Anda di halaman 1dari 11

Mitos: Bahasa Qu r a n Sebagai Mu j i z at

islamexpose.blogspot.com

The Language Miracle of the Quran

Mukjizat Bahasa Quran


By Mumin Salih (Ex-muslim) QURAN dipercaya Muslim sbg wahyu Tuhan yang disampaikan dalam bahasa Arab. Muslim juga percaya bahwa Quran persis sama dengan yang diturunkan 1400 tahun lalu. Saat "diturunkannya" Quran, kaum Arab sudah memiliki kemampuan berbahasa tinggi sehingga bisa dikatakan bahwa bakat itu adalah satusatunya seni yang mereka sempurnakan. Sekarangpun banyak yang mengakui bahwa literatur dan sajak Arab jaman pra-Islam (sebelum masa islam) adalah yang terbaik. Pun jika Quran benar-benar sebuah mukjizat bahasa, ini bukan berarti bahwa Quran diturunkan bagi seluruh umat manusia juga tidak khusus bagi kaum Arab. Ini karena negara-negara yang tidak berbahasa Arab tidak dapat membaca apalagi mengerti Quran; karena itu mereka tidak dapat menilai apakah benar Quran adalah sebuah mukjizat bahasa. Bahkan mayoritas orang Arab sekarangpun tidak memiliki kemampuan untuk mengerti bahasa Arab klasik dalam Quran. Sungguh menarik bahwa Muslim sedunia yakin benar bahwa Quran adalah mukjizat bahasa, a language-miracle, padahal kebanyakan mereka biasanya hanya dapat membaca beberapa surah tanpa mengerti artinya. Dilain pihak, banyak penulis Arab (Kristen) yang ahli dalam bahasa Arab klasik, merasa bahwa bahasa Quran tidak sedikitpun mengandung mukjizat! Saya sendiri (yang menguasai bahasa Arab modern dan klasik), setiap kali membaca Quran menilai bahwa buku ini tidak mungkin dari Tuhan. Ini bukan karena mengandung kerancuan sains tetapi karena gaya bahasanya yang miskin (the poor language style). Memang ada surah yang ditulis dengan indah tetapi ada juga yang biasa-biasa saja dan bahkan ada yang ngaco alias amburadul! Tadinya saya (saat masih muslim) merasa bahwa Quran adalah kata-kata Tuhan yang tidak dapat di-ubah (infallible) dan sempurna. Namun setelah

mengamatinya dengan seksama, saya tidak melihat adanya satu kesempurnaanpun! Quran bagi saya penuh pengulangan, kontradiktif dan mengandung banyak kesalahan gramatikal. Tadinya saya menyalahkan diri saya sendiri. Saya menyangka PASTI saya salah. Tidak mungkin Quran mengandung kesalahan. Nah, siapa akhirnya yang akan menentukan kemukjizatan bahasa dalam Quran? Para pakar Islam secara otomatis akan mengatakan bahwa Quran adalah mukjizat, sementara yang lainnya tidak setuju. Kenyataan bahwa Quran menciptakan dua pendapat yang sangat bertentangan ini sendiri menujukkan bahwa QURAN BUKANLAH MUKJIZAT. Sebuah mukjizat harus jelas kepada setiap mahluk hidup, terlepas dari bahasa, tingkat melek huruf dan intelektualitas. Semua tanpa pengecualian, harus menyetujui kesempurnaan Quran. SEJARAH Mari kita tengok lagi sejarah dan melihat pendapat orang Arab jaman baheula atas Quran. Muhammad menghabiskan waktu 13 tahun menyebarkan Islam di kota kelahirannya, Mekah, dengan sukses terbatas. Selama era ini, hanya beberapa orang menyambutnya, kebanyakan teman dekat, kerabat dan saudara sendiri. Ia sering ke pasar terkenal, Okaz, diluar Mekah, untuk bicara tentang Islam. Gagal juga ia! Bazar Okaz adalah festival populer orang Arab. Para penulis sajak berkumpul dan memamerkan sajak mereka yang paling mutakhir. Mohamad disana bersaing dengan mereka dengan melafalkan wahyu-wahyu auwloh kepadanya. Namun demikian, kaum Arab lebih suka dengar sajak daripada wahyu-wahyu yang di-klaim muhammad. Jika orang Arab benar-benar mendengar mukjizat dalam apa yang dikatakan Muhammad, mereka tentu akan terpesona dan terus mendengarkannya. Tetapi sebaliknya, mereka mengacuhkannya. Apakah ini berarti bahwa karya Tuhan tidak sanggup memenangkan kompetisi dengan para sastrawan sajak di pasar itu? Muslim membela dengan mengatakan bahwa rakyat Mekah tidak yakin karena mereka memang TIDAK MAU diyakinkan, bukan karena Quran tidak meyakinkan. Bukti mereka adalah bahwa Arab Medina (suku Aws dan Khazraj ) lebih mudah diyakinkan dan memeluk Islam bahkan sebelum Muhammad sampai di kota mereka. Namun ini adalah bukti jelas bahwa kedua suku Arab dari Medinah yang saling bersaingan itu memeluk Islam karena alasan politik saja. Tidak ada alasan lain.

Kebanyakan orang Arab bahkan tidak pernah melihat ataupun mendengar Quran. Mereka memeluk Islam hanya karena pemimpin mereka berurusan dengan Muhammad yang saat itu kedudukannya bagai hakim, pihak netral, yang diminta untuk mengakhiri konfrontasi antar suku yang berkepanjangan. Mari sekarang kita maju beberapa abad dan melihat pendapat orang Arab tentang Quran pada masa kejayaan Islam. Dua penulis sajak terkenal jaman itu adalah : 1. Al Mutanabi, yang secara kuat dianggap penulis sajak Arab termasyur. Ia bahkan sempat disebut nabi, karena ia merasa bisa membuat buku serupa dengan Quran. Oleh karena itulah namanya sesuai dengan pernyataannya itu (Muta-NABI). Saat Al Mutanabi sadar bahwa ia dalam bahaya, ia membatalkan bukunya itu. 2. Abu Alaa Al Maari, tukang sajak buta dari Syria yang bahkan mengecam semua agama. Tentu, tidak satupun dari mereka ini menganggap Quran sebuah mukjizat. Ada banyak faktor mengapa Muslim percaya bahwa Quran sebuah mukjizat. 1) karena Quran hanya dapat dibaca dalam bahasa Arab (klasik), orang lain tergantung pada orang Arab untuk membuat penilaian tentang gaya bahasa Quran. Orang-orang Arab ini biasanya imam yang dari semula telah menganggap bahwa Quran = mukjizat, dan karena itu mereka menghalalkan segala cara untuk membenarkannya. bahkan dengan memutar-balikkan setiap peraturan gaya bahasa dan logika agar sesuai dengan kesimpulam mereka itu. Dengan cara ini mereka bersedia menjungkirbalikkan logika akal sehat. Kata-kata tidak berarti, pengulangan dan kontradiksi semua menjadi bagian dari mukjizat! Luar biasa! 2) Apa yang membuat mereka bisa mempertahankan sikap ini selama berabad-abad adalah bahwa karena orang-orang Kristen atau para intelektual humanis (freethinkers) enggan memberi komentar. Mereka (orang Kristen dan kaum humanis) terlalu sopan! Namun, kebungkaman dan ketidakmauan mereka untuk memeluk Islam jelas menunjukkan sesuatu! 3) Faktor lain yang mempertahankan kesan mukjizat ini adalah, Muslim bersikeras bahwa Quran tidak dapat diterjemahkan ke bahasa lain. Muslim bersikeras bahwa semua terjemahan yang ada hanya

untuk menegaskan arti Quran dan tidak ada alternatif selain membaca Quran dalam bahasa Arab. Jadi, setiap orang yang ingin mengerti Quran harus belajar bahasa Arab dulu. Cape deeeh... 4) Cuci otak semasa bayi. Memang tradisi bahwa suara pertama yang harus didengarkan orok baru lahir adalah auwlohuakbar, yang dibisikkan dalam telinganya begitu ia keluar dari perut. Dari detik itu proses cuci otak sudah berjalan. Setiap hari ia akan mendengarkan pengajian yang menumbuhkan rasa takut, yang oleh otak diterjemahkan menjadi rasa hormat yang sangat tinggi terhadap katakata auwloh. Ditambah lagi bahasa yang sulit dan surah-surah yang tidak jelas. Merupakan pandangan pribadi penulis bahwa eksistensi islam bergantung pada kebingungan dan intimidasi psikologis untuk pencapaian tujuannya. Sama seperti para pesulap memukau penontonnya. Mereka menata latar belakang dengan hati-hati, kemudian memilih musik dan dekorasi dan tentu saja dengan nuansa kegelapan. Mereka biasanya berpakaian hitam-hitam, dan memilih pula latar belakang gelap. Seolah masih kurang, mereka juga kemudian meredupkan lampu (remang-remang) pada waktu memulai aksinya. Ilusi mereka tidak akan berhasil bila dalam cahaya lampu terang-benderang. Kegelapan merupakan sahabat mereka sementara terang menjadi musuh mereka. Mereka juga membenci ilmu pengetahuan & logika, sementara menyukai mithologi. Mereka tidak menyukai kejelasan, tetapi lebih suka kebingungan. Alquran ditulis dalam buku-buku yang disebut Mushaf. Para muslim diajari sejak kecil bahwa buku-buku ini berbeda dengan buku lainnya. Hanya orang yang suci yang boleh memegangnya, maka dari itu seorang perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh memegang buku itu. Seorang non-muslim tidak diperkenankan dekat-dekat. Seorang muslim yang suci hanya boleh memegangnya dengan tangan kanan, dan mereka harus mencium buku itu sebagai tanda hormat. Mushaf-mushaf ini ditulis dalam bentuk khusus yang berbeda dengan buku lainnya dalam bahasa arab. Ada kesalahan yang disengaja dalam setiap ayatnya. Hal tersebut menambah kesulitan membaca mushaf. Tidak berbeda dengan membaca buku teka-teki yang dipenuhi kode khusus yang untuk membacanya dan menyelesaikan teka-teki tersebut membutuhkan keahlian khusus. Dalam setiap mushaf terdapat beberapa halaman di akhir buku yang berisi kode-kode yang dipakai dalam penulisan mushaf. Alquran memiliki keunikan lainnya. Buku itu mengajari anak-anak secara terbalik! Misalnya, surah yang pendek ditempatkan di bagian belakang, sementara yang panjang-

panjang ditempatkan di depan. Ini membuat anak-anak membaca dari belakang ke depan, sehingga menambah kesan di dalam benak mereka bahwa buku ini memang berbeda dari yang lainnya. Para muslim sudah dikondisikan untuk percaya, tanpa pertanyaan, atas apa yang ada di dalam quran. Mereka juga selalu siap untuk mengatakan apapun, termasuk berbohong untuk melindungi kesan ilahi dari alquran. Coba tanyakan kepada muslim, apakah anda percaya bahwa alquran merupakan keajaiban bahasa? pasti jawabannya adalah Ya, serendah apapun tingkat pemahaman mereka terhadap quran. Bagi kebanyakan muslim, membaca dan memahami alquran merupakan siksaan, tetapi jika anda tanyakan mana yang mereka pilih untuk dibaca alquran atau novel, mereka semua akan menjawab alquran. Jika anda bertanya, mana yang anda lebih sukai, mendengar musik atau alquran? jawaban mereka, Tentu saja alquran. Mereka yakin bahwa auwloh sedang melihat mereka melalui dua mata-mata di pundak mereka. Oleh karena itu mereka tidak berani menyatakan pendapat mereka sendiri. Alquran digunakan secara luas dalam hal pengobatan di dunia islam. Apakah ada muslim yang berani mengatakan bahwa cara itu sia-sia? Ada suatu penelitian medis di suatu negara arab yang membandingkan efek penenangan dari alquran dibandingkan dengan musik yang lembut. Namun berapa banyak muslim yang berani menyatakan bahwa musik buatan manusia lebih menenangkan daripada bunyi alquran? Apakah auwloh membutuhkan suatu bahasa untuk berkomunikasi dengan manusia? Bahasa adalah cara memasukkan informasi ke dalam otak. Cara lainnya adalah melalui kelima indra kita. Bahasa dikembangkan dan terutama digunakan untuk sarana komunikasi antar anggota dalam suatu komunitas yang berbahasa sama. Bahasa hanya merupakan sarana memasukkan informasi ke dalam otak. Untuk tujuan ini, bahasa tetap bergantung pada indra lainnya. Bahasa oral bergantung pada pendengaran, sementara tulisan bergantung pada penglihatan dan sentuhan. Oleh karena itu, bahasa kurang dapat diandalkan dibandingkan dengan penglihatan atau pendengaran, atau indra lainnya. Akurasi dalam komunikasi bahasa dimulai sejak pengucapan dan aksen, kemudian sisi penerimaan mungkin mengalami kesulitan pendengaran atau kurang pemahaman. Jika demikian, bahasa nampaknya bukanlah cara yang paling efektif

untuk menyampaikan informasi ke dalam otak. Mengapa Tuhan menggunakan cara yang primitif seperti ini untuk berkomunikasi dengan manusia? Apakah Tuhan kurang mampu berkomunikasi dengan cara yang lebih efektif dalam menyampaikan pesannya ke dalam otak manusia, dengan lengkap dan jelas? Alquran mengklaim diri sebagai panggilan terakhir Tuhan kepada manusia untuk memeluk islam. Pesan tersebut dikatakan bersifat universal bagi semua manusia dimanapun berada. Namun demikian sebagian besar tidak menanggapinya. Sekarang kita mesti mengakui bahwa mayoritas manusia tidak pernah membaca Quran, dan kebanyakan dari yang membacanya tidak memahaminya. Jadi, setelah 1400 tahun pesan tersebut belum tersampaikan. Komunikasi bahasa nampaknya tidak berhasil. Namun, untuk adilnya, kita harus mengakui bahwa memang ada SATU MUJIZAT QURAN, yaitu bagaimana Alquran mampu LOLOS DARI KRITIKAN selama 1400 tahun!?!

*Email Mumin Salih mumbo.mua884@gmail.com

Sumber: Link-1 & Link-2

TANTANGAN BUAT AYAT SE-INDAH QURAN


PERTANYAAN No. 65 : Dalam Surat 2:23 Auwloh menantang siapapun utk menciptakan surat seperti surat tsb. Tidak seorangpun yang dapat menghasilkan surat seperti surat-surat dalam Quran, begitu puitis dan indah. ----------------JAWAB A SINA: Pernyataan anda bahwa Quran adalah unik dan bahwa tidak seorangpun dapat menciptakan hal macam itu merupakan logika rancu. Semua buku adalah unik. Setiap orang berbeda dan unik. Tidak ada dua orang yang persis sama. Bahkan jari telunjukpun tidak ada yang sama, tidak ada suara yang sama dan tidak ada otak yang berpikir serupa, dsb. Tidak ada orang yang dapat menulis dengan cara yang sama dengan cara saya karena memang tidak ada orang yang berpikir dengan cara saya. Tentu banyak orang yang bisa menulis lebih baik dari saya, tetapi tidak ada tulisan yang sama persis dengan tulisan saya. Jadi, tantangan utk menciptakan surat spt yang ditulis Muhamad tidak masuk akal. Jika tantangannya adalah untuk menciptakan surat se-indah surat dalam Quran, inipun tidak logis. Keindahan adalah subyektif dan tidak menjadi ukuran kebenaran. Jika kau meminta saya utk mencari seorang perempuan secantik isterimu atau pacarmu, inipun tidak masuk akal karena hanya kau yang cinta isteri atau pacarmu itu. Mungkin ia bukan perempuan yang paling cantik, tetapi karena kau mencintainya kau jadi mengabaikan kekurangannya. Mengertikah anda sekarang? Kecantikan tergantung dari yang melihatnya. Atau

bahasa Jawanya: Beauty is in the eyes of beholder. Kau membaca Quran dengan mata orang yang percaya (sebagai muslim) dan oleh karena itu kau terkagum-kagum. Kau tidak dapat melihat kesalahan di dalamnya karena kau mencintainya. Saya membaca Quran yang sama dan menemukan begitu banyak kesalahan didalamnya. Bagi saya Quran adalah buku yang membosankan dan memuakkan. Nah, sekarang kau pasti mengatakan bahwa terjemahannya yang tidak beres tapi bahasa asalnya, Arab, sangat indah. Mari kita umpamakan bahwa ini memang benar. Tetap saja sebagai orang yang tidak berbahasa Arab, saya tidak dapat melihat keindahannya. Jadi jangan salahkan mereka karena tidak dilahirkan sebagai Arab dan tidak bisa melihat kecantikan Quran. Kesimpulannya adalah bahwa Auwloh memang tidak adil dengan ratusan juta orang Muslim nonArab karena mereka tidak dapat mengerti bahasa Arab, dan oleh karena itu tidak dapat melihat keindahan Quran, dan akibatnya mereka semua akan ke neraka. Ini adil menurut anda? Belum lagi Auwloh memilih bahasa yang menurut Muslim sendiri TIDAK MUNGKIN DITERJEMAHKAN dalam bahasa manapun dan oleh karena itu tidak dapat melihat keindahannya dalam bahasa terjemahannya. Apakah ini kesalahan kami dilahirkan sbg non-Arab? Jelas tidak! Auwloh sendiri yang membuat kita sbg non-Arab sehingga kita tidak dapat melihat keindahan kalimatNya. Dan sekarang Ia ingin menggoreng kita di neraka karena kita tidak berhasil menikmati sesuatu yang Ia sendiri sembunyikan dari kita? Adilkah itu? Ini sama saja dengan saya berbicara pada anda dalam bahasa yang anda tidak mengerti dan lalu saya menjotos anda karena tidak mengerti bahasa saya. Ini absurd! Tantangan anda ini juga tidak jujur. Lihatlah sendiri apa yang dikatakan Auwloh begitu ia mengeluarkan tantanganNya utk menulis surat seindah yang ada dlm Quran: "Tapi jika kau tidak bisa dan jelas kau tidak bisa maka takutilah Api yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, - yang dipersiapkan bagi mereka yang menolak Agama (Islam)". Qur'an 2.24 Ini sama saja dengan mengatakan bicaralah seindah cara saya dan jika kau tidak dapat dan jelas kau tidak dapat maka saya akan tembak kau! Nah lo! Dengan surat macam ini, siapa yang berani

menerima tantangan Auwloh? Tidak perlu susah-susah memikirkan neraka, Muslimpun dengan senang hati akan memenggal kepala anda kalau anda mencoba menanggapi tantangan tsb. Masih ingat macam pemilu gaya Saddam Hussein dimana 99.98% penduduk memberikan suara baginya? Pertanyaan pemilu adalah: Anda ingin Saddam? Ya atau tidak? Jika kau menjawab "TIDAK" maka kau akan dibunuh. Nah, tantangan dalam Quran ini sama saja dengan pemilu Saddam tersebut. Malah sebenarnya, Muhammad tidak berbeda dengan Saddam. Ia seorang narcissist, spt Hitler, Saddam, Idi Amin, Kim Jong-il atau Stalin. Semua orang ini menciptakan kultus individu bagi diri mereka sendiri dan dicintai oleh rakyat yang ketakutan. Muhammad menganggap dirinya rasul Auwloh. Ini sama saja dengan Shoko Asahara, Jim Jones dan David Koresh (pemimpin sekte sesat). Tetapi masih ada saja orang non-Muslim yang berbahasa Arab sbg bahasa ibu mereka, dan mengatakan bahwa Quran gagal secara gramatikal dan estetika dan mereka memang BERHASIL menciptakan surat-surat yang dalam perbandingan jauh lebih baik dari surat-surat dalam Quran (ini bukan pendapat saya, tetapi pendapat para exMuslim Arab). Simaklah sendiri dibawah ini dan berilah komentar anda mengapa surat-surat buatan ex muslim tidak lebih bagus dari surat-surat Quran ; www.islam-exposed.org dan http://suralikeit.com/ (sori, bhs ARAB).

Kalau anda tidak bisa, maka tantangan telah dipenuhi. Beban pembuktian ada pada anda.

Bacaan lanjut ttg subyek ini; Click-here. ENGLISH VERSION

See also: Midgard : Buat tandingan Quran! Kitab Panjul Vs Quran sumber: Link-1 & Link-2

Humor Satire Tentang Torah (Taurat), Bible dan Quran


THE QURAN is @ a JOB INTERVIEW. The boss asks, Do you have references? Quran replies, Torah and Bible,call them. So the boss calls Torah, and Torah replies, I have never heard of him. Confused, the boss calls Bible and Bible says, I know him; he is a liar and a thief and is actually from Satan, the devil, don't believe him. Pressed by the boss, quran defends they (Torah and Bible) are liars. And the boss reasons: If they are liars, why do you use them for references unless you are insane?! :))

Penyelaras : admin

islamexpose.blogspot.com