Anda di halaman 1dari 3

SPESIFIKASI TEKNIS PENGADAAN HIDRAN UMUM 1.

25 M
Pasal 1 URAIAN UMUM Scope Pekerjaan : a. Pemberi Pekerjaan adalah : Satuan Kerja : Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Sul Sel Tahun Anggaran : DIPA APBN 2012 Lokasi Proyek : ................................................. b. Jenis Pekerjaan berupa : Pengadaan Hidran Umum 1.25 M3 Pasal 2 PEKERJAAN UTAMA Pekerjaan Utama untuk Pengadaan Hidran Umum dijelaskan sebagai berikut : 1. Tangki Hidran Umum dibuat dari bahan fiber glass 2. Kapasitas Tangki 1.25 M dengan bentuk selinder 3. Tebal dinding tangki untuk semua permukaan adalah 5 mm dan tahan terhadap benturan 4. Bagian dalam tangki dilapisi dengan putih firpac (protek lumut dan jamur) dan bagian luar tangki dilapisi kulit berwarna biru (protek radiasi ultra violet) 5. Ukuran tangki disesuaikan dengan gambar terlampir 6. Pekerjaan Utama untuk Pemasangan Hidran Umum dijelaskan sebagai berikut : 7. Pondasi Pasangan batu gunung 1 : 4 diplester 8. Lantai Rabat beton 1 : 3 : 5 diplester licin 9. Accessories Pipa inlet, penguras dan balve kran 10. Cat Warna Biru 11. Logo Ditentukan kemudian. Pasal 3 PEKERJAAN PENGANGKUTAN HIDRAN UMUM a. Sesuai dengan penjelasan dalam pasal 1 bagian d bahwa harga/material yang disuply adalah franco Makassar ( sesuai dengan daftar material ) dan tersusun rapih dilokasi yang akan ditunjukkan oleh Direksi. b. Dalam pelaksanaan penumpukan/penyimpanan barang-barang yang diadakan harus dipisahkan dengan barang-barang yang sifatnya dapat merusak, jenis barang c. Hidran Umum yang akan diangkut harus diperiksa dan diteliti. d. Pengangkutan Hidran Umum harus dilakukan dengan hati-hati dan dijaga keamanannya. e. Hidran Umum yang telah tiba di lokasi proyek harus segera dilaporkan kepada pihak Direksi/Pengawas Lapangan untuk selanjutnya disimpan di dalam gudang/direksi keet/bangsal kerja dengan baik dan terjamin keamanannya. f. Semua resiko yang terjadi selama dalam pengangkutan, penyimpanan material apabila terjadi kerusakan atau kehilangan maka Penyedia jasa harus memperbaiki atau mengganti barang yang rusak atau hilang tersebut dengan kualitas yang sama pula dan semua biaya yang timbul menjadi tanggungan pihak Penyedia jasa.

Pasal 4 PEKERJAAN TANAH / URUGAN PASIR 1. Permukaan tanah ditempat yang akan dibangun harus dibersihkan dari humus dan pohon pohon yang terkena harus ditebang. 2. Galian tanah pondasi digali sesuai dengan peil dasar pondasi yang sesuai dengan gambar. 3. Mengurug tanah kembali pada sisi lobang pondasi dan lobang lobang lainnya dengan tanah bekas galian. 4. Untuk timbunan timbunan dalam bangunan harus dipakai pasir timbunan yang bersih dari kotoran. 5. Timbunan pasir harus dilakukan lapis demi lapis dan tiap lapis dipadatkan dan disiram air secukupnya. 6. Pekerjaan Urugan pasir adalah : - Urugan pasir dibawah pondasi tebalnya 10 cm atau disesuaikan dengan gambar. - Urugan pasir dibawah lantai dengan tebal disesuaikan dengan gambar. Pasal 5 PEKERJAAN PONDASI 1. Pemasangan pondasi batu kosong dengan minimal 15 cm atau sesuai dengan gambar. 2. Batu gunung harus berkwalitas baik dan dipecah pecahkan maximum 30 cm, minimal 10 cm. 3. Pasangan batu gunung pecah dipasang dengan adukan 1 Pc : 4 Psr. 4. Batu gunung harus disusun sedemikian rupa sehingga duduknya kokoh diantara batu gunung satu sama lain harus terkait dengan adukan. 5. Pemasangan pondasi digunakan batu gunung dan ukurannya disesuaikan dengan gambar. Pasal 6 PEKERJAAN PLESTERAN Pekerjaan Plesteran dijelaskan sebagai berikut : a. Pekerjaan plesteran 1 Pc : 4 Ps harus rata serta dilapisi dengan acian sehingga permukaan pasangan menjadi halus dan rata. b. Pekerjaan plesteran harus dilaksanakan sesuai yang disyaratkan dalam gambar bestek pekerjaan. c. Plesteran harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. d. Pada akhir pekerjaan plesteran, penyedia jasa melaporkan kepada direksi/Pengawas Lapangan guna dilakukan pemeriksaan dan apabila disetujui , maka harus dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan. Pasal 7 PEKERJAAN BETON 1. Bahan a. Semen Portland (PC) Semen Pc yang digunakan adalah semen yang merek standar. b. Agregat, pasir dan kerikil Pasir dan krikil digunakan asal lokasi atau kelas Tambang C. atau menurut petunjuk Direksi yang memenuhi syarat PBI 1971. c. Besi Beton Besi Beton digunakan jenis baja mutu, U.24 dan memenuhi ketentuan PBI 1971. Ukuran besi beton dalam penggunaannya harus mengikuti ukuran dalam gambar rencana detail. Ikatan besi beton harus rapi dan kuat pengikat ini adalah kawat beton minimal 0,1 mm. d. Bekisting Beton. Bakesting beton digunakan kayu kelas II atau multipleks dengan ketebalan 9 mm.

2. Kwalitas Beton a. Kwalitas beton untuk pekerjaan ini adalah sesuai dengan spesifikasi campuran yang direncanakan. b. Untuk beton berkonstruksi harus bermutu K. 175 dan semua pekerjaan beton harus memenuhi syrat syarat PBI 1971. c. Bila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan hingga meragukan kwalitas beton, maka Direksi berhak mengadakan pemeriksaan kwalitas dengan cara teknis yang disetujui atas biaya kontrkator. d. Spesifikasi campuran : - 1 Pc : 2 Psr : 3 Kr : Dipergunakan untuk dudukan Hidran Umum - 1 Pc : 3 Psr : 5 Kr : Dipergunakan untuk Rabat Beton e. Pengadukan beton harus menggunakan beton molen, atau cara lain yang disetujui. f. Perawatan beton harus memperhatikan pengaruh penguapan yang cepat dari beton dan dibasahi minimal satu minggu setelah pengecoran. g. Pengecoran beton dilakukan setelah disetujui oleh Direksi setelah diteliti oleh pengawas. Pasal 8 PEKERJAAN SELESAI 1) Semua jenis pekerjaan yang terdapat dalam gambar tapi tidak tercantum dalam bestek ini, atau sebaliknya akan tetapi seharusnya dikerjakan oleh Penyedia jasa, maka hal tersebut harus dikerjakan atas petunjuk pihak Direksi/Pengawas Lapangan (asal tidak bertentangan dengan peraturan-peraturan yang berlaku). 2) Sebelum penyerahan proyek kepada Direksi dilakukan, maka semua pekerjaan pipa harus berfungsi dengan baik dan semua kerusakan-kerusakan yang timbul masih tetap menjadi tanggung jawab pihak Penyedia jasa Pasal 9 PEKERJAAN PEMBERSIHAN 1) Kelebihan tanah urugan/galian yang tidak terpakai lagi harus dibuang ketempat yang ditentukan Direksi/Pengawas Lapangan. 2) Sisa-sisa material bekas pasangan dan lain sebagainya harus diangkut dan dibuang jauh sehingga lokasi dimana pekerjaan dilaksanakan menjadi bersih / rapih dan hal ini adalah tanggung jawab Penyedia jasa Dan semua jenis sisa material pada pekerjaan ini yang terdapat dipinggir jalanan, segera disingkirkan dan dibersihkan secepatnya agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan pemandangan. Pasal 10 PEKERJAAN PEMBUATAN DOKUMENTASI PROYEK DAN PELAPORAN Penyedia jasa harus membuat dokumentasi dan pelaporan pelaksanaan pekerjaan sejak masa persiapan, dalam pelaksanaan dan pada akhir pekerjaan untuk semua jenis pekerjaan. Dokumentasi dan pelaporan ini harus diserahkan kepada Direksi dalam rangkap 3 (tiga) antara lain : a. Foto-foto pelaksanaan pekerjaan (0%, 50%, dan 100%). b. Berita Acara Berita Acara c. Laporan laporan (Harian, Mingguan dan Bulanan). d. Gambar gambar kerja atas petunjuk Direksi e. Gambar pelaksanaan sesuai dengan keadaan sebenarnya di lapangan (As-Built Drawing).