Anda di halaman 1dari 1

Komplikasi Tetanus Neonatorum Bronkopneumonia Asfiksia dan sianosis obstruksi saluran nafas oleh sekret, makanan, minuman Sepsis

s neonatorum Fraktur kompresi spasme >>>

Prognosis Prognosis ditentukan oleh masa inkubasi, period of onset, jenis luka, dan keadaan status imunitas pasien, Makin pendek masa inkubasi makin buruk prognosis, makin pendek period of onset makin buruk prognosis. Letak, jenis luka dan luas kerusakan jaringan turut memegang peran dalam menentukan prognosis. Sedangkan apabila kita menjumpai tetanus neonatorum harus dianggap sebagai tetanus berar, oleh karena mempunyai prognosis buruk. Pencegahan 1. Perawatan luka Perawatan luka harus segera dilakukan terutama pada luka tusuk, luka kotor atau luka yang diduga tercemar spora tetanusuntuk mencegah timbulnya jaringan anaerob 2. ATS profilaksis Profilaksis dengan pemberian ATS hanya efektif pada luka baru (kurang dari 6 jam) dan harus segera dilanjutkan dengan imunisasi aktif 3. Imunisasi aktif Imunisasi aktif yang diberikan yaitu DPT, DT, atau TT. Jenis imunisasi tergantung dari golongan umur dan jenis kelamin. Tetanus Toksoid diberikan pada setiap wanita usia subur, gadis mulai umur 12 tahun, dan ibu hamil. Vaksin DPT diberikan sebagai imunisasi dasar, diulang setahun setelah DPT III, dan tiga tahun kemudian. DPT/DT diberikan setelah pasien sembuh dilanjutkan imunisasi ulangan diberikan sesuai jadwal, oleh karena tetanus tidak menimbulkan kekebalan yang berlangsung lama sehingga harus dilanjutkan dengan imunisasi aktif 4. Kebersihan pada waktu persalinan Di Indonesia dikenal program eliminasi tetanus neonatorum 3 bersih yaitu minimal bersih tangan, alas tempat bersalin dan alat pemotong tali pusat. Terutama alas tempat tidur, alat pemotong tali pusat dan cara perawatan tali pusat, sebelum dan sesudah puntung tali pusat tanggal (diperkirakan 87,3% dari kasus neonatorum berasal dari persalinan yang ditolong oleh tenaga non medis).