Anda di halaman 1dari 7

Inge Yulensa Putri 3 TKJ-A Diagnosa WAN

TA VPN DENGAN DYNAMIC ROUTING

Kamis, 27 April 2012 Rudi Haryadi, ST Netty Amalia, S. Pd

1. Tujuan a. Agar siswa memahami materi Dynamic Routing menggunakan konsep OSPF dengan OS mikrotik b. Agar siswa mampu mengimplementasikan meteri Dynamic Routing mengunakan konsep OSPF dengan OS mikrotik c. Agar siswa mampu mengkonfigurasi Dynamic Routing mengunakan konsep OSPF dengan OS mikrotik d. Agar siswa memahami materi VPN menggunakan OS mikrotik e. Agar siswa mampu mengimplementasikan meteri VPN mengunakan OS mikrotik f. Agar siswa mampu mengkonfigurasi VPN menggunakan OS mikrotik

2. Pendahuluan IP VPN merupakan tipe khusus dari layanan VPN yang mengirimkan layanan Internet Protocol (IP) privat melalui infrastruktur publik IP atau internet. Yang menjadi kunci patokan IP VPN adalah pengiriman layanan IP kepada end user. Dengan IP VPN dimungkinkan networking data secara privat dan aman melalui jaringan internet publik atau jaringan IP privat untuk komunikasi pengguna akses remote, site-to site, atau corporate-to-corporate.

Routing dinamis merupakan routing protocol digunakan untuk menemukan network serta untuk melakukan update routing table pada router. Routing dinamis ini lebih mudah daripada menggunakan routing statis dan default, akan tetapi ada yang perbedaan dalam proses-proses di CPU router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan. Macam-macam routing dinamis a. RIP : Routing Information Protocol. Distance vector protocol merawat daftar jarak tempuh ke network-network lain berdasarkan jumlah hop, yakni jumlah router yang harus lalui oleh paket-paket untuk mencapai address tujuan. RIP dibatasi hanya sampai 15 hop. Broadcast di-update dalam setiap 30 detik untuk semua RIP router guna menjaga integritas. RIP cocok dimplementasikan untuk jaringan kecil.

RIP mengirim routing table yang lengkap ke semua interface yang aktif setiap 30 detik. RIP hanya menggunakan jumlah hop untuk menentukan cara terbaik ke sebuah network remote, tetapi RIP secara default memiliki sebuah nilai jumlah hop maksimum yg diizinkan, yaitu 15, berarti nilai 16 tidak terjangkau (unreachable). RIP bekerja baik pada jaringan kecil, tetapi RIP tidak efisien pada jaringan besar dengan link WAN atau jaringan yang menggunakan banyak router. b. OSPF : Open Shortest Path First. Link state protocolmenggunakan kecepatan jaringan berdasarkan metric untuk menetapkan path-path ke jaringan lainnya. Setiap router merawat map sederhana dari keseluruhan jaringan. Update-update dilakukan via multicast, dan dikirim. Jika terjadi perubahan konfigurasi. OSPF cocok untuk jaringan besar. OSPF adalah sebuah protocol standar terbuka yg telah dimplementasikan oleh sejumlah vendor jaringan. Jika Anda memiliki banyak router, dan tidak semuanya adalah cisco, maka Anda tidak dapat menggunakan EIGRP, jadi pilihan Anda tinggal RIP v1, RIP v2, atau OSPF. Jika itu adalah jaringan besar, maka pilihan Anda satu-satunya hanya OSPF atau sesuatu yg disebut route redistribution-sebuah layanan penerjemah antar-routing protocol. OSPF bekerja dengan sebuah algoritma yang disebut algoritma Dijkstra. Pertama sebuah pohon jalur terpendek (shortest path tree) akan dibangun, dan kemudian routing table akan diisi dengan jalur-jalur terbaik yg dihasilkan dari pohon tesebut. OSPF hanya mendukung routing IP saja. c. EIGRP : EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada cisco. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router cisco saja. EIGRP sering disebut juga hybrid-distance-vector routing protocol, karena EIGRP ini terdapat dua tipe routing protocol yang digunakan, yaitu: distance vector dan link state. EIGRP dan IGRP dapat di kombinasikan satu sama lain karena EIGRP adalah hanya pengembangan dari IGRP. Dalam perhitungan untuk menentukan path/jalur manakah yang tercepat/terpendek, EGIRP menggunakan algortima DUAL (Diffusing-Update Algorithm) dalam menentukannya. IP VPN merupakan tipe khusus dari layanan VPN yang mengirimkan layanan Internet Protocol (IP) privat melalui infrastruktur publik IP atau internet. Yang menjadi kunci patokan IP VPN adalah pengiriman layanan IP kepada end user. Dengan IP VPN dimungkinkan networking data secara privat dan aman melalui jaringan internet publik atau jaringan IP privat untuk komunikasi pengguna akses remote, site-to site, atau corporate-to-corporate.

3. Alat dan Bahan a. 3 Router dengan OS Mikrotik b. 2 host (OS windows xp dan ubuntu) c. Software virtual d. Iso mikrotik

4. Langkah kerja a. Buat topologi seperti berikut

OSPF
10.10.10.1 /24 172.16.16.1 /24

10.10.10.2 /24 20.20.20.1 /24

20.20.20.2 /24

OSPF
192.16.16.1 /24

192.16.16.2 /24 172.16.16.2 /24

b. Setting IP address pada host 1 seperti berikut

c. Setting IP address pada host 2 seperti berikut

d. Setting IP address pada router 1 seperti berikut

e. Setting IP address pada router 2 seperti berikut

f. Setting IP address pada router 3 seperti berikut

g. Setting VPN router 1

h. Setting VPN router 3

5. Hasil Ping dan tracert tanpa vpn

Ping dan tracertdengan vpn

6. Kesimpulan Protocol OSPF akan berfungsi sebagai peng-update table routing sehingga tidak perlu lagi memerlukan update secara manual penambahan VPN akan membuat ilmu kita menjadi lebih baik.