Anda di halaman 1dari 5

Obligasi adalah instrument hutang jangka panjang yang dikerluarkan oleh perusahaan atau pemerintahan.

Obligasi termasuk dalam kategori surat berharga (sekuritas) yang diperdagangkan di BEJ Komponen Obligasi : 1. Nilai nominal (nilai pari) Setiap obligasi mempunyai nilai nominal yang tercantum di dalam surat tersebut yang memuat berapa nilai yang akan dibayarkan oleh penerbit obligasi tersebut pada saat jatuh tempo. 2. Jangka waktu jatuh tempo (maturity) Periode dari obligasi biasanya lebih dari 1 tahun dan pada saat jatuh tempo, penerbit akan membayar hutang sesuai dengan nilai pari dari obligasi tersebut 3. Tingkat suku bunga (kupon) Setiap obligasi menawarkan tingkat suku bunga yang menunjukkan besarnya presentase pendapatan arus kas yang akan dibayarkan pada setiap tahun. 4. Ketentuan Call (call provision) Call provision adalah ketentuan yang memungkinkan emiten (penerbit) untuk menarik obligasi sebelum jatuh tempo, biasanya diatas nilai pari. Harga ini disebut harga call dan selisih antara harga call dan nilai pari disebut premium call. 5. Pemasaran Kemudahan pemasaran (likuiditas) merujuk pada kemampuan investor untuk dengan cepat menjual asset. 6. Kemungkinan default Kemungkinan terbayarkan. Untuk menghindari obligasi yang tidak dibayarkan, saat ini sejumlah perusahaan menyediakan peringkat obligasi yang sering diintrepetasikan sebagai kemungkinan default emiten. Setiap obligasi yang diterbitkan mempunyai rating yang akan menunjukkan kualitas dari penerbit dan kemampuannya untuk membayar obligasi pada saat jatuh tempo.

Macam-macam peringkat obligasi: Peringkat obligasi jangka panjang merupakan opini atas risiko kredit yang relatif dari obligasi penghasilan tetap dengan masa jatuh tempo satu tahun atau diatas satu tahun. Peringkat tersebut menggambarkan baik kemungkinan gagal bayar maupun kemungkinan dari kerugian finansial yang akan diderita apabila terjadi gagal bayar. Penentuan peringkat ini di perkenalkan oleh Moody. Saat ini di dunia yang terbesar adalah Standard & Poors Corporation dan Moodys Investor Service Inc. Di Indonesia, perusahaan yang mengeluarkan peringkat atas obligasi yang terbit di BEI adalah PT. Pefindo (Pemeringkat Efek Indonesia) Peringkat investasi

Aaa : obligasi berperingkat Aaa merupakan obligasi berkualitas "terbaik" dengan risiko yang "amat kecil". Aa1, Aa2, Aa3 : obligasi berperingkat Aa adalah obligasi berkwalitas "baik" dengan risiko yang "kecil". A1, A2, A3 : obligasi berperingkat A adalah obligasi peringkat menegah atas dengan risiko yang "kecil".

Baa1, Baa2, Baa3 obligasi berperingkat Baa merupakan obligasi dengan risiko moderat dan oleh karenanya memiliki karakteristik spekulatif.

Peringkat spekulatif

Ba1, Ba2, Ba3 : obligasi berperingkat Ba merupakan obligasi dengan elemen spekulatif dan dapat berisiko. B1, B2, B3 : obligasi berperingkat B adalah obligasi yang dianggap spekulatif dan dapat berisiko tinggi Caa1, Caa2, Caa3 : obligasi berperingkat Caa merupakan obligasi yang "tidak kokoh" dan memiliki risiko yang amat tinggi. Ca : obligasi berperingkat Ca adalah obligasi dengan tingkat spekulatif yang tinggi dan kemungkinan atau amat mungkin sekali terjadi gagal bayar namun masih ada harapan atas pengembalian bunga dan pokok hutang. C : obligasi berperingkat C adalah obligasi dengan peringkat terendah dan biasanya gagal bayar dengan kecil kemungkinannya atas pengembalian pokok hutang maupun bunganya.

Khusus

WR : Withdrawn Rating atau menarik kembali peringkat yang diberikan. NR : Not Rated atau tidak diperingkat. P : Provisional atau peringkat sementara.

Pasar obligasi Ada dua jenis pasar obligasi yaitu: 1. Pasar Primer Merupakan tempat diperdagangkannya obligasi saat mulai diterbitkan. 2. Pasar Sekunder Merupakan tempat diperdagangkannya obligasi setelah diterbitkan dan tercatat di BEI, perdagangan obligasi akan dilakukan di Pasar Sekunder.

Jenis Obligasi di Indonesia : 1. Obligasi Rekap yaitu obligasi yang diterbitkan untuk rekapitulasi perbankan 2. Surat Utang Negara (SUN) diterbitkan untuk membiayai defisit anggaran APBN 3. Obligasi Ritel Indonesia (ORI) diterbitkan untuk membiayai deficit anggaran APBNnamun dengan nominal yang lebih kecil 4. Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk) atau obligasi syariah yaitu obligasi dengan prinsip syariah

Perilaku harga obligasi : 1. Jika tingkat pengembalian yang di harapkan (y) lebih besar dari suku bunga kupon (I), maka harga obligasi akan lebih rendah dari nilai nominalnya (pari). Keadaan ini disebut dengan diskonto obligasi. 2. Jika tingkat pengembalian yang di harapkan (y) lebih kecil dari suku bunga kupon (I), maka harga obligasi akan lebih tinggi dari nilai nominalnya (pari). Keadaan ini disebut dengan premi obligasi. 3. Semakin panjang waktu jatuh tempo obligasi, tingkat pengembalian yang di harapkan (y) akan semakin tinggi. Secara umum, semakin panjang waktu jatuh tempo, semakin besar fluktuasi harga dan resiko perubahan harga yang ditanggung investor.

Penilaian Obligasi 1. Obligasi tanpa batas waktu Adalah obligasi yang tidak mempunyai batas waktu maturity. Obligasi ini jarang sekali diterbitkan. Penilaian obligasi ini sama dengan nilai keseluruhan (nilai kapitalisasi) tanpa batas pembayaran bunga. Perhitungan nilai sekarang adalah :

V=

I + I + + I (1 + y)1 (1 + y)2 (1 + y)

t=1

I (1 + y)t
(1) V = Value I = Interest (bunga, kupon atau tingkat diskonto yang dijanjikan) Y = yield to maturity (tingkat pendapatan yang diinginkan)

V = I/y
Dimana :

Contoh : Obligasi dengan kupon $50 pertahun selamanya. Investor menginginkan tingkat pengembalian sebesar 12%. Maka nilai sekarang adalah : V = $50 / 0,12 = $ 416,67 Jika nilai pasar lebih besar, maka sebaiknya obligasi tersebut tidak di beli. 2. Obligasi dengan maturitas terbatas a. Obligasi dengan kupon

V=

I + I + + I 1 2 (1 + y) (1 + y) (1 + y)n

MV (1 + y)n

t=1

I (1 + y)t

MV (1 + y)n )
(2)

V = I (PVIFA
Dimana :

y,n

) + MV (PVIF

y,n

n = jangka waktu MV = nilai maturitas obligasi (nilai pari)

Contoh : Obligasi dengan nilai pari $ 1,000, diskonto 10% dan maturitas 9 tahun. Tingkat pengembalian yang diinginkan adalah 12%. Berapa nilai intrinsik obligasi tersebut? V = = = = $100 (PVIFA 12%,9 ) + $,1000 (PVIF $100 (5,328) + $1,000 (0,361) $538,80 + $361,00 $ 893,80
12%,9

b. Obligasi tanpa kupon Obligasi ini tidak melakukan pembayaran bunga berkala, namun menawarkan tingkat diskonto.

V =

MV (1 + y)n
y,n

V = MV (PVIF

(3)

Contoh : Obligasi dengan nilai pari $ 1,000 dan maturitas 10 tahun. Tingkat pengembalian yang diinginkan adalah 12%. Berapa nilai intrinsik obligasi tersebut? V = $1,000 (PVIF 12%,10 ) = $1,000 (0,322) = $ 322 Nilai intrinsik obligasi tersebut adalah $ 322 dan 10 tahun kemudian akan di bayarkan sejumlah $ 1,000 c. Bunga majemuk setengah tahun

V=

I/2 + I/2 + + I + MV 1 2 2n (1 + y/2) (1 + y/2) (1 + y/2) (1 + y/2)2n

t=1

2n

I (1 + y/2)t )

MV (1 + y/2)2n

V = MV (PVIF

y/2, 2n

d.