Anda di halaman 1dari 3

PERDARAHAN POSTPARTUM DEFENISI Perdarahan postpartum dapat didefeniskan sebagai: 1.

Perkiraan kehilangan darah >500 ml lewat persalinan pervaginam dan > 1000ml pada sc. 2. 10 % perubahan hemotokrit antara periode sebelum dan sesudah postpartum> 3. Perdarahan yang berlebihan yng menimbulkan gejala dan membutuhkan transfusi eritrosit. Meskipun, secara klasik 500ml sudah disebut perdarahan postpartum melalui pervaginam. Selain itu, penting untuk diingat bahwa kehilangan darah sering dibawah perkiraan 30 % sampai 50%. Kehilangan darah yang berlebihan yang terjadi dalam 24 jam setelah melahirkan disebut postpartum primer (akut postpartum). Perdarahan antara 24jam anak lahir sampai 6-12 minggu postpartum disebut perdarahan sekunder.(4) Actual yang diukur kehilangan darah selama persalinan normal tampa komplikasi rata-rata 700ml, dan kehilangan darah sering diluar perkiraan. Namun demikian, kriteria kehilangan 500ml diterima dalam sejarah. Kehilangan darah selama 24 jam pertama setelah persalinan disebut early pph dan kehilangan darah antara 24 jam sampai 6 minggu setelah kelahiran disebut late pph.(1) INSIDEN Perdarahan postpartum adalah penyebab kematian ibu didunia, perhitungan sedikitnya 25% dari kematian ibu, dan penyebab utama kedua kematian terkait kehamilan di USA, sekitar 17 % kematian, diikuti embolism 20%. Berdasarkan WHO, perdarahan postpartum terjadi pada 10%-15 % dari wanita melahirkan pada negara berkembang dan mengakibatkan kematian dalam 2% wanita.(4) Kejadian kehilangan darah berlebihan setelah melahirkan pervaginan adalah 5-8 %. Perdarahan postartum adalah penyebab paling umum kehilangan darah yang berlebihan pada kehamilan dan sebagian besar transfusi pada wanita hamil dilakukan untuk menggantikan kehilangan darah setelah melahirkan. Perdarahan adalah penyebab utama ketiga

dari kematian maternal di USA, dan secara langsung bertanggung jawab untuk sekitar 1/6 dari kematian maternal. Dinegara negara berkembang, perdarahan adalah salah satu penyebab utama kematian ibu.(1) Penataksanaan Karena penambahan volume darah yang signifikan selama kehamilan, pasien dapat sering mentoleransi sampai 20% kehilangan volume darah sebelum terlihat gejala hipovolemik. Bagaimanapun, ketika pasien berkembang menjadi perdarahan postpartum, tindakan cepat sangat penting. Uterus dari wanita hamil pada masa itu mempunyai suplai darah 600 ml permenit, dan pasien dapat dengan cepat menjadi tidak stabil. Gejala dari perdarahan awal, wanita sehat cendrung tersamar sampai penurunan intravaskuler yang serius terjadi, jadi gambaran klinis bisa salah. Penatalaksaan awal dari perdarahan postpartum dimulai dengan pengukuran resusitasi, termasuk membuat akses IV yang besar, cairan IV, persediaan darah yang cocok, dan pemberian oksigen tambahan. Dan garis pedoman umum untuk penggantian adalah 3ml dari cairan kristaloid per ml dari perkiraan kehilangan darah. Pada umumnya, transfusi darah harus dipertimbangkan setelah 1-2 l dari darah telah hilang. Faktor pembekuan mungkin perlu untuk ditambah (fresh frozen plasma/FFP, cryopresipitat,platelet). Satu unit dari FFP seharusnya diberikan untuk setiap 4-6 unit dari paket sel darah merah untuk mengurangi dari dilusi dan koagulopati yang terkait citrat. Dalam pengaturan PPH, platelet seharusnya diberikan bila nilai platelet turun dibawah 50.000/aul. Setelah tahap ini diatasi, dokter harus memeriksa pasien untuk menentukan penyebab dari perdarahan dan mengatasi masalah itu dengan tepat. (4) --------------------------------------------------------------------------------------------Etiologi 1. Atonia uteri Penyebab paling umum dari PPH, didefenisikan sebagai insufisiensi irama uterus post partum untuk mengatasi hemostasis.