Anda di halaman 1dari 4

Marinda Gunawan 1091002053 CHAPTER 21 Inventory and Warehousing Cycle 1.

. Sebutkan dan jelaskan business function dan dokumen-dokumen yag terkait dalam Inventory and Warehousing Cycle! Business Function Explanation Related documents Memproses pesanan pembelian Siklus persediaan dimulai dengan melakukan pesan an pembelian bahan baku Purchase Requisition document, Purchase Order document Menerima bahan baku Inspeksi terhadap jumlah dan kualitas dari barang yang d ipesan dengan barang yang diterima Receiving Report, Vendors invoice Menyimpan bahan baku ke gudang penyimpanan Raw material perpetual i nventory master file Penggunaan bahan baku Mengolah bahan baku menjadi bahan jadi, Raw mate rials Requisition, Cost accounting records Penyimpanan bahan jadi ke gudang Finished goods perpetual invento ry master file, cost accounting records Pengeluaran/pengiriman bahan jadi Pengeluaran dilakukan saat terjadi penju alan Shipping document, finished goods perpetual inventory master file, cost accounting records 2. Apakah prosedur audit atau aktivitas audit pada Inventory and Warehousin g Cycle? Jelaskan! a. Acquire and record raw materials, labor, and overhead. Aktivitas audit i ni berhubungan dengan 3 fungsi bisnis pertama dalam siklus persediaan, yaitu mem proses pesanan pembelian, menerima bahan baku, dan penyimpanan bahan baku. Audit or biasanya memahami internal control perusahaan terkait fungsi bisnis ini, untu k memeproleh keyakinan bahwa fungsi acquisition of raw material and manufacturin g cost berjalan dengan efektif. b. Internally transfer assets and costs. Aktivitas audit ini terkait dengan fungsi bisnis penggunaan bahan baku untuk kegiatan produksi dan penyimpanan bah an jadi. Dilakukan dengan audit terhadap cost accounting records c. Pengeluaran/pengiriman bahan jadi. Dilakukan dengan verifikasi keakurata n pencatatan di master file barang jadi. d. Observasi fisik persediaan. Untuk menentukan apakah persediaan tercatat di neraca sama dengan persediaan actual. e. Price and compilation tests. Verifikasi apakah kuantitas dan harga terca tat dan terhitung dengan benar dan sesuai dengan general ledger. 3. Jelaskan dua control yang dilakukan pada Cost Accounting? a. Kontrol fisik terhadap bahan baku, persediaan dalam proses, dan barang j adi. Untuk mencegah terjadinya pencurian dan salah penggunaan. Diperlukan adanya akses terbatas dan terotorisasi terhadap persediaan. b. Kontrol terhadap biaya yang terkait. Kontrol terhadap pengakuan dan pemb ebanan biaya terkait dalam siklus persediaan. 4. Sebutkan aspek-aspek penting yang harus diperhatikan auditor pada Cost A ccounting? Jelaskan! a. Physical control over inventory. Dilakukan dengan inquiry dan observasi fisik. b. Documents and records for transferring inventory. Verifikasi apakah semu a transfer persediaan terkait dengan kuantitas, deskripsi dan tanggal dicatat se cara akurat. c. Perpetual inventory master file. Uji terhadap master file dilakukan deng an dokumentasi catatan-catatan pendukung terkait adanya penambahan atau penguran

gan persediaan. d. Unit cost records. Audit ini terkait dengan kewajaran pengakuan dan pemb ebanan dari biaya-biaya yang terkait terhadap persediaan barang jadi. CHAPTER 22 Audit of the Capital Acquisition and Repayment Cycle 5. Jelaskan secara singkat empat karakteristik The Capital Acquisition and Repayment yang berpengaruh dalam prosedur audit! a. Transaksi relatif sedikit namun terkadang sangat material. Contoh pengel uaran obligasi jarang dilakukan, namun sekali dilakukan melibatkan nilai yang sa ngat besar. b. Salah saji dari tiap transaksi dapat berpengaruh secara material. Audit ditekankan untuk audit objective completeness dan accuracy. c. Melibatkan aspek hukum dalam transaksinya. Segala aspek hukum terkait ha rus dengan jelas dijelaskan pada disclosure/catatan atas laporan keuangan. d. Hubungan langsung antara akun bunga dan dividend an hutang dan ekuitas. 6. Jelaskan tiga tujuan yang harus dipenuhi dalam melakukan audit pada Note s Payable! a. Apakah pengendalian internal terhadap notes payable memadai. b. Apakah transaksi notes payable dilakukan dengan otorisasi yang pantas da n dicatat dengan memenuhi 6 tujuan audit terkait transaksi. c. Apakah notes payable memenuhi 7 dari 8 tujuan audit terkait saldo (balan ce-related audit objectives). 7. Jelaskan empat control penting pada notes payable! a. Otorisasi yang pantas terhadap penerbitan notes payable. Tanggung jawab penerbitan notes payable harus ditujukan pada manajemen level atas. Biasanya dip erlukan 2 tanda tangan untuk mengotorisasi transaksi ini. b. Kontrol yang memadai terhadap pembayaran pokok pinjaman beserta bunga te rkait. c. Dokumentasi catatan dan dokumen secara memadai. d. Verifikasi independen secara periodik. 8. Jelaskan internal control pada Owners Equity! a. Otorisasi yang pantas terhadap transaksi. Karena biasanya transaksi ini sangat material, maka harus mendapatkan persetujuan dari dewan komisaris. b. Record keeping dan pemisahan tugas dan tanggung jawab yang memadai. c. Independen stock registrar dan stock transfer agent. Registrar untuk me ncegah adanya penerbitan saham yang tidak pantas. Stock transfer agent diperluka n untuk menangani perpindahan kepemilikan saham. 9. Tujuan a. b. c. d. Tujuan Sebutkan tujuan audit Capital Stock and Paid-In Capital dan Dividends! audit Capital Stock and Paid-In Capital : Completeness transaction-related objective Occurrence and accuracy transaction-related objective Accuracy balance-related objective Presentation and disclosures objectives audit Dividends : occurrence, completeness, and accuracy

CHAPTER 23 Audit of Cash Balances 10. Mengapa tidak terlalu difokuskan aktivitas audit pada akun Kas? Jelaskan ! Kas merupakan satu-satunya akun yang terlibat dalam setiap siklus kecuali siklus persediaan. Oleh karena itu audit kas tidak terlalu difokuskan dan dilakukan te rakhir karena bukti audit yang harus dikumpulkan dari audit kas sangat bergantun g dari hasil audit dari siklus-siklus lain.

11. Jelaskan misstatement yang tidak dapat terdeteksi dari rekonsiliasi bank dan misstatement yang dapat terdeteksi rekonsiliasi bank! Salah saji yang tidak dapat terdeteksi dari rekonsiliasi bank : Failure to bill a customer An embezzlement of cash by interception of cash receipts from customers before t hey are recorded, with the account charged off as a bad debt Duplicate payment of a vendors invoice Improper payments of officers personal expenditures Payment for raw materials that were not received Payment to an employee for more hours worked Payment of interest to a related party for an amount in excess of the going rate Salah saji yang dapat terdeteksi dari rekonsiliasi bank : Failure to include a check that has not cleared the bank, even though it has bee n recorded in the cash disbursements journal. Cash received by the client subsequent to the balance sheet date but recorded as cash receipts in the current year. Deposits recorded as cash receipts near the end of the year, deposited in the ba nk in the same month, and included in the bank reconciliation as a deposit in t ransit. Payments on notes payable debited directly to the bank balance by the bank but n ot entered in the clients records 12. Siklus bisnis apakah yang tidak memiliki hubungan langsung dengan kas (C ash Balances)? Siklus Inventory and Warehousing. Fungsi-fungsi bisnis pada siklu s ini seperti yang disebutkan pada soal no. 1 tidak melibatkan pembayaran kas. 13. Bagaimanakah menyakinkan (Existance) cash on hand pada tanggal 31 Desemb er akhir tahun? Dengan melakukan cash opname (perhitungan fisik terhadap kas). Biasanya prosedur ini dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. CHAPTER 24 Completing The Audit 14. Jelaskan tujuan audit yang harus dipenuhi dalam presentation and disclo sure! a. Occurrence and rights and obligations: Peristiwa dan transaksi yang tert era pada Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) benar-benar terjadi dan berkaitan dengan entitas tersebut. b. Completeness: Semua catatan yang harus dimasukkan harus dimasukkan dan d icatat semua dalam laporan keuangan. c. Classification and understandability: Informasi keuangan tersaji secara pantas dan benar dengan deskripsi dan penjelasan yang jelas. d. Accuracy and valuation: Informasi keuangan tercatat secara wajar dengan nilai yang pantas dan benar. 15. Apa yang dimaksud dengan contingent liability? Sebutkan tiga kondisinya ! Kewajiban potensial di masa depan kepada pihak eksternal yang belum diketahui ni lainya yang dihasilkan dari aktivitas yang telah terjadi. Tiga kondisinya yaitu : a. Terdapat pembayaran yang potensial terjadi di masa depan terhadap pihak eksternal atau impairment asset yang terjadi dengan syarat-syarat tertentu. b. Terdapat ketidakpastian akan nilai pembayaran atau nilai impairment. c. Hasilnya baru akan diketahui dengan kejadian di masa depan. 16. Berikan contoh audit prosedur jika perusahaan klien memiliki contingent liability! a. Inquiry/penyelidikan terhadap manajemen tentang kemungkinan adanya konti njensi yang belum/tidak tercatat. b. Reviu terhadap laporan pajak tahun lalu dan tahun berjalan.

c. Reviu terhadap notulen rapat dewan direksi dan dewan komisaris tentang i ndikasi kontinjensi. d. Memeriksa beban legal dan memeriksa invoices dari agen hukum terkait ad anya indikasi kontinjensi. e. Mendapatkan konfirmasi dari pengacara hukum akan adanya kontinjensi atau kasus hukum yang belum selesai. 17. Apakah yang dimaksud dengan Subsequent Event? Sebutkan dua jenis Subsequ ent Event! Transaksi dan peristiwa setelah tanggal neraca yang mungkin mempengaruhi kewajar an nilai saji dan disclosure dari laporan keuangan. Jenis subsequent event : a. Subsequent event yang memiliki pengaruh langsung terhadap laporan keuang an dan memerlukan penyesuaian. Contoh : Pernyataan bangkrut dari pelanggan yang memiliki saldo piutang. b. Subsequent event yang memiliki pengaruh tidak langsung terhadap laporan keuangan tetapi memerlukan adanya catatan atau disclosures. Contoh : Kerugian ak ibat kebakaran yang tidak diasuransikan. 18. Jelaskan Fase IV (Completing The Audit) pada audit proses! Pada fase ini auditor melakukan pengumpulan bukti terakhir dan melakuka uji lanj utan untuk memberikan keyakinan pada auditor sebelum mengeluarkan laporan opini. Yaitu uji terhadap catatan atas laporan keuangan, melakukan prosedur analitis terakhir, evaluasi asumsi going-concern dari klien, mendapatkan client represent ation letter, membaca laporan tahunan untuk meyakinkan informasi tertera sesuai dengan yang ada di laporan keuangan, mengeluarkan laporan opini dan management l etter (berisi tentang adanya kelemahan dan defisiensi dalam pengendalian interna l klien dan saran akan perbaikan kinerja bisnis dari klien).