Anda di halaman 1dari 1

Gangguan stress pasca trauma (Post Traumatic Stress Disorder /PTSD) adalah salah satu gangguan kecemasan yang

berhubungan dengan paparan peristiwa traumatis dil uar jangkauan pengalaman manusia biasa, seperti kecelakaan hebat, kekerasan fisi k atau kekerasan seksual, kondisi medis yang mengancam jiwa, peperangan, dan ben cana alam. Peristiwa hidup yang biasanya, seperti kematian, penyakit kronis, dan perceraian jarang menimbulkan PTSD (Bowirrat et al., 2010). Gangguan ini timbul akibat respons patologis pada peristiwa traumatik yang dicir ikan dengan adanya gejala dari tiga kelompok bencana yang berupa (1) pengulangan kembali peristiwa traumatik melalui kenangan masa yang mengganggu, kilas balik, dan mimpi buruk; (2) perasaan menghindar atau mati rasa; serta (3) gairah yang berlebihan (hyperarousal) (Bowirrat et al., 2010; Berger et al., 2008). Gejala t ersebut harus ada minimal selama satu bulan dan mengganggu fungsi kehidupan. Jik a gejala menetap hingga lebih dari tiga bulan maka diagnosis pasien menjadi kron ik PTSD (Berger et al., 2008).