Anda di halaman 1dari 2

GLAUKOMA KONGESTIF AKUT Seseorang yang datang dalam fase serangan akut glaukoma memberi kesan seperti orang

yang sakit berat dan kelihatan payah; mereka diantar oleh orang lain atau dipapah. Penderita sendiri memegang kepalanya karena sakit, kadang-kadang pakai selimut. Hal inilah yang mengelabui dokter umum; sering dikiranya seorang penderita dengan suatu penyakit sistemik. Dalam anamnesis, keluarganya akan menceritakan bahwa sudah sekian hari penderita tidak bisa bangun, sakit kepala dan terus muntah-muntah, nyeri dirasakan di dalam dan di sekitar mata. Penglihantannya kabur sekali dan dilihatnya warna pelangi di sekitar lampu. Pada pemeriksaan, ditemukan kelopak mata bengkak, konjungtiva bulbi yang sangat hiperemik (kongestif), injeksi siliar dan kornea yang suram. Bilik mata depan dangkal dapat dibuktikan dengan memperhatikan bilik mata depan dari samping. Pupil tampak melebar, lonjong miring agak vertikal atau midriasis yang hampir total. Refleks pupil lambat atau tidak ada. Tajam penglihatan menurun sampai hitung jari. Sebenarnya dengan tanda-tanda luar ini ditambah anamnesis yang teliti sudah cukup. Diagnosis baru dapat ditegakkan kalau tekanan bola mata diukur, lalu didapatkan tinggi sekali. Mereka yang tidak biasa untuk mentransfer harus dipakai cara digital. Diagnosis banding : - Iritis akut o Nyeri mata pada iritis tidak sehebat glaukoma akut o Fotofobia lebih hebat daripada glaukoma akut o Kornea masih mengkilat o Pupil kecil o Bilik mata depan tidak terlalu dangkal atau normal o Tekanan bola mata biasa atau rendah - Konjungtivitis akut o Tak ada nyeri atau mungkin hanya sedikit o Tak ada perubahan tajam penglihatan o Ada sekret mata o Hiperemi konjungitva berat; tidak ada hiperemi perikorneal. Diagnosis banding penting sekali karena berhubungan dengan pengobatan. Glaukoma diobatai dengan miotikum, pada iritis harus diberi midriatik. Bila salah diberikan, akan berabahaya.

- Sinekia anterior perifer

Apabila glaukoma akut tidak cepat diobati, terjadilah perlengketan antara iris bagian tepi dan jaringan trabekulum. Akibatnya adalah bahwa penyaluran keluar humor lebih terhambat. - Katarak Di atas permukaan kapsul depan lensa acapkali terlihat bercak putih sesudah suatu serangan akut. Tampaknya seperti yang tertumpah di atas meja. Gambaran ini dinamakan Glaucomfleckle yang menandakan pernah terjadi serangan akut pada mata tersebut. - Atrofi saraf optik Karena serangan yang mendadak dan hebat, papil saraf optik mengalami pukulan yang berat hingga menjadi atrofi. Kalau glaukomanya tidak diobati dan berlangsng terus, dapat terjadi ekskavasi dan atrofi. Unsur-unsur saraf di retina pun sangat menderita. - Glaukoma kongestif kronik atau glaukoma tidak terkendali atau terabaikan dipakai untuk glaukoma akut yang tidak diobati dengan tepat atau mungkin tidak diobati sama sekali karena kesalahan diagnosa. Keadaan ini sering dijumpai, pada pemeriksaan akan ditemukan penglihatan yang sudah sangat buruk (goyang tangan atau hanya melihat cahaya saja). Penderita tampak tidak terlalu kesakitan seperti pada waktu serangan akut. Kelopak mata sudah tidak begitu membengkak, konjungtiva bulbi hanya menunjukkan hiperemi perikornea tanpa edema, kornea agak suram, pupil sangat lebar. Tekanan bola mata walaupun masih tinggi tetapi sudah lebih rendah daripada waktu serangan. Dianggap bahwa mata sudah menyesuaikan diri pada keadaannya. - Glaukoma absolut adalah istilah untuk suatu glaukoma yang sudah terbengkalai sampai buta total. Bola mata demikian nyeri, bukan saja karena tekanan bola mata yang masih tinggi tetapi juga karena kornea mengalami degenerasi hingga mengelupas (keratopati bulosa).

Harus diingat bahwa kasus glaukoma akut adalah masalah pembedahan. Pemberian obat hanya untuk tindakan darurat agar segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas pembedahan mata. Pengobatan dengan obat : - Miotik : pilokarpin 2-4 % tetes mata yang diteteskan setiap menit 1 tetes selama 5 menit, kemudian disusul 1 tetes tiap jam sampai 6 jam. Hasilnya adalah liosis dan karenanya melepaskan iris dari jaringan trabekulum. Sudut mata depan akan terbuka. - Carbonic Anhidrase Inhibitor : asetazolamid @ 250 mg, 2tablet sekaligus, kemudian disusul tiap 4 jam 1 tablet sampai 24 jam. Kerja obat ini adalah dengan mengurangi pembentukan akuos humor. - Obat hiperosmotik : o larutan gliserin, 50% yang diberikan oral. Dosis 1-1.5 gram/kg BB (0.7-1.5 cc/kgBB). Untuk praktisnya dapat dipakai 1 cc/kgBB. Obat ini harus diminum sekaligus. o Mannitol 20% yang diberikan per infus 60 tetes/menit. Kerja obat hiperosmotik adalah mempertinggi daya osmosis plasma. - Morfin : injeksi 10-15 mg mengurangi sakit dan mengecilkan pupil.

Anda mungkin juga menyukai