ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KONSEP MINAPOLITAN DI INDONESIA Oleh: Dr.

Sunoto, MES Potensi dan Tantangan Potensi kelautan dan perikanan Indonesia begitu besar, apalagi saat ini potensi tersebut telah ditopang dengan berbagai kebijakan, program dan kegiatan pembangunan di sektor kelautan dan perikanan. Namun, sejalan dengan perubahan yang begitu cepat di segala bidang, baik berskala internasional maupun nasional, maka kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan memerlukan penyesuaian atau perubahan agar dapat memenuhi kebutuhan ekonomi yang lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Pembangunan sektor kelautan dan perikanan masih menghadapi masalah dan sekaligus tantangan yang harus diselesaikan dengan kebijakan dan program strategis dan efektif. Permasalahan dan tantangan tersebut antara lain : Luas laut Indonesia 5,8 juta km2 atau 2/3 luas wilayah RI dan panjang pantai 95.181 km, tapi Produk Domestik Bruto perikanan baru mencapai 2,2% - 2,6% per tahun. Potensi sumberdaya perikanan tangkap 6,4 juta ton per tahun, tapi nelayan masih miskin, Produksi perikanan tangkap di laut sekitar 4,7 ton per tahun, tapi tangkapan yang diperbolehkan (total allowable catch) maksimum 5,2 juta ton per tahun, atau hanya tersisa 0.5 juta ton per tahun, Produksi Tuna naik 20,17% tahun 2007, tapi produksi Tuna hanya 4,04% dari seluruh produksi perikanan tangkap, Jumlah nelayan laut dan perairan umum 2.755.794 orang, tapi lebih dari 50% atau 1.466.666 nelayan berstatus sambilan utama dan sambilan tambahan, Jumlah nelayan naik terus, yaitu 2,06% pada tahun 2006-2007, sedangkan ikan makin langka, Jumlah RTP/Perusahaan Perikanan Tangkap 958.499 buah, naik 2,60%, tapi 811.453 RTP atau 85% RTP berskala kecil tanpa perahu, perahu tanpa motor dan motor tempel Armada perikanan tangkap di laut 590.314 kapal, tapi 94% berukuran kurang dari 5 GT dng SDM berkualitas rendah dan kemampuan produksi rendah,
1

Upaya mengatasi permasalahan dan tantangan tadi. Potensi budidaya laut 8.333 orang. tapi hanya menyerap tenaga kerja 179.076 ha. tapi yang berproduksi lebih kurang 50% dengan kapasitas produksi maksimum sekitar 60%. telah diterbitkan Peraturan Menteri nomor 12/2010 tentang Minapolitan dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 35/2010 tentang Penetapan Kawasan Minapolitan. atau disebut dengan Revolusi Biru. pembangunan sektor kelautan dan perikanan perlu dilakukan dengan cara konsep minapoliotan dimana salah satu tujuan konsep ini untuk mengembangkan kawasan ekonomi unggulan menjadi lebih produktif. guna mencapai maksud dan tujuan tersebut diperlukan perubahan cara berfikir dan orientasi pembangunan dari daratan ke maritim dengan gerakan yang mendasar dan cepat.Potensi tambak 1. Tentu saja. Sejalan dengan itu. tapi sistem produksi perikanan berjalan seperti biasa. Perubahan lingkungan strategis sangat cepat. tapi realisasi baru 612. Pada tataran implementasi diperlukan sistem pembangunan sektor kelautan dan perikanan berbasis wilayah dengan konsep Minapolitan. Jumlah industri pengolahan ikan menengah dan besar 767 buah. 2 .000 buah.000 orang. berskala mikro dan kecil. tapi sebagian besar tradisional. Konsep pembangunan ini sejalan dengan Arah Umum Pembangunan Nasional dan Arah Kebijakan Pembangunan Kewilayahan dan Pengembangan Kawasan sebagaimana tertuang di dalam Buku I RPJM Tahun 2010-2014. diperlukan kebijakan strategis yang inovatif dengan terobosan yang efektif. Jumlah industri perikanan lebih dari 17.916. Industri pengalengan ikan yang terdaftar lebih dari 50 perusahaan. Sebagai langkah nyata. tapi realisasi hanya 74. tapi kepemilikan lahan perkapita rendah dan hidupnya memprihatinkan.501 ha.543 ha. Tenaga kerja budidaya ikan 2.530 ha.224.363.

dan pantas.Revolusi Biru Tidak bisa dipungkiri. dan terakhir peningkatan pendapatan rakyat yang adil. peningkatan produksi kelautan dan perikanan. Kesadaran tersebut diperlukan untuk memberikan landasan kuat bagi bangsa Indonesia dalam pemanfaatan sumberdaya perairan bagi kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. merata. Revolusi Biru diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bangsa. dan pantas. payau dan laut yang begitu besar dapat dimanfaatkan menjadi lahan-lahan produktif dengan teknologi inovatif yang menghasilkan tingkat produksi tinggi. Revolusi Biru akan memberikan peluang optimalisasi pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan dengan inovasi dan terobosan melalui. Produksi sumberdaya kelautan dan perikanan harus ditingkatkan untuk memanfaatkan potensi sumberdaya perikanan tangkap yang begitu besar tidak hanya di perairan teritorial dan ZEEI tetapi di perairan laut lepas dan perairan ZEE negara lain di dunia. pembangunan berkelanjutan. dapat mengesampingkan potensi kerusakan di lingkungan perairan. efisien. Karennya. banyak sekali kasus kerusakan sumberdaya alam di darat berakibat fatal di wilayah perairan. kalau potensi perikanan dan kelautan di Indonesia cukup besar dan belum tergali secara optimal. Pada saat yang bersamaan. Revolusi Biru mempunyai empat pilar penting antar lain. bahwa sumberdaya perairan nasional memerlukan sistem pengelolaan yang seimbang antara pemanfaatan dan pelestariannya. baik untuk generasi masa kini maupun akan datang. terutama pesisir dan laut. Pembangunan yang lebih berorientasi ke darat. dengan gerakan peningkatan produksi perikanan budidaya. Sedangkan. diperlukan langkah strategis yang mampu mengatasi permasalahan yang begitu lama membelit sektor ini. merata. Perubahan asumsi-asumi dasar pembangunan yang selama ini lebih banyak didasarkan pada kerangka pemikiran kontinen menjadi kepulauan. juga mengurangi tekanan pada sumberdaya alam daratan. 3 . dan terintegrasi guna peningkatan pendapatan rakyat yang adil. diharapkan potensi perairan air tawar. percepatan peningkatan produksi dan optimalisasi penangkapan ikan dan budidaya. Reorietansi konsep pembangunan tersebut diperlukan untuk memberikanan arah pembangunan sesuai dengan potensi yang ada dan tuntutan masa depan sesuai dengan perubahan lingkungan strategis. Salah satu upaya mungkin dengan Revolusi Biru. Perimbangan diperlukan selain untuk peningkatkan pemanfaatan sumberdaya perairan atau laut yang begitu besar. Sementara itu. Kalimat ini berarti melakukan perubahan yang signifikan dengan mengangkat konsi pembangunan berkelanjutan dengan Program Nasional Minapolitan yang intensif. perubahan cara berfikir dan orientasi pembangunan dari daratan ke maritime. makin diperlukan untuk mendorong pemanfaatan sumberdaya alam yang lebih berimbang.

melalui visi dan misi tadi pembangunan sektor kelautan dan perikanan dapat dipacu melalui percepatan peningkatan produksi dengan produk-produk berkualitas dan berdaya saing tinggi untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rakyat kecil. Kawasan pedesaan lebih banyak berperan sebagai penyedia bahan baku. Minapolitan Pada tingkat implementasi. Melalui visi “Indonesia Menjadi Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar 2015” dengan misi “Mensejahterakan Masyarakat Kelautan dan Perikanan.” diharapkan dapat menjadi tuntunan bagi pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berpihak kepada rakyat. membuka kesempatan kerja dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi.Perubahan orientasi kebijakan dari darat ke perairan diharapkan dapat meningkatkan perhatian dan pengalokasian sumberdaya pembangunan yang seimbang sesuai dengan karakteristik negara RI sebagai negara kepulauan yang kaya sumberdaya perairan. Selain itu. 4 . Di lain pihak. Minapolitan sendiri berasal dari kata mina berarti ikan dan politan berarti polis atau kota. diharapkan mampu mendorong minat dan upaya mengembangkan ekonomi berbasis perairan. Pengembangan konsep dimaksudkan untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan dengan pendekatan dan sistem manajemen kawasan cepat tumbuh layaknya sebuah kota. peningkatan produksi kelautan dan perikanan diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan ekonomi secara nasional dengan kenaikan PDB yang signifikan. prasarana dan fasilitas pelayanan umum. Harapan lainnya. Pengalaman menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi kelautan dan perikanan yang pada umumnya berada di daerah pedesaan lambat berkembang karena kurangnya sarana. Revolusi Biru akan dilaksanakan melalui sistem pembangunan sektor kelautan dan perikanan berbasis wilayah menggunakan konsep Minapolitan. kesadaran bagi masyarakat mengenai perlunya reorientasi pandangan ini. sehingga secara bebas dapat diartikan sebagai kota perikanan. sehingga akan lebih banyak lagi investasi di bidang sumberdaya perairan. sedangkan nilai tambah produknya lebih banyak dinikmati di daerah perkotaan. Kualitas sumberdaya manusia juga relatif rendah dibandingkan dengan sumberdaya manusia di daerah perkotaan.

Pertama. permodalan. daerah pedesaan diharapkan dapat berkembang sebagaimana daerah perkotaan dengan dukungan prasarana. dan sistem manajemen yang baik. pemerintahan di tingkat pusat dan daerah. kalangan dunia usaha maupun masyarakat. baik instansi sektoral. 5 . serta penguatan daerah dengan prinsip: daerah kuat – bangsa dan negara kuat. permukiman. Ketiga prinsip tersebut menjadi landasan perumusan kebijakan dan kegiatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan agar pemanfaatan sumberdayanya benar-benar untuk kesejahteraan rakyat dengan menempatkan daerah pada posisi sentral dalam pembangunan. Secara ringkas Minapolitan dapat didefinisikan sebagai Konsep Pembangunan Ekonomi Kelautan dan Perikanan berbasis wilayah dengan pendekatan dan sistem manajemen kawasan berdasarkan prinsip integrasi. Konsep Minapolitan didasarkan pada tiga azas yaitu demokratisasi ekonomi kelautan dan perikanan pro rakyat. efisien. energi. efisiensi dan kualitas serta akselerasi tinggi. seperti prasarana. berkualitas. pelayanan publik. dan sumberdaya manusia yang memadai. Kawasan Minapolitan adalah kawasan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan yang terdiri dari sentra-sentra produksi dan perdagangan. Kemudahan atau peluang yang biasanya ada di daerah perkotaan perlu dikembangkan di daerah-daerah pedesaan. dan kegiatan lainnya yang saling terkait. sistem pelayanan umum. diharapkan pembangunan sektor kelautan dan perikanan dapat dilaksanakan secara terintegrasi. Kepentingan dan dukungan tersebut dibutuhkan agar program dan kegiatan percepatan peningkatan produksi didukung dengan sarana produksi.Dengan konsep Minapolitan pembangunan sektor kelautan dan perikanan diharapkan dapat dipercepat. Konseptual Minapolitan mempunyai dua unsur utama yaitu. Sebagai sentra produksi. akses permodalan. dan berakselerasi tinggi. pemberdayaan masyarakat dan keberpihakan dengan intervensi negara secara terbatas (limited state intervention). jaringan distribusi bahan baku dan hasil produksi di sentra-sentra produksi. jasa. sumberdaya manusia. transportasi. Minapolitan sebagai konsep pembangunan sektor kelautan dan perikanan berbasis wilayah dan minapolitan sebagai kawasan ekonomi unggulan dengan komoditas utama produk kelautan dan perikanan. jaringan distribusi bahan baku dan hasil produksi. prasarana yang memadai. Sementara itu. Dengan konsep ini. teknologi. prinsip integrasi diharapkan dapat mendorong agar pengalokasian sumberdaya pembangunan direncanakan dan dilaksanakan secara menyeluruh atau holistik dengan mempertimbangkan kepentingan dan dukungan stakeholders.

teknologi maupun sumberdaya manusia. namun dengan konsep minapolitan pembinaan unit-unit produksi di masa depan dapat diarahkan dengan menggunakan prinsip-prinsip integrasi. Ketiga. dengan konsep minapolitan pembangunan infrastruktur dapat dilakukan secara efisien dan pemanfaatannya diharapkan akan lebih optimal. Sementara itu. penggerak utama minapolitan di bidang perikanan budidaya adalah sentra produksi dan 6 .Kedua. prinsip percepatan diperlukan untuk mendorong agar target produksi dapat dicapai dalam waktu cepat. perikanan budidaya. pengolahan ikan. efisiensi. maka diperlukan keanekaragaman kegiatan ekonomi. Agar kawasan minapolitan dapat berkembang sebagai kawasan ekonomi yang sehat. efisiensi. melalui inovasi dan kebijakan terobosan. Selain itu prinsip efisiensi diterapkan untuk mendorong agar sistem produksi dapat berjalan dengan biaya murah. seperti memperpendek mata rantai produksi. Keempat. kualitas dan akselerasi tinggi. Pada Setiap kawasan minapolitan akan beroperasi beberapa sentra produksi berskala ekonomi relatif besar. pembinaan unit-unit produksi di luar kawasan harus tetap dilaksanakan sebagaimana yang selama ini dijalankan. atau pun kombinasi kedua hal tersebut. Dengan pendekatan kawasan dan sentra produksi. Keanekaragaman kegiatan produksi dan usaha di kawasan minapolitan akan memberikan dampak positif (multiplier effect) bagi perkembangan perekonomian setempat dan akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi daerah. baik sistem produksi secara keseluruhan. Selanjutnya. pelaksanaan pembangunan sektor kelautan dan perikanan harus berorientasi pada kualitas. Penggerak utama ekonomi di Kawasan Minapolitan dapat berupa sentra produksi dan perdagangan perikanan tangkap. baik tingkat produksinya maupun tenaga kerja yang terlibat dengan jenis komoditas unggulan tertentu. hasil produksi. Dengan konsep minapolitan pembinaan kualitas sistem produksi dan produknya dapat dilakukan secara lebih intensif. dan didukung keberadaan faktor-faktor produksi sesuai kebutuhan. Kawasan-kawasan minapolitan akan dikembangkan melalui pembinaan sentra-sentra produksi yang berbasis pada sumberdaya kelautan dan perikanan. yaitu kegiatan produksi dan perdagangan lainya yang saling mendukung. melalui peningkatan market share produk-produk kelautan dan perikanan Indonesia tingkat dunia. diharapkan pembinaan unit-unit produksi dan usaha dapat lebih fokus dan tepat sasaran. Walaupun demikian. sehingga menghasilkan produk-produk ekonomi kompetitif. Prinsip percepatan juga diperlukan untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara kompetitor. konsep minapolitan akan dilaksanakan melalui pengembangan kawasan minapolitan di daerah-daerah potensial unggulan. Sentra produksi dan perdagangan perikanan tangkap yang dapat dijadikan penggerak utama ekonomi di kawasan minapolitan adalah pelabuhan perikanan.

dan pengolah ikan yang adil dan merata. dan Kualitas. ketiga pendampingan usaha dan bantuan teknis di sentra-sentra produksi unggulan serta keempat pengintegrasian Kebijakan Makro lintas sektoral. usaha kelautan dan perikanan kelas menengah ke atas makin bertambah dan berdaya saing tinggi dan sektor kelautan dan perikanan menjadi penggerak ekonomi nasional. Sasaran dan langkah-langkah strategis Program Nasional Minapolitan mempunyai 3 sasaran utama yakni menguatnya ekonomi rumah tangga masyarakat kelautan dan perikanan skala kecil.minapolitan : setiap propinsi dan kabupaten/kota dibagi menjadi beberapa kawasan ekonomi unggulan bernama minapolitan (3) Sentra produksi: setiap kawasan minapolitan terdiri dari sentra-sentra produksi dan perdagangan komoditas kelautan dan perikanan dan kegiatan lainnya yang saling terkait (4) Unit produksi/usaha: setiap sentra produksi terdiri dari unit-unit produksi atau pelaku-pelaku usaha. pusat dan daerah. Produktivitas. pembudidaya. sementara untuk mencapai tujuan kebijakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan dengan konsep minapolitan dilaksanakan melalui Program Nasional Minapolitan dan Peningkatan Produksi Kelautan dan Perikanan dengan langkah-langkah strategis antara lain menggerakkan produksi di sentra-sentra produksi unggulan pro usaha kecil di bidang perikanan tangkap. Karakteristik dan Persyaratan Kawasan Minapolitan 7 . juga dapat dijadikan penggerak utama ekonomi di kawasan minapolitan. budidaya dan pengolahan. (3) Mengembangkan Kawasan Minapolitan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di daerah dan sentra-sentra produksi perikanan sebagai penggerak ekonomi rakyat. Program Nasional Minapolitan mengangkat konsep pembangunan kelautan dan perikanan berbasis wilayah dengan struktur: (1) Ekonomi kelautan dan perikanan berbasis wilayah: Indonesia dibagi menjadi sub – sub wilayah pengembangan ekonomi berdasarkan potensi sda. Kedua Mengembangkan Kawasan Minapolitan dengan cara mengintegrasikan sentra-sentra produksi menjadi kawasan ekonomi unggulan daerah. (2) Meningkatkan pendapatan nelayan.usaha perikanan produktif Tujuan pembangunan sektor kelautan dan perikanan dengan konsep minapolitan adalah sebagai berikut: (1) Meningkatkan Produksi. prasarana dan geografi (2) Kawasan ekonomi unggulan.perdagangan perikanan di lahan-lahan budidaya produktif. Sentra produksi pengolahan ikan dan perdagangan yang berada di sekitar pelabuhan perikanan.

dan 5) Komitmen Daerah Untuk dapat mengakomodasi kebutuhan pembangunan. perdagangan. 4) Kelayakan lingkungan. Persyaratan Kawasan Minapolitan meliputi: 1) Komoditas Unggulan. dan mempunyai sarana dan prasarana memadai sebagai pendukung keanekaragaman aktivitas ekonomi sebagaimana layaknya sebuah “kota”. 8 . 3) Fasilitas Pendukung Utama. Kedua mempunyai keanekaragaman kegiatan ekonomi. pengembangan minapolitan dijadikan acuan utama dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan pengembangan minapolitan akan dilaksanakan secara bertahap dari tahun 2010 sampai dengan 2015.Karakteristik kawasan minapolitan adalah terdiri dari sentra-sentra produksi dan perdagangan berbasis kelautan dan perikanan dan mempunyai multiplier effect tinggi terhadap perekonomian di daerah sekitarnya. 3) Sistem dan Mata rantai Produksi: Hulu dan Hilir. dan sosial yang saling mendukung. kesehatan. jasa. 2) Letak Geografis.

9 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful