilkam perilaku yang merefleksikan keragaman diri dalam Iingkungannya.

    Menampilkan keunikan diri secara harmonis dalam keragaman.

    Mengembangkan aset diri secara harmonis dalam kehidupan.

    34

    Aspek Perkembangan: Perilaku Kewirausahaan (Kemandirian Perilaku Ekonomis)

     

    TATARAN/

           

    No

    INTERNALISASI

    SD

    SLTP

    SLTA

    PT

    TUJUAN

    1.

    Pengenalan

    Mengenal perilaku hemat, ulet, sungguh- sungguh, dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan dekatnya.

    Mengenal nilai-nilai perilaku hemat, ulet, sungguh- sungguh, dan kompetitif dalam kehidupan sehari- hari.

    Mempelajari strategi dan peluang untuk berperilaku hemat, ulet, sungguh- sungguh, dan kompetitif dalam keragaman kehidupan.

    Memperkaya strategi dan mencari peluang dalam berbagai tantangan kehidupan.

    2.

    Akomodasi

    Memahami perilaku hemat, ulet, sungguh- sungguh dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan dekatnya.

    Menyadari manfaat perilaku hemat, ulet , sungguh- sungguh, dan kompetitif dalam kehidupan sehari- hari.

    Menerima nilai-nilai hidup hemat, ulet, sungguh-sungguh, dan kompetettif sebagai aset untuk mencapai hidup mandiri.

    Meyakini nilai-nilai hidup hemat, ulet, sungguh- sungguh, dan kompetitif sebagai aset untuk mencapai hidup mandiri dalam keragaman dan saling ketergantungan.

    3.

    Tindakan

    Menampilkan perilaku hemat, ulet, sungguh- sungguh, dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungannya

    Membiasakan din hidup hemat, ulet, sungguh- sungguh, dan kompetitif dalam kehidupan sehari- hari.

    Menampilkan hidup hemat, ulet, sungguh- sungguh, dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri.

    Memelihara perilaku kemandirian dalam keragaman dan saling ketergantungan kehidupan.

    35

    Aspek Perkembangan: Wawasan dan Kesiapan Karir

     

    TATARAN/

           

    No.

    INTERNALISASI

    SD

    SLTP

    SLTA

    PT

    TUJUAN

    1.

    Pengenalan

    Mengenal ragam

    Mengekspresikan ragam

    Mempelajari kemampuan

    Memperkaya informasi

    pekerjaan dan

    pekerjaan, pendidikan dan

    diri, peluang dan ragam

    yang terkait dengan

    aktivitas orang

    aktivitas dalam kaitan dengan

    pekerjaan, pendidikan

    perencanaan dan pilihan

    dalam lingkungan

    kemampuan diri.

    dan aktifitas yang

    karir.

    kehidupan .

    terfokus pada pengembangan altematif karir yang lebih terarah.

    2.

    Akomodasi

    Menghargai ragam pekerjaan dan aktivitas orang sebagai hal yang saling bergantung.

    Menyadari keragaman nilai dan persyaratan dan aktivitas yang menuntut pemenuhan kemampuan tertentu.

    Internalisasi nilai-nilai yang melandasi pertimbangan pemilihan alternatif karir.

    Meyakini nilai-nilai yang terkandung dalam pilihan karir sebagai landasan pengembangan karir.

    3.

    Tindakan

    Mengekspresikan ragam pekerjaan dan aktivitas orang dalam lingkungan kehidupan.

    Mengidentifikasi ragam alternative pekerjaan, pendidikan dan aktivitas yang mengandung relevansi dengan kemampuan diri.

    Mengembangkan altematif perencanaan karir dengan mempertimbangkan kemampuan, peluang dan ragam karir.

    Mengembangkan dan memelihara penguasaan perilaku, nilai dan kompetensi yang mendukung pilihan karir.

    36

    Aspek Perkembangan: Kematangan Hubungan dengan Teman Sebaya

     

    TATARAN/

           

    No.

    INTERNALISASI

    SD

    SLTP

    SLTA

    PT

    TUJUAN

    1.

    Pengenalan

    Mengenal norma-

    Mempelajari norma-norma

    Mempelajari Cara-cara

    Mengembangkan strategi

    norma dalam

    pergaulan dengan teman

    membina kerjasama dan

    pergaulan yang lebih

    berinteraksi dengan

    sebaya yang beragam latar

    toleransi dalam pergaulan

    intensif sebagai upaya

    teman sebaya.

    belakangnya.

    dengan teman sebaya.

    untuk menjalin persahabatan yang harmonis.

    2.

    Akomodasi

    Menghargai norma- norma yang dijunjung tinggi dalam menjalin persahabatan dengan teman sebaya.

    Menyadari keragaman latar belakang teman sebaya yang mendasari pergaulan.

    Menghargai nilai-nilai kerjasama dan toleransi sebagai dasar untuk menjalin persahabatan dengan teman sebaya.

    Meyakini nilai-nilai yang terkandung dalam persahabatan dengan teman sebaya.

    3.

    Tindakan

    Menjalin persahabatan dengan teman sebaya atas dasar norma yang dijunjung tinggi bersama.

    Bekerjasama dengan teman sebaya yang beragam latar belakangnya.

    Mempererat jalinan persahabatan yang lebih akrab dengan memperhatikan norma yang berlaku.

    Mengembangkan dan memelihara nilai-nilai pergaulan dengan teman sebaya yang lebih luas secara bertanggung jawab.

    37

    Aspek Perkembangan: Kesiapan Diri untuk Menikah dan Berkeluarga

     

    TATARAN/

           

    No.

    INTERNALISASI

    SD

    SLTP

    SLTA

    PT

    TUJUAN

    1.

    Pengenalan

    • - -

     

    Mengenal norma-norma penikahan dan berkeluarga.

    Mengkaji secara mendalam tentang norma pernikahan dan kehidupan berkeluarga.

    2.

    Akomodasi

    • - -

     

    Menghargai norma-norma pemikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.

    Meyakini nilai-nilai yang terkandung dalam pernikahan dan berkeluarga sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yang bermartabat.

    3.

    Tindakan

    • - -

     

    Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga.

    Memiliki kesiapan untuk menikah atau berkeluarga dengan penuh tanggung jawab.

    38

    Lampiran 2

    Contoh Program Bimbingan Karir dan Konseling PROGRAM BIMBINGAN KARIER DAN KONSELING

     

    Sekolah

    : SMK

     

    Tahun Pelajaran :

     

    : Semua Jurusan

     

    Kelas

    :

    Program Studi Keahlian Konselor/Pendidik/ Tenaga Kependidikan

    :

     

    No

    Jenis

     

    Materi Bidang Pengembangan

     

    Waktu

    Kegiatan

     

    Pribadi

     

    Sosial

     

    Belajar

     

    Karier

     
    • 1 Orientasi

    Pengenalan industri

    Kegiatan Kelompok

     

    Fasilitas industri

     

    Perusahaan, Pabrik, Industri

     

    Organisasi dan manajemen industri

       
     
    • 2 Informasi

    Pemahaman diri

    Pemahaman terhadap

     

    Belajar hidup

    Jenis pekerjaan

     

    Bakat, Minat

    orang lain

    mandiri

    Syarat pekerjaan

    Hubungan industrial

     

    Pengupahan

    Mogok kerja

     

    Jaminan sosial

    Pemutusan hubungan

     
    • 3 Layanan

    Praktek industri

    Diskusi Kelompok

     

    Kegiatan lapangan

     

    kerja Pengembangan Karier

     

    penempatan/

    Magang

       

    penyaluran

     
     
    • 4 Penguasaan

    Mengambil

    Menyampaika

    Membuat

    Mempertimbangkan

     

    39

    No

    Jenis

     

    Materi Bidang Pengembangan

     

    Waktu

    Kegiatan

     

    Pribadi

     

    Sosial

       

    Belajar

     

    Karier

     

    Konten

     

    keputusan

    n pendapat

       

    karya tullis

     

    dan memilih pendidikan

     

    Mematuhi

    Organisasi

    Perjanjian

    sesuai dgn arah karier

    aturan perusahaan

    (Serikat Buruh &

    kerja

     

    Budaya kerja

    Serikat Kerja)

     
     
    • 5 Konseling

     

    Pengungkapan

    Pengungkapan

     

    Pengungkapan

     

    Pengungkapan masalah

     

    pribadi

    masalah pribadi

    masalah sosial

    masalah belajar

    karier

     
    • 6 Layanan

    Potensi diri

    Peristiwa

     

    Kita-kiat

    Masalah pengangguran

     

    Bimbingan

    Kiat

    social

    belajar sendiri

    Lowongan pekerjaan

    Kelompok

    menyalurkan bakat &

    Mogok kerja

    Kiat

    PHK

    minat

    Bentrok antar

    belajar kelompok

     
     

    personil

     
     
    • 7 Koselling

     

    Pengentasan masalah

    Pengentasan

     

    Pengentasan

     

    Pengentasan masalah

     

    Kelompok

    pribadi

    masalah sosial

    masalah belajar

    karier

     
    • 8 Layanan

     

    Pemberdayaan pihak

    Pemberdayaan pihak

     

    Pengembangan

     

    -

     

    konsultasi

    lain membantu peserta

    lain membantu

    kemampuan

     

    didik dalam pengembangan pribadi

    peserta didik dalam pengembangan kemampuan sosial

    masalah belajar

     
    • 9 Layanan

     

    -

    Upaya mendamaikan

     

    -

     

    -

     

    Mediasi

     

    pihak tertentu antara serikat pekerja, serikat buruh dengan pengusaha (bipatrit)

     

    10

    Aplikasi

    Tes

    Tes

     

    Tes

    Tes

     

    40

    No

    Jenis

     

    Materi Bidang Pengembangan

     

    Waktu

    Kegiatan

     

    Pribadi

     

    Sosial

     

    Belajar

     

    Karier

     

    instrumentasi

    Non tes untuk mengungkapkan masalah pribadi

    Non tes

    Non tes

    Non tes

     
     
    • 11 Himpunan

    Riwayat Hidup

    Data hubungan sosial

    Riwayat

    Jurusan yang di

     

    Data

    pendidikan

     

    ambil

    Transkip

    Masalah karier

    nilai

    Pengembangan

       

    karier

     
    • 12 Konferensi

    Pengupahan

    Konflik

    Mutu

     

    Pengembangan karier

     

    Kasus

    tenaga kerja

     

    Sulit

    memenuhi

    tuntutan dunia

    kerja

     
    • 13 Kunjungan

    Pertemuan dengan

    Masalah sosial

    Masalah belajar

     

    Masalah karier

     

    Rumah

    orang tua, keluarga yang mengalami masalah pribadi

     
     
    • 14 Tampilan

    Mengarahkan siswa ke

    Aspek sosial

    Aspek belajar

     

    Aspek Karier

     

    kepustakaan

    perpustakaan untuk mengembanngkan aspek pribadi

     
     
    • 15 Penanganan

    Penanganan kasus

    Masalah sosial

    Masalah belajar

    Masalah Karier

     

    Kasus

    masalah pribadi

    Sarana Hubungan

    41

    No

    Jenis

     

    Materi Bidang Pengembangan

     

    Waktu

    Kegiatan

    Pribadi

    Sosial

    Belajar

    Karier

             

    Industrial

     

    Keterangan:

    Jakarta, ………………. Konselor/Pendidik/Tenaga Kependidikan,

    • 1. Program Bimbingan Karir dan Konseling di atas merupakan rancangan program selama 3 atau 4 tahun. SMK dapat menjabarkan lebih rinci ke dalam program tahunan, bulanan, mingguan dan harian sesuai dengan kondisi sekolah.

    • 2. Khusus untuk materi hubungan industrial mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menakertrans (Nomo MOU/014/DP/II/2007), Mendiknas (Nomor KEP.104/MEN/II/2007) dan Ketua Umum Kadin Indonesia (Nomor 01/II/KB/2007).

    42

    Lampiran 3

    Contoh Program Semesteran Bimbingan Karir dan Konseling PROGRAM SEMESTERAN BIMBINGAN DAN KONSELING

     

    SEKOLAH/MADRASAH

    :

    TAHUN AJARAN

    :

    KELAS

    :

    KONSELOR

    :

    Kompetensi Keahlian

    :

         

    Materi Bidang Pengembangan

     

    No

    Kegiatan

     

    Semester I

       

    Semester II

     

    Pribadi

    Sosial

    Belajar

    Karir

    Pribadi

    Sosial

    Belajar

    Karir

    1.

    Layanan Orientasi

                   

    2.

    Layanan Informasi

                   

    3.

    Layanan

                   

    Penempatan/Penyalur

    an

    4.

    Layanan Penguasaan Konten

                   

    5.

    Layanan Konseling

                   

    Perorangan

    43

         

    Materi Bidang Pengembangan

     

    No

    Kegiatan

     

    Semester I

       

    Semester II

     

    Pribadi

    Sosial

    Belajar

    Karir

    Pribadi

    Sosial

    Belajar

    Karir

    6.

    Layanan Bimbingan

                   

    Kelompok

    7.

    Layanan Konseling

                   

    Kelompok

    8.

    Layanan Konsultasi

                   

    9.

    Layanan Mediasi

                   

    10.

    Aplikasi Instrumentasi

                   

    11.

    Himpunan Data

                   

    12.

    Konferensi Kasus

                   

    13.

    Kunjungan Rumah

                   

    14.

    Tampilan Kepustakaan

                   

    15.

    Alih Tangan Kasus

                   

    44

    ....................,....................................

    Konselor/Pendidikan

    Lampiran 4

    Contoh Program Bulanan Bimbingan Karir dan Konseling

    PROGRAM BULANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

     

    SEKOLAH/MADRASAH

    :

    TAHUN AJARAN

    :

    KELAS

    :

    KONSELOR

    :

    Kompetensi Keahlian

    :

         

    Materi Bidang Pengembangan

     

    No

    Kegiatan

     

    Semester I (Juli-Desember 2006)

     

    Bulan I

    Bulan II

    Bulan III

    Bulan IV

    Bulan V

    Bulan VI

    1.

    Layanan Orientasi

               

    2.

    Layanan Informasi

               

    3.

    Layanan

               

    Penempatan/Penyaluran

    4.

    Layanan Penguasaan Konten

               

    5.

    Layanan Konseling Perorangan

               

    45

         

    Materi Bidang Pengembangan

     

    No

    Kegiatan

     

    Semester I (Juli-Desember 2006)

     

    Bulan I

    Bulan II

    Bulan III

    Bulan IV

    Bulan V

    Bulan VI

    6.

    Layanan Bimbingan Kelompok

               

    7.

    Layanan Konseling Kelompok

               

    8.

    Layanan Konsultasi

               

    9.

    Layanan Mediasi

               

    10.

    Aplikasi Instrumentasi

               

    11.

    Himpunan Data

               

    12.

    Konferensi Kasus

               

    13.

    Kunjungan Rumah

               

    14.

    Tampilan Kepustakaan

               

    15.

    Alih Tangan Kasus

               

    46

    , Konselor/Pendidik/Tenaga Kependidikan

    .....................

    ......................

    ..........................................................

    Lampiran 5

    Contoh Program Mingguan Bimbingan Karir dan Konseling PROGRAM MINGGUAN BIMBINGAN DAN KONSELING

    SEKOLAH/MADRASAH

    :

    BULAN

    :

    KELAS

    :

    MINGGU

    :

    KOMPETENSI KEAHLIAN :

    No

    Kegiatan

     

    Materi Bidang Pengembangan

     

    Pribadi

    Sosial

    Belajar

    Karir

    1.

    Layanan Orientasi

           

    2.

    Layanan Informasi

           

    3.

    Layanan

           

    Penempatan/Penyaluran

    4.

    Layanan Penguasaan Konten

           

    5.

    Layanan Konseling Perorangan

           

    6.

    Layanan Bimbingan Kelompok

           

    7.

    Layanan Konseling Kelompok

           

    47

    No

    Kegiatan

     

    Materi Bidang Pengembangan

     

    Pribadi

    Sosial

    Belajar

    Karir

    8.

    Layanan Konsultasi

           

    9.

    Layanan Mediasi

           

    10.

    Aplikasi Instrumentasi

           

    11.

    Himpunan Data

           

    12.

    Konferensi Kasus

           

    13.

    Kunjungan Rumah

           

    14.

    Tampilan Kepustakaan

           

    15.

    Alih Tangan Kasus

           

    *) Tergantung pada siswa yang datang/memerlukan layanan **) Dengan menggunakan AUM UMUM ***) Menggunakan dan menambah koleksi yang ada

    ........................

    ,

    .................................

    Konselor/Pendidik/Tenaga Kependidikan

    ...............................................

    48

    Lampiran 6

    Contoh Rencana Program Harian Bimbingan Karir dan Konseling PROGRAM HARIAN

    SEKOLAH/MADRASAH :

    KELAS KOMPETENSI KEAHLIAN :

    :

    BIMBINGAN DAN KONSELING

    BULAN

    :

    MINGGU

    :

    Lampiran 6 Contoh Rencana Program Harian Bimbingan Karir dan Konseling PROGRAM HARIAN SEKOLAH/MADRASAH : KELAS KOMPETENSI

    Satuan Layanan (SATLAN)

    Satuan Kegiatan Pendukung (SATKUNG)

       

    Tanggal/

    Waktu

     

    Sasaran

    Kegiatan

             

    No

    Jam

    Pemb

    Kegiatan

    Layanan/

    Pendukung

    Materi