Anda di halaman 1dari 3

Mekanisme Steering System Pada Bulldozer

8:47 AM teknisiberat No comments Sahabat teknisi, tipe steering system pada crawler machine sebagian besar adalah mechanical clutch, dimana dalam pengendaliannya menggunakan clutch yang terdiri dari disc dan plate yang tersusun diantara inner drum dan outer drum serta dipasang pada kedua ujung bevel gear shaft.

1. Outer drum 2. Disc 3. Plate 4. Inner drum 5. Bolt 6. Piston 7. Seal piston 8. Spacer 9. Spring small 10. Spring large 11. Pressure plate 12. Bolt 13. Bevel gear shaft hub 14. Bevel gear shaft Fungsi komponen-komponen utama steering system tipe mechanical clutch, adalah : Clutch drum atau inner drum, dibaut pada bevel gear shaft hub yang terikat pada spline bevel gear shaft, berfungsi sebagai tempat kedudukan plate juga berfungsi sebagai silinder . Bevel gear shaft hub, mengalirkan oli dari steering control valve ke piston. Brake drum atau outer drum, dibaut pada final drive flange berfungsi sebagai tempat kedudukan disc. Plate, terbuat dari baja tahan karat serta tahan temperatur tinggi. Plate ini berfungsi sebagai

friction plate dan duduk pada spline outer drum. Disc, terbuat dari baja, bagian luar diberi lapisan bronze yang berguna untuk mengurangi keausan. Disc berfungsi sebagai friction plate dan duduk pada spline inner drum. Pressure plate, terpasang tetap ke piston oleh bolt. Piston dan pressure plate bergerak secara bersamaan berfungsi sebagai pendorong disc secara langsung. Spring, berfungsi sebagai sumber kekuatan untuk menekan susunan disc dan plate dengan perantaraan pressure plate. Proses pemindahan tenaga pada clutch sangat tergantung kepada : Gaya tekanan (P) yang diperoleh dari spring atau hidrolik. Koefisien gesek (u) tergantung dari jenis material. Area (A) tergantung dari luas permukaan yang bergesekan.

Definisi Dan Pengertian Final Drive (Penggerak Akhir)


2:22 PM teknisiberat No comments

Susunan roda gigi penggerak akhir adalah pegurang kecepatan yang biasanya diperlengkapi dengan satu atau dua set roda gigi lurus dan pinion boss roda gigi penggerak akhir. Prinsip yang dipergunakanpada transmisi dimana kecepatan rotasi dikurangi dan momen puntir ( torque ) ditambah oleh sejumlah roda gigi yang dipergunakan pada penggerak akhir.

Masing-masing bak penggerak akhir ( final drive case ) dipasang melebar keluar dari bak roda gigi tirus ( bevel gear case ) pada masing-masing sisi. Dengan memilih perbandingan kecepatan yang tepat momen puntir ( Torque ) sebelum ke penggerak akhir ( final drive ) dapat diperkecil. Dengan demikian, transmisi yang sama, poros roda tirus ( bevel gear shaft ) dan lain-lain dapat dipergunakan yang sama pada berbagai jenis model mesin. Roda gigi penggerak akhir ( final Drive gears ) dapat dihadapkan pada tekanan permukaan yang besar disebabkan oleh beban goncangandan benturan ( shock and impact loads ), yang mana

memerlukan perhatian ekstra untuk seleksi oli pelumas dan mencegah masuknya benda asing ke dalam bak penggerak akhir ( final drive cases ). Perbandingan reduksi normal berada diantara 1/9 sampai 1/12 untuk perbandingan reduksi yang lebih kecil dipergunakan sistem reduksi tunggal ( single reduction system ). Untuk perbandingan reduksi yang besar dipergunakan sistem reduksi ganda atau sistem roda gigi planet. ( Double reduction system or planetary gear system ). Jenis-jenis penggerak akhir : 1. Single reduction final drive shaft ikut berputar ( D31A - 17, D319Q - 17 ). 2. Single reduction fixed final drive shaft ( D20S - 1,2,3 s/n 7 - 478 ). 3. Double reduction ( D50/53A - 17, D75S - 5, D80/85A - 21, D150/155A - 2 ). 4. Planetary gear type rigid ( D355A - 3, D455A - 1 ). 5. Planetary gear type semi rigid (D2675A - 2, D375A - 2, D475A - 2 ).