Anda di halaman 1dari 3

Pneumocystis Pneumonia 1.

Identifikasi Adalah penyakit paru mulai dari akut sampai subakut bahkan seringkali fatal, khususnya menyerang bayi yang kurang gizi, sakit kronis dan prematur. Pada anak yang lebih tua dan dewasa, penyakit ini muncul sebagai penyakit oportunistik yang berkaitan dengan pemakaian immunosupresan dan penyakit sistem imunitas. Penyakit ini merupakan masalah yang besar bagi penderita AIDS. Secara klinis didapati gejala dyspnea yang progresif, tachypnea dan cyanosis, demam mungkin tidak muncul. Tanda-tanda auskultasi selain ronchi gejala lain biasanya minimal bahkan tidak ada. Pada foto toraks secara khas menunjukkan adanya infiltrat interstitial bilateral. Pada pemeriksaan postmortem didapati paru-paru yang berat tanpa udara, septum alveoler yang menebal dan pada ruang alveoler didapati material seperti busa yang berisi parasit.

Diagnosa ditegakkan dengan ditemukannya agen penyebab dalam material yang berasal dari sikatan bronchial, biopsi paru terbuka dan aspirasi paru atau dari preparat apus lendir tracheobronchial. Otganisme yang diidentifikasi dengan pengecatan methenamine-silver, toluidine blue O, Gram-Weigert, cresyl-echtviolet atau metoda pewarnaan IFA. Sampai saat ini tidak ada metoda kultur pada media atau tes serologis yang memuaskan untuk dipakai secara rutin. 2. Penyebab penyakit: Pneumocystis carinii. Umumnya dianggap sebagai protozoa; peneltian yang dilakukan kemudian menunjukkan bahwa susunan DNA organisme tersebut mendekati kepada jamur. 3. Distribusi penyakit Penyakit ini telah dikenal di seluruh dunia; endemis dan kadang-kadang muncul sebagai KLB pada bayi yang kurang gizi, debilitas atau pada bayi yang mengalami imunosupresi. Penyakit ini menyerang hampir 60% penderita AIDS di Amerika Serikat, Eropa dan Australia sebelum dilakukan pengobatan profilaktis secara rutin. Hampir tidak ada laporan PCP pada penderita AIDS di Afrika.

4. Reservoir Manusia. Organisme dapat ditemukan pada binatang mengerat, ternak, anjing dan hewan lain, namun dengan ditemukannya organisme dimana-mana dan ditambah dengan bahwa terjadi infeksi subklinis yang bertahan pada manusia, kecil sekali kemungkinan bahwa sumber penularan pada manusia berasal dari binatang. 5. Cara penularan Penularan dari binatang ke binatang melalui udara dapat dilihat terjadi pada tikus. Cara penularan pada manusia tidak diketahui. Pada satu penelitian didapatkan sekitar 75% dari individu normal dilaporkan telah memiliki anibodi humoral terhadap P. Carinii setelah umur 4 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa infeksi sublinis umum terjadi di AS. Pneumonitis pada hospes immunocompromize sebagai akibat dari salah satu apakah telah terjadi reaktivasi dari infeksi laten atau oleh karena infeksi yang baru didapat. 6. Masa inkubasi: Tidak diketahui. Analisis dari data KLB yang terjadi pada pantipanti dan penelitian yang dilakukan pada binatang menunjukkan bahwa serangan penyakit biasanya terjadi 1-2 bulan setelah terbentuknya status imunosupresi. 7. Masa penularan: Tidak diketahui. 8. Kerentanan dan Kekebalan Kerentanan meningkat dengan prematuritas, penyakit kronis yang melemahkan keadaan umum dan pada penyakit-penyakit atau pengobatan yang menyebabkan mekanisme kekebalan tubuh terganggu. Infeksi HIV merupakan faktor risiko predominan untuk penyakit PCP. 9. Cara-cara pemberantasan A. Cara-cara pencegahan Pengobatan profilaksis dengan salah satu obat apakah dengan TMP-SMX atau dengan pentamidine (berupa aerosol), terbukti efektif (selama penderita dapat menerima obat ini) dalam mencegah reakivasi endogeneous pada

penderita imunosupresi, khususnya mereka dengan infeksi HIV dan mereka yang mendapatkan pengobatan lymphatic leukemia dan mereka yang menerima transplantasi organ. B. Pengawasan penderita, kontak dan lingkungan sekitarnya 1) Laporan kepada institusi kesehatan setempat: Laporan resmi biasanya tidak diperlukan, Kelas 5 (lihat tentang pelaporan penyakit menular). Bla PCP muncul pada orang dengan infeksi HIV, kasus ini wajib dilaporkan hampir di semua negara bagian, Kelas 2B (lihat tentang pelaporan penyakit menular). 2) 3) 4) 5) 6) 7) Isolasi: Tidak ada. Disinfeksi serentak: Tidak cukup pengetahuan tentang hal ini. Karanina: Tidak dilakukan. Imunisasi kontak: Tidak ada. Penyelidikan terhadap kontak dan sumber infeksi: Tidak ada. Pengobatan spesifik: TMP-SMX merupakan obat pilihan. Oba alternatif adalah pentamidine (IM atau IV) dan trometrexate dengan leucoviron; berbagai jenis obat saat ini sedang dalam tahap evaluasi. C. Penangulangan wabah: Pengetahuan kita tentang asal organisme ini dan cara-cara penularan sangat tidak lengkap sehingga sampai saat ini tidak ada cara penanggulangan yang dapat diterima secara umum. D. Implikasi bencana: Tidak ada. E. Penanganan Internasional: Tidak ada.