Anda di halaman 1dari 14

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

Oleh: Laviegas U Maranatha Thufeil Muhammad Rizki Nugraha Muhammad Luthfiansyah Muhammad Zulfan

UNIVERSITAS PADJADJARAN PROGRAM STUDI AKUNTANSI 2010/2011

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang EVOLUSI TEORI MANAJEMEN yang kami sajikan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini memuat tentang EVOLUSI TEORI MANAJEMEN. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pengantar Manajemn, yaitu Ibu Wa Ode yang telah memberikan gambaran mengenai makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Bandung, Februari 2011

Penulis

PENDAHULUAN
MANAJEMEN SECARA UMUM Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno mnagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Arti Teori Teori adalah kelompok yang koheren dari dalil umum yang digunakan sebagai prinsip untuk menjelaskan berbagai kelas fenomena. Kelompok koheren adalah seperti suatu system efisien yang terdiri atas beberapa bagian yang bekerja bersama-sama, dan teori adalah sistem efisinsi yang terdiri dari kelompok yang koheren dari bagian tersebut yang saling bersesuaian dengan cara yang logis. Prinsip adalah peraturan perilaku atau tindakan yang diterima secara umum. Penjelasan, tujuan penjelasan dalam bisnis adalah untuk menjelaskan berbagai fenomena bisnis. Kelas fenomena berhubungan dengan berbagi bidang aktifitas khusus. Fenomena dimaksudkan disini adalah manajemen dan teori. Teori dalam Bisnis

Teori adalah studi tentang perilaku konsumen. Banyak usaha yang telah difokuskan pada penerapan teori psikologi dan sosiologi untuk bidang bisnis. Tujuan Mempelajari Teori Teori memberikan pemahaman mengenai system bisnis yang kompleks kepada manajer dengan lebih baik. Pemahaman ini mambantu manajer untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik pula. Informasi dan Teori Teori memberitahu manajer apa yang diharapkan. Sistem Informasi memberitahu apa yang sedang terjadi. Jika kenyataan aktifitas berbeda dengan apa yang diharapkan, maka teori diperbaiki. Selama jangka waktu tertentu manajer dapat mengembangkan teori yang secara akurat meramalkan perilaku dalam system bisnis. Anda dapat mengetahui cara system informasi manajer membantu untuk mengembangkan teori. EVOLUSI TEORI MANAJEMEN Di makalah ini, kami akan membahas secara spesifik bagaimana teori-teori tentang manajemen berkembang dari tahun-ke tahun. Dan juga akan mengajak anda untuk mengenal tokoh-tokoh penting dibalik berlangsungnya evolusi teori manajemen. Pembahasan dan pemahaman perkembangan teori-teori manajemen sangat diperlukan guna memberikan landasan dalam pemahaman perkembangan teori manajemen selanjutnya. Setiap pandangan dalam teori manajemen akan membantu manajer untuk membuat keputusan-keputusan yang lebih efektif pada berbagai masalah yang berbeda dalam organisasi yang terus mengalami perubahan.

PEMBAHASAN
EVOLUSI TEORI MANAJEMEN
Tiga pandangan utama tentang manajemen dapat dikelompokkan berdasarkan pendekatanpendekatan sebagai berikut : Pendekatan klasik (the classical approaches), yang dikenal sebagai aliran manajemen ilmiah (scientific management) dan teori organisasi klasik/prinsip-prinsip administrative (administrative principles) serta organisasi birokrasi (bureaucratic organization) yaitu pendekatan pada studi manajemen dengan prinsip-prinsip universal untuk berbagai situasi manajemen. Pendekatan sumber daya manusia (the human resources approaches), yang dikenal juga sebagai aliran perilaku, yaitu pendekatan pada studi manajemen tentang kebutuhan manusia, kerja kelompok serta peranan faktor-faktor social di tempat kerja. Pendekatan kauntitatif atau pendekatan ilmu manajemen (the quantitative or management science approaches), yaitu pendekatan pada studi manajemen dengan menggunakan teknik-teknik matematis dalam memecahkan masalah manajemen dalam sebuah organisasi. Pendekatan modern (modern approaches), yaitu pendekatan pada studi manajemen dengan pandangan system dan pemikiran kontingensi berdasarkan komitmen terhadap mutu dan kinerja yang tinggi

1.1. Pendekatan Manajemen Klasik Aliran klasik, terdiri dari :

a) Manajemen Ilmiah Tokoh utama aliran ini adalah Frederick Winslow Taylor yang menulis buku Scientific Management. Taylor memberikan prinsip-prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen dan mengembangkan teknik-teknik untuk mencapai efisiensi. Empat prinsip dasar manajemen ilmiah, yaitu : 1. Pengembangan metode-metode ilmiah dalam manajemen, agar metode yang paling baik untuk pelaksanaan setiap pekerjaan dapat ditentukan 2. Seleksi ilmiah untuk karyawan, agar setiap karyawan dapat diberikan tanggung jawab atas suatu tugas sesuai dengan kemampuannya. 3. Pendidikan dan pengembangan ilmiah karyawan 4. Kerjasama yang baik antara manajemen dan karyawan Teknik pencapaian efisiensi yang dikembangkan untuk melaksanakan prinsipprinsiptersebut adalah studi gerak dan waktu, pengawasan fungsional, system upah perpotongan differensial, kartu instruksi, pembelian dengan spesifikasi dan standardisasi pekerjaan, peralatan, dan tenaga kerja. b) Prinsip-Prinsip Administratif Tokoh utama aliran ini adalah Henry Fayol, indsutrialis Perancis yang menulis buku Administration Industriele et Generale, mengemukakan lima unsur manajemen POACC (fungsionalisme Fayol) Fayol membagi operasi perusahaan menjadi enam kegiatan yang saling bergantung yaitu : 1. Teknik, produksi dan manufacturing produk. 2. Komersial, pembelian bahan baku dan penjualan produk 3. Keuangan, perolehan dan penggunaan modal 4. Keamanan, melindungi para karyawan dan kekayaan perusahaan

5. Akuntansi, pelaporan dan pencatatan keuangan 6. Manajerial, penerapan fungsi POACC Empat belas prinsip manajemen Fayol yaitu : 1. Pembagian kerja, spesialisasi meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja 2. Wewenang, hak untuk memberi perintah dan untuk dipatuhi 3. Disiplin, respek, dan ketaatan pada peranan dan tujuan organisasi 4. Kesatuan perintah, setiap karyawan hanya menerima intruksi tentang kegiatan tertentu dari seorang atasan. 5. Kesatuan pengarahan, operasi-operasi organisasi yang mempunyai tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan satu rencana. 6. Meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan umum 7. Balas jasa, kompensasi untuk pekerjaan yang dilaksanakan harus adil bagi karyawan dan pemilik. 8. Sentralisasi, ada keseimbangan yang tepat antara sentralisasi (pengambilan keputusan terpusat) dan desentralisasi (memberikan peranan dalam pembuatan keputusan kepada karyawan 9. Rantai scalar, garis perintah dan wewenang yang jelas 10. Order, kebutuhan sumber daya harus ada pada waktu dan tempat yang tepat 11. Keadilan, harus ada persamaan perlakuan dalam organisasi 12. Kestabilan staff, tingkat perputaran karyawan yang tinggi tidak baik untuk perkembangan perusahaan. 13. Inisiatif, adanya kebebasan karyawan menjalankan pekerjaan sesuai rencana 14. Semangat korps, kesatuan adalah kekuatan, menekankan mendorong komunikasi lisan bila memungkinkan. Marry Parker Follet memberikan pandangan terhadap prinsip-prinsip administratif dalam bukunya Dynamic Administration : The Collected Papers of Mary Parker Follet sebagai berikut : Tugas manajer adalah membantu karyawan untuk saling bekerja sama mencapai kepentingan-kepentingan yang terintegrasi

Rasa memiliki terhadap perusahaan menciptakan rasa tanggung jawab kolektif Permasalahan dalam bisnis melibatkan banyak factor yang harus dipertimbangkan berkaitan dengan hubungan antar factor Pemberian pelayanan dan keuntungan perusahaan harus dikaitkan dengan kesejahteraan masyarakat c) Teori Organisasi Birokratis, yang dikemukakan Max Waber menyatakan tentang konsep birokrasi yaitu : sebuah bentuk organisasi yang ideal dengan tujuan yang rasional serta sangat efisien yang didasarkan atas prinsip-prinsip yang masuk akal, teratur serta wewenang formal. Beberapa karakteristik konsep birokrasi Weber, yaitu Pembagian tugas yang jelas,, pekerjaan ditentukan secara jelas menjadikan karyawan lebih terampil terhadap pekerjaan itu Hierarki wewenang yang jelas, posisi wewenang dan tanggung jawab ditentukan dengan jelas, setiap posisi melaporkan pada posisi lain yang lebih tinggi Aturan dan prosedur formal, petunjuk tertulis yang mengatur setiap perilaku dan keputusan dibuat secara formal Impersonal, aturan dan prosedur diterapkan secara menyeluruh, tidak ada yang mendapat perlakuan khusus Jenjang karier didasarkan atas kualitas, karyawan dipilih dan dipromosikan berdasarkan kemampuan dan kinerja, manajer harus karyawan yang professional.

1.2. Pendekatan Sumber Daya Manusia/Perilaku Manusia Aliran ini muncul karena ketidakpuasan terhadap pendekatan klasik yang tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja. Aliran ini berusaha melengkapi dengan pandangan sosiologi dan psikologi. Tokoh yang terkenal pada aliran ini adalah Elton Mayo, melalui percobaan yang dilakukan di pabrik Hawthorne terhadap kondisi kerja sekelompok karyawan, Mayo menemukan bahwa hubungan manusiawi diantara anggota terpilih maupun dengan peneliti (pengawas)

lebih penting dalam menentukan produktivitas, perhatian khusus dari manajemen puncak mendorong peningkatan motivasi mereka, daripada perubahan variabel seperti upah, jam kerja atau periode istirahat. Fenomena ini dikenal sebagai Hawthorne effect. Pandangan studi Hawthorne Effect memunculkan bidang studi perilaku organisasi yaitu studi tentang indivisu dan kelompok dalam organisasi diantaranya muncul teori kebutuhan manusia oleh Abraham Maslow terhadap lima tingkatan kebutuhan manusia, yaitu : Teori tersebut berdasarkan atas dua prinsip, pertama prinsip deficit, kebutuhan yang telah terpenuhi berhenti menjadi motivator dalam perilaku, kedua prinsip berurutan, kelima kebutuhan tersebut berurutan seperti suatu hirarki, suatu kebutuhan disetiap tingkatan akan muncul jika kebutuhan ditingkat yang lebih rendah sudah terpenuhi. Douglas McGregor memberikan pandangan berdasarkan studi Hawthorne dan Maslow, yaitu teori X dan teori Y tentang sifat manusia di tempat kerja : Teori X berasumsi bahwa karyawan : Tidak suka bekerja Tidak mempunyai ambisi Tidak bertanggung jawab Enggan untuk berubah Lebih suka dipimpin daripada memimpin Teori Y berasumsi bahwa karyawan : -Suka bekerja Mampu mengendalikan diri Menyukai tanggung jawab Penuh imajinasi dan kreasi Mampu mengarahkan diri sendiri

Manajer yang berasumsi bahwa karyawan bersifat X akan bersikap sangat mengatur dan berorientasi pada pengendalian. Sikap ini mendorong karyawan bersikap pasif, tergantung dan mempunyai rasa enggan. Manajer yang berasumsi bahwa karyawan bersifat Y akan bersikap mendorong karyawan untuk berpartisipasi, bertanggung jawab dan merasa bebas dan kraetif dalam melakukan pekerjaan mereka.

1.3. Pendekatan Management Science Aliran kuantitatif (management science), merupakan ilmu manajemen yang berdasarkan teknik-teknik matematis untuk pemecahan masalah dan pembuatan keputusan, biasanya digunakan dalam kegiatan seperti penganggaran modal, manajemen aliran kas, scheduling produksi, pengembangan strategi produk, perencanaan program pengembangan sumber daya manusia dan sebagainya. Langkah-langkah management science yaitu : 1. Perumusan masalah 2. Penyusunan suatu model matematis 3. Mendapatkan penyelesaian dari model 4. Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model 5. Penetapan pengawasan hasil-hasil 6. Pelaksanaan Pendekatan manajemen kauntitatif mencakup karakteristik sebagai berikut ; Konsentrasi pada pengambilan keputusan dan dampak akhir bagi tindakan manajemen Penggunaan kriteria ekonomi dalam keputusan (biaya, pendpatan, deviden) Penggunaan model matematis dengan hukum dan rumus yang canggih Penggunaan computer untuk mempercepat proses

1.4. Pendekatan Manajemen Modern Berkembangnya pendekatan dalam ilmu manajemen menunjukkan bahwa tidak ada satu teori yang dapat diterapkan secara universal dalam segala situasi. Perkembangan teori manajemen terus mengalami penyesuaian seiring tuntutan lingkungan organisasi yang berubah secara dinamis. Sehingga manajer dan organisasi harus menanggapi perbedaanperbedaan tersebut melalui strategi manajerial memberi kesempatan terhadap perkembangan sejumlah bakat dan kemampuan anggota-anggota organisai. Landasan utama pendekatan ini adalah manajemen sebagai system dan manajemen dengan pendekatan kontingensi. 1) Pendekatan Sistem (System Approaches) Pendekatan system dalam manajemen artinya memandang organisasi sebagai suatu satu kesatuan yang menyeluruh yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubngan dan sebagai bagian dari lingkungan eksternal yang lebih luas. Pada dasarnya system merupakan sub system-sub system yang saling berhubungan dan saling bergantung. Manajemen memandang system sebagai system tertutup dan system terbuka. Manajemen system tertutup memusatkan pada hubungan-hubungan dan konsistensi internal (kesatuan perintah, rentang kendali, wewenang dan delegasi) sedangkan system terbuka mempertimbangkan menghubungkannya pengaruh dengan lingkungan, tetapi dan secara fungsional manajemen tidak yang konsep-konsep teknik-teknik

mengarahkan ke pencapaian tujuan. 2) Pendekatan Kontingensi (Contingency Approaches) Pendekatan ini memandanga bahwa tugas manajer adalah mengidentifikasikan teknik mana pada situasi tertentu, di bawah keadaan tertentu dan pada waktu tertentu akan membantu pencapaian tujuan manajemen. Perbedaan kondisi dan situasi membutuhkan aplikasi dan teknik manajemen yang berbeda, karena tidak ada teknik, prinsip dan konsep universal yang dapat diterapkan dalam seluruh kondisi. Pendekatan ini memasukkan variable-variabel lingkungan dalam analisanya, karena perbedaan kondisi lingkungan akan memerlukan aplikasi konsep dan teknik manajemen yang berbeda pula.

KESIMPULAN
Teori manajemen memiliki pandangan yang dapat dikelompokkan menjadi empat berdasarkan pendekatannya : Pendekatan klasik (the classical approaches) Pendekatan sumber daya manusia (the human resources approaches) Pendekatan kauntitatif atau pendekatan ilmu manajemen (the quantitative or management science approaches) Pendekatan modern (modern approaches) Bisa kita lihat bahwa teori manajemen telah berevolusi seiring dengan berjalannya waktu, dan berkembangnya teknologi. Setiap pendekatan teori manajemen ini juga memiliki tokoh-tokoh yang berpengaruh seperti Mary Parker Follet, Oliver Sheldon, dll. Proses perkembangan teori manajemen dilihat dari lima sisi yaitu : Dominan, yaitu aliran yang muncul karena adanya aliran lain. Divergensi, yaitu dimana ketiga aliran masing-masing berkembang sendiri-sendiri tanpa memanfaatkan pandangan aliran-ailran lainnya. Konvergensi, yang menampilkan aliran dalam satu bentuk yang sarna sehingga batas antara aliran nlenjadi kabur. Sintesis, berupa pengembangan menyeluruh yang lebih bersitat integrasi dari aliranaliran seperti yang kemudian tampil dalam pendekatan sistem dan kontingensi. Proliferasi, merupakan bentuk perkembangan teori manajemen dengan munculnya teori-teori manajemen yang baru yang memusatkan perhatian kepada satu permasalahan manajenlen tertentu. Manajemen dan organisasi merupakan produk dari sejarah, keadaan sosial dan tempat kejadian. Belajar teori manajemen membantu kita untuk membantu kita memahami manajemen dan organisasi yang semakin kompleks.

KATA PENUTUP
Demikian makalah ini kami tutup. Kami mengucapkan kata maaf yang sebesar-besarnya apabila makalah ini terdapat kesalahan dalam format penulisan, gelar, nama, dsb. Kami harap anda dapat membukakan pintu maaf kepada kami karena kami hanyalah manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan-kesalahan Terima Kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Bandung, Februari 2011

Penulis

DAFTAR PUSTAKA
Blog Data Kuliah. Evolusi Teori Manajemen http://datakuliah.blogspot.com/2009/09/evolusi-teorimanajemen-dan-dinamika.html (diakses pada 25 Februari 2011) Rimy. Teori Manajemen Klasik http://pisses-blogku.blogspot.com/2010/09/evolusiteorimanajemen.html (diakses pada 25 Februari 2011) Rino Chandra. Teori Manajemen Modern http://brandhoz.wordpress.com/2010/09/30/evolusi-teorimanajemen/ (diakses pada 25 Februari 2011)