Anda di halaman 1dari 30

# CAESAR II TRAINING

6. STATIC ANALYSIS ............................................................................................. 2 6.1 6.2 6.3 6.4 6.5 Static dan Dynamic Load .............................................................................. 2 Basic Refference Data & Formula ................................................................. 7 Static Output Report.................................................................................... 10 3D - Plot ...................................................................................................... 11 Stress Result Analyze ................................................................................. 12

7. PIPELNE BURRIED MODELLING .................................................................... 14 7.1 7.2 Soil Modeller ............................................................................................... 14 Contoh Kasus pada Burried Pipeline ........................................................ 17

## 9. STRUCTURAL STELL MODELLING................................................................. 21 9.1 Contoh Pemodelan Stell Structure .............................................................. 21

10. DYNAMIC ANALYSIS ........................................................................................ 26 10.1 Analisa Modal.............................................................................................. 27 10.2 Analisa Harmonis ........................................................................................ 27 10.3 Analisa Spektrum Responsis ...................................................................... 28 10.4 Analisa Spektrum Gaya .............................................................................. 28 10.5 Analisa Transient (Time History) ................................................................. 29

Page 1

CAESAR II TRAINING
6. STATIC ANALYSIS Metode Static Analysis adalah memperhitungkan static load, yang akan menimpa pipa secara perlahan sehingga dengan demikian piping system memiliki cukup waktu untuk menerima, bereaksi dan mendistribusikan load tersebut keseluruh bagian pipa, hingga tercapainya keseimbangan.

6.1

yang

mempengaruhi

sebuah

piping

system

dapat

6.1.1 Load Case pada Caesar II Setelah kita selesai mendesain piping, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisa stress terhadap system piping tersebut. Hal tersebut harus dilakukan untuk mengetahui apakah desain yang telah kita buat dapat memenuhi persyaratan stress atau tidak,

Page 2

CAESAR II TRAINING
Page 3

WNC T1 T2 T3 . .. T9 P1 P2 P3 P9 D1 D2 D3 D9 F1

Weight Thermal Set 1 Thermal Set 2 Thermal Set 3 Thermal Set 9 Pressure Set 1 Pressure Set 2 Pressure Set 3 Pressure Set 9

(with

Displacements Set 1 Displacements Set 2 Displacements Set 3 Displacement Set 9 Force Set 1

CAESAR II TRAINING
F2 F3 F9 Dsb. Example : Contoh desain nozzle berikut Force Set 9 Forces/Moments (9th Vector) Force Set 2 Force Set 3 Forces/Moments (2nd Vector) Forces/Moments (3rd Vector)

Setelah input piping selesai, pilih error checking dan kemudian batch run pada check box yang terdapat dalam piping spreadsheet berikut ini :

Page 4

CAESAR II TRAINING

Box tersebut di atas menjelaskan tentang desain piping yang telah kita buat tadi apakah ada kesalahan (error), peringatan (warning) atau tidak. Jika ditemukan error maka proses run tidak dapat dilanjutkan dan kita harus melakukan revisi pada node yang mengalami error tersebut. Selain itu juga diberikan beberapa informasi lain yaitu berat keseluruhan dari piping system yang telah kita buat dan juga menjelaskan letak center
Page 5

CAESAR II TRAINING
of grafity. COG berfungsi untuk proses erection pada saat konstruksi. Dan kedua yaitu terdapat informasi nozzle calculation. Setelah itu anda akan mendapati box jenis load case seperti berikut ini :

umur operasi akibat tekanan dan berat pipa & fluida. 4. (EXP) Expansion temperature 5. (HYD) Hydrotest hydrotest. : Stress akibat tekanan air saat dilakukan : Stress yang terjadi akibat adanya perubahan

Page 6

CAESAR II TRAINING
6.2 Basic Refference Data & Formula
Longitudinal Pressure Stress - Slp Slp = PD0/4tn Slp = PDi2/(D02- Di2) code approximation code exact equation, CAESAR II default

## Operating Stress - unless otherwise specified S = Slp + Fax/A + Sb < NA (OPE)

6.2.1 ASME B31.1 Power Piping Stress due to Sustained loadings Pressure, weight(live, dead, and under test loads), other mechanical load. Sl = Slp + 0.75 i Ma / Z < Sh i Mc / Z < f [ 1.25 (Sc+Sh) - Sl ] Slp + 0.75 i Ma / Z + 0.75 i Mb / Z < k Sh (SUS) (EXP) (OCC)

P = internal design pressure (gauge), psi(kPa) D0 = outside diameter of pipe, in (mm) tn = nominal wall thickness, in (mm) MA = resultan momen pada penampang, in.lb (mm.N) Z = section modulus, in3 (mm3) i = stress intensification factors

## Sh = Basic material allowable stress pada temp. maksimum, psi (kPa)

6.2.2 ASME B31.3 Piping for Chemical Plant & Petroleum Refinery Sl = Slp + Fax/A + Sb < Sh sqrt (Sb + 4 St ) < f [ 1.25 (Sc+Sh) - Sl ] Fax/A + Sb + Slp < k Sh
2 2

## (SUS) (EXP) (OCC)

Page 7

CAESAR II TRAINING
Sb = [sqrt ( (iiMi)2 + (i0M0)2 )]/Z

6.2.3

ASME B31.4 Pipeline Transportation System for Liquid Hydrocarbon and other Liquid.

If FAC = 1.0 (fully restrained pipe) FAC | E a dT - u SHOOP| + SHOOP If FAC = 0.001 (buried, but soil restraints modeled) Fax/A - n SHOOP + Sb + SHOOP (If Slp + Fax/A is compressive) If FAC = 0.0 (fully above ground) Slp + Fax/A + Sb + SHOOP (If Slp + Fax/A is compressive) (Slp + Sb + Fax/A) (1.0 - FAC) sqrt ( Sb2 + 4 St2 ) (Slp + Sb + Fax/A) (1.0 - FAC)

(OPE)

## < 0.9 (Syield)

(OPE)

< 0.9 (Syield) < (0.75) (0.72) (Syield) < 0.72 (Syield) < 0.8 (Syield)

6.2.4

## ASME B31.8 Gas Transmission and Distribution

For Restrained Pipe (as defined in Section 833.1): For Straight Pipe: Max(SL, SC) < 0.9ST < 0.9ST Max(SL, SC) SL < 0.9ST and SC < ST CAESAR II prints the controlling stress of the two SL = SP + SX + SB For All Other Components SL < 0.9ST For Unrestrained Pipe (as defined in Section 833.1): SL SE Where: SL = < 0.75ST < f[1.25(SC + SH) SL] SP + SX + SB
Page 8

## (SUS, OCC) (EXP)

CAESAR II TRAINING
SP = 0.3SHoop (for restrained pipe) 0.5SHoop (for unrestrained pipe) R/A MB/Z (for straight pipe/bends with SIF = 1.0) MR/Z (for other components) Max (|SHoop SL|, sqrt[SL2 SLSHoop + SHoop2]) sqrt[(0.75iiMi)2 + (0.75ioMo)2 + Mt2] ME/Z sqrt[(0.75iiMi)2 + (0.75ioMo)2 + Mt2] Specified Minimum Yield Stress Temperature Derating Factor 0.33SUT 0.33SU Specified Minimum Ultimate Tensile Stress

SX = SB =

SC = MR = SE = ME = S= T= SH = SC = SU = B31.8 Chapter VIII Hoop Stress: Longitudinal Stress: Equivalent Stress: Where: S= F1 =

Sh F1 S T |SL| 0.8 S Se 0.9 S Specified Minimum Yield Strength Hoop Stress Design Factor (0.50 or 0.72, see Table A842.22 of the B31.8 Code) Temperature Derating Factor (see Table 841.116A of the B31.8 Code)

## (OPE, SUS, OCC) (OPE, SUS, OCC) (OPE, SUS, OCC)

T=

Page 9

CAESAR II TRAINING
6.3 Static Output Report

Setelah kita RUN desain yang telah kita buat, akan ditampilkan static output processor seperti di atas. Kita dapat memilih load case dan report yang ingin kita tampilkan seperti box di bawah ini :

Setelah kita pilih load Case dan report, akan tampil hasil analisa dari Caesar II seperti di bawah ini :

Page 10

CAESAR II TRAINING

6.4

3D - Plot Caesar II dapat menampilkan stress yang terjadi pada piping system yang telah kita desain dalam bentuk 3D dengan cara memilih 3D Plot pada box di bawah ini :

Maka Caesar II akan menampilkan gambar dalam bentuk 3D seperti berikut : (contoh pemodelan nozzle)

Page 11

CAESAR II TRAINING

6.5

Stress Result Analyze Pada Piping Desain di atas, jika kita memilih load case W+P1 akan menghasilkan nilai stress seperti di bawah ini:

Page 12

CAESAR II TRAINING
(stress report)

(Restrain Report)

(Displacement Report)

Page 13

CAESAR II TRAINING
7. PIPELNE BURRIED MODELLING 7.1 Soil Modeller

Untuk pemodelan pipa di bawah tanah (buried pipe / underground), pertama kita pilih Input Underground pada piping spreadsheet, dan kemudian akan tampil box seperti di bawah ini :

Masukkan soil model sesuai dengan data soil yang kita peroleh sebagai berikut :

Page 14

CAESAR II TRAINING
Masukkan soil model yang telah kita isi di atas kedalam box yang terlihat di bawah ini. Pada bagian yang berada di dalam tanah (burried) kita berikan soil model dengan model no 2 dan kita klik from end mesh dan to end mesh yang artinya burried berada di awal dan di akhir node tersebut.

Setelah kita isikan section yang ingin di burried pada box tersebut di atas, maka selanjutnya kita klik convert dan akan ditampilkan box seperti di bawah ini :

Page 15

CAESAR II TRAINING
Pada spreadsheet akan terjadi perubahan setelah kita memasukkan buried, dimana pada bagian pipa yang mengalami buried akan memiliki nilai restrain yang secara otomatis diberikan oleh CAESAR II seperti kita lihat box di bawah ini :

## Plot preview akan terlihat seperti gambar di bawah :

Page 16

CAESAR II TRAINING

(Gambar 7.1)

7.2

Page 17

CAESAR II TRAINING
memberikan Anchor Block pada saat sebelum pipa naik ke atas permukaan tanah dan pada saat pipa turun kembali ke dalam tanah.

Page 18

CAESAR II TRAINING
8. LATIHAN PEMODELAN KOMPLEKS 8.1 Desain and Analisa Buatlah dan Analisa system piping dari gambar Desain Isometrik di bawah ini :

Page 19

CAESAR II TRAINING

Page 20

CAESAR II TRAINING
9. STRUCTURAL STELL MODELLING

9.1

## Contoh Pemodelan Stell Structure

Pilih new file dan structural input pada main menu dan klik OK, dan akan muncul tampilan berikut :

Pilih unit parameter yang akan digunakan dalam pemodelan input, dan pilih sumbu vertikan yang diinginkan seperti terlihat di bawah :

Page 21

CAESAR II TRAINING

Page 22

CAESAR II TRAINING

Ada 2 metode yang digunakan dalam mendefinisikan model, yaitu element definition dan node/element specification. Setelah kita pilih salah satu dari method di atas, kita akan masuk ke dalam input structural model sebagai berikut :

Page 23

CAESAR II TRAINING

Structural model dapat dijalankan (run) secara terpisah/sendiri atau dapat juga digabungkan dalam pekerjaan piping. Untuk running structural model secara terpisah dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : Setelah seluruh input kita masukkan gunakan File Save untuk keluar dari modeling, dan melakukan error checking. Selanjutnya File Exit. Kembali ke main menu Caesar II dan pilih static analysis

Page 24

CAESAR II TRAINING
Untuk menggabungkan structural modeling ke dalam piping input dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : Pada piping spreadsheet kita pilih Environtment Include Structural Inpu Files Kemudian akan muncul dialog box seperti di bawah ini :

Browse nama file structural yang telah kita buat tadi dan klik OK Untuk melakukan penggabungan structur modeling dengan piping yang telah kita buat diperlukan hal berikut :

Diperlukan rigid elemen dengan zero weight untuk posisi relative pipa terhadap structure

Page 25

CAESAR II TRAINING
Kemudian kita harus menentukan penyambungan antara node pipa dengan node structural menggunakan restrain with connecting node (Cnode). Sebagai contoh pada gambar di bawah ini :

Pada node 75 dalam piping model harus diikat/digabungkan dengan node 1055 pada structural model kearah X dan Y, dan juga pada node 85 pipe model digabungkan dengan node 1065 structural model. Kemudian kita dapat run model tersebut seperti halnya run pada piping model.

10. DYNAMIC ANALYSIS Analisa dinamis yang dapat dilakuan dengan CAESAR II adalah: Analisa Modal (Natural Frequency Analysis) Analisa Harmonis Analisa Spektrum Responsis Analisa Spektrum gaya Analisa Transient (Time History)
Page 26

CAESAR II TRAINING
10.1 Analisa Modal

menghitung frekuensi natural (pribadi) dan modus getar pribadinya selalu dilaksanakan pada awal semua analisa dinamis setiap modus getar merupakan solusi dari probem dinamis dengan satu derajat kebebasan sistem pipa yang kompleks diuraikan menjadi sejumlah modus getar responsi total merupakan superposisi dari setiap modus getar analisa modal menggunakan proses Eigensolver Langkah-langkah untuk analisa modal: Merubah distribusi masa dari model statik (Lumped Masses) Menambah kekakuan model statik (Snubber) Mengontrol parameter analisa dinamik (Control Parameter) Analisa dan melihat hasil perhitungan

10.2

Analisa Harmonis

Langkah-langkah untuk Analisa Harmonis : Mendefinisikan frekuensi eksitasi (Exicitation Frequency) Mendefinisikan gaya atau perpindahan dari beban harmonis (Harmonic Forces atau Harmonic Displacement)

Page 27

CAESAR II TRAINING
Merubah distribusi masa dari model statik (Lumped Masses) Menambah kekakuan model statik (Snubber) Mengontrol parameter analisa dinamik (Control Parameter) Analisa dan melihat hasil perhitungan dengan memilih kombinasi frekuensi dan fase

10.3

## Analisa Spektrum Responsis

Langkah Langkah Analisa dengan Spektrum Responsis : Mendefinisikan spektrum reponse; CAESARII bulit-in spektrum atau Spectrum Data Points Tools (Spectrum Definition) Menentukan spektrum load cases dengan mendefinisikan arah dan letak dan tipe dari tegangan kode (Spectrum Load Cases) Medefinisikan kombinasi beban dinamik dengan statik (Static/Dynamic Combinations) Merubah distribusi masa dari model statik (Lumped Masses) Menambah kekakuan model statik (Snubber) Mengontrol parameter analisa dinamik: a.l.metode kombinasi dari modus getar (Control Parameter) Analisa dan melihat hasil perhitungan

10.4

## Analisa Spektrum Gaya

Langkah-langkah untuk analisa spektrum gaya : Mendefinisikan spektrum reponse: rubah beban impuls menjadi spektrum (Spectrum Definition)
Page 28

CAESAR II TRAINING
Mendenisikan letak dan arah dari beban impluls yang bekerja pada sistem pipa (Force Sets) Menentukan spectrum load cases: mendefinisikan arah dan letak dan tipe dari tegangan kode (Spectrum Load Cases) Medefinisikan kombinasi beban dinamik dengan statik (Static/Dynamic Combinations) Merubah distribusi masa dari model statik (Lumped Masses) Menambah kekakuan model statik (Snubber) Mengontrol parameter analisa dinamik: a.l metode kombinasi dari modus getar (Control Parameter) Analisa dan melihat hasil perhitungan 10.5 Analisa Transient (Time History)

Langkah-langkah untuk analisa spektrum gaya : Mendefinisikan profiel gaya sebagai fungsi waktu: a.l. file eksternal atau spectrum generator (Time Histrory Definition) Mendenisikan letak dan arah dari beban impluls yang bekerja pada sistem pipa (Force Sets) Menentukan spectrum load cases dengan mendefinisikan arah dan letak dan tipe dari tegangan kode (Time History Load Cases) Medefinisikan kombinasi beban dinamik dengan statik (Static/Dynamic Combinations) Merubah distribusi masa dari model statik (Lumped Masses)

Page 29

CAESAR II TRAINING
Menambah kekakuan model statik (Snubber) Mengontrol parameter analisa dinamik, antara lain metode kombinasi dari modus getar (Control Parameter) Analisa dan melihat hasil perhitungan

Page 30