Anda di halaman 1dari 20

MEKANISME EVALUASI RANCANGAN PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA TATA RUANG DAERAH

Oleh:

Henry Erafat ST. MM.

Disampaikan pada Acara : WORKSHOP APARAT BADAN KOORDINASI PENATAAN RUANG DAERAH (BKPRD) KABUPATEN / KOTA PROVINSI SULAWESI SELATAN Makassar, 01 April 2012 DIREKTORAT FASILITASI PENATAAN RUANG DAN LINGKUNGAN HIDUP

DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH

KEMENTERIAN DALAM NEGERI

PENDAHULUAN
PERCEPATAN PENYELESAIAN PERDA TENTANG RTRW PROVINSI & KAB/ KOTA

UNDANG UNDANG NO PENATAAAN RUANG :

26

TAHUN

2007

TTG

Semua peraturan daerah Provinsi tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi disusun atau disesuaikan paling lambat dalam waktu 2 (dua) tahun terhitung sejak UndangUndang ini diberlakukan (Pasal 78 Angka 4 huruf b ) Semua peraturan daerah Kabupaten/ Kota tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/ Kota disusun atau disesuaikan paling lambat dalam waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak Undang-Undang ini diberlakukan ; (Pasal 78 Angka 4 huruf c )

INPRES NO 1 TAHUN 2010 TTG PRIORITAS NASIONAL

Ruang wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut dan ruang udara termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah tempat manusia dan makhluk hidup melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya
Rencana Tata Ruang kesepakatan bersama semua stakeholders (Pemerintah/Pemerintah Daerah, DPR/DPRD, Masyarakat, Cendekiawan, LSM, Dunia Usaha) Peraturan Daerah ( Kebijakan politik ) dalam rangka mengelola sumberdaya alam di darat, di laut, dan di udara dalam satu kesatuan tata lingkungan yang dinamis Mewujudkan Ruang Yang Aman, Nyaman, Produktif dan Berkelanjutan.

SIKLUS PENATAAN RUANG

PERENCANAAN TATA RUANG


Melakukan Proses Penyusunan, Konsultasi, Evaluasi, hingga Penetapan Perda RTR

PEMANFAATAN RUANG PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG


Melakukan Upaya Tertib Ruang melalui Penetapan Peraturan Zonasi, Insentif & Disinsentif, Perizinan dan Sanksi Melakukan Penyusunan dan Pelaksanaan Program beserta Pembiayaannya (Indikasi Program)
Indikasi program utama 5 (lima) tahunan disusun untuk jangka waktu rencana 20 (dua puluh) tahun

Proses untuk menentukan struktur ruang dan pola ruang

TERWUJUDNYA RUANG YANG AMAN, NYAMAN, PRODUKTIF, DAN BERKELANJUTAN

TAHAPAN TEKNIS PENYUSUNAN RTRW

PENENTUAN ARAH DAN VISI PENGEMBANGAN WILAYAH

PP 68 TAHUN 2010

IDENTIFIKASI POTENSI DAN MASALAH SERTA ANALISIS PENGEMBANGAN WILAYAH

P E R A N M A S Y A R A K A T

PERUMUSAN STRUKTUR DAN POLA PEMANFAATAN RUANG

PERUMUSAN RENCANA TATA RUANG

DASAR HUKUM EVALUASI RANCANGAN PERDA TENTANG RENCANA TATA RUANG

UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Penjelasan Umum Nomor 9 tentang Pembinaan dan Pengawasan). Pengawasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yaitu terhadap rancangan peraturan daerah yang mengatur pajak daerah, retribusi daerah, APBD dan RUTR, sebelum disahkan oleh kepala daerah terlebih dahulu dievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri untuk Raperda Provinsi dan oleh Gubernur terhadap Raperda Kabupaten/Kota UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Pasal 18 ayat 2). Penetapan Perda RTRW Kabupaten/Kota dan Rencana Rinci Harus Mendapat Persetujuan Substansi Dari Menteri Setelah Mendapat Rekomendasi Dari Gubernur.

DASAR HUKUM EVALUASI RANCANGAN PERDA TENTANG RENCANA TATA RUANG


Lanjutan..

PP Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Pasal 42) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengawasan dan evaluasi Peraturan Daerah diatur dengan Peraturan Menteri Permendagri Nomor 28 Tahun 2008 tentang Tata Cara Evaluasi Raperda tentang Rencana Tata Ruang Daerah.

PERENCANAAN TATA RUANG DAERAH


RTRW PROVINSI (Perda Provinsi)

RENCANA UMUM TATA RUANG (RUTR)


menghasilkan

RTRW KAB/KOTA (Perda Kab/Kota)

PERENCANAAN TATA RUANG DAERAH

RTR KAWASAN STRATEGIS PROVINSI (Perda Provinsi)

RENCANA RINCI TATA RUANG (RRTR)

RDTR KAB/KOTA (Perda Kab/Kota)

RTR KAWASAN STRATEGIS KAB/KOTA (Perda Kab/Kota)


Gubernur dibantu BKPRD Provinsi mengoordinasikan penyusunan rancangan perda RTRWP dan RTR Kawasan Strategis Provinsi Bupati/Walikota dibantu BKPRD rancangan perda RTRWK/K, RTR Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota mengoordinasikan penyusunan Kawasan Strategis Kabupaten/Kota, dan RDTR

DOKUMEN RENCANA TATA RUANG DAERAH

JENIS RENCANA UMUM TATA RUANG

FUNGSI ADMINISTRATIF DAN KEGIATAN KAWASAN


RTRW PROVINSI

JANGKA WAKTU
20 TAHUN

LEGALISASI PERDA PROVINSI

RTRW KABUPATEN/KOTA RENCANA RINCI TATA RUANG RTR KAWASAN STRATEGIS PROVINSI RTR KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN/KOTA RDTR KABUPATEN/KOTA

20 TAHUN 20 TAHUN 20 TAHUN

PERDA KABUPATEN/KOTA PERDA PROVINSI PERDA KABUPATEN/KOTA PERDA KABUPATEN/KOTA

20 TAHUN

Lanjutan
Gubernur

dibantu BKPRD Provinsi mengoordinasikan penyusunan rancangan perda RTRWP dan RTR Kawasan Strategis Provinsi dengan memperhatikan RTRWP yang berbatasan, RTR Pulau/Kepulauan, dan RTRWN (Pasal 5 ayat 1). Bupati/Walikota dibantu BKPRD Kabupaten/Kota mengoordinasikan penyusunan rancangan perda RTRWK/K, RTR Kawasan Strategis Kabupaten/Kota, dan RDTR Kabupaten/Kota, dengan memperhatikan RTRWK/K yang berbatasan, RTRWP, RTR Pulau/Kepulauan, dan RTRWN (Pasal 5 ayat 2).

PENYUSUNAN, KONSULTASI DAN EVALUASI RAPERDA TENTANG RENCANA TATA RUANG KABUPATEN/KOTA
Konsultasi
GUBERNUR C.q. BKPRD Provinsi
Dihasilkan Surat Rekomendasi Atas Dasar Surat Rekomendasi Dikoordinasi oleh BKPRN

PENYUSUNAN
- Permendagri; - Permenkimpraswil/PU; - Permen Kelautan dan Perikanan; - Dll.

KONSULTASI
Substansi Teknis

INSTANSI PUSAT YANG MEMBIDANGI URUSAN TATA RUANG

Dihasilkan

Persetujuan Substansi Teknis

Evaluasi

RAPERDA YANG TELAH DISETUJUI DPRD DIAJUKAN OLEH BUPATI/WALIKOTA

GUBERNUR MENDAGRI

Dilakukan

EVALUASI
Raperda RTRWK/K

Diselenggarakan

Dapat Melibatkan
INSTANSI PUSAT YANG MEMBIDANGI URUSAN TATA RUANG

Surat Permintaan Evaluasi dari Bupati/ Walikota

Hasil : Dilaporkan

Bupati/Walikota Menetapkan Raperda menjadi Perda

LINGKUP EVALUASI RANCANGAN PERDA TENTANG RENCANA TATA RUANG DAERAH


Evaluasi Raperda Dapat Dilakukan Setelah Indikator Terpenuhi
ASPEK ADMINISTRASI

LINGKUP EVALUASI ASPEK KEBIJAKAN

ASPEK LEGALITAS

INDIKATOR EVALUASI RANCANGAN PERDA RTR KAB/KOTA


(Berdasarkan Permendagri No. 28/2008 tentang Tata Cara Evaluasi Raperda tentang Rencana Tata Ruang Daerah)

TAHAPAN
INPUT

INDIKATOR
TERSEDIANYA RAPERDA BESERTA LAMPIRANNYA

RAPERDA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN/KOTA


Rancangan perda beserta dokumen rencana dan album peta

B.A rapat konsultasi dengan instansi pusat yang membidangi urusan tata ruang Persetujuan bersama dengan DPRD Kab/Kota atas Raperda beserta lampirannya ; B.A konsultasi publik;

PROSES

TERPENUHINYA PROSEDUR PENYUSUNAN RAPERDA BESERTA LAMPIRANNYA

B.A rapat konsultasi dengan pemerintah daerah Provinsi;


B.A rapat koordinasi dengan pemerintah daerah Kab/Kota yang berbatasan. Surat persetujuan atas substansi teknis dari instansi pusat yang membidangi urusan tata ruang; Surat rekomendasi dari Gubernur; Surat kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten/Kota yang berbatasan; Matriks tindak lanjut persetujuan teknis. usulan perbaikan dalam proses

OUTPUT

TERWUJUDNYA SINKRONISASI DAN HARMONISASI DENGAN RTRWN, RTR PULAU KEP, RTRWP DAN RTRWK/K YANG BERBATASAN

UPAYA PERCEPATAN PENYELESAIAN RAPERDA TENTANG RTRW KABUPATEN/KOTA

1. Percepatan konsultasi dalam rangka persetujuan substansi teknis dari BKPRN sinkronisasi struktur dan pola ruang dalam RTRW. 2. Kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di wilayahnya serta BKPRN dalam rangka sinkronisasi dan harmonisasi. 3. Telah disampaikan SE Menteri Dalam Negeri Nomor 650/3093/IV/Bangda tanggal 6 Juli 2011 kepada seluruh Gubernur Percepatan Penetapan Raperda tentang RTRW Kab/Kota.

PENUTUP

BKPRD sebagai wadah koordinasi yang membantu sebagian tugas Gubernur dan Bupati/Walikota dalam penyelenggaraan penataan ruang daerah -> Optimalisasi peran BKPRD; Percepatan Penyelesaian Ranperda Rencana Tata Ruang Daerah baik di Provinsi dan Kab/ Kota -> Penguatan Kapasitas BKPRD; Percepatan penetapan Perda tentang Rencana Tata Ruang Daerah tidak boleh mengabaikan tahapan/ proses yang harus dilalui sebagaimana dipersyaratkan oleh peraturan perundang2an. Evaluasi terhadap rancangan perda tentang rencana tata ruang daerah dilakukan untuk mewujudkan rancangan perda yang tidak bertentangan dengan kepentingan umum dan peraturan perundangundangan yang lebih tinggi

(LKMD) LEBIH DAN KURANG, MOHON DIMAAFKAN