Anda di halaman 1dari 3

BAB II URAIAN PROSES 2.

1 Seleksi Proses Pembuatan Benzil alkohol Proses pembuatan benzil alkohol dapat dilakukan dengan beberapa macam cara: 1. Reduksi katalis dengan benzaldehid Reduksi diperoleh dengan menggunakan Raney Nickel atau Sodium amalgam dan air. B ahan pereaksi yang ekivalen dengan benzaldehid bisa menggunakan asam benzoat ata u turunan asam benzoat. Persamaan reaksinya sebagai berikut : C6H5CHO + H2 Katalis C6H5CH2OH Reaksi ini berlangsung pada suhu 25 oC dan tekanan 3 atm. Untuk penyusunan poten sial ekonomi ( Economic Potensial / EP ) dapat menggunakan persamaan : EP = Harga produk Biaya bahan baku Tabel 2.1 Harga Bahan dan Produk Proses Reduksi oleh H2 dan Katalis Komponen Berat Molekul (Kg/Kmol) Harga (US $/Kg) H2 2 0.24 C6H5CHO 106 2.37 C6H5CH2OH 108 2.42 Sehingga EP = (1082,42) {(20,24) + (1062,37)} = 9,66 US $/ kmol 2. Reaksi Cannizaro Pada reaksi ini formaldehid dioksidasi menjadi asam formiat, aldehid aromatik di reduksi menjadi alcohol, yang berlangsung pada fase homogen (cair-cair) pada tem peratur 204-207 oC, dan tekanan 4,4- 6,1 atm. Digunakan benzaldehid sebagai agen pereduksi dengan katalis berupa alkali. Yield reaksi ini sebesar 60%. Pada reaksi ini hanya setengah dari aldehid yang teredu ksi menjadi alkohol, setengahnya lagi teroksidasi menjadi asam. Persamaan reaksinya sebagai berikut : 2C6H5CHO + KOH C6H5CO2K + C6H5CH2OH Untuk penyusunan potensial ekonomi (Economic Potensial / EP ) dapat menggunakan persamaan : EP = Harga produk Biaya bahan baku Tabel 2.2 Harga Bahan dan Produk Proses Cannizaro: Komponen Berat Molekul (Kg/Kmol) Harga (US $/Kg) C6H5CHO 106 2.37 HCHO 30 0.19 C6H5CH2OH 108 2.42 Sehingga : EP = (1082,42) {(300,19) + (1062,37)} = 6,86 US $/ kmol

3. Reaksi Hidrolisa Reaksi hidrolisa terjadi antara Benzil Klorida dengan larutan Natrium Karbonat. Kemurnian produk yang dihasilkan 98%. Yield reaksi hidrolisa 90%. Konversi terha dap produk sebesar 35-99%, berlangsung pada fase cair pada suhu 120oC dan tekana n 1 atm, tanpa menggunakan katalis. Persamaan reaksinya sebagai berikut : 2C6H5CH2Cl + Na2CO3 + H2O 2C6H5CH2OH + 2NaCl + CO2 Untuk penyusunan potensial ekonomi (Economic Potensial / EP ) dapat menggunakan persamaan : EP = Harga produk Biaya bahan baku Tabel 2.3 Harga Bahan dan Produk Proses Hidrolisis

Komponen C6H5CH2Cl Na2CO3 106 C6H5CH2OH

Berat Molekul (Kg/Kmol) Harga (US $/Kg) 127 1.23 0.14 108 2.42

Sehingga : EP = (1092,42) {(1060,14) + (1271,23)} = 92,73 US $/ kmol

Tabel 2.4 Seleksi Proses Kriteria Proses I (Reduksi H2 dan Katalis) Proses II ( Cannizaro) Proses III (HIdrolisis) 1. Tekanan 3 atm 4.4 - 6.1 atm 1 atm 2. Suhu 25 oC 204-207oC 120-350oC 3. Yield Tinggi (tergantung kondisi reaksi dan katalis) 60% 90% 4. Katalis Ada Tidak ada Tidak ada 5. Ketersediaan Bahan baku Sulit didapat Sulit didapat Mudah didapat 6. Nilai EP 9.66 US $/Kmol 6.86 US $/Kmol 92.73 US $/Kmol Berdasarkan uraian beberapa macam proses pembuatan benzyl alcohol tersebut dipil ih proses ketiga, yaitu pembuatan benzil alkohol dengan menggunakan hidrolisis b enzil klorida, air dan natrium karbonat. Dengan reaksi yang terjadi sebagai beri kut: 2C6H5CH2Cl + Na2CO3 + H2O 2C6H5CH2OH + 2NaCl + CO2 Dipilihnya proses ketiga, karena pertimbangan secara teknik ditinjau dari kondis i operasinya, reaksi berlangsung pada tekanan dan suhu yang relatif rendah sehin gga dapat meminimasi kebutuhan energi menjadi lebih kecil. Ditinjau dari yield y ang dihasilkan proses ketiga memiliki yield yang besar. Selain itu, prosesnya le bih ekonomis dengan bahan baku mudah didapat dan lebih murah. Reaksi pada proses ini berlangsung tanpa katalis yang artinya menghemat pembiayaan pemenuhan bahan pendukung. Fase reaksi pada proses ini berlangsung pada fase cair. 2.2 Persiapan Bahan Baku 1. Benzil Klorida Bahan baku utama dari proses ini adalah benzil klorida yang di import dari luar negeri yaitu dibeli dari Taiwan. Bahan baku benzil klorida disimpan dalam bentuk cair pada tangki penyimpanan dengan tekanan 1 atm (14.7 psia) dan suhu 30oC (86 oF). Benzil klorida kemudian akan dipompa dan dimasukkan ke dalam reaktor, yang sebelumnya telah disesuaikan suhunya hingga 120oC dengan menggunakan Heat Exchan ger (HE). 2. Natrium Karbonat / Sodium karbonat (Na2CO3) Selain benzil klorida, Natrium karbonat / Sodium karbonat (Na2CO3) juga merupaka n bahan baku utama. Bahan baku ini diperoleh dari Pabrik Aneka Kimia Raya, Surab aya dalam bentuk serbuk padat yang kemudian disimpan dalam gudang dengan tekanan 1 atm (14.7 psia) dengan suhu 30oC (86oF). Natrium karbonat kemudian ditampung dalam hopper. Dengan menggunakan pneumatic conveyor, natrium karbonat dialirkan dari hopper dan dimasukkan ke dalam tangki pencampuran / mixer untuk dilarutkan dengan air (H2O). Kemudian larutan dipompa dan dipanaskan menggunakan Heat Excha nger (HE) hingga mencapai suhu 120oC, lalu dimasukkan ke dalam reaktor. 2.2 Reaksi di Dalam Reaktor Reaksi antara benzil klorida dan larutan natrium karbonat dijalankan dalam Reakt or tangki berpengaduk, dengan waktu reaksi 4 jam, suhu reaktor 120oC, dan tekana n 1 atm. Di dalam reaktor terjadi reaksi sebagai berikut :

2 C6H6CH2Cl + Na2CO3 + H2O 2 C6H5CH2OH + 2NaCl + CO2 Reaksi ini merupakan reaksi Endotermis, sehingga untuk mempertahankan temperatur diperlukan pemanas. Pemanas yang digunakan adalah steam jenuh pada suhu yang be rada dalam coil pemanas. Hasil reaksi dan sisa reaktan dipompa, dimasukkan ke da lam flash tank untuk dipisahkan antara hasil uap (uap H2O dan gas CO2) dan caira nnya. 2.3 Pemisahan Produk Cair dan Uap Produk hasil reaktor berupa cairan dan uap/gas. Produk cairan dan uap/gas dipisa hkan dalam flash tank, yang kemudian produk cairnya dialirkan kedalam dekanter. Sedangkan uap/gas yang berupa CO2 dan uap H2O akan dibuang. 2.4 Pemisahan Benzil Alkohol Produk cair hasil flash tank dimasukkan ke dalam dekanter. Dalam dekanter ini ak an dipisahkan larutan benzil alkohol sebagai fase ringan dari larutan. Fase ring an sebagian besar terdiri dari benzil alkohol dan masih ada sisa reaktan antara lain seperti benzil klorida, toluen, dan H2O. Sedangkan fase berat terdiri dari NaCl dan Na2CO3 Fase ringan akan masuk ke dalam menara distilasi untuk dimurn ikan benzil alkoholnya sebagai produk. Hasil fase berat akan dialirkan ke klarif ier. 2.5 Pemurnian Benzil Alkohol Hasil fase ringan dari dekanter akan dipanaskan dalam Heat Exchanger (HE), kemud ian diumpankan ke dalam menara distilasi I untuk dimurnikan benzyl alkoholnya. U mpan akan masuk dalam menara distilasi I. Dalam menara distilasi I, benzyl alkoh ol akan terpisahkan sebagai produk bawah dari campuran larutannya dengan kemurni an 98% dan didinginkan dalam Heat Exchanger (HE) sampai suhu 40C, kemudian ditamp ung dalam tangki benzyl alkohol. Hasil atas menara distilasi I akan diumpankan k e dalam menara distilasi II. Kemudian akan dimurnikan benzyl kloridanya dari ko mponen lainnya, dan akan diambil sebagai hasil bawah, dan kemudian dipompa lalu dilewatkan pada Heat Exchanger (HE) sampai suhu 120C dan kemudian di-recycle ke r eaktor untuk diproses kembali.