Anda di halaman 1dari 13

PETUNJUK PRAKTIKUM

AKUSTIK DAN VIBRASI D-3

Disusun oleh : TUTUG DHANARDONO

JURUSAN TEKNIK FISIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2009

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................................3 PERCOBAAN P-1...................................................................................................................4 TINGKAT TEKANAN BUNYI (TTB) FUNGSI JARAK.....................................................4 LATAR BELAKANG.....................................................................................................4 TUJUAN..........................................................................................................................4 TEORI..............................................................................................................................4 ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN.....................................................................6 CARA MELAKUKAN PERCOBAAN..........................................................................6 TUGAS PENDAHULUAN.............................................................................................6 TUGAS LAPORAN RESMI...........................................................................................6 PERCOBAAN P-2...................................................................................................................7 POLA KETERARAHAN LOUDSPEAKER .........................................................................7 LATAR BELAKANG.....................................................................................................7 TUJUAN..........................................................................................................................7 TEORI..............................................................................................................................7 ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN............................................................................9 CARA MELAKUKAN PERCOBAAN..........................................................................9 TUGAS PENDAHULUAN...........................................................................................10 TUGAS LAPORAN RESMI.........................................................................................10 PERCOBAAN P-3.................................................................................................................11 TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT GETARAN................................................................11 LATAR BELAKANG...................................................................................................11 TUJUAN PERCOBAAN...............................................................................................11 TEORI............................................................................................................................11 ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN...................................................................12 CARA MELAKUKAN PERCOBAAN........................................................................12 TUGAS PENDAHULUAN ..........................................................................................12 TUGAS LAPORAN RESMI ........................................................................................12

KATA PENGANTAR

Sebagai lembaga pendidikan Jrusan Teknik Fisika wajib mengemban tugas Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan-pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Prasarana dan sarana untuk mengemban tugas itu telah dipersiapkan agar semua tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Salah satu prasana dan sarana yang telah dipersiapkan adalah Laboratorium Akustik dan Fisika Bangunan, dimana laboratorium ini didirikan dengan fungsi utama sebagai pelengkap pembelajaran salah satu mata kuliah Akustik dan Vibrasi untuk program studi D-3. Tugas pokok dari Laboratorium Akustik dan Fisika Bangunan FTI ITS adalah melaksanakan kegiatan praktikum untuk mahasiswa tahap sarjana muda, prgram studi D-3, dalam rangka untuk memperkuat konsep teori yang diberikan pada kuliah Akustik dan Vibrasi D-3. Disamping itu juga untuk melatih para mahasiswa tingkat persiapan dalam hal ketrampilan selama menjalankan kegiatan praktikum, melatih soft skill bekerja sama dalam satu tim untuk mencapai tutjuan tertentu, melatih bertanggung jawab menyelesaikan suatu tugas yang dibebankan pada setiap anggota tim untuk mendapatkan penghargaan yang besar (berupa nilai evaluasi) atas tugas tersebut.

Praktikum Akustik dan Vibrasi D-3 mempunyai beban 1 SKS = 3 jam kegiatan, dengan rincian waktu sebagai berikut : Persiapan : 30 menit Dengan tugas yang harus dilaksakan oleh praktikan adalah : o
o

menyerahkan Tugas Pendahuluan kepada asisten masing-masing. meminjam peralatan yang diperlukan. Mempersiapkan /merangkai peralatan

Melakukan Percobaan : o o 120 menit untuk melakukan percobaan 30 menit untuk melaporkan hasil praktikum.

2. Selama pelaksanaan praktikum, praktikan dibimbing oleh asisten.

Jurusan teknik Fisika beserta perangkatnya, mengharapkan kepada para mahasiswa untuk melakukan kegiatan praktikum ini dengan bersungguh-sungguh, agar tujuan pendidikan dan pengajaran akustik dan Vibrasi D-3 ini dapat dicapai semaksimal mungkin. Surabaya, Nopember 2009 Lab. Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan

PERCOBAAN P-1 TINGKAT TEKANAN BUNYI (TTB) FUNGSI JARAK

LATAR BELAKANG Dalam peristiwa sehari-hari telah diketahui bahwa semakin jauh sesorang dari orang lain yang memanggilnya, maka semakin lemah suara yang didengarnya. Oleh karena itu bila kita memanggil orang yang posisinya sangat jauh dari kita, maka kita harus memperkeras suara kita (berteriak). Ini berarti bahwa tingkat tekanan bunyi semakin berkurang dengan bertambahnya jarak dari sumbernya. Berapakah pengurangan tingkat tekanan bunyi dengan bertambahnya jarak dari sumber bunyi ?. TUJUAN 1. mahasiswa memahami cara menggunakan intrumentasi pengukur bunyi (tingkat tekanan bunyi) 2. Membuktikan teori bahwa Tingkat Tekanan Bunyi (TTB) akan berkurang 6 dB bila jarak dari sumber bunyi bertambah menjadi 2 x. TEORI Sumber bunyi titik mempunyai pola penyebaran gelombang berbentuk bola, sehingga intensitas gelombang bunyi dapat dituliskan : Intensitas,
I= W 4 d2

dengan W = daya bunyi Watt, merupakan karakteristik sumber bunyi d = jarak, dan 4 d2 adalah luas bola dengan jari-jari d Untuk jarak r dan R dari sumber bunyi titik, maka titik-titik tersebut terletak pada permukaan bola dengan jari-jari r dan R, seperti terlihat pada gambar di bawah. Luas R masing-masing bola konsentris tersebut adalah 4 r2 dan 4 R2. Sumber bunyi r 4

Pada jarak d = r, Tingkat Tekanan Bunyinya = Lpr Pada jarak d = R, Tingkat Tekanan Bunyinya = LpR Karena
Ir = W 4 r 2

dan I R =

W 4 R 2

maka

Ir R2 = 2 IR r
Ir dan IR = Intensitas pada jarak r dan R dari sumber. Dari definisi Tingkat teknan bunyi dan intensitas bunyi pada Bab I, maka dapat ditulis :

L p r =10 log
maka :

Ir I ref

dan

L p R =10 log

IR I ref

L p r - L p R =10 log
LPr - LPR = 20 log R r

Ir R2 = 10 log 2 IR r

Kalau R = 2r, maka L pr - L pR = 20 log sehingga LpR = Lpr - 6 dB Jadi setiap penambahan dua kali jarak, tingkat teknaan bunyi berkurang sebesar 6 dB, untuk sumber bunyi yang pola penyebarannya berbentuk bola. Pengurangan tersebut akan menjadi lebih dari 6 dB bila disekitar sumber bunyi terdapat rumput-rumputan, semak-semak atau penghalang lainnya. 2r = 20 log 2 = 20 x0,3010 = 6 r

ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN 1. Sound Level Meter (alat ukur tingkat tekanan bunyi) 2. Roll meter 3. Speaker aktif 4. sumber bunyi (berupa file untuk dimainkan di laptop/PC)

CARA MELAKUKAN PERCOBAAN 1. Rangkai peralatan seperti pada gambar 1. 2. Copilah file sumber bunyi.mp3 pada laptop atau PC yang akan digunakan sebagai percobaan. 3. Mainkan file sumber bunyi.mp3 pada laptop/PC dengan software Winamp/window media player/software lainnya, dengan mode looping, sehingga akan berbunyi terus menerus tanpa henti. 4. Ukur tingkat tekanan bunyi pada jarak 1 meter dari sumber bunyi (speaker aktif), dengan menggunakan Sound Level Meter (SLM) 5. Ulangi langkah 3. untuk jarak 2 meter, 3 meter, 4 meter, 5 meter, 6 meter, 7 meter, 8 meter, 10 meter, 12 meter, dan16 meter.

Gambar 1. : Rangkaian peralatan percobaan P-1

TUGAS PENDAHULUAN 1. Bacalah buku petunjuk penggunaan Sound Lever yang dipakai. 2. Buat tabel untuk mencatat hasil pengukuran tingkat tekanan bunyi. 3. Hitunglah TTB pada jarak 5 m dan 12 m. 4. Hitunglah berapa selisih TTB pada jarak 1 m dan 2 m, bila diketahui TTB pada jarak 1 m = 90 dB. TUGAS LAPORAN RESMI 1. Buatlah grafik TTB fungsi jarak, mulai jarak 1 m, 2 m, 3 m, dst sampai 16 m. Apakah grafiknya merupakan fungi linier (TTB berbanding lurus dengan jarak) ?. 2. Buatlah grafik TTB fungsi jarak, untuk jarak 1 m, 2 m, 4 m, 8 m, dan 16 m. Apakah terbukti bahwa dengan bertambhanya jarak menjadi 2x, TTB nya berkurang 6 dB, seperti yang tertulis dalam teori. Apakah penyebabnya ?.

PERCOBAAN P-2 POLA KETERARAHAN LOUDSPEAKER

LATAR BELAKANG Setiap sumber bunyi mempunyai pola keterarahan yang berbeda-beda. Suatu sumber bunyi titik adalah sumber bunyi yang ideal yang mempunyai pola keterarahan seperti permukaan bola. Sumber bunyi yang mempunyai pola kerarahan seperti permukaan bola adalah sumber bunyi yang mempunyai intensitas yang sama pada jarak yang sama untuk arah sudut (terhadap sumbu sumber bunyi) yang berbeda. Pada umumnya, setiap sumber bunyi mempunyai intensitas yang tidak sama pada jarak yang sama dan pada arah sudut yang berbeda. TUJUAN Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui pola keterarahan dari loudspeaker. TEORI Loudspeaker merupakan transduser yang berfungsi merubah energi listrik menjadi energi bunyi. Di dalam perambatannya, loudspeaker memiliki arah penyebaran tertentu. Hal inilah yang disebut sebagai faktor keterarahan (Q). Faktor keterarahan dari sebuah sumber bunyi didefinisikan sebagai perbandingan antara intensitas bunyi pada suatu titik berjarak r dari sumber bunyi dengan intensitas bunyi pada titik tersebut yang dipancarkan oleh sumber titik dengan daya yang sama. Faktor keterarahan ini dapat dinyatakan sebagai berikut : Q(f) = Ir .. I st (1.1)

Dengan : Ir = Intensitas bunyi pada jarak r dari sumber bunyi yang diamati. Ist = Intensitas bunyi yang dipancarkan oleh sumber titik. Intensitas I di sebuah titik yang berjarak r dari pusat sumber bunyi dalam ruang bebas ditentukan oleh harga kuadrat tekanan bunyi dan dapat dinyatakan sebagai :

Ir = (1.2) Dengan : Ir = Intensitas bunyi pada jarak r dari sumber bunyi Pr = Tekanan bunyi pada jarak r dari sumber bunyi o = Rapat jenis medium c = Kecepatan rambat bunyi Jika sumbernya sumber titik, maka di dalam ruang bebas daya akustik total yang dipancarkan adalah : Wst = 4 r 2 Ist . (1.3) Dengan : Wst = Daya akustik sumber titik Ist = Intensitas bunyi sumber titik Banyak sumber bunyi, seperti misalnya pengeras suara (loudspekear) yang tekanannya tidak tergantung pada sudut , sehingga dapat digunakan persamaan : 2 4Pac Q(f) = 2 P 2 ( ) Sind
0

Pr2 0 c

..

(1.4)

Dengan : Pac = Tekanan bunyi yang diukur pada jarak r, sudut = 0 dan sudut = 0 sebagai acuan. P( , ) = Tekanan bunyi yang diukur pada jarak, sudut = 0 dan sudut = 0 Pada pengukuran yang dilakukan, pengambilan titik ukur tidak kontinu (diskrit), sehingga faktor keterarahan didapat dengan cara menjumlahkan (secara biasa) tekanan bunyi di titik titik dengan sudut n pada bidang horisontal yang mengelilingi sumber. Oleh karena itu persamaan diatas menjadi : 2.(57,3) Q(f) =
180 /

n =1

.. P ( n ) Sin n Pac

(1.5)

Persamaan diatas berlaku untuk sumber bunyi yang mempunyai sifat tidak simetris terhadap sumbu horisontal. Faktor keterarahannya menjadi : 4.(57,3) Q(f) =
360 /

n =1

.. P ( n ) Sin n Pac

(1.6)

Dengan : n = Jarak antara titik pengukuran yang dinyatakan dalam derajad. 180/ atau 360/ adalah jumlah pengukuran yang dilakukan. 57,3 adalah konversi dari radian ke derajad. ( 1 radian = 57,2958).

ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN Alat alat yang digunakan dalam praktikkum kali ini adalah sebagai berikut : 1. Sound Level Meter (alat ukur tingkat tekanan bunyi ) 2. Amplifier 3. Loudspeaker all range 4. Busur dan meteran CARA MELAKUKAN PERCOBAAN 1. Mencari medan bebas untuk pengukuran 2. Membuat skema pengukuran seperti gambar dibawah ini. 3. Menempatkan speaker ditengah tengah area pengukuran. 4. Mencatat tingkat tekanan bunyi pada titik titik di sekeliling sumber bunyi pada jarak yang sama dari sumber bunyi. Dipilih titik - titik berjarak sama setiap selisih sudut 10. 100 100 100 100 100 100 100 100

100 100 100 100

Garis sumbu dari sumber bunyi 00.

Gambar 1 : Titik pengukuran pada jarak yang sama, sudut yang berbeda

Gambar 2 : Untuk ploting hasil pengukuran. Lingkaran paling dalam merupakan nilai TTB yang terbesar, lingkaran terluar nilai TTB yang terkecil. Garis-garis tengah garis yang menunjukkan sudut.

TUGAS PENDAHULUAN 1. Buatlah tabel untuk mencatat data hasil pengukuran. 2. Berilah contoh sumber bunyi yang disengaja mempunyai pola kerarahan pada arah depan saja. 3. Carilah contoh pola keterarahan dari data spesifikasi speaker sembarang merk. TUGAS LAPORAN RESMI 1. Plotkan data hasil pengukuran pada gambar 2, kemudian buatlah pola kerarahan dengan cara menghubungkan masing-masing titik hasil plot tersebut. Untuk Bagian bawah datanya simetri dengan bagian atas. 2. Simpulkan hasil percobaan saudara.

10

PERCOBAAN P-3 TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT GETARAN

LATAR BELAKANG Bunyi merupakan getaran dirambatkan melalui medium udara. Frekuensi getaran yaitu jumlah getaran per detik, yang dihasilkan oleh benda yang bergetar merupakan frekuensi bunyi. Amplitudo getaran pada umumnya berubah ketika menjadi bunyi, karena amplitudo gelombang bunyi dipengaruhi oleh medium atau kondisi di sekitarnya. TUJUAN PERCOBAAN Tujuan dari percobaan ini adalah : 1. Untuk mengetahui perubahan tingkat tekanan bunyi akibat pemberian bantalan pada sumber bunyi. 2. Untuk mengetahui perubahan tingkat tekanan bunyi akibat perubahan frekuensi getaran. TEORI Tingkat tekanan bunyi didefinisikan sebagai : P2 Lp = 10 log Pref Dengan : P = tekanan bunyi rms (Pa) = Prms Pref = tekanan bunyi referensi (Pa) = 2.10-5 Pa Dalam praktek, besaran tingkat tekanan bunyi ini disebut sebagai tingkat kebisingan. Benda yang berputar, mempunyai besaran yang menyatakan berapa banyak putaran yang dilakukan setiap menit dan disingkat RPM (Revolution per minute) Besaran ini disebut kecetapan putar dari benda yang berputar. Jadi satuan kecepatan putar dari benda yang berputar dinyatakan dalam RPM. Kalau gerakan perputaran benda tersebut menyebabkan turbulensi udara disekitar bodi bagian tepi atau menyebabkan bergetarnya bodi atau landasannya, maka perputaran benda tersebut akan menimbulkan getaran dengan frekuensi

11

f = RPM/60 (dengan satuan Hz = getaran per detik) Dengan f = frekuensi getar. Turbulensi udara sekitar bodi dan getaran yang diteruskan ke bodi dan landasan ini selanjutnya dirambatkan diudara di sekitarnya sebagai gelombang dan disebut gelombang mekanis (karena berasal dari getaran/perputaran benda mekanis). Gelombang ini disebut gelombang bunyi bila frekuensi getarnya 20 Hz < f < 20.000 Hz dan amplitudonya > 2. 10-5 Pa (Pascal). Frekuensi gelombang yang timbul tidaklah tunggal atau sama dengan f tetapi akan berharga luas (banyak) Semakin tinggi putaran benda maka semakin tinggi turbulensi udara atau getaran yang di teruskan ke bodi dan landasan dan dapat pula menyebabkan bertambahbesarnya amplitudo getaran yang terjadi. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN Peralatan yang digunakan pada percobaan ini adalah : 1. Pompa air yang telah diambil impelernya. 2. Stroboscop (alat pengukur putaran/frekuensi benda yang berputar. 3. Sound Level Meter merk Lutron 401. 4. Macam-macam landasan/bantalan mesin. 5. Regulator tegangan. CARA MELAKUKAN PERCOBAAN Langkah-langkah untuk melakukan percobaan ini adalah : 1. Letakkan pompa air pada meja / jangan diberi bantalan pompa. 2. Beri tegangan pada pompa sebesar 100 V 3. Arahkan dan On-kan stroboscop pada As pompa yang telah ditandai dengan warna putih, putar knop stroboscop sehingga terlihat bahwa As tidak berputar (stasioner) dan catat angka yang ditunjukkan stroboscop. 4. Ukur tingkat tekanan bunyi terhadap frekuensi. 5. Ulangi urutan no 2 s/d 4 untuk tegangan V = 120, 140, 160, 180, 200, dan 220 volt. 6. Ulangi urutan no 1 s/d 5 dengan memberikan bantalan/bantalan pada pompa. 7. Ulangi urutan no 2 s/d 6 dengan mengganti bantalan-bantalan lain. TUGAS PENDAHULUAN Sebagai persiapan awal buatlah tabel yang akan dipakai sebagai pencatatan data percobaan yang berisi perubahan tingkat kebisingan terhadap perubahan frekuensi dan landasan yang dipakai. TUGAS LAPORAN RESMI 1. Buat grafik hubungan antara frekuensi dan tingkat tekanan bunyi untuk bermacammacam bantalan mesin. 2. Analisa perubahan tingkat tekanan bunyi terhadap frekuensi. 3. Ambil kesimpulan dari analisa.

12

13