Anda di halaman 1dari 10

KARAKTERISASI SUSEPTIBILITAS MAGNET PADA MASSA PEMBEBAN

STANDARD TEKANAN PRESSURE BALANCE

Rudi A. S. dan N. T. Eka Damayati


Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi – LIPI
Kawasan Puspiptek Gedung 420, Serpong, Tangerang 15314
Email : anggarov@kim.lipi.go.id

INTISARI

Pressure balance merupakan instrument yang paling umum digunakan sebagai standar
tekanan. Masa pembeban merupakan salah satu unsur utama pada pressure balance
dalam merealisasikan satuan tekanan. Menurut refrensi international OIML R110
”Pressure Balances”, beberapa spesifikasi khusus harus dimiliki oleh material massa
pembeban pressure balance. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan
karakterisasi suseptibilitas magnet pada bermacam beban pressure balance.
Pengukuran dilakukan dengan menggunakan suseptometer buatan saturius dan
prosedur yang mengacu pada OIML R 111”Weights of classes E1, E2, F1, F2, M1, M1–2,
M2, M2–3 and M3”. Pada paper ini akan dijabarkan hasil percobaan dan
perbandingannya terhadap literatur. Salah satu contoh, pada pengukuran
susceptibilitas magnet beban hydraulic pressure balance standard RUSKA didapatkan
nilai 0.003. Nilai tersebut menurut OIML R 111 memenuhi spesifikasi beban untuk kelas
E1 yang memiliki susceptibilitas magnet maksimum 0.02. Dengan demikian, dilihat dari massa
pembebannya, dapat dikatakan bahwa RUSKA masih berada dalam kelas akurasinya, yaitu
0.005% dengan memiliki beban berkelas E1. Kedepannya pengukuran susceptibilitas magnet
pada beban pressure balance standard, bisa dimasukkan sebagai salah satu prosedure cek
standard dalam menentukan performa dari stabilitas standard seperti yang diisyaratkan dalam
ISO 17025.

Kata Kunci: Pressure balance, massa pembeban, suseptibilitas magnet.

ABSTRACT

Pressure balance is the most commonly used instrument as pressure standard. Loading
masses is ones of pressure balance main part to realization of pressure unit. According
to international reference OIML R110 “Pressure Balances”, material of pressure
balance loading masses should have some special specification. Therefore magnetic
susceptibility characterization from many types of pressure balance loading masses had
been done. Measurement conducted by using sartorius susceptometer and procedures
which refer to OIML R111“Weights of classes E1, E2, F1, F2, M1, M1–2, M2, M2–3 and
M3”. This paper will describes experiment result and its comparison to the literature.
For example, from the measurement result of hydraulic pressure balance standard
RUSKA, obtained 0.003 of magnetic susceptibility on its loading masses. According to
OIML R 111, the values comply with the specification of E1 class of weight which has
maximum magnetic susceptibility 0.02. Hence, could be state that RUSKA still on its
accuracy class 0.005% which has E1 class of loading masses. Next, measurement of
magnetic susceptibility can be set into procedure to check standard to observe the
stability of standard performance as mention in ISO 17025.

Keywords: Pressure balance, loading masses, magnetic susceptibility.

SEMINAR METALURGI 2008


1. PENDAHULUAN

Laboratorium tekanan KIM-LIPI bertanggung jawab atas pemeliharaan standard

nasional, menyediakan kebutuhan ketertelusuran peralatan ukur tekanan dan juga

mereview dan mengembangkan metode yang digunakan dalam kalibrasi alat ukur

tekanan. Saat ini KIM-LIPI mampu menyediakan kebutuhan ketertelusuran alat ukur

tekanan dengan rentang tekanan berkisar antara 10 kPa sampai dengan 7 MPa untuk

tekanan gauge dan absolute pada medium gas dan 5 MPa sampai dengan 500 MPa

untuk tekanan gauge pada medium oli.

Standar tertinggi yang digunakan di Laboratorium tekanan KIM-LIPI adalah

pressure balance atau sering disebut juga Dead Weight Tester. Pressure balance terdiri

dari piston–silinder (P/S) dan massa pembeban sebagai bagian utamanya. Sejumlah

instrumen tekanan yang dapat dikalibrasi dengan pressure balance standar ini antara

lain: test gauge, pressure gauge, pressure tranduser, pressure transmiter dan barometer.

Beberapa referensi internasional seperti, OIML R110 dan EAL G26 memberikan

acuan tentang kebutuhan teknis dan metrologis yang harus dimiliki pressure balance

dan juga metode penggunakannya. Dalam paparan ini akan dijelaskan tentang

spesifikasi khusus harus dimiliki oleh material massa pembeban pressure balance

terutama suseptibilitas magnetnya. Sifat ini menggambarkan seberapa terpengaruhnya

massa pembeban terhadap medan magnet lingkungan yang akan menimbulkan interaksi

magnetik yang akan mempengaruhi hasil kalibrasi. Nilai ini dapat digunakan untuk

mengklasifikasikan kelas massa pembeban dan juga memprediksi kelas akurasi pressure

balance.

Pengukuran dilakukan pada berberapa beban pressure balance yang berbeda

dengan menggunakan suseptometer buatan saturius yang mengacu pada referensi

internasional OIML R111.

SEMINAR METALURGI 2008


2. DASAR TEORI

Pressure balance merupakan suatu instrumen yang menggunakan piston silinder

sebagai bagian utamanya untuk merepresentasikan suatu luasan tertentu dan massa

pembeban untuk menghasilkan gaya sehingga dapat merealisasikan definisi dari tekanan

[6].

Tekanan yang dihasilkan pressure balance ini secara sederhana didefinisikan


sebagai:
F
P= ...(1)
A

dengan F merupakan gaya yang dihasilkan oleh massa yang bekerja pada medan

gravitasi lokal dan A adalah luasan efektif yang direpresentasikan oleh luasan piston-

silinder P/S.

Beban

Piston

Silinder

Gambar 1. Piston-silinder dan beban pressure balance

Massa pembeban merupakan salah satu bagian terpenting dari pressure balance.

Dengan menaikan dan menurunkan kombinasi massa pembeban, akan didapatkan

tekanan yang diinginkan. Beberapa syarat yang harus dimiliki beban pressure balance

antara lain: seharusnya terbuat dari material yang tahan terhadap abrasi dan korosi atau

dilengkapi dengan lapisan pelindung pemukaan untuk meyakinkan stabilitas massa

selama pemakaian. Massa pembeban dengan kelas akurasi 0.005, 0.01 dan 0.02

seharusnya terbuat dari material non-magnetik [3].

Sifat magnet yang biasa diukur adalah magnetik permanen dan susceptibilitas

magnet. Magnet permanen / magnetisasi memiliki sifat tidah berubah, yang artinya sifat

magnet yang telah melekat pada massa pembeban pertama dibuat. Susceptibilitas

SEMINAR METALURGI 2008


magnetik bersifat tidak kekal, dan hanya dapat terukur setelah dipengaruhi medan

magnet, dan setelah medan magnet hilang maka susceptibilitasnya kembali hilang [5].

Perbandingan antara magnetisasi M (akibat) terhadap medan magnet H (penyebab),

disebut dengan susceptibilitas magnet χ yang menggambarkan seberapa peka sebuah

material menjadi termagnetisasi, sesuai dengan persamaan 2 berikut [7]:

χ=M/H ...(2)

OIML R111 mengklasifikasikan massa kedalam beberapa kelas berdasarkan

nilai susceptibilitas magnet dan magnetisasinya, seperti pada tabel 1 dan 2 berikut [4]:

Table 1 Maximum polarization, µ00M, (µT)


Weight class E1 E2 F1 F2 M1 M1-2 M2 M2-3 M3
Maximum polarization, 25 80
2.5 8 25 80 500 1600 2500
µ0M, (µT) 0 0
OIML R 111, Weights of classes E1, E2, F1, F2, M1, M1–2, M2, M2–3 and M3 - Part 1: Metrological and technical requirements,
2004, pages16

Table 2 Maximum susceptibility, χ


Weight class E1 E2 F1 F2
m≤1g 0.25 0.9 10 -
2 g ≤ m ≤ 10 g 0.06 0.18 0.7 4
20 g ≤ m 0.02 0.07 0.2 0.8
OIML R 111, Weights of classes E1, E2, F1, F2, M1, M1–2, M2, M2–3 and M3 - Part 1: Metrological and technical requirements,
2004, pages17

Sedangkan masing masing kelas massa mempunyai batas maksimum kesalahan

(maximum permissible error MPE), seperti tabel 3 berikut:

Table 3 Maximum permissible error for weights (± δm in mg)


Nominal Class Class Class Class Class Class Class Class Class
value* E1 E2 F1 F2 M1 M1–2 M2 M2–3 M3
10 kg 5.0 16 50 16 500 1600 5000
5 kg 2.5 8.0 25 80 250 800 2500
2 kg 1.0 3.0 10 30 100 300 1000
1 kg 0.5 1.6 5.0 16 50 160 500
500 g 0.25 0.8 2.5 8.0 25 80 250
200 g 0.10 0.3 1.0 3.0 10 30 100
100 g 0.05 0.16 0.5 1.6 5.0 16 50
OIML R 111, Weights of classes E1, E2, F1, F2, M1, M1–2, M2, M2–3 and M3 - Part 1: Metrological and technical requirements,
2004, pages12

SEMINAR METALURGI 2008


Pada OIML R110 dijelaskan MPE dari massa pembeban berdasarkan kelas

akurasinya, seperti pada tabel 4 dibawah [3]:

Table 4 Maximum permissible error for mass of the weights of pressure balance
Accuracy Class Pressure
Maximum Permissible Error (relative value) for the
Balance
adjustment of the mass of the weights
(%)
0.005 0.5 × 10-5
0.01 1.5 × 10-5
0.02 1.5 × 10-5
0.05 5 × 10-5
0.1 16 × 10-5
0.2 16 × 10-5
OIML R 110, Pressure Balance, 1994, pages10

3. METODE PERCOBAAN

Beberapa metode dapat digunakan untuk menentukan susceptibilitas magnet dan

magnetisasi beban, diantaranya: Metode gausmeter, metode atraktif dan metode

suseptometer.

Dalam percobaan ini hanya digunakan metode ketiga, menggunakan

suseptometer. Susceptometer yang digunakan adalah buatan Sarorius dengan

spesifikasi: kapasitas maksimum beban 50 kg, dengan resolusi 0.000 001 g.

Sampel massa pembeban yang digunakan berasal dari pressure balance yang

berbeda-beda, baik itu pressure balance standar, working standar ataupun pressure

balance under test laboratorium lain yang sedang dikalibrasi. Selain itu dari jenisnya,

yaitu hydraulic ataupun pneumatic pressure balance, seperti yang terlihat pada tabel 5

berikut:

Table 5 Sampel massa pembeban pressure balance


Pressure Balance Type / S/N Mark
HYDRAULIC
1. Ruska Hydraulic / 2485 3
2. Budenberg Hydraulic / 529 G A6533-2
3. DH Budenberg Hydraulic / 16959 20 AKO

SEMINAR METALURGI 2008


PNEUMATIC
4. DH Instrument Pneumatic / 7601 5
5. Bell & Howell Pneumatic / 4258 LIN 59
6. Pressurement Pneumatic / 58607 58608-9
7. Budenberg Pneumatic / 20325 11

Instalasi alat dan pengambilan data adalah seperti yang digambarkan pada

gambar 2 sebagai berikut:

Gambar 2. gambaran pengambilan data [4].

Dengan langkah-langkah yang mengacu pada OIML R 111, sebagai berikut:

• Tahap awal dilakukan pengukuran diameter dan tinggi beban pressure.

• Penentukan nilai Z (jarak antara magnet dengan sisi dasar pan) sesuai dengan

estimasi kelas dari beban tersebut.

• Tahapan selanjutnya pengambilan data nilai susceptibilitas magnet, letakkan

massa pembeban tepat ditengan pan, kemudian membaca nilai yang ditampilkan

susceptometer. Hal ini dilakukan pada 2 posisi reference magnet yang berbeda,

posisi ‘north’ dan posisi ‘south’. dan lakukan hal yang sama dengan tahapan

pada posisi ‘north’.

SEMINAR METALURGI 2008


• Kedua tahapan ini dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan data, untuk

mendapatkan nilai rata-ratanya.

• Kemudian nilai tersebut dimasukkan kedalam software analisis data untuk

menghitung nilai magnetic susceptibilitas dan magnet permanennya beserta

ketidakpastiannya.

• Pembandingan hasil pengukuran terhadap referensi yang ada, yaitu OIML R110

dan OIML R11.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari pengukuran suceptibilitas magnet terhadap beberapa macam massa

pembeban pressure balance didapatkan hasil, seperti pada table 6 berikut:

Tabel 6. Hasil pengukuran susceptibilitas magnet dan magnetisasi berbagai beban


pressure balance
Pressure Balance Susceptibility Magnetization
HYDRAULIC
1. Ruska 0.0033 ± 0.0004 0.0319 ± 0.0358
2. Budenberg 0.0849 ± 0.0177 1.9933 ± 1.0365
3. DH Budenberg 3.279 ± 22.495 98.9515 ± 37.0079
PNEUMATIC
4. DH Instrument 0.0813 ± 0.0141 -0.1367 ± -0.8965
5. Bell & Howell 0.0651 ± 0.0113 0.5827 ± 0.0589
6. Pressurement 0.0049 ± 0.0005 2.2707 ± 0.0954
7. Budenberg 17.212 ± 0.097 1327.9017 ± 196.5294

Dapat terlihat bahwa untuk massa pembeban pressure balance standar RUSKA,

Budenberg, DH Budenberg untuk hydraulic dan DH Instrument, Bell & Howell serta

Pressurement (nomer 1, 2 dan 3, baik hydraulic ataupun pneumatic), mempunyai nilai

yang lebih kecil dari pressure balance under test dari lab lain yaitu Pneumatic

Budenberg. Hal ini menandakan bahwa dari pembuatannya sendiri terdapat suatu aturan

SEMINAR METALURGI 2008


yang ketat tentang susceptibilitas magnetik material massa pembeban, khususnya yang

akan dijadikan standar tekanan yang tentunya harus memiliki akurasi yang tinggi.

Dari table 6 diatas, dapat diklasifikasikan akurasi dari pressure balance stadard,

berdasarkan susceptibilitas magnet dan magnetisasi massa pembebannya menurut

OIML R110 dan OIML R111 adalah seperti pada tabel 7 berikut[3][4]:

Tabel 7. Klasifikasi kelas massa pembeban dan akurasi pressure balance


Pressure Balance Akurasi
Kelas Massa MPE
Tinjauan Pressure
Pembeban (ppm)
Balance (%)
HYDRAULIC
1. Ruska Susceptibility E1 0.5 0.005
2. Budenberg Susceptibility E2 1.5 0.005
3. DH Budenberg Magnetization F2 16 0.01
PNEUMATIC
4. DH Instrument Susceptibility E2 1.5 0.005
5. Bell & Howell Susceptibility E2 1.5 0.005
6. Pressurement Susceptibility E1 0.5 0.005
7. Budenberg Magnetization M2 50 0.05

Terdapat 2 tinjauan klasifikasi massa pembeban berdasar susceptibilitas magnet

atau dari magnetisasi massa pembeban. Hal ini dikarenakan OIML R111 hanya

mengklasifikasikan massa berdasarkan nilai suseptibilitas magnetnya, maksimum pada

kelas F2 dengan nilai 0.8 untuk massa ≥ 20 g. Sehingga klasifikasi massa yang memiliki

nilai susceptibilitas ≥ 0.8 didasarkan pada magnetisasinya.

Untuk massa pembeban pressure balance yang mempunyai susceptibilitas

magnet yang tinggi seperti pada pressure balance under test pada tabel 6, perlu lebih

diperhatikan kondisi lingkungannya agar terbebas dari paparan medan magnet yang

dapat mempengaruhi hasil pengukuran karena adanya pengaruh interaksi magnet.

Dari karakterisasi yang dilakukan, dapat diketahui klasifikasi kelas massa

pembeban yang dapat juga dijadikan dasar klasifikasi kelas akurasi dari standard

SEMINAR METALURGI 2008


tekanan pressure balance. Akan tetapi metode yang paling tepat untuk mengetahuinya

adalah dari hasil kalibrasi [4].

Kedepannya, pengecekan susceptibilitas magnet dan magnetisasi massa

pembeban pessure balance dapat dilakukan secara berkala untuk memonitoring

performa dari standard atas pengaruh dari kondisi lingkungan, yang dimasukkan

kedalam prosedur ”cek antara” seperti yang diisyaratkan dalam ISO 17025:5.9 [1][2].

Perlu diteliti lebih lanjut pengaruh susceptibilitas magnet dan magnetisasi massa

pembeban pressure balance terhadap tekanan yang dihasilkan.

5. KESIMPULAN

1. Telah berhasil dilakukan pengukuran susceptibilitas magnet dan magnetisasi

pada beberapa massa pembeban standard tekanan pressure balance dengan

menggunakan Sartorius susceptometer, mengacu pada referensi internasional

OIML R111.

2. Hasil pengukuran menunjukkan nilai susceptibilitas magnet dan magnetisasi

massa pembeban yang bervariasi, yang berkisar antara 0.0049 s/d 17.212 untuk

susceptibility dan 0.5827 s/d 1327.9017.

3. Klasifikasi kelas massa pembeban pressure balance dapat diperoleh berdasarkan

nilai susceptibilitas magnet dan magnetisasi dari hasil pengukuran, terletak

diantara kelas E1 s/d M2.

4. Dari klasifikasi kelas massa pembebannya didapatkan juga kelas akurasi dari

standard tekanan pressure balance, yaitu antara 0.005% s/d 0.05%.

SEMINAR METALURGI 2008


DAFTAR PUSTAKA

[1] DP.01.33(E), KAN guide on measurement assurance, KAN, Indonesia, 2004

[2] ISO/IEC 17025, General requirement for the competence of testing and
calibration laboratories - Chapter: 5.9 “Assuring the Quality of Test and
Calibration Results”, 2005

[3] OIML R110, Pressure Balance, BIPM, France, 1994

[4] OIML R111, Weights of classes E1, E2, F1, F2, M1, M1–2, M2, M2–3 and M3 -
Part 1: Metrological and technical requirements, BIPM, France, 2004

[5] N. T. Eka D., Magnetisasi dalam pabrikasi anak timbangan kelas E1 dan E2,
disampaikan dalam kolokium bidang metrologi, 2005

[6] Rudi A. S., Pengembangan Teknik Penentuan Kesetimbangan Tekanan dalam


Sistem Kalibrasi Pressure Balance, PPI-KIM, Jakarta, 2007.

[7] SIGMA-ALDRICH, Magnetic Properties of Material, Internet,


www.sigmaaldrich.com/materials-sciences/alternative-energy-
materials/magnetic-materials/tutorial/properties, 2008.

SEMINAR METALURGI 2008