Anda di halaman 1dari 10

BAB IV METODE PENELITIAN

A. DesainPenelitian Desain penelitian merupakan rencana penelitian yang disusun

sedemikian rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban penelitian. Desain penelitian eksperimen dipilih jika tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan sesuatu atau hubungan antara suatu dengan suatu lainnya dari suatu peristiwa yang terjadi karena hasil tindakan (Intervensi) peneliti. Apabila penelitian di lapangan sulit untuk dilakukan randomisasi, maka dapat digunakan rancangan eksperimen semu (Quasi Eksperiment), yaitu dengan mengunakan Non Equivalent Control Group Design (Notoatmodjo, 2010). Desain quasi eksperimen (rancangan-rancangan eksperimen semu)

mempunyai kesamaan dengan Pre Test-Post Test Control Group Design, perbedaannya hanya pada penelitian kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dimana kelompok eksperimen yang dipilih tidak secara random. Berdasarkan tujuan penelitian, kemampuan yang dimiliki peneliti, dan data yang tersedia, maka peneliti merasa desain ini merupakan desain yang paling tepat untuk digunakan dalam penelitian ini (Aziz, 2003). Penelitian kuantitatif adalah suatu penelitian dimana peneliti mencoba mencari pengaruh antar variabel. Pada penelitian dilakukan analisis terhadap data yang dikumpulkan, karena itu pada penelitian analitik perlu dibuat hipotesis (Sastroasmoro, 1995).

42

43

Adapun rancangan penelitian ini adalah sebagai berikut : Pre-test Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol 01 01 Perlakuan X Post-test 02 02

Gambar 4.1. Kerangka Rancangan Penelitian

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian atau obyek yang diteliti (Notoatmodjo, 2010). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita Diabetes Tipe 2 di Kelurahan Gedang Anak yang berjumlah 40 orang. 2. Sampel Sampel adalah bagian dari populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Arikunto, 2000). Penelitian eksperimen yang sederhana, yang menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka jumlah masingmasing kelompok antara 10 sampai 20 responden (Sugiyono, 2007). Penelitian ini menggunakan metode non probability sampling teknik purposive sampling, yaitu menentukan sampel didasarkan atas ciriciri atau sifat-sifat tertentu yang di buat oleh peneliti setelah mengidentifikasi ciri dan sifat populasi. Sampel berjumlah 20 orang yang terdiri dari 10 orang kelompok kontrol dan 10 orang kelompok perlakuan.

44

Kriteria sampel dalam penelitian keperawatan dapat meliputi kriteria inklusi dan eksklusi, dimana kriteria tersebut dapat menentukan dapat dan tidaknya sampel yang akan digunakan. Kriteria inklusi adalah kriteria dimana subjek penelitian dapat mewakili dalam sampel penelitian yang memenuhi syarat sebagai sampel. Sedangkan kriteria eksklusi merupakan kriteria dimana subjek penelitian tidak dapat mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel penelitian (Azis, 2003). 1) Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a) Klien laki-laki dan wanita yang berada di Kelurahan Gedang Anak. b) Klien yang menderita penyakit diabetes melitus tipe 2. c) Bersedia menjadi responden. d) Klien yang tidak mengkonsumsi obat antidiabetik, dan melakukan terapi/mengkonsumsi makanan yang mempengaruhi kadar gula darah. e) Klien yang kooperatif atau kesadaran baik f) Klien yang dapat berkomunikasi verbal dengan baik g) Penderita DM yang tidak meminum alkohol. h) Penderita DM yang tidak merokok 2) Kriteria eksklusi dalam penelitian adalah sebagai berikut a) Penderita DM tipe 2 yang tidak melakukan terapi/mengkonsumsi makanan yang mempengaruhi kadar gula darah.

45

C. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada penderita diabetes melitus tipe II yang tinggal di Kelurahan Gedang Anak . Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Juli tahun 2012.

D. Metode Pengumpulan Data 1. Instrument penelitian Instrument pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah glucometer, alkohol, kasa/kapas, jarum penusuk (lancet) dan alat penusuk (lancing device) dan test strip, dan lembar tabulasi untuk kelompok perlakuan yang terdiri dari kode responden, tanggal

pengukuran, waktu/jam, hasil pengukuran pre dan post pemberian kukusan buah labu siam. Sedangkan lembaran tabulasi untuk kelompok kontrol terdiri dari kode responden, tanggal pengukuran awal dan akhir, waktu/jam, hasil pengukuran pre dan post penelitian.

E. Prosedur Pengumpulan Data 1. Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh penelitian untuk mengumpulkan data. Intrumen pengumpulan data merupakan alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatan pengumpulan data, agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan mudah (Arikunto, 1998).

46

Langkah-langkah Peneliti untuk melakukan proses pengumpulan data adalah sebagai berikut : a) Peneliti mendapat lembar persetujuan dari Lurah Gedang Anak

mengenai penelitian yang dilakukan dan intervensi apa saja yang diberikan pada penderita diabete melitus tipe 2. b) Peneliti akan mendata populasi yang masuk dalam kriteria inklusi c) Peneliti mendapat persetujuan dari responden tentang kesediannya untuk menjadi responden dan memberitahukan bahwa penelitian ini tidak memberikan dampak buruk pada responden dan apabila penderita diabetes melitus tersebut tidak bersedia untuk menjadi responden maka peneliti tidak akan memaksa untuk menjadi responden. d) Peneliti dalam penelitian akan dibantu oleh 2 orang asisten peneliti dalam memeriksa gula darah dan memberikan kukusan labu siam kepada responden dimana sebelumnya peneliti telah memberikan penjelasan kepada asisten peneliti tentang penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. e) Peneliti melakukan kalibrasi untuk memastikan keadaan alat glukotest/glukometer dalam keadaan baik. f) Peneliti dan asisten peneliti mengukur gula darah responden (kelompok perlakuan) yang dilakukan pada salah satu jari tangan yaitu jari tengah, jari manis atau telunjuk, sebelum diberikan kukusan labu siam sebagai hasil pre test. g) Peneliti membuat kukusan labu siam dengan cara mencuci 1 kg labu siam tanpa di kupas kulitnya, di cuci seutuhnya sampai bersih, lalu di

47 kukus pada suhu 90 . Peneliti yang dibantu oleh asisten peneliti akan memberikan kukusan labu siam tersebut pada responden sebanyak 100 gram pada malam hari 2 jam setelah buka puasa. h) Pengukuran gula darah dilakukan kembali pada salah satu jari responden, setelah 10-15 menit responden memakan kukusan labu siam sebagai hasil post-test. i) Hasil pengukuran pre-test yaitu gula darah sebelum diberikan kukusan labu siam dan post-test yaitu gula darah 10-15 menit sesudah

diberikan kukusan labu siam dicatat dilembar tabulasi. j) Pada kelompok kontrol dilakukan pemeriksaan gula darah pada awal penelitian yaitu sebagai hasil pre-test dan pada akhir penelitian yaitu sebagai hasil post-test dan pada kelompok kontrol hanya diberikan makanan yang tidak mempengaruhi kadar gula darah. k) Pada akhir penelitian, kelompok perlakuan dan kelompok kontrol diperiksa kembali gula darahnya kemudian dijadikan sebagai data post-test.

F. Etika Penelitian Penelitian akan dilakukan setelah mendapat rekomendasi dari institusi pendidikan (STIKES Ngudi Waluyo Ungaran), kemudian mengajukan permohonan izin kepada tempat penelitian dan setelah mendapat persetujuan baru melaksanakan penelitian dengan menekankan masalah prinsip dan etik yang meliputi :

48

1. Prinsip Manfaat a. Bebas dari penderitaan, artinya dalam penelitian ini tidak

menggunakan tindakan yang dapat menyakiti atau membuat responden menderita. b. Babas dari eksploitasi, artinya data yang diperoleh tidak digunakan untuk hal-hal yang dapat merugikan responden. 2. Prinsip Menghargai Hak a. Informed Consent Sebelum dilakukan pengambilan data penelitian, calon responden diberi penjelasan tentang tujuan dan manfaat penelitian yang dilakukan. Apabila calon responden bersedia untuk diteliti maka calon responden harus mendatangani lembar persetujuan tersebut, dan jika calon responden menolak untuk diteliti maka peneliti tidak boleh memaksa dan tetap menghormatinya. b. Anonymity. Untuk menjaga kerahasiaan responden, peneliti tidak mencantumkan nama responden dalam pengolahan data penelitian. Peneliti akan menggunakan nomor atau kode responden. c. Confidentiality. Informasi yang diberikan oleh responden serta semua data yang terkumpul dijamin kerahasiannya oleh peneliti dengan cara

memusnahkan data tersebut.

49

G. Pengolahan Data Pengolahan data dengan cara manual melalui beberapa tahap, sebagai berikut : 1. Memeriksa data (Editing) Editing adalah mengoreksi kesalahan-kesalahan yang ditemui, dengan cara peneliti melakukan pengecekan kelengkapan data yang ada, jika ditemui data yang salah pengisiannya maka data tidak dipergunakan. 2. Pemberian kode (Coding) Teknik ini dilakukan dengan memberikan tanda pada masing-masing kategori dengan kode berupa angka. Teknik ini dilakukan dengan memberikan tanda pada masing-masing jawaban dengan kode berupa angka numerik, selanjutnya dimasukkan ke dalam lembaran tabel kerja untuk memudahkan pengolahan. Koding dilakukan pada data umum responden. 3. Menyusun data (Tabulating) Merupakan kegiatan pengolahan data, agar dengan mudah dapat dijumlah, disusun, dan ditata untuk disajikan dan dianalisis. 4. Memasukan data (Entry Data) Merupakan suatu proses pemasukan data ke dalam komputer untuk selanjutnya dilakukan analisis data dengan menggunakan program SPSS. 5. Pembersihan data (Cleaning) Merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah dimasukkan apakah ada kesalahan atau tidak.

50

H. Analisa Data 1. Analisa Univariat Analisa ini dilakukan dengan tujuan untuk mendefinisikan tiap variabel yang diteliti secara terpisah dengan cara membuat tabel frekuensi dari masing-masing variabel (Sutanto, 2007). Adapun variabel yang dianalisis adalah kadar gula darah sebelum dan sesudah diberikan terapi kukusan buah labu siam serta perbedaan kadar glukosa darah pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. 2. Analisa Bivariat Analisa ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji variabelvariabel penelitian yaitu variabel independen dengan variabel dependen. Hal ini berguna untuk membuktikan atau menguji hipotesis yang telah dibuat. Untuk menguji hipotesis komparatif rata-rata dua sampel apabila datanya berbentuk interval atau ratio maka menggunakan uji statistik parametrik (Sugiyono, 2007). Uji parametrik yang digunakan untuk mengetahui pengaruh pemberian kukusan labu siam terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di Kelurahan Gedang Anak sebelum dan sesudah diberikan terapi kukusan labu siam pada kelompok perlakuan, maka menggunakan uji statistik t-test dependent. Menggunakan uji t-test dependent karena data yang dikumpulkan berasal dari dua sampel yang saling berhubungan, artinya bahwa satu sampel akan mempunyai dua data post test dan pre test. Penggunaan statistik parametrik bekerja dengan asumsi bahwa data setiap variabel penelitian yang akan dianalisis

51

membentuk distribusi normal. Uji yang digunakan untuk menguji normalitas data yaitu menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk jumlah sampel kecil (50) dan bila hasil uji signifikan (p value > 0,05). Bila data tidak berdistribusi normal maka statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dependent yaitu uji statistik Wilcoxon (Sugiyono, 2007). Uji parametrik yang digunakan untuk mengetahui pengaruh terapi kukusan labu siam terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di Kelurahan gedang Anak maka uji yang digunakan adalah uji statistik t-test independent. Sampel-sampel independent bila terdapat dua kelompok yang terpisah seperti satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol (Brockopp, 1999). Statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independent apabila datanya tidak berdistribusi normal yaitu dapat menggunakan Mann-Whitney UTest (Sutanto, 2007).