Anda di halaman 1dari 288

PEDOMAN

Konstruksi dan Bangunan

No. 013/ BM / 2008

Penanganandan Pemeliharaan Jembatan CallenderHamilton (CH)

DEPARTEMENPEKERJAAN UMUM DIREKTORAT BINAMARGA JENDERAL

Fr*kptE

SaNa,h s,fitn asplr p*rrtixs: #E$srnifidnuni*ng k*krhpei$e* @lt'lhiinfiflm _iutsm nS*|*.11 nrttd*tt dengar* den, Standnr-'Fe*eifrsst {ifrantla} hreedianys {SFMIyangdW*t d*ter:.*pkxn gf did*lsnqpsn rrnsani?irs. [Jrrlilr*!, Feke*iaan &epartern*n Eina dl Terf{sithsttersebut *t*a' Dtrek&rst "ls,nd*re$ Merga, #eff*n*f*rl-J'srl#ml JaFfthtrffin teteh ffi*rrtk*silFedsnarr F*Rmngan*n Psnra*ifrarssft dafi ssfi*n pers ;}arffiJrcbwy*ng r.T*s*r.}hgn ds* {#l.f,l,ymrgd**u*und*ngmnrnerape&a}i}sa,ri Jslsnd*n Jefinbata-n, Tinggie{t*FufiatLith*xrg Piaktgei, te,rdjriilmq-unsa.rrpunsur rerguruan Fekffi*xn Urnum. Sewart*t*tl*n SMen{-iffb*ngHul*tr twmtar,6 : F#*nwn *r:ti F*effiq*st 't. Fenjdawarr 6a*farWerf{*mtd{us-r yw* Al fS#J atncfemheteru tufksfurl dengarx hangun*n Mr n rry r*ff {ff dalern n m,*xr k*naegdar*fil* s*fi j wr hsm *.*&&rr f g*m.*fpn r9" keru**ka*yeng frr,sem.dpr #*rgr*lfsrl 9," fipi'kalkernieakH;pmbstsn {tfi* mevrrguraifn*rlll*e Ffmm.dffo,* *a{tsnder herknftmn *l*rT-rmler.r*b*la;n baftendsffi ftrf{,i, cl*ngain slemsn j*rnh,artanx Ff*nry#fsr G*dbnd*r 3. fffftrepilcsxsn ekrn*r1* eleffien f#N,Lntengut*ailmn pemeri*sa*n * e{nmgrt dbl*nskm untr.uk pernsrilqwaan, pralatarr ysrcS, dun }mrnh-o*en, yun dikngks dw ganf*rr,n p*meri$nsaa g pi n n, ulin #*#s*ldsr ff*rr u'{rs.n fery, rnr*ng:um:ikam 4. F*rruetiftars*1r $cn peffif$Fgaft.am iear,tbatan daarrst p*rtnellharem-t aenksi*,-reh*bq1{tasi danrerbarkn utsrn*6ffis 'F}srbslkm nl**n, #atris*disd" *&*rrwn yeng dengart baltandsm $, F,erbm{k*n k*rqxsakan b*rhaxhrungarl ilffihatan pe#arekanplpmenbstpn, ha}a, Mngun*R at**. fapte t{smffqn f*}*3, rr*nga*rdt*cn du$ jalxn perrnufl*a*n derrtrutn*rseftgp'w. hslke*lans&*n Wffihsrxffifllpm' ,p#tl**,*aftyff?$ 6s#e*tdsrFlefi?ffipn fr, Fg*ustffi sndetur }efftbs*,en f$Fff, tx*rryura4kafl Mr{ffi*tffidensgqkryl"lnam atasdan bs$mh i@tr}$a,t6fi Oallsnder -}emba*rn d6n FcdprnanFe*angxn*n FerftHlitusrssn ffie*f*n't*lah di{*rkifrtx*rrya daterrl wrlrye nr*niagal**ft fung*$ *ndiN fferJlf* fG*{J d*tmrapk*ndxpat nrsnnhenksil jwnhatan#aibrn$ertd** r f0f{, s sarul dmrt ad*- untuf;itll dihmre#lwn Fcdsm,,an tak |spae. i{skuran:gsm nrungkirr inr dart S6t@ pnggurts. m*ukerrt *egeruaF dari J:ak*rt*, D*semher*0EB

Bir**tur Jendemlffiln* **ar$a

nlt@*
fihHem*nta

sardak

Daftarisi
Prakata Daftarlsi Daftar Gambar Daftar Tabel Pendahuluan Ruang lingkup Acuannormatif lstilah definisi dan lnformasi UmumBangunan AtasJembatan 4.1. TipeJembatan 4.2. Konsep Filosofi / Jembatan 4.3. Bahan Jembatan 4.4. PengecekanJembatan 4.5. KapasitasJembatan 5 . Pemeriksaan Elemen-elemen Jembatan 1. 2. 3. 4. i ii
V

viii lx

1-130 1-130 3-130 4-130 4-130 6-130 10- 130 13-130 15- 130 18- 130 5.1. Umum. 18- 130 5.2. Pemeriksaan lnventarisasi 18- 130 5.3. PemeriksaanDetail 18- 130 5.4. Pemeriksaan Rutin 19- 130 5.5. PemeriksaanKhusus 19- 130 5.6. PemeriksaanSekilas 19- 130 5.7. Peralatan yangDigunakan untukpemeriksaan 22-130 6 . Pemeliharaan Rehabilitasi dan Kerusakan Jembatan callender Hamilton 24-130 6.1. Pemeliharaan Rutin 24-130 6.1.1. Umum 24-130 6.1.2. Pelaksanaan Pembersihan 24-130 6.1.3. Pengecatansederhana 25-130 6.1.4. Penanganankerusakan 26-130 permukaan 6.1.5. Pemeliharaan Jalan 27-130 6.2. PemeliharaanBerkala 28-130 6 .2 .1 . U mu m 28-130 6.2.2. Pemeliharaan yangTerencana dapatDiperkirakan Berkala atau .......... 28-130 6.2.3. Perbaikanringan 29-130 6.3. Rehabilitasi perbaikan Dan Utama...... 30-130 6.4. Perbaikan Darurat Dan penanganan Sementara 30-130 6 .4 .1 . U mu m 30-130 penanganan ... 6.4.2. Jenis-jenis ... 32-130 7. TataCaraPemeliharaan Rehabilitasi Dan Kerusakan YangBerhubungan Dengan Bahan 32-130 pasangan 7.1. Elemen Dengan Bahan BatuatauBata......... 33-130 7.1.1. KERUSAKAN - Penurunan 101 MutuatauRetakpadapasangan BatuatauBata......... 33-130 7.1.2. KERUSAKAN - Penggembungan perubahan 102 atau Bentuk dari Pasangan atauBata......... Batu 34-130 7.1.3. KERUSAKAN - Pecah pasangan 103 atauHilangnya Bahan Batuatau Bata 35-130

7.2. Perbaikan Elemen Bahan Beton 7.2.1. KERUSAKAN - CacatpadaBeton 201 7.2.2. KERUSAKAN - Keretakan 202 Beton.. 7.2.3. KERUSAKAN - Korosi 203 Tutangan Baja 7'2.4. KERUSAKAN - Aus,perubahan 204 akibat cuacadan Umur 7.2.5. KERUSAKAN - pecahatauHilangnya 20b BahanBeton 7.2.6. KERUSAT(AN - Lendutan 206 Struktul J-embatan 7.3. Perbaikan Elemen Baja 7.3.1. KERUSAKAN - penurunan pelindung 301 MutuLapisan terhadap Karat 7.3.2. KERUSAKAN - Korosi 302 Elemen Baja 7.3.3. KERUSAKAN - perubahan 303 Bentuk Elemen Baja 7.3.4. KERUSAKAN - Keretakan 304 padaElemen Baja 7.3.5. KERUSAKAN - patahAtauHitangnya 30S Elem-en Baja 7.3.6. KERUSAKAN - Etemen 306 BajayangSatah 7.3.7. KERUSAKAN - Kabet 307 Jembaian yangAus 7.3.8. KERUSAKAN - Longgarnya 308 Hubungin Baja 8. TataCaraPemeliharaan RehabilitaJiKerusat<an Berhubungan dan ya-ng Dengan 8.1. Perbaikan pengamanan Daerah Aliransungai,Bangunan Gerusan dan Daerah Timbunan 8.1.1. KERUSAKAN - pengendapan Saluran b01 pada Air... 8.1,2. KERUSAKAN - penumpukan s02 sampahDanHambatan pada Saluran ... Air 8.1.3. KERUSAKAN - Gerusan 503 Saluran ... Air 8.1.4. KERUSAKAN - Afftux b04 yangBertebihan 8.2. Perbaikan Perlindungan dan Timbunan 8.2.1. KERUSAKAN - Hilangnya perlindungan b11 Bahan Gerusan ............ - GeruJan 8.2.2. KERUSAKAN 521 pada Timbunan -. ...... ... 8.2.3. KERUSAKAN - Retak s22 ataupenurunan penggembungan dan TanahTimbunan 8'2.4- KERUSAKA!! - penggembungan panetMukaTanahBertulang q91 ... 8.2.5. KERUSAKAN - TanahBertulang pelah s32 yangRetak, Gompalatau 8.3. Perbaikan Bangunan Bawah 8.3.1. KERUSAKAN - Angker 541 yangTidakStabil 8.3.2. KERUSAKAN - pergerakan ssl Kepala Jembatan Ataupilar 8.4. Perbaikan Landasan penahan dan Gempa 8.4.1. KERUSAKAN - Brokpenahan 561 yangLonggar Gempa atauHitang.. 8.4.2. KERUSAKAN - Hirangnya 001 Kemampuari eergerainya Landasanl. 8.4.3. KERUSAKAN - Kedudukan 602 Landasan yangtioak tepat 8.4.4. KERUSAKAN - Landasan 003 yang-Reiat< Gompal Mortar atau .......... 8.4.5. KERUSAKAN - pergerakan Ferubahan 604 atau yang Bentuk Berlebihan Landasan dari .. 8.4.6. KERUSAKAN - Landasan 60s yangBerubah AkibatUmur, Terbetah, Retak Sobek, Hancur atauHilang 8.4.7. KERUSAKAN - Bagian 606 Landisan yangLonggar... 8.4.8. KERUSAKAN - Landasan 007 yangfering Logam 8 . 5 . Perbaikan Elemen Bangunan Atas... 8.5.1. KERUSAKAN - pergerakan 701 sambungan Memanjang Lantaiyang Berlebihan 8.5.2. KERUSAKAN - Lendutan 702 LantaiJembatan Berlebihan yang ........ 8.5.3. KERUSAKAN - pipacucuran 711 dan Drainase oiioing yang Tersumbat 8.5.4. KERUSAKAN - Hirangnya pipacucurandan Drainase 712 Bahan Lantai
.:-:

36-130 36-130 39-130 42-130 42-130 42-130 43-130 44-130 45-130 47-130 48-130 50-130 50-130 51-130 51-130 52-130 53-130 53-130 54-130 54-130 55-130 60-130 61-130 63-130 63-130 69-1 30 71-130 72-130 73-130 73-130 74-130 74-130 75-130 75-130 76-130 76-130 77-130 83-130 83-130 84-130 85-1 30 85-1 30 85-130 86-130 87-130

8.6. Perbaikan Lapisan Permukaan Jalandan Trotoar .. ... . 87-130 8.6.1. KERUSAKAN - Lapisan 721 yangLicin Permukaan 88-130 8.6.2. KERUSAKANT22Lapisan yangBerlubang, Permukaan Kasar akibatLubang atauRetak 89-130 permukaan 8.6.3. KERUSAKAN - Lapisan 723 yangBergelombang 90-130 8.6.4. KERUSAI(AN - Ketebatan 724 AspalyangBertebihan. ...... .. 90-130 8.6.5. KERUSAKAN - Trotoar 731 yangLicin 90-130 8.6.6. KERUSAKAN - Trotoar yangBerlubang Bergelombang 732 dan ........ 9 1 - 1 3 0 8.6.7. KERUSAKAN - Bagian 733 yangHitang Trotoar ...... 91-130 8 . 7 . Perbaikan Sambungan Siar-muai ......... 91-130 8.7.1. KERUSAKAN - sambungan 801 yangKasar Lantai atauTidaksama Tinggi 92-130 8'7.2. KERUSAKAN - Sambungan 802 yangKehilangan Lantai Kemampuan untukBergerak 92-130 8.7.3. KERUSAKAN - Sambungan 803 yangRusak Lantai atauHilang ....... 94-130 8.7.4. KERUSAIGN - Bagian 805 Sambungan yangRusakatau Lantai Hilang 95-130 8.7.5. KERUSATGN - Retak padaAspaldi AtasPelat 806 Gelincir ............. 96-130 8.8. Perbaikan Fasilitas Utilitas dan Lalu-Lintas 97-130 8'8.1. KERUSAKAN - Pembatas-Pembatas Rusak 901 yang AtauHilang ..... 97-130 8.8.2' KERUSAI(AN - Rambu-Rambu 911 Lalu-Lintas Marka dan Jalan yangTidakTerlihat 97-130 8.8.3. KERUSAKAN - Hilangnya 912 Rambu Lalu-Lintas Marka dan Jalan... 98-130 8.8.4. KERUSAKAN - Perubahan 921 akibat UmurpadaPeneranganan, Tiangdan Saluran Utilitas 98-130 8.8.5. KERUSAKAN - Elemen 922 yangHilang padapenerangan, Tiang danSaluran Utilitas 98-130 8.8.6. KERUSATGN - Utititas 931 yangTidakBerfungsi 98-130 9. TataCaraPerkuatan Struktur 98-130 9 . 1 . U mu m 98-130 9.2. Metode Perkuatan Elemen dan strukturBangunan Atas Jembatan 103- 130 penampang 9.2.1. Perkuatan dengan Memperbesar ... 103- 130 9.2.2. Penerapan Prategang Eksternal 110- 130 9.2.3. Penambahan Gelagar Memanjang ...... 113- 130 9.2.4- Penambahan Lembaran Elemen 114-130 9.2.5. Mengubah Sistem Struktur 115-130 9.3. Metode Perkuatan Elemen dan Struktur Bangunan BawahJembatan 116-130 9.3.1. Metode Perkuatan Kepala Jembatan 116- 130 pilar 9.3.2. Metode Perkuatan Jembatan ... 121-130 9.3.3. Metode Perkuatan Fundasi Jembatan 123-130 Bibliografi 130-130 Lampiran A Lampiran B Lampiran c Lampiran D Lampiran E LampiranF TabelHirarki Elemen Jembatan sertapotensiKerusakannya TabelPetunjuk untukMenilai Struktur dan TingkatKerusaianBahan TabelKerusakan penanganan dan yangMungkin Dilakukan Formulir Pemeriksaan TabelPerkuatan Ranqka Batang Nama Daftar

DaftarGambar
Gambar 1. Gambar 2. Gambar 3. Gambar 4. Gambar 5. Gambar 6. Gambar 7. Gambar 8. Gambar 9. Gambar 10. G a m b a1 1 . r Gambar 12. Gambar 13. Gambar 14. Gambar 15. Gambar 16. Gambar 17. Gambar 18. Gambar 19. Gambar 20. Gambar 21. Gambar 22. Gambar 23. Gambar 24. Gambar 25. Gambar 26. Gambar 27. Gambar 28. Gambar 29. Gambar 30. Gambar 31. Gambar 32. Gambar 33. Gambar 34. Gambar 35. Gambar 36. Gambar 37. Gambar 38. Gambar 39. Gambar 40. G a m b a4 1 . r Gambar 42. Gambar 43. Gambar44. Gambar 45. Gambar 46. Tampak Depan Tipikal Jembatan untuk CH Setiap Kelas dan Pembebanan.... Contoh Tipikal Jembatan - Through CH Type.. Contoh Tipikal Jembatan - DeckType... CH Bentuk BautyangDipergunakan dalam Jembatan CH...... Penandaan Bautberdasarkan Jumlah Lapisan MutuBajanya dan LetakKomponen Rumus dalam Sistem Rangka Perletakan SendiJembatan dengan CH Kapasitas ton 100 pemeliharaan Kompresornya Bentuk ripikalMobilKendaraan dan .......... ElemenPasangan BatapadaParapet yang pecah atau Jembatan Hilang Perbaikan Beton Potongan Melintang Perbaikan Lantai Beton (a) LantaiBetonyangRetakdan (b) perbaikan LantaiBetonyangRetak. Elemen BajayangMengalami Perubahan Bentuk Pelurusan Komponen Baja... (a) Kabelyang MulaiAus dan (b)perbaikan padaKabel yangAus ParitPembersih yangDiperkeras Tumpukan Sampah Sekitar di Jembatan Beberapa Metoda Penanganan Gerusan Turap Bronjong Rip-rap atauPasangan BatuBesar Pembuatan Perkerasan Lantaidengan Beton atauBatuBesar Tetrahedra untukMenghentikan Gerusan ArahHilirSungai Pengamanan Dasar sungaiMenggunakan Dinding Beton dan Dinding Bronjong Pengamanan Dasar Sungai Menggunakan TurapBaja. Groin dan Penghalang pagarGanda Pengamanan Dasar sungaiMenggunakan dengan rsian B a tu ... Bronjong sebagai Bangunan Pengaman Gerusan Tampak AtasPemakaian Bronjong untukpenanganan Gerusan Tanah Timbunan Potongan Melintang Penanganan dengan Bronjong Perlindungan Tebing dengan Beton Bertulang Pasangan BatuKosong sebagai Pengamanan Tebing Pengamanan Tebing Pengamanan dengan Turap Pemecah Energi Drainase BetonatauPasangan Batu Saluran Lingkaran BajaBergelombang Drainase BetonPracetak Drainase yangBerumput Tebing ... parah Keretakan Penurunan dan yangSangat Tanah Timbunan Perbaikan dengan Menggunakan Batang TarikMelintang ... Pemasangan Panel TanahBertulang.. Perbaikan dengan Pengangkeran ... Penunjangan Dinding TanahBertulang Penggantian Panel TanahBertulang Pemasangan Angker Sementara

5-130 6- 130 6-130 12-130 13-130 15- 130 17-130 23-130 35-130 37-130 38-130 40-130 48-130 49-130 52-130 54-130 55-130 55-130 56-1 30 57-130 57-130 57-130 58-130 58-130 59-130 59-130 60-130 64-130 64-130 65-130 65-130 66-130 66-130 67-130 67-130 68-130 68-130 68-130 69-130 69-130 71-130 72-130 72-130 73-130 73-130 74-130

Gambar 47. Gambar 48. Gambar 49. Gambar 50. Gambar 51. Gambar 52. Gambar 53. Gambar 54. Gambar 55. Gambar 56. Gambar 57. Gambar 58. Gambar 59. Gambar 60. G a m b a6 1 . r Gambar 62. Gambar 63. Gambar 64. Gambar 65. Gambar 66. Gambar 67. Gambar 68. Gambar 69. Gambar 70. G a m b a7 1 . r Gambar 72. Gambar 73. Gambar74. Gambar 75. Gambar 76. Gambar77. Gambar 78. Gambar 79. Gambar 80. Gambar 81. Gambar 82.

Gambar 83. Gambar 84.

Gambar 85.

Balok yangHilang Gempa dan Perbaikan Balokpenahan Gempa Pergerakan Berlebihan yangMengakibatkan Keruntuhan Land'asan ....... Dongkrak Datar Tipikal Dimensi Dongkrak Datar perletakan Metode Pelepasan Komponen Jembatan ... CH Posisi pada Dongkrak Gelagae Melintang ..... ProsesPentatikan Pemberian padaBautyangTelah dan Cat D i ke n ca n g ka n ... Landasan yangKering Logam ...... Pengikatan Tambahan dan Pengaku untukMenahan Lendutan Horisontal Pelapisan yangBerlebihan Ulang B a tu i d a l a m a mb u ngan d S ...... Bergeraknya Bangunan Bawah Perbaikan Sambungan Lantai Perbaikan Sambungan LantaiMetoda ...... 1 Perbaikan Sambungan LantaiMetoda ...... 2 AspalRetakSebelum Perbaikan Perbaikan Lapisan Aspalyang Retak atasSambungan di Lantai Perkuatan dengan Menambah Profil ... Metodepenggantian batang tarikdan batang tekan Detail Penempatan Perkuatan Batang TarikDiagonal ... DetailPenempatan Perkuatan Batang TekanDiagonal Contoh Metode Pelepasan Batang pemambahan dan Batang BentukIWFyangMembantu Proses Pelepasan BatangBawahDekat Perletakan Jembatan ContohPrategang padaRangka Eksternal Baja Contohperkuatan eksternal Bentuk Kelengkungan padaDeviator Kabel ... Penambahan gelagar padapelatlantai memanjang Jembatan CH Penambahan padarangka elemen lembaran bajajembatan pelatLantaiJembatan Penambahan Elemen padaBagian Lembaran ...... Perubahan SistemStruktur menjadi Menerus Mengubah sistemstruktur dengan Menambah sistemstruktur Baru berupa Jembatan Rangka Batang Barudi Bagian Bawahnya Perlindungan Kepala PilardariPergerakan Horisontal dengan Batang Penahan BetonBertulang dari pergerakan Perlindungan KepalaPilarterhadap Horisontal akibat pondasi Tekanan Tanahuntuk sayapPenahan a) dengan riang danb) penuh SayapPenahan dengan Pondasi Dinding Perkuatan Kepala Jembatan dengan Penambahan strukturKepala Tiang danPondasiTiang ... Baru Perlindungan Kepala PilardariPergerakan Horisontal dengan Angker pilardengan Penambahan Ketahanan padaKepala terhadap Gelincir Memberikan Kepala TiangpadaPondasidengan melakukan a) Pemberian padadasarpondasi b) pemberian pada kemiringan dan Rib DasarPondasi Langsung Mereduksi rekananTanah dengan Melakukan stabilisasi a) ranah Timbunan padaJalanPendekat b) Memasang dan Konstruksi Dinding Penuh Menghilangkan Tekanan dariranahrimbunan Jalanpendekat sehingga Kepala Jembatan Berfungsi sebagai Pilardan Pembuatan Konstruksi Kepala Jembatan Barudan Penambahan Bentang BarupadaTahap a) KondisiAwal b) Kondisi dan Setelah Modifikasi penampang JaketBetonBertulang untukPenambahan Setempat ...........

75-130 77-'130 78-130 79-130 81-130 82-130 83-130 84-130 86-130 92-1 30 93-130 93-130 94-130 95-130 95-130 97-130 97-1 30 1 03- 130 104-130 1 05- 130 1 06- 130 1 07- 130 109-1 30 110- 130 112-130 113- 130 114-130 114-130 115- 130 11 5 - 1 3 0 115- 130 117-130 118- 130 119-130 119- 130

120-130 1 20- 130

121-130 122-130

Gambar 86. Gambar 87. Gambar 88. Gambar 89. Gambar 90. Gambar 91. Gambar 92. Gambar 93. Gambar 94. Gambar 95. Gambar 96.

Gambar 97.

JaketBetonBertulang untukPenambahan Penampang Keseruruhan ...... JaketdariBahan FRP. JaketBaja... Perbaikan yangHilang Bahan padaPondasi Langsung penggunaan a) Turapdan b) Penggunaan Cetakan dengan Riprap Perbaikan TiangPancang dengan JaketBeton Bertulang, Masingmasing untuk:a) Penampang b) Tampak dan Samping Perbaikan TiangPancang dengan JaketseratGelas, Masing-masing untuk: a) Penampang b) Tampak dan Samping penampang pasifyang Perkuatan Pondasi denganPerbesaran membutuhkan Bahan yangBanyak a) yangLebih dan b) Bahan sedikit tetapi dengan Penyelesaian Kompleks yang penampang Perkuatan Pondasi denganPerbesaran Aktifyang Membutuhkan Bahan yangBanyak a) yangLebih dan b) Bahan Sedikit tetapi dengan Penyelesaian Kompleks yang Perkuatan dengan Menambah TiangPondasi dengan Melakukan pondasiTiang a). Perkuatan Pondasi Langsung b) perkuatan dan Perbaikan DayaDukung Tanah dengan Turap Perbaikan DayaDukung Tanah dengan GrautBerbahan semendengan melakukan Perkuatan a) TanahDasar dengan Injeksi pondasi dari Langsung dan b) Perkuatan TanahDasardengan Injeksi Luar dari Pondasi Langsung sertac) Perkuatan TanahDasardi sekitarpondasi TiangBagian Bawah dengan lnjeksi Perbaikan DayaDukung Tanah dengan GrautBerbahan pada Semen Pondasi yangLabil Langsung

122-130 123-130 123-130 124-130 125- 130 125-130 126-130 127-130 127-130 128-130

128-130 129-130

vtl

DaftarTabel
Tabel 1. Tabel 2. Tabel3. Tabel4. Tabel5. Tabel6. Tabel7. TabelL Tabel 9. Tabel 10. T a b e1 1 . l Tabel12. Tabel 13. Tabel14. Tabel15. Tabel 16. Tabel17. Tabel 18. Tabel19. Tabel20. Tabel21. Tabel22. Tabel 23. Tabel24. Kapasitas Kekuatan Momen Baja SikuRangka 10- Grade C ......... B 55 Kapasitas Kekuatan Momen BajaSikuRangka 15- Grade B SsC......... Kapasitas Kekuatan BajaKanalRangka Jembatan B-Deck CH Kapasitas Kekuatan MomenBajasiku Rangka Jembatan B-Deck cH Grade 55C... Spesifikasi BahanBajasesuaiBS 449 Dimensi Baut HighYieldSteel(H.y.S.) Dimensi Baut MildSteet (M.S.)..... Lawan Lendut Rangka Kosong 10dalammm ... B Lawan Lendut Rangka Kosong 1Sdalammm .. B Lawan Lendut Rangka Kosong B-Deck dalam mm ... yangdiperiksa Elemen padaPemeriksaan Sekilas yangDiperiksa Elemen ... pembersihan Elemen-elemen Memerlukan yang ... yangMemerlukan Elemen Pengecatan ...... Penggantian Bagian-bagian Kecil Elemen untukPerbaikan Sederhana NilaiKondisi Pasangan BatuatauBatadan penanganan yang Direkomendasikan NilaiKondisi padaBajadanCarapenanganannya Kerusakan NilaiKondisi Elemen Bajadan Penanganan Diiekomendasikan yang ...... CaraPenanganan Pengamanan Gerusan GarisBesar Teknik Pengamanan Tebing Penanganan Sambungan yangKasar atauTidakSamaTinggi Penanganan Sambungan yangRusak Lantai atauHilang Penanganan pada Retak Aspal diAtaspelatGelincir ...... 7-130 8-130 9- 130 10- 130 10- 130 12-130 12-130 14-130 14-130 14-130 20-130 21-130 26-130 29-130 30-130 31-130 34-130 46-130 48-130 56-130 62-130 92-130 94-130 96-130

vill

Pendahuluan Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01/PRT/M/2008tentang Organisasi dan Tata Kerja DepartemenPekerjaan Umum, bahwa tugas dan fungsi kebijakandan DirektoratJenderatBina Marga adalah merumuskan serta melaksanakan standardisasi teknis di bidang Bina Marga.SedangkanDirektoratBina Teknik mempunyai teknik fungsi menyelenggarakan sebagiantugas Direktorat Jenderaldi bidangpembinaan jalan danjembatanberdasarkan bidang Jenderal. kebijaksanaan teknisDirektorat yang padasaat transisiini perlupembinaanDalamrangkaFnerapan sistemdesentralisasi pembinaan yang mantap agar nantinya setiap daerah dapat menjalankan roda pembangunan yang lebih tinggi guna denganlebih baik lagi dan dengan profesionalisme yang ada. Untuk itu diperlukanupaya pembinaan mengimbangi baik di keterbatasan dana tingkatpusatmaupun daerah. Direktorat bukustandar,pedoman BinaTekniksedangmelakukan menerbitan usaha-usaha kepada pihak-pihak dan manual baik teknis maupun non teknis, serta menyebarluaskan terkait. Salah satu hal yang dirasa sangat penting untuk diterbitkanadalah Pedoman Penanganan dimanasaat ini belumada Dan Pemeliharaan Hamilton, Jembatan Callender yangmempunyaitugas secarakhusus diterbitkan. dan Pedoman SubditPenyiapan Standar kewajiban dalam penyiapan NormaStandarPedomandan Manual(NSPM)mempunyai pedoman untukmenyiapkan oleh seluruhpihakyang tercebutdi atas agar dapatdigunakan Hamilton. berkepentingan Callender dalampenanganan pemeliharaan dan Jembatan

tx

Daftarlsi Lampiran potensi Lampiran Tabel A Hirarki Elemen Jembatan serta Kerusakannya .............. 1

Lampiran Tabel A Hirarki Elemen Jembatan serta Potensi Kerusakannya (lanjutan) ..,............2 Lampiran Tabel B Petunjuk untuk menilai struktur tingkat dan Kerusakan Bahan ....................14 B. 1K e r u s aka n d a l e me n a sa n gan pa e p 8.2 Kerusakan elemen pada (termasuk beton tulangan).. 8.2 Kerusakan elemen pada (termasuk beton (ranjutan) turangan) 8 . 3K e r u s a k a n d a l e m e b a j a . . . . . . . . . . pa e n 8.3 Kerusakan elemen pada (termasuk beton tulangan).. B . 4K e r u s aka n d a l e me n u su s.,.... pa e kh pa e B . 5K e r u s aka n d a l e me n u su s...... kh 8 . 6 Ke r u s aka n d a l e me n u su s...... pa e kh B . 7Ke r u s aka n d a l e me n u su s...... pa e kh B. 8Ke r u s aka n d a l e me n u su s...... pa e kh pa e 8 . 9Ke r u s aka n d a l e me n u su s...... kh 8 . 1 0Ke r u sa ka n d a l e me n u su s...... pa e kh 8 . 1 1K e r u s a k a n d a l e m e k h u s u s . . . . . . pa e n B . 1 2 e r u sa ka n d a l e me n u su s...... K pa e kh 8 . 1 3Ke r u sa ka n d a l e me n u su s...... pa e kh 8 . 1 4Ke r u sa ka n d a l e me n u su s...... pa e kh pa e 8 . 1 5Ke r u sa ka n d a l e me n u su s...... kh pa e 8 . 1 6Ke r u sa ka n d a l e me n u su s...... kh B. 1 7 e r u sa ka n d a l e me n u su s...... pa e K kh B . 1 8 e r u sa ka n d a l e me n u su s ...... pa e K kh 8 . 1 9K e r u sa ka n d a l e me n u su s ...... pa e kh T a b eB. 1K ri te riP e n e n tu a ni l a K o ndisi.............. l a N i ...............14 .....15 ........15 ..............15 .....16 ........ ......16 ........ ......16 ........ ......17 jT .............. ..............17 ..............17 ............1g ............1g ............19 ....... .....19 ....... .....19 ....... .....20 ....... .....20 ....... .....20 ............20 ............20 ........ ......21

L a m p i r ac r a b e lK e ru sa ka n np e nanganan m ungkin n da yang dilakukan............ ....................22 Lampiran Tabel C Kerusakan penanganan mungkin dan yang (lanjutan).................23 dilakukan L a m p i r aD Fo rmu lP e me ri ksa a n ............. n ir L a p o r aPe me ri ksa Me n d e ta i l mbatan............... n an Je P e t u n j uPe me ri ksa............. k an L a p o r a n Pe me ri ksa a n |n ve n ta r isasiJembatan..' ....... Kode KodePemeriksaan Inventarisasi Jembatan.......... L a p o r aPe me ri ksa In ve n ta ri sa siJembatan......,... n an L a p o r aP e me ri ksa Rn ti n mb a tan n a u Je Lampiran Tabel E Perkuatan Rangka Batang .......45 ....... .....47 ................4g ...... 56 ..........3S ...... .....37 ...........43

Inventaris Batang Kritis Akibatbeban matidanbeban lintas lalu standar U D Ld a nK e l - S N I2 OO4 0 0 %) P er letakan (1 sendi-r ol............ Sistem enambahan............. P

.... .....52 ..............59

Lampiran Tabel Perkuatan Rangka Batang untuk Perletakan Jenis Sendi Sendi.................. 101 Inventaris Batang Kritis Akibatbeban matidanbeban lintas lalu standar U D Ld a nK E L- S N I2 0 0 4(1 0 0 %) P er letakan sendi-r o1.......... ..........102 Sistem enambahan............. P . . . . . . . . . .1 . . 4 .0.

Pedoman Penanganandan Pemeliharaan Jembatan GallenderHamilton

Ruanglingkup

Pedoman memaparkan ini tentangmetodadan prosedur penanganan pemeliharaan dan Jem.batan agar dapat diikutioleh para stakehotders di fusat maupundi daerah. CH Uait Ketikapekerjaan penanganan dan pemeliharaan Jembatan CH ini dilaksanakan secara kontrak,prosedurdalam pedomanini dapat diterapkan. juga halnya untuk Demikian pekerjaan y_ang dilaksanakan secaraswakelola. Pedoman Penanganan pemetiharaan din Jembatan CH ini merujukpada SistemManajemen Jembatan laUS) untuk membantu jembatan lndonesia manajemen di secara keseluruhan. 2 Acuan normatif

Pedoman menggunakan ini acuanStandar Nasional (SNl) dan dokumen lndonesia yang telahdipublikasikan : yaitu

sNt 03-245&1991 : sNI03-2491-1991: sNt03-2492-1991: sNt 0s-2493-1991 : sNt 03-2495-1991 sNt 03-2834-1992 sNt 03-3403-1994 sNl03-4154-1994 sNt03-4811-1998 sNt03-4812-1998 sNt03-481Gl998 sN/ 03-626+2002 sN/ 03-6880-2002 sN/ 03-3966-1995 sNt03-172*1989 sN,03-2833-1992 sN/ 03-3967-2002 :

Metodepengambilan contohbetonsegar Metodepengujian tarik- belahbeton Metodepengambilan contoh- Betonuji betoninti Metode pembuatandan perawatan di laboratoriumcontoh uji beton Spesffrkasi bahantambahan untukbeton Tatacarapembuatan rencanacampuranbeton normal Metodepengujian kuat tekanbetoninti pemboran Metodepengujiankuat lentur beton denganbalok uji sederhana yang dibebaniterpusatsecara langsung Metodepengujianrangkakpada beton teftekan Metodepengujian kuat tarikbetonsecaralangsung Metodepembuatan perawatan dan bendaujibeton dilapangan Spesifrkasi aja Stru ural B kt Spesrfikasi eton struktural b Metode Pengujian Kekakuan Tekan dan Kekakuan Geser BantalanKaretJembatan TataCaraPerencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya. Tata Cara PerencanaanKetahanan Gempa untuk Jembatan Jalan Raya Metode Pengujian Regangan Tekan dan Tegangan Geser Bantalan KaretJembatan

1-130

sNr03-4429-1997 :
sNt 03-4432-1997 sNt 03-4432-1997 Pd T-02-2004-8 Pd T-03-2004-8 Pt T-0r2002-B Pt T-062002-8 019/T/BM/1999 028/T/BM/1999 007/T/BM/1999 Buku BMS1992 Buku BMS1992 Buku BMS1992 Buku BMS1992 Draft SNI2002 Draft SNI2004 DraftSNl2004 DraftSNl2004 BS 3692:1967

MetodePengujianKaret Spon SebagaiBahan PengisiSiarMuai Pada Konstruksi Beton MetodePengujianKaret Spon SebagaiBahanPengisi SiarMuai Pada KonstruksiBeton Spesffikasi Karet Spon SebagaiBahan Pengisi Siar Muai Pada Perkerasan Betondan Konstruksi Bangunan jembatanpelat beronggadenganmetode Perkuatan strukturatas prategang ekstemal. Perkuatan jembatan rangka baja Australia dengan metode prategang eksternal. Penilaiankondisijembatan untuk bangunanatasdengancara uji getar Penilaiankondisijembatanuntuk bangunanbawah dengancara ujigetar Pedoman PerkuatanJembatan Tipe Gelagar dengan Metode PrategangEksternal PedomanPenanggulangan KorosiKomponenJembatandengan CaraPengecatan PedomanPemasangan Modifikasi JembatanBaileydenganCara Perkuatan Kabel,Bentangtotal64,05meter BridgeManagemenf Sysfem- Bridge lnspection Manual Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan 1992 - Bagian 2 Pembebanan Jembatan Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan 1992 - Bagian g Penilaian Bebandan BagianK9 Penjelasan Penilaian Beban Srsfem ManajemenJembatan - Panduan Pemeliharaandan Rehabilitasi Jembatan Pembebanan untukJembatan Perencanaan sstruktur baja untukjembatan Perencanaan StrukturBetonuntukJembatan perencanaan Standar gempauntukjembatan ketahanan ISOMetic Precision HexagonBolts

2-130

3 3.1

lstilah dan definisi

Deck Type jembatan strukturrangka yangberada bagian di bawahpelatlantai 3.2 Jembatan Gallender Hamilton(CH) Jembatanrangkabaja dibuat oleh BalfourBeattyLtd, PowerTransmission Divisonyang Heath,Surrey,Inggrisyang merupakan pateniOarl 99t Fryrt di 7 MaydayRoad Thornton Mr.Callender Mr. Hamilton dan 3.3 Modernisasi Jembatan Mengubah bentukdenganpenambahan pelayanan kemampuan dan/atau menambahkan fitur-fitur baru contohnya pengaturan arus lalu-lintas, tanda-tanda, penerangan, pembatas.Penambahan jembatanyang memerlukan kemampuan dalam banyak kisus perkuatan, pengaturan aliranlalu-lintas pelebaran baru memerlukan lantaijembatan dan sebagainya. 3.4 Pedoman Acuanyangbersifat umumyangharus dijabarkan lebihlanjut dan dapatdisesuaikan dengan karakteristik kemampuan pedoman dan daerah (PP setempat No. 25 tahun2OOO). Contoh: Perencanaan, Pedoman Pelaksanaan dll. 3.5 Penggantian Jembatan Pekerjaan mengganti bagianelemenatau strukturyang telah mengalami kerusakan berat d-antidak berfungsi, sebagaicontoh : sambungan sial-muai,perletakan, pembatas dsb. 'contohnya Kadang-kadang bagian strukturjuga diganti,jika diperlukan elemen lantai, gelagarmemanjang secaraindividu, bagian-bagian sekunder atau elemenpengaku, dan sebagainya. Penggantian jembatan keseluruhan pertimbangan merupakan teralihir dalam proses peningkatan prasarana yangada. 3.6 Perbaikan Jembatan Pekerjaan untukmemperbaiki pada kondisi kerusakan yang seharusnya, Padaumumnya perbaikan lebih menyangkut kerusakan lokal bagian strukturatau elemen pelengkip jembatan dibandingkan keseluruhan struktur. 3.7 Perkuatan Jembatan Meningkatkan kapasitaspemikulanbeban dengan menambahlebih banyak bahan, komponen tambahan salahsatunya ( prategang eksternal) sebagainya. dan

3-130

3.8 Rehabilitasi Jembatan Pengembalian kondisikepadakondisisemuladan menjadikan semuaelemenberfungsi sesuaidengan posisinya. Rehabilitasi jembatan lebih menyangkut kebanyakan struktur secarakeseluruhan, termasuk bagian struktur utamanya. 3.9 Retrofit Jembatan Prosedur perkuatan yang diaplikasikan pada struktureksisting, dengantidak diperlukan walaupun dalam banyak kasus berhubungan dengan kekuatan gempa. Seringkali diaplikasikan sesudah ditemukan bahwaperancangan tidak mencukupi padahal yang asli ditemukan pengalaman dari yangbaru. 3.10 Through Type jembatan strukturrangka yangberada samping di sistempelatlantai

lnformasi Umum Bangunan Atas

4.1 Tipe Jembatan Padaera tahun1970-an, Jembatan direncanakan CH kemudian dibangun untukmemenuhi kebutuhan'kebutuhan jembatan akan dijalanrayadengan berbagai berdasarkan: tipe a) Beban pada lantai kendaraan dan beban pada strukturrangkabaja. Adapunbebanyangdipergunakan beban adalah : i) BINAMARGA : No. 12t1970 : AVBP1932 iii) AASHTO (Amerika Serikat) : HS - 44 iv) Pembebanan (lnggris) : BS-5400 H.A. pembebanan v) Danlain-lain b) Panjang panjang bentang, maksimum bentang untuktipe-tipe. c) Lebarlantaikendaraan yang dapatdijadikan dan trotoarnya acuan kelaspembebanan BinaMarga adalah: = i) Jembatan Kelas : Lajur C Tunggal 3,50 m + trotoar 0,25 tiap sisi. Muatan lantai100o/o muatan dan rangka 70o/o. ii) Jembatan KelasB : :Lajur Ganda = 5,50 s/d 6,0 m + trotoar0,50 m tiap sisi. Muatanlantai100o/o muatan dan rangka o/o. T0 iii) Jembatan Kelas : Lajur A Ganda = 7,00m + trotoar1,00m tiap sisi. Muatan lantaidan rangka100o/o. ii) P.J.K.A.

4-130

Adapun jembatan tipe yangtelahterpasang adalah : a) UntukThroughType i) TipeB 10 ii) TipeB 15 b) UntukDeckType,Tipe B DECK: Panjang panel= 3,048meter, tiap Tinggipanet= 3,366 meter Jembatan menggunakan jembatanstatistertentudi atas rangkatipe Warren,merupakan perfetakan sendidenganbentang maksimum 120 m. Jembatan yang digunakan CH oleh DitjenBina Margadapatberupajembatan denganstrukturrangkayang beradadi samping sistem pelat lantai atau yang lebih dikenaldengansistem ThroughType,dan jembatan denganstruktur rangkayang beradadi bagianbawahpelatlantaiatau yang lebihdikenal dengansistemDeck Type.Bentuk dari keduatipejembatan dalambentukpenampang ini melintang penampang maupun memanjang pada diperlihatkan gambar bawah di ini. = : Panjang panel 3,048meter, panel=3,048 tiap Tinggi meter = : Panjang panel 4,572meter, panel= 4,572meter tiap Tinggi

PTMSESANAN SINA MARGAKELASA FTMSEBAhIAN EINA MAREAKLAS g PE}d8g8AI.!AI'{ KIL,ASC SINA MARGA pEMEHSANA:e pfidSEgANAll RA|"{$KA?sx RANSXA loSX PHMBEtsANAN SAIISKA7SZ pEMSE8ANAN LANTAT !009i rfMaaB*F.t*1, LANTA' toou PEMBESANAN IOOZ LANTAI

ll

tIt

0"95u

TampakDepanTipikalJembatan sistemThroughType GH
PSMEEBAN.AN BI$IA MARSA KELAS A Fh'8BAFIAN RANGKI{ !9Og PSMBSBANA$I LANTAI 1?Sg PgldBgB*NAN llt{A r,tAftnA K{LAS I FfI{FSANAN RANGXA 70% F{i,'BEBA}I''N LAilITAI ! OOg

1000 7.OoC--_____i,-,|

1-

ll

ffi-"r---1-1

250

--foFa---aooo'mfoo"2000 2OOO

ro0Poco?ow ecoo

TampakDepanJembatanGHsistem DeckType GambarI TampakDepanTipikalJembatan untuk SetiapKetasdan Pembebanan CH

5-130

Berikutini diberikanbeberapafoto dari tipe jembatanCH yang ada di Indonesia baik ThroughType maupunDeck Type.

Gambar2 GontohTipikalJembatan - ThroughType CH

Gambar3 ContohTipikal JembatanCH - DeckType 4.2 Konsep/ Filosofi Jembatan Pada Jembatan CH pemakaian baja digunakan seefesien mungkinkarenarangka-rangka batangterdiridari profil susun baja siku dimanapemakaian profil susun tersebutdipakai sesuai gaya-gaya dengan yangbekerja. Profilsusununtuksatu batangdapatterdiri dari satu,dua,tiga atau maximum empatbaja siku,yangditentukan sesuai dengan Gapacity " TableFor Angle steel Makeup,'. gelagar Untuk melintang profil memakai bajaWF (WideFlange), Universal dan Beam. Karakteristik Jembatan CH adalahbahwauntuk batang-batang atas, bawahdan diagonal memakai profiltipikal bajasikudengan : a) TipeB 10memakai siku150.150.10 baja b) TipeB 15memakai siku1S0.1b0.10 baja c) TipeD 5 terdiri daribesikanaldan batang bawah besisiku Sistemsambungan memakai sambungan baut sedangkan sambungan dengansistemlas sangat sedikit dipergunakan.

6-130

Berikut akandiuraikan ini lebihjauh mengenai konfigurasi rangka tiap tipe untuktiap kelas pembebanan yang akan dipakaidalam CapacityTableFor Angle Sfeet Make llp t tabel kapasitas kekuatan bajasikurangka Jembatan CH. Tabel 1 KapasitasKekuatanMomenBaja siku RangkaB 10 - Grade55 G

t(aFaslta$ mofficn penahan Jurntah Panampang Profll dalatnSatu Jsfibatan

Jgnis Reng*e Ganda

Konfigurasi

- Panianglangan ffiomen3,(X0meter Tarll


Bengsil Pilat
Grf'|t

satuanton,mebr Tekan usngan ranpa Plrt Pelet aDlt Gault


6ffi 606

TaRpa Pelat Ge6it 772

trT

n2

1158

1158

973

973

1544

154{

1340

1340

10

1930

1883

1781

1781

12

2316

2222

2222

2',2

14

2742

?3{S

zE17

238e

16

3088

2556

3012

2SS

7 -130

Tabel2 KapasitasKekuatanMomenBaja siku RangkaB 1s - Grade55G

Kapeeitaemomen Fenahan F*nJcng Lengan lltom|l4,57l m6tcr

Jenis Rangka 6*nda $at{anton mst8r ' i


"$

Jumlah Penampnng Profil dalamSatu Jembabn

Konfigurasl Tarik

Tekan Bengan Batang Dl*gonal Xecil Taopr Eakng Dlagonal l{fil Tanpi Fetat Grdt

uengan Pslet

Tsnp{ Fslat
Genlt

Eeilgan Polat
{Elnif

r-T

Ganli

Tanpa Pfit eieait 1070

1158

1158

t070

55{

1737

1?37

1658

1658

958

r3
K3 K

1737

1437

1691

14S4

:?03

zg16

2316

224V

2247

1162

x16

1917

2312

1't7

1852

10

2895

2824

2785

27S0

19{0

t0

?895

2625

2818

26?5

2?S5

12

3974

33S3

3323

3333

2658

14

4053

35t3

3829

3583

3137

16

463?

3834

4I,35

3834

3616

8-130

Tabel3 KapasitasKekuatanBaja KanarRangkaJembatanGH B-Deck

Kannl RaugluAbF.Jsnis Rangka Tu*ggat FenjailgLangan l6cm*n t,048mstsr Ssbran ton,metEr Tekan
Ufiun Grade st8r n|ngK:l dalein pgnyokong 305x 8Sx 4'1,6*tEnpg batangdiagona{ kecil 305x t0l x:46,1S tanpe penyokong batang diagonal kecil 305x102x46,18dengan psnyol(ang batangdiagonalkecil $lei rangk* l*ar

50s

300

37&

55C

386

386

55C

57S

556

Slla MomenPengerak metebihi550ton.rneter, makagunakanpelatgapit

Uhuran

Qrade

Tarik DnganPelatGaplt

Tanpe'Pslat apit
511,0

305x89x41,69

50s

sI1,0

305x102x46.18

5$C

733,0

550,0

Tabel4 KapasitasKekuatanMomenBajaSiku RangkaJembatanGH B-Deck- Grade 55C

lGpagltas,mornen penahan
Jumlah Penampang Pro$l datarn Satu $igi Rang*a

Jenis Rangka TunggFl

Kordtsurasl

--Panjang-Lengan Momen 3.048meter

aatuan ton.meter

Dsngan FeW
Gerrit

Tarik ranpa Pslat


Gaalt

Tskan Dengan Trnpa Pelst Pelat


Ganit {|rnit o.t

193

1e3

91

388

386

324

324

ffi

tr

579

555

561

556

772

639

755

639

4.3 BahanJembatan Spesifikasi bahanuntukbajasikuprimer (BS)4360, adalah sesuai denganBritish Standard Grade55 C, sedangkan untukbajasikusekunder ikatanangin) dangelagarmelintang, ( plat buhul/penyambung dipakaibaiaGrade50 B. Bahan bajalainnya memakai Grade43 A. Adapun tegangan tarikijinnyaadalah : a) Gelagar Indukmemakai Grade 55C.Tegangan leleh= 430 N/mm2 b) Gelagar memanjang/melintang memakai Grade508. Tegangan leleh= 350 N/mm2 c) Batang-batang sekundermemakai Grade43A.Tegangan leleh= 2s0 N/mm2 Tabel 5 SpesifikasiBahanBaja sesuai BS 449 Grade (N/mm2) 55C 508 43A 430 350 250
O y(teteh) o iiin

(N/mm2)

" (N/mm')

n"r", ^

o trrprel

o tekan

(N/mm')

280

170 140 100

320
260 190

320
165

Tergantung profil baja dan panjang tekuk

1 0- 1 3 0

adalahsesuaistandard ASTM A325 (BS 3692grade8.8)yaituType P_"ylUfflyang dipakai M 16,M 20, M24 danM 30. Notasidibelakangmenyatakan M (M diameteibaut 20 diam6ter = 20 mm). Kekuatan baut dihitung sebagaibaut tumpuanbukan baut tipe geser. ltYt Seluruh bahanuntukjembatan panasdalamgalvanis CH dicelup supayatahanter6adap korosi. Adapun tegangan lelehbaut: a) Mengikuti 3692: 1967lSO MetricPrecision BS HexagonBolts. Digunakan bautdarijenis tegangan tinggi(HighTension Botf. b) BautGrade9.8 dengan tegangan padaregangan T20O kglcm2 0.20 c) BautGrade8.8 dengan tegangan padaregangan 6400kg/cm2 0.20(ASTM A32s) d) Toleransi lubang adalah mm dandigunakan jenisbearing. 1 sambungan e) Ada2 (dua)macam diameter bautyangdigunakan : 1) M 24 untukpengikat sambungan utama ii) M 20 untukpengikat sambungan sekunder. Kedua-duanya panjang mempunyai yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan panjangini Oinyitifan dan perbedaan denganpenomoran padasetiapkepala baut. Pada jembatanCH yang terpasangsekarangdipakai 2 (dua) macam baut yaitu baut diameter MildSfee/ 1" (M.S.) dan 1.12" HighyietdSteel(H.y.S). Baut diameter1" dipakaipada sambungan-sambungan pada sekunderdan baut 1112" sambungan-sambungan primer. Berikut torsiminimum nilai yangdirekomendasikan semuabautjembatanCH : untuk a) diameter 1" 34.5kg.m (250tbsft) b) diameter 1y2 " 48.4k9.m (350tbsft) c) diameter2" 62.2k9.m (450lbs.ft) d) M20 Grade 45.0kg.m (32S 8.8 tbs.ft) e) M24 Grade 78.0kg. m (565tbs.ft) 8.8

1 1- 1 3 0

3mmJ T

(.])ll
\:i/
RING MILD STEEL (M.S)

ft

ll

@E

I I

.,1\ L/n\ --1\5Zt| \Y--'


I I

(.r) n ll
\Y/ ll
RING
HIGHYIELD STEEL(H.Y.S)

5mm--l r

OE

Gambar4 BentukBautyang Dipergunakan GH dalamJembatan Tabel 6 DimensiBaut HighYield Sfeel(H.Y.S.)


1,5" Diameter ( H.Y.S. High Yield Steel bolt )

(notasi) Mlark (mm) Panjang (kg) Berat

oooooo
55 1,32 65 1,41 75 1,50 85
1,59

95 1,68

115 1,86

Tabel7 DimensiBaut Mild Steel(M.S.)


1 " Diameter ( MildSteel)bolt M.S. Mark(notasi)
Danjang(mm)

o
52 0,51

(,

(,

(,

(t
82 92
0,67

62 0,55

72 0,59

(kg) Berat

0,63

12 - 130

Angkadidalam gambar juga menunjukkan berapa lapispelatyangdijepit - ' olehbauttersebut, dengan contoh sebagaimana terlihat yang padagambar bawahlni di

t
ruN
ru
v//t

fr,ro,r---+

anskaO

BautMildSfe/ (M.S.) lt

W2hpis+
N\\l

-l

anska O

lBautHigh YieldSteel(Y.H.S.)

Gambar5 Penandaan Baut berdasarkan JumtahLapisandan Mutu Bajanya spesifikasi H.Y.s.samadengan Grade 55c danM.s. samadengan Grade 43A. Dipasaran sekarang mendapatkan dengan sulit baut GradeH.y.S. Bautini dapatdiganti denganbautyangkualitasnya lebihtinggisesuaidengan ASTM32S Grade 8.8. Sedang bautM.S.dapatdipakai bautbiasa digalvanis . 4.4 PengecekanJembatan Pemeriksaan dilakukansecara keseluruhan bentuk tampak sampingjembatanyaitu mengenai lendutan apakah lendutan melengkung atas,dataratauke biwah. ke jembatanmelengkung atas yang disebabkan Padadasarnya ke oleh beda panjangbatang atasdenganbatangbawah.Batangatas sedikitlebihpanjangdari batangOawihiehinggi lengkungan akanterjadisecarasendirinya perbedaan panjang karena tersebut. Lengkungan akantidakmulusatauke bawahdapatdisebabkan olehpemasangan terbalik batang ataske batangbawah, ataubatang plastisataupun dalamkeadaan terjadi"BoltSlip". plastis Keadaan terjadikarenarepetisi pembebanan yangtinggisehingga bija mengalami fatikataukelelahan bahandan akibatoverload bebanberlebih. /

1 3- 1 3 0

Tabel I Lswen Lefidut R*ngka Kc*ong B t0 dalam mm


Tlsl blrhsl ko.. dari

Jeinbatan 3?,00 36,98


41,15

s{nsl

a s3
39 45 $1
57

&

s
sg
93 fi7 t4t 1S5 1BC 2't3

l0

1'l

*s

i3

t*

0 0 0 0 0 0

w
69 81

&t

w
87 1't7
tl47

3t
69 tq5
I41 17:7

0 39
8l

s7
lHt

0 45 93
't41

45,72 50,2S 54,8S 59,44

s3
r05
',17
129

1n
141 159 171

123
165

s{
105

1n
2*7 237

w
117 177

63 69

2m
249

:o7 e49

1&9 237

r59
203

63
129

t9

TabclI LawanLendutRangka Koeong {S dalammrn 3


fti,(

butxil lro* .. dail p.rqkil IeFbabn


2Ji34

z
23 29 3,4 3* 43 47

s
5a
70
f$

10

1t

t2

1i

43

az
s5
7g

,l,lt 65 88

2e
2 79

0
2S 0

24,3$ 27,43 30,48 33,53 36.58

0
0 0 0 0

s2
s,l
70 79 88

61 92
124

34 70 t06 t42

s2
106 119

106 124
142

11{ 133 1$5

106
lCt 16{t

ss.
7g 119

0 43 8&
t1

t5s

47

Tahal1$ LawEn Len$ut:Ranglta KoeongB*IlecIcdalarnrnm


Tnik buhulkt1 ., dari pi$91(al ,snrbsan 30,46 5S,58 39,6?
1

i[

s
7l 95 1S7

,|

,t0

,lrl

12

{3

l4

0 0 0

26

*7 5! 65

62 80 8A

74

7l 107 1?t

82 t04 126

4V

w
80
197

0 t9 89

31
35

1s4
119

95
119

t1
65

35

14 - 130

Yangkemudian diperiksa jembatan. adalah derajat korosi seluruh dari bahan Titik simpulyaitu pada pelat buhul diperiksabaut-bautnya, kehilangan baut atau murnya ataupun telahdiganti denganbautkualitas lebihrendah. padasambunganJugadiperiksa sambungan sekunder lainnya. Perletakan yang terdiri dari perletakanas dan rol maupun baut-bautangker diperiksa fungsinya, pulauntuksambungan demikian siar-muai. Pemeriksaan ketebalanlantai jembatanperlu dilakukan diukur apakah penambahan / ketebalan karena overlay yang telah dilakukan mempengaruhisecara signifikan penambahan beban matiatautidak. 4.5 KapasitasJembatan Pada umumnyakeruntuhan jembatandapat terjadi karena berbagaifaktor yaitu, karena overload batang atas,batang bawah ataupun diagonal kapasitasnya iudah terlampaui. Faktor-faktor adalahsambungan lain pelatbuhulsudahtidaksanggup gaya-gaya menahan yangbekerja padaplatnya baik padabautnya. ataupun juga disebabkan gayalateral Dapat oleh padaportal ujungyangbesar, untukJembatan CH gaya-gaya pada'U'framesudah (BS terlampaui. 153part4). " U " frameanalysis sesuai B.S.153part4

d=
L-

Gambar6 LetakKomponen RumusdalamSistemRangka

1 5- 1 3 0

F=

Co

w t=z.sq,l@, =frft
VxlO-3xl

$=

W*(a'l' 3EIt
EI,

dimana: jika 1,7 = factor safety memakai of AASHTO nilaiini adalah 2.12 yangdapatditahan F = gayalateral oleh" U" frame 6' = jarakdan sumbubatangtekanpadabautdiagonal sampai dasarpelatbuhul = jarakdansumbubatang 6" gelagar tekansampai sumbu melintang a = jarakantar-titik buhul jarak antararangkabajakirike rangka b = separuh bajakanan = momen / inertia batang tekan 11= fitorlninertiabatang diagonal lz = rnoffien gelagar inertia melintang fr" = tegangan tekanyangterjadi p = jari-jari girasipenampang yangditinjau batang

1 6- 1 3 0

ff-

[r-r::-'i-

L[q

'l /'--\ ---qq_9

{()l

/r\
\Y/

_L-"----------J

Tm uA

T16 DrA

r---;--l

,+. a+'

Perakitanperletakanrol baiajembatanGH

ri ,^ --s,--------

,-+\ at---

---q-----------s---

jembatanCH Komponensiku dan pelat perletakan Gambar7 Perletakan SendiJembatan denganKapasitas ton CH 100

17 - 130

PemeriksaanElemen-elemenJembatan

5.1 Umum jembatanmerupakan Pemeriksaan yang terpenting salah satu komponen dalam Sistem Manajemen jembatan Jembatan. Pemeriksaan merupakan suatumatarantaiesensial antara jembatan yangada dengan rencana untukpenanganan pemeliharaan peningkatan dan atau di masamendatang. jembatan Pemeriksaan mempunyai beberapa tujuan khusus antara yaitu: lain jembatan a) Memeriksa keamanan jembatan padawaktu masihberfungsi. b) Mencegah penutupan lalulintas terjadinya jembatan. pada arus c) Merekam kondisijembatan pada secara keseluruhan saatitu. d) Menyediakan bagipersonil data perencanaan pembangunan pemeliharaan. teknis, dan e) Menyediakan umpan balikuntukpelaksana pengaruh akibat beban kendaraan volume 0 Memeriksa dan lalu-lintas. g) Memantau jembatan jangka kinerja panjang. untuk h) Menyediakan informasi jembatan. mengenai dasar daripembebanan jembatan Datadaripemeriksaan jenis digunakan untukmerencanakan penanganan, apakah cukup hanya dengan pemeliharaan rutin atau berkala, rehabilitasi, pLrkuatandan penggantian jembatan. DalamSistimManajemen Jembatan, terdapat yang dilaksanakan tiga jenis pemeriksaan jembatan, terhadap namundemikian kemungkinan ada pemeriksaan dilakukan khusus dan pemeriksaan sekilasuntuk beberapa keadaan. Tiga pemeriksaan tersebutadalahsebagai berikut: a) Pemeriksaan Inventarisasi b) Pemeriksaan Detail c) Pemeriksaan Rutin Meskipun pemeriksaan jembatan demikian, dapatdilakukan kapansaja,oleh orangyang memenuhi syarat. Pemeriksaan padapemeriksaan seperti merujuk itu sekilas. Pemeriksaan sekilas bukan ini merupakan bagian darisistem Manajemen Jembatan. 5.2 Pemeriksaanlnventarisasi Pemeriksaan inventarisasi dilakukanuntuk membuatdaftar dari semua data fisik dan jembatan yangadatermasuk administratif jumlahbentang, konstruksi, CH lokasi, tipe bahan, geometri, ke pusat data(database).Pemeriksaan dll. inventaris dilaksanakan hanyasekali padatiapjembatan ketikaawal pekerjaan jembatan SistemManajemen Jembatan, sesudah diganti atau sehabis pekerjaanbesar dilakukan.Data jembatanadalah bagian nilai pemeliharaan organisasi jadwalkerjadan jadwalkebutuhan ketikamempersiapkan bahan jembatan. untuk suatu 5.3 Pemeriksaan Detail Pemeriksaan detaifjembatanCH membuatpengecekan rinci terhadapsemua kerusakan jembatan, elemen kelompok elemen, dan komponen utamajembatan. Elemen dan bagian jembatan diberinilai kondisioleh pemeriksa Nilaikondisidigunakan . untukmenetapkan peringkat membuat program dan pekerjaan untukmempertahankan fungsijembatan secara 1 8- 1 3 0

efektif.Pemeriksaan dilakukandalam tenggangwaktu 2 (dua) sampai5 (lima)tahun ini tergantung kondisijembatan faktor dari dan lainnya. Laporanpemeriksaan detailjembatanmemberikan daftar semuajenis kerusakan yang pada jembatanserta lokasinyake pusat data. Foto keruiakan besar biasanyi {itequ! diambil.Personilpemeliharaan jembatanharus belajar laporandan foto ini sebelum jembatan sendiri memeriksa itu untukmerencanakan pekerjaan yangdiperlukan. 5.4 Pemeriksaan Rutin Pemeriksaan dilakukan rutin setiap tahununtukmenjamin tidakadanya yangtidak sesuatu diharapkanterjadi muncul pada tahun sebelumnyadan untu( memeriksabahwa pemeliharaan rutin dilaksanakan secara efektif. Tujuan dari pemeriksaan rutin adalah memeriksa hasilpemeliharaan dan menentukan rutin tindakan darurat agarjembatan layak danaman.Hasilpemeriksaan inijugadilaporkan pusat rutin ke data. 5.5 Pemeriksaan Khusus Pemeriksaan khusus akan dimintaofeh pemeriksa selama pemeriksaan detailjika oleh pemeriksa dirasa masihada kekurangan dalammenentukan kondisijembatan ini.Halini CH mungkin karena kekurangan sumber dayaterlatih atauberpengalaman menilai untuk dengan yakin kondisi jembatan. Pemeriksaan khususdapatlugi Oimulai oleh IBMS-MIS selama proses skrining. 5.6 PemeriksaanSekilas Pemeriksaan sekilas merupakan pemeriksaan visual singkatterhadapjembatan,yang biasanya berhubungan pemeriksaan jalan. dengan Pemeriksaan sekilas inidapat dilakukan personil pemeliharaan oleh untuk: a) Memeriksa jembatan apakah struktur masih amanuntuk dilalui olehlalu-lintas. b) Memeriksa keselamatan struktur secara keseruruhan terpadu. dan c) Memeriksaapakah timbul suatu kondisi yang tidak biasa yang membutuhkan penyelidikan, pemeliharaan penanganan atau darurat lebihlanjut. Di dalamProsedur Pemeriksaan Jembatan, jembatan setiapkomponen elemen dan diberi nomor danditentukan dalamLevelHirarki-nya. Pelaksanapemeliharaan yang melaksanakan pemeriksaan sekilas biasanya hanya memeriksa kondisi komponen dan elemen utama yang terdapat pada daftar T a b e1 1 . l

1 9- 1 3 0

Tabel11 Elemenyang diperiksapadapemeriksaan Sekilas No. Uraian

2.200Daerah aliran sungai Tanah / timbunan 3.210Daerah aliran sunqai pengaman 3.220Bangunan 3.230 Tanah timbunan 2.300Bangunan bawah 3.310 Fundasi 3.320Kepala Jembatan/pilar 2.400Bangunan atas 3.410Sistem Gelagar pelat 3.420Jembatan
3.430 Pelenqkuno 3.440 BalokPelenqkunq

2.800 Gorong-gorong

3.450Ranqka 3.480 Gantuns 3.500Sistem lantai 3.600Sambungan muai siar 3.610 Landasan/perletakan 3.620Sandaran pelenokap 3.700Banqunan persegi 3.801Gorong-gorong
pipa 3.802Gorong-goronq

20 - 130

Tabel{2 Elemen yang Diperiksa


KODE
LEVEL 1

KODE 2.200

LEVEL2
Aliran

KODE 3.210 3.220

LEVEL 3

KODE

LEVEL 4 Tebing Sungai Aliran Utama Air Daerah Genanoan Baniir Krib/Pengarah Sungai Arus Bronjong Mattresses dan TaludBeton Pasangan BatuKosong TurapBaja Sistem Fender Dinding Penahan Tanah Penqamanan dasarsunoai Timbunan Oorit DrainaseTimbunan Lapisan Perkerasan PelatInjak TanahBertulano TiangPancang Pondasi Sumuran Pondasi Lanosuno
Kepala Tiang Pilar Dinding/Kolom Dinding Penahan tanah (Kepalajembatan) Tembok Sayap Balok Kepala Balok Penahan Gempa Drainase Dindino

Jembatan

3.230

2.300

Bangunan

3.310 3.320

4.21',| 4.212 4.213 Bangunan 4.221 4.222 4.223 4.224 4.225 4.226 4.227 4.228 Tanah 4.231 4.232 4.233 4.234 4.235 Pondasi 4.311 4.312 4.313 Kepara 4.321 Pilar 4.322 4.323 4.324 4.325 4.326 4.329
Rangka 4.46'l 4.462 4.463 4.464 4.465 4.466 4.467 4.468 4.469 4.470 4.471 4.472 4.501 4.502 4.503 4.504 4.506 4.507 4.508 4.509 4.601 4.602 4.603 4.604 4.611 4.612 4.614 4.615

Aliran

2.400

Bangunan

3.450

3.500

3.600

3.610

3.620

2,700

Perlengkapan 3.700

Batang atas tepi Batang bawah tepi Diagonal Batang Batang Vertikal lkatan AnginAtas lkatan AnginBawah Diaphragma Gelagar Melintang. Transom SambunganPelatBuhul / Baut Batang Tengah Batang Diagonal Kecil t'rstem Gelagar Memanjang Lantai Lantai PelatLantai PelatBajaBergelombang BalokTepi Trotoir Kerb / PipaCucuran Drainase Lantai LapisPermukaan Siar Muai SiarmuaiBaja SiarmuaiBajaProfile SiarmuaiKaret Sambunoan LandasarV Perletakan Baja Perletakan Karet Bantialan Mortar/Pelat Dasar BautPenqikat Sandaran 4.621 TiangSandaran 4.622 Sandaran Horizontal 4.623 Penunjang Sandaran 4.624 ParaDeuTembok Sedada Bangunan 4.701 Batias-batias ukuran Pelengkap 4.711 Rambu-rambu tandadan tanda 4.712 Marka Jalan 4.713 Papan Nama 4.7't4 Patung 4.721 Lampu Penerangan 4.722 TiangLampu 4.723 KabelListrik 4.731 Utilitas 4.74"1 Median

21 - 130

5.7 Peralatan yang Digunakan untuk pemeriksaan Beberapa peralatan yang digunakan untukPemeliharaan (lihatlampiran) Jembatan antara lain: A. UnitMobil, terdiridari : 1. Truk 2. TangkiAir 3. BoksAlumunium 4. Pompa Air B. Sumber DayaListrik, terdiri dari: 1. Generator Listrik kVa 10 2. PTO(Power TakeOff) 3. BoksPanel C. Kelengkapan Kerja,terdiridari: 1. Helmpengaman 2. Kacamatapengaman 3. Pakaian Kerja(Tahan Air) 4. SabukKeselamatan D. UnitAlatPemeliharaan, terdiridari : pressure)150 1. AlatSemprot (Water Bertekanan bar 2. MesinPotong Rumput 3. Selang Panjang. 4. KabelRol 5. Noselsemprot panjang (Spray Gun) E. UnitPengecatan, terdiridari : 1. Kompresor 2. Sprayer 3. Kuas F. UnitAlatKontrol, terdiridari : 1. Palubesi 2. Torque (Kunci Wrench Momen) G. AlatBantu Kerja, terdiridari : 1. Tangga Alumunium 2. Sekop dan cangkul 3. Sendok Semen 4. PitaUkur(5 m & 50 m) 5. AlatUkurdigital 6. Pengukur LebarRetak 7. Lampu Senter 8. TaliPlastik 9. SikatBaja. 10. SabitPemotong 1 1 . Go l o k 12. Ember Plastik 13. TangJepit& Pemotong 14. Obeng(ScrewDriver) 15. Linggis 22 - 130

16. Trolidorong 17. KeretaDorong 18. SapuPembersih


H. TandaPengaman Kerja,terdiridari:

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kerucut (Traffic Cone) Rompi Kerja Papan Peringatan Rambu Peringatan PitaKuning Bendera

t . UnitAlatPenggantung, terdiri dari:


1. 2. 3. 4. Tangga Penggantung Rantai Pengikat Rantai Lampu Penerangan

J . Monitoring, terdiri dari:

1. 2. 3. 4.

pC) Komputer Portabel(Laptop Kamera digital Kamera Video(Handycam) AlatTulis

Gambar8 BentukTipikalMobitKendaraan Pemeliharaan Kompresornya dan 23 - 130

Pemeliharaandan Rehabilitasi Kerusakan Jembatan CH

DalamSistemManajemen Jembatan (BMS),Pemetiharaan Jembatan mencakup jenis tiga pekerjaan yaitu a) Pemeliharaan Rutin b) Pemeliharaan Berkala c) Rehabilitasi Perbaikan dan Besar Pekerjaan pemeliharaan dilakukan agarjembatan tetapberfungsi sesuaidenganmasalayan yang direncanakan. Perbaikan kecilyang bersifat daruratkadang-kadang diperlukan agar jembatan penanganan makaperlu tetapaman.Selama ini, dilakukinpembitasan kecepalan kendaraan yangmelewatijembatan, lalulintas agar dan pekerja aman. 6.1 Pemeliharaan Rutin 6.1.1 mum U Pemeliharaan Rutinpadadasarnya jembatan menjaga dalamkeadaan seperti semula dan mencakupbeberapapekerjaan yang berulang, yang secara teknis cukup sederhana. Pemeliharaan harusdimulai rutin padawaktujembatan selesai dibangun masih fiembatan dalamkeadaan baru)dan dilanjutkan jembatan seumur tersebut. Hallni merupakan suatu pengalokasian yangefektif dana dalam pemeliharaan. hal Pemeliharaan RutinJembatan biasanya dimasukkan pemeliharaan dalampekerjaan rutin jalandandilaksanakan bersamaan pemeliharaan jalaniersebut. dengan rutin pekerjaan Lingkup pemeliharaan jembatan rutin adarah sebagai berikut: a) Pembersihan secara umum, b) Membuang tumbuhan dansampah, liar c) Penanganan kerusakan ringan drainase, d) Pengecatan sederhana, e) Pemeliharaan permukaan lantai kendaraan.

6.1.2Pelaksanaan Pembersihan Jembatan harusdibersihkan denganbaik/tepat untukmenjamin bahwapenumpukan kotoran tidakakan menyebabkan jembatan kerusakan jembatan elemen atau secarakeseluruhan di kemudian hari. pembersihan Kegiatan mencakup: a) Membersihkan tanah,kerikil, pasirdan sebagainya tempat-tempat seharusnya yang dari tidakadadanyangmungkin, pengaruh yangmembahayakan mempunyai i) Semua drainase ii) Lantaidan sambungan siar-muai iii) Daerah perletakan/landasan sambungan sekitar dan siar-muai iv) Semua komponen yangmenahan rangka kotoran sampah dan v) Tiangsandaran sandarannya dan vi) Gelagar melintang 24 - 130

vii)lkatan anginhorisontal padagelagar viii)Sayap dan diafragma yangberbentuk rangka pendukung ix) Kabel jembatan padapilon gantung x) Bagian atasbalokkepala xi) Lubang jembatan suling-suling kepala di xii)Pembersihan sampah-sampah masih yang sedikit bagian di aliran sungai b) Pembersihan tumbuhan terutama liar, padadaerah perletakan/landasan sambungan dan siar muai,padadindingbatuataubetondan sekitarstruktur kayu.Pembersihan tersebut padadaerah harusdilakukan kurang lebih3 (tiga)meterdari setiap sisijembatan. Pada setiappekerjaan pembersihan harusdiingat pengaruh yangmungkin adanya terjadinya erosiyangdisebabkan pembabatan oleh yangada. tumbuhan c) Membersihkan/mencuci tandatandalalu lintas,papan nama jembatandan sandaran yangdicat. Padaumumnya kegiatan tersebut atas dilaksanakan di denganmenggunakan sapu atau sekop.Untukmembersihkan tumbuhan dapatdipakaiparangpembabat, kapakdan/atau gergaji. Pembersihan pada elemen-elemen jembatansepertitercantum biasanya dilakukan pada Tabel 13. 6.1.3Pengecatan sederhana Pengecatan-pengecatan sederhana atausedikitpadasandaran dan parapet tercakup dalam pemeliharaan rutin. pelindung Umurlapisan tersebut tergantung beberapa dari faktor
a) Ketebalan (ataugalvanisasi) cat b) Keberadaannya terhadap udaralautataubahan kimialainnya c) Keberadaannya terhadap atauadanya air (padasambungan uap air yangterjebak dan

sebagainya).

Dayatahansistem pelindung ini padaumumnya lapisan baja : a) Permukaan yangdigalvanis dengan carahot-dipped dapatbertahan sekitar15 -20 tahun - 15tahun b) Permukaan yangdicat(dipabrik) dapatbertahan sekitar 1o yangdicat(di lapangan) c) Permukaan bertahan sekitar tahun. 10 d) Pengecatan palinglamaadalah ulangbiasanya yangpaling sekitar - 10 tahun(tetapi 7 baikadalahantara5 - 7 tahun), dan hal ini disarankan jembatan-jembatan bagi rangka bajayangdipasang Indonesia. di Siklus waktutersebut mungkin harusdikurangi apabila jembatan tersebut beradapadadaerahpantai.

25 - 130

Tabel 13 Elemen-elemen yang Memerlukan Pembersihan Daftar elemen No. Uraian 3.210Aliran sungai 3.230Tanah timbunan

No. Uraian 2.200Aliran sungai / timbunan

No. Uraian 4.211Tebing sungai jalanpendekat 4.231Timbunan (oprit) 4.232Drainase-timbunan


4.233 LapisanDerkerasan

2.300Bangunan 3.320Kepala jembatan / bawah pilar 3.450Rangka 2.400Bangunan atas 3.500Sistem lantai 3.600Sambungansiar / mu a i 3.6'10 Perletakan 3.700Bangunan pelengkap

penahan 4.323Dinding tanah / kepala iembatan 4.324Dindinq/tembok savao 4.325Balokkepala 4.329Drainase dindinq 4.462Batanq tepi bawah jalurroda 4.505Papan kendaraan 4.506Trotoir/kerb 4.507Pipacucuran 4.602Sambungan bajaprofil 4.611Perletakan baia 4.711Rambu-rambu dan tanda{anda 4.713Papan nama 4.714Patunq peneranoan 4.721Lampu 4.722Tianolamou

2.800Goronggorong

3.801Goronq-qorono oerseoi pioa 3.802Goronq-qorono 3.803Gorong-gorong pelengkunq

6.1.4 Penanganan kerusakan Yangtermasuk dalampekerjaan penanganan adalah karatdan keropos kerusakan pada dan permukaan jembatan rangka baja Callender (CH). Hamilton KERUSAKAN 301 Penurunan Mutu Lapisanperindung Terhadap Karat Penurunan mutulapisan pelindung karena : a) Umur b) Lingkungan yangmemungkinkan terjadinya karat c) Lapuk d) Kecelakaan e) Penanganan yangburukpadawaktuawal. 0 Kekerasan/tanganjahil 26 - 130

CARAPENANGANAN : Penanganan pelindung akansangat lapisan pada: baja tergantung a) Besarnya masalah b) Lingkungan c) Tersedianya produksi sumber-sumber pelindung lapisan pelindung d) Jenislapisan yangsudah ada Pertama-tama harusdilakukan pembersihan dengancara mencuci dan menyikat dengan menggunakan salahsatudariyangdiuraikan berikut : ini a) Sikatkawatyangdapatberputar secaramekanis pneumatik b) Alatpenembak runcing c) Pembersihan dengan teknikpemanasan api d) Pembersihan dengan sikatkombinasi dengan semprotandi rapangan e) Pembersihan dengan sikatkombinasi dengan semprotandi bengkel SistemPengaplikasian Cat Catdapat diaplikasikan dengan menggunakan : a) Kuasdigunakan untukpekerjaan pemeliharaan rutin b) Penyemprotan udara- untukpekerjaan menengah c) Penyemprotan denganhampaudara baik digunakan untuk pekerjaan besar dimana bidang dataryangakandicatberupa permukaan yangcukupluas Sistem Pengecatan Untuk yangnormal lingkungan : a) Lapisan 1 : 40 mikron, dasaralkydsincchromate ke cat b) Lapisan 2 : 40 mikron, ke lapisan dasaralkyd c) Lapisan 3 : 35 mikron, ke lapisan enamelalkyd d) Lapisan 4 : 35 mikron, ke lapisan enamel alkyd Ketebalan lapisan kering cat akhirminimum mikro 1S0 Untuklingkungan yang agresif,sepertipada daerahlingkungan berairasin maka sistem jenis pengecatan lainyangharus dipakai. Disarankan agar lapisandasar epoxy mempunyai ketebalan minimum150 mikronpada permukaan bajayangsudahdibersihkan sebagaimana diuraikan diatasdan satuataudua lapisanchlorinated rubber masing-masing denganketebalan100 mikron dan 125 mikron pemakaian padalingkungan untuk berair asin. 6.1.5 Pemeliharaan Permukaan Jalan jalan terdiri dari penambalan Pemeliharaan permukaan lubang-lubang dan perbaikan kerusakan lapisan padajembatan jalanpendekatnya. hal ini padadasarnya aspal serta Dan merupakan kelanjutan pekerjaan jalan. pemeliharaan dari

27 -130

6.2.

Pemeliharaan Berkala

6.2.1 Umum Pemeliharaan berkalamencobauntuk mengembalikan jembatanpada kondisidan daya layanyangdipunyai atauyangseharusnya dipunyaijembatan pembangunin segera setelah dan mencakup kegiatan bawah : tipe di ini pemeliharaan a) Kegiatan yang dapatdiperkirakan, padatenggang dilakukan waktuyang direncanakan b) Perbaikan kecil pemeliharaan dapatdiperkirakan Kegiatan yang mencakup hal-hal sebagai berikut: a) Pengecatan ulang permukaan b) Pelapisan aspal c) Pembersihan menyeluruhjembatan d) Pemeliharaan peletakan/landasan e) Penggantian muai(sambungan muai) siar siar Perbaikan kecilmencakup hal-hal berikut ini: a) Perbaharui bagian-bagian elemen-elemen dan kecil pegangan b) Perbaiki sandaran pagarpengaman dan c) Jalankan yang bagian-bagian dapatbergerak d) Perkuat bagianstruktural e) Perbaikilongsor dan erositebing pekerjaan pengalihan aliran 0 Perbaiki sungai 6.2.2 Pemeliharaan Berkalayang Terencana atau dapat Diperkirakan Pengecatan Kembali Pengecatan dilakukan dengan maksud: a) Lindungi bagian-bagian darikorosi baja b) Beritanda padaelemen tertentu c) Arahkan lalu-lintas d) Lindungi beton darilembab Elemen-elemen dalamTabel 14 biasanya pengecatan. memerlukan Elemenlevel3 yang padadaftar terdapat termasuk semua elemen levet yangberhubungan. 4 Penggantian LapisanAspal Permukaan jalanpadajembatan permukaan Lapisan penggantian memerlukan secara berkala. Permukaan aspal yang berada di atas lantai baja atau lantai beton akan tahan sekitar 5 tahun sampai 8 tahun sebelummemerlukan penggantian. Lapisanaspal permukaan sebaiknya dikupas terlebih duludari lantaisebelum yang barudipasang. lapisan Ketebalan lapisan aspaltidakbolehmelebihi mm. Disarankan 50 memakai HRSsetebal mm atau 30 dengan lapisan semen tahanausdankedap air. 28 - 130

Tabel14 Elemen yang Memerlukan Pengecatan


DaftarElemen No. Uraian No. Uraian

2.300 Bangunan bawah

Fundasi 3.310 jembatan/ pilar 3.320 Kepala


3.610 Landasan/Perletakan 3.410Sistemgelagar 3.450Rangka

gantung 3.480 Jembatan 2400 Bangunan atas 3.500Sistem lantai 3.600 Sambungan muai siar 3.620 Sandaran pelengkap 3.700 Bangunan

Pembersihan Utama Pembersihan utama suatu strukturakan memerlukan pembersihan yang memakaisistem pembersihan dengan air bertekanan tinggi, lebih disukai apabitaalat tersebutdapat dipindah-pindah dengan truk. Daya tekan semprotan tersebutdisarankan mempunyai tekanan hingga 35.000 kPa. Volumepekerjaan pembersihan tidak selalusama antarajembatanyang satu dengan jembatan yang lain tetapi pada umumnya, pembersihan mencakup bagianluar gelagar, sayapgelagar dimanabanyakkotoran yangmenumpuk, perletakan/landaian dudukan dan bagian yangtidakdapat lain padawaktudiadakan terjangkau pemeliharaan rutin. Jenispekerjaan mungkin ini memerlukan tangga/perancah sebaiknya pekerja dan kelompok pemeliharaan dilengkapi ini dengan tangga. Landasan/perletakan Landasanharus dibersihkan dengan baik dari tumbuh-tumbuhan, lumut dan kotoran. penyikatan penggosokan Pencucian, dan hendaknya difakukan apabila diperlukan. Jenislandasan yang bergerak sebaiknya diberipelumas setiap3 tahunsekalidan banyak jembatan yangmemerlukan jenispekerjian tanggaatauperalatan lainnya untukmelakukan ini. 6.2.3 Perbaikan ringan Umum Elemen-elemen pada Tabel 16 pada umumnya perbaikan memerlukan sederhana/ringan. Tabel15diperlihatkan halaman pada berikut ini. Penggantian Bagian-bagian Kecil Penggantian bagian-bagian kecil dilaksanakan apabila diperlukanagar bagian-bagian kecil/sekunder tersebut dapatkembali berfungsi sebagaimana mestinya. 29 - 130

Kegiatan penggantian mencakup semuabagiankecil/sekunder, yangdapat bagian-bagian padaelemen diganti adalah sepertidalam Tabel15 Tabel15 Penggantian Bagian-bagian Kecil DaftarElemen Uraian 3.500SistemLantai 3.600Sambungan lantai 3.610Landasan perletakan / Uraian 4.507Pipacucuran 4.603Sambunqan muaikaret siar 4.611Perletakan baia 4.612Perletakan karet 4.711Rambu-rambu Tandadan tanda
4 . 7 1 3P a p a nN a m a

3.700Bangunan Pelengkap PelatKopelyang hilang dan bautyanqhilanq buat

4.714 Patuns 4.721Lampu Peneranqan

Membersihkanlmemperbaiki Bagian-bagian yang Bergerak Bagian-bagian yang bergerakperludibersihkan atau diperbaiki agar bagiantersebut tetap dapat berfungsidengan baik. Agar bagiantersebuttetap dapat berfungsidengan baik biasanya yang teraturdenganjenis gemuk berat setetahdiblrsihkan diberi pelumasan terlebih dulu. 6.3 Rehabilitasi Dan Perbaikan Utama Rehabilitasi terhadap kerusakan bahandan elemen padaBab6 dan Bab7 akandijelaskan dan perbaikan utamajembatan perkuatan dengan padaBab 8 dalambuku akandijelaskan Pedoman ini. 6.4 Perbaikan DaruratDan Penanganan Sementara 6.4.1 Umum Perbaikan daruratpadahakekatnya yangtak terduga. merupakan kejadian Sehingga sangat penting apabilapadasetiappropinsi tersedia yang sumber-sumber diperlukan untukdapat bertindak secaracepatdan pastibilaterjadikeadaan darurat. Perbaikan daruratdapat berbentuk dari yang palingsederhana yaitu perbaikan sandaran jembatanyang rusak atau pemasangan jembatansementara diatasjembatanyang runtuh akibat banjir yangberlebihan. ataubeban Karenadana pemeliharaan jumlahnya, seringkali terbatas maka biasanya diprioritaskan jembatan-jembatan untuk pemeliharaanberkala, rehabilitasidan perbaikan atau penggantian. dapatdihindari Tak jembatan bahwabeberapa pada tidakakantetapberada tingkatkemampuan yang diinginkan hinggadiselesaikannya perbaikan tindakantindakan dan mungkin pekerjaan suatubentuk sementara dibutuhkan untukmempertahankan struktur tersebut tetap dapat dipakaiwalaupun pada tingkatyang lebih rendah. kemampuannya Penanganan sementaratersebut dapat berupa pembuatanpengaku sementarabalok, menopang balokpadasaatpengerjaan struktur yangsamaatau sementara, padafokasi baik berdekatan yangsudahada. denganstruktur 30 - 130

Tabel16 Elemenuntuk Perbaikan Sederhana Uraian Daftar Elemen Uraian 3.210 Aliran Sungai Uraian
4.211Tebing ungai S

4.212 Aliran Utama Air


genangan 4.213Daerah baniir 4.221 KriblPengarah Arus Sunqai

4.222Bronjong Matras dan 2.200 3.220 Aliran Sungai/ Bangunan Pengaman Tanah Timbunan 3.230 Tanah Timbunan
4.223Talud Baton 4.224 Pasangan Batu Kosonq

4.225 TurapBaia
4.226 Sistim Fender 4.227Dindinq Penahan Tanah 4.228Pengamanan dasarsunoai 4.231TimbunanJalan Pendekat

4.232 Drainase Timbunan 4.233Lapisan Perkerasan


4.234PelatIniak

4.235 TanahBertulans 2.300 Bangunan Bawah 3.230 Kepala Jembatan / Pilar


4.322 PilarDindins/Kolom 4.323Dinding Penahan Tanah/ Dinding TembokSayap(KepalaJembatan) 4.324Temboksayap 4.329 Drainase dinding 4.504BalokTepi 4.505JalurRodaKendaraan

3.500 Sistem Lantai

4.506 Trotoir/ Kerb


4.507PipaCucuran 4.508Drainase Lantai 4.509Lapispermukaan 4.601Sambunqansiarmuaibaia /

3.600 Sambungan Lantai

2.400 Bangunan Atas

3.610 Landasan / Perletakan

4.602 Sambungan muaibaiaorofil / siar 4.603 Sambungan muai / siar karet 4.604 Sambungan-sam bungan 4.611 Perletakan Baia 4.612 Perletakan Karet
4.613Perletakan Pot

4.614 Bantalan Mortar/Plat Dasar


4.615BautPengikat 4.621Tiang Sandaran

3.620 Sandaran

4.622 Sandaran horisontal


4.623Penuniang Sandaran 4.624ParapeUTembok Sedada

4.701 Batas-batas ukuran 3.700 Perlengkapan


4.711Rambu-rambu Tanda-tanda dan 4.7'12 Marka Jalan 4.721Lampupenerangan 4.722TiangLampu

4.723 KabelListrik 2.800 Goronggorong


perseqi 3.801Gorong-gorong pipa 3.802Gorong-gorong pelenqkuno 3.803Gorong-gorong 4.731Utilitas

31 - 130

6.4.2 Jenis-ienis Penanganan Penanganan sementara harusdilaksanakan jembatan dalamhal kerusakan disebabkan oleh kecelakaan, untukmenjamin keselamatan struktur sendiri pemakaijalan. itu dan Penanggulangan darurat dapatmencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut: padabagian a) Perbaikan awalpagarpengaman b) Pembuatan penahan bangunan tanahuntuk menahan timbunan sebagainya. dan c) Perbaikan pengamanan bangunan aliran sungai d) Pembuatan pembatasan sementaralainnya atau mengalihkan lalu-lintas jatan ke alternatif jembatan e) Pemasangan sementara komponen 0 Penggantian Penanganan sementara dapatmencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut: penyangga a) Membuat sementara bagian gelagar dari bawah b) Penambahan untukmemperkuat baut komponen c) Penambahan pancang tiang padatiangpancang yangsudah ada d) Memasang bangunan sementara yangsudahada gunamemindahkan diatasbangunan beban bangunan yangada. atas

7. Tata Gara Pemeliharaan dan Rehabilitasi Kerusakanyang Berhubungandengan Bahandan Elemen Umum Bagian menguraikan ini mengenai caraatauprosedur pemeliharaan pemeliharaan tata rutin, berkala dan pekerjaan rehabilitasi yang berhubungan dengan jenis bahan dan kerusakannya, seperti padaPanduan telahdijelaskan Pemeriksaan Jembatan. pemeliharaan perbaikan Prosedur jenis kerusakan dan dibagidalam beberapa sebagai berikut: a) Elemen dengan bahanpasangan ataubata batu b) Elemen dengan bahanbeton c) Elemen dengan bahanbaja d) Elemen denganbahankayu Uraianmengenai perbaikan cara-cara mengikuti sistempenomoran elemendan kerusakan seperti dijelaskandalam buku PanduanPemeriksaan jembatan,dan demikianjuga penilaian mengenai kondisi.

32 - 130

7.1.

ElemenDenganBahanPasangan Batuatau Bata

Terdapat masalah tiga utamayangharusdiperhatikan jembatan sehubungan dengan yang pasangan memakai bahan batuataubata: a) Penurunan mutudan retak b) Permukaan pasangan yangmenggembung c) Hancur atausebagian batu atau batahilang Sebelumdiadakanperbaikankeretakan pada pasanganbatu atau bata, harus diketahui terlebihdulu apa yang menyebabkan keretakan dan apakahpergerakan serta keretakan tersebut disebabkan adanya oleh padastruktur suatupenurunan tersebut. Pada umumnya, pada pasangan keretakan batu atau bata dimulaidari adukandan hal tersebut dapatdenganmudahdiatasi. Konstruksi denganbahanpasangan batu atau bata seringkali penurunan mengalami mutu akibathujandan atauataupengaruh panasataudingin. Adukanpadapasangan batuatau batadi antara batuataubatabiasanya lemah dibandingkan dengan batuataublta itusendiri danseringkali terjadi dengan cepat. Perbaikan konstruksi denganbahanpasangan batuatau batajuga diperlukan apabila ada sebagian batuatau bata hancuratau hilangakibatbergeraknya pilaratau kepalajembatan, dinding. 7.1.1. KERUSAKAN - Penurunan 101 Mutuatau RetakPadaPasangan Batuatau Bata CARAPENANGANAN : Penurunan Mutu Batu Batudapatmengalami penurunan mutudikarenakan mengandung yang mineral sekunder tinggi padaalamyangterbuka. danberada yangmengalami B.atu penurunan mutuharusdiganti denganbatuyang mutunya baikdan padabagian ditempatkan yangseharusnya. Batuatau bata yang mengalami penurunan mutu dapatdiperbaiki denganmemahat atau mengambil semuabagianyang sudahrapuh,sehingga membentuk suatupermukaan lalu dibersihkan dengansikat dan air. Bagianpermukaan tersebutkemudian dilapisi dengan lapisan adukan semen. Lubang-lubang mempunyai yang kedalaman lebihdari50 mm harus diisi denganadukanbetonsebelumdilakukan pemelesteran. yang baru tersebut Plesteran sedapat mungkin dijaga paling agartetaplembab sedikit hari. 3 Penurunan MutuAdukanatau Spesi Adukan atauspesidapatmengalami penurunan mutuakibatwaktu,lapukkarena erosiair, yangrendahsewaktu sertakualitas pengerjaannya. pada adukanatau spesi(biasanya Pelapukan pada bagiandimanasungaiatau air hujan terusmengalir diataspermukaannya) retakatauadukan yangjelek,harusdipahat dan atau dibersihkan hinggamencapai paling kedalaman sedikit10 mm sampai mm dan adukan 20 yangbarudibuat dengan kualitas lebih tinggi(1 bagian pasir). semen dengan bagian 3 33 - 130

KeretakanPadaPasanganBatu atau Bata Keretakandapat terjadi pada bagian batu atau pada bagian adukan atau spesi yang mengikat batu. Keretakan seringkali terjadi setelahtimbul pergerakan pada pilar, dindingpenahan tanah jembatan. ataukepala Tabel17 NilaiKondisiPasangan Batuatau Batadan Penanganan yang Direkomendasikan Nilaikondisi < NilaiKondisi 3 = NilaiKondisi 3 Penanganan vanqdirekomendasikan pengamatan Hanya Lepaskan batuyangretakdan bersihkan adukan ataubetonyangretak,laluganti dengan yangbaru. Pekerjaan bahan ini padaPemeliharaan dilakukan berkaladan Perbaikanringan. Keretakan mungkin ini akibatpergerakan pemeriksaan bangunan bawah. Lakukan jenispenanganan khusus untukmenentukan secaramenyeluruh. yangcukup Pekejaan besarini dilaksanakan dalamProgram Rehabilitasi.

> NilaiKondisi 3

Harysdiperhatikan diperlukannya sokongan ataupenyangga karenaadanyabebandari atas ketikadilakukan pemindahan atauadukan batu yangretak. pasangan Permukaan batu atau bata yang lama harusbenar-benar menjadi. satu dengan permukaan yangbaru.Haltersebut dilakukan dengan : a) Bersihkan dan kasarkanpermukaan yang terbukaagar mudahterjadisuatu daya cengkram permukaan dengan baru. permukaan b) Basahkan yanglamadan lapisi dengan lapisan semensebagai air dasar penempatan yangbaruatau, bahan c) Gunakan bahanperekat perekat seperti epoksi. 7.1.2. KERUSAKAN - Penggembungan 102 atau PerubahanBentuk dari Pasangan Batu atau Bata Perubahanbentuk atau penggembungan dapat terjadi pada luas sampai dengan I meterpersegidan mudahuntukditangani sepertidihdingpenahan tanahdan tem6ok sayap. Penggembungan yang besar dan perubahan bentukdapat terjadisepertipada dinding jembatan kepala ataupilar.

34 - 130

CARAPENANGANAN : Penggembungan yang Sedikit Penanganan secara umumadalah sebagai berikut : a) Lepaskanpasanganbatu atau bata yang rusak, periksaapakah terdapattanah yangjenuh air atau tidak padatdibelakang timbunan dindingpasangan batu atau bata, pasangan b) Gantilah batuataubatayangrusakdengan jenisbahanyangsetara atau samadengan aslinya dalamukuran dan bentuknya. Yakinkan bahwa terdapat cukup lubang saluran di sepanjang air dinding. c) Hubungan antarapermukaan lama denganbaru harusditangani denganbaik dan terikat dengan baik seperti diuraikanpada bagian "Cacat pada Beton" (lihat Kerusakan 201) Perubahan Bentukatau Penggembungan yang CukupBesar Perubahan bentuk atau penggembungan yang cukup besar memerlukan pemeriksaan khusus jenis untuk menentukan penanganan jembatan. secara keseluruhan 7.1.3. KERUSAKAN - Pecahatau Hilangnya 103 BahanPasangan Batuatau Bata Penanganan secara umumadalah sebagai berikut: a) Gantilahbagian yang hilang atau pecah tersebutdengan bahan sepertiyang disebutkandalam spesifikasi atau setara dengan aslinya dalam bentuk dan ukurannya. b) Bilamana bagianhilang perludiganti tersebut yangdibangun dengan kembali, maka hubungan bagianyang lama denganyang baru harusditangani sepertidiuraikan dalamPerbaikan pasangan batuataubatayangretak(lihatKerusakan 101).

Gambar9 ElemenPasanganBata pada ParapetJembatanyang Pecah atau Hilang Apabilaterdapat penggantian bagian dinding pasanganbatu atau bata, maka penting penyediaan diperhatikan lubangsaluranair dindingguna pengurangan tekananair yang dapatmenyebabkan kerontokan lebihlanjut.

35 - 130

7.2.

Perbaikan ElemenBahanBeton

Terdapat macam jenis betonyangberbeda tiga yangdipakai untukkonstruksijembatan : a) Betontak bertulang b) Betonbertulang c) Betonprategang pada bagiangelagar biasanya jembatan. didapati llemen denganbahanbetonpratekan Perbaikan pada pemeliharaan hanyadibatasiuntuk bahan beton.Jadi-uniuk perbaikan bahan pratekan beton akanditangani penanganan seperti bahanbeton. Apabilabagiankabelprategang betonpratekan terlihat, laporkan segerakepadapengawas jembatan yang bertanggungjawab dan segera lakukan pemeiiksaan' khusus untuk jenis menentukan kerusakannya. Banyak yangtimbulpadabetonbertulang masalah yangdisebabkan olehair dan udarayang merembes masukke dalam betonyang menyebabkan berkaratnya besi tulangan. da; Aii udarajuga dapatmembawa kimiake dalambetonyang dapai merusakbetondan atau zat ataumenyebabkan besitulangan lebihcepatberkarat (misalnya asin,sulfat). air Caraterbaikuntukmelindungi betonbertulang adalahmenjaganya sekering mungkin dan mencegah terjadinya keretakan. Padaumumnya yangkedapair atausuatulapisan cat tipistidakdiperlukan untukbetonyang berkualitas dan dapatmelindungi tulangan baik besi dengancukupbaikjika selimut beton mempunyai ketebalan minimum mm sampai mm untuk 30 pantai. 50 daerah Biasanya banyak digunakan plesteran permukaan untukmelindungi beton. Jikahaltersebut dikerjakan dengan baikdantepat,makahalitudapatmerupakan perlindungan suatumetoda yangefektif.

7.2.1. KERUSAKAN - GacatpadaBeton 201 Cacatpadabetonmencakup masalah-masalah sebagai berikut: a) Gompal beton b) Betonkeropos c) Betonyangberongga d) Mutubetonyangjetek e) Betonyangtidakpadat CARAPENANGANAN : a) Buang atau lepaskansemua bagianbeton yang lepas dan rusak sampaibagian yangbaikterlihat dalamkeadaan beton dan bersih. b) Usahakan membersihkan betonsampaiD 15 mm di belakang besi tulangan agar didapat yangbaik. ikatan c) Bersihkan semua karatyangadapadabesitulangan d) Kaitkan ataulkatkan besitulangan yangbarujika didapat yang bagian besitulangan diameternya hilanglebihdari20 o/o. e) Pakailahbahan perekatpada permukaan yang kering denganbahan yang dapat disetujui. dan betonbaru untukmendapatkan 0 Pasanglah bentuklah selimutbetonyangsesuai asalnya dengan menggunakan yangdisetujui. bahan 36 - { 30

Gambar menunjukkan 10 langkah-langkah perbaikan dalam beton.


PERBAIKAN BETON
LqNGKAH1 Bukoloh semuo besi tulongon yong .berkorot (pohot/buon9) bogion beton yong jelek dlngdn pilu don poiiot
L u b o n g okhir

ujung .Tulongonyong berkorot Tulongon yong tidok bErkorot Minimum 20mm 1Smm pohot somDoi booi ohot somooi booion I-ANGKAHII beton yong boik./ar eton vono boik/ner< rKl Keros Bersihkon semuo korot 90n besi tulon esr -[ r^eil usmuq K(lrol dori oest tulonoon don bogion beton yong dopot lepos,de6u,dlldori permukoon beton

l-Al.lGMl{ lll Lindungi permukoon besi tulongon dori korosi dengon meneropkon duo lopisoh pelindung

LAIIGKAHlV Tombol lubong todi dengon mortor perboikon (usohokon tetop lembob selomo J hori)

Gambar80 Perbaikan Beton CATATAN: a) Jika besitulangan tidakterlihat dan hanyasedikit kerusakan beton,makaplesteran saja sudah cukup untuk memperbaikinya. Permukaanharus dibersihkan dan dilembabkan untukmemudahkan pengikatan beton lamadengan betonbaru. b) Jika ketebalan tambalan lebihdari 40 mm, disarankan jaringagar ditambahkan jaring tulangan yang ditempefkan pada permukaanbeton yang lama sebelum dipasangbetonyang baru.Jaring-jaring tersebutakan memberikan daya rekatdan yanglebihbaikpadatambalan kekuatan tadi. c) Disarankanagar menggunakan epoksi beton halus sebagai bahan untuk pembentukan kembali elemen struktur baruyangmempunyai ketebalan melebihi 40 mm ataudimana besitulangan terlihat. yangrusakmencakup Jikabeton permukaan jembatan seluruh jalanyang lantai beton maka terbaik untuk memperbaikinya adalah membongkar yangrusak semua beton tersebut din menggantinya denganbetonbarudengan carasebagai berikut :

37 - 130

a) Semua betonyanglepassekitar yangsudahberkarat padabagian besitulangan dan betonyang jelek harusdibongkar dan besi tulangan dibersihkan kemudian diberi lapisan sebagaimana padabagian dijelaskan ini. b) Kemudian, sisa permukaan dikasarkan tadi denganpahat.Kemudian diborlubanglubangpada lantaibeton lama agar dapat memasukkan kawatangker(diamet6r dicor denganadukankhususdenganjarak dari as ke as ! 1m) yang kemudian 500 x 500 mm. Angkerkhusus sekarang ini sudahterpasang yangkemudian diberi lemepoksiyang sudahdisediakan. c) Kemudian,seluruh bidang diperkuatdengan jaring-jaring tulangan berukuran 5x100x100 mm, dan corkanlapisanbetonbaru yang 6erkualitas dnggi(kekuatan minimum 27,5 MPa) denganketebalan minimum mm (lihatGamUar diatas 50 iOl betonlama. d) Betontersebut harusdipadatkan dengan yangsesuai. vibrator e) Permukaan betonbarutersebut harus diusahakan paling tetip lembab sedikit setama 7 hari. Beton Keropos Perbaikan atau penanganan secaraumumuntukbetonyang keropos dilaksanakan sama padabetonyangrontok. seperti Jikasudahterdapat rembesan lantaibetonakibatbetonyangkeropos, makaharusdilakukan beberapa berikut : hal ini a) Kupaslah lapisanaspal pada permukaan jalan dan bersihkan denganbaik bagian ataslantaibetontersebut. b) Kerjakanpeng-graut-an pada daerahbeton yang berporiatau kurangpadat atau betonyangkeropos. lapisan kedapair di atasdaerahbetonyangkurangpadattadi. g) Berilah d) Kerjakan perkerasan lapisan kembali.
Permukaan betonbaru
Beton mututinggi

5x100x100 bajayangdilas mm Kerblama


8 mm bajajarak angker 50x50 cm

Tebalmin.S cm

5,0 0/o

Permukaan betonlama (setelah dipahat) Besitulangan lama

Gambar91 Potongan Melintang Perbaikan LantaiBeton

38 - 130

Jikasuaturembesan terjadimelewati air penahan jembatan, dinding tanahataukepala hal ini mungkin diakibatkan kurangnya oleh lubang sliuranair dinding atauteisumbatnya lubang saluranair dindingtersebut. Jika lubangdrainase dindingmaia tambahan lubangharui disediakan Hal tersebutakan membebaskan tekananair pori di belakang dindingdan mengurangi penguapan melalui air dindingbeton. Apabila dibuatlubangsaluran tambahan air denga-n caramengebor dinding, makakehati-hatian harus diambil yangtereklos membuka tulangan terhadap korosi. Setiaptulangan yangterekspos harusdilapisi denganfofipori pengisi retak epoksi untuk mencegah korosi.

7.2.2. KERUSAKAN - KeretakanBeton 202 pekerjaan Sebelum perbaikan dimulai perluuntukmenentukan adalah penyebab retak dan yangmengalami bagian keretakan jika tersebut dibuang perlu. pertanyaan Sejumlah harusdijawab yaitu: a) Apakahyangmenyebabkan keretakan ? b) Apakahdidapati pergerakan padakeretakan tersebut? Keretakan dapatdisebabkan oleh: a) Beban yang berlebihan pada elementersebut.Dalam hal ini harus dilakukan perkuatan ataupembatasan yangditerapkan muatan padastruktur. b) Tidaksamanya penurunan yangterjadi. Dalamhal ini, penurunan lebihlanjutharus dicegah perkuatan dengan fundasi. c) Susut, padapelatlantaibeton. terutama d) Kualitas betonyangrendah. CARAPENANGANAN : BagianNon StrukturaldanRetakNon Struktural Jikaretaktersebut lebihkecildari0,5 mm lebarnya : a) Bersihkan retaktersebutdenganmenggunakan sikat dan kemudian ditiupdengan anginyangbertekanan. b) Tutupretaktersebut dengancampuran slurrysemenyangencer. Jlkalebarretakantara mm sampal mm : 0,5 3 a) Bentuklah padabagianretakseperti hurufV sampai kedalaman kurang lebih5 mm kemudian bersihkan bagian tersebut. b) Gunakan perekat atau epoksi yang telah disetujuioleh Direksi yang kemudian padasisibagian tadi. dilapiskan V c) Kemudian tutupbagian tadidengan V adukan semen atauepoksi. ElemenStruktural Jika retak yang ada terus berkembang maka harus dicari penyebabnya kemudian dan penyebab keretakan tersebutharus dihilangkan. Misalterjadinyapada gelagar kereta-kan yangdisebabkan penurunan jalanpendekat adanya pada yangmengakibatkan gaya aOanyl kejuttambahan, atau gelagarbetonyang retakpadadaeiahgaya lintangyang Oiaiibatfin oleh adanya penurunanpada kepala jembatan maka harus dilakukanpenanganan jembatan kerusakan kepala terlebih dahulu.

39 - 130

Jika retak berkembang pada daerahgaya lintangatau momenmaksimum, makaelemen harus diperkuat ataubeban dikurangi.

Gambar102(al Lantai Beton yang Retakdan (b) PerbaikanLantai Betonyang Retak Kriteria-kriteria padaelemenbetonyangfungsinya keretakan struktural dibagimenjaditiga yaitu: bagian Kriteria| : a) Lebarretakberkisar antara0,1 mm sampai 0,25mm dan mencakup daerah kurang dari30%dariluaselemen yangbersangkutan. b) Tidakterjadirembesan atauadanyabocoran air. c) Mutubetonlantaitidak kurang 22,SMpa dari d) Mutubetonpadagelagar, jembatan, tidakkurang kepala pilar dari 17,5Mpa e) Nilaikondisielemen yangbersangkutan adalah 2. Kriteriall : a) Lebarretak kurangdari 2 mm dan mencakup daerahkuranglebih50% dari luas yangbersangkutan elemen b) Tidakterjadirembesan atauadanya bocoran air c) Diperlukan suatuperkuatan yangdisebabkan terjadinya bebanyang berlebihan yang tidakdapatditerima oleh lantaiatau gelagarakibatmutu betonyang tidak sesuai denganpersyaratan d) Mutubetonlantaitidak kurang dari22,5Mpa. e) Mutubeton gelagar, jembatan, tidakkurang kepala pilar dari17,5Mpa. yangbersangkutan elemen 0 Nilaikondisi adalah 3. Kriterialll : a) Lebarretaklebihbesardari2 mm dan mencakup daerahlebihdari 50o/o elemen luas tersebut b) Terjadirembesan atauadanya bocoran air c) Mutubetonlantaikurangdari 22Mpa gelagar, d) Mutubeton jembatan, kurang kepala pilar dari17,5Mpa. e) Nilaikondisi yangbersangkutan elemen adalah atauS 4 perbaikan Prosedur untukmenangani keretakan padajeniskriteria betontergantung masing masing elemen. Jenispenanganan sesuaidengan kriteria adalah sebagiiberikut:

40 - 130

a) Kriteria | - perbaikan keretakan denganmetoda suntikan bahanperekat atauepoksi sehinggabeton dapat berfungsi kembalidan menjadisatu kesatuankembaliserta berfungsi sebagaimana mestinya. b) Kriteria ll - perbaikankeretakandengan menggunakan metoda suntikanbahan perekat epoksiditambah perkuatan dengan untukmenahan gayamomen ataugaya lintangyang tidak dapat ditahanlagi oleh elemenyang OJrsangkutan. pert<uitin tersebutdapat berupapelat baja yang direkatkan ploa-bagian Sawahpelat lantai ataubalok, pelat biasanya tersebut berfungsi untukmenahanlaya momen ataugaya yangberlebihan, lintang perkuatan juga berupJmenamOan tersebut dapat balok-bala atau gelagarpada bagianbawahlantaihal ini disebabkan adanyamomenyang yangtidakdapatditahan berlebihan olehlantai, ini berfungsi hal untuxmempeikecii yangada. bentangan c) Kriterialll - dalamhal ini mutubetonsudah tidakdapatdipertanggungjawabkan lagi, juga lebarkeretakan sudah melampaui yangdapatdiperbaiki, batas sJhingga apabiia 'bersangkutan keadaan terjadimaka betonpada elemenying ini haruJdibongkar untuk kemudiandipasangkembalidengan beton yang sbsuai persyaratan dan ukuran serta bentuknyaseperti aslinyadengan mempertimbangkan sebab-sebab terjadinya keretakan sebelumnya. Apabilaterjadi sambungan intara permukaan beton lama dan beton baru maka hal tersebutdapat ditanganisesuai dengan penanganan kerontokan padabeton dengan Kerusakan 201. Rekomendasi penanganan perbaikan retakdengancara suntikan epoksiadalahsebagai berikut: a) Bersihkan semuajenis kotoran,bekasbetonyang tidak sempurna atau sejenisnya yang menyebabkan terjadinya pada retak denganmenggunalian kontaminasi si(at kawat atau gerinda pada daerah selebarkurang lebih 5 cm sepinlang retakan tersebut. Jika terdapatminyakatau gemukpada bagiantersebutharusdi-bersihkan dengan thinner. b) Pasangkan pipa penyuntik ditengah-tengah permukaan yang retak dengan menggunakan bahan penutup (sea/). Jarak setiap perletakanpipa penyuntik padalebardandalamnya tergantung retak. jalur retakan c) Tutupisepanjang antaraalat penyuntik denganmenggunakan bahan penutup (seal)atau pastaepoksidenganlebar5 cm dan tebal3 mm Oanditunggu sampai mengeras. d) Pasang alatpenyuntik dengan kuatpadapipapenyuntik pompakan kemudian bahan epoksikedalam penyuntik alat dengansuatutekanan yangterteniu sesuaidengan spesifikasi bahan. e) Setelah selesaipenyuntikan bahanepoksimengering dan dalamwaktuyangtertentu, kemudian lepaskan kembali alat-alat suntikan dan bersihkan kembali-bahln-bahan penutup retakan. 0 Bersihkan permukaanbeton yang sepanjangretakan yang diperbaikidengan menggunakan gerindaatau denganmelembutkan bahan penutupdengaapi dan mengelupaskannya. CATATAN Semuaspesifikasi : yangdisyaratkan pabrikpembuat oleh bahanepoksiatau bahanperekat untukretakharusdiikuti. Bentuk keretakan yangseringkali lain jenisretakyangtidakberaturan ditemui adalah dan padaumumnya padalantai dijumpai jembatan. beton Jika yang retakhanyasebagian saja,makapenanganannya dapatdilakukan dengan cara penanganan retaksebagian atau pada mutu betonyang rendah,lihatpenanganin untuk Kerusakan201. Jika lalu-lintaspada jembatan tidali dapat ditutup maki perbaikan 41 - 130

dilaksanakan dengan cara penanganan dengan mempergunakan bahan yang tidak terpengaruh gerakan oleh yangditimbulkan bebanlalu-lintas juga bahin tersebut oleh dan haruscepal mengering dalamwaktuyang tertentu.Biasanya jenis Oanai perekattersebut mempunyai harga. mahal,tetapi mempunyai keuntungintanpa menutuplalu-lintas YffQ yangada. Dalamhal ini direksiharusmemperhiiungkan manayanglebihekonomis dalam penggunaan bahanperekat. 7.2.3. KERUSAKAN - KorosiTutangan 203 Baja CARAPENANGANAN : a) Bersihkan karatyangadapadabesitulangan b) Jika setelahdibersihkan ternyataluas tulanganberkurang -fanjang maka pada hingga 20o/o bagiantersebutharusditambah y-ang tulangan baru dengan sambungan kuranglebih300 mm padamasing-masing ujungnya dengln menyamUung kaniya secaramekanis yang baik sehingga pemindahan gaya yang ala tetip .atau _las terjamin dengan baik.Posisi sambungan bagian atau sambungZn naiuslitempatkan di luar daerah dimana besi tulanganyang berkarat teriebut. Mungkinperlu membongkar sebagian betonagar terlihat yang tidak ber[aratguna besi tulangan penyambungan tersebut. c) Setiapbesi tulangan yang mencuat harusdipotong palingsedikit20 mm di bawah permukaan betonkemudian beton diperbaiki sesuai dengan Kerusakan 201. 7.2-4- KERUSAKAN - Aus, Perubahan 204 akibatCuacadan Umuratau Penurunan Perlu diadakanpenilaian untuk menetapkan apakahelementersebutperlu digantijika kerusakan sudahmulaimenyeluruh. CARAPENANGANAN : Jika kerusakan disebabkan oleh reaksikimiawisepertikarbonisasi atau seranganklorida makg diperlukan pengujian untuk menetapkan luas dan dalamnya daerahyang terkena untuk kemudian dapatditentukan pembongkaran. banyaknya Jikakerusakan disebabkan karbonasi kedalamannya lebihdari25mm,maka oleh dan tidak pengecatan sealent dengan yangdisetujui bahan padabagian beton. dapat dilakukan luar Kerusakan akibat lain keausan beton diperbaikidengan seperti padaKerusakan cara 201. 7.2.5. KERUSAKAN - Pecahatau Hitangnya 20S BahanBeton CARAPENANGANAN : a) Angkatlah elemenyang mengalami gaya tersebut kelebihan akibatpecahnya atau hilangnya sebagian elemen dari tersebut. b) Gantilah bagianyang pecahtersebut denganbahanyang sesuaispesifikasinya atau yangserupaatausamadenganbentuk yangditetapkan dan ukuran dalamspesifikasi aslinya. c) Bilamana bagianyang pecahtersebut penggantian, memerlukan maka hubungan permukaan antara yangbarudan yanglamaharusditanginisebagaimana diuraikan padaperbaikan padaKerusakan 201.

42 - 130

7.2.6. KERUSAKAN - Lendutan 206 StrukturJembatan Lendutan yangberlebihan darielemen mungkin disebabkan : oleh a) Beban yangberlebihan b) Tumbukan c) Pergerakan acuanbetonpadasaatpengecoran. CARAPENANGANAN : Bebanyang berlebihan B.ilamana terjadilendutanakibat bebanyang berlebihan, maka diperlukan pemeriksaan khusus untuk menentukan atauvotume luas keiusakan. Situasibebanyang berlebihan harus dihindarkan dengancara mengadakan pembatasan muatandi atas jem.batan, bagianyang mengalami gaya yang berlebThan harusdiperkuat, diganti ataudiperbaiki. Hal ini dapatdilakukan denganmenggunakan gelagar tambahan gelagar memanjang, atau pelekatan pelatbajatergantung padaelemen yangakandiperkuat. Lendutan yangterjadi padaelemen betonakibat yangberlebihan beban sering berhubungan dengankeretakan atau pecahelementersebut. Perbiikanharusdilakukan sebagaimina yangdispesifikasikan untuk Kerusakan atau Kerusakan 201 202. Tumbukan Kerusakan akibat tumbukan secara normal berhubungan dengan sandaran. yang Sandaran rusaknormalnya harusdiganti karena terlalu lemah untufmenlhantumbukan berikutnyi. Jeniskerusakan akibatkecelakaan lain yangmengakibatkan lendutan, biasanya diperbaiki gesyaidengankerusakan akibatbebanyang berle-bihan (contoh- Bebanyang beratsekali jatuhdaritrukpengangkut yangmenyebabkan padagelagar tjntai; lendutan dan Pergerakan Acuan Jika acuan bergerakmengakibatkan terjadinya keretakan dari elemenyang bersangkutan makahaltersebut dimasukkan dalammasalah yangberlebihan. beban Jika tidakterlihat adanyalendutan yang berlebihan makatidakdiperlukan perbaikan atau suatu tindakan. Perbaikan ElemenBaja Bajaakanterkorosi apabila tidakdilindungiterhadap dan air,olehsebabitu bajaharus udara dilindungiterhadap terjadinya karatdengan carapengecatan galvanisasi. atau Lapisanpelindungyang bergalvanis mempunyai umur yang terbatas.Umur lapisan pelindung tersebut tergantung beberapa dari faktoiantaralain : a) Ketebalan ataugalvanis cat b.) Besarnya ketereksposan terhadap udaralautataubahankimialainnya (daripabrik) c) Besarnyaketereksposan terhadapair atau adanya uap air yang td4eOaf(paOa sambungan sebagainya). dan 7.3.

43 - 130

Dayatahansistem pelindung inipadaumumnya lapisan baja : a) Permukaan yangdigalvanis yan! diredam panasdipat bertahan sekitar1s-2otahun b) Permukaan yangdicat(dipabrik) dapat bertahan sekitar - 1s tahun 10 c) Permukaan yangdicat(dilapangan) bertahan sekitar tahun. 10 pengecatan Sikfus ulang sekitar - 10tahunmaksimum 7 disarankan bagijembatan-jembatan bajayangterekspos denganudarayangmengandung garampadadaerahdekatpantai. kasus,siklus5 - 7 tahunmungkin oipjrl-uran. WarnaStandar !a!am banyak Departemen Pekerjaan Umumharusdigunakan. Pengecatan harusdilakukan sesuaidengan uraian untukKerusakan 301. Bagianstrukturbaja yang terkorosibe.rat harusdipotongdan baja baru yang mempunyai ukuranyang sama dengandiberip"ng"k, atiu diperrlat oenjan p"r"rrng"n _dilaskan pelatsebagaimana diuraikan untukKerusakan 302. Bagian-bagian struktur baja yang retak harus diperbaikisebagaimana diuraikanuntuk Kerusakan 305. Bagian-bagian strukturbaja yang rusak (bengkok) akibat adanyabeban yang berlebihan harusdiperbaiki denganmengadakan perkuatan sebagai berikut : a) Penambahan pelat pengakudenganmelakuianpengelasan (pada sayap bagian bawah) b) Menggantibagian struktur baja tersebut dengan yang baru yang mempunyai kekuatan yanglebihtinggi. c) Menambah struktur bajalain d) Membuat perkuatan dengan prategang kaber padabagianbawah jembatan Hal tersebutdi atas akan diuraikanpada Kerusakan 303. Sebelumpekerjaan perbaikan dilakukan, advis ahli strukturharus dicari untuk menentukan tipe perkuatan yang tepat sebagaimana suatusokongan sementara diperlukan prosespekerjaan selama per:kualan.' Semua elemen jembatan baru harus dicat untuk Kerusakan301 sebelum dilakukan pemasangan. Pakukelingyang lepasharusdiperbaharui. Bautdan pakukelingyang pecahatau berkarat harusdig.anti denganbaut yang baru (denganukuranyang sah-ay. "lika baut lepas,baut tersebutharus dikencangkan. mututinggitidak Baut bole-h dilunakan kembali. Bagian yangpecahharusdipotong h-u-bungan kembali. las dan dilas Perkuatan hubungan dapatdilakukan pengelasan dengan pelatpengaku. Perkuatan padapilarbajadalambeberapa kasus dilakukan dengan memperbanyak pengaku melintang. Jikaturapbajatelahterkorosi makaturapbajatersebut harusdibersihkan dicatdengan dan sistem yangmengandung cat aspalyangcocok. Jika pilar baja rusak berat akibat korosi pada permukaan maka pilar tersebutdapat air diperbaiki jalanpemasangan dengan selimut betonbertulang. Bagian selimut beton tersebut harus masukkuranglebih 0,5 meter di bawahdasar su-ngai lampai denganmuka air tertinggi haruslebihbesar300 mm diameternya dan daripadJdiameter tiang.Selimut harus dirangkai dan betonditempatkan dalamcofferdam di tuiap baja. Jika seriua tiang dalam pilar adalahuntukdilindungi, mungkin tebihbaik untukmembangun dindingbetoJr untuk memasukkan semua tiangdalamkelompok tiang. 44 - 130

7'3'1. KERUSAKAN - Penurunan 301 Mutu LapisanPelindung terhadapKarat Penurunan mutulapisan pelindung dapat ini disebabkan : oleh a) Umur b) Lingkungan korosif c) Pemakaian d) Tumbukan e) Kualitas burukpadapenanganan awal 0 Vandalisme CARAPENANGANAN : Penanganan pelindung akansangat lapisan baja pada: tergantung a) Besarnya masalah b) Lingkungan c) Tersedianya sumberdaya d) Tipelapisan yangsudah ada Metodapenyiapanpermukaan Pembersihan harus dilakukanpertama kali dengan mencuci dan menggosokdan menggunakan salahsatudariyangdiuraikan berikut : ini a) Sikatkawatyangdapatberputar secara mekanis b) Alat penembak pneumatik runcing c) Pembersihan pemanasan dengan d) Pembersihan dengan sikatkombinasidengan semprotandi lapangan e) Pembersihan dengan - di bengkll sikatkombinasidengan semprotan Untuksemuacara pembersihan perhatian tersebut, harusdiambiluntukmencapai tingkat yangdiperlukan penyiapan dari permukaan tanpamenyebabkan padapermuk-aan kerusakan bajaatausifat-sifat bahan. Pencegahan harus yang dilakukan meliputi : a) Sikatkawat,dan alat penembak pembersihan yang terlalulama padasatu tempat akanmenimbulkan goresan padapermukaan. b) Pembersihan denganpemanasan Penggunaan untuk membersihkan api harus dikendalikan agar hanya cat saja yang menjadilunak atau mulai terkelupas. Pembakaran tidak boleh dilakukan fada iatu tempat saja sebab dapat mengakibatkan menjadi baja panas danmulaimeleleh. Pembersihandengan semprotan abrasif - Pasir atau grit yang berlebihandapat mengakibatkan permukaanbaja menjadi sangat kasar yang manl tidak diharapkan. Pembersihandengan semprotan bahan abrisif, merupakin suatu pekerjaan yang berbahaya perlindungan dan khusus pekerja untuk diperlukan. P..engecatan dengan cat dasar harus diterapkan sesegeramungkinsetelah permukaan dibersihkan dipersiapkan, dan untuk mencegah permukaan. korosi

45 - 130

Tabel18 NilaiKondisiKerusakan padaBajadan Garapenanganannya

pelindung harus dibersihkan dicatsebagai dan bagian dari Pemeliharaan Rutin. Pembersihan dari daerah yang terkena efeknyadapat dilakukan dengancara mencucidan penyikatan dengan sikatkawat. Pengecatan dapat dilakukan dengan kuas.Sistem pengecatan digunakan yang harusmerupakan suatu cat dasaryangsederhana cat akhirsebagai dan berikut : . Cat dasar- JenisAlkydzinc chromate Ketebalan mikron 40 (minimum) . Cat akhir - JenisAlkydenamel. Ketebalan mikron (minimum) 50 puladigunakan Dapat sistem yanglainuntuk cat Masalahnya bersifat umumdan korosiberpengaruh terhadap baja.Pekerjaan luarcakupan pemeliharaan di rutinkecuali masalah sandaran tiangsandarannya. dan Sandaran dapat ditangani sebagaimana diuraikan atas di Kondisi elemen-elemen harus diperiksa. korosi Jika elemenbajamenyebar, makaelemenbajaharusdiganti daripada dipelihara. korosi Jika ringan, makaelemen harus diperbaiki permukaan dan dicatkembali seperti

Kerusakan adaterbatas yang oaniffi

Kerusakan dengannilai1-2

Kerusakan dengan nilai3-4

Kerusakan dengan nilai4-5

Pengaplikasian Gat Catdapat diaplikasikan dengan menggunakan : a) Kuas- baikuntukpekerjaan pemeliharaan rutin. b) Penyemprotan udaranormal- baikuntuk pekerjaan ukuran menengah. c) Penyemprotan hampaudara- terutama baik untukpekerjaan beslr dimanabidang luasharusdicat (contoh Jembatan Gelagar BajaJepang). Ketebalancat diukur berdasarkanketebalanfilm kering. Jika pengencertambahan digunakan untukmemfasilitasi penerapan, kemudahan kemudian ketebatan basahperlu film untukdiperbesar. Batasanbaik untukketebalan film basahdan keringdapatdigunakan untukmemeriksa keseragaman ketebalan dan cat. SistemPengecatan yangnormal, Unt.g! lingkungan ketebalan lapisan kering cat akhirminimum mikron yang 150 terdiridari : a) Lapisan 1 : 40 mikron, dasar ke cat alkydsincchromate b) Lapisan 2:40 mikron, ke lapisan dasar alkyd c) Lapisan 3 : 35 mikron, ke lapisan enamel alkyd 46 - 130

d) Lapisan 4 : 35 mikron, ke lapisan enamel alkyd Pada lingkungan.yalg agresif,sepertipada daerahlingkungan berairasin maka sistem pengecatan yangberbeda dipergunakan. Disarankan lapisan agar dasarepoksi mempunyai ketebalan kering film minimum mikron 150 dan satu atau dua lapisan dari karet berklorinsetiap ketebalanfilm 100 mikron dan 125 .mikron digunakan dalam lingkungan berairasin untuk pemakaian pada lingkungan berair asin. pengecatan Sistem yangbaruharus sesuaidengan pengecatan sistem yangsudah ada. 7.3.2. KERUSAKAN - Korosi EtemenBaja 302 CARAPENANGANAN : Bersihkansemua permukaan yang terkorosi secara menyeluruhuntuk menentukan besarnya kehilangan penampang luas elemen. Jika kehilanganpenampangkurang dari 15% maka bagian tersebutharus dibersihkan seluruhnya dicatsebagaimana dan padaKerusakin diuraikan 301. Jikaluaskerusakan melebihi 15o/o makapemeriksaan khusus diperlukan untukmenentukan dengan akurat pemeliharaan. berikut dapat strategi cara ini digunakan : i) Pembentukan Kembali J.ika daerahcakupannya kecil (kurangdari 200 mm panjangnya) maka kerusakan tersebut dapatdiperbaiki denganmengembalikan pada bentukiernutl denganteknikpengelasan yang sesuai.Prosespengelasan harus cocok dengantipe baja. Semua bahan-bahan merusak harus dibersihkan secara menyeturuh sebelum pengelasan. dilakukan ii) Pengurangan Tegangan Bagianyang Lemah tegangan yanglemah bagian dapatdilaksanakan dengan pelat menambahkan fengurangan bajaataumenambah bagian tambahan untuk dapatmembagi beban. Perhatian harus diambil untuk menjaminmetodapengurangan tegangancukup untuk menerima bebandan juga metode tidakmelemahkan-elemen itu aslinya t<emudian Oi hari, misalnya membor lubang bauttambahan untuk sambungan. iii)Penggantian Elemen Penggantian elemenyang rusak akan mengembalikan kapasitas bagiantersebutpada kapasitas rencana semula. Perhatianharus diambil untuk menjaminketentuanyang cukup yang dibuat untuk -dipisang. jembatan menyokong ketikasatu bagiandipindahkan bagianlain dan Mungkin memerlukan desain khusus, penopangan khusus, dan penutupanjembatan selima pelaksanaan pemindahan ujung contohnya siku ikatan anginpadajembatan rangkabaia.

47 -130

7.3.3. KERUSAKAN - perubahan 303 BentukElemenBaja Penanganan tersebut hal padahal-hal tergantung berikut ini: Jikabagian tersebut merupakan bagian nonstrukturat seperti sandaran. 9) b) Jikabagian tersebut merupakan Oagian struktural seperti batang tepi atasrangka c) Jikaperubahan bentukadalahperrubahan setempat misalnya a--Oanya tonjolai sedikit padasayapgelagar d) Jikaperubahan bentuksifatnya menyeluruh

perubahan Gambar13 ElemenBajayang Mengatami Bentuk Perubahan bentuk.menjadi sangat kritis masalahnya jika elemen yang mengalami perubahan bentuk dalamkondisi tertekan ataumengalamilentur. Perubahan bentuk dalam sebuah yangmengalamitarik berbahay-. elemen tidak CARAPENANGANAN : Tabel19 NilaiKondisiElemenBajadan Penanganan yang Direkomendasikan NilaiKondisi Elemen Non Struktural > Nilaikondisi 2 Elemen Strultural Nilaikondisi 1 Nilaikondisi atau3 2 Nilaikondisi atau5 4 yanqdirekomendasikan Penanganan Luruskan atauganti- tergantung manayang lebihekonomis Dipantau Diperbaiki, perkuat ditunjang, Ganti

Perbaikan umumnya berisipelurusan yangmanadicapai komponen denganmenggunakan tekanan ataupemanasan kombinasidari atau keduanya. perhatian tekanan, harusdiambiluntukmenjamin bahwakerusakan [9ti$ menggunakan lain tidak muncul ketika pendongkrakan atau titik penekanan at-autitik reaksiatau titik pengekangan dari dimana diadakanproses penekanan. Contoh dari tiga titik dimana penekanan diadakan didesak. Ketikadiusulkan untukmenggunakan pemeriksaan cara pemanasan, harusdibuatdahulu untuk menentukanapakah panas tersebut akan meiugikan sifat-sifatbaja tersebut. 48 - 130

Pemilihan secarametalurgi mungkin perludicarisehubungan denganbentukyang mana pemanasan pendinginan tersebut atau baja harus dilakukan . Penunjang penopang atau akandipengaruhi penunjangan untukpanjang efektif darielemen tersebut.

Titik dongkrok

Titik reoksi

Titik peitetokon
Gambar14 Pelurusan KomponenBaja penunjangan Contoh adalah: a) Penunjanggelagar yang melendutatau balok kepala melintangantara dua perletakan. b) Penunjangikatan angin ujung yang rusak pada rangka baja untuk mencegah lendutan. Perkuatan dapat dilaksanakan sebagaisolusisementara atau permanen dimanasuatu komponen yang mengalami lendutan. yangterjadipada komponen Jika lendutan tersebut akibat adanya beban yang berlebihan,maka beban V"ni berlebihaniersebut harus dihilangkan terlebih dahulu sebelum perkuatan. diadakan Bilamana lendutan yang terjadiakibat rusaknya komponen karenatumbukan (misalnya batangpada jembalanrangkabaja),perkuatan harus sesuaiuntuk menyalurkin Sngka bebanmelewati bagianrusaktadi. Penggantian akan mengembalikan kapasitaselemen tersebut pada kapasitasstruktural semula.Untukelemen-elemen kritissepertigelagaratau komponen rangkabaja utama maka aspekyang palingberbahaya dari pefeilaanadalahselamapemindihankbmponen yangrusakdan pemasangan komponen yangbaru.Tahapini mungkin memerlukan suatu perencanaan khususdan penutupan jembatan sebagian atau seluruh atau kedua-duanya. Jikapenting jembatan untukmengharuskan terbuka untuklalu lintasmakalebihbaikuniuk memperkuat yangrusaktadidaripada elemen harusmenggantinya, misalnya menempatkan gelagar barudi samping gelagar yangsudahada dan memOiarfin gelagai yanglamatetap padatempatnya.

49 - 130

7.3.4. KERUSAKAN - KeretakanpadaElemenBaja 304 GARAPENANGANAN : Umum Beberapa penanganan terhadap keretakan padapekerjaan bajaadalahsebagai berikut ' Penghilangan tegangan pemboran dengan padabagian lubang ujung retak o Perbaikan retakdengan pengelasan o Perbaikan pemasangan penutup dengan pelat pengelasan melalui . Pengurangan tegangan ataupenggantian Penghilangan Tegangan denganpemboran ini pemantauan setelah \t!gt.oo.a digunalanuntuk retak yang kecil saja tetapi memerlukan pengeboran dilakukan (misalnya setiapLnam bulin sekali). Setelah menemukan ujung retak, maka periksa setiap sisi bagian tersebut untuk menemukan keretakan.,terpanjang. Lubangilah dengantepat ujungying retak,kemudian bor,ratakan kemudian dan dicat.Lubang tadidisJrankan bor Oeritiameier mm. IO Perbaikan Retakdenganpengelasan jenisini merupakan Perbaikan perbaikan yangpaling padakeretakan umumdilakukan baja. Keretakan tersebut dapatdibentuk diiangani dan sebagai sambungan. las Carapengelasin dengan kawatlas harus.sepadan dengan bajayangada.Ukuran darilis haruspiling sedikit samapadatnya dengan bagian asliyang retak. pelat penutup PerbaikanRetakdenganpemasangan elemenyang rusak. Pengelasan sebagaimana lglat penutupdipakaiuntuk memperkuat diuraikandiatas dapat juga dipergunakan jika ingin mendapatnalit yang teroJit<. .,lita pengelasan, dilakukan maka lasnya harusraia sehingga muOan dilakukjnpLngecatan dan pelatpenutup tepat.mehutupi daerahyangbersangkutan. Pelatpenutup biasanyidiletatkan dengan carapengelasan dengan atau baut. Pengurangan Tegangan atau penggantian Elemen baj? yang retakdapatdiperbaiki denganmemperkecit bebanyang dipikul. ini Hal dapatdilakukan denganmenaruh balokpenuniang. Baiokpenunjang lapit diletakkan tiin disamping elemenyang rusakguna menampung semuadtau s6nagian bebanyang ada. Penggantian elemenyang rusakmerupakan metbdaperbaikan yang-paling baik-daipasti tetapi mungkinharus menghentikan yang lewat di-jemOatan-selama lalu-lintas proses penggantian tersebut berlangsung. 7.3.5. KERUSAKAN - PatahAtau HihngnyaEtemen 305 Baja CARAPENANGANAN : Jikaelemen tersebut harusada makaharusdiadakan penggantian perbaikan. atau

50 - 130

J.ika elemenbajatersebutyang patahakandiperbaiki, makateknikperbaikan berikut dapat dipergunakan: pemasangan ataupakuketing g) Pengelasan, baut padabagian yangbaru b) Perkuatan meringankan atau yangdipikuloleh beban yangpecah bagian ataurusak. c) Penggantian yangrusak. bagian Untuk penanganan, detail dapatdilihat padaKerusakan 304. 7.3.6. KERUSAKAN - ElemenBajayang Satah 306 CARAPENANGANAN : Jika pemasangan elemenyang salahtersebut menimbulkan masalah maka hal itu harus digantiataudiperkuat. ini sangatpenting Hal untukjembatanrangkabaja.Diperlukan suatu penyelidikan secara.khusus mungkin diperkirakanuntuk meletapian seberapa tuas perkuatan yangdimaksud. Perkuatan Elemen bajayangsalahdapatdiperkuat dengan teknikpengelasan, pemasangan dan baut pakukeling Pengelasan Jikadipasang pelatpenutup tambahan padaelemenmakapermukaan ataupengaku yang akan disambungkan harus terlebihdahulu dibersilrkan dan dicat. pengelasan harui memberikan kekuatanyang diperlukan untuk menyalurkan gaya ke bag-ian tambahan tersebut. Pemasangan Bautatau PakuKeling Lubang bautataupakukelingharusdiborsecara akuratdan bautataupakukelingharuspas denganlubang tersebut sehingga tidakmungkin munculpergeseran sebelum blgian yang barudapatmemikul beban. Apabila digunakan baut,makabiut tersebut harusmlrupit<ai bautdengan mututinggidan harus dikencangkan dengan tepat. Penggantian Bila penggantian elemenbaja diusulkan makaperludibuatsuatuketentuan atau batasan khususuntuklalu-lintas yang akan lewatdi jembatan dan untukmenunjang yang struktur ada, sementara bagianyang lama dilepas dan digantidenganbagianyang Uaru.Hit ini -anliitruftur. memerlukan suatuperencanaan khusus untuk dilaksanakan seorang oleh 7.3.7. KERUSAKAN - KabetJembatan 307 yangAus CARAPENANGANAN : a) Laksanakanpemeriksaankhusus untuk menetapkandengan tepat besarnya kerusakan. b) Jika kurangdari 5o/o dari strandyang rusak,jepitlahdenganktem pada keduasisi kabeltersebut untukmenahan beban.Periksalah agar bitang besi cukuppanjang sehingga.daerah lemah betul-betul yang tadi tertotong. 51 - 130

c) Jika lebih dari5Yodari strandyang rusakatau aus atau mulailepasdari ikatannya, makakabeltersebut harus diganti. jembatan gantungharusdirencanakan denganhati-hati. lara penggantian \*"1 pemikul Harusdiperhatikan bilamana bebansedang liatinrin dari kabelyang lama k6 rabel yang baru.
CARA PERBAIKAN KABELYANG RUSAK Kobel yong ous Botong besi penguot

n
:H
\/
POTONGAN MELINTANG

Gambar (a) Kabelyang 15 MulaiAusdan (b) Perbaikan padaKabelyang Aus 7.3.8. KERUSAKAN - Longgarnya 308 Hubungan Baja GARAPENANGANAN : Hubungan Baut atau PakuKeling Bilamana suatuhubungan longgar, ini makaharusdikencangkan. hubungan Jika tersebut dihubungkan denganbaut mutu tinggi maka baut yang tonggar tadi harusdibuangdan diganti yangbaru. dengan Bilamana hubunganpakukelinglonggar makapakukelingyanglonggar tadi harusdiganti pakukeling dengan yangbaruataumenggunakan mutuiinggi. baut Jika lubangbaut atau paku kelingmenjadibesardiameternya karenaadanyapergerakan yang longgartersebutmaka lubangtersebutharus diperbesar elemen. simfai adanya ukuran bautataupakukeling yangakandipakai. Sambungan Las Jikaelemen yanglonggar tersebut karena yangpecah, las makaujunglasyangpecah harus dibersihkan, dipersiapkan kembali, kemuOian kembali. klrusikariyangterjadi dan oiias Jiia -khusus diperkirakan berulang akan kembali makadisarankan dibuat agar yang rencana untuk ini. hal

52 - 130

8. TataCaraPemeliharaan Rehabilitasi dan Kerusakan yang Berhubungan dengan Elemen Umum Bagian ini menguraikandengan detail prosedur dan tata cara pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkaladan rehabilitasi elemenyang berhubungan dengankerusakannya pemeriksaan seperti diuraikan dalampanduan Jembitan. pemeliharaan perbaikan Prosedur dan kerusakan untuk elemen-elemenbawah di ini: (a) Daerah aliran pengamanan sungai, gerusan, timbunan, (b) Bangunan bawah (c) Landasan balokpenahan dan gempa (d) Elemen bangunan atas (e) Lantai kendaraan trotoar dan (0 Sambungan muai siar (g) Rambu-rambu kelengkapannya. dan 8.1. Perbaikan DaerahAtiran Sungai,BangunanPengamanan Gerusandan Daerah Timbunan

Pasalini akan menguraikan jenis penanganan mengenai yang direkomendasikan sesuai dengan jeniskerusakah carapenanganan yangberhubrlngan tertentu dengan daerah aliran sungai, bangunan pengamanan gerusan daerah jalai dan suigai. dan timbunan Perbaikan dan Pengamanan Daerah Aliran Gerusan padadasard.an tebingsungaimerupakan suatumasalah yangseriuskarena dapat menyebabkan keruntuhan-jem batan. Gerusan pada dasarsungaipada umumnya akanterjadiapabilakecepatan aliransungai bertambah besarhinggaaliransungaiOapit mengakib-atkan hanyutnya bahanyang berada padadasarsungai. padadasarsungai Gerusan seringkali terjadi seLitar pilaiata-u di kepala jembatan. padadasarsungai Gerusan harus dikenali diperbaiki padatahapawal. dan pengamanan Metoda yangterbaik penahan adalah penahan memasang yangsesuai. dapat terbuatdari batu yang besar,baja atau semacam - kayu (antira tiang-tiang pagar rayu diisi batu)ataudengan membuat pengaman dasar sungai. Bahan.yang dipakai pengamanan sebagai dasarsungai harusmerupakan bahanpadatdan cukupberatsehingga tidakdapatbergeser padawaktubanjir. Pengarahan aliransungaidigunakan untukmempertahankan saluransungaipada aliran yangsamadengan melindungi tebing. Bangunan pengaman sungai juga dilaksanakan sebagai pengarah aliransungai. Carayang paling umumdilakukan untukmengarahkan-aliran adalah: sunlai yangmelintang pembelok sungai untuk arusaliran sungai. 3) Penahan b) Pagar pengarah memanjang.

53 - 130

8.1.1. KERUSAKAN - pengendapan S01 padaSaluranAir Pengendapan pendangkalan atau sungai dapat mengakibatkan : -mengakibatkan a) Alur sungai menjadi sempit maka.dapat terjadinyaafflux yang berlebihan yangmenyebabkan kecepatan meningkat. air b) Aliran air normal dan arus sungai dapat berubahdalam bentuk yang dapat membahayakan tebing sungai, tanah jembatan. timbunan ataustruktur CARAPENANGANAN : Keruklah endapan lumpuryangterjadiguna mengembalikan pada bentuk sungaitersebut yangseharusnya. Periksalah daerahterjadinya penurunan jembatan hulu jika untukmenstabilkan diperlukan. Halini akanmenjadi perhatian penyelidikan khusus mungkin dan melibatkan instansi lain. Jika aliransungaibergerak menyamping diantara gunakan tebing, groin,bronjong, dinding penahan tanah,turapatau cara-cara pengamanan guna mengamankan lainnyl daeranyan! penting, misalnya daerah tanahtimbunanltau pilar. Buatlahparit rendah. lebar yang diperkeras yang mana sungai dapat menghilangkan endapanyang terjadi dengan arus aliran sungaiyang ada. nil ini dapat Oipikai u-ntut sungai-sungai kecit. yang LihatGambar untuk-det-aitnya. 16
Jembatan Kecil

ParitPembersih YangDiperkeras

Gambar16 ParitPembersih yang Diperkeras 8.1-2. KERUSAKAN - Penumpukan 502 SampahDanHambatanpada Saluran Air Kerusakan mencakup ini masalah-masatah sebagai berikut: Penumpukan yangterjadi sampah akanmenambah gayahorisontal padastruktur. 9l b) Penumpukan sampahpada alur sungaimengakib=at-kan terhalangnya arus aliran sungai ataumengubah arahaliran sungai. c) Bagian-bagian bekaspembongkaran jembatan lamayangmasihberada padadaerah alur sungaiyang mengakibatkan terhalangnya dan-tertlhannya arus aliransungai danyangmembelokkan aliran melawan tebin! sungai ataufund-asijembatan.

54 - 130

Gambar17 Tumpukan Sampah SekitarJembatan di CARAPENANGANAN : Sampah dan semuapenghalang yang menyebabkan masalah harusdibuang dari saluran air. Pembersihan sampah,umumnya dilaksanakan pada pemeliharaan rutin.perhatian harus diambil sehingga kerusakan tidak munculketikamemlndahkan batangpohonyang besar darijembatan. Pemindahan jembatan struktur lama di luar cakupan pemelih araanrutindan memerlukan afatkhususataucraneuntukmembersihkan reruniuhannya. bahanpeledak Jika digunakan, kehati-hatian harusdiambil sehingga kerusakan tidakmenimbulkan jemba-tan terhabap yang baru. 8.1.3. KERUSAKAN - Gerusan 503 Saturan Air CARAPENANGANAN : Gerusandapat dikendalikan denganmenggunakan berbagai metoda.pemilihan metoda tertentu tergantung padakondisi dan situasi ying ada. Beberapa carapenanggulangan padaTabel20berikut diuraikan ini.

Gambar18 Beberapa Metodapenanganan Gerusan

55 - 130

Tabel10 CaraPenanganan Pengamanan Gerusan penggunaan Kecocokan Air sungai yangdalam dan/atau tanahlunak. Gunakan pengamanan sebagai fundasi banqunan bawah Broniono yangdangkal fundasi Air sungai dan vanqkokoh Dinding beton Air sungai yangdangkal fundasi yangkokoh dan dimana aliran dapat air dipindahkan selama pelaksanaan Groin Dekat pengamanan tebing untuk tebing dan mengarahkan aliran sungai Pengamanan Penurunan yangdangkal penuh melintang ieleOar dasarsungai sungai. Dapat dibuat pemagaran daribeton, bronjong, gandadengan pengisian diantaranya, batu turapbaja dan peralatan lainnya Pembuatan Aliran yangdangkaldimana sungaidapat sungai aliran perkerasan dipindahkan pelaksanaan. selama Biasanya hanya alur jembatan digunakan pada dengan bentang kecil pembersih Tetrahedron Jikaterjadi gerusan gunanya lubang akibat dan untuk mencegah erosi Rip-rap/ Di sekeliling untuk pilar melindungi fundasi pasanganbatu besar Gambar19 s/d Gambar memperlihatkan 27 dengan yangberbeda. detailmetoda Tipe Turap

Gambar19 Turap

56 - 130

EA6A>I>AMIIIIW

TAMIIAKATA>

Gambar20 Bronjong
tooi3on &sor Glo|Grslil Pflor JcrnDotqrElsishrn topbq, DGo, Sirlu I

Eotu80 cm Dio . tGro-lilo t0 cm.


a

cm Bolu Diomcls r 8-12 cm 15 cm ttcrtrtil

cm Podr tosot
led

I:*

re rcrBqsi
Air lcrcndofr

lsd Elcvosi lroso,


Elcvod Glrtsr Sungoi

Doeor S Gcrrrqr

H'dcngon Bdrar DGor $ngd

lri dcngon &tron Do$r $rngd


]blc : Kcccgolonllor$run : t m/Oct (t nhrf Ultrtrt Bolu &sor Yong lcrgolDo.)

Gambar21 Rip-rapatau PasanganBatu Besar

llukoAir finggi Perkeroson Beton perkeroson &lu

Gambar22 PembuatanPerkerasan LantaidenganBeton atau Batu Besar

57 - 130

Gambar23 Tetrahedra untuk Menghentikan Gerusan Arah Hilir Sungai Biladigunakan yangbesar, batuan makakainpenyaring geotekstildi bawah batuuntuk melindungi hanyutnya bahan hatus.

.t//

\ -

,-/ _,/

\ t\\

S'

orohAliron

ar--^

@-:-:

VlNar LL {*I'u=-ArohAliron

J
.-.
.-1--

-ts>-

Gambar24 Pengamanan DasarSungaiMenggunakan DindingBetondan Dinding Bronjong

58 - {30

Gambar25 Pengamanan DasarSungaiMenggunakan TurapBaja


URAIAN:
Pagaryangtegakdan rendahdibangun dalam alir sungaisepanjang tebingsungaidan tegak lurusaliransungai.Pagarini merupakan jajarantiangdan penahan horizontal tetapi ada bentuklainjuga yangefektif.Biasanya strukturini mempunyai luas bidangkurang dari 50% untukmenahan aliransungai. Bangunan dapatmemperlambat ini aliranyang menyebabkan menyumbatnya sedimen dan pembentukan tebingsungaibarudalamalur sungai (a) Penahan yangdapattembus

URAIAN: yang Bangunan tembus biasanya air merupakan


pancang tiang-tiang dan kayuyangdipasang padadasarsungai,yangdibangun menonjol dad tebingsungaidan tegak lurusaliransungai. Perbedaan penehanini dari kerbadalah dari lebihpendek(tidakpanjang) dari tebihtinggi dari penahan, fungsinya dan lebihdiarahkan padapengaman tebing. Groinbekerjasebagaipenghatang aliransungai padadaerahyang akandireklamasi yang padapengendapan mengarah material. (b) Groinyangdapattembus

URAIAN:
yangtidaktembusair dibangun Struktur dalam dasarsungai,menonjol tebingsungai dari umumnya tegaklurusterhadap aliran Struktumya biasanya kaku(misalnya tiang pancang dan dindingpanel)atiau neksibet (misalnya dindingbatu,blok betonyanglepasan, bronjong dll) Groin menghalangi aliranpadadaerahyangakan diperbaiki, pengendapan mengakibatkan mate.ial dantumbuhnya tumbuhan.

(c) Groinyangtidakdapattembus

Gambar26 Groin dan Penghalang

59 - 130

Gambar27 Pengamanan DasarSungaiMenggunakan PagarGandadenganlsian Batu

8.1.4. KERUSAKAN - Afftux yang Bertebihan 504 Masalahnya munculapabila tidakcukupnya bukaanpadadaerahalur sungaidi jembatan (biasanya dipilihwaktu diadakan penyelidikan perencanaan) dan atau adinya hambatan padaalursungai tersebut. Hal ini menyebabkan naik ke belakang bagianhulu sungaijembatan air di menyebabkan perbedaan q9rle0ry1_ketinggianyangjauh antara huludan hilirsungaijembatan. air sisi ini disebut "afflux". Apabilabesarnya/tingginya affluxini berlebihan, maka kecepatan jembatan aliranmelewati bertambah sering dan mengakibatkan gerusan. CARAPENANGANAN : Jikaketinggian affluxdisebabkan olehhadirnya hambatan makamasalah harusditangani ini sesuai dengan Kerusakan 502. Jika afflux yang berlebihan disebabkan oleh tidak cukupnyadaerah saluranair , satusatunyametoda penanganan yang cukup memuaskan adalah menambahbeniangan jembatan ataumemperbaiki karakter aliran yanglewat sungai dijembatan.

60 - 130

8.2.

Perbaikan dan perlindungan Timbunan

Gerusantimbunanumumnyamuncutsekitarkepalajembatandan jalan pendekatke jembatan Kerusakan jembatan kepala dapatberupa: a) Kerusakan kecilpermukaan b) Kerusakan akibatgerusan c) Keruntuhan besar timbunan Kerusakankecil permukaan mungkin terlihat sebagai retak kecil perkerasanjalan, penurunan perkerasan tonjolan belakang dan ke lereng. Masalah initidakmeluas l"pai dan diperbaiki pemeliharaan dengan rutin. Keruntuhanbesar timbunan seperti retak yang berarti penurunanyang dalam atau kegagalan gelincir besaradalahbentukseriui da-n pemeriksaan memerlukan khususoleh ahliuntuk ditentukan penanganan tepat. yang Tanahtimbunan yang rusakharusdikembalikan dengan tanahpilihan, dipadatkan dengan roller atau pelat p_enggetar yang sesuai dan pengiman timbunanO"pat dibangundan dikembalikan perbaikan Teknik timbunan gariJbesar secara padaTabel disajikan 21. Bebe.rapa pengamanan dapatdigunakan metoda yang adalah sebagai berikut : a) Pemasangan taludbatukosong b) Pemasangan taludbeton c) Pemasangan dinding bronjong d) Penanaman. yangrapatpadalereng tanaman Sistem manapun yangdigunakan merupakan yangpenting hal pengamanan harus tertanam padalevelyang lebihdalamdaripada levelgerusan ying Oipe-rfirat6n. Secara umum, ujung taludselebar mm dan paling 800 sedikit Oigitit meter dilamnyayangkemudian Oengin diisi batu.Jikadilakukan pemasangan permukian taludbetonmakl p-erlriOiUuat lubang drainJse jarakyangteratur. dinding dengan Perhatian harus diambil untukmenjamin gerusan akhirtidakmuncul. diperlukan Jika lapisan geotextile dapatdihamparkan padatebingsebelum lapisan dasar. Dinding (gabion) bronjong harus dipasang sesuaidengan pemasangan bukupetunjuk bronjong yangdikeluarkan pabrik.

61 - 130

Tabel21 GarisBesarTeknikpengamanan Tebing


Teknik strategi Contoh Pengamanan lereng secara langsung Pengamanan fleksibel

- pasangan batukosong - Kawat anyaman - bahan macam-macam - bronjong - tanaman

- turapbaja - tiangataudinding - kepalajembatanbetonbertulang - bronjongyang diperkuat

Penqamanan kaku

yangbersifat Pengaman struktur pengamanan sebagai ujung tebing yangdipakai Bghan berguna pengaman sebagai longsornya tanah timbunan dan tebingdan melindungi tebingserta mentegah gerusan yangterjadi untuk erosi pergerakan menahan tanah dan melindunginya terhadap erosi. Pengkajian Fleksibelberartimasihterjadisedikttpergerakan Taludbronjong berbeton sementara dengantoleransi tidakterjadilongsoran penuh merupakan penanganan suatu yangmahal. Biasanya hanya Bronjong dapatdipakai.untuk masalah digunakan panjang yangkecil bila pengikisan pada bagianatastanahtimbunan sajadipakai untuk melindungi asetyang tidakdilindungi. asetpenting pada misalnya kepala jembatan.
Perlindungan yangfleksibel umumnya merupakan suatutekniktidaktetapdan biaya jika bahan-bahannya dapatmenjadi efektif mudahdidapat. Setiaptipe pengamanan fleksibel harus didesain dan ditempatkan denganhati-hati. Gerusanpada bagianujungataubawah merupakan halyangumum

Uraian

pada Diperuntukan gerusan berat padaujungsuatustruktur pergerakan Kaku: setiap padasuatu mengarah kegagalan. Jadiharus direncanakan supaya kuatmenahan gaya. semua

- Pengikisan Penyebab bagian ulung sffi padabagian Gerusan ujung diikuti kelongsoran sesuainya pasangan kosong dengan ukuran batu kelongsoran - liOakcukupnya penyaringan Tidak aksi - Pengikisan bronjong daerah hilir tTidqk cukupnya

Kesimpulan Penggunaan yang luasapabilabafran tersedia

perlindungan Cocok untuk kepala jembatan. yang Penerapan jauhdari terbatas apabila terletak jembatan. kepala Karena biaya yangterbatas maka penggunaannya untuk hanya yangrendah. tebing

62 - 130

8-2.1. KERUSAKAN - HilangnyaBahanperlindungan 511 Gerusan CARAPENANGANAN : a) Perbaiki setiap yangrusak bagian padaperlindungan tebing. b) Yakinkanbahwaada gerusandari bawahdan perkembalngan gerusanyang akan datang ditangani. c) Pertimbangkanlah sistem untuk lain permasalahannya. mengendalikan 8.2.2. KERUSAKAN - GerusanpadaTimbunan S2i padadaerah Gerusan timbunan dapat disebabkan : oleh Aryssungai dengan kecepatan yangmengikis tertentu tebing sungai. 3) b) Air permukaandari jalan yang menggeru!tebing pada waktJ bergerakmenuju sungai akibat paritpembuangan yangbaik. tidakadanya air c) Adanyapenghalang sungaiyang mengakibaikan di aliransungaiberubah menuju daerah tebing sungai. Setiapkeadaan pemeriksaan memerlukan khususuntukmenetapkan penanganan secara menyeluruh yangpaling baikuntuk daerah tersebut. CARAPENANGANAN : datam pekerjaan 9TVq pekerjaanyang termasukdalam kategoriini dilaksanakan Rehabilitasi. Untuk.melindungi jembatan kepala dan daerah tanahtimbunan hendaknya diikuti beberapa prosedur umumberikut ini: a) Dasarsistembangunan pengaman padadasaryang padatdan dikunci diletakkan dalambahan yangkokohpadakedalaman minimum mm. 500 b) Ujungsistem perlindungan harus benar-benar tertekukke belakangtebing sungai dan terkunci gerusan sehingga dan erositidak akan terjadigerusJnpaOi Oag[n ujungperlindungan. c) Ujungsistemperlindungan haruslebih panjangminimum meterdi luar daerah 5 pengaruh gerusan yangterjadi. d) Sistemtersebuthendaknya dibangun sesuaidenganspesifikasi pabrikatauatas dari gambar perancangan lokal Arus SungaidenganKecepatan Tinggi Pemasangan dinding beton padatebing bertulang sungai l) b) Tempatkan batu besar(tidakkurangdari 20 kg) pada-sepanjang tebingsungaiyang gerusan. terkena c) Buatpasangan padatebing batukosong yangmengalamigerusan. sungai d) B.ua! brynjongdi atas daerahtebingyang terkenagerusan.eronjongini dapatjuga dipakai sebagai penahan dinding yangcuram. tanahpadatebing e) Tanami dengan tanaman untuk padatebing mengikat tanah sungai. penahan dinding tanahdaribeton 0 Bangun bertulang. Turap- biasanya turapbaja. s) Bangun h) Bangun tiangpemecah energi. i) Bangun groinuntukmembelokan aliran sungai Air Permukaan dari BadanJalan Buatlah selokan samping atau paritberumput yang mengarahkan dari badanjalan ke air sungai.
63 - {30

Penghalang Sungai di - Bila Buanglah penghalang.tersebut penghalang tersebut merupakan bekaspilarjembatan lamamakapekerjaan tersebut memerlukan beratuntukmembuangnya. alat Gambar s/d Gambar menggambarkan 28 35 jenispenanganan beberapa untukperlindungan danperbaikan timbunan.

UMIAN: Bongunonlcrbuot dori to*ol onyomon yono sudoh <lQohonis don tcmudon diisi boiu otou Ooiuon sungoi yong ditotolon di otos olou brsebtohon dosor-sungoi unluk mcnccgoh gcruson podo dosor sungoi otou godo tcbing. Biosonyo untuh mcncegoh geruson dori boroh tcrhodop perkcrioon pertindungontebing loin Kowot bronjong dimoksu<lkon unluk menquronoi goruson yong otton tcrjodi untuh mcnycdiokonpcrlindungon long sedong bcrjoton.

pengaman Gambar28 BronjongsebagaiBangunan Gerusan

Bogion ujung yong tertekuk ke belokong don terkunci dolom timbunon

Gambar29 TampakAtas Pemakaian Bronjong untuk Penanganan Gerusan TanahTimbunan

64 - 130

Tebingyong tergerus

Tonoh yong kokoh

penanganan Gambar30 Potongan Melintang denganBroniong

llo

L-:h

tulongon Uinimum -T-----5O0mm


ll tl

Feql

di boroh kedolomon gcruson

Gambar31 Perlindungan TebingdenganBetonBertulang

65 - 130

------eee-------e.

-----------------.
----d--e---------\ ----a-e--------_. ----e----e--e---.

Muko oir tertinqoi_ _ _.:-_ _

----------------,
-----------ee-de--------,

------------.
------e-----

1 1/2 z I

Gambar32 Pasangan Batu Kosongsebagaipengamanan Tebing

U R A I A N: Batu pilihan dengan ukuran tertentudipasang pada tebing sungai untuk : Memberikanperlindunganfisik pada tanah tebing terhadaperosi air sungai yang mengalir dan Memberikantahanan pada tebing sungai terhadap kerusakan berat Mungkin diperlukanlapisangeotekstilantara pasanganbatukosongdan tanah tebing ( a ) P A S A N G A NB A T U K O S O N GS E B A G A IP E N G A M A NT E B I N G

U R A I A N: Tanamandapat pula berfungsisebagai mekanismestabilisasi utamaatau pengarah pada jenis pekerjaanstabilisasilainya.Hal ini sangat penting terutamauntuk menstabilkan daerah reklamasi. Pertumbuhan tanamandapat dibiarkan berkembangalami di daerahyang cocok atau dapat juga ditanam dan dipeliharauntuk tujuan tertentu.
(-(1

) (
.-

{-s- - > ---

-gi'{!"

( b ) T A N A M A NS E B A G A IP E L I N D U N G E B I N GT E R H A D A PE R O S I T

Gambar33 Pengamanan Tebing


66 - 130

Gambar34 Pengamanan denganTurap

\.sr
$flrutu4b l*lsr.fr|rl**k

GambarI Pemecah Energi Gambar 36 s/d Gambar 39 memperlihatkan drainase permukaanyang digunakan perlindungan pengikisan terhadap padatimbunan.

67 - 130

Jorok setiop

Gambar36 DrainaseBetonatau pasanganBatu

Gambar37 SaluranLingkaran BajaBergelombang

Gambar38 DrainaseBeton Pracetak


68 - 130

{"*

Jo\ ?a

)o"
Gambar39 Drainase Tebingyang Berumput

8.2.3. KERUSAKAN522 - Retak atau Penurunan dan Penggembungan Tanah Timbunan Kerusakan pada tanah timbunanmencakup tiga masalahutama yang pada dasarnya memerlukan penanganan yangsama.Haltersebut adalah a) Keretakan timbunan b) Penurunan timbunan c) Penggembungantimbunan Keretakan Timbunan Keretakan dapatdibagi menjadidalam kelompok yaitu dua a) Keretakan kecilpadalapisan perkerasan b) Keretakan akibatkonsolidasi pemadatan yangterjadipadatanahtimbunan, dan kelongsoran tebing,pergerakan padaskalabesar. secaraumum

Gambar Keretakan 40 dan Penurunan Tanahrimbunan yang sangat parah

69 - 130

CARAPENANGANAN : Keretakan Ringanpada Lapis permukaan Menutup keretakan pada lapisanperkerasan jalan untukmencegah perembesan terjadinya airdanbiasanya menggunakan aspaluntuk menutup bagian ini. Keretakan yang Cukup Besar Retakbesarmenunjukkan adanyakonsolidasi tanahyang dalamdan pergerakan bidang gelincir yang merupakanmasalahyang berbahaya. Hal tersebutmemerlukan .lengkung pengetahuan seorangahli untuk menentukan yang terbaik.Dimana lenis penanganan terdapat gerakan yangmencurigakan, diperlukan pemeriksaan khusus. Penurunan Timbunan Adatigajenismasalah penurunan timbunan ini a) Penurunan karenapemadatan jalanpendekat jembatan disekitar kepala b) Penurunan proses karena konsolidasi pemadatan dan tanahying bbih dalam c) Pergerakan tanahseperti adanya gelincir keruntuhan Penurunan padaBagianJatanpendekat H.al dapgtmengakibatkan ini bebankejutyangberartipadabangunan atasjika tidaksegera ditangani. pemeliharaan harui meratakanlalan Bagian rutin penlekatagarliendaraan dipat dengannyaman masukke jembatan. Biasanya pekerj-aan dilakukan-dengan ini memasang yangdicampur aspal terlebih dahulu. Penurunan yang GukupBesar Penurunan yangdisebakan olehkonsolidasi tanahdalamkegagalan gelincir merupakan hal yap :el!s yangmemerlukan pengetahuan untukmenentufan jJnis penanganan ahli yang terbaik.Bilaterjadipergerakan sepertiitu dicurigai makapemeriksaan khusushirus segerl diusulkan. Pekerjaan perbaikan umumnya dirakukan bagian oleh rehabilitasi Jenis-jenis penanganan yangmeliputi : a) Meratakan gunamengimbangigaya timbunan gelincir. b) Tambahkan bentangan untuk baru mengrrtnoari kelongsoran. c) Pancangkan tiangpancang sepanjang di ujungOaeran longsor atautanahlunak untuk menahangerakanyang terjadi (agar efektif tiang-1is.t tersebutharus dipancang sampai dibawah batas getincir. bidang d) Usahakan pemadatan dengan caradrainalevertikal pasir. ataudrainase Penggembungan Timbunan padatimbunan biasanya hasildari pergerakan tanahseperti kelongsoran fgnggembungan tebing dan kegagalan gelincir. Kelongsoran Timbunandan penggembungan Masalah dapatmenyebabkan ini pengurangan jalanjika tidaksegera lebarbadan ditangani. Timbunandapat dibangunkembalikan oan distabilkan dengin penyebaran bibit dan
70 - 130

penanaman kembali. Drainase permukaan jalan harusdisebardi sekeliling daerahyang tidakstabil. Penggembungan yang Berarti Penggembungan berarti yang dapatmenunjukkan gerakan padabidang adanya gelincir atau pergerakan umum timbunan yang merupakan yang serius.Hal ini iremerlukan masalah pengetahuan seorang ahli untukmenentukan penanganan yangterbaik. gerakan Bilamana yangdemikian dicurigai, segera lakukan pemeriksaanlhusus Penangananmasalah penggembungan digambarkansebagaimanapada masalah penurunan 8.2.4. KERUSAKAN - penggembungan panelMukaTanahBertutang s31 Penggembungan panelmukadinding tanahbertulang merupakan kerusakan yangserius. Penggembungan dapatdisebabkan masalah ini oleh berikut : a) Sambungan padalembaran pengikat rusak baja ataupatah. b) Lembaran pengikatbaja tertarikkeluardari tanah timbunan. Hal ini mungkin disebabkan oleh timbunan yang dipakai berkuatitas rendahdan kadarair ylng ada dalamtanah berfungsi sebagaipelumas tidak tepat dipadatkan padawaktl pembangunan CARAPENANGANAN : Diperlukan pemeriksaan khususuntukmenyelidiki penyebab yang terjadi. Biasanya tanah timbunan tersebutharus dibongkar terlebihdahulusbninggi oieran yang rusik dapat diperbaiki. Dalambeberapa jika kerusakan keadaan, hanyaterbataspada daerahyang kecilsaja dan jalan untuk lalu lintas,maka mungkindengan-ca[ membordan harustetap membuka jalan mengamankanpelat muka sehingga denganmelintang tidak bergerak lebihjauh. penanganan Beberapa yangmungkin pada diperlihatkan Gambar danGimbar43. 41

Penggembungon DindingTonoh Bertulong

Gambar41 Perbaikan denganMenggunakan BatangTarik Merintang

71 -130

panelTanahBertutang Gambar42 Pemasangan

P e n g g e m b u n g o n i n d i n gT o n o h B e r t u l o n g D Gambar43 Perbaikan denganpengangkeran

8.2.5. KERUSAKAN - TanahBertulang s32 yang Retak, Gompalatau pecah Tanah.bertulang yang retak, gompal atau pecah biasanyadisebabkan oleh salah satu masalah berikut : ini a) Kerusakan padaawalpembangunan b) Sedikitpergerakan padafundasi c) Tumbukan atauvandalisme CARAPENANGANAN : Jika t9r.i3Cigerakan pada fundasinya maka diperlukan pemeriksaankhusus untuk menyelidiki dengan tepat penyebabdan jenis penanganannya yang terbaik.dengan mengikat. daerahyang menurunmerupakan penanganinyang teiuai[ lira hal tersebut hanyaterbatas badaluasdaerahyangkecilsall. t-axfuanpenge-iuaran air'daridaerah yang lembab. Gambar menunjukkan 44 contoh penunlangl konsiruksi Jika terdapatbeberapapanel yang rusak mungkindiperlukan untuk mengganti panel tersebut,ikatkan kawat tulanganpada kaitan atau sangkutandan bualah-fanel baru. P..ermukaan baru harusdipasang belakang yang panelyang masihbaik. Hat ini dapat di padaGambar dilihat 45.

72 - 130

Dinding tonoh

bertulong

Droinose

dori

dinding

Gambar44 Penunjangan DindingTanahBertulang

Beton bertulon

i Ponel penggonti l- Yqng. terkunci podo .. ponel yong berdekoton

Gambar45 Penggantian PanelTanahBertulang 8.3. Perbaikan Bangunan Bawah

mengenaiperbaikanblok angkerdan pergerakan pada pilar dan fasa] ini menguraikan jembatan. kepala 8.3.1. KERUSAKAN - Angkeryang TidakStabil 541 Angker biasanya merupakan bagian darijembatan gantung. Tetapiangker dapatdigunakan untuk menjaga jembatan. kestabilan kepala
73 - 130

CARAPENANGANAN : a) Masalahyang demikianmemerlukan pemeriksaan dan desain khususuntuk pekerjaanperbaikandan desain harus perbaikannya. dilakukan sesegera mungkin. b) Tindakan sementara dapatdilakukan untukmenahan yangtidakstabilini angker denganmengikatnya padasuatutiangyang agir laln dari sungaidan kembali dengan kabelangker (lihat Gambar 46). . sejajar c) Angkeryang sudahada seharusnya tidakdiputuskan meskipun sudahdipasang angker sementara. d) Angker sementara dapatdiikatkan dengan angker padakabel. lamaataupun Jika padakabelmakaperludiperfratit<an menjamin dikaitkan intuk pemindahan beban betul-betul efektifdan tidakada kerusakan terhadap kabel.

Gambar46 Pemasangan Angker Sementara 8-3.2. KERUSAKAN - pergerakanKepalaJembatanAtau pilar osl CARA.PENANGANAN : Diperlukan pemeriksaan khusus untuk menentukan penyebabdan penanganan akibat pergerakan yangterjadipadakepala jembatan dan pilar.Beberapa carapenanganan adalah sebagaiberikut: a) Kurangitekanan jika tanah, perlu tanahdibuang b) Tahan9e.rl!an melintang dengan kabelpengikltjika mungkin. Angkerharuskuat dankabelditegangkan dengan wartel muur. c) Buatfundasi tambahan untuk mendukung beban. 8.4. Perbaikan Landasan dan penahan Gempa

Pasalini menguraikan perbaikan mengenai yangberhubungan kerusakan dengan landasan danpenahan gempa. Landasan dan bagiannya harusdibersihkan secarateraturterhadap kotorandan tumbuhan yangtumbuh disekitarnya. Landasan bajaharusduagS terhadap karatdan dicatsepertidiuraikan padaKerusakan 301, dan beripelumasan padaKerusakan seperti 601
74 - 130

Mortar landasan yanghancur, retakatautidakrataharusdiperbarui -rusak dengan adukan epoksi yanq cocok dengan terlebih dahulu membersihkan adukan yang tadi, cara pemb.ersihan permukaandan menqeringkannya harus sesuai dengan petunjukyang diberikan pabrikpembuat oleh mortariporli xnuius tersebut. 8.4-1- KERUSAKAN - Blok penahan s61 Gempayang Longgaratau Hilang Sebagianbesar jem.batan baja dan beton yang baru di Indonesiamempunyai bentuk penahan gempa. Kadang-kadang, sebagian at'au Jemuapenahan gempanya iioat< oipasang padaawalpembangunannya. Jikatidakada penahan periksalah gambar gempa, aslinya untukmenentukan perlupenahan diperlukan tidak.Jikaya, makJpenahan atau terlebutataubagian yanghilang 99mpa harus dipasang sesuai dengan desain semula. Blok landasan penahan gempakadangkala hilangsebabpelaksanaan yang kurangbaik. Kerusakanini dapat disebabkanhilangnyabaut-angker penahanatau hiiangnyi faret penahan padabagian antarabalokpenahan gempadai bangunan atas. CARAPENANGANAN : a) Gantilah bautpenahan yanghilang ataukencangkan apabila longgar. b) Pasanglahkaret penahangempa yang baru-apabila tcaret linahan gempa tersebut rusakatauhilang. Jika karetpenahan gempatersebutmasihada padatempatnya tetapiterdapat suatucelah antaralandasankaret tersebut,maka celahteisebuthaius diperbaiki denganmengisikan jarak tertentu mortar_ seperti yangdisyaratkan padapanduan pemasa-ngan barigunan lingg_a (Lihat atas. Gambar 47).

BolokPenohen Gempo BolokKepolo

Gambar47 BalokGempayang Hirangdan perbaikanBalok penahanGempa 8.4.2. KERUSAKAN - Hilangnya 601 Kemampuan Bergeraknya Landasan pergerakan Hilangnya jembatan dalamlandasan dapatdisebabkan oleh: a) Korosidan lekatan satusamalaindaripermukaan baja. b) Penghalangan tibatibaketika bautpenahan pinjang. terralu pelat gelincir q) Pautpadalandasan terlalu kencang. d) Tidakcukupnya tempatuntukbergerak jembatan antaraOinOing kepala dengan lantai bangunanatas akibat pelaksanaan yang buruk aiau afibat pergera[an tanah.
75 - 130

CARAPENANGANAN : Karatdan Lekatan Permukaan yangkelihatan harusselaludibersihkan diberipelumas lihatpenanganan dan untukKerusakan 607. Terganjalnya atau Tertahannya Landasan Material yangmengganjal harusdihilangkan untukmenjamin agarlandasan dapatberfungsi denganbaik. Jika baut pengikat terlalupanjang,maki baut tersebutharusOipotong ajar terdapat kelonggaran sekitar mm antarapbrnrr.rt<aan. 20 Baut pengikatyang Terlalu kencang Jika.baut pengkatbawah terlalu kencangmaka baut tersebutharus dilonggarkan agar landasan dapatberfungsi sesuaidenganfungsinya. Jika landasan tersebut terbuatdari bija makaberilah pelumas. TidakcukupnyaTempatatau RuangBebasyang TidakMemadai J.ika. masalahnya disebabkan oleh pelaksanaan yang jelek maka dindingantaraharus dipahatkuranglebih 10 mm untuk memberikan febnggaran bergerak. Jii<aselimutbesi tulangan terlalu tipismungkin diperlukan paoapeimukaan sealant ya-ng dipahat. Jika masalahnya disebabkanoleh bergeraknya bangunanbawah, maka diperlukan pemeriksaan khususuntuk menentukan jenis penanganan secaramenyeluruh ierhadap jembatan tersebut. 8.4.3. KERUSAKAN - Kedudukan 602 yang Tidakrepat Landasan Kedudukan landasan yang tidaktepatbiasanya diakibatkan karenapelaksanaan awalyang tidakbaik CARAPENANGANAN : Bilamana kerusakan disebabkan oleh pelaksanaan yangjelek maka dapatdipilih cara-cara berikut sebagai ini penanganannya : a) Pompakan resinepoksiuntukmengisi lubangantaradudukan betonatau baja denganlandasan karet. b) Angkatlah bangunan atasdan dudukan padatempatnya. ini dapat landasan Hal mencakuppengerjaankembali permukaanmenjadi benar-benar horisontal gurinda dengan atau pelapisan dengan resinepoksimututinggidan memasang kembali landasan baja. Bila kerusakan disebabkan oleh gerakanbangunan bawahmaka bentukkerusakan harus dirujuk oleh pemeriksaan khusus untuk menetapkan jembatan secara penanganan menyeluruh terbaik. yang 8-4-4. KERUSAKAN - LandasanMortaryang Retakatau Gompal 603 Penanganan yangrusakakanmengikuti mortar prinsip-prinsip berikut : a) Beton gompal- Kerusakan2}l. b) Betonretak- Kerusakan 202.
76 - 130

Bilamana kerusakan nilai yangditentukan pemeriksaan jembatan oleh adalah atauS maka 4 landasan mortar harus diganti. Disarankan piosedur untuk mengikuti berikut : ini a) Gelagar didongkrak ditempatkan posisinya. dan pada b) Landasan mortar lama dipahatsampaikedalaman sekitar20 mm di bawah bagian atasposisi balokkepala. c) Bagian yangdisiapkan lapisi dengan bahan.perekat telahdisetujui yang d) Kemudian yangbarudapatdlpasang mortar dengan mdnggunakan idukan mutu yang mempunyai kekuatan tekan sekitar+OO fglcir-' dalamwaktu7 hari. lnggi, Permukaan bagianatasnya harusbenar-benar darirata. ada e) Mortarbaruharusdirawat palingsedikit selama hari. T f) Landasan gelagar dan diturunkan padaposisinya. dengan hati-hati 8.4.5. KERUSAKAN - Pergerakan atau Perubahan Bentuk yang Bertebihan 604 dari Landasan Pergerakan yangberlebihan landasan dari padalandasan dapatmuncul bajasebagai hasil perubahan dari bentuklandasan etastomer. Pergerakan yangberlebihan akanmenyebaUt<an keruntuhan landasan baja. LandasanBaja Masalah dapatdisebabkan : oteh a) Pelaksanaan yangjelek awal padastruktur b) Getaran membuat landasan bergerak keluardari posisinya c) Bergeraknya bangunan bawah CARAPENANGANAN : Jikamasalahnya disebabkan pelaksanaan yangjelekataugetaran oleh awal padabangunan atas maka angkatlah bangunan atas dan kembalikan pioa posisisemuli dan landasan pasang pengikat, mungkin dapatberupa baut,sehingga landasan tidakdapatkeluar dari lagi tempatnya. Jika gerakanbangunan bawahmenyebabkan landasan bergerak secaraberlebihan, maka pemeriksaan diperlukan khusus. Jika keruntuhan tidakdapit lagi dihindarkan makaharus penunjang dipasang sementara.

Gelogor L o n d o s o nY o n o keluor dori pelot Bongunon bowoh Bongunon bowoh

Londoson Yono Hompir Runtu6

Gambar48 Pergerakan Berlebihanyang Mengakibatkan Keruntuhan Landasan


77 -130

Penggantian Landasanatau pertetakan Penggantian dilakukan dengancara mengangkat gelagardan mengganti yang landasan rusak.dengan baru.Mungkin yang diperlukan untut irenlangratsebaiiin gelagar lainnya di samping gelagar dimana terdapat landasan yangrusak, untukmendislribusifan bebaniada beberapa dan dongkrakserta menghindarkin titik kerusakan terhadapbagianlainnyada1 struktur. Dongkrak datarkhusus (lihatGambar biasanya 49) dipakai untukjenispekerjaan semacam ini. Dongkrak tersebut cocokuntukruangyangse-rnpit antaragelagar dan balokkepalapada jembatan. kepala
URAIAN: Dongkrok dotor dopot ditempotkon podo ruong kerjo yong sempit untuk pengongkoton sementoro perubohon olinyemen don penyesuoion, Dimensinyo yong kompok,- kemompuon tohose yong tinggi, siklus pengembolion yong cepot serto mudoh dipindoh-pindoh don songot berguno sekoli untuk pekerjoon pemelihoroon jemboton. Kemompuon dongkrok podo umumnyo berkisor qlttoro 5 sompoi t 50 ton sementorb ruong yong diperlukon untuk memosukon dongkrok terieSut bervoriosiontoro 40 mm hinggo 1t5 mm

@ @@
I

ffi I

Gambar Dongkrak 49 Datar

78 - 130

d$$fi

h8"$.q

$$H ESA
:6gI,

sfttr-E

H$$$
t

$$# B*s$
i0 ,#
t!! g il d

sff8H

lrl

E E
H

fr8Fg
w{l}(3* F 9S s

8&{fi
tlil

X:lf CH It|&
Itl {n f, T {r ;)J

Sc ;{

l*

$sistr
ssftE SF H i
?rfll

Eo. {t

t! (E

*
g* oa r$
l-

ss(o0.! e rtddr: {\$tnafi

-g (g

sE
ts
*
IL
!: Q

*?{s(s{t rr,qlrqfl ?fd O nO a * { tl(t * F

tr o o
o g

! ED

g#6
a
lrl

C E

wt45* !r: q $, #l
F f{ {{I $t rO t+l $t l|t

o
i:

.E

o ctt
I

(E -E CL

ot N

& i
sl 4 F

{ss{pa ta E cs - q nl |st h
F

et

G} {i {t

({l

;'
g E!
G'

f}(l}lLF rFFfi

*icxn
F s:'rvlt!
F?TF

o ro t o It

QETAO

IE

*i s.* # r*i

E T'ttO6

{: {d ..f d

t$
I
I

B.t
6

F{
*(
G

f,5

sJc

fifts.q SSFH 8Strq

strHF F.x
*ao{dt! cC {O O C,'l lrfduft
sf,:*F

$H

te

*sg$

Acuanpenanganan ,. Fastikanmur peda angkersudah dil*pas,gementara hagianatas jembatantetap terBasang. padadiafragrna Jemhatan didongkrak atau gelagarmelintang, kamudian pel melegqs psngqnci dan a$ny,a as dicabut. Seblah semusbagiannaurah tercabut, perletakan digantidengan komponen yangtelahdisiapkan. diinginkan perletakan Fib berfung*isebagairol, diantaraplat landasan dihri suafir lapieanCarinahanxintetik baru diatasnya dipasang kompcnen baru yang lobangnya"rdibuat -tersebr.tr. celah memanjanglcval pergeseran untu"k memungkinkan antara pfit Lapisan bahan syntetietereebut mcmpermudah pergerakanhoriesntal,kar*na koaiisien gesemyaya.ng"..sangat rendah.Pemasangan komponen baru dilakukan dengan prosedurterbalikdenganya*g disebutksn diatas, $eandainyamekanikal bearing sudah.rusak semuanya,maka parfu diganii denganyang baru. Fe4ggarrtiannya prosedur sesuai dengan diatas. 2. Karena keter-batasart tempat, pendongkrakan dapat dilakukan pada gelagar mslintang denganrnen*mpaitkan antara fieni bawahdan atai, untutlnir-ini fungalcu perludlhihtng,kekuatan gelagar sambungan antara melintang pelatbuhulapakah dan kuatatautidak" 3. Jika kekuatan sambungan tidakmemenuhi, dapatdiperkuat denganmengganti baut dengan tegang*nlebih, pefatpenyarnbung tinggidanmenambah 4. Pekerjaan dilakukan ini sebaiknya sewaktu lapisan overlay aspaltelah dibongkar dan dibuang sehingga bebanyangdipikul lebihringan. $etelahdikupas seluruh hpisan permukaan aspaldan kemudian lantaibetondibsrilapiean hardener antigores perbaikan/penggantian $" Pokerjaan p*rfetakan setelahp*teerjaan {b*aring)dilalqJkan p9ngupa$an overtay pek*rjaan:prndonskt"k|t aspalseleeai. untukmemudahkan lni parkuatan {acking} dari rcngka baja t*nsebut.Demikianpula untuk pengegaan jembatan, batang-batang yang lcarena pengurangan rangka bebanmati gayagaya rtrngka jembatan sscars $gnifikan Juga )fang berkerja pada bafiang-batang berkurang. 0. Sebagaicontohpadajembatan Callender Hsmilton tffH) tipe ts 15 KelaaA dengan bentang50,29meterpngurangsn bebanmatiakibatlapiean aspalaverlay eetebal 15cmadalah: x2200kg = 118.497,90 - 116,5 kg ton. "+ 7 x 0,15x 51,29 jack 7. Pengupasan lapisan aspalyangmelebihi l<etebalancm dengan 5 menggunakan pembukadan kemudian dilanjutandengan hamm*r/hydraulic brealter *ehag*i pengerjaan manualmenggunakan cangkul/sekop permukaan beton agar terungkap. Kemudian dilanjutkan dengan meny*euai*n ketinggian aprit aspaldi bagian 8. Lebihbaik lagi jika ada pergantian lantaibeton,sehinggabebanmati mexrjadi nol tinggal beratsendiri dari konsiruksijembatan sangatmembentu tersebut.lni karena gayasayabateng sangatberkurang.

80 - 130

Gambar51 MetodepelepasanKomponenperletakanJembatancH

Mstodp Fanggantian: pernbongkaran 1. Melakukan sambungan muai siar 2" Memporsiapkan dudukan yang hmpat dongkr:ak stabildengan cfira rnemhemihkan jembatan bekas keqqJa dari cor-an beton mempersiapkan dan yang dudukan rnortar stabil sietem yang dietas dongkar berupa baja bole kosong dangan !4eryperei*pkan pengaku ketehalanmmdimensi 7 573mmx 100S x 1CI8 y*ngcukufnrasif Oapst rnrn rnm Oan dipasangdandilepas d*dgelagar lerpisah mettntang l\,fema*ang dongkak detar deng*n kapasitas tonyang 100 ma$uk dalam ke eelah antara gelagar rnelintang lantai jembatan. dan bstan kepala $elanjutnya tiaptahapan untuk pendongkrakgn dieiapkcn dapat beberape baje fembar dantumpukan yang kokoh kayu yang disesuaikan trencana dengan pengangkaian. tahapan Meniadakan lalu-lint*s saat pada pengangkatan jembetan beban

81 - 130

?000 (l(Ers4/1000 frrwts}

holtsbajn

--f -'

bck* baJa

Posisi dongkraksedet(*tmungkindenganperletakan di a8snya diletakanho** baJauntulcperkuctafigelagar elsmapendangkrakan

Gambar Posisi 52 pada Dongkrak Gelagae Melintang

Molepask*n bsot psrlehkfin dasar jembatan dua dongknak lokasiyaag 7, Mslakukfin padc dipifih ffingffn$kfitan dengan buah darisisijembatan memanjang terus amh pen$amatan dengan melakukan dan pengontrolan terjadi agar tidak kerusal(an struktural. jembatan s,Melepaskan pin klip dan penghubung danik*bsurah siku alas g. Memasangkan t*flon dap*t l*pisan yang diirisiplmn pelat dan eiku sntarf, dasar besi perletakan 10, Memasan$ksn d*n pin kcrnbsllklin 11. Menurunkan $#npai poeisi dongksffilr pada awal pengencangan prletakan pcntakiksn ag*r tidelr 12. Mefakuttan baut dasar dan nrur baul atau dan dieuri, terakhir penandflanyang kenmng hilang melakuksn baut telah deqgan pengncatan melskukan
$,

82 - 130

l--ds-"l

F---+F-tst-'t"--*--l

,"15

\/"t

&,L*
' u

Di Cot

b/-

@
Gambar53 ProsesPentatikan dan Pemberian Cat pada Baut yang Telah Dikencangkan 8.4.6. KERUSAKAN - Landasanyang Berubah Akibat Umur, Terbelah,Retak 605 Sobek,Hancuratau Hilang padalandasan Kerusakan dapatdiakibatkan oleh a) kualitas yangjelek bahan b) perubahan akibat umur yangberlebihanbaiktegaklurusmaupun c) tekanan melintang d) penanganan yangburuk e) tumbukan CARAPENANGANAN : Jikanilaikerusakan lebihbesardari3 makapenggantian dilaksanakan sesuai dengan uraian padaKerusakan 604. 8.4.7. KERUSAKAN - BagianLandasan 600 yang Longgar Jikabautlonggar makabauttersebut harus dikencangkan kembali sesuai dengan spesifikasi aslinya. tidakdapatdikencangkan makabauftersebut Jika lagi harus diganti. Jika landasanrol, rgcker pada jembatanBailey atau axle prn longgaratau salahtempat maka bagiantersebutharus dikembalikan pada tempatnya semula dan diikat dengan pengikat untukmenjamin perpindahan muncul tidak kembali.
83 - 130

8.4.8. KERUSAKAN - Landasan 602 Logamyang Kering Kerusakan berpengaruh ini pada landasan sendi,rol, landas rocker an pelat dan landasan gelincir. Kerusakan mencakup: ini padabagian-bagian dirancang yang untukbergerak 3) terikatnya b) kerusakan permukaan logim ying tcering c) korosi

Gambar54 Landasan Logamyang Kering CARAPENANGANAN : Permukaan bergerak a) Bersihkan semuapermukaan yangterekpos b) Beripelumas semuapermukain ylng oergerak gemuk dengan tebal -bergerak c) Catatlah semua permukaanldndisan yang tidlk - rujuk pada Kerusakan untukpenanganannya. 301 Landasan Sendi Kebanyakan landasan bergerak dilumasi dengancara melalui nipelpelumasan. Landasan yangdemikian perludiberigemukpalingseoifitsekalisetahun. bemuf harusdipompa ke dalamhingga gemuk tersebut keluar dariujung landasan. lain Jikanipelgemuk tersumbat ataurusakmakaharus diganti. Perletakan Mekanikal Pada. umumnyaperletakan masih berfungsi ini denganbaik. Kerusakan disebabkan oleh korosikarenakotoran yang mengendap ata-snya, angkeryang hilangataupun di riur angker yangbengkok karenapemasangan awalyangtid-ak tepat. Bila kerusakan ringa.n, maka yang dilakukan adalahcukup denganpembersihan saja, kemudian bagian-bagian terkoiosi yang dicatdanmuryanghilang dijanti.' Kerusakan berat biasanyaterjadi pada bagian bawah saja. perbaikandapat dilakukan dengan plat mengganti dasar, landasan danas-nya sudahaus. siku bila

84 - 130

8.5.

Perbaikan ElemenBangunan Atas

Bagianini menguraikan penanganan yangdianjurkan untukkerusakan yang berhubungan dengahbangunan alas.jembaian yaitu: lantai, i"ngrr, gelagar,drainaselantai,lapisan permukaan, trotoar, dan kerb. 8'5'1' KERUSAKAN - Pergerakan 701 Sambungan Memanjang Lantaiyang Bertebihan P.erbedaan pergerakan sepanjang sambungan dapatterjadidi dalampelatlantaibetondan diantara bagian dari bagian-bdgian pracetak. CARAPENANGANAN : Tergantung_pada pemeriksaan desainnya, penanganan mungkin yang meliputi : a) Penyambungandengan itow-et oa-n penguncian dua bidang antarmuka bersamaan b) Pemasangan.sambungan freksiber yang padakeduamukanya c) Pelapisan lantai kembalideng-n pelatbeton untukmenyaluit<in beban tersebut d) Pemasangan balok penoping'di bawah gelagar atau pelat lantai untuk mengurangi lendutan yangterjadi. Penanganan tersebut atasdilakukan bawahproyek di di rehabilitasi. 8.5.2. KERUSAKAN - LendutanLantaiJembatan 702 yang Berlebihan Lendutan yang berlebihan dapatterjadisecaravertikalmaupunhorisontal dapatterjadi dan padarangka, gelagar, pelatdan lantii. Jembatan mempunyai alinyemen lengkung horisontal lebih mudah mengalami lendutan horisontal. CARAPENANGANAN : Rangkadan Gelagar Penyokongan rangkaatau getagarbeton.memerlukan pengecekan desainuntukmenjamin perubahan bahwa tegangan desiin yangdimasukkan aman. Penyokongan elemen kayubiasanya amankarena kayupadaumumnya akanmenyebarkan tegangan dengan baik. Pelatdan Lantai Beton Kebanyakan lendutanyang terjadipada pelat atau lantaibetontimbuldari kasuslain dan memerlukan penelitian secarakhusus. LendutanHorisontal Beberapajembatan dan jembatan kayu mengalamilendutan horisontalyang lanO.ka berlebihan. inidisebabkan :Hal oleh Buruknya arinyemen eremen pembangunan serama awar. 3l b) Longgarnya hubungan yangmengakibatkan j6mbatan berayun. c) Memburuknya materialatau laput< yang mengakibatkan strukturtidak sekaku sepertisemula. d) Kurangnya diafragma ataurangka melintang antaragelagar dijembatan kayu.
85 - 130

Untukmenahanlendutanlebih lanjutmakajembatantersebutdapatditahansebagaimana terlihatpada Gamb.ar Kabelpenahan dapat dikaitkan pada tiiir kuranglebihsepertiga !5, bentangandan dibuat mungkin dengan menggunakanwartelmuur.Kabel .sekencang penahan tersebutperludiangker denganiapi dengin mengikatkan pada bendayang stabil misalnya pohonbesaratau angkeryangditanamkinpadaiuatu blokyang besar dan stabil ataublokangker kayuyangditanam cukupdalamdan besaruntukmenghindarkan gerakan dalam tanah. Mungkin untuk mengurangisebagian dari lendutan yang terjadi dapat dengan memperkencang wartel uur tersebut. m Menambah ikatananginhorisontal bawahuntukmemperkuat jembatan rangka ataugetagar.
DETAIL BALOK ANGKER ikat

a-*d@@sdt EgdU

Kayu yang ditanam dengan ukuran sekitar panjang2m diameter3O0mm dengankedalaman1,6m

Pasanglahrangka melintangyang cukup sepanjang bentang yang ada CATATAN : Gunakan kabel yang cukup kuat dan dapat ditegangkandehgan baik

Pasanglah pengaku horizontal di bawah gelagarjika diperlukan

denganwarteluntuk

Gambar55 Pengikatan dan Tambahan Pengaku untuk Menahan Lendutan Horisontat

8'5'3' KERUSAKAN 711- Pipacucuran dan Drainase Dindingyang Tersumbat Kerusakan mencakup ini tersumbatnya : a) lybang drainase padadinding dinding jembatan, kepala penahan dinding tanah, pilarberongga dinding dinding dan petengkung. b) Pipacucuran c) Drainase permukaan lantai

86 - {30

CARAPENANGANAN : Drainase Dinding Lubang rembesan dinding harusdiperiksa setiap jika tahundan dibersihkan perlu. Kegiatan ini harus dilakukan sebagai bagian pelaksanaan dari pemeliharaan rutin. Jikatidakada lubang rembesan dinding plesteran dan dinding lembab sertanodarembesan terjadipada dindingmaka mungkinoipenuranlubangreribesandinding.Hal ini dapat dikerjakan sebagai bagian dari kegiatan perbaikan keciliecara berkala. Biladibuat.lubang rembesan dinding denganmembor dindinguntukmengurangi tekanan, perludiperhatikan agar menutupsetiaptulangan betonyang terbukauntukmenghindarkan dari karat'Hal ini dapatdikerjakan denganp6hpisano6siiutangan denjan epoksipengisi retak. PipaCucuran Pipa cucuranharus rutin. pipa cucuran 9.u"gl supaya.tetap bersih oleh pemeliharaan tersebut.hendaknya diperiksapatingsedikitsekalidalam empat bulan untuk menjamin berfungsi dengan efisien. Peda ba.nyak jembatan. RangkaBaja CalenderHamilton(RBU), 50% dari pipa cucuran ditempatkan langsung diatasikatan ingin bawah. Ujungpipacucuran harusdipindaht<an ini agar tidakterjadipenumpukan kotorandan berkardtnya'ikatan angin bawah.peierjaanini harus dicakup dalamprogram jembatan. rehabilitasi DrainaseLantai pemeliharaan rutin. jawab untukmenjagaagar semuasampahdan bertanggung fe.kerjaan bahanlainnya tidak menyumbat pipi cuCuian pada permukainlantai.Jika lapisan aspal menghalangi (genangan) air mengalir dalampipacucuran ke makahal itu harus dibersihkan agarairdapatmengalir permukaan dan lantai menjadi kering. 8'5'4' KERUSAKAN - Hilangnya 712 BahanPipaGucurandan Drainase Lantai Bilamana material pipacucuran sudahlapuk, dantidakberfungsi -berkarat aus dengan baik,makahal ini harusdiperbaiki. Dalambeberapa kasus,ujunglubangpipa clcuran dan tidak dapat mengalirkan di bawah elemen-elemen air lantaiJembatan. Dalam kasus ini pipa cucuran harusdiperpanjang palingsedikit100 mm di bawahgelagaratau batangtrrigit utamabawah. Perbaikan dilaksanakan bagian ini perbaikanlecii oleh berkala. 8.6. Perbaikan Lapisanpermukaan Jatandan Trotoar

P.ada. bagianatasjembatan (betonatau kayu)diberilapisan aspaluntukmelindungi beton atau kayu.Aspal atau lapisan yang disempioikan sifatnya berporidan karenanya dapat a-ir rembes. melalui lapisan permukaan tersebut. Jika kemiringan iapisanpermukainini cukup makaair yangberadapadapermukaan aspaltersebut dapatmengalii dengan baikdi atas permukaan. Pekerjaan pemeliharaan berikut harus ini jika dilakukan air merembes ditemukan terjadi atau genangan permukaan di : a) Kemiringan melintang aspal danbentuk drainase bebasharus dibentuk. b) Lapisan aspal yang sudah usang harus diganti secara teratur pada waktu tertentu.
87 - 130

yangrusakharus g) Lubang, daerah diangkat atauditambal d) Permukaan yangmelendut, meskipun dangkal harus diperbaiki e) Retak-retak harusdi-seal Pekerjaantersebut di atas harus dilakukan sesuai dengan spesifikasidan paduan pelaksanaan pemeliharaan yangtepat. jalan jalan yang tidak di-seal pada jembatantidak dikehendaki Bahu. karena hal itu akan menyimpan air.. uap Jika mungkin bahujalan tersebut harusdilapisi. Jika tidak mungkin, makaharusdibuatdrainase padabahujalanagartidakada uap air yangterjebak didilam struktur bahujalantersebut. 8.6.1. KERUSAKAN - Lapisanpermukaan 221 yang Licin Masalah dapatmenjadi ini berbahaya jembatan apabila padatikungan tersebut terletak dan permukaan lapisan aspalnya yang licinatau padajembatan lantaikayu yang mempunyai lantai kayupolosmemanjang. CARAPENANGANAN : Penanganan untuk permukaan yang licin harusdiperbaiki pemeliharaan oleh pekerjaan rutin. penanganan Metode termasuk cara-cara berikut ini: a) Kasarkan permukaan denganmembuat alur.Untuklapispermukaan betondapat dikasarkan denganalat sepertigergajibetontetapi harus yakin terlebihdahulu apakah selimut beton bagian atas tersebutmencukupi untuk diadakanlagi pengkasaran dengancaratadi sebabkalautidakhal tersebut dapatmenimbulka-n masalahlain yaitu timbulnyakarat pada besi tulanganyang terlihatakibat pengkasaran tadi. b) Pekerjaan pengkasaran permukaan dilakukan tadi garis-garis denganmembuat jarak 80 mm dengankedalaman mm. Garispengkasaran dibuat dengan 5 tadi melintang dengan arahlalu-lintas. c) Pelapisan lantaidenganlapisan yang lebihmempunyai daya geseryang Yl?ng baik.Halini dapatdicapaidengan : i) Seal dengansatu ukurankerikilhalusyang disemprotkan -biasanya tidak mahal. lalu-lintas dan yanngterganggu juga tidaklama.Pemilihan agregat sangat penting apabila dipilih cara demikian, agregat tersebut naius mempunyai pSV (polished nilai SfoneVatue) yangrendah ii) Penggunaan permukaan epoksianti slip --haiganya cukup mahal dan memerlukan yang khusus.Biasanya alat pabrikpembuat epoksitersebut akanmelengkapi spesifikasi untukpekerjaan ini. iii) Menggantilapisan aspal yang sudah ada mahal dan mengakibatkan gangguanpada lalu-lintas. jika sedang ada pekerjaan Lebih ekonomis pelapisanulang jalan dan jembatantermasukdalamnya. Jika nai ini merupakan suatumasalah, makalapisan aspalyang lama harusdibuang terlebih dulu.Perhatikan padasambungan siar-muai.

88 - 130

8'6'2' KERUSAKANT22-LapisanPermukaan yang Berlubang,Kasarakibat Lubang atau Retak CARAPENANGANAN : Permukaan yang Bertubang Masalah permukaan yangberlubang biasanya diperbaiki dalampekerjaan pemeliharaan rutin. Setiap lubang padapermukaan lantai aspalataukerikil harus dibersihkan, sisinya dilapisi dengan lapisan aspaldasar, kemudian laludipadatkan dan diisi dengan yangsesuai. Oanan Jika.l.ubang padapermukaan tersebut lantaibeton,makadiperlukan pemeriksaan khusus apabila besitulangannya terlihat. Pemeriksaan khusus tersebut akanmenentukan apakah pelatlantaitersebut secarastruktur rusak. Jikalubang tersebut tidakmengakibatkan terlihatnya besitulangan, makakerusakan dapat ini d'iperbaiki dengan cari p"n"nganan kerusakan gompal beton, lihatKerusakan 201. Permukaan yang Kasar Kerusakan mencakup ini lantaijembatan jalanpendekat dan jarak15 meter dalam untuk jembatan. setiap arah Masalah permukaan yangkasardiperbaiki pekerjaan dalam pemeliharaan rutin. Adanyakekasaran padapermukaan aspal,kerikil ataulantaibetonharusdiratakan. ini Hal dapat jalan: dilakukan dengan a) Meratakan jalanataugrader denganperata b) Memahat yangmenonjol bag.ian pahatbertekanan dengan ataudengan tangan. (kalau q) Digurinda beton) dengan gurinda mesin d) Melapiskannya ulangdengan aspal. e) Mengganti yangkasar. lapisan Jlkamengadakan pelapisan ulang dengan perhatian aspat, harus diambil untukmenjamin bahwa teballapisan perkerasan ataJtantai'tidak di berlebihan. Permukaan yang Retak Masalah keretakan padalapisan permukaan biasanya pemeliharaan diperbaikidalam rutin. Jikaker.etakan te_rjadi yang padabagian sambungan siar-muai, makamaterialyang retak harus dibuang, joint kemudian tersebut diperbaiki-(lihat perbaikan sambungan iiar-muai;, danlapisan permukaan dikembarikan kondisisemura. pad'a Jikakeretakan berhubungan dengan kerusakan sambungan lantai, makaharus dilakukan : Dilapisidengan bahanberaspal kecil) 3) fiika b) Tanganisepertipenanganan lubbngpadapermukaan keretakan jika yangtefladi lebarataubesar c) Tangani seperti pada lapisan perkerasan yang bergelombangseperti Kerusakan723 jika yang terjadi adalah retak buaya atau retak yang tidak beraturan.

89 - {30

8.6.3. KERUSAKAN - Lapisanpermukaanyang Bergelombang 223 Permukaan yangbe.rgelombang seringkali jembatan berhubungan dengan yangmempunyai tanahtimbunan atasstruktur di betonltau pasangarioatu lmisatnya;eriroaian rali lengkung) ' ataudimana terdapat lapisan aspalyangberlebihan ataslaniaibeton. di CARAPENANGANAN : Timbunan yang Bergelombang Galilah yanglunak, material keringkan yangbersangkutan mungkin isi daerah jika dan kembali padatkan dan dengan bahan timbunan yaig baik.iapisi kbmbalio6ngan aspat atau sealyang disemprot. Aspal yang Bergelombang karenaTerlaluTebal jelek. atau luang semuaaspalyangtedalutebaldan bergelombang aspalyangbermutu Gantilah dengan aspalyangsesuaidengan sp6sifikasi BInaMargaoin sEsuait<an elevasinya denganelevasi yangditentulian jembalan padarencana semufa. 8.6.4. KERUSAKAN - Ketebatan 224 AspatyangBertebihan pelapisan Apabila kembalisudah melebihidaritebal rencana aspal, makalapisan aspal tersebut harus dibuang untukmengembalikan pemikuian kapasitas jembatan beban rencana Tebalrencana biasanya mm.Jikalebihdari100mm;makaharus 50 diambilsuatu tindakan untukmengurangi ketebalan tersebut. CARAPENANGANAN : ulangyangberlebihan secara manual ataumenggunakan mesingrader. ?y.ng pelapisan Jikamesin digunakan, perhatian khusus diperlukan sekitar di samdungan lantai aglr tidak timbul kerusakan. Normalnya lapisan aspailama dipindahkan digintiOenlanlapisan dan barudengan ketebalan maksimum mm. 50 Penurunan akhirlevelpermukaan sepanjang lantaijembatan harussamadengan penurunan yangterjadi padajalanpendekat. Sebaohaiini akanmenghindarkan bebantjlut faOa jembatan kepala jembatan di 8.6.5. KERUSAKAN - Trotoaryang Licin 231 CARAPENANGANAN : Penanganan permukaan yanglicindikerjakan bagian trotoar pemetiharaan oleh rutin. Penanganan dapatdilakukan sebagiiberikut : a) Permukaan disikat dengansikat kawat. Untuk permukaan beton, hal ini bisa dilakukan dengan sikat kawat yang berputar secara mekanis untuk menghilangkan yanglicin. bagian b) Melapisipermukaan dengan bahan anti slip. Pekerjaan dapat dilakukan ini denganmembuatlapisananti slip dari bahanepoksimahaldan memerlukan peralatanyang khusus. Biasanyapabrik pembuatepoksi akan memberikan spesifikasi untukpenanganan tersebut.

90 - 130

8.6.6. KERUSAKAN232 - Trotoaryang Bertubangdan Bergelombang CARAPENANGANAN : Permukaan yang Berlubang Seperti Kerusakan 222. LapisanPermukaan yang Kasar SepertiKerusakan722. 8.6.7. KERUSAKAN - BagianTrotoaryang Hilang 733 Kerusakan termasuk situasi denganpetattrotoar ataupapanyanghilang. Dimana elemen hilang daritrotoar harus diganti sesegera mungkin 8.7. Perbaikan Sambungan Siar-muai Umum Bagian menguraikan ini penanganan yangdisarankan terhadap kerusakan yang berhubungan dengan sambungan jembatan. siai-muai Karena adanyaperubahan suhu,bangunan jembatan (betonataubaja)akan atas mengembang menyusut atau olehkarena sambungan itu diberikan untuk memberi kesempatan memuai dan menyusut gerakan dengan lang terbatas. Sambungan Siar-muai Sambungan siar-muai sering menjadi jembatan perbaikan satutitiklemah padasuatu dan perlu dilakukan setelah beberapa tahun. Ada banyak macam sambungan tipe siar-muaiyang dibagi dalam ke tigakelompok utama: a) sambungan siar-muaiterbuka (sambungan paling yang sedirhana) b) Sambungan siar-muai yangkedap air c) Sambungan yangkedap dantertanam siar-muai air Bukaan darisambungan harusdijagasupaya tetapbersih dari kotoran dan batuuntuk memungkinkan bangunan agardapatbergerak atas dengan bebas. Apabila sambungan siar-muai yangkedapair bocormakaharussegeradiperbaiki. Metode perbaikannya tergantung kepada sambungan harus tipe dan mengiiuti penanganan khusus yangdianjurkan olehpabrikpembuatnya. Jika.filler mastiknya rusakatauhilang, bahanini harusdibuang, permukaannya dibersihkan, lembaran dasarbarudimasukkan fitter din mastik ditempatkai.dalam sambungan tersebut.

91 - {30

8'7.1. KERUSAKAN - Sambungan 801 LantaiyangKasaratauTidakSamaTinggi CARAPENANGANAN : Tabel22 Penanganan sambungan yang Kasaratau Tidaksama Tinggi
Nilaikondisi Penanganan yang direkomendasikan

Nilaikondisi< 3

Perbaikan kecil untuk menghaluskanternpat tersebut dengan aspal atau dengan chipping manualyang akan dilaksanakan pada organisasi Perbaikan Rutin. Bersihkan yangkasaratauVangOanannya bagian tidakteraturdan ganti.Gunakan metodaperekatin yang baik untuk menempatkan bahanyang baru q3da bidang lama. Pekerjaan ini biasanya dilaksanakan perbaikan dalam periodik kecil. dan Jika tidak ada kerusakan tain Cengan sambungannya, laksanakan sebagaimina dijelaskan atas sebagaibagiandari pekerjaan. di Perbaikan periodikdan kecil. Jika berhubungan dengan kerusakanlain dari sambunganlanlai, perbaiki kerusakanlainnya itu sesuai dengan penanganan yangtepatditentukan gantilapis dan permukaan sepanjang sambungan sebagaimana dijelaskan diatas. Pekerjaan merupakan ini bagian dariPekerjaan Rehabilitasi perbaikan dan Besar.

= Nilaikondisi 3

Nilai kondisi> 3

8'7'2' KERUSAKAN 802' SambunganLantai yang Kehilangan Kemampuanuntuk Bergerak Sambungan siar-muaitidak dapatbergerak dapat terjadi karena berbagai sebab: a) Pelapisan ulangyangberlebihan yangmengakibatkan tersdnbatnya sambungan b) Batu atau barang lain secara-tidlk diiengaja jatuh dan masuk kedalam sambungan c) Pergerakan bangunan bawahyangmengakibatkan jembatan memendeknya

Gambar56 Pelapisan Ulangyang Bertebihan

92 - 130

Botu yong mengholongi

Gambar57 Batudi dalamSambungan

Bergeroknyo bongunon bowoh yong mengokibotkon mocetnyo sombungon

Gambar58 Bergeraknya BangunanBawah CARAPENANGANAN : Pelapisan ulangyangtelalu tebal a) Potong lap.isan aspalmenurut garislurusyangrapisejauh 250 mm darimasingmasing sambungan. sisi b) Buanglapisan aspalyang terletak antarakeduamukayangterekspos di tersebut. c) Kasarkan bersihkan dan dengan permukaan baikbidang ianiii jembatan d) Bentuklah^cetakan untuk pemasangan nosing baru sepertitergambar dalam Gambar 59. e) Laburkan perekatepoksiyang sudahdisetujui pada permukaan lantaijembatan yangterbuka tersebut. yang barudenganmenggunakan 0 Cor nosin.g betonbertulang yang berserat dan berkekuatan tinggiataubetonepoksi. g) Rawatlah nosingbarutersebut sesuai dengan spesifikasi. h) Jikasambungan yangtertutup diperlukan, haka: i) Laburkan perekat padabidang epoksi samping dari sambungan yang baruterbentuk dan ii) Pasangkansealkaret/neoprene.

93 - 130

Kctcboton parkgroson

T-

l_

Gambar59 Perbaikan Sambungan Lantai Keberhasilan penanganan tergantung dari ini pada: a) Lekatan yangbaikantara pelatlantaijambatan yanglamadengan bahan lapisan pelindung yangbaru. b) Perawatan yangbaik darinosing yangbaru. c) Jauhkan lalu lintasdarisambungan tersebut sampaibetonyangbarumencapai penuh. kekuatan Bahanyang menyumbat dalamsambungan B..3h3n sajayangsecara apa tidaksengaja menyumbat masuk dalam ke sambungan harus padasaatpemeliharaan dikeluarkan rutin. Bergeraknya bangunanbawah jembatan Jikamacetnya sambungan diakibatkan karenabergeraknya oleh bangunan bawah, makahaltersebut pemeriksaan memerlukan khusus untuk menenlukan penanganan tara jembatan secaramenyeluruh tersebut. 8.7.3. KERUSAKAN - sambunganLantaiyangRusakatau Hitang 803 CARAPENANGANAN : Tabel23 Penanganan sambunganLantaiyang Rusakatau Hilang Nilaikondisi Penanganan direkomendasikan yang Perbaikankecil untuk bagian yang lepas dapat dilaksanakan pada perbaikan kecil dan perbaikan rutin.Perbaikan termasuk pengencangan lni baut ataupenggantian pengikatnya hal tersebut jika alat memungkinkan. Bagianyang terlepas akan menonjol dari bagian yang terbongkar, atau hilangnya bagian sambungan. Lihat Kerusakan 80S untuk penanganannya.

< Nilaikondisi 3

Ni l ako n d i si -5 i 3

94 - 130

Hilangnya lekatan Hilangnya lekatan terjadi ketika bahan kedap terlepas sisisambungan air dari siar-muai. Periksalah apakah lembaran kedap masih air diperlukan. tidakoipeitu"t<an, Jika buanglah semuawaterstop yangrusak. Jika wafersfop' diperlukan padasambungan lantai, makaperbaikilah kerusakan tersebut sebagai berikut: a) bersihkanlah darisambungan sisi siar-muai secara baik b) bersihkan dariwaterstop sisi c) laburkanperekat baru pada sisi sambungansiar-muaidan water stop, dan masukan waterstopkembali dalam ke sambungan. d) mungkinperlu untuk memotongwaterstop yaig ada agar dapat membersihkan sambungan denganteliti sebelum dilaburiengan bahln peiekatbaru.Dalam kasus ini, bagian ujung dari yang rusak harJs dipotongpersegi.Ujung dari waterstop penggantiharus melekatpada bagian ujung Jai Oatrin ying tiOak jika rusak, inginmendapatkan sealyang efektif. Mungkin tlraterstop yangbaruperludigantijika nosrng barudiperlukan padasambungan lantai lapispelindung baru. perekat Bahan untuk sambungan lantai harus sesuai dengan pabrik. spesifikasi 8.7.4. KERUSAKAN - Bagiansambungan 80s Lantaiyang Rusakatau Hilang CARAPENANGANAN : a) Bersihkan dan.kasarkan permukaan betonsepanjang daerahyangrusak b.) Terapkan pelekatepoksipadapermukaan yangsudarr beion lioeisinran kembali bajasikudengan mortar epoksiiesuli denganspesifikasi pabrik. 9) Pasang d) Rawatmortarepoksibaru. PadaGambar danGambar diperlihatkan 60 61 penanganan tipikal.
Bersihkondon kosol*on Dermukoon perekot diteropkon Sebogbi lopison dosolz ,r Sombungon bojo

Gambar60 Perbaikan Sambungan Lantai- Metoda1

Mortor Epoksi

bogion betorahi kon podo betdr

Gambar61 Perbaikan Sambungan Lantai- Metoda2


95 - 130

Jikaangker dalamlantaibetonataupadadinding jembatan belakang kepala terlepas, maka perbaikan diperlukan denganmelakukan pembongkaran blgian beiakang betonatau pengikat memasang atauangkerbaru. Keberhasilan penanganan initergantung pada: a) Lekatan yangbaikantara lantaijembatan dengan lama yangbaru. epoksi mortar b) Perawatan yangtepatdari bahanepoksibaru c) Tidak dilalui oleh lalu-lintas terleblhdahulu sampal sambungan penuh dari kekuatan epoksiyangbarutercapai. 8.7.5. KERUSAKAN - RetakpadaAspatdiAtas petatGetincir 806 CARAPENANGANAN : Tabel 24 Penanganan RetakpadaAspal di Atas pelat Gelincir

Jikalebarretak kurang dari5 mm

Bersihkan retakantersebutdenganteliti dan angkat setiap bahan yang terlepas. Seal retakan dengan bahan yangmengandung aspal karet. Potonglah daerah aspalyang rusakdenganlurusdan buang setiap aspal yang lepas atau butirannya potongan. diantara kedua Kasarkandan bersihkanseluruh permukaan yang terbuka pada bagian atas pelat baja atau lantai jembatan.

Jikalebarretaklebih besar mm 5 Tetapitidak lebih besar mm 35

Lapisi dengan perekat epoksi yang telah disetujui pemakaiannyake atas lantai jembatan yang pelat gelincirdan sisi dari aspal yang terekspos, dipotong. lsilah alur tadi dengan cairan aspal lentur yang panasnya stabil.Jika bahannya tedalu kenyalmaka dapat distabilkan dengan memanaskannya dan menambahkan gergaji. serbuk Biarkan sampai mengeras sebelum lalu-lintas dibuka. Pertimbangkan penanganan-penanganan ini : berikut a) Penanganan sudah yang disebutkan atas di b) Menggunakan lembar neoprene c) Mengganti susunanpelat gelincirdengannosing betonbarudan lembar karetfleksibel ataudengan pengisi aspal yang mengandung karet Lihat Kerusakan 801.

Jikalebarretaklebih d a ri 3 5mm

96 - 130

Pelot gelincir

Gambar62 Aspal RetakSebelumperbaikan


Bogion ujung dilopisi dengon lem Kompon bitumen mengondungkoret

af

Gambar63 PerbaikanLapisanAspal yang Retakdi atas SambunganLantai 8.8. PerbaikanFasilitasdan UtilitasLalu-Lintas penanganan untuk kerusakan yangberhubungan dengan P?gilnini menguraika.n fasilitas lalu-lintas yangbervariasi padajembatan. 8.8.1. KERUSAKAN - pembatas-pembatas 901 yang RusakAtau Hilang Dimana pembatas-pembatas atautinggijembatan lebar rusak, bengkok atauhilang atau tidakterpasang. CARAPENANGANAN : a) Jika hilang,gantilah perekat atau bagian tersebut -yan'g denganpembatas yangsesuai dimensinyauntuk batasan maksimum kendaraan Oolen iewJt pada jembatan tersebut. b) Jikarusakataubengkok, perbaiki luruskan, ataugantipembatas. c) Jikatidakterpasang, pasanglah pembatas sehingga kendaraan tidakdapatlewat pembatas tersebut kecuali diberikan khusus. izin 8.8.2. KERUSAKAN - Rambu-Rambu Lalu-Lintas 911 yang TidakTerlihat Kejelasan rambudan marka jalandapatrusakkarena: a) Umur b) Cuaca c) Aus karena kikisan (pada jalan) ban marka d) Tindakan kekerasan dan Marka Jalan

97 - 130

Dalampemeliharaan dilakukan rutin pembersihan rambu-rambu, perbaikan kerusakan kecil danmempertahankan permukaan jalanbersih garislaiu-lintas sehingga dapatdilihat. Rambu-rambu lalu-lintas harus jika diganti secara berkala rusakberat. 8.8.3. KERUSAKAN - Hilangnya 912 RambuLalu-Lintas dan MarkaJalan Setiap rambu jalanyanghilang ataumarka penggantian harus digantijika masih diperlukan. tersebut plmeliharaan biasanya dilakukan bagian oleh nutin. 8'8'4. KERUSAKAN 921 - Perubahan akibat Umur pada peneranganan, Tiang dan SaluranUtilitas CARAPENANGANAN : perekat Gantilah ataubagian yangrusak dansudah tua. 8.8.5. KERUSAKANgz2 - Elemen yang Hilang dan SaluranUtilitas CARAPENANGANAN : Gantilah elemen ataubagian yanghilang tersebut. 8.8.6. KERUSAKAN - Utititasyang TidakBerfungsi 93i Pemeliharaan hanya jika dibutuhkan utilitas jembatan tersebut merugikan Laporkan kerusakan yangterjadipadainstansi yangberwenang untukmemperbaiki ketidakberfungsian memindahkan atau utilitas tersebut. Setiap lisaninstansi lain f,ermintaan harusditegaskan dalamsuatuperintah tertulis. 9 TataCara PerkuatanStruktur pada penerangan, Tiang

9.1 Umum Padaumumnya jembatan struktur direncanakan untukdapatberfungsi selama masalayan tertentu' Akan tetapi dalam masa layan tersebut sering dij-umpaipermasalahanpermasalahan struktur sehingga memerlukan perkuatan padastruttuijembatan tersebut. Permasalahan-permasalahanumum yang yaitu: timbul a) Kesalahan dalamperencanaan pelaksanaan atau : i) Misalkan terdapatkerusakan pada lantaijembatan dari betonberuparetakstruktural yang diakibatkan kurangnya kapasitas struktur (kapasitas di bawah standar pembebanan) sehingga memerlukan perkuatan struktur. ii) Mutubahanyangdiujisetama pelaksanaan pembangunan jembatan menunjukan hasil yang tidak memenuhi persyaratan segi kekuatan yang baik sehingga memerlukan perkuatan padastruktur. iii) Hasilperhitungan (dengan menggunakan kekuatan bahanaktual) yang menunjukan penurunan adanya kapasitas kekuatan struktur.

98 - 130

b) Penurunan kinerjabahanatau struktureksisting yang diakibatkan oleh pengaruh dari dalambahan maupun lingkungan i) Adanyapelapukan bahanpadastruktur karenafaktorusia,atau karenaserangan zatzat kimiawi tertentu yangmerusak (sepertijenis-jenis senyawa asam) ii) Adanya kerusakanpada struktur atau bagian-bagian struktur karena bencana kebakaran, banjir,atau gempaatau bebanberlebih yang belumdiantisipasi dalam perencanaan. jalan c) Perubahan kelas Dengan adanya perubahan kelas jalan, maka akan berdampak pada perubahan pembebanan jembatan. pada Dengan peningkatan adanya perubahan jalan,maka i<elas memerlukanperkuatan. pada jembatan untuk menyesuaikan pembebinan yang diberikan sesuai jalannya. dengan kelas Un-tuk mencapai tahapsuatupelaksanaan perkuatan yang mempunyai struktur hasilyang baikmakaperludilakukan serangkaian kegiatan yaitu: 1. Pemeriksaan Khusus Kegiatan inidilakukan untukmendapatkan gambaran yangrealistik mengenai kondisi yangada.Jeniskegiatan struktur yangdilaliukan padapemeriksaan khuius umumnya adalah : a) Surveipendahuluan Darikegiatan diharapkan ini memperoleh data dan informasi penunjang yangdiperlukan untukmenunjang evaluasi dan analisis data utama,sehingga afin liieroleh analisis atau kajian yang.mendalam sesuaidengan yang kondisi lJfangan.Oaiapenunjang di ini meliputi antara : lain i) Datadan informasi penanganan pemeriksaan atau perbaikan yang telahdilakukan sebelumnya ii) Gambar terlaksana iii) Datalalulintas iv) Datalainnya yangdianggap perlu b) Surveilapangan i) Pemeriksaan Visual Pemeriksaan visualdilakukan terhadap jembatan kondisi elemen-elemen struktur dan lingkungannya. Diharapkan hasildari pemeriksaan tersebut gambaran diperoleh awal mengenaijenis-jenis kerusakan yangada padajembatan sertaperkirainfaktor-faktor penyebabnya. Pemeriksaan dilakukan ini tanla menggunakan peralatan khusus, hanya. menggunakanindra penglihatanmata maupun teropong dan untuk pendokumentasiannya digunakan kamera. ii) Pengukuran pengujian dan a)) Pemeriksaan mutubeton b)) Pemeriksaan mutubetonbertujuan untukmendapatkan yangtepatda1 data-data kondisi bahanyangberpengaruh besarterhadap kekuatan kekakuan dan struktur secarakeseluruhan.

99 - 130

c)) Peralatan yangdigunakan untukpemeriksaan mutubetonadalahdengan alat palubeton,pistolbetondan betoninti. d)) Pemeriksaankarbonasi e)) Pemeriksaan karbonasidilakukan mengetahui untuk sampai sejauh mana pengaruh karbon terhadap kondisi jembatan. struktur beton Pemeriksaan dilakukan dengan melakukan pengeboran jembatan bagian-bagian tertentu yang akandiperiksa,.kemudian yangdibor bagian terseUuiOiberi phenolphetatin sehingga timbulwarlaungupadalubang pengeboran. Pengaruh karbon atau kedalaman penetrasi dapatdiukurdaritebalbigian yangbirwarnaungupada pemeriksaan. lubang ini 0) Pemeriksaan dilakukan untuk pengaruh mengukur yangapabila karbon penetrasinya sudahmencapai (lebih tulangan besar daritebaisefimut yang beton ada)akandapa.t menyebabkan timbulnya karatpadatulangan. Karatpada tulangan padaakhirnya ini akanmengurangikekuatan daritulangan struktur dan secarakeseluruhan. g)) Pemeriksaan tulangan selimut dan betondenganalatcovermeter h)) Pemeriksaan selimut betondenganalatcovermeferdilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai ketebalan selimut jarak beton, sertadiameter, dan lokasitulangan. Dengan mengetahuitebal selimut penurunan beton, mutu bajatulangan dapatdiperkirakan juga dapatmendeteksi dan proses apakah karbonasi sudahmencapaitulangan belum. atau i)) Pemeriksaan retakdenganalatPundit atau UPVdan alatpengukur retak j)) Pemeriksaan retakan diperlukan untukmendapatkan yangakuratdan data lengkap mengenaikondisi yangadasehingga retak dapatitiarioilkesimpulan jauh retakan seberapa yangada mempengarunistruktur untukmengetahui serta atau mengindikasikan penyebab terjadinya keretakan. k)) Alat yangdigunakan pundit untukmemeriksa kedalaman keretakan adalah ini yaitualat pengujian Ultrasonic PulseVetocity-UPV untuklebarretak dan digunakan crackmeter yaituberupa kacapembesar untukmengukur lebarretak yangterjadi. f)) Daripengujian denganalat Punditdan pengukur retakini akandidapatkan datadatakedalaman, lebardan panjang retaksertaadatidaknya rongga ataukeropos padabetonnya. jembatan m)) Bggjan-bagian yangdiperiksa (kemungkinan kondisinya retaknya) adalahbagian-bagian yangbersifat struktural terbuat dan dari betonyaitukepala jembatan, pilar, gelagar pelatlantaijembatan. dan n)) Pengujian jembatan getaran o)) Pemeriksaan getaran jembatan dilakukan untuk mengetahui perilaku apakah jembatan getaran yangada masihmemenuhi getaranlembatan kriteria-kriteria atautidak.Kriteria-kriteria getaran padajembatan yaitumelifutikriteria tersebut kekakuan, kriteria dayalayan,kriteria kapasitas bebanpikuidankriteria redaman. Pengujian getaran dilakukan dengan memanfaatkan bebanbergerak ataulalu lintaskendaraan yangbermuatan beratlewat.Pengukuran jembatan geta?an menggunakan vibrocorder alat yangmenghasilkan getaran rekaman padakertas fifmdengan sensor berupa yangditempatkan tranduser paaiubentang. p)) Uji beban q)) Uji beban dimaksudkan untukmengetahui perilaku struktur jembatan dari dalam menerima bebankendaraan berat(truk)statisdiatasnya.Daripengujian tersebut
100- 130

akandiperoleh perilaku lendutan gelagar sertaperilaku pendistribusian beban kendaraan padagelagar. r)) Darikegiatan diharapkan ini akandiperoleh utama yangakandigunakan data untukmenganalisis mengevaluasi dan secara detail dan-meidalam tentang jembatan kondisi struktur yangada. c) Pengujian laboratorium Pemeriksaan pengujian laboratorium dan di akan dilakukan terutamakuat tekan beton padahasilbetoninti di lapangan hal lainyangsecarakhusus dan yangmengharuskan pengujian laboratorium. di d) Evaluasidan analisis data Setelah data dan informasi yang diperolehdari pemeriksaansecara visual dan pemeriksaan secaradetailatau khususyaitu melaluiserangkaian pengukuran kegiatan dan .pengujian dilapangan di laboritorium, dan maka dilakukan analisis, evaluasi dan perhitungan untuk mengetahuikondisi strukturjembatan tersebut termasukkondisi strukturbangunan pelengkaplainnya.Sehinggaapabilaterjadi adanya kerusakan, perlemahan da1 kelainanpada strukturlemOitin, maka hal iersebutd'apatdiketahui secara dini,sehingga dapatditentukan segera langkah-langkah penanganannya. Analisisterhadapkerusakanberu.pa pada pelat lantaijembatan,sambungan _retakan siar-muaiyang.rusak dan kurangberfungsi, reiakanpadapilar,kbrosidan kondisi tiing pancang, studibebanlalu lintasyangada, penurunan padatanahopritdan sekitarnyi dan kerusakan struktur elemen lainnya. lemOaian e) Penentuan penanganan alternatif Apabila hasil analisis data dan perhitungan diperolehhasil yang mengharuskan penanganan lebih lanjutpadajembatan tersebut, baik penanganan ltau ferbaikan, peningkatan maupunpemeliharaan, maka pada bagian alteinatifpenanganan atau perbaikan, peningkatan maupun pemeliharaan akan-diuraikanmengenaicara dan metoda yangdigunakan padajembatan tersebut. perkuatan 2. Perencanaan Berdasarkan hasilpemeriksaan khususdiperoleh penanganan alternatif untukperbaikan dt! perkuatan' Berdasarkan alternatifiersebut selanjutnyadiiakukanperencanaan perkuatan dengan tahapan sebagai berikut : a) Konsep perbaikan atauperkuatan S.elanjutnya setelah.konsep perbaikanatau perkuatandiperolehdari pemeriksaan khusus, makadilakukan penanganan alternatif yangtelahditentukan diuraikan dan lebih rincidalam : hal i) Pemilihan bahan ii) Pemilihan teknikperbaikan atau perkuatan iii)Estimasi dimensi kekakuan dan elemen tambahan iv) Perilaku struktur b) Analisis struktur Merupakan analisisyang dilakukan terhadap strukturyang ada yang diperkuat dengan elemen tambahanterhadap beban rencanadan kekuatanelemen-elemen struktur. Hal yangterpenting dari analisis tersebut adalahverifikasi faktorkeamanan struktur dari tersebut.

10,|- 130

c) Lingkup kerjadan prioritas Penentuanlingkup pekerjaan d?n pdoritas perlu diuraikan untuk kepentingan . pelaksanaan pengoptimalan dan pekerjaan. d) Gambar detail Seluruh rencanaperbaikanatau perkuatandinyatakandenganjelas dalam gambar detail,termasukjenis bahan yang digunakan, batas daerah rencanaperbaikan atau perkuatan. e) Rencana kerjadan spesifikasi Sebagaiacuan yang mengikat bagi pihak-pihak yang akan terlibatdatampekerjaan perbaikan atau perkuatan itruktur peilu disusunrencina kerja dan syarat-syarat atau spesifikasiseperti yang umum diiakukanpada pekerjaan iemb.njrn"n jembatan. Hal-hal yangperludijelaskan antaralain: i) Pemilihan bahan ii) Ketentuan umum iii) Alat bantudan akseslapangan iv) Pembersihan v) Perbaikan atauperkuatan vi) Perlindungan permukaan vii) Bahan yangdigunakan viii) Pengujian, terhadapelemen struktursecarajelas .uraianmengenaipengujian mencantumkan jenis pengujian dan..standar pengujian yang digunakan, lumtan yangdiambil sampel sertakriteria hasilpengujiah oe-roasarlian iererlnsi standar. f) Estimasi biaya Vo]u1e pekerjaan sertaRencana Anggaran Biayaperludisusun untukkeperluan kontrak pekerjaan.Uraian tersebut harus oipat menteiminkandan sesuai d"ng"n lingkup pekerjaan perbaikan atau perkuatan yangakandilakukan olehpihakpet"ls"n". perbaikanatau perkuatan 3. Pelaksanaan Metode perbaikanatau perkuatanbeserta urutan pefaksanaannya harus diperhatikan dengan seksamaagar menghasilkan strukturlemoltln yang baik dan terhindardari bertambahnya kerusakan strulitur dan bahk"nrendorongtimbuliyakerusakan baru. Dalam s9t1ap langkahperbaikanatau perkuatanyang dilakukanharus diupayakan agar penyebab kerusakan dihilangkan atau diminimalkan. sitain itu perluprL Jipertimbangkan upaya-upaya perlindungan pencegahan atau terhadap kemungkinan kerusakan kemudian di hari. Pelaksanaan perbaikan atauperkuatan harusdisertai denganpengawasan dokumentasi dan yangbaik. Penundaan pelaksanaan perbaikanatau perkuatan strukturdapat memperburuk kondisi struktur, yangpadagilirannya akandapatmeningkatkan perbaikan biaya yangoiperlukan.

102- 130

9.2 MetodePerkuatanElemenstruktur BangunanAtas Jembatan Secaraumum klasifikasi aplikasimetodeperkuatan untuk strukturbeton pada bangunan jembatan atas. dapat tigakriteiia yaitu:(1) prinsip dasar, met;d; perkuatan, (2) lioa.qidalam waktupelaksanaan, (3) biayapelaksanaan. dan Beberapa metodeperkuatan jembatan yangdapatdiaplikasikan adatah sebagai berikut : 9.2.1Perkuatan penampang denganMemperbesar Metode perkuatan untuk perkuatanjembatan baja. Beberapa metode memperbesar penampang padastrukturbaja adalahmetodepenambahan profilpadasusunan piofilyang sudah ada dengan terlebih dahulu mempersiapkan penambahan panjang baut dan mempersiapkan denganmutuyangsesuai, baut deiailpenambahan profii oiprioirin"t pada bagian lampiran :

;}-KK
ffi batansbawah -3ffi K rcffi
rr>
batangbawah

r+

-*ffi
T

*fu

I>
batangdiagonal

a).penambahan penamiqlg dengan menambahkan profilL untuk semuarangka batang jembatan tipeBlo, 815,dahbatang CH jembatan 11 B-deck bawah d'iagonat & CH

r+
batang atasdecktype

penampang p) Pgn.amqhan dengan menambahkan kanalgandauntuk batang profil atas jembatan tipe B-deck CH Gambar64 Perkuatan profil denganMenambah

3r

103- 130

Suatu penambahan. batangtarikatautekandi dahului denganmetodepelepasan batang. Caraini harusdilakukan dengan hati-hati harusmenghe'ntikan dan / menjurahgi beban da-n kecepatankendaraanpada saat penerapannya. Gamdar di bawah iii memperlihatkan diperlukan suatubatangprategang untukmengganti batangtarik dan dongkrak yangdapat dipasanguntuk melawangaya tekan oitang tekan. Cara yang r"ii ro"r,ln ieng"n .pada memasang batang rangka sementara sebelah di sampingnya.

(a) penempatan kabelprategang eksternal untukmengganti batang tarik

(b) penempatan dongkrak yangditahan dalamsuatuframetambahan untuk mengganti batang tekan Gambar65 Metodepenggantian batangtarik dan batangtekan

104- 130

lr
.'{\t a

,m ffi

fil

:l

perkuatanBatangTarik Diagonal Gambar66 DetailPenempatan

{0Wffifl;
ler?.*br}-.E-{

r@

-t_-,.a.r"rfl

-l -l
I-

T-

ffi r;
; i:

I'l -l

tffi

'lnfi
T,I S t]t^l lol&!rloldl

,r-T]T rlIX n ll I
|-.-*_-|

ot

Fl Ldl

;l <l

ml

<I
I

j
F Lri

Gambar67 Detailpenempatan perkuatanBatangTekanDiagonal

Gambar68 contoh Metodepelepasan Batangdan pemambahan Batang

llletode Penggantian Eat*ngReng*a Jemb*tan: 1" fifernpersiapkan dnarnurdengan baut panjang mutuyangresuaieebagaimana dan yang pada terlihat Tabel6 Tabei dan Z 2' Mempersiapkan yangbaji. sesu'ai dengan jumlah ukuran lubang bautdengan yang ' cukup untuk mengimbangi pelepasan yand kecepatan baut direncana[an 3" Memperciapkal sikuukuran mrnx {50 mm x l0 mnsdengan besi 15S mutuyang se*uai dengan british Etandsrd Grrde C dengan 55 ukuran lelelr kuat afAO Xny*r.,-= 4. Persiapkan profil baja dengan dudukan dongkrak sebagaimana Ylilk. b?jalgtttl, yangterlihat padaGambar yangdi-attach samping 64, di yangakaridiganti, rangka dengan yang memadai kekuatan unlukmengimbangji yen$'Uapat kA*ue&n dTpir<ui sebagairnana tercarfiilrn pcdaCapacqty TablelTebel1 s/d Tabb 4) olehnatu IanS kunopular knnfigurasi bat*ng,yang akandiglnti ketika b*ut tpadapelatiiuhultelah dikendorkan.

107 -130

yilyk batangtarik Persiapkan takel dengan kapasitas minimum ton untuk 60 mengendorkan brt_,..!!lik" hendakmerepaskan satu persatubagian',antrr, r . Gambar (i). sebagaimana yang terlihatpada
Sg

6'
7"

cementera untuk goyangan menghitangka mewhindarf. dan I$ql jembatan behan Ialu-lintas yangdiharapkan akanmenirermuc"I i"frLnng*arancin p#tiaaengan baut. baut dengan cara.yeqbu$murbauttarna r*miiiiandilanjutkan \Tenggantikan larna memaeukan danmemukutkan.baut Gru t;g akana:ga;ii-cbngan baji yang !rysan h*lusampai b*gian cukup b*ii msslrk dalam ke bkr'! peratiruniir pjrsaiu--"" satu l\i|emasukkan baru, baut baut paluyangdilakugan fengan.ffra rnemukut dengan bereamaan dengan mengelua*an per bajisatu satu Memasukkan proeitsiku yang dibutuhkfln padalokasibatangyang akandiganti konfigurasinya

10, lilemaeanglan haut yang ry{ dan.mengencangkan dengannilsi torxi s*bagaimana diper*yaratkan peb*k oleh 11. Mencat yangtelah baut dikencangkan kalau dan mungkin mentakiknya Metodepenggantian bottomchorddekatpertetakan ; Proeedur: 1' Pemasanga" profilbajaltA/F.(alat pemasangan) bagian bantu pada baseplate I*dY dengan manggunakan ipertrati*an baut kekecalgan bau[ 2. Pemasangarr/penambahan 150mmx 150mmx f I mmpadabatang sikuL bawah oe(attumpuan satu-persatu dengan membuka memasangkan satupersatu dan baut kemudianikencagka (perfr kanfuktorkeamanan) d n n ati 3, Perkuatlah rangka sisi lainnya dengan rnengulangi padapoini,dan ?di atas c*ra 4. Alat bantufVlF6i;*O*u 5. Fenambahan profilsiku tidakbslehdilalffkan dengan membuka semua baut sefeligtl*danpastitcan profilbajaIWFpenibantu bahwa sudah t*rpm.ng Gn semua bautdalanr pcsisikencang,

108- 130

9f,ir*rT

lllAllqri0rlOlb

ALATBANTU PEMASANCIAN EA|A IVtlF DGN

Gambar69 Bentuk IWFyang MembantuProsesPelepasan BatangBawahDekat Perletakan Jembatan

109- 130

prategangEksternal 9.2.2Penerapan Perkuatan denganprategang eksternal dilakukan untuk menambah kekuatan dari struktur rangka dengancaramereduksitegangan terjadidi dalamprotir yang trn!r," balatewatsuatu pemberian gaya tekanpada bagiin angr6rying "dioistribusikan sJmua paoa oagianrangka mulai dari batangatas, bawahdan oiigonit. Ferkuatan prategang eksternal memerlukan suatuperancangan str.uktur peralatan dan yangamatkhusus, penempatan terutama angker dan deviator detailing dan penempatan.maiing'-masing komponen padabagian rangka yang sudah ada,lihatpadagambar-gambarbawah di ini. Angker

Kabel Frategang

Devlator

Tampakangker

Tampakdeviator

Gambar70 ContohPrategang Eksternalpada RangkaBaja Angker pada konstruksi jembatanrangka,angkerdapat ditempatkan ujung-ujung bawah atauujung-ujung atas rangkanya. Tendondapa'l dibuatlurus,atau poligon pada bergantung kebutuhan perencanaan. Pemberian tegangan dapatdilakukan -Pada denganmenggunakan kabel prategang, baik yang strandtunggalmaupungabungan. oeGrapa keadaan,pemberian 99typ3 tegangan dilakukan denganmenggunat<an oatangbaja kuat tarik tinggi y"ng' ;i"pii oitarixdenlan dongkrak hidrolik ataupun dengan pengencangan sistem baut. Keuntungan penerapan metodeprategang eksternar adarah : a) Tidakperlumenutup aruslalu-lintas b) Pelaksanaannya mudah yang dalamhalpemasangan peralatan yangdigunakan.
110 130

c) Kemudahan dalampemeriksaan kabeldan angkernya yangterpasang karena letaknya di luarstruktur. d) Kabelprategang dapatditegang ulang. e) Kabelprategang direncanakan untukdapatdiganti kemudian hari. selainkeuntungan atasterdapat di juga beberapa kekurangan yaitu: a) Suatupenilaian kondis.i khususF.a$a jgmbatanyang lebihtetitidibandingkan dengan metode lain,harusdilakukan terlebih guni mEnlamin o-ahutu bahwataniai, gelagar dan jembatan rangka dapatmemikur adanya penatibahan tegangan. b) Kabel..prategang ditempatkan luar menjadilebih mudah yang di terkenakorosidan vandalisme. c) Pada saat dilakukanpenegangan pada rangkajembatan,akan terjadisejumtah kabe.l pergerakan padakomponen-komponen jembitanbaik dalamarah lantai vertikaf niaupun horisontal, sehingga perludiperhiiungkan terjadit"g"ng"ntegangan akan yang sekunder dapatmerusak pelatlantai dan ranglajembatan. d) Pada jembatan rangka baja, pemberian gaya aksial dapat mengakibatkan masalah kestabilan lokal sehingga diperiukan adanyl perkuatan lokal pada struktur angkeratau penambahan profil di dekat elemenrangi<a baja yang letaknyapalinj dekai oengan angker. H.al-hal penting yang harusdiperhatikan berkaitan denganperencanaan blok angkeryang ditempatkan padapelatbuhuladalah sebagai berikut : a) Angkerharusdirencana sesederhana mungkinuntuk menghindari penegangan pada badan atausayapgelagar yangada b) Angkerhendaknya direncanakan sesimetris mungkin padasatusisi rangka pada kedua sisi jembatanrangkadan penegaiganny"direncanakan- dan dipasang untuk dilakukan secarabersamaan denganmenggunakan duabua-h oongtrakprategang. c) Harus diperhitungkan perkuatan setempatdenganmenggunakan pelat-pelat pengaku padapelatbuhuldan batangrangka bajayangb6rdekatan denganangker. d) Sesedikit mungkin menghindari terjadinya pembongkaran jembatan elemen-elemen yang ada.

111- 130

I-l Ni

1 I

i......

' -- K.b.t F}dEs 7 @ 4572. 32004 11@4s72 = SoZ92

CATATAN: .lnlahStad=3&rahbft Pehldtl=Sbnlid

BRTDGE ELEVATTON ( SPAI{s0.292M )


1m

t'a".O
mt-am@
ffil.Am

.a"{tF6:r0@/

r.m@ '-{,3tub$

r:.!ry@ EETALSqDo rul:5

@ Tr[,EnKtEFlN
Eq,E-

l-l
TlliF{(ATAS SE-

9l I

l-l

't--l

-l f,l

...'..18 t-i
ffit.am

3,

si

9j .
.8.
idi --.L.

TAINAKATAS roE-

Gambar71 Contoh perkuataneksternal 1. Panjang kabeldi belakang angker Untukkeperluan pemeliharaan, penggantian, penegangan ulangkabel,ataupun keperluan pemantauan, maka perludirencanakln aoanyi xaoll denganpinjang terteniudi b6lakang -tersebut angker, minimum 50 cm. Selanjutnyakabel berlebih Jioeri penutup untuk r menghindari korosi dandandi dalamnya oiisidengan gemuk. 2. Deviator Deviator merupakan suatu unit alat bantuyang dibuatguna memudahkan pembentukan suatuprofilkabelprategang yangsesuai denlan-rebutuhan. penting Hal-hal yangharusdiperhatikan dalamperencanaan deviator: a) Deviatorharus terpasangkuat dudukannya guna menjamintransfer beban secara sempurna b) Deviatorharus dipasangdenganketelitianyang cukup tinggi agar posisi kabel dan alinyemennya sesuai ying disyaratkan dengan oilam perencanaan. c) Deviator harusdapatmenampung adanya sistemproteksi korosikabel.

112- 130

Harus d.iperhitungkan perkuatan setempatdenganmenggunakan pelat-pelat - ' pengaku padapelatbuhur dan batangrangkabajayangb6roekatariJengan oeviitol e) Padajembatanrangka,bagianrangkayang digunakan sebagaitempatmenumpunya deviator harusdiperkuat denganmeigguhakinp-elat pengaru, lang oim;rrrox"n selain untuk mencegahterjadinyakonsentrlii tegangan ving besar,juga untuk mencegah terjadinya tekuksetempat, Pemasangan angkerdan deviatorumumnya dilakukan pada ruang yang relatifsempit dan terbatas.Keadaandemikian akan rentanterhadapbahayakorosi.oleh karenaitu disarankan jumlahangker deviator agar dan yangoigu;akan seminimal rrnlLin. Jumlah dan letak s) dipilih dengan mempertimbangkan lawan lendut yang .deviator direncanakan pada titik buhulmelalui analisis responstruktJr, y"ng r"n" akibatdari gaya-gaya prategang yangditransfer metalui. deviator berpengaruh teinaoap gayadalam rangkaatau pelatbuhul.Darianalisis tersebut jumlahoan ieiar deviator akandidapal yangpaling optimum
d)

h) jaf;ja1. kelengkungan alinyemen tendon prategang yang berada pada deviator

bolehlebihkecildarienamkalijari-jari tendon

tidak

jari- jari kelengkungan kabel

Gambar72 Bentuk Kerengkungan Kaberpada Deviator 9.2.3Penambahan Getagar Memanjang Perkuatan dengancara ini dipergunakan untukmemperpendek bentangan lantaidalamsatu segmenpelat lantaijembatan. sehinggaretak lentur lantaijembatan- v".g terjadidapat diminimalkan.Bentuk penambahan gjtigar melintang dapatoitinatpaoa'jairoar di bawah ini.

1 1 3- 1 3 0

Gambar73 Penambahan gelagarmemanjang padapelatlantaiJembatan CH 9.2.4Penambahan Lembaran Etemen Perkuatandengan. cara ini dipergunakan untuk menambahkekuatanlentur lantai atau kekuatan tekan/tarik.elemen r.ansri jembatandenganmenempelkan suatuelemenberupa lembaran yangdapatterbuatdari-: a) Lempengan pelat baiat steelptate bondingyangdirekatkan mempergunakan epoksi dan bautfisher b) fempengan karbonI carbonfiber reinforced polymeryang direkatkan denganmortar atauepoksi. c) lembaranlentur serat / fiber reinforced potymer yang dapat berupa: serat karbon, serataramid, dan seratgelasyangdirekatkan denganbpoksi perkuatan Bentuk denganmelekatkan suatuelemenlembaran dapatdilihat padabagian di bawah ini.

(c) Fe*uatan dengan S#re bading Gambar74 Penambahan eremenlembaranpada rangkabajajembatan

114- 130

Gambar75 Penambahan ElemenLembaranpada Bagianpetat LantaiJembatan 9.2.5 Mengubah sistemstruktur Metodeperkuatan dapat dilakukan ini dengancara mengubah sistemstrukturpelat lantai yangsemula berada atasdua tumpuan di menjadi beradidi atastumfuin'yang'jumlahnya lebihdaridua.Dalamsistemini struktur diharap'kan lendutan tegangan dan -r",ip"rp"ndek bagian baikpada pelatlantaiataupun n3oi11rangkabajamenjadi lebihkecildengan bentang, hanya yang harus diperhjtungkan adalah perubahan batang-yangsemua beradadalam keadaantertekanmenjaditertarikatau sebaliknya. ini Hat ;ugl a[an terjioi pada bagian serat atas dan serat bawah pelat lantai yang memerlukan plrubahan jenempatanjenis tulangan untuk mengantisipasi perubahan gaya-gaya dalam dalamstrukturpelat lantai.
Magelang Yogyakarta

muka air baniir


..r___.*/ rtar xrsttg g|ar baru pilar baru a

Gambar76 Perubahan Sistemstruktur menjadiMenerus

(d) Pe*uatan denganrangkabatangtambahan Gambar77 MengubahSistemStruktur denganMenambah SistemStruktur Baru berupaJembatanRangkaBatangBaru di BagianBawahnya
115 130

9.3 MetodePerkuatanElemendan struktur BangunanBawah Jembatan 9.3.1MetodePerkuatanKepataJembatan Pada umumnya permasalahan yang sering terjadi pada struktur kepala pilar adalah kerusakanyang memerlukanperoartran oan rehabiliiasisaja. perkuatan pada kepala jembatan dilakukan.umumnya apabila ada bagianya;t bmah. paoa oagianyang temah perludilakukan tersebut perbaikan perkuatJn. dan Selain-untuk perkuatan padabagian yang lemah, biasanya perkuatan diperlukan ada pelebaranjalan sehingga perlu peningkatan kapasitasdari kepala pilar. -apgoira ltietooe pe*uatan yang dapat ditakukanpada dasarnya samadenganperkuatan yangdijelaskan padaorngunrn itas. permasalahan yang seringditemuiadalahpada saat-aoi p'eteoaran' jalan, sehinggamemerlukan pelebaran pelatlantai. Akantetapiumumnya struktur struktur kepaia lemoiian untuLpelebaran dibuat kepala.jembatan baru sehingga yang pioa repala;emoitanyang lamatidakmemerlukan perkuatan. Beberapa metodeperkuatan padastruktur jembatan kepala adalahsebagai berikut : 1. Perlindungan jembatan kepala terhadap pergerakan horisontal a) Perlindungan kepalapilar dari pergerakan horisontal denganbatangpenahandari betonbertulang.Solusi hanyad-pat digunakan ini untukjembatan pendek bentang dan beradadi atas tanah dalar oengaripergerakan horisontal yang relatif kecil. Kondisi jembatan kepala harusdalam-kondisi-baik, telahailituian perbaikan atau bila ada kerusakan.Metode ini dapat juga diaplikasikan pergerakan horisontal tidak teramatiatau tidak t,erjadi "p"oii. bebai hidup ikan tetapi peningkatan dapatdiprediksi,.sehingga.dengan peningkatan bebanieriebutlapat meningkatkan tekanan tanahjalanpendekat plda kepadjembatan. b) Perlindungan kepalapilar terhadap pergerakan horisontal akibattekanantanah. Pengaplikasian sayappenahan pada'po-ndasi sangatefektifuntukkestabilan tiang kepala jembatan. Akan tetapi'pelaksanaan petierlaai cukup sulit dikarenakan terdapatpekefaan pembuatan tiang baru dengan pemancangan tiang di sekitar kepalatiang' Dengandemikian tinggibebasantira tanahdasar'dengan permukaan hal penting dalamperkuatan 9"*.".! gelagarmenjadi yang.cu[up oenian metodeini. Apabilaada,keterbatasan iinggi beo'ad maki stabilisasi denganm"etooe pondasi penuhakan mudanunlur dilaksanakan. dinding Untukmeningiatk"n Lt"niritasdari dindingpenopang maka direkomendasikan penggunaan jacks pada gap hydiaulic altara kepalajembatandan dindingpenopang. k6tira -sejenis g"yi y"ng oitenenoaki telah diaplikasikan dan gap ditahan oten gqriq oaii s6oai"i p"noprng dan dongkrak hirdolik dilepas selanjutnya celah diisio6ngan beton. c) Perkuatan jembatan kepala dengan. penambahan pelatpada pondasi tiang.Fungsi dari penambahan pelat terseouiaoian sebagaiunloaciing plor i"prta jembatan sehingga cenderung.mendapat pelat-dengan perbaikan kestibilan. repalajembatan dapat monolitatau tidak monolittergantung pada situasi.Ko-nstruksi pelat dapat berdiri pondasitiang, diatas pondasioiioing -tau tanpapondasi. denun d) P..erlindungan pilar dari pergerakan horisontal dengan angker -J<eplala (lihatGambar 78)..stabilisasi kepqlg metode angker lemoaiindengan tanah, sangat tidakmerekomendasi adanya kegiatindisekitar j;la; pendekat, taiah timbunan hal tersebut sangat mempengaruhi kinerja angker dari tanah. e) Penambahan ketahanan terhadap gelincirpada kepalapilar denganmemberikan kepalatiang pada Diguna[anuntux repala jembatanya;g baru. Dengan .pondasi. adanyapondasitela.pak yang miringdan adanyaiio'oapat r"ningirfl,an tahanan gelincir padakepala jembatan.

1 1 6- 1 3 0

2 . Mereduksi gayahorisontal a) Mereduksi tekanantanah. Metode. merupakan ini metodeyang palingsederhana untukmereduksi tekanan tanahtimbunan pend"r"t r"tiingg" k;p]" jembatan lalin menjadi stabil'Bahan dasarsemen umumiigunakan untuk stabilisasi tanah. b) Menghilangkan tekanan dari tanah timbunanjalan pendekatsehinggakepala jembatanberfungsi sebagaipilar dan pembuatan ionstrursi kepalajembatanbaru dan penambahan tentang baru.Metoo'e.ini r"rup"t metodeyang cukupekstrim karenamerubah.fungsi kepalajembatan dari lama"n menamoa[bentang oan baru serta membuat..kepala jembatan biru akan tetapi sangat efektif. Metode ini digunakan apabila kondisi jembatan kepata yangl-;a memiliki permasalahan yang kompleks.

Keterangan gambar: 1. batang penahan 2' dongkrak hidrolik.u$ykpemberi gaya yang diinginkan pada strut,selanjutnya dongkrak hidrolik dilepas setelah celahantaraoui o{ian Satang penahan telahdiiencangkan Gambar78 Perlindungan KepalaPilar dari Pergerakan HorisontaldenganBatang Penahan dari Beton Bertulang

117-130

(a)

Keterangan gambar: 1. pondasi tianglama 2. pondasitiang baru(drittpile) 3. sayap penahan 4. dinding penuh 5. angker Gambar79 Perlindunga! KepalaPitar terhadapPergerakan Horisontalakibat Tekanan Tanah untuk a) Sayap penahan-deng-an pondasi ria;g dan b) sayap Penahan denganpondasiDindingpenrlh

1 1 8- 1 3 0

MukaAir Tertinggi M u k aA i r N o r m a l

Keterangan gambar: 1. pondasi tianglama 2. pondasitiang (tiang baru miring) 3. kepala tiang 4. angker

Gambar80 PerkuatanKepalaJembatandenganPenambahan Struktur KepalaTiang dan PondasiTiang Baru

(a) Keterangan gambar 1. 1a = angker bebas,l = angker b terikat 2. batang tarik 3. blokangker 4. tiangmiring untukmenahan beban lateral

&)

Gambar Perlindungan 81 KepalaPilardari Pergerakan Horisontal denganAngker

119 130

Gambar 82 PenambahanKetahananterhadap Gelincir pada Kepala pilar dengan Memberikan Kepara Tiang pada Fonaaii oenginmerakukan a) Pemberian.kemiringan padJ oisar pondasidan b) pemberianRib pada DasarpondasiLangsung

Keterangan gambar: 1. lapisan drainase

($l

2. penstabiltanah belakang di kepala pilar 3. tanah jalanpendekat timbunan 4. dinding penuh Gambar 83 Mereduksi Tekanan Tanah dengan Melakukan a) Stabilisasi Tanah Timbunan pada Jalan pendekat dan b) Memasang Konstruksi Dindingpenuh

120- 130

{s} Keterangan gambar: jembatan 1. kepala lama 2. tanah jalanpendekat timbunan jembatan 3. kepala setelah dimodifikasi jembatan 4. kepala barudengan pondasi tiangbor jembatan 5. bentang tambahan

{b}

Gambar84 MengiilangkanTekanandari Tanahrimbunan Jatan pendekatsehingga Kepala Jembatan Berfungsi sebagai Pilar dan pembuatan Konstruksi Kepala Jembatan Baru din Penaribahan Bentang B"tu p"da Tahap a) i KondisiAwardan b) KondisiseterahModifikasi 9.3.2Metodeperkuatanpilar Jembatan Perkuatan strukturpilar umumnyadilakukan. apabilaterjadi kerusakan yang cukup parah atau. kurangnya kapasitas struktuipilarakibatrr?rng s"rpurnanya dalamperencanaan dan

S:|ffiil?:n

serta adanva pelebaran jembatan t"iidJi

beban hidup lintas taru menjadi

Metode perkuatan yangdapatdiaplikasikan adalah: a) Jaketbetonbertulang yaitupenambahan penampang jaketbetonbertulang. dengan Metode perkuatanini merupakan suatu perkuatandengan cara menyelimuti bagian struktur memerlukanperkuatandengan banan beton.bengan jaket beton bertulang (tulangan lenturdan geser)-tersebut, "Jrny, dimensipilar r.r." akan meningkatkan dankapasitas struktur pilarpunikan meningkat. b) Jaketdari FRP yaitujaket denganbahankomposit yang terbuatdari bahanseratyang dikombinasikan dengan bahan-epoksi resin. tvtetool perkuatanini merupakan suatu perkuatandengan cara menyelimuti bagian struktur memerlukan perkuatandengan bahanserat(karbon, aramidataugelas). c) Jaketbaja Metode perkuatanini merupakansuatu perkuatandengan cara menyelimuti bagian struktur,memerlukan perkuatan denganbahanbaja.
121- 130

KOLOM EKSISTING

ELUBUNG
PARSIAL

KOLOM EKSISTING

Keterangan gambar: 1. retakhorisontal padapilar 2. angker 3. jaketbetonbertulang a) penambahan penampang setempat Gambar85 JaketBetonBertulang untukPenambahan Penampang Setempat

Keterangan gambar: 1. retakhorisontal padapilar 2. angker 3. jaketbetonbertulang Gambar86 Jaket BetonBertulang untuk Penambahan Penampang Keseluruhan

122- 130

Penulangan menggunakan bahan serat

Kolom eksisting

epoksi

Gambar87 Jaketdari BahanFRp

JAKEI BAJA

KOLOM EKSISTING

JAKET BAJA

KOLOM EKSISTING

Gambar88 Jaket Baja 9.3.3MetodePerkuatanFundasiJembatan Kerusakan yang gada pondasi jembatan adalah sangat bergantung pada penyebabnya, lgrjaCi kondisi tanah, dan tipe pondasisendiri.Sebagaiiontoh iOa6fr'aabnya penggerusan pada tanah dasar lokaloleh aliran air, abrasi-paOa bahan pondasidin pengaruh erosi pada.bahan pondasi. Pada bagianini akan dibahasmengenai metode perbaikan, rehabilitasi dan perkuatan pada bahai pondasiyang hilang.Metodeperbaikan kerusakan padapondasi tersebut adalah dengan :
123- 130

a) Pemasangan turapdi..sekeliling pondasi kemudian di pompakeluar, air dan pekerjaan perbaikan kemudian dilakukan. b) Pemasangan turap. di . sekelilingpondasi, kemudian pengecoranbeton dengan menggunakan peralatan tremie. Jenis. turapyang dapatdiaplikasikan adalahdenganmenggunakan turapdari baja,beton ataukayuataupenggunaan cetakan bajaataukayu.

{s}
Keterangan gambar: 1. turapdaribajaataukayu 2. beton bertulang baru 3. cetakan dari besiataukayu 4. betonbertulang baru 5. riprap Gambar89 Perbaikan.Bahan yang Hilang pada Pondasi Langsunga) penggunaan Turapdan b) Penggunaan Cetakan dengan Riprap

124- 130

Keterangan gambart 1. tiangyangada 2. jaketbetonbertulang 3. panjang yangrusak bagian 4. cetakan

(u)

(b)

Gambar90 Perbaikan Tiang pancangdenganJaket Beton Bertulang,Masing-masing penampang untuk : a) dan b) Tampak Samping

(a)

Keterangan gambar: 1. tiangeksisting 2. cetakan seratkaca 3. bagian yangakandiisigrautepoksi kosong 4. segelyangdapatditekan 5. penahan bahan dari kayu A. bagian yangtidakmemerlukan penulangan B. bagian memerlukan penulangan tambahan Gambar91 Perbaikan Tiang_Pancang denganJaketSeratGelas,Masing-masing untuk : a) Penampang dan b) TampakSamping

125- 130

Perkuatan..pada Pinlas1 sangatditentukan oleh kondisitanah,tipe pondasidan skala -"perkuatan sendiri. perkuatan itu pondasi memiliki piinsip or" dasaiyaitu:' a) Metode perkuatan yangransung dirakukan padapondasi i) Perkuatan pondasidengan perbesaran penampang pasif. ii) Perkuatan pondasidengan perbesaran penampang aktif. iii) Perkuatan dengan menambah tiangpondasi,. b) Metode perkuatan tidaklangsung dengan perkuatan padatanahdasar. i) Perbaikan dayadukung tanahdengan turap, lihat. ii) Perbaikan dayadukung tanahdengan grautberbahan semen.

Keterangan gambar 1. turap 2. pondasi yangada 3. beton tambahan Gambar 92 Perkuatan pondasi dengan perbesaran penampang pasif yang membutuhkan Bahanyang Banyakdan b) Barran'vaniLebih a) Sedikit tetapi dengan penyelesaian yang Kompleks

126- 130

Keterangan gambar 1. turap 2. batang penahan 3. bagian pondasi yangbaru 4. dongkrak hidrotik 5. tendonprategang Gambar 93 Perkuatan Pondasi dengan Perbesaran penampang Aktif yang Membutuhkan Bahanyang Banyakdan b) Bahanyan; LebihSedikit a) tetapi denganpenyelesaian yang Kompleks

(s,

(b)

Keterangan gambar: 1. pondasi langsung lama 2. tiangbarudengan diameter kecil 3. pondasitiang lama 4. pondasitiang baruatau tambahan Gambar 94 Perkuatan dengan Menambah Tiang Pondasi dengan Melakukan a). Perkuatan PondasiLangsung dan blPerkuatanpondisi Tiang

127-130

Gambar95 Perbaikan DayaDukungTanahdenganTurap

{a)

Keterangan gambar: 1. lubang padapondasi langsung 2. semen injeksi 3. tanahdasaryangdiperkuat dengan injeksi 4. penggalian 5. pondasitiang Gambar96 PerbaikanDaya_Dukung Tanahdengan Graut BerbahanSemendengan melakukan a) Perkuatan Tanah Dlsar dengan Injeksi dari pondasi Langsung dan b) PerkuatanTanah Dasar-dengantnlefsi dari Luar Pondasi Lang_sung serta c) PerkuatanTanah Dasar di sekitar pondasi Tiang BagianBawahdenganInjeksi.

128- 130

Keterangan gambar: 1. turap 2. lubang injeksi 3. pelatbeton 4. tanahyangdikeraskan 5. dinding injeksi l. faseperkuatan padatanahdasardenganinjeksi semendi dalamturap ll. faseperkuatan tanahdasardengan injeksi dinding bawah di turap. Gambar 97 Perbaikan Daya Dukung Tanah dengan Graut Berbahan Semen pada PondasiLangsungyang Labil

129- 130

Bibliografi

1' -' 1978, lndonesiaCattender HamittonBridge Erection Manual No. 1, Balfour& BeattyPowerConstruction Limited, lnggris. 2' ::, 1989,.Sistem -Paduan Manajemen Jembatan Pemeliharaan Rehabilitasi dan , Direktorat Jenderal BinaMarga. 3' --, 1989,BridgeManagementsystem-Bridge lnspection, Direktorat JenderalBina Marga. 4' =-,1989, SistemManajemen Jembatan SistemInformasi Manajemen Jembatan, Direktorat Jenderal BinaMarga. 5' ---' 2004,Paduan Pemeliharaan Rehabilitasi puslitbang prasarana dan Jembatan, Transportasi. 6. =-,2004, Repairof BridgeStructural SteelElemenets ManualVersion1.0, Bridge Engineering Section Technical -Alberta Standards Branch Transportation. 7' -,2006, Memo Dinas No. 34/MD/BU06 Penanganan Perkuatan JembatanCH, Dit.BinaTeknik Ditjen peklrjaanUmum BinaMarga Departemen 8.

1 3 0- 1 3 0

Hr[Prmil

LAMPIRAN A

z z
Y

UJ Y

tr

U' f

o oul o

UJ F

'6 o,
c 5 o
L

f, tr

att (E E c

c (o o) c o o.

(u

z
F

E (E

J IIJ

UJ = IJJ

@ = IJJ ?
'6 o)
c
f

q
9

@ (\,1

tr
E =
J

!<

= G'
o ol
(Y)

o c (5

o
F

]U

z
tr E
=
J

E s o
c (E

c J -o

'6 o)
c 5 o c (E

= o
o o ol
N

c o (o -o
?

E o

o o o-

t(U

to

tcl ( .! ( ( I (
g

t(U 1

lo ) o l

l"
IC ta l-o IF to

I(U IE I(u

IJ

t-t
lo lc
(! c c
l(!

l(a t u
tb
IJ t(!

e (E
= 'e
IJ t(U

J z z

tr uJ

!< U'

E] gldi
E

ll#E tls g
IJ f

l-o E

IE Ir
l(!

l*

IE

c (U -o

lo.

lo. I
o

tl ltc l
t(! to l-o

l;

ol E E(r' s, aul g . q

s
s

c c c

EO ' E
:f

o -o ll Ec o ( u ( Uc u, att (u (UY
(! (U J f

c o

l6

o ct
(U

(u (,

(u o oi

c (l'

IE
lo o o

le lg telr t: EIE
IC

t5

l'. (o
.Y

-s (
C .!

IoE l

f (u

lc

8lh
ot5

sl-o

'i filE
(D
Nl(v)

P = c

t(D t> lc :< 1.9

c c c c

>j cl (Ul (Ul

EI

flo -l-

o a o

(.)

961 F(ul
N I

E o F .31 o.

:o l
0 c ti - q ol v=l

E 5
o -o oo oo Y.O l \tl ol NI

i1 NI I N

c (E o cEl o,t o ( u l (5l -l (f,l NI

rEl
(\tl

l ls..2 IE
:ol
c o

(u I EY(u o J(l
c o (U I
G'

o o o o E! o : ot o q (l,l o ol c
c !!
E

lEli
*lE
oto ol o

a eE
F

EIE

EIE

ctc (tt(U

516

x(u

EI

r.rl-

o oF

UJ F

o z

Iu
IE to
lo.
c -q .9. c (U c
f

I
Ic l
E o { o cl.
c o ,12 o(5 o CD E -g JE . '- 5 c , .o

I
I

Rls

EIE "l
(ol ol lot r,al I

s{t

-Eso oo
o -oo ll
sl ol
6tl

3cl

U, cll ,c1.9

*lE
ol-l )t1ol
\l6l

5l

-lo

$to tolro

flq

I I
I

I =

I
c ol c (!

I
I
s
(9-

l(', lc l5 l-Y lot lq


(l, 5

tr uJ o z
F

E r
5 o{
$

TI

.E E o
N (v)

o o (u

(u

E; o-F

6E
(\t_

G o c (l' o. o,

o) c

= o

o, c

IL

o(U tt a (U E c
f

to o o(E

crl c

g
(Y)\f

E :

a (5 E c
f (Y) (f)_ \f

ry rf

(') (\t(f)

$3 N-

:
(f,

g o o. o

\f

l() (v)-

(\
$

IJJ -? = UJ
!,

o
(U c .o

ut

c o c .U 0, !,

UJ Y t E =
J

m
F

lu

l-c (E

(E

z
tr o. =l
JI
E (U o -o

c (! c

(E dl

o) c

o o ci
(f,

E -o
o o o !, oJ

o o o-

(E (t' 0

5 .F

fl

J z z
Y

a!

IT (E

E J

oa Y=

(5 (U
J (U .o

l>r lc IJ Itl o o o

E FE E-UE

RB

,F$=E
E
c o
f :J

H HfiFfr fifi8
o o.
f 5 c
ECF

FE E_9.8 e

PB

uJ Y a

o f tr

Hge 5

HE e g Fer 6!qo

Ff;

$s

ol

EI

ol o-l <l

UJ F]

EI

3l sl

JF

E|!

#l

:l

3l

=l dl

EI

Yli

!ft

=l utt

;l

Etl

I I
I
I

lc c .c

t(U tg
lc

I
tr
o !

= 'e
(E

IU

= G ([ o (U 3 = o
(U tt

(E (5 tl

o c o

E o

18. I.
tst l5

(E

E
o l< o lf
f c (E l ( 5 o l.c o c o (U o o o o o RB o c (! o l J ? i 9 . u (u 6 ( l , ( l , c c E J Y

l (' U t
lc E (tr
c !

tg

J z z
Y

I c a 5 o E ?

E 8.El o l L I

96 gg dEl

(U c'l EI o (ul
J

Fl

N]

3l

sl

frnsl FFflE
RI
I
o( * o!l
(El ol ol OJ

II

II'I

Pgc E t eE -- gESe P.:= - s g s l E n E EI: (tr ,s Sl EFEE E -eo e ( E o EI sFgq; l E oo6 > { {t"e
g
.c
f

o E o o, tr

(U o c .g c' (U TI o tt o c o) c

(Ee

;,E

s .c (u
ll

c (u

I,l fl
Els
f

l(u lo
lf lc t(D

I
I

t(u t(!
t: lc lo lo. u;
J

lo. ui
f

I
I I
5
-o
a5

I l.
lo o
! c

.;
c

E o

(l' c

G g c

o (U c

s.t *

o
E orf c>

olo ol-

(D o (U

>'l

Lt(U !9t ct Ltc

vl o\l t l (

3l

c - ll -F

F0l EIEac9
I ol 6tl

6OoC Ex.o EEcI

g,

pB vE -= -eo e - 9 86 EO (!
ao'-

o c o o-

.g c' (U o o o
(E c o c

EFEE
ol (\t I I

El3 ifi851 f
I

o(u .Y
t, sl ot NI

5ll s

N (frl $ l | o col ctol t .tl q l ' f

fifi8=]

: (U d 8 o ( l ' o . -cl (ol Pc ol o(U ol d(Ul YO i: 0-s o )


=o.
r{| lol ol ol (\tl Nl

g O F4 E
F

o c o o-

H_g

PP
.ol
(ol
FI

"l E = l

u UJ
Y

o z ut

= (5 =
o. o o (o o -c -g (U a. {, v
Y !,

l(E lo.

IE

o oo
F IIJ

l(D

att !a

tr

o o

lo) lc (u -c (u c o o.
Y ll

E
0,

+
it r)

-9 o .o lo
N i')

-9 (u (o
(\l
(f)-

z
= UJ

t' 3 = f. g o ) :
D

z lrJ
ut
=

tr tr
=
J

lrJ Y

!, d,

o
J

o
F

UJ
t(E

l (U = cl
c (5 c

z
E
=
J

CD c (! dt

o o (o o,i
c (U (U o
1 !,

E o

) f

g (E 3 .F
(5

3,E

J z z
Y D

- EE := g Ees:

$i s

HgFEE F$gEE

FgEE
E (u E (t) o o) c (U
o o.
(! (frc f c

gFE F

EEP:

sgE

uJ Y o

tr

o o.
F EI

UJ F

5 J

'e
c

CD c o CL CD c o

c o

([ 'a
o o, c (u (5 -o (o $

o (U

z
F

E at,

o o.
ol (ov N

uJ
UJ
J

lU =

= UJ a

s
c o (U o o g o oo Y
-Q

t E =
J

!(

<"t

o (\ ({)

o
F

uJ

c (U (U (D c (U E J o (U (o c (U E

z
=

o,
c

(u cl o o
(f,

o) c .u ct o o $(\l g

JI
c (U o -o a

o -o
(l, -1 (5

E o

o o o-

o o o-

e (E

z z \<
o Y o

G J

= tr

u IIJ
o (u o

o oF

IIJ F

6
o

E
o) c o (u o
@

.s o,
c (U
E (u

ul o

v,

(U !:g

z
E

(o

1,()

a. $

E tu -)

= ]U J ]U

ul

\< tr
E =
J ]U

o
a\
F

=
J

z tr E
c (u

(U -o
C) a o o o-

c o = .F
G J

z z
Y

v,
IJJ

tr

UJ F

o z

5 c

o-

TI g 0.t o.
(E
f

= (,)
L

o, .o
o o

-c (t' o) c o o) c (U (U tt t\

o z
F

E, lrJ

c o o) .q E o, c (o o TI ol
N tf_

(D C) tt

= IJJ

ut Y E, t =

= IJJ

ut

ut

o
F

o a! o
(o c a
C

o.
=
J

z tr

o, c (U ct
\l: ol

o o

o o o o a

o o o-

tr
= 'e
G

.;
-o o.x

E J

'; = (l)
g

J z z

(U JXC j=ov
C L E

RB
OY

\.o o

RE

oo J-O
-(Po @tr o (\l

s9

Ec

]U Y

6 f

fifi8
(U o c o o TI
J (E J

6c)0) E J.O Cce

Fgtt
(E

BE e g Fer

Fg

o z ut

ol o-l

F]

'6
c g -g o o o r()

JF

+l;

#l

:l

3l

;l

EI

YI

;l dl
=l

<l HI <l EI =l uJl

fil 2l

(\

(U c g

o .t2 o o o tr) o

(E

tr

t>

'=
o o .o o
f

= 'e

J z z

(u
JXC q *o

RE

EYts 6 X -rO c , ( ) E

Y aD E IJJ Y
f

fifi8
c

Cce

g gF'g,
I Hgs
F d!s-g'

g seP

E.s

$e

o o -o (s ,^ o, xo) JXC
atoY C L L 6(l)c,
E5_O

o z ut

oIIJ U'

tr

o o, o '6' -o (t' o o.
(Y)

E -9

ot c (u -o

(u (E (u
E c o x (U E o
L =

6g
rO o lO

f>\

z
F

o ro

z lJt

IIJ ?

o
(U q -g

u
J

uJ Y

= IIJ J

o ..2
o

o o

rt

rl)

E, =

o z
=
J

UJ
th (5 o c o c J ot c (5 dt

o.

o o s
(u (o lt a o o o
c

E o

'e
J z z
Y o

c o =

c (u o

a'a "9

E-9
=ut

=E

s9 ts o. =.E

8.gE
oo (Y)
N (9

=EE
=
(E '6'

tr
Y
t!

o
F

ut

TI '6

E
(l'

o o. o 'd -o '6 3

oo
UJ

c -g o o (!

tr

.E
!,

.g o c (! ot c f o E (5 o o (o!t (E f

.g o c (E o) c 5 -o

o o

z
F

o ros

IIJ J UJ

z uJ

E = LrJ
(U c -g

E
.g o c att o, c

E o .a
o o o lr) (ft

o o o o

tr,
E =
J IIJ

!(

@_
(f)

m
F

=
J

z tr E

o (t' o c. (U E (E dl

o, c

o o !t
E (5 (5

-o
?

o o o_

tr
=
G

'e
J z z
Y

|E

EIE
(u -o
.Y (l'

Elr
Io P
CL

l(U lx t(l' lo

l(E l! l(!

tot to t: t(! o o o o

t: I(E I L t o lI c u r lo t(5 o IJ

P o o-

-o
J

'6, o)
c

E
at, J

.U Jl or o q c

o p o

c !9(U (U s o l c slc c 5 - q l . o ,q v O ol E 6 -(E (5 o - att

Elc flq
g
o c
(U CL o o

El$l (o (,
Nl(f,

p o o

o x o

(u

o CD o, E Ic (U c G (E o J o) c (U c c o) 9 c c !! au o. E (E (U (E E C t f

E (u oc' (o E o) E u, (5 cn

= o

c lo f ta5 c lo (U l o

:' I E

t>; I

(t'

(u

:J
c
l

fl$5= sl*I I
l-Y

to

IJ

lE
lf I(E

([

E (l'l o) E E (t) (u i i ( 5 g
dll

(o c g 'a ,g o o 3 D

ol E c

c 5 v-O

EO

o v (!

:5

3 E IIJ Y

oto c Dl@ o

AI (f, ol o oi @

o (tt

5 8 t(8 ll (ol ( o t o

EIFq
Y

Elc$ EFg
r() o (o (o o (o o (o
N

flE:E*

$eE -s cEF_E

tcD to E 5 o : lc o lp a (U o : lo o o, v -o o -y) p c- o J (u o; f o) o .Ec E c c 3: J o o v^ (U -i! g c arU) a (U 5 P gi o o.!z o E o O'F o (5 o E (U c (U o F P c >(l' E Pi I o) o J(Er c g -o o o. E ( u - ( U > i c (U = ([ G g rga) c o > c -v .Y ( =o f J 69c E dE o E PT ( .q E E t r x : (u o: J o E'E o p o _6b 0) -o
I L

tI

IJ to

E = c

at

c J(. lY a t ' t(l)

c
J

8S

Eg

si

e
o o
J (E

o tr

c o o.
L

lo lc to

l.c
l(! (E J

:gi

E
(U o (u E
L

(U 1t (U a. v t c .ct c o s

f c -9 o -g o c $ c (E o (U

o o

(u E o o o o o

c (5 o (E tt,

a-9Sr
e5f
o (o
1()

:l- o.

(5 -o E E f o o o

(u
(! Y

Y
N D v)

CL

o |o

s o (o

(f,

o (o

(f)

o
(f,

) D

o c g c o f o. o -o E E E o -9 (u !< o o rO (o o o o ttl o (t, (q


(f,

o! c c tE (U

g o ..c

l'E lo 'd
o (l' E -g

CL o (U

(u

o o.
U'

IJJ F

E
L

(! f

E
.g o c (U o,
c' '6-o c (E
J

a^ c (5 CD c

J E .Y

o o. E (E

E lu

o trcD

5o -o> 3'6
ro (> (os

(u

o E
c o g c (s It \t (orf

(u

c
0, !, J

d,el fl c
\t o @

(u o o o.

(u
o

CD g

o o. (t' .o r{,
@f

()
o.
C\I @-

z
F

(o_
\f

'd

=
?

:' E
.g
6

c (u ta
(I,

ut

z IIJ
J IIJ

c o o) c

-9 o o(u o (U E c g c) (ofi,

lc I(tr l< (E (l, E

o o.

= UJ
t9 o o

-o o o o o
@

E (U o o o c -g o @_
(v)

Y E =

u,
UJ
F
J

<')

m
z
E
=
J

(u
c (! c

o (U

o-

ot c (u dl
N

o o

o o

c{
q

s-

C) -,

(u (u -o E

o o

o o o-

= 'e

+a

g (U

-o

(D
(E

J z z
Y

.E

RE {xc

eE8
fifi8 5 N
ES9

|rl Y
IJJ F

o f tr

o z

o oul o z
F

rE c o
.N

E (E
E c .E o o, c (l'
f E

tr

o 15 c (U o

'e
o o.
(f)

(\
N @-

c{ (o$

= EI EI =

tr
t =
J IIJ

ut Y

ul

z tr E E
J

e .U
3 '=
+,

J z z

a!

Y at, E IIJ Y
IJJ F f

o z

o oF

tr z
F

at,

IJJ

ul
?

@ =

J IJJ

UJ = IIJ

tr,
E, = J IIJ

m
F

E
=
J

LAMPIRANB

LAMPIRAN TabelPetuniukuntuk menilaistrukturdan tingkat Kerusakan B Bahan 8.1 Kerusakan padaelemenpasangan


KERUSAIGN PADAELEMEN BATUBATA KODE
JENIS KERUSAKAN

s
STRUKTUR PENGUKURAN
Batu/Bata Adukan Berbahaya Sedalam g 20 mm Sedalam> 20 mm Berbahaya Berbahaya Berbahaya Berbahaya Adukan Selebar s 5 mm Selebar > 5 mm Pergerakanke arah luar dari permukaan >40 mm Panjang< 750 mm Panjang> 750 mm

R TINGI(AT KERUSAKAN
Parah

PENYEBAB KERUSAKAN
Aus karenaumur Benturan Terkikis Mutu yang jelek

SATUAN UKURAN

101

Penurunanmutu bata atau batu

Tidak parah Parah

m'

Keretakan

Pondasiruntuh Bergerak Beban berlebihan Tumbuhan liar

Tidak parah Parah Parah

'l02

Permukaanpasangan Yangmenggembung

Pondasiruntuh Berbahaya Bebanberlebihan

m'
Tidak parah Parah Parah Tldak parah

103

Bagianyang pecah atau hilang

Apa saja

Berbahaya

Element struktural Element nonstruKural

m'

8.2

Kerusakan padaelemenbeton(termasuk tulangan)


KERUSAKAN PADAELEMEN BETON (TERMASUK TULANGAN)
S R TINGI(AT PENGUKURAN KERUSAKAN
Tulangantidak terlihat Tidak parah

KODE
201

JENIS KERUSAKAN
Kerontokanbeton Beton keropos

PENYEBAB KERUSAKAN
Karbonasi Benturan I Eak cukupnyaselimut beton

STRUKTUR
Tidak berbahaya

SATUAN UKURAN

Berbahaya

Tulanganterlihat

Parah

Beton yang berongga/ berbunyi Beban berlebihan Pengerjaanyang buruk Kualitasyang buruk Gaya pratekan pengembangan volume Serangan Kimiawi Berbahaya Terlihatadanya rembesan Lebar< 0.2 mm Lebar> 0.2 mm Terlihatadanya rembesan atau bocor Karbonasi Tadak berbahava Terlihatadanya rembesan atau bocor Parah Parah Parah Berbahaya Tidak berbahava

m2 atau m'

202

Retak

Beban berlebihan

Berbahaya

Tidak parah

m atau m2
Tidak parah

Benturan Kegagalan fundasi Gayapratekan Susut


Tumbuhan Pengembangan votums Berbahaya

Tidak berbahava

Lebar< 0.4 mm

Berbahaya Lebar> 0.4 min Parah

14

B-2

Kerusakan padaelemenbeton(termasuk tutangan) (lanjutan)


KERUSAKAN PADAELEMEN BETON (TERMASUK TULANGAN) taniuran...

s
STRUKTUR
Berbahaya

KODE
203

JENIS KERUSAKAN
Karatbesi tulangan

PENYEBAB KERUSAKAN
Apa saja

SATUAN TINGKAT UKURAN PENGUKURAN KERUSAKAN


< 10%dari diameter tulangan > 10Yo dari diametet tulanoan Tidak parah Parah

m atiau mt

2U

Kerusakankomponen karenaaus, penuaan, dan pelapukan

Abrasi Penuaan Serangan kimiawi Benturan Pengerjaanyang buruk Pengembangan volume > Selimutbeton Parah Berbahaya S Selimutbeton Tidak parah

mt atau m3

205

Pecahatau hilangnya sebagiandari beton

Apa saja

Berbahaya

Elementstruktural Elementnonstruktural

Parah Tidak parah

m2atau m3

206

Lendutan

Tertabrak Pondasiruntuh Beban berlebihan Berbahaya

Lantai < 1:600 > 1:600 Elemenlain =20 mm >20mm Tidak parah Parah Tidakparah Parah m3

8.3

Kerusakan padaelemenbaja
KERUSAKAN PADAELEMEN BAJA
S R

KODE JENISKERUSAKAN

PENYEBAB KERUSAKAN
Penuaan Retak

STRUKTUR
Berbahya Tidakberbahaya

PENGUKURAN

TINGKAT KERUSAKAN
Tidak parah

SATUAN UKURAN

301

Penurunan mutu dan atau kinerja proteksi korosi

Tidak terlihatnya permukaanbaja

Lembab(akibatkorosi) Tindakankekerasan Pemakaian terkikis /

Berbahaya Tidak berbahaya Berbahaya Berbahaya

Sebaliknya

Parah

m2

302

Karat

Apa saja

< 10olo ukuran dari > 10%dari ukuran

Tidak parah Parah

m2

303

Perubahanbentukpada komponen

Benhrran Pondasiruntuh Panas Beban bedebih berbahaya

Elemen struktural (tegaklurusarah memanjang) <20mm


>20mm Non-eEmen structural Dirnanasaja

Tidak parah Parah Tidak parah Parah Parah Tidak parah Parah Tidak parah Tidakparah Parah Parah Jumlahyg harusdiperbaiki

m'

304

Retak Komponeyang rusak atau hilang Elemenyang salah (pemasangan) Kabeljembatanyang aus Sambunganyang longgar

Apa saja Apa saja

Berbahaya Berbahaya

m m' m'
m'

305

Elemen struktural
Sebaliknya

306

Apa saja

Berbahaya

Dimensilebih kecil Sebaliknya

307

Apa saja

berbahaya

< 5016 strand dari > 5016 strand dari

308

Apa saja

berbahaya

Apa saja

8.4

Kerusakan padaelemen khusus

KERUSAKAN PADA ELEMEN 3.210.ALIRAN SUNGAI KODE


501

s
STRUKTUR
Berbahaya

JENISKERUSAKAN
Endapan/lumpur yang berlebihan

PENYEBAB KERUSAKAN
Arus aliransungai

PENGUKURAN
Mengurangi 20% s aliransungai > Mengurangi 200/6 aliransungai

SATUAN TINGKAT UKURAN KERUSAlGN


Tidak parah

m'

Parah

502

samPanyang menumpuk dan hdadinya hambatan aliransungai

Tumpukansampah

Berbahaya

< Mengurangi 20016 aliransungai danla|.u< 2OoA tinooi Dilar Sebaliknya

Tidakparah

m3
Parah Tidak parah

503

Pengikisan pada daerahdekat pilar atau kepalajembatan Air sungai yang macet yang mengakibatkan teriadinvebaniir

Arus aliransungai

Berbahaya

s ketinggianpondasi atau 6x diameter tiang pancang Sebaliknya < 250 mm di atas lantai > 250 mm di atas lantai

m' atau
m3

Parah Tidak parah Parah

504

Hujan/ Kurang panjangnyabukaan iembetan

Berbahaya

8.5

Kerusakan padaelemenkhusus

KERUSAKAN PADA ELEMEN 3.220.BANGUNAN PENGAMAN, 3.230- TIMBUNAN DAN3.310- FUNDASI KODE JENISKERUSAKAN
511 Bagianyang hilang atau tidak ada Scouring/ Gerusan

s
STRUKTUR PENGUKURAN
Berbahaya
< lOVo > lOVo

PENYEBAB KERUSAKAN
Apa saja

TINGKAT KERUSAKAN
Tidak parah Parah Parah

SATUAN UKURAN

m3 m3

521

Arus aliran sungai

Berbahaya

Pengikisan dasar sungal Sebaliknya

Tidak parah

Rehk

Apa saja

Tidak berbahaya Apa saja Permukaanlebih rendahdari pada ketinggianpondasi atau 6x dimensi tiang pancang Sebaliknya Tidak parah Tidak parah Parah Tidak parah Parah

522

Penurunan

Apa saja

Berbahaya

m2 atau Pemeriksaa khusus

Pengembungan

Apa saja

Berbahaya

< 300 mm > 300 mm

8.6

padaelemenkhusus Kerusakan
KERUSAKAN PADAELEMEN 4.235. TANAH BERTULANG
S

KODE JENISKERUSAKAN
531 Penggembungan permukaan Retak,rontok atau pecahdari paneltanah bertulang

PENYEBAB KERUSAKAN
Lepasnyaangker Denahen Angker lepas Benturan Bergerak

STRUKTUR
Berbahaya Berbahaya Tidak berbahaya

SATUAN TINGKAT UKURAN PENGUKURAN KERUSAKAN


Apa saja Apa saja > 3 panel atau > 10olo permukaan rusaK Parah Parah Parah Parah

m'

532

m'

Tindakankekerasan

Sebaliknya

Tidak parah

8.7

padaelemenkhusus Kerusakan
S R

KERUSAKAN PADAELEMEN 4.314- ANGKER JEMBATAN GANTUNG DANJEMBATAN KABEL KODE


541

JENISKERUSAKAN
Tidak stabil

PENYEBAB KERUSAKAN
Beban berlebihan Pengerjaanyangjelek

STRUKTUR
Berbahaya

TINGKAT PENGUKURAN KERUSAKAN


Apa saja Parah

SATUAN UKURAN Pemeriksaan khusus

8.8

padaelemenkhusus Kerusakan
KERUSAKAN PADA ELEMEN 3.230 KEPALA JEMBATAN PILAR DAN

s
STRUKTUR
Eerbahaya

(ODE
551

JENISKERUSAKAN
Kepalajembatan atau pilar bergerak

PENYEBAB
Guling

SATUAN TINGKAT UKURAN PENGUKURAN KERUSAKA N


>1 Berputar per12 dalam arahvertikal dan/atau
Parah

Berputar
Turun/Setttle

Berbahaya Berbahaya Berbahaya

Penurunan>50 mm dan/atautidak terlihatadanya puntiran Sebaliknya

Parah

Pemeriksa an khusus

Punth

Tidak Parah

8.9

padaelemenkhusus Kerusakan
S

KERUSAI(ANPADA ELEMEN4.326 - LANDASAN PENAHANGEMPA

KODE JENISKERUSAKAN
561 Longgar Hilang/Tidak ada

PENYEBAB KERUSAKAN
Apa saja Apa saja

STRUKTUR PENGUKURAN
Berbahaya Berbahaya Apa saja Apa saja

SATUAN UKURAN TINGI(AT KERUSAKAN


Parah Parah

m'

8 . 1 0 Kerusakan padaelemenkhusus
KERUSAI(AN PADAELEMEN 3.6,10 LANDASAN / PERLETAKAN KODE JENISKERUSAKAN
601 Tidakcukupnyatempat untukbergerak 602 Kedudukanlandasan Yang tidak sempurna Apa saja Berbahaya Terdapatgap < 2 mm Terdapatgap > 2 mm atau
<r/3 bagian dari tempatnya

PENYEBAB KERUSAKAN
Apa saja

SATUAN UKURAN TINGKAT STRUKTUR PENGUKURAN KERUSAKAN


Berbahaya Apa saja Parah

buah

Tidak parah Parah Parah Tidak parah

buah

>1/3 bagiandari tempatnya 603 Mortardasar retak atau rontok Apa saja Berbahaya
< 1506 bagian rusak

Tidak parah Parah Tidak parah Parah Tidak parah

buah

604

Perpindahan yang berlebihan Perubahan(deformasi) yang beflebihan

Apa saja

Berbahaya

Apa saja

Berbahaya

> 150/6 bagian rusak > Perpindahan 30 mm < Perpindahan 30 mm < 20% dari tebal landasan > 20% dari tebal

buah

Parah Tidakparah Parah

Tidak 605

landasan < 25oh aus > 25o/o aus

Auskarena umur
Landasanyang pecah, sobek atau retak Bagianyang rusak atau hilang

Apa saja

berbahaya

buah

Tidak Apa saja Apa saja Apa saja kurangpelumasan berbahaya Berbahaya Berbahaya Berbahaya

borapapun lebamya
Apa saja Apa saja Apa saja

Parah Parah Parah Parah

606 607

Bagianyang longgar Landasan logam yang kering

buah buah

8 . 1 1 Kerusakan padaelemenkhusus
KERUSAKAN PADAELEMEN 4.421 -PELATDAN 4.502- LANTAI

Kesalahan sambungan I lantai memanjang

8.12 Kerusakan padaelemenkhusus


KERUSAKAN ELEMEN - DMINASE PADA 4.329 DINDING.4,507 PIPA CUCUMN 4,508DMINASE DAN LANTAI

8.13 Kerusakan padaelemenkhusus


pADAELEMEN KERUSAKAN 4.595_ 1,4p19[xPERMUKAAN PENYEBAB KODE JENISKERUSAKAN KERUSAKAN
721 Permukaanlicin Apa saja Apa saja Apa saja Apa saja

STRUKTUR PENGUKURAN
Berbahaya Tidak berbahaya Tidak berbahaya Tidak berbahaya Berbahaya Tergelincir Sebaliknya = 20 mm dalamnya > 20 mm dalamnya < 10 mm dalamnva > 10 mm dalamnya S 20 mm dalamnya > 20 mm dalamnva < 1 0 0m m dalamnva > 1 0 0m m dalamnva

SATUAN UKURAN TINGKAT KERUSAKAN


Parah Tidak parah Tidak parah Parah Tidak parah Parah fidak Darah Parah Tidak parah

m2

Permukaan kasar yang 722


Retakpada lapisan permukaan Lapispermukaanyang bergelombang Lapispermukaanyang berlebihan

m'
m2 m2 m2

723

724

Apa saja

Parah

8.14 Kerusakan padaelemenkhusus


KERUSAKAN PADA ELEMEN 4.506 . TROTOAR. KERB KODE
73'l 732 733

JENISKERUSAKAN
Permukaan trotoar licin Lubangpada trotoar Bagianhilang^idakada

PENYEBAB KERUSAKAN
Apa saja Apa saja Apa saja

SATUAN UKURAN TINGKAT STRUKTUR PENGUKURAN KERUSAKAN


Berbahaya Berbahaya Berbahaya Tergelincir Sebaliknya < 20 mm dalamnya > 20 min dalamnya Apa saja Parah Tidak parah Tidak parah Parah Parah m2

m2 m2

8.15 Kerusakan padaelemenkhusus


KERUSAKAN PADAELEMEN 3.600- SIARMUAI LANTAI KODE
801

s
STRUKTUR PENGUKURAN
Tidak Berbahaya Perbedaanlevel S 30 mm Perbedaanleve > 30 mm untuk bentang< 25m Untukbentang> 25m Jika pd joint terdapa lao. Perk. > 25 mm Sebaliknya Apa saja Lepas < 2596 Lepas> 25%

JENISKERUSAKAN
Tidak sama tinggl

PENYEBAB KERUSAKAN
Apa saja

SATUAN UKURAN TINGKAT KERUSAKAN


Tidak parah Parah Tidak parah Parah Parah Tidakparah Parah Tidak parah Parah

802

Kehilangan kemampuan bergeraknya

Apa saja

Berbahaya

803

Bagianyang longgar Lepasnyaikatan

Apa saja Apa saja

Berbahaya Tidak Berbahaya

8.15 Kerusakan padaelemenkhusus(lanjutan)

Retak< 15 mm

B.16 Kerusakan padaelemenkhusus


PADAELEMEN 4.701.

8.17 Kerusakan padaelemenkhusus


\I(AN PADAELEMEN 4.711- RAMBU-RAMBU - MARKAJALAN LALU LINTAS,4.712 DAN4.713 PAPAN NAMA KODE
911

s
STRUKTUR PENGUKURAN
Tidak berbahaya > 25% tidak berfungsi
< 2570 ttdak berfundsi

JENISKERUSAKAN
Tulisantidak nyata/jelas

PENYEBAB KERUSAKAN
Apa saja

TINGKAT KERUSAKAN
Parah Tidak parah Tidak parah Parah

SATUAI\ UKURAN

bh atau m

912

Bagianyang hilang atau tidak ada

Apa saja

Tidak berbahaya

Pelat nama atau patung Sebaliknya

bh atau m

8.18 Kerusakan padaelemenkhusus


KERUSAKAN PADAELEMEN 4.721- LAMPU,4,722 TIANG LAMPU DAN 4.713 KABEL LISTRIK KODE
921

s
STRUKTUR PENGUKURAN
Tidak Berbahaya > 257obagian < 25oAbagian Koslel Sebaliknya

R TINGKAT KERUSAKAN
Parah Tidak parah Parah Tidak parah

JENISKERUSAKAN
Bahanyang telah berumur/rusak

PENYEBAB KERUSAKAN
Apa saja

SATUAN UKURAN

922

Bagianyang hilang

Apa saja

Tidak Berbahaya

buah atau m buah atau m

8.19 Kerusakan padaelemenkhusus


KERUSAKAN PADAELEMEN 4.421- PELAT DAN . 4.731 UTILITAS KODE
931

JENISKERUSAKAN
Tidak berfungsi

PENYEBAB KERUSAKAN
Apa saja

SATUAN UKURAN TINGKAT STRUKTUR PENGUKURAN KERUSAI(AN


Tidak berbahaya MemoanayaKan orangatau elemen strukluEl Parah m

TabelB.1Kriteria Penentuan NilaiKondisi


Nilai

(s)

Struktur

Kriteria E9$ahaya
Tidak berbahaya Parah Tidak parah Lebih dari 50 o/o

Nilai 1

Kerusakan (R) Kuantitas (K) Fungsi (F) Pengaruh (P) NII/I KONDISI (NK)

0
1

r_C"e.K sj *El -! be-rr"y en_en ns


Elemenberfungsi

Kurang dari50 %

0 1 0
1

elemen lain llg4pengaruhi Tidakmempengaruhi elemen lain


NK=S+R+K+F+P

0 1 0 0-5

LAMPIRANC

LAMPIRAN TABEL KERUSAKAN C DAN PENANGANAN YANGMUNGKINDILAKUKAN


noce kerusakan Bahan dan Kerusakan Penanganan
i

r j:=. 6;=1tli.'.':.rl#|-"ij.''i- iffi?i;*t..r-,11ifli1:ffi, 1 a) Bersjhkandan kasarkanpermukaanyang

101 101 101

Penurunan mutudan rstak Penurunan danretakdengan kondisi 3 mutu < nilai Penurunan danretak mutu = denga kondisi 3 nilai

102

penggembungan perubatraatau bentuk-

renurunanmutu dan retak

denqan nilai kondisi

terbukaagar mudih terji; suatu daya cengkramdengan permukaanbaru. b) Basahkanpermukaanyang lama dan lapisi denganlapisanair semen sebagaidasar penempatanbahan yang baru atau, c) Gunakanbahan perekatsepertiperekatepoksi. Hanyapengamatan Lepaskanbatu yang retak dan bersihkanadukan atau betonyang retak, lalugantidenganbahanyang baru. pekerjaanini dilakukan pa<li Pemeliharaan berkaladan Perbaikanringan. Keretakanini mungkinakibat pergerakanbangunanbawah.Lakukan pemeriksaan khususuntuk menentukanjenis penanganansecara menyeluruh. Pekejaanyang cukup besar ini dilaksanakan dalam ProgramRehabilitasi. Harus diperhatikandiperlukannya sokonganatau penyanggakarena adanyabeban dari atas ketikaditakukan
halr r alarr t,|ttu^^ v-^^ , +^v

neminafahrn

102

Penggembungan yang Sedikit

pasangan ataubatayangrusak, batu periksa apakah la) Lepaskan tanah yangjenuhair atautidakpadat timbunan dibelakang Iterdapat pasangan ataubata, batu ldinding pasangan ataubatayangrusak b) Gantilah batu jenisbahan dengan I setara atausamadengan aslinya dalamukuran bentuknya. dan lyang Y_akinkan bahwa terdapat cukuptubang saluran di sepanjang air dinding. c) Hubungan permukaan dengan antara lama baruharus ditangani dengan danterikat baik dengan baikseperti diuraikan padabagian padaBeton" "Cacat (lihatKerusakan 201) Perubahan bentuk ataupenggembungan cukup yang besar pemeriksaan memerlukan khusus untukmenentukan penanganan jenis jembatan. secara keseluruhan

102

pelengkung struktur Bilamana dinding pada pelengkung mengalami penggembungan, penanganannya cara adatah dengan melakukan penggantian yangmengalami dinding penggembungan dengan dinding yang padasebuah bertumpu dudukan jembatan bawah melintang di Perubahan bentukatau penggembungan cutuplpermukaan dandengan yang jalan penambahan masif melakukan beton di besar I depan yanqmasih dinding tegak lama vanomasih utuh.
a) Gantilahbagianyang hilang atau pecah tersebutdenganbahan sepertiyang disebutkandalam spesifikasiatau setaradenganaslinya dalambentukdan ukurannya. b) BilamanabagianhilangteFebut perlu digantidenganyang dibangun kembali,maka hubunganbagianyang lama denganyang baru harus ditanganisepertidiuraikandalam Perbaikanpasanganbatu atau bata yang retak (lihat Kerusakan101).Apabilaterdapatpenggantian bagian dindingpasanganbatu atau bata, maka pentingdiperhatkan penyediaan lubangsaluranair dindingguna pengurangan tekananair yangdapat menyebabkankerontokanlebih lanjut.

103

Bagian yang pecah atau hllang

LAMPIRAN TABELKERUSAKAN C DANPENANGANAN YANGMUNGKIN DILAKUKAN (Lanjutan)

-:;: , I

pada beton termasukgompal beton, keropos,beton yang berongga,mutu beton


beton yang tidak padat pada beton untuk besi tulangannyatidak hanyasedikitkerusakanbeton,

bagianbetonyang baik terlihatdan dalam keadaanbersih. b) Usahakanmembersihkan beton sampai ! 1S mm di belakangbesi lulangan agardidapatikatanyang baik. c) Bersihkansemua karat yang ada pada besi tulangan d) Kaitkanatau lkatkan besi tutanganyang baru jika didapatbagian anganyang diameternyahilang lebih dan2O o/o. Pakailahbahan perekal pada permukaanyang keringdenganbahan Pasanglahdan bentuklahbeton baru untuk mendapatkan selimut beton. Permukaanharus dibersihkandan dilembabkan memudahkanpengikatanbeton lama dengan beton baru. Disarankan agarditambahkan jaring-jaring tulangan yangditempelkan baikpadatambalan tadi. Disarankan agar menggunakan epoksi r halus sebagaibahan untuk pembentukankembalielemen

Buang ataulepaskan semua yanglepas rusak bagian beton dan

yangsesuai asalnya dengan menggunakan yangdisetujui. bahan

permukaan yanglamasebelum beton dipasang yangbaru. beton tersebut akanmemberikan rekatdankekuatan l-jaring daya yang

pada beton dengan menambahkanketebatan

struktur yangmempunyai baru ketebalan melebihi

dimanabesi tulanganterlihat. a) Semua beton yang lepas sekitar beii tulanganyang sudah berkarat pada bagianbeton yang jelek harus dibongkardan besi tulangan rsihkankemudiandiberi lapasan sebagaimanadijelaskanpada Kemudian,sisa permukaantadi dikasarkandengan pahat. Kemudian lubanglubang pada lantai beton lama agar dapat memasukkan kawat angker (diameter8 mm) yang kemudiandicor denganadukan khususdenganjarak dari as ke as S00x 500 mm. Angker khususini sekarangsudah terpasangyang kemudiandiberi lem epoksiyang sudahdisediakan.

Kemudian, seluruh bidang jaring-jaring diperkuat dengan tulangan rukuran 5x100x100 dancorkan mm, lapisan beton baruyang d) Beton tersebut harus dipadatkan dengan yangsesuai. vibrator e) Permukaan beton barutersebut harus diusahakan lembab tetap paling sedikit selama hari. Z
Kupaslahlapisanaspal pada pemukaan jalan danbersihkan bagianatas lantai beton tersebut. s tinggi (kekuatanminimum27,5 Mpal denganketebalan 50 mm (lihatGambar 7-2) d iatas beton tama.

padabeton yangrusak mencakup seluruh

peng-graut-an daerah Kerjakan pada yangberpori beton atau


Berilahlapisankedap air di atas daerah beton yang kurang padat

padabetonuntukbeton yangkeropos

Kerjakan perkerasan lapisan kembali. Kupaslah lapisan padapermukaan danbersihkan aspal jalan dengan ik bagian ataslantai beton tersebut. peng-grautan Kerjakan padadaerah yangberpori beton atau
c) Berilahlapisankedap air di atas daerah beton yang kurangpadat tadi. d) Kerjakanlapisanperkerasankembali. perlutambahan lubangsaluran Apabiladibuatlubangsaluran air tambahandengancara mengebordinding,maka kehati_hatian harus

padabeton untukbeton yangkeropos jika

padabetonuntukbeton yangkeroposjika san air terjadimelewati dindingpenahan

ketika membuka tulangan yangterekpos terhadap korosi. yangterekspos harus dilapisi dengan pengisi komponen retak

LAMPIMN C TABELKERUSAKAN DANPENANGANAN YANGMUNGKIN DILAKUKAN (Lanjutan)

Bagian NonStruktural RetakNonStruktural dan


lebih kecil dari 0,5 mm

Bersihkanretak tersebutdengan menggunakansikat dan kemudian

b) Tutup retaktersebut dengan campufttn slurry yangen@r. semen


Bentuklahpada bagianretak sepertihuruf V sampaikedalaman ranglebih 5 mm kemudianbersihkanbagiantersebut.

Bagian NonStruktural RetakNonStruktural dan antara mmsampal mm 0,5 3 betonuntuk elemen struktural kriteria : t Lebar retakberkisar antara mmsampai 0,.t 0,2S Tidak terjadi rembesan adanya atau bocoran air Mutubeton lantai tidakkurang 22,5Mpa dari

perekat Gunakan yangtelahdisetujui Direksi atauepoksi oleh yang mudian dilapiskan sisibagian tadi. pada V Kemudian tutupbagian tadidengan V adukan semen atauepoksi.

dan mencakupdaerah kurang dari 30% dari luas

Mulu betonpadagetagar, kepalajembatan,pilar ak kurangdari 17,SMpa Nilaikondisi elemenyang bersangkutan adalah2.

perbaikankeretakandengan metodasuntikanbahan perekat atau i sehinggabeton dapat berfungsikembalidan menjadisatu .rankembaliserta berfungsisebagaimanamestinya.

Keretakan beton untuk elemen struktural kriteria : lt Lebar retakkurang 2 mmdanmencakup dari erahkurang lebihS0% luaselemen dari yang
Tidak tedadi rembesanatau adanya bocoranair Dipedukansuatu perkuatanyang disebabkan terjadinyabebanyang berlebihanyang tidak dapat olehlantaiatau gelagarakibatmutubeton

dari 17,5MPa. f) Nilai kondisielemen yang bersangkutanadalah3.

tidaksesuai persyaratan dengan Mutubeton lantai tidakkurang 22,5Mpa. dari Mutu beton gelagar, jembatan, tidak kepala pllar

berfungsi untuk memperkecil bentangan ada. yang Rekomendasi penanganan perbaikan retakdengan carasuntikan

atau gelagarpada bagian bawah lantai hal ini disebabkanadanya en yang berlebihanyang tidak dapat ditahanoleh lantai.hal ini

epoksi ditambah perkuatan dengan untuk menahan gaya ataugayalintang yangtidakdapat ditahan olehelemen tagi bersangkutan. Perkuatan tersebut dapatberupapelat yang baja p-ada rtkan bagian pelatlantai bawah ataubalok, pelai biasanya berfungsi untuk menahan gayamomen ataugayaliniang yang In,perkuatan tersebut dapatjuga berupa menambah balok

jeniskotoran, Bersihkan semua bekas yangtidaksempuma beton rusejenisnya menyebabkan yang terjadinya pada kontaminasi retak pipa Pasangkan penyuntik ditengah-tengah permukaan retak yang
Dalamhal ini mutu beton sudah tidak dapat dipertanggungjawabkan lagi,lebarkeretakan juga sudahmelampaui batasyangdapat sehinggaapabilakeadaan ini terjadi maka beton pada menggunakansikat kawat atau gerindapada daerahselebar

Lebar retak lebih besar dari 2 mm dan mencakup lebih dari 50o/o luas elemen tersebut Terjadirembesanatau adanya bocoranair Mutu belon lantai kurang dari22Mpa

beton untuk elemen slruktural kriteria : lll

yangbersangkutan elemen harus dibongkar untukkemudian dipasang kembali dengan beton yangsesuai persyaratan ukuran dan serta
bentuknyasepertiaslinyadengan mempertimbangkan sebab_sebab

jembatan, kurang terjadinya kepata pitar keretakan sebelumnya. Yylulg!9n getagar, Apabila terjadi sambungan antara ri 17,5 MPa. permukaan beton lamadanbetonbarumakahaltersebut dapat Nilaikondisi yang
elemen bersangkutan adalah4

jenis retak yang tidak beraturandan

an mempergunakan yangtidakterpengaruh gerakan bahan oleh ditimbulkan beban oleh lalu-lintas jugabahan dan tersebut harus cepalmengering dalam waktuyangtertentu. jenis Biasanya bahan perekat tersebul mempunyai yangmahal, harga tetapi mempunyai keunlungan tanpamenutup yang lalu-lintas ada.Dalam inidireksi hal
memperhitungkan mana yang lebih ekonomisdalam

seslai dengan penanganankerontokanpada beton dengan n 201. retak sebagianatau pada mutu beton yang rendah,lihal untuk Kerusakan201. Jika laluiintas padajembatantidak ditutupmaka perbaikandilaksanakandengan cari penanganan

Bersihkankarat yang ada pada besi tulangan

Jikasetelah dibersihkan ternyata tulangan luas bertrurang hingga 06makapadabagian tersebut harus ditambah tulangan yangbaru ujungnya dengan menyambung kannya secara mekanis lasyang atau baiksehingga pemindahan yangadatetapterjamin gaya dengan bai[. sambungan bagian atau sambungan harus ditempatkanluar di daerah dimana tulangan besi yangberkarat tersebut. perlu Mungkin membongkar sebagian beton agarterlihat tulangan besi yangtidak
rfl(arat guna penyambungan tersebut. Setiapbesi tulanganyang mencuat harus dipotongpalingsedikit20 T di bawah permukaanbeton kemudianbeton diperbaikisesuai panjangsambungankurang lebih 300 mm pada

LAMPIRANC TABEL KERUSAKANDAN PENANGANAN YANG MUNGKINDILAKUKAN(Lan;utan)

berlumut, penuaan ataupetapukan beton penuaan , berlumut, atau pelapukan beton


kerusakan adalah karena reaksi

terkena untuk kemudian dapatditentukan banyaknya

pengujianunluk menetapkanluas dan dalamnyadaerah

Kotor,berlumut, penuaan atau pelapukan beton kerusakan disebabkan karena tejadinya karbonasi
tidak lebihdari25 mm

atan sealentdengan bahan yang disetujuidapat dilakukanpada luar beton.

a) Angkatlahelemenyang mengalamikelebihangaya tersebutakibat atau hilangnyasebagiandari elemen tersebut. Gantilahbagianyang pecah tersebutdengan bahanyang sesuai

atau hllangnya bahan beton

ditetapkandalam spesifikasiaslinya. c) Bilamanabagianyang pecah teFebut memerlukanpenggantian, makahubungan anlarapermukaan yangbarudan yanglamaharus diuraikanpada perbaikanpada Kerusakan201.

atauyangserupa atausamadengan bentuk ukuran dan

terjadi lendutanakibat beban yang berlebihan, maka

Lendutanakibat beban yang berlebihan Lendutan akibattumbukan

mengadakanpembatasanmuatan, Bagianyang mengalamigaya yang berlebihanharus diperkuat,digantiatau diperbaiki,Lendutanyang terjadipada elemen beton akibat beban yang berlebihanbiasanya terjadikarena adanyakeretakanatau pecah/hancurnya elemen

pemeriksaan khusus untukmenentukan luas/volume Hindarkan yangberlebihan beban dengan cara

Perbaikan mengikuti kodekerusakan atau2O2. 201

akibat pada tumbukan sandaran akibat acuan mengakibatkan yangbersangkutan darielemen yangberlebih tidaktertihat

diganti karena terlalu lemah untukmenahan tumbukan berikutnya haltersebut dimasukkan dalam masalah yangberlebihan. beban perbaikan suatu diperlukan atau tindakan

mutu lapisan pelindung terhadap karat

yangadaterbatas tidakkritis. dan pelindung Permukaan


harusdiberihkan dan dicat sebagaibagiandari pemeliharaanRutin. Pembersihan dari daerah yang terkenaefeknyadapat dilakukan mencucidan penyikatandengan sikat kawat.

dapat dilakukan dengan kuas. pengecatan yang Sistem harus merupakan suatucatdasar yangsederhana cat dan . Catdasar Jenis Alkyd zincchromate Ketebalan mikron (minimum) 40
Cat akhir - JenisAlkydenamel. Ketebalan50 mikron (minimum) kerusakan dengannilai1-2

Penurunan mutu lapisan pelindung

puladigunakan Dapat sistem yanglainuntuklingkungan cat agresif. bersifatumum dan korosi berpengaruh tefiadap di luar cakupan pemeliharaan rutin kecuali dan tiang sandarannya. Sandarandapat
diuraikandi atas pada pemeliharaan rutin.

elemen-elemen diperiksa. korosi harus Jika elemen baja Penurunan mutu lapisan pelindungterhadap
menyebar, maka elemen baja harus digantidaripadadipelihara. Jika

ringan, makaelemen harus diperbaiki permukaan dan dicat

LAMPIRAN TABELKERUSAKAN C DANPENANGANAN YANGMUNGKIN DILAKUKAN (Lanjutan)

ElemenBajajika luaskerusakan kurangdari

menentukan penampang rusaUhitang komponen luas yang dari iembatan. Bagian tersebut harus dibersihkan seluruhnya dicatsebagaimana dan daerah cakupannya (kurang 200mmpanjangnya) kecil dari maka proses semula dengan pengelasan sesuai. teknik yang
tersebutdapat diperbaikidengan mengembatikan pada harus cocok dengan tipe baja. Semua bahan-bahan

harus dibersihkan secara menyeluruh sebelum dilakukan


ii) Pengurangan TeganganBagianyang Lemah rrangan teganganbagianyang lemah dapat dilaksanakan dengan nbahkanpelatbaja atau menambah bagiantambahan untuk membagi beban.

Perhatian harus diambil untukmenjamin pengurangan metoda tegangan cukup untuk menerima beban jugametode tidak dan itu
melemahkan elemenaslinya kemudian di hari,misalnya membor

yangrusak elemen akanmengembalikan kapasitas harus diambil untukmenjamin ketentuan yangcukup yang

ElemenBajajika luas kerusakan metebihi 15%

penopangan jembatan khusus, penutupan dan pelaksanaan selama

untuk menyokongjembatan ketika satu bagiandipindahkan dan laindipasang. Mungkin memerlukan desainkhusus,

bentukelemenbaja untuk elemen


dengannilaikondisi> 2

Perubahanbentuk elemen baja untuk bentuk elemen baja untuk


dengannilaikondisi 2 atau 3 Diperbaiki dengan menggunakantekanan atau pemanasanatau kombinasidari keduanya.,ditunjang,perkuat.

Perubahan bentuk elemen baja untuk struktural dengan kondisi4 ataus nilai

jembatan Jikapenting untuk mengharuskan terbuka untuk lalu


maka lebih baik untuk memperkuatelemen yang rusaktadi

. Penghilangan tegangandengan pemboranlubangpada bagianujung retak

Perbaikan dengan retak pengelasan Perbaikan pemasangan penutup pelat dengan pengelasan melalui Patah AtauHilangnya ElemenBaja
atau hilangnyaelemen baja jika elemen diperlukan

perbaikan Teknik berikut dapatdipergunakan :


pemasanganbaut atau paku keling pada bagianyang Pengelasan, atau hilangnya elemen baja Jika elemen yang pecah/rusakakan diperbaiki

Perkuatan meringankan atau yangdipikul beban yang olehbagian

perbaikanyang dapat dipergunakan: Pengelasan Pemasanganbaut atau paku keling

pemeriksaan Laksanakan khusus menetapkan untuk dengan tepat Kabel yangAusJikakurang Jembatan Gantung dari febih 5o/o strands dari dan yangrusaUaus/ mulai
jepitlah dengan klem pada kedua sisi kabel kerusakan. untuk menahanbeban. Periksalahagar batangbesi cukup

pemeriksaan khusus untukmenetapkan dengan tepat besarnya kerusakan. Kabel tersebut harus diganti.

LAMPIRAN TABELKERUSAKAN C DANPENANGANAN YANGMUNGKIN DILAKUKAN (Lanjutan)

baut longgar baut mututinggilonggar paku kelingyang longgar baut yang menjadi longgar

maka harusdikencangkan baut yang longgartadi harus dibuangdan digantidenganyang baru. paku keling harusdigantidengan paku kelingyang baru atau

atemyamembesarakibat pergerakan longgar

308

las yang pecah harus dibersihkan, dipersiapkan kembali,dan dilas kembali.Jika kerusakanyang terjadidiperkirakan akan berulangkembalimaka disarankanagar dibuat rencanayang khusus

yanglamaharus diperbesar sampai tersedia ukuran bautatau yangakansesuai keling dengan yangtetah tubang diperbesar.

li6;;:==;P $F F:=iiti:=,ffi Htl" 501 Pengendapan pada


SaluranAir

endapan yangterjadi lumpur gunamengembalikan sungai periksalah padabentuk tersebut yangseharusnya. daerah terjadinya penurunan jembatan hulu untukmenstabilkan diperlukan. ini jika Hal
akan menjadiperhatianpenyelidikan khususdan mungkinmelibatkan instansi lain.

$i:1;,gl'i,.;t;1l{!lr,=fii..$lii=:;;;/fill,ll-:::i:#,4llrr.;-;;ffift 5 Keruklah

yang berlebihan jika aliran menyampingdiantaratebing Endapan/lumpur yang bertebihanuntuk sungai kecil

nan lainnyaguna mengamankandaerah yang penting, daerahtanah timbunanatau pilar. parit rendahlebar yang diperkerasyang mana sungaidapat endapanyang terjadidengan arus aliransungaiyang

groin, bronjong, penahan dinding tanah, turapataucara-cara

Penumpukan Sampah Dan Hambatan pada

dan semua penghalangyang menyebabkanmasalahharus dari saluranair. Pembersihan sampah,umumnyadilaksanakanpada pemeliharaan rutin.Perhatianharus diambilsehinggakerusakantidak munculketika

pohon batang yangbesar jembatan. dari

jembatan struktur pemeliharaan lamadi luarcakupan rutin memerlukan khusus alat ataucrane untukmembersihkan
Jika bahan peledakdigunakan,kehati-hatian harus sehinggakerusakantidak menimbulkanterhadapjembatan

padaSaluran Gerusan Air

pengamanan Turap, Bronjong, Dinding beton, Groin, dasar Tetrahedron, pasangan besar Rip-rap/ batu

yang berlebihan disebabkan oleh Affluxyang berlebihandisebabkanoleh tidak

iniharus ditangani sesuai dengan Kerusakan S02

jembalan atau memperbaikikarakteraliran bentangan

LAMPIRAN TABELKERUSAKAN C DANPENANGANAN YANGMUNGKIN DILAKUKAN (Lanjutan)


nooe kgruaakan

Bahandan Kerusakan
Hilangnya Bahan PerlindunganGerusan

:::
511

ilt'Fu#.H

'."'.

Penanganan

:+i

l-l

I,

521 521

521 521 522 522

lb) Tempatkanbatu besar (tidak kurangdari 20 kg) pada sepanjang tebingsungaiyang terkenagerusan. c) Buat pasanganbatu kosong pada tebing sungaiyang mengalami gerusan. d) Buat bronjongdi atas daerah tebingyang terkenagerusan.Bronjong ini dapatjuga dipakaisebagaidindingpenahan tanahpadatebingyang curam. e) Tanamidengantanaman untuk mengikattanah pada tebing sungai. f) Bangundindingpenahantanah dari beton bertutang. g) BangunTurap- biasanyaturap baja. h) Banguntiang pemecahenergi. i) Bangungroinuntukmembelokan aliransungai 3erusan pada timbunan akibat Air permukaan dari Buatlahselokansampingatau parit berumputyang mengarahkan air 3adanJalan dari badanjalan ke sungai. 3erusan pada timbunan akibat adanya penghalangdilBuanglahpenghalangtersebut- Bila penghalang tersebutmerupakan tungai bekaspilarjembatan lama maka pekerjaantersebutmemerlukanalat beratuntukmembuanonva. atauPenurunan Penggembungan dan Tanal

padatimbunan Gerusan padatimbunan Gerusan akibatArus Sungai dengar Kecepatan Tinggi dindingbetonbertulang padatebingsungai la) Pemasangan

padaLapis Ringan Permukaan padalapisan Menutup keretakan perkerasan untuk jalan mencegah perembesan danbiasanya air menggunakan untuk aspal

522 522

yang Keretakan Cukup Besar


pada BagianJalanPendekat

bagianini.

pengetahuan jenis seorang untukmenentukan ahli yangterbaik. Dimana gerakan yang terdapat pemeriksaan diperlukan khusus pemeliharaan harusmeratakan pendekat Bagian jalan rutin agar dapat dengan nyaman masuk jembatan. ke Biasanya
ini dilakukan denganmemasang aspalyangdicampur dahulu.

522

Penurunan Cukup yang Besar

pengetahuan untukmenentukan penanganan jenis ahli pergerakan terbaik. terjada Bila seperti dicurigai itu maka khusus harus segera diusulkan. lpemeriksaan penanganan metiputi yang : lJenis-jenis a) Meratakan gunamengimbangi gelincir. timbunan gaya b) Tambahkan bentangan untuk baru menghlndari kelongsoran. c) Pancangkan pancang sepanjang tiang di ujung longsor daerah atau gerakan tanah lunak untukmenahan yangterjadi (agar efektif tiangtiangtersebut harus dipancang gelincir. sampai dibawah batas bidang pemadatan d) Usahakan dengan caradrainase vertikal ataudrainase pasir. 522 522 Kelongsoran Timbunan Penggembungan dan yang Penggembungan Berarti Timbunan dapat dibangun kembalikan distabilkan dan dengan penyebaran danpenanaman jalan bibit permukaan kembali. Drainase harus yangtidakstabil. disebar sekeliling di daerah pengetahuan Halini memerlukan seorang untukmenentukan ahti penanganan terbaik. yang gerakan yangdemikian Bilamana dicurigai, pemeriksaan segera lakukan khusus penggembungan Penanganan masalah digambarkan sebagaimana pada penurunan masalah

LAMPIRAN TABEL KERUSAKAN C DAN PENANGANAN YANGMUNGKINDTLAKUKAN (Lanjutan)

LAMPIRAN TABELKERUSAKAN C DANPENANGANAN YANGMUNGKIN DILAKUKAN (Lanjutan)


nooo kerusakan Bahan dan Kerusakan Penanganan Perbaikan sesuaikerusakan 201 Perbaikansesuai kerusakan202 a) Gelagardidongkrakdan ditempatkanpada posisinya. b) Landasanmortarlama dipahatsampai kedalamansekitar20 mm di bawahbagianatas posisibatokkepala. c) Bagianyang disiapkantapisidengan bahan.perekat yang telah disetujui d) Kemudianmortaryang baru dapat dlpasangdenganmenggunakan adukanmutu tinggi,yang mempunyaikekuatantekan sekitar400 kg/cm2dalam waktu 7 hari. Permukaanbagian atasnyaharus benarbenarada dan rata. e) Mortarbaru harusdirawat paling sedikitselama 7 hari. DLandasandan qelaqarditurunkandenoan hati-hatioade nosiRinvt

503 603 603

Lanqasan Monaryang RetakatauGompal Kerontokan beton Beton retak

603

Bilanilaikerusakan adalah4 atau S

604

604

Pergerakan Perubahan atau Bentukyang Berlebihan darl Landasan Pergerakan Perubahan atau yangBerlebihan Bentuk dariLandasan Bajajika masalahnya disebabkan oleh maka angkatlahbangunanatas dan kembalikanlandasanpada posisi pelaksanaan yangjelekataugetaran awal pada semula 0ika mungkin)dan pasang pengikat(mungkinbaut) sehingga bangunan atas landasan tidakdapatkeluarlagi daritempatnya.

604

Pergerakan Perubahan atau yangBerlebihan Bentuk dariLandasan jika gerakan Baja bangunan bawah maka diperlukanpemeriksaankhusus.Jika keruntuhantidak dapat lagi menyebabkan landasan bergerak secara berlebihan, dihindarkanmaka harusdipasangpenunjangsementara. Pergerakan Perubahan atau yangBerlebihan elemen utama bangunanatas yang beradadiatas landasanyang Bentuk jika dariLandasan Elastomer masalahnya adalahberubahbentuktersebutharus diangkatsehinggalandasantersebut pelaksanaan jelek,maka teknik yang padabentuksemula. kembali Pergerakan Perubahan atau yangBerlebihan Bentuk jika JariLandasan Elastomer masalahnya disebabkan pemeriksaan diperlukan jenis penanganan khusus untuk menentapkan rlehpergerakan bangunan bawah yang terbaik untukjembatan tersebut. secaramenyeluruh yangBerubah Landasan AkibatUmur,Terbelah, RetakSobek, Hancuratau Hilang
Bagian Landasanyang Longgar

604

604

605

ouo
606

Jikanilaikerusakan besar 3 makagantilah lebih dari landasan tersebut pada sesuai dengan uraian kerusakan 604. Bauttersebut harus dikencangkan kembali sesuai dengan spesifikasi aslinya. tidakdapat Jika dikencangkan makabauttersebut lagi harus diganti.

Bagianbaut landasan yang longgar

607

Landasan LogamyangKering permukaan terekpos a) Bersihkan yang semua permukaan b) Beripelumas semua yangbergerak gemuk dengan tebal permukaan c) Catatlah semua landasan yangtidakbergerakrujuk pada Kerusakan untukpenanganannya. 301 gemuk paling Diberi sedikit sekali setahun. Gemuk harus dipompa ke gemuk dalam hingga tersebut keluar ujung landasan. nipel dari lain Jika gemuk tersumbat rusakmakaharus atau diganti

607

Landasan yangKering Logam untukpermukaan bergerak

yangKering Landasan Logam untuklandasan sendi

ffH ffi;iffi
rergerakan Sambungan Memanlang Lantal yang

*''' ,

701 702 702 702

3erleblhan -endutan Lantal Jembatan yang Berlebihan -endutanvertikalyang berlebihan .endutanhorisontalyang berlebihan

a) Penyambungan dengan dowel dan pengunciandua bidang antarmuka bersamaan Pemasangan b) yang pada sambungan fleksibel keduamukanya Pelapisan c) lantaikembali pelatbetonuntuk dengan menyalurkan beban tersebut Pemasangan d) balokpenopang bawah di gelagar pelatlantai atau untukmengurangi yangterjadi. lendutan ] Penyokongan elemen kayubiasanya amankarena kayupada I umumnya akanmenyebarkan tegangan dengan baik. I jembatantersebut Untukmenahan lendulan lebih lanjutmaka dapa{ litahandatam arahhorisontal denqan menoqunakan kabel. I

LAMPIRAN TABELKERUSAKAN C DANPENANGANAN YANGMUNGKIN DILAKUKAN (Lanjutan)

..ffiffi
711 711 711 711

nooe kerusakan

Bahandan Kerusakan

Penanganan
,,.:....1

.i,i'

711

Drainase yangtersumbat lantai

Lubangrembesandinding harus diperiksasetiap tahun dan dibersihkan jika perlu Dibuatkanlubangrembesandindingdengan membordindinguntuk mengurangi tekanan,perlu diperhatikanagar menutupsetiaptulangan betonyang terbukauntuk menghindarkan dari karat. Ujungpipa cucuranini harus dipindahkanagar tidak terjadi penumpukankotorandan berkaratnyaikatan angin bawah. Untukmenjagaagarsemuasampahdan bahanlainnya tidak menyumbatpipa cucuranpada permukaanlantai.Jika lapisanaspal menghalangi (genangan)mengalirke dalam pipa cucuranmaka hal air itu harusdibersihkanagar air dapat mengalirdan permukaantantai menjadi kering. Diperbaiki. Jika ujung lubang pipa cucuranOe*aratiEn tiGf?apaimengalirkan di bawah elemen-elemen air lantaijembatan.pipa cucuran harusdiperpanjang paling sedikit 100 mm di bawah gelagaratau batanl rangkautama bawah. Perbaikanini dilaksanakanoleh bagianperbaikar kecil berkala.

712

Bahan PipaCucuran Drainase dan

iiffi

,,1 ,,.,.;;i;;.ift11-

a) Kasarkanpermukaandengan membuat alur. Untuk lapis permukaar beton dapat dikasarkandengan alat seperti gergaji beton tetapi harus yakin lertebih dahulu apakah selimut beton bagian atas tersebul nencukupi untuk diadakan lagi pengkasarandengan cara tadi sebab (alau tidak hal tersebut dapat menimbulkan masalah lain yaitu :imbulnyakarat pada besi tulangan yang terlihat akibat pengkasaran :adi. b) Pekerjaan pengkasaran permukaan tadi dilakukan dengan nembuat garis-garisdengan jarak 80 mm dengan kedalamanS mm. 3aris pengkasaran tadi dibuat melintang dengan arah lalu-lintas. ) Pelapisanulang lantai dengan lapisan yang lebih mempunyaidaya Seal dengan satu ,eser yang baik. Hal ini dapat dicapai dengan : i) rkuran kerikil halus yang disemprotkan-biasanyatidak mahal dan laluintas yanng terganggu juga tidak lama. Pemilihan agregat sangat ,enting apabila dipilih cara demikian, agregat tersebut harus] nempunyai nilai PSV (Polished Stone Vatue) yang rendah ii) |

-l=t:lti# ".:,, r,i.-4iii...'i ;-,,,..-.

721 722 722

yangLicln Permukaan yangkasar/berlubang retakpada dan petmukaan permukaan lapisan yangberlubang

,enggunaan permukaan epoksianti slip - harganya cukupmahal alatyangkhusus. pabrik pembuat Biasanya epoksi
lubang pada permukaan lantai aspal atau kerikil sisinyadilapisidenganlapisanaspaldasar,dan i laludipadatkan denganbahanyangsesuai. :rlukan pemeriksaan khusus apabila besi tulangannya

'emeriksaan khusustersebutakan menentukan apakahpelat secara struktur rusak. Jika lubang tersebut tkan terlihatnya besi tulangan, maka kerusakan ini 722
lantai beton yang berlubang dengan cara penanganan kerusakan gompal beton, 201.

jalanataugraderb) Memahat perata Meratakan dengan menonjol denganpahatbertekanan atau dengantangan.c) (kalaubeton)denganmesingurindad)
dengan aspal. e) Mengganti lapisan yang

pelapisan ulangdenganaspal,perhatian harus 722 722 722


jembatanyang kasar lantai yang Retak lapis permukaanyang terjadi pada bagian menjamin bahwa tebal lapisan perkerasan di atas lantai

joint tersebut 1T aterialyangretakharusdibuang, kemudian sambungan siar-muai (ti hat perbaikan sambungan siar-muai), dan lapisan
di

padakondisisemula.

permukaan yangberhubungan lapisan


kerusakansambunganlantai

Tangani pl)nangananlubang pada permukaanjika keretakanyang terjadi alau besar c) Tangani seperti pada lapisan perkerasan bt)rgelombang sepertl Kerusakan 723 jika yang terjadi buayaatau retak vanq tidak beraturan.

al Dilapisi dengan bahan beraspal (iika kecil) b)

LAMPIRAN TABELKERUSAKAN C DANPENANGANAN YANGMUNGKIN (LanJutan) DILAKUKAN


KOOe

kerusakan
723

Bahandan Kerusakan
Laprsan pelmukaan yang bergelombang

Penanganan Galilah material yang lunak, keringkan daerah yang bersangkutan jiki mungkin dan isi kembali dan padatkan dengan bahan timbunan yan( baik. Lapisikembalidengan aspal atau seal yang disemprot. Buang semua aspal yang terlalu tebal dan bergelombangatau aspa yang bermutu jelek. Gantilah dengan aspal yang sesuai dengal spesifikasiBina Marga dan sesuaikanelevasinyadengan elevasi yanl ditentukanpada rencanajembatan semula. Buang pelapisan ulang yang berlebihan secara manual atar menggunakanmesin grader. Jika mesin digunakan, perhatiankhusur diperlukan di sekitar sambungan lantai agar tidak timbul kerusakan Normalnya lapisanaspal lama dipindahkan dan digantidenganlapisar baru dengan ketebalan maksimum S0 mm, penurunan akhir leve permukaansepanjang lantai jembatan harus sama dengan penurunar yang te$adi pada jalan pendekat.Sebab hat ini akan menghindaftar beban kejut padajembatan di kepalajembatan

723

yang Bergelombang Timbunan

723

Aspalyang Bergelombang karena TerlaluTebal

Laplsan permukaan yang berlebihan

ifitoff'$-p=ffi l:; ,, RFetr;,,


Penanganan permukaan trotoar yang licin dikerjakan oleh bagiar pemeliharaan rutin.Penanganan dapatdilakukan sebagai berikut: a) Permukaandisikat dengan sikat kawat. Untuk permukaanbeton, hal in bisa dilakukandengan sikat kawat yang berputarsecaramekanisuntuk menghilangkanbagian yang licin. b) Melapisi permukaan dengan bahananti slip. Pekerjaan dapatdilakukan ini denganmembuatlapisan anti slip dari bahan epoksi mahal dan memerlukan peralatan yang khusus.Biasanyapabrik pembuat epoksi akan memberikanspesifikasi

731 732 733


=.;r$b-)lr:

Permukaan trotoaryang licin


rrotoal yang Berlubang dan Bergelombanq lEagEn trotoar yang hllang

I
801 801

untuk te|sebut. Penanganan kerusakan 722 Harus diganti sesegera mungkin

Sambungan Lantai yang Kasar atau fiOif Sima Tlnggi SambunganLantaiyang Kasar atau Tidak Sama Tinggidengannilaikondisi< 3

l'

fi'

mffif4t;i'i; ;;:i;,;$

::;.1,;+'+1i_.,1;'i;il;t.iffi ;liliitr@]:,,,.iiir:iri#iIIl|ri
Perbaikankecil untuk menghaluskan tempat tersebutdenganaspal ataudenganchipping manualyang akandilaksanakan padaorganisasi PerbaikanRutin. Bersihkanbagianyang kasar atau yang bahannyatidak teraturdan ganti. Gunakanmetodaperekatanyang baik untuk menempatkan bahan yang baru pada bldang lama. pekerjaanini biasanya dilaksanakan dalamperbaikan periodik dan kecil. Jika tidak ada kerusakanlain dengan sambungannya, laksanakan sebagaimana dUelaskan atas sebagaibagiandari pekerjaan. di Perbaikanperiodikdan kecit.Jika berhubungandengankerusakanlain dari sambunganlantai,perbaikikerusakanlainnyaitu sesuaidengan penanganan yang tepat ditentukandan ganti lapis pemukaan sepanjang sambungan sebagaimana dijelaskan diatas.pekerjaan ini merupakanbagiandari PekerjaanRehabititasi dan perbaikanBesar.

801

SambunganLantaiyang Kasar atau Tidak Sama Tinggidengan nilai kondisi = 3

801 EOz

SambunganLantaiyang Kasar atau Tidak Sama Tinggidengannilaikondisi> 3 KerusaKanakabatterlsinya sambungan

802 802 802

Pelapisan ulang yang telalu tebat Bahanyang menyumbaldalam sambungan Bergeraknya bangunanbawah

a) Potong lapisan aspalmenurut garislurusyangrapisejauh mn 2S0 darimasing-masing sambungan. sisi b) Buang lapisan aspalyanl terletak antara di keduamukayangterekspos tersebut. c) Kasarkar dan bersihkan denganbaik bidangpermukaan lantaijembatan d) Bentuklah cetakanuntuk pemasangan nosingbaru. e) Laburkar perekat epoksiyangsudahdiselujui padapermukaan jembatar lantai yang terbuka tersebut. D Cor nosing yang baru dengar menggunakan betonbertulang yang berserat dan berkekuatan tingg ataubetonepoksi. g) Rawatlah nosing barutersebut sesuai dengar spesifikasi. h) Jika sambungan yang tertutupdiperlukan, maka perekat i) Laburkan epoksipadabidang yan( samping sambungan dari baruterbentuk ii) Pasangkan karevneoprene. dan seal pada dikeluarkan saatpemeliharaan rutin. pemeriksaan memerlukan khusus untukmenentukan penanganar cara jembatan secara menyeluruh tersebut.

LAMPIRAN TABELKERUSAKAN C DANPENANGANAN YANGMUNGKIN (Lanjutan) DILAKUKAN


noqe

kerusakan Bahan dan Kerusakan uo3 SambunganLantatyang Rusak atau Hilang

Penanganan

803 803 803

Perbaikan kecil untuk bagianyang lepas dapat dilaksanakan padr perbaikan kecil dan perbaikan rutin. Perbaikan Ini termasul Sambungan Lantaiyang Rusakatau Hilangdengan pengencangan ataupenggantian pengikatnya haltersebu jika baut alat nilai kondisi< 3 memungkinkan. yangterlepas Bagian akanmenonjol bagian yangterbongkar, dari atar SambunganLantaiyang Rusak atau Hilangdengan hilangnya bagian sambungan. Lihat Kerusakan 80S untul nilai kondisi 3-5 penanganannya. Hilangnya lekatanjika waterstoptidak diperlukanpada Periksalah apakahlembaran kedapair masihdiperlukan. Jika tidal sambungan lantai diperlukan, yangrusak. buanglah semua waterstop a) bersihkanlah dari sambungan sisi siar-muai secarabaik b) bersihkan dari water stop c) sisi perekatbaru padasis laburkan sambungan siar-muai waterstop,dan masukan dan waterstopkembal ke dalamsambungan. d) mungkin perluuntukmemotong waterstoF yangada agardapatmembersihkan sambungan dengan telitisebelun perekat dilabur dengan bahan baru. Dalam kasus bagian ini, ujung dar yang rusak harusdipotongpersegi.Ujungdari waterstop penggant padabagian harus melekat jika ujungdaribahan yangtidakrusak, ingir mendapatkan yang efektif.Mungkin seal yang baru perlr. waterstop jika nosingbaru diperlukan diganti pada sambungan lantai lapis pelindung baru.

803 805

Hilangnya lekatanjika waterstop.diperlukanpada lambungan lantai Baglan Sambungan Lantai yang Rusak atau Hilang

805 805
806

Jikaangkerdalamlantaibetonatau padadinding belakangkepalajembatan tidak terlepas Jika angkerdalam lantai beton atau pada dinding belakangkepalajembatan terlepas Retak pada Aspal dl Atas Pelat Gelincir

a) Bersihkan kasarkan permukaan dan yang betonsepanjang daerah rusak b) Terapkanperekatepoksi pada permukaan beton yang sudat dibersihkan c) Pasangkembalibaja siku denganmortarepoksisesuaidengar pabrik. spesifikasi d) Rawat mortar epoksi barL. diperlukanperbaikan dengan melakukan pembongkaran bagiar belakang beton pengikat angker ataumemasang atau baru.

806

Retakpada Aspal di Atas Pelat Gelincirjika lebar retak lBersihkanretakan tersebutdengan teliti dan angkat setiap bahan yanl kurangdari 5 mm Iterlepas.Seal retakandengan bahan aspal yang mengandungkaret. lPotonglahdaerah aspal yang rusak dengan lurus dan buang setiat laspal yang lepas atau butirannyadiantara kedua potongan. Kasarkar seluruhpermukaan yang terbukapada bagianatas pela ldan bersihkan atau lanlai jembatan. Lapisi dengan perekat epoksi yang telat lbaja ldisetujuipemakaiannyake atas lantai jembatan yang terekspos,pela, gelincirdan sisi dari aspal yang dipotong. lsilah alur tadi dengan cairar aspal lentur yang panasnya stabil. Jika bahannyaterlalu kenyal make Retakpada Aspal di Atas Pelat Gelincirjika lebar retak dapal distabilkandengan memanaskannyadan menambahkanserbul lebih besar5 mm Tetapi tidak lebih besar 35 mm gergaji.Biarkansampai mengerassebelumlalu{intas dibuka. yang sudah disebutkandi atas a) Penanganan b) Menggunakan lembar neoprene c) Menggantisusunanpelat gelincirdengan nosing beton baru dan lembar karet fleksibelatau dengan pengisiaspal yang mengandung Jika lebar retak lebih dari 35 mm karet . Lihat Kerusakan801.

806

806 :ttlllNll

lii|',;lii#?#olt ! iiltl.,.

iftilr
a) Jika hilang,gantilahperekat atau bagiantersebutdenganpembatas yang sesuai dimensinya untuk batasan maksimum kendaraan yang boleh lewat pada jembatan tersebut. b) Jika rusak atau bengkok, luruskan, perbaiki atau ganti pembatas. c) Jika tidak terpasang, pasanglahpembatassehingga kendaraantidak dapat lewat pembatas tersebutkecualidiberikanizin khusus.

90t
i.l,a; *i:ir:=

Pembatas-Pembatasyang Rusak Atau Hilang

:+:)1. I

91t 912

Rambu-RambuLalu-Lintas dan Marka Jatan yang Iidak Terlihat HilangnyaRambu Lalu-Lintas dan Marka Jalan

tersebutbiasanya

LAMPIRAN TABELKERUSAKAN C DANPENANGANAN YANGMUNGKIN (Lanjutan) DILAKUKAN


l\0qe

kerusakan rr+ r' 921 922

Bahan dan Kerusakan


','",t' ..

Penanganan
"''

Elemen yang Hilang pada penerangan, Tiang dan Saluran Utilltas

Gantilahperekatatau bagianyang rusak dan sudah tua. Gantilahelemen atau bagianyang hilangtersebut. ,,,ir F'lnlf lill,: U.il;r::;;#::.i,:,5l,iiilll-i;=zr-!j 1;1ru;;1,1iyil!1.!!r;;filllf Laporkankerusakanyang terjadi pada instanCi yang Uenvdrfiiiguniij( memperbaiki ketldakberfungsian atau memindahkanutilitastersebut. Setiappermintaanlisan instansilain harus ditegaskandalam suatu perintahtertulis.

:i;:j;t$J ffi lrng=;;i:e5lr!':#i=;+il ,.,,,,rr I, ii iir


931 yangTidakBerfungsi Utilitas

t..., i

.,iiiI :, irli ,

LAMPIRAN D

LAMPIRAN FORMULIR D PEMERIKSAAN

LEMBAR PENGUMPULANDATA
KEADAANTERKINIJEMEATANCALLENDER& HAMILTON

fl

OATAJEMBATAN NOMOR r.IAtt,A JEMBATAN LO!(ASr TAN@ALDIBANGUN

DARIKOTAASAL:

TIPEB1OI815IBDECK'D5 BENTANG BENTANG

JUMLAHBENTANGJEMBATANTOTAL : JUMLAH BENTANG JEMBATAN JENISGH :

tl

BEF?^N^

DARIJUMLAH TOTALBENTANG JEMBATAN APAKAHBENTANG GANDA Ll frjNGcnl LEMBAR DATAtNlAoAtAH uNruK BENTANG No.

fl

cANDA

tl
tl M M CM

I
r

[
fl

2
2

tr]

E 3 f l' 3 tf

4 4

PARAMETER UTAMA (JARAKBANTATAN BENTANG UTAtvtA) LEBARJAI.AN LEBARTOTALJALURPEJAIAN I(AKI


I.APISANASPAL

: : :

JUMTAHSEGMEN T-] DUAstSI

DEKBEToN

STRINGER RAILING

: :

E E]

tr]

:CM fl DICORDI TEMPAT DENGAN BEKISTING DICORPADAPI-ATDEK MENGGUNAKAN ELEMEN PRACETAK BUAH BUAH : f] PADARANGKAJEMBATAN tf PAoATIANGTERsENDIRI : fl GALVANIS CAT GALVANIS+CAT

nDAKADAfl

ADA

sArustsl

ADA PERLINDUNGAN IGRAT fl TIDAKADA E PIPAPEMBUANGANATR : I ADA A --MM

GUARDRATL :

trt
E

n n

JUMLAH TIOAKADA

BUAH

DAFTAR PERIKSA . KEADAAN SEBENARNYA

CAMBER

PostrF NEGAnF t] n KEgAi0? (sesuai katalos terlampir) i.'d[bEi'R:'srRUKruR aEar^uAE


JUMLAH : BUAH LOKASI : (Sesuai dengan no. di katatog) =BAUT._HILANG, TIOAK LENGT(AP (Mohon ditandai di katatog) t_l MUR & "' lNG ATAU LONGGAR (periksa dengan mengetok dengan patu) -eueH n AeA JUMI-AH : lornst --(sesualdenganno.dikatalog)
I I

KERUSAKAN DANPERUBAFiAN BENTUK PADAELEMEN STRUKTURAL (Akibatbenturan kendaraan)

trl fl

ADA JUMI-AH _: IDAKADA

BUAH

LOt(ASl

, (Sesual dengan no. dl katalog)

KONOISI PERLINDUNGAN I(ARAT

BERKARAT LoKAst : (sesuaidenganno.di karalog) fl AKutuiultst KOTORAN LO,Gst j (sesuaidenganno. di katatog) n RETAKAN PADAELEMEN STRUKTURAL BAJA(Oekat sambungan bautatauakibatkerusakan atEukarat)

fl tf

ADA IDAKADA

JUMr-An :

BUAH

LOKASI

(Sesual dengan no. di katatog)

35

KONDISI PERMUKAAN JATAN

fl

RETAK

LOKAST (Sesuaidengan di katatog) no.

PANJANG

:MM :MM

fJ

MELINTANG

LEBAR

tl

PERUBAHAN BENTUKPERMUIqANASPAL(DEFORMASI)
BERGELOMBANG MEMANJANG

I]

MEMANJANG
LOKASI : . LOI(AS| : LOI(ASI : (Sesuaidengan di katalog) no. (Sesuaidenganno. di katatog) . (Sesuaidenganno. di katatog)

t]

BERGELoMBANGMELINTANG

oc JENIS SAMBUNGAN SIARMUAI,EXPANSION JOINT:TIPEBES|SIKU, BERGERIGI/ KARETTASpALTIC


PANGKAL BENTANG, ARAHDARI: UJUNG BENTANG, ARAHDARI:

KERUsAKANT-ArN-t-ArN E RUSAK (Beberapa bagian tidakberaspar) t] SUHU JEMBATAN PADA SAATPENGUKURAN :

CEI.AH PERBEDAAN TINGGI KERUSAIGN

:MM -: M M

CEI.AH PERBEDAAN TINGGI KERUSAKAN

:MM :MM

tr]
E

ADA
TIDAK ADA

APAKAHSAMBUNGAN ]-ANTAITERLEPAS KE

f| f]

ADA TIDAKADA

fl El

YA noAK

APAI(AHSAMBUNGAN I.ANTAI TERLEPAS KE

nYA
fl

KONDISIPIPAPEMBUANGAN AIR BERSIH

nDAK

TERSUMBAT KONOTSI BANTA1AN

fr

KEADAANPERLINDUNGANKARAT :

fl

rl

BAIK BERKARAT

tf

PANGKAL BENTANG ARAHHULU GERAKBEBAS : CM PERGERAKAN : TERHALANG/ TIDAK ROTASI


PERGESERAN :

MM/MM
MM,ARAHPANGKAL UJUNG /

PANGKAL BENTANG ARAH HILIR GERAKBEBAS : cM PERGEMKAN : TERHALANG, TIDAK ROTASI MM/MM
PERGESEMN: MM,ARAHPANGKAL UJUNG / KONDISIANGKUR : KAMT/KOTOR/BAUTHTLANG KONDISI MORTAR RETAK/RONTOK/ : TIDAKRATA POSISI BANTAI3N ABNORMAL UJUNGBENTANG ARAH HILIR GERAKEEBAS PERGERAKAN ROTASI PERGESEMN : 2 CM : TERHALANG/TIDAK : Mtr/t/MM

KONDISI ANGKUR : KAMT/KOTOR/BAUT HILANG KONDISI MORTAR:RETAK/RONTOK/T|DAK RATA

POSISIBANTAIANABNORMAL UJUNG BENTANG ARAH HULU GERAKBEEAS :


PERGERAKAN ROTASI PERGESEMN : :

CM

: TERHALANG/TIDAK Mi,/MM MM,ARAHPANGKAL/ UJUNG

MM,ARAHPANGKAL, UJUNG

KONDISI ANGKUR : KAMT/KOTOR/BAUT HTLANG KONDISI MORTAR: RETAK/ RONTOK/T|DAK RATA POSISI BANTAI.AN AENORMAL

KONDISI ANGKUR : KARAT/KOTOR/BAUT HTLANG KONDISI MORTAR RETAK/RONTOK/ : TTDAK RATA POSISI BANTAI.AN ABNORMAL

ABUruENDANPITAR ADAPENURUNANTANAH Tf Foro/ rIDAK'JUMLAH : LEMBAR ADALoNGsoR . = :^ I IADAGAMBARSKETSA/TIDAK ADAER'.TTANAH eoa PELEBARAN JEMBATAN / rtDAK AoA nENTMBUNAN TANAH fl ADAERosl rANAHDTBAWAH ABUTMEN ('NDERWA5H) sE Ap'ERTAN'AAN t] prLrHAN coREryANG rDAK
PEMERIKSA PERLU TANGGAL

36

SISTEM MANAJEMEN JEMBATAN

LAPORAN PEMERIKSAAN MENDETAIL JEMBATAN

Nomo Jemboton Lokosi Jemboton Tonggol Pemeriksson: Koordinot Awol Koordinot Akhir LS LS

Propinsi/Kobupoten/Koto

B1 BT

DOfi Km

tr<ao .Et^I.iloo 6*r, dqt tt dt) :

Nomo Pemerikso/NlP ../ AADT

Tohun Pembongunon

Niloi Trofic

Tqhun

Apakah DataInventarisasi betul?

(lingkai jawaban) tinta merah

Ya

Tidak

Jika data tidak benar, pe$aikan dapat dibuat pada LaporanData Inventarisasi dengan

PEMERIKSMN KHUSUS
ApakahPemeriksaan Khusus Disarankan?

ftrnr;;m

pemeriksaan Elemen-elemen memerlukan yang Khusus Elemen


Kode Lokasi

Uraian

Alasan untuk melakukan Pemeriksaan Khusus


NPIB

x:Yiz

TINDAKAN DARURAT
Apakah Tindakan Darurat Disarankan? Elemen-elemen memerlukan yang Tindakan Darurat Elemen Kode Uraian
Lokasi NPIB X ' Y

Alasan untukmelakukan Tindakan Darurat

Gambar Foto dan


Apakah Fotomemanjang kiri/kanan) (sisi Jembatan tetahDEmbii7 Apakah Foto Tampak (alanma@ Depan
,paKan roro Korlotst Ltngkungan telah Diambil?
lllraKan roro nonotst Aflran liungat telah Diambil?

Ya

Tidak

^pdrarr roro trEmenyang nJengatamt kerusakan telahDiambil?

Hanya untuk keperluan kantor saja

-*Eg
E6
f J

z
bo

fs
(o
J

bfi YI x ;t z; g o

...1,...i,.

= ' 6 e.:

Y z

'af
l

gHx
=E
@

YI

E;

5g! 'd
=fi
I

E a

:
'd

uJ UJ
J

u
@

h:q d :-d

EJ Fih

E
o o

o
-9 o g

3
o
o E
J

"g P o I

ol J

o & i: u
@

u,
ut
J
J

g
o
d

EI F
O:F

ul

-g

P
c o
Y

G o
N

-9 L

=
a

g o

P I o
o

o o

@ o o

I
@

E
o
N N

I o

-J

uJ u,

o
N

o Y

o a

R'3
N : N

8:8
rtidt

d:o

ci

ts
N N

o I
N

o Y

s
m
tu -?
@ p\ p &
F 6

6 o z

[U

o z

F
LU

a@ a@

E4

SE 6d z
cc

6 z

:sOv

FtFF

F SE

tU

o \<

tu

IL

ro ,
(f)

o (L

E.

UJ ]U Y f l-

z
Y (t) l E ltJ !< t

:)

LL

I 6

E
o

Form D-5
SISTEM MANAJEMEN JEMBATAN

LAPORAN PEMERIKSAAN MENDETAIL JEMBATAN

m
CATATANDAN GAMBAR
:
: : ::::il:::;:;:::;: : i

' '-":''"""'i""""':',"'...,:'.."''.':.,.".'..: : i " " " " : " " " " ' : ":" " " ' : " " " " ' ! " " " ' . ' : ' , " ' . . . . i ' . . " " . ' i . . . " . ' . . : . . . . . . . . . :

::::::::i:::::'::: ::;:a.

:':'.:::

::::;;:::::::::: ii;::::;::::::::

: : : : : ::;::::l::: :::::::::::: . . . . . . . . : . . . . . . . . . : . . . . :. . . . . : :
: : :

:
.

:
a

' ':"-'-'
|

'

''-'-;

:.

Form D-6

0 5
6

-g E o o c q)
q

E
o o

o o o c ,(5

E o (t
,o

o o

()

(!

z
F

o v o o .9 c o

6 C' o

(,
o o Y

E
J

.9 o
6 c

6 q

m
LU .?

c. o

6 v 0 q 5 q)

.!2 E x (5

'6 z

o z z

t|.U

Ei

..2 c) E c) Y

l!

z
\< a :) E
E
o c o o o) o o Y
E

LU

tU Y c (U
E

o
E

-!! 0, o

o o
L

c o
c

o o
6 t

E s z

o E

o o o Y

tu E .!u

U)

\<

TU LU (L

E.

ul tu
J

IIJ

o F o tr

g o E
o o c o q

c 6 o c 6 gt

o o
6

o
,(!

o o ,o

6 (! (t

o (L
c G (E a t o

tr

s o o

c (5

'.4
E
!

(! @ f

(5 (5 q
!

'.4
I

.a o -

c) v o E o Y

5 z

E a

o
q

e o

E o
6

o
o lt

o o o
Y

a It
I

o o

o u o
E

o q 0) e E .o, -q, o o q, ts g o o

{,

o o
E

o E
(!

E o

E (E

0) o E o Y

()

uaual3epeduelesnra)l uelequaf opj uep

Form D-7

(!

HEH

HF

o E (t o o a
(!

ls
b E o ct

{)
s
G o ()

o C .o

6 o
C' ,(g

z
(5

(!

o o
Y 6

m
IU .?
F LU

{)
q C)

o o c o D Y

o o o o

o ..2
C

Ei

z
L

$ J o v o E Y

.9 o :o
6

o o o lr

z
Y U) f

o z z

tu

tr

o
l!

ut \<
|.rJ = UJ
J

c (U E

c o

E $ z

o E o o G

-!P c) o o o v

ru E

ts E Iq, _g o o 6 o E e E

!u

q)

o :<

U)
[J

v E

o F
o LL

tlJ

g
!

tu

z
tr
(L

&

o o o o E o) o .(6

-g 5 E
o c !u o o g) o .o r
G

c o o o

e e o 6)
g

6 (5 a

o
G o

(5

6 (E E

.9 o
6

o a c o

'.4
o
6 !

.2. o o tt o Y

.92
E
L

c o

v C) Y

tu c o

o tt o o

o u E o z

C) .!u c) o o E o 6 z Y

o E o

o E

E (l)

-ru o
o o Y

o E

e o

E 6

uauJaE epeduelesrua)uepuelequal oloJ

Form D-8

PETUNJUK PEMERIKSAAN SISTIM PENILAIAN


Ditinjaudari shuktuf apakahkerusakanberbahayajiau tiOaff Apakahtingkat kerusakanparahatau tidak? =1 Kalauberbahaya Kalautidak berbahaya = Q

jumlah Apakah kerusakan@ arealvolume/panjang? (penitaian pemeriksa) Apakah elemen masih berfungsi?(pengamatan pemeriksal Apakah kerusakan mempunyai pengaruh iarhadap ebm"nr-din pengguna jaran? dan (pengamatan pemeriksa)

KalauYa KalauTidak KalauYa KalauTidak

=J =Q =Q =|

Kalau Ya Kalau Tidak

='l =Q

PENILAIAN KONDISI
Elemenjembatan / dalamkondisi dantanpa baik teruiifan Elemen /jembalan mengarami kerusakan ringan, hanya memerrukan pemeriharaan rutin Elemenjembatan / mengarami kerusakan memerrukan yang pemantauan atau pemeliharaan brkala Elemenjembatan / mengaramikerusakan memerrukan yang tindakan secepatnya
Elemen/ jembatandalam kondisikritis

Elemenjembatan / tidakberfungsi runtuh atau CONTOH PENOMORAN ELEMEN Elemen-elemensecara ini berturut-turut nomor pada diberi sumbu .t X,YdanZ seperti yangterlihat gambar dalam
Elemen-elemen dalam arah melintangdiberinomordari kiri ke kanan bila dilihatdari arah meninggalkan seperti A1 ctalam Gambar 3

T.Pancang ke-1Al

Kolo.n ko-l P2 Kolom ka-2 P2

T.Pancangks-4 A1
Oari 'KM ( e q , n M kecil

Gambar - Penomoran 3 Elemen ArahMetintang


Penomorandalam arah vertikal biasanyahanyaberlakupada bagian-bagian suatu elemenstruklursecaraindividual, dari misalnya dalam suatu strukturrangka.Bagian-bagian diberinomordari atas ini ke bawah sepertiterlihat sambungan dalamGambar4

ry

Batang diagonsl

Elemen-elemen arahmemanjang dalam diberi nomor secara urul, dimulai elemen dari yangterdekat denglnAbutment (A1)seperti 1 lerlihat dalam Gambar 2
Batang diagonat ke I Bl Batangatas ka.1 81.., BENTANG1 )

Da.i KM ksil

Ke Kli4b.

Gambar - penomoran 4 Elemen Tabel. Contoh lokasi yangrusak elemen


ELEMEN KOOEI URAIAN KERUSAKAN KODE URAIAN KARAT KARAT KARAT KARAT NP/B LOKASI

X 2

KET

BATANG 4.462 rEPI BAWAF ' Batang tsgak ke-2 Bl P1 KeKMb6a, 4.461 4.46 BATANG TEP' AIAS BATANG DIAGONAL

w2
302

83
B3

302

2 2

&dq

3!.bg

Gambar2 PenomoranElemen- Arah Memanjang

469 SAMBUNGAI 302

Form l-1

;,'iffill*,JEMBATAN
LAPORAN PEMERIKSAAN INVENTARISASI JEMBATAN
No.Jemboton (Lomo)
ib.F lDtC Xo.hE J.hr ltounn t.ribctai lb.rm$n

Nomo Jemboton Lokasi Jemboton Tonggol Pemeriksoon: Koordinot Awol Koordinot Akhir LS LS

Propinsi/Kobupoten/Koto

E B'l

DOfi Km

txao o.d/|o|rot) (.lo'u, dort |tio et) i

Nomo Pemerikso/NlP ./

Tohun Pembongunon

Niloi Trofic

AADT

Tohun

KRONOLOGIS JEMBATAN
Penanggung Jawab Pembangunan
Biaya

Perencana Kontraktor
KonsultanPengawas

TINDAKAN DARURAT
Apakah Tindakan Darurat Disarankan?
(lingkai jawaban) Alasanuntukmelakukan Tindakan Darurat | Ya I Tidak

ULASAN PEMERIKSMN

Gambar Foto dan


Apakah Folomemanjang kiri/kanan) (sisi Jffi Apakah FotoTampak (aranmasuukeffi Depan
ApakahFotoKondisiLingkungan telah Diambil? Ya Tidak

Aliran Sungai telahDiambil? 4pqIah FotoKondisi


ApafianForoEEmenyang mengatami kerusakan telahDiambil?

Hanya untukkeperluan kantor saja


Tanggal Oleh :

Agustus 2006

q s - qq ggrafi $$$$$$ FFq$E'r *Fd n $$$ C$f'ggqg.aE ,:g frFg ^a $Fg gsss EEE flq ;e s
o
(t
-l

\\\\\ idsi9

55555

tD

3nl9rN:.9

c x-nazI

<o

m-

!oo=oo{

> <@

0t

'o

o
5

a.
o

^
f

o
f

d =::

q, 0, 6.f

5* o.=

5o s, ; { o
o

(cl F 0) 1'

s
iliff
J J O N J

$$$$*$sc gi E $d _g fs;;;q
1 5 3 . 3 3g
rx

E F *'g - EEE
o)
c

E o

:{'.1 { A(,NNN

..1 {

x
o o

e $a*** r#6frfi9
g ssss
-FX^ f :-f D -

B
x x s
-

g, f

Er0>o
dooo x:.8 ii-oo

z <Trm
!

<c@
Dt0) oY.

Tl0 tp@tD ooo ooo

-og(/,

Ftrg F$
m 6', 3 o

s HE,f g s 9sA
39'6 s

3g a = - r 5>
.
z

Eg

<x>{

o o
o

ssos
z

3 Es , F x o '
=@

Xs'63. E qs "qn
o f o
F

E' 3

E'5.
g!,

S5 xt r F g
oc(t ?sda
= @r b - f + !) @

a@ og a , 3 0 o
gggB
(r
x9. oo Kal . =
coc0) cL-

T(!!1' D:O'A) oYoo Dd-oo

o
?
D

at
5 J G

5' o ;

Ig 96
J $

@:E
f @

T x o
U
-(,

+Es E qHs
s f 0t J 3

o o

n,

o)

=
3
3)

is i$ i$ is i\r

555S5

ESESs

o CL o

EE$ tEq a

HEE

x o z

6 gq-

$$$Ig
a o

tr o

qr J

*s g

r o o

o N o o

ae eFFd ee g tFf,FFs$f; FFF sg g#-' ggge=


(D

< I

Tt x

c-

O @

-i -o >

n x a
z

m m

^
a o

?$efid
NNN OlsJ

3(CtO

Es ,e ssgeg E eg= q
f f

0,

o
nt

z
m z v a a cm
TD
-{
P

|||

6FE56
o o o

FE$$q

ae
F8d3+59

o o

il
c

Prg g
6 @ !)

Et & 9ia

o>-.1
m o 3

U'
@

g. o

gier
B3d;

&*,9* "
J f,C O)

-l

o)i - = =i . F', 6 E6 : s

E6iE d'a$F
3o--

F5E5EH8 5$-sqEE.$
:! o .It CI q, 9.

'

z
x
-{o(,)'oo
0 (c)
q)

a$s5$A5A

x.D>

giFffs
6',
5 N N

gEflggdE
m it
o
I

NNNNNNNN
o o

E o (o 0 3 0t

I ; 5 3 Ea,E - ts{
q. x I

9e'Fg5g
.It o,

ga
OE

xoo o=o 8 d!
eo

T' !L o
q

x ^ x
o E !l o
q

g
x a o

6 s,
o

r s
o

o a

o 3 0, 0 0l

g.

0t

qHa ut
z-l wro!

45

FEE
o
!

E o

u U)

o o .g o

s
c

tIl

l--lt
E
o .o o g o c 6

q c o c o

o J

f,
o =
t! -t

U' )< i

z o z

UJ (L

o o i=

6 c

Form l-4
JEMBATAN

fiJlY".'

LAPORAN PEMERIKSAAN INVENTARISASI JEMBATAN


ltcFothd )lohF J&r )b,trd nnbot n

fdugdrrr/&{a

SlctF &r

ilsR0a

&ao

U*

l{outlt

&t

lo.?rthn .,bt

1. Batasan Fungsional

KETERANGAN TAMBAHAN

Batasan muatan gandar, (ton)- Bebangandar maksimum yangdiijinkan (MST) jalan sesuai dengan kelas Batasan lebarjalan(m) - Lebarjalur lalulintas jatan sesuai kelas status / Batasan (uraikan) lain

2. Arus Lalulintas Dampak lebarjembatanterhadap aruslalulintas : 1. Longgar kendaraan bebasmelintas atasjembatan di 2. Cukuplebar- kendaraan melajuperlahan diatasjembatan 3. Sempit kendaraan harusseringberhenti antri dan 3. JalanAlternatifan jalanmemutar dan Jikajembatan ditutupuntuktalulintassetiapsaatapakah jalanalternatif ada mefaluisuatulintasanatau penyeberagan sungailainya? (lingkari jawaban) jaraktambahan Jikaya, berapa yangharusditempuh (km) 4. DataBanjir terbesar Mukaair banjirterbesar yangdiketahui: pilih(+;jika diataslantaiatau(-)jika dibawah (m) tantai Tanggal terjadinya banjirterbesar (bulan, tahun) Sumber keterangan dari 5. TipeJembatan GambarKonstruksi dan Terlaksana Apakahada gambarkonstruksi jembatan terlaksana setelah sefesaidibangun? (lingkai jawaban) Apakahbangunan atas merupakan standar? tipe (lingkarijawaban) jembatan Apakah telahmengalami pelebaran? (lingkarijawaban)
Sebutkankode tipe bangunanatas semuladan pelebarannya Ya Tidak Ya Tidak Pilih 1. 2 atau3

Ya

Tidak

,,0"* | Tipe Bangunan Atas Pelebaran Semula Kiri Kanan

Ya

Form t-5

f,,ili]!,.* t_l JEMBATAN


I

LAPORAN PEMERIKSAAN INVENTARISASI BATAN JEM


Nomo Jemboton :

m
ll*hE J&r t .d. s|rt[x Not]ut Jba

CATATANDANGAMBAR

..:...,.,.,,:,.....,,.;,..,.,,..:,..,.,.,,:....,,.,.:,...,,,,,:.,,......:.,....,,.:

SISTEM MANAJEMEN JEMBATAN

LAPORAN PEMERIKSAAN INVENTARISASI JEMBATAN


Nomo Jembston :

No.Jemboton (Boru)
SLt[ Jer iloRtE Jdoi t'h|( Sutth ilsthn *t xelhbltn .rtt Jil 06.b

CATATANDANGAMBAR

::11

Form l-7

F=E

f;Hk

Ea

6 c (!

s
E o o o s o -6
F

o o o
6 g

o F

o o
G

z
t--

m
LU -?

o s
o v .9 o
E

G o

(g

: o
(t o o :a v o

'd

c o o u-

o c o
.6 c

o
G @

E o o

U)

o o :<

.c a E o tL

a E.
F

z
\< o
3 E UJ
c o E o o o e o

z z z
a
Y

I.IJ

)<

o o tr

c e o (u z z ct

c o E o o o o Y

o E o u- -9 o o

E c o z z :<

o c o o o o

UJ LrJ
6 E o o o o o (t
F.

tU

&.

o F o LL

UJ

o e o o c o c qt o o C) (0 o o

uJ

z
M.

&

o IL
J

o s
v .p, t o

(! J

(u
E c
o o o
g

e ru e o
g

c o s
6

o o o o lt

o ll o

o !a

E z

.9, o E o o )<

(s z

c a o o r

.9 o

-c o
o

o
E

-g o
q)

o o
E

c o
E

q)

E E G o z z Y

o E o

o E o o o )a

uual3epeduBxBsruay uel?qurolol uPp


Agustus2406

50

Form l*B

padaElemen FotoJembatan Kerusakan dan


o o o !!. o

x D z z o
3 o g.
o

(D

3 a :i

o 'n o

o !, 5 o A' o o-' e. o o a o

x z

z o
I T a o

=
5

o o g <2.

z
g.
7

o o

x o

o o o c 6', a o x o

o 6' o

o o g 2.

z x
g.
F J o

o o o

o 6

a o x o

@ a" e o 0)

d'
@ 0, x o

r -t

o
7

z
c) 0
0 o

-i o
@

o
lJ o 5

8r

s s
f

5 G G

o'

!r

E o @ o J g d

o D a g

o o q o 3 o
J

x o

o 3 o !9. .Tl
0, 0)

z
3

o o 3 o

o
3

e. o

x z z s J 3 o 0
q o 3 o

x m n c
a

o qt =

m m m z

o { o

-rl

n x a
z 2 z -{

rn m

1'

x z
q
o

v 6 a
C.

z
g. x o
@

.x o
e o
c a

- o : o s a o s - x o o

o 6

o o g 9,

=.

x 0). o o x o o f

m
o
@

s e a
|2.
0 x o

o
a o F o
f

(p
{

o o
s

o o

sr

0) F a s @ s o o (o 0) 3 g o

o o 0)

I f

EE$

Form R-1

;,,iJi:L,,"
JEMBATAN

LAPORAN PEMERIKSAAN RUTIN JEMBATAN

Nomo Jemboton Lokosi Jemboton Koordinot Awal Koordinot Akhir / LS LS

poten/Koto Propinsir/Kobu

BT
El

DOfi (r<*oo.d^r.rd
Km 1t r dot trlic o0 :

l:::':'::-"n*:":
Niloi Trofic

Nomo Pemerikso/NlP

Tohun Pembongunon

AADT

Tqhun

PEMELIHARMN RUTIN
1. Apakahada penumpukan puingatau rintangan sungai? di 2. Apakahada penumpukan kotoranpadaelemenjembatan? 3. Apakahada tumbuhan liar? (lingkari jawaban)

Ya
Ya Ya Ya Ya Ya Ya

Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

pipa 4. Apakah cucuran di lantai yang air ada tersumbat?


5. Apakahdrainase daerahtimbunan di tidakcukup? 6. Apakahada lubangdan permukaan lantaiyang bergelombang? perludicat? 7. Apakahsandaran 8. Apakahpelatnomorsalahatau hilang? 9. Apakahpelalnamasalahatau hilang?

Ya Ya

TINDAKAN DARURAT
Apakah Tindakan Darurat Disarankan?
(lingkarijawaban) | Ya I Tidak

yang Elemen-elemen memerlukan Tindakan Darurat


Elemen
Kode Lokasi

Alasan melakukan Tindakan untuk Darurat Uraian


A/P/B! X ! Y

Hanya untuk keperluan kantor saja


Dala Pemeriksaan

52

Agustus 2@6

FotoJembatan dan Kerusakan PadaElemen

x z z D o
o 9. o a o

3
0 q o 3 o

x z z o o
o o o-' 3 o 3 s !!. o 3 o
J o o

T o

T o o g !?.

g. o

z x o
o o 0 o

o o o
D

T o 6

a:

z
g_

x
o o o o

o
f.

o o o

s e 12. :

o g:.

z 3

e
o o

cr o o

r -t

o
n z -(, n x a z n c { z
C-

J 0
f G 0

o
o 0

-t o @ G !

o
o

o {

TI

o a a s 3 g d

o 3

6 :

o.
x o o o o

m rn m z

m = m

E' J

D o o a o 5

z o z o

0, 3
x o o o o o

z z o o
3
D

o o o

o 'r| o

v
c

x m

x z
s
g.

T o o

gE

z x o
g.

o o

o o c o D

o q

z x o
D

o o o o

E:

o c o o

o o c o 0

st_l

m w
-l

s
a

0 a

{
9r

9L
!
f @

s
3 d o

o o 0

3 o t

!H*

sta

z-u

u.t.tol

pada Elemen FotoJembatan dan Kerusakan


x o o o 3 o o 3 o o o

z z
'Tl o

x o
o o o o o

z z D
o o o 3 o o 'n o

G t

T o
g.

z x o
o o o
E

o 6'

o o

o c D o

; o s L

z o

x
o o o

o
a

3 s

o
@

o o 5

t-

-t

o o
o o

f @

-l D

g. o o 3
D

f @ @ E

I o

p.

o 3

o 3

fr

o.
x o o o 3 o

m m m z

o { o

'n

n z -t
=

rn

n x a z
c
{

z z 0
J D

A) 3
x
o o o o o

a o T 6

z z 0 o
5 o o o

o o 3 o

it

3 o T o

m 7 c (t)
P

z
'n o
o

z
g. o

a:. o e
0 t
f

x o o o o

o 6 o

o o

z
g. o

x o o

e a a
9. o

g 6' o

rE sl_l

m w
{

C-

o s )

s
a g. o o a D

d
a @ g. E o o o

Etq

3 q
o

3 q

F
f

!H*

t-u

l.ulol

i"iJiY"'"
JEMBATAN

LAPORAN PEMERIKSAAN RUTIN JEMBATAN


rtl

r-t-t

&loD

llr* Sutt}.

t{rl,rnn .An

CATATANDAN GAMBAR

LAMPIRAN E

(,

o z
z
F f

tr

Y t IJJ o.

o z
t
=

UJ

F UJ

E
J

(\ c
F
(f,

E E E o (, o
$.
(f)

oq
0.,

E E E E E o o o () s. \ c (o N. @_ N s it
o
(f)

E E E E E o (.) o o o E C) o. (oF a? o) !t s d d @ @
ll
@ J

E E E E o o C)
N

E E E o o o
id Or@ (o
(f)

(r)-

!tN

r.t) d @

@(r)

E EIE o c, o q o)s $
tl I
@ @ J

Ort ll-o

EEA
g
.l !t g

ttotr tr&l .! jo

Et !F ; fl t

tl t l t l t l c o o o c o o o c @ @ @
J J J

tl
@ J

tl
@

tl
@ J

o o o o o o o o o o
@ J J J

tl

tl

tl
@

I
@ J

o o o o o o o o o o o o
@ J @ J J J

tl

tl

ll

tl t l tl tl o o o o o o o o
@ J @ @ @ J J J

@ J

tl tl I o o o o o o
@ J J

tl
@ J

o o o o o o
J

E E E E o () o o oJ t\ $ (o (o fo o)_o, o_ s 'rt t(f, (f,

E E E E E () o o o ()
(f)

E E E E E E o () o o o ()
rO N o rO (o o) @ r.() s o, r{. o) o_ a. l.r, rO (o l.- od o Cf)
(f)

E E E E o o o o
(o o (o (o fo, (o @ ot N
$ N F
t{i !{.

E E E o o o
(t) @

E o E o E o
c!

IE J

o o c

f$

rO CD

o o.
a

s o
.! C

s o ro co-o) 'rt (o ot
o o s

(f)

o)
(f)-

o (o lr) o)
(f)_

(o o ot

o t-s

@ N

f(f)

@_ @

Ss c + o o tr o E .E o o E G o " E i tr s :a

bb

B3

o o o o

c!

c o

c{

C!

s o
o tf o o (\l

EH Ea
S(E o [
F*6 ri o

o o o

o o c o

o o o o

c\ N

o o

ol

z o
a

--:

-ro

a! tt

BE
n$
Ee ::l.E

t;

c o o o o

(\l

o o o

UJ Y tr

o
f

SE
c Y.rtt (U e < ' = -o .! eO o 4t .o -o ai)N E o c i= (U s
(!

trF

-Ss bb

e3 +

(t,

c{

\t

(f,

rit.

t\

O) @

ro (o o,

r,

O)

!t

v o

tt c

|E

60

*u s 'Fs .s
o o
llq

IE

P,

(!

.Y

H Ea
(U

(\I

(f)

(f)

o o

(\I

s (o s

(Y)

o,

ol t\

s ro

ll

SoE o
r.* 6
!s bb
-d

o o

(o

o o o

! .E tr
tt o
tl
G

!J

oo
a c

c o tt

ctc =.! trlr =o -ll t! lt


J (!

a s .o a! o o s

e3 +

s s

l{)

lo

(o

s c o

o o

rI) $

t,

o o

(\l

o .o tr
(!

tt o lt o 3 .Y ct o

E tr o
o lg o Y
ED CD

.ct

.:<

EH #,a
N

o c!

rit

(t)

ro @ o

ol

o c) o

1\

o (o

rt

o o o

SoE o
F-t; d

(\l

c{

o o

(\l

(
t

(I! dt .Il

dl

<t

o
@

(Il

gt Il

O (J c, (o t-- N @ ro i t $ o (o
N

(
o @ (\l \t n ro i d (r) o
!)
(f)

Y ED tr
.E

!. ' .= =! = E

trc

(f)

(f)-

fEiE
o
CE =CD

(\l

(o @ s" ss t\ o
@

tf
(f)

(o s <f) @ rO rO

(r) tr c!

@ N

c{

(f)

s
N

c")

cf)

<t (o

ro (o
(f)

ro
!t

- ro \
$

(!

o)

ry o o s
N

rr,

rr) r()

t, v N a o c o) s sf o ro
N

o o

EE
.s

fr

o,

(\

I*

o) o

O)

(")

(\l

(f)

(E g

o o o o cl dl cl cl

o o dt cl

! m

o
dt

rO rO 1O dl dl 00

r() rO c) (Il

lo 00

l()

1()

rr,

rO

(Il

all dl a!

ro rO ro dl (D ct

v o

d)

E o ql I
dl

x o o

gEEE
c!
(\l

6l

(')

o N (o o o)

\ N

!L tr)
N

N I N

N !)

(\l (\l t\

6t lI

(\l \i-

N N

ro rt

vf i , 5
oo g)c

ot

oo ct n|
.\l

ro r'l
N

N N

(o
N

ro

(9 (o

I\

co
N

N N

!O N

(o

.Y IE

.l tt c o o tr o o o
a

E, lE i( !

Hgs B-"5 t;r f


LO

.a (! 3 (! + .o -o
(u o o o g
c (q o 6 c c

so s
o

(o o,
N

<\l

(fJ

to l'N (Y) N

F.

CD @ N
N

o)

rr)

(Y)

!O

o
N N

N (v)

o
N

o-

s
o o t o c, ol
lg to

t;
t(!

C"
a

ls to lo l+

qEEg
.c (t

0) '6 tt .Y d f o E (5 E (U .ci

!t

tt

(o o

rO \t

r,

c!

(\l

(\l

ro

(r)

(v)

(o to

lO

s
E

o) o

t)

t\

(,

ro
(L

(\I

s \t

(Y)

(o

!f

o ot CD

\t

t\

s { o (o

(\I

(o

N t

oN + s

N N

(\l N o) N CD $

o|r) + o
IL

\ rcl

N sl

<\ c!

6l

I
(o
N

t.5l IG
.g l|

{:
dE d1

(0(U
C

IJJ

:<
c o tt D o It c o o o (U .g
5 r!

l tr E

lO

to

FN

N (\l

(r) N

n
N

ot

o (\ s

N N

c,
N

o)

(\l

rO t

Ec)

ss .ggsi
(!

E
(E L ED] trl 3l !l =l

o 6P It - U ' ! u .!2 0r(UE o li -o o c o o 6 9t'.- c o o o o Lo E a

'c

t-

c
if)

N N

\t
N

FCE

o o) o)
N

rr) n o
N
N

tt

o, (O o)

rr)

N N

o o rt (v)

(\l N

F PgE P &F;
t

tc

o .Ct o lt c o tt

E-

.|

(! (!

o o ,E lt d o (U o d

;\

(\I

J)

t-

(o

o N

(.)
c!
N

(\l

(o

(f)

c{

ia

N
N

o,

GI N

s
:

(\

(\l

gs
EE dtc E0)

rt

o)

N (\I

c) o, o

(o

t-

N N

o)

F-

r()
N

(o

El P: E_!

c o tt o

.Y (!

o tt

rl

EI

ol

frP
-o (Ua5

E( : = u
OF

Eo.

6gE L

o ; tr o (! .o (U o -o E o (U c o o o c .g (5 E (U II -d

(t,

(Y)

o) o

(o rr, (o

(L (L (f, N
@

+ +

(o
r

(L rO

(o

o, o

rt $

CD

f
(o

rf

(\l

(\

=
f

-g

to
o o c o
L

.E 3

(o

(f)

(L (\l

+
sf

o o| s

L t + o

ct)

(\

o-

o g o Y
CD CD

(
a? (v) I .+
(\l (\I
lf

crl
F N

dl

(
6 r{) N lC t\

(
c.l @'ri o s sf r.() rO
O) @

dl

ct
N tr d

o
N t\ $

()
t,
@ I oq s o r{)

ie

.s8 ?

trc

{t

o
(Y)

@ $_

(v)-

c., N

ol

\t t\

ro a !O (o (') (9
(f)

(") @

N (9

c M

\i

lo

c o s s o o

5) \t N \t

ri

a o o o d t, 0a) n |')
o
ol (t

EE trtr
5E
o
CL

= ttt

o) o

t-

D O)

o) o

c!

o, o

(Y)

o o

o o dl (D

o o o dl D dt (D

o D !

|r) lr) rr) ct rl o (D


rO

rr) ro ro rO d! o cl o

l()

rO dl

cl

.n n

v .g J o () o o o o
dl

o o o dl o

x uJ o z
(9 IU

=3
-.1 v
J IIJ

I pa

cc Ef pG eE

xfr*
I

gs gs

u tr (L o
t
(L
J ll-

=3 il*

3a$r sEFssgf;n;F a Jlfl ffi g9*getigeg*


z

$ E$g f EE8-E$g -*f= EE5' E!s$


z lrj
(L

tri

ipa
lll

F
I I

-.t Y J

) H9 zJ <
=>

JE rr tU

H5 E.

$rffi* 3a ffi: 38
s3 EN
uJ
(L
q.

PB z+

d
-hn
[[

=o lro z) o c\t < J

,$

6ft

1e
rH
J

KAE

= (w < o (.=

*7 =m

$= o<
i((r

3A
2S <J
E

= &
f
t

{r r
(o
lr)
@ F-

=il

UJ

\<

z
I

S= (r<
(,

o
=
UJ

3A
f,
m

{L
o c\t o)
(f)

d
a.

o=

L o

UJ F

o z

(, z (9
lU F (L
J

UJ

r FgF$ lpa
tr o g.
(L

tr tr

5F=3
i

?pa

=3

ai =

IU IL

ggrggFggFgrggS tr
z

t 5F= F

) H3 z J < tr H5
4E r! Lu

3a $r

Ra
uJ
(L

$r =*a 3-t'
Sa
r$

z+

+3

=o lro oot

8* z)
<J

4< *e
4 Um <( 4=

KAtr

r
Jil 'il

=m

rH o <
J

g>

3*

5* z=
=
(L fI

ff-'
g>
o<
o z
F

r
L
(.o
rO
F

:<

IU

z
=

3-s
m

a 4 'il
o nl o) (orO

z
F

o. = ut

IIJ

92 o

o z

60

X tU (9

z
F

(, lu

gg*Fg*[FggiFEg
H5 E Jtr. b9
Fo
)+

trtil 5g= U ilr figag*g*'cg,'$g


I

FgFg
E t (L
J

=3 ill cri ?a"a


lr E. (L

5F- flfr_

?-pa

=3

tr-fr

lrJ .L

) H 9 zJ <
E>

FA$*

+3
ul
(L

3a fr8
r$

*a $t

LLO

=o

*?
=dt 4W <{m

1z 3B 8r z)
g> o<

KA

oc!

8r z=
g.

(-r

z_>

o-H

=
ul Y
(L fI

ff'

z
-

S= o<
o z

m
= o. =
IJJ

7's
fl
d)

L o

IJJ F

o z

@ r F*

(\ c'l
C!

F-

61

o z
F

F X tU

=3
n

?pa

(9

]u

=3 FgFF ?pa ffi F --- .E'* =EF*. 5F= Hr gaga*$EgE$Egg


o
(L
J IL

EE EE

E (L

5gM

ai

lrJ (L

tp

FgiFSgFgg$[ggg
) H9 zJ < > > E.

3a$r

H5
JE. l! uJ

Ea
z+

+3 EN
UJ o-

$r 3a 3E
8r

rt =o lJ-o

z) o c\t < J E.

4e *e =m <u
q,m

KA

rH
J

(.=

$= (9<

3A
q.

5* z)
<J

=
(L l

v.

r
4
o C! o, (o
rO

d
Y

z
=

$=
o<
o z
F

3-E
m
@ F*

H
@ F*

o=

El

(ol()

a o

UJ F

o z

62

x /1U )- lll o VF6 z to o tU

=?
I

EE 5 (5
eF

;H =-o
pF

F JY Jul E M (L
J IL

tg'

Ea

FE

Et

$ts

o &
(L

=3 oate6
JY
J ft lll

m
q!+

nH=a $;E '*=r= E;EF


EE*$ F:;EE-

r:+ E =E-* =-$H

tri = z ul o
z

rF*M
$r z)
<J

ffi#

4>
do

FgfrFgtFEEfrFEEf
H5 t
o> Fo
)+
<1Z

H>3 =
JE rL lu

+3
56 UJ
(L

*a $i

3a
8r
V

rt =o lLo

oot

KA
4U q.m

e= 1a *e =m
4=

HH

$= o<

3A 8r z)
<J

=
(L lI

ut
Y

z
I

g>
o<
o z
F dl

o
=
l!

3-tt
(9 N

z
o=
UJ F

L an

o z

63

lr =3 Ir ipa
l(, lz t(9 <

Eg EE

LrJ F E
J IL

5g- tr
E.

o
t

o-l
=l <l zl lul
tril

'l

L 5g= r
<J

I pa

=3

tr

r
r=
-fl

3a$r z)
otP

RB gR $i =*a
z+ <s fo
UJ (L a
lr$ lLO

H5 t. r-ff

38

d
tr
afl

tru

<(o 4=

1-U

E3 g>
<.

4e

5tr z) oc{ <J E KA


=o

(r<

3-t

s
J

5ft z)
tr
<J

(L l

r m* .fl fi*
L
(o
rO

d
Y

z =
=

S= (,<
(, z
F

m*
@

3A
(n

a an
64

IJJ F

o=

z ltJ

o z

F-

o o,

C\l

aor.r)

F x lrJ (9 z

=-?

3pa
i

tr

o u

Ee Ef PE PE
gE
d

E (L J ll-

5g=3
i

F FgiFg[FEg[FEgi
Y E

Ex '' 'tg$ 5g= Ei Ei F Elr E;q$ sEt gi E$gsFF[ 3E


E99 E-9
dt

ro

8.:

$E g:

o tr (L
z

lpa

ff

F
Hl rr

il
I

tr

uJ
(L

H 9 z fJ H 5 tr
Jtr.

(,

:fin

ffi

H5 $r *H 3a 3a
z+
LIJ

oN

rsf =o lJ-o

c, z l
E.

t
J

X=

ar

4z +< =z
=dl

<u
adt 4C

f r llJ $ = > !9< x.

1B 8* z)
<J
t

=
(L f,

r r r

T[

r a

uJ Y

z o = z

$= 9< 1 =
DO

il-

uJ q

(, z
dt

F
o z
(o ro o ol_ o)
N @@

= ut

o
F-

a (t,

ro

FJ

65

lF IX IrrJ

fl$E$ EE$xp Egs$ EEF$ E=*fs sE=ps F;s


#EH fiEEtr E*sk E*$,r
iEg iEEgsEE:pe.g*
lz t< lz to
IIJ

EEi fF$ EE-$ EF$ T;8i E;5 Fi


dt lrJ IL J
l!

r I c+ 3 -c'*$ -H-g

tgg gs

s es EE

UJ F t

o z o

o tr (L
cri
TU (Ll

J [L

U)
[!

f;:

fr;

U)

()

tr

z + s o
I dl

o tr o (L

TU

zl @l

o Nl

UJ (L

tr o tr
IL

z
I (D

F
ilcfil ilr

z IU
(L

z
=

o
(\t cri

I! F

uJ o. =

(o
F

ry
c.l o)

r()

66

Eg;qE;$ EHq EHFEEEFs EEBg gE# #Es# Ef;$F f;**k

EFE Egg$ EF=$ Ig$ :aR{ EasFi

*-$

reg=Eeg es E+ {
,E-HE
= ()
o E IU

." Ec EE
rt-

(t)

arN

fra

!< uJ

E(t)

5il568; FEt FEt


5
+

o
(\ =
\i o o

U)

<.w q m z_> ttru

*7 =m

4<

KA

oc{

r$ =o lro

z
-

o
= o. =
IJJ

o z
F

a @

IJJ F

o z

67

lIF

IX t.tlrJ - ( / ) = lo v Ft, lz 9c t< l(9

=3
Jil i

Esi Ef or FF*$F. o =3 fi:S 5d _E (L

[J F

tr 5U" F

lJ-

tr (L

ai =
uJ
(L

ipa
t

iltr| 5F= ff<J

$r Va 3a
*R
uIl
(Ll la

z+ < rrf fo

Ko

H5 E. 4tr bg

=>

3a = $o' H9 z

tr

r$ =o lro

1e
=dl 4W <(m 4=

KAtr

oN

<J

5ot z=

ry

fi*

*?

d o-t

3A
<J t

g> o<

g
J

= r ( r(< z)

(L f

r
m*
(o
lo
@ F-

d
Y

z
t =

$= o<
o z
F (Il

3d
o z
ol t ^l (o nl
(\l (\l

IIJ

L o

IIJ F

o=

o nl o)

68

z (,

(9

# x UJ

! pa
Jul

=3

Fg*.Fg*.FtErFsE
o-t5

EEtS I=* v. EF=tg Ege$ EE$iE a F $ Es:: EsesEE$; E : , e E$E$ E E ; " * 3 =-$EF*: S E$E$ F =: 3a E'fi$$ H3
lrj (L J

-Es$ -;cs* E E- .c+$H tsF$ Ee;$ z rF= -.1 Y Esqt Es s*


ITJ

A'E Hgfr HE ;F g$i BE'=o =3 qpE ;-.i XaS


E (L di

Esi EE

TU F -?Y

xE*

tr
I J IL

ar ?pa

uJ

(Ll

$r Va 3a
gR

z+ <s fo

Pa

dffi

l* .r s
u.

oc!

rt =o ILO

4U <(m

*3 =m

4a
$= (r<

KAt

rEs ar
<J

rH

*=

g
J

<J E

8r z)

fr-6

.r .r

H
dH
o o)

(L

lU Y

z
6 = o=
(9

$= o<

3A
z
F

z UI

2, o
69

IJJ F

o z

s(f)

(oro

(/) -

F6 to

.d
E- {{iCtN@

gg* Fg*"Fg#fr FE#fr


uJ o dl
J

sE-gg EP$ E3$$ EEH[ EE$i EE$: EsF EE8$ fli53 Es;3.*easE -,s-: ggFr E's E 3 Fg FgFF E ;'-F
z z
6

E.rsr:^e* *t
ll ..i

.s+

$g

EFFg$$sE Pa ss ,uEEFEE
o tr (L
di
F

d=

ir I i$ gS$ g"'
qF'oi E

fi@ U) Y Lu
J Ll-

U)

t$E'$ *EH$

'-N

]U (L

[i U) Y

tu

uJ
(L J

o tr o o\r (\
o o

LL

[J

z +

UJ (L

z a

s2
o o
N $

J LL

tr = (L

z z I z

U)

m = uJ (L

dl IU

z
=

o
z
F

L o

UJ F

ut o=

(9
(f) (f) (f)_

(n

o z

(\
(f)

o (9

70

F1-

IF=3 lil lPa


o

12 I<
l(9
Itrj IF

h
ffir
t-

3 EeH l EEi
sN' 3 dq. p9$ Egg **$s- r1 {} *EF'q *EP{
EcN: o-ot\.i d-url =:.

_F

t< Jfr lE i &


t

\6*tr

Eg$sg$ 3pa
=3
i
(L

tr o

H
{l

cri

EE*{ Hade E*Ed EgHd z ) FNR.El-gr e=;io F R _ i o = F ; F *


#=hr$ E$,$gEg$
lul (LI

5g=

F* FgrFsfrFgfn$E#n
s3l *Rl

rE$s sH:[Fn$Eq Etss =F'F* sEiF SEFF 3a FEEFB H 9 t9{


z

l*,
l<J

FA 2+l

Jtr. r! uJ

H5 I'

=al 3t fll
lt- B 5s I L O z= loN <J
q.

$r
fl*

f;H,
[> e<
7J

-*F
a

7e

KAE.

#5

z=
J

5ft
ff-'

(L f

r
m-*
(o
rf)
@

z
=

$= o<
(,

o z
F dl

3-E
o z
(\ c\!
ol

o o)

IIJ F

uJ o. =

c\l
(f)

tJ

ry

rO

71

S?-

FXR-.==6,i0

EH{$ Es $
FR-ri .lJ= Fi=

H -*-$egg$ggg$
3
E TL

s Es3EEE tr o * 6F$FF$ {- EE$ Eps


l (L E
J

_F

lo tz t< lo lur IF t<

,H
.t)

ai = zl lul o-i z z

U) Y trj

I r.il-

fta

E?$FEfi*l
EE;]f

EEaI.:

,H Fg[-FSF-FgSFF H
ql UJ dl

()
o

tr tr TU o tr (L o
J

uJ o-

z +

I o o m (\

IJJ (L

z a

o o

C!

]rJ (n
(L

z z (n

2 U'

,H

ul

H
(\ --

IL l

d )<

z
=

o o z
F d)

L o

IJJ F

o=

z UJ

o z

72

s
q

r I pa 5gEel EEi
F

UJ

=3

S?{

-$

z o UJ
F

(,

tr t g

9.

6i

H'q;

g;$

$F'X StS

Htli

J ll-

EF

(L di

6s9 ;[Ee Fx8-< EE,* EEE,t


F{S

H g;$gga*$$Egg$g ifiFFg-E'-FggFFggF
lul + Y ( L l J IIJ t

z1

rF=

?-Pa

=3

L-

ul

t=

={f

v'

JE
r!

H5 t
lll

rtP z) => <J

36l$."

IJJ (Ll

Pd z+ t3 ES $i =a) 351
I r$

=(n <( w < 6


4=

4e *e

xa
oN

=o lro

<J t

5ft z)

.*H

$= (r<

6* z)
IJ

<.

3A

3
(L

tr

<J

r
t
(t)
(f)-

? lrJ
\.

z
T

$= o<
(9

o
= o. =
IIJ

3-E
z
F

(n

2,

EI F

o z

N
(f)

o c\l o)

(o_
l()

73

=3 l* ?r.A
l(9 lz t< lo Itu
IF
v

gggFg*gFgggFg tr*
lz) H 3 15ft => l<J

EE$ EgE$ 3a Ergg I$EI


z

e* E*.g E$ErF= LE$g$ traLl


lll

FFFF
J

t<

I(L t E

5F-

(L

o E

l!-

ni <l zl r.ul+ ) < J

?pa

=3 fl*

F
IJ tr:

tr

t< tr

bE
ffo

" tE 4 j

$r =a) 3sl
uJI
(LI

+3 FA

z+

r*H

a > $= o<
a

4 IJJ <{. o

3e --m

1a

xa
ool

tLO

=o

r$

<-J E.

5s z=

3-i
5x
7-r

<J Y

=
uJ
(L fI

F:
L=(o
lf)

m*

\< z = E

2=
21 F5
o z
F (I)

r tr

L o 74

o= ut

z IJJ

@ F-

o z

o e\l o)

o) ry o (\

gg*Fgtu sgifgf;*
.ot3

Ea,EEs$E*gg$g
JJI

-q "E'* =E-*

F$FF
tJ-

F +Y J IJJ E. tg

o z o [lJ

il

=3

""Pa

xfr*
I

o u
IL

ri

z)
IJ

5g=
t

?Pa

=3

ffo
z+

o>

JE rr- LIJ

H 5 #-'

3a$s z=

+3
== >@

Sa$i
fl

l,t t=o lll- o oC\l <J

3a tEg

A>

rHio <
q
J

Sd]

E3> g
<w

tratr 7e

3A

<J E

6ff z=

-T

=
(L f,

tir
Y

u
L

E ( 0 ) ( a

z (

g>

(9<

F6l
z i<
dl

C9

ii
t, tt

o z

@ tt-

s(o

(orJ)

o)
@ (\

F.

ry

75

U)

9.= a

f;a
J[

tro

FFFg
U) F

Y TU

U) Y ul

Ex tu'

*'a

T
I -T
_Jtl

FfuFffiFI FgFf
bE
ffo
JE

H3 < J H5 tr

3a$g

+3 EA$i
uJI rLl

z+

Vzt"'l f
Etr 1.3 9S llr o
ION

t WA 1?

<J

fifi, 351
$= (9<
J

$3

8r z)
tr
<J

=
(L l

a
U

ul Y

z r o
(9

$=
e<

3A
z
F

I
(o
lo

H
o,

c, = tu

z IIJ

L (t,

o z

t'-

o C\ o
F

$C9

76

lIF

X ]U (,

z
F

(9 UJ

=3 "tPa
-.1 :l r
lll

xfr*
{L*

ffi U
ffiltl
I

FFFFF ?'*a
J
E (L

tr tr g

ll-

=3
lll

cri

1lll (LI J

="F= L
t

ggTgggggi*gi*
lz t<

< lF6tlEs
,ot P
JE rr uJ

H5 E.

<J

RB s3 EA$i =al 3E url cl


z+
q.

lJ-

=o

r$ O

3<
=(D 4W \m
r o_l

1e

KAtr

oN

<J

6ft z2

_-F

o FE] <

S=

s
(L

3A 8s z) ff- fi*

[U Y

z
E

$= o<
(,

o z
F

3-t
(n

L o

o= lrJ

IIJ

o z

CO
@@

lo

1r)

t'-

o o)

77

l-

IF

3 ot

9 E* EE A s'f i,S
q

o. 5 -

x ut o z

=3

(,

UJ F

E (L V
J LL

t' t* . f;l :
.,t - d o

d'O

;;

EFEF"*i fFF EIFsi


pEF sEEs sFIs e6tF iEg SEsg**,Ee lFfin F;3 F'gEi He;= Fe;? EEin EEE,.a E*gE Ii*#k
Eq: reF

=FHf

-"9E

Fr3

Esc

b.6o-

fr=8

EEa

-f PY

-u-g F

(L

ai

5g' l=3 h h "tPa


rf=
tr
t

""Pa

zl rxl -.1 Y o_lJ ltl

E7= EEigEgE$ EgE$


=EC E co. ( U6 > Ns t s(EEg$:6t lsl{
-EF-: E=b5f,

FH

lz

H3 z) => <J

3a$r

z+

Pa

"E s Jt rI- llJ

3a 3F'
UJ (L

Sa

+3

$r

1< *< =m
4W ao

KA

=o lro oN

r!t

tr

Eg
<J

fr=l (9< t "tl


a
J

g>

3A

6s z=
<J Y.

=
(L f

tr

u.l Y

z
=
@

5>

25
(9

r5l
z
F dl

H
(o
rJ)
@ F-

uJ o= UJ

o z

(\

$ C\ CO

(f)

a.

(o_ ro

78

Lil x =3
!t-

& ogFF SE S :E== -EF ob 6 *0F


F1

UJ /1a <(9 t r F i

9 Eg EE a E,E
q

5 A-c

z o

mtril ffi
Lfl Lil ffitl
rr+lf

Ir+[

nJ

at
o u (L
J LL

tE"
-?Y
Jul

e.t

=3
A= -'l Y
J

H ilT

Es E3-{ Eg Eset
E2=EEig E$;g E$E*

Es

r+

Ej F EUE= Efi:

-c H-PF

E*P

cri r F t ,

m
ffit -]t

ffi

z
IL

tu

{F*
n
IIJ

Lfl

$gE f,EEE Fa $gE* fi$EE


JE tr- uJ

FEsi F t " iEE

EHg=HE E;:$ E;;g EEa$ gE

E c F-F$ Fgt5r rEA ) < tP 9=..o >F'6(, = > e= rts


=E E.

+3 gR $i
tu
IL

z+

= 3ao4 . l

lt - 8 6.< * J.o z )

trffiry tril 3sl


J

E3 L# $= o<
<J t

1e

KA

oc{ <J
E

IU

8r z=

=
TU Y
(L fI

z =
t

$< = o
o z
F

= z

4*
m
@ F-

H
(L o o,
(L

9, o

Lrj F

o=

IrJ

o z

79

IF =3 x
lrJ

-a=

FgFg =3
tr o tr TL
J

EE E$

UJ F

o tFt z o riiq

ffi
T
I

<6 jil
i

.\L

(ri t F 6

a<

gggr ggr gn gn
z

[rJ - l Y IL J IIJ i

rF=
<J E.

H3

FA$s z=

.tS
JE

$r 3a FEI
u (L
<L

+3 gR

RB z+

tL lU

lJ-.3 o E [ o z f
loN

z
E

UJ F

o = z uJ oE

H H H i[;j H M ry HI
$= fifi1 ii lEs
o z
F

E3

1e

KAE

L
N

(n

(t, I

o z

(9

s-

(o
lO

o-

t; -.,= 3 lx
lul (, z a
-

Jlr -]il

!et
ic
J IJJ

a<

n*:n 3 FgE3E'$g E: es9 ;gEe n$e: i frgF fiEE* $gE* frEE tr


z rtP

EFE EEai r;S$E;5$

5g= f;t f;s$ Ees r gE$


nJI tLl

Es,$ EgF =Ee='$ Er$

* $ Fg*ggu =3 tr ?pa Es
J

{ EE EE e

UJ F JY

{9"

t g i

o t
(L

ll-

cri = z

bE
^trO

Jt

rts

+3 ERI$i
u oJll
<t

z+

3zl 36l
<J E.

l:x6* c't z =
llJ- o

lo

fH 3-dl
1= 9<
J

,r=

7a 8* z=

xa

<J

=
(L f ul Y

tr

il* fi*
fl__

z r
dt

$=
9 J< i2

o= ut

UJ

L o

=l'3l$
l()

$6

dd
(o
@ F*

8{

$ Es EE
-

J]fr J
II

g**B #E# fEEf; E*$,k

FeF EfiEF E'-;E iEgsrtg Feg: *e.$e


I

EE*3 E$i$ EE$ ESEF Eg;g


= z
6

ecr Eg5$ F=$ EEE$


IU (L

$ 3 $g$-Eg$ Pa Fgs $s s i= :c-=$


o tr (L
U) F

di

U) Y
[J

5 r..[i -

lz t< lz = I<
[rJ IL -t

l @ C) I lrJ o dl

J tr tr uJ o tr. (L o

z +
o o
$

(\
@l

2)

lrJ (L

IU (D

z z m

U)

s (\ =
o o

ttl (Ll

z
=
dl

L o

lU F

o=

IIJ

o z
F

(n

o z

82

lIF

tLU x
(, z o

=3
Y

EEs EEEg H*$F $egk

'g;l*= H=*E FgfrEHEEE FEe?


E*iq$ it;$ E$:i Ee$ p$r* p6[r egg$$ e6i$
lFo *F so
ttl
llr

EteF T$ ER$$R-; Etes


Erdor E; ; uJI
(Ll

! 3

5F' E** EE ggg =s F -g $F$ lFa +


UJ F

lF;
-a

[-

E (L

(L

tr o t

P.{

EgE

;E;

ai <I zl

5g= [r Hil
tr

=*ls= H
*z u 4z +< ,z *< =m
<u =m
1> PI u J s oN
r$ t!o

H5l

tril

8r e=

tr

H,

s> o<

=
TU Y
L fI

,t<-

Es

Fal

r
(o
lo

z
I

g> e<
o z
F (I]

3A
o z

m*_
o
Fr N

o= tu L o

z IIJ

C! N CO

o)

otC\

@ F*

83

E= 9,
=o fi@ a

U)

tro

Eg* Ea

Y TU

3ggflg Ei$

a
F@ = -

\< tu

mU)

Lt-

tro

Fgi$ FgFi$ FffiFffi


H5 g.
JE
lL LlJ

3a = z H3 5tr
<J

Pa
z+

uJI ol

=al to
q.

+3 ES

$r =<

1a *e =(n <u
rH
J

KAfrg>
o<
q

--o tro o(\l

rS

6ft z)

3=

<( co

1A
u
<J

rH
r
L H
s
(f)

5ft z)

B
TU Y
(L fI

-il

z o E z

g> e<
o z
F (D

fEl
(o
to

L o

ul o= ul

o z

o o,

!O
(f) (f)

N @ N

o)

84

lr =3 IX
t<
l(,

IU lp; lz

$q sg$ s$

s$ ;,!. _-.9 E*i lq stx


o,

EE Eq tR

IIIJ F -?Y
J

x?,r
IIJ

E
J

g tr

r-

(L

tr o E.

tr $gf; Fg*"$gEi-Efr"
H5 E Ju
r! Lu <J

'sfi ='fis5 ggi F EF 3 FF Efr HP $s ,=a z)


FA |+ t3 *s $i ==
>a
!l

gE$$ga*$Fggg$
u J l- l Y ( L l J IIJ

>l <l zl

tlll

".Pa

=3

rfi=

3Er

Li

lu o -B l

lz= lO ot l < J

18s

lKa l"

trfi 3A
(r<
J

E-r $=
<J

4a

tr

3
ul Y
(L fI

x.

Eg

r
(o
rO @lo \f (\t(f)

z
-

o
=
I!

m_ #'E
S= (r<
o z
F

a 3T'
85

IIJ F

o. =

o z

F-lot
l-

l(\

lF

ld 12 t<
lui go {{

:^*

q$ od

l(, tuJ

i,-.i
sti S E,g *iN. F E.i

Ei

!e 5
lc,

E5 Eg$p6 J*s* 5 : 3 { g Pi5 PSs :6\: e d# ?g!E


;4

EsdEEs Fi E*;$$ *$$ Ee: *Fgi. flEit-X.gsEeFg : e P==N c=.-9 ge:5\


ut'd :-H b Fi

E Ri$ c+

R{

fi.N-

iF

35

-H-PS$ FI"

fo$q bs

6R H,O $N' - -i,

Eq

Ee

IF

t<
It
J

,d
U) F

l(L

tr o E
(L

cri
[rJl (Ll

E;
_N

zl

IIJ

ila Y

H
J

ffi Fg*.Fgg*.Fgg*-si H
o
o
J

E IU

o
+ s

o o c\|

(t) |

z z

U)

o (\

m
(n

UJ

uJl
(LI

z
=

o z
F dl

L o

IIJ F

o=

IIJ

(t

o z

86

lk=3
r^$ K . f , E*i lq stx
*$ odr i,g

IU l z "tPa t< lo
Ei. ssi
EP ='
Itu IF +Y t < J ltl
lE V lo-

rF*

l tr o t
(L

rr3E EFF\ -EEE:g


iIg
FsS F+8F

EEs EEEE

g*$gE*,$$egF$g 4 I ss* gfr-l*= FE** ss FFEf;= zl r.ul l Y o-l J IIJ


I

di

t,E=
v

""Pa

=3 +t il

fll

gE;3-X gsEE; Eqi


-Et::\ a5--

;EEg

He =>

FA

8a
z+

JE rr ul

o-t5

l"

<$ fo

SR =*=
u.r I r-j
lrlt

$r
<\

>@)

3-t'

t=o lr- o oN

5ft z)
<J

=w 4= (9< . rtl
<{o

E3 rJ g>
-illl

1e

KAE

f6j
a

T
lfl

5g i= Y

(L l

d
Y

z
=

[=

25

o o z
F (D

i5

H H
.f(f)

L o

IIJ F

o. =

UJ

o z

(o-l@l.()lt*

o o,

87

q
F

ggt *-; Fgfr Fg;fr' *"


z+
ul
(L

3a Fn$F gefr$;i* $r iEEs$ e=


is;{8 E{83_+
z

F ilul [F] FF FtF 5F= EEFtF ,_ EE-[* ggE L r -ggfiE sETF


J

i t

l $F =$ *u ?p= F $g "*F=$r 5Ful (9

=3

(9 uJ
F

$$ i$*sE$* $g FFF$ =? F$$ r*A


E. i g lr

E. (L

di

?
n

(L

z uJ

;698 ;63ii irtai

:g:l*

tR* Es:

IP

H3

JE rr Lll

o-t5

o>

ffo

Ss $i
=z >u)

+3

frE

KAE. 4=i
=(D 4W <\m

oN

r$ =o ILO

8r z)
<J

*e

rH o <
4=
J

g>

fr-6 8r z)
<J K

3
(L

Fffi

1'-

il_*

:)
ul Y
I

z
= o =

g> o<
(9

o
z
F

3A
m

r fr(o
to

L L

IJJ

L o

UI F

o z

o e\{ o)

(\ o.l (\

88

gEFFfA,$FE$gFFg$g $F F$-,gi F 36r* FF FE Fc iE s F*Fg**"FgE*-E*' F


zl rul (LI
t

*-[+:$F HSE -Ef,frE 5g=


di

=3 I FF gFF $g$F "tpa


o tr (L
J LL

g sgErs9;*g
J

u $ q

ob$$ t $ o t=3 =a Faz F t Fx pF=$FtB" .g


lIF

IX IU

(,

9c

tU F E

lll

g tr

rF
I

iEii6i

E;!,{

lz l<

H9

ffo
z+

bE

JE

o-t5

$rl =al F6l ql


r<Rl
utl

+3

'Hl
J

4>

a.m

1a *e =m =u
q.

xa
oN

rt --o lJ-o

<J E.

9g

F
tr F

S= (r<

f5l 5x
7-r (J

=
(L f,I

tu

z
E @ =

5= 25 7<
>o

F
$ N.

IIJ F

o. =

IIJ

fl
d)

o z

o z

(\

(f)

at,

(o nl r() (\

(f)

o
(f)

o) c\!
@ 6l

89

$sr gg#i" Fgefrfrf;HH


rtg z) => <J
JE

,_ ,: FF gF3 H tril FE -fFtg tB= iE$gt;'$$E$s$F$F if;$F ;gE *='8; Fg[ sii EF
t
(L di Lul ( L l J Y I.IJ J

=*FE$$g*$g gg =3
E. (L t

$ FF s$sa frfr
oor lz F t< lo Itu IF -?Y l < J ltl
J lJ-

ss

t $

=3 le IU
a@ Et

F$$ FF$g o
<i zl
lz

U U m tril1 U

o6= E F'c 9rv

EE}S FE;*i

FA$s
E

H5

Lil ILil

mm

s3 gRl$=

z+

Hl
oN
rt =o tLo

=tal 3;
<J

= > (, <l ilH

<(m

1e *e <u
=d]

KAtr

<J E.

8s:]r z)

H H rEg ffiIU ffi tffi 'H dI


nl

:J

I T

g>l

ffi-l

F6l

=
(L fI lrj

IH
(\ (a -

\<

z
I

g> o<
(9

o z
F

3A
m

H HH
s_
(f)

L o

UJ F

o. =

UJ

o z

(oro

@-

c) o,

90

X IU (9 (9
Lll

z E ri

=3 ob=

EQ- :43$
.-E*

==

Ec sr Eggq Etgt z rfi= EI .EK.R EiPR F;P$


== F^i

asssF gEEE:

R Eg EE gE e; d
Eg- Es

a{ Y Y,
J
1

ftfra
IIJ

J IL

o
t
(L

=3
i

d E

ipa

EES EEEE fi*$B H**g

F+s

Frg F x E F F E _ E , <F E E F ;[Ec iE,Ee lsfig

HEs gESe

Ee$ !HF;$ E E F d E S A E Hi5s s{Eq FE\


gFte si. llg

Eggs[EEq{

-.1 Y ! 1- J IIJ

lz t<

l3a lHe
JE rt Ul

^ts

*s

-Til

351 z"al
I

$r *Hl

8d z +)

7e *e
=(D 4 Um <(
|r (Ll

lEs KA
r = ro t uo oc{ l<J

:tr,

g>

*,t o < l fr
<J t

FEI

Eg

3
(L f

ff

-]fl

afl

v z =
=

TU

g> (,<
(9

m z o z

3Et
F< m

L o

IIJ F

o=

z ut

Ple

Rl$

\t:
(f)

(oro

91

lF

tx
IuJ l(9 IZ (9 IU
F

=sY

od 3 -L s

q Eg EE gF & PF aSEFs g: gE
-E*=" ge

g
J
E (L

I.L

ai

cF ;a$ :s:$ iEq{ Ep=a Essefg$ ;E*


EEE EEEE fin*H #*gt
iss

z lrJ

[i U> Y u.l

Fa
ItN

Fgfrg FmF ;frg$ E#l$ iEg SEsg ls#e lH'F*EF gegg HEEs=

iE\

iF;q

3$5q 3$E$

o
o

tr tu o
+
o o
$ N

zl al

=
(L l

z
E

o
= o= ]U
IIJ

a o
92

l-

IF IX

Iur lo z (,
TIJ F

lp=
+Y IIJ v
J

=3

uE*

dassB qgsEi

& Ee E q gE 6

u g
tr (L

tr o

HA$ HEssi EEq{ eS p$Ed Ed tr* iE;$ EFq EF*{


gEF iEg FEXF gFUFi s Ebs'^ tr ;EEg
EFF$ a$

g= E 3 c+ i 8xa s= r =HtP Hq E*Hq EE& EE=a hpPK PR

ai
(L

z tu
z

5g=
tr

3pa

=-?

$gE $$EE Pd FgEE EF


rt ul

H5 tr
Ju.

=>

FAz 3 16ft l
H3 '<J

l.

-r

2+

UJ (LI

Va fr-t'
.il

*a $i

+3

l:s 8q z)
llr o

loN <J

(r< fifi 3d
q J

7a 6-3 g>
<J t

KZE.

5* z)

-Til-Tfl

? lrJ

IL

z
I

g>
o<
o z
F

tr
= o= ul
lJ,l

3A
(n
C\l (9
(\I N. $

o z

n!
(\I

s_
(f)

(o
lo

a
o,

93

lF

U) F

Ir l(9
IF

@.=
[u- @ a Y

lz t< to luJ

tro Eo

EE$ HE;$ fliF$ =_.Es EFHiq EG:q


pgF gEEr Bi.[$

E4$ ;43$

g$EE * 9 r g E- E -c+ F =EP p$ Eeqce,s iEr{ q{ EEer


Ad

R q $I EaFgE

Eg E
PE f;

l< t
(L

l!

o tr (L

l tr

U>
F

cri =l <l zl
ulI
(Ll

E r.* ilU) Y
TIJ

r6

6=

EN
tn

iEg SEsg sE: ge #EH

o
o

#Esfis**F sF

uJ

5 v.
+

J -lil

o
t o o c!

2
a

s o o

z z
dt

U)

TIJ (L

m uJ =

=
(L l

Iu Y

q
00 6l

IF=3 IX

$ od
d
g)

IU lz
sl

t< o tu
.c
F

$ E
f

EE$ H =E{ :
E'6d h

u g tr
(L

JE

""Pa g6*

i
E- ;
ExiJ

R
ClJ

3
.=+ {

$gig
9P$
=EF$

e*-ui$g P Es
qR
a3
(rF

tr o E

=3
LIJ

E;f
EF{

Eg{ s c*N E*fd sr..: rrrN


tt

Itt

F;sd
EF;q
PU X: :9o'

Ee!{
s,;. r'd
EF-o-

EeF{

Hsl p{

>l <l zl rul+ Y rLl J


t

ml

rfi=

""Pa

tr

o=d

EE < 93 E

;Ee ;EEg *P#e #s, g'=


EFE? oi=gd

P-E F ;: -

EF*E-

EI::

3s53

EFi
r rr {

L il

F'x*E -t

*o'@tr dir6b

'-h, 6fr

Ee

z) H3 < J tr H5

FA$s
Ju.

5E ro z+ s3
)a T]
LI

F
fltr|fi

*s $r =z
lr$

r5l

t=o ItL O lO ot l < J

wa l" 1a ET
.-H
J

lEg
Fxt
$< ( r=

=>

4U <r. o

q.

B
(L f

<J tr

z=

5*

il* fl*

t! Y

u
L t

, = ( ( 0 E ( ,

ft* *-E
*=

o<
o z
F

E 2 t,
95

(o
rJ)

@ F-

o z

o c\l o)

(\ nl (\

rO (\ (o
N

c.l

(\l o
N

t; =-? IX
IrrJ
gt

$ od
d

o z o

lpa

c $ c+ $ -Et*$ g$
ist EFq

$ ;{ r u' q

Eo$ E q

uJ F E
J

Eis PFd

5g1r

Sg E Epp R

(L

tr o t.

=3
i

ai z)
nl

?pa

afl

EAS

EE{ H i EIF ELR

FgE FeE: H 5 FcE: cE EES EEES E*gE g3


=>
JE,

FEF PE;s

EEFd ;Asd Ee!{ PF;{ SgEe EEEE .Ee::

EgF{ H{ p{
sF[s
a3

uJl

{e EFi
t:

5g= 4
<J t

F H F

lz t<

l l3a<= 6* rtP z

lfl

(Ll

=al
lrJ I
<L

+3 o SR${= =#x

o-t o z+

bE

KA =*e
E.

-r$ lJ- o z = oc{ <J

65

:1n J T _

t
F F HI
:
F

6f;

fitr r3l
S< = c
J

z=
<J t

8s

H
$
(f)

3
tU Y
(L fI

afl .fl

o. =

IIJ

z m = z

S< = 9
o z

3A
f;
(D

UJ

L o

o z

(o ro

l-

o o

CD o{ o (\l

96

sgsg E*EH,E*esge
t. uJ

E* EE

Fg*ggggFggFgg
=< Aitr z

R9

+ $< o)<

o o

6{

itr
q] F

<1

ZC'

z
I

UJ

oIIJ F U'

97

ge=g*esggFggg EE$ EEE$ FgFF9-FFg*,F-E =an


t

aeafi
8.: g.:

1ll

^+ = Y - o$ <

uR9
z
I

(n

s =7s
=+?
+<d
tlr Z (D

s c) o c{

[LO fz

gfi
z r o

trJ o. = ul

o z
F

a
U'

o z

@ F-

--

(\l

o) e\l
@

c!

98

+<.-

{FF
E 9l

et

Efi gE

-Yt

EE
PE

eeqsq EgnE#H
-c+ S -bi

:, = EHg FEE
EpP

EEE

E-"

sF Ei
5
+

5.9

ENES

EE{ cbe EF i
F{S

EEg EEEF$**B $g*K

iEs E x 8 - < ifrfigF E E < iEEgS E E s - 5efig

gE* FEis 3EIE P,E[$

;6$ rE-d- PgE 3gE sF*E EE:R -Ese*

EE

F=P

lIJ

o
=< Ai t' z r
m

R9

!t< ol<

c!

o o

rt

z0 <z i< <E m

6{

m
z
=

il_l

o.

z ITJ

v, 99

IJJ F

sElcFFii E;gE;Su

*;s )li sE rE

e?."+ F =EI* -E-E' g$ Eg { E$H E*H


IU

$ s;

s E"E' E'5 Hg Hg ft

E* EE
-s:

5 tr

sgrFgEFgE*-FSEF
;< Ait z

R9

OY

+ s<

o o

c!

z0 <z i< <tr, (Il

6{

fl

z
I

o
=

uJ o-

= tu

o (") o,

100

zz
FY
Yl!

(tu ta

66 ZZ

<?

fii UJ

fa <z

5f,

s'E
F?

ua

Jo'

Ftr

MJ

d,<
=J

tF

zY <f

IE E l|- o" o o
Gi (r)

o \- ll @ f ls I
I l
I

IE

E (,) ?
t

o o o-

o o (o o, (o (o

EIE

o d

E (J E I E E o lo N ;t- t s
lo

EIE E o lo o

E o
Df)

ti\

IE;
tt tr o o
I

5=3 EF;

I
J

dl Orrt (o @
tl tl
@ J

Io E
o)t tl o o o
J

tl
@ J

tl
@

o o o o
J

) o
J

o o
J

-9

=4t!t ttoE tr{t.E -u,

) ) D
J

tl

c ( o

tl tl o o o o o @
J J

tl
@ J

tl
@

o o o o
J

t l tl

) ) D
J

) ) o
J

tl
@

o o o o
J

tl

) ) o
J

E
c o o tr o

s o
I

o o.

o o t o o (\l

z o
I

uJ Y
t! tt

o
f IE E (!

lsE R Elf
+

laE

lgE liE
\6
Gle

l. t:
csl

(Ua

il;i
o o

E E

) E

C9 (o T\ @

(o o

"l )
) I (ol )- ll
)t

5 o o
D.

t o ( E ( I (
N

E o () E ) E o
N (v) @$l

E E o o
(o o @ (o N o(ol

E o
o
rf) (9

o)l

^i o l

3l

t) (o lr) rf- o_ o T\

(o ) r O ll co-l !l c{-l !ol ol


t(f)

(o

E6 B3
+

o o o o

o s

(\l

o o o

rf

N lc{

olN

C\t

R s.A
s( E c E
(U

o o o o

c o

NIN

o o o o

(\l

o o

(!

o o o

(\

C)

.ci
o o
N N

E8 B3

o o

rt

(o

(o (o

(o (o

s s

IsFl
l5;l
l:sl
?gl

o o

.E

=
I

Il

c G tt o

fl* *l ls il lE
(ue

grA
(s

o o

(!

o o

\r

(o o o o

rt

(o

ol

\r

so E o
r- ti
-o

o o o

(o

lif

(o

Eo.l gol l c =

tt

IE

E
tt o It o
IU

*l
Ft#
srl.o o g o Y

55

e3 +

(o s st ro

rif

s o (o o

O)

s o

rO

s o,

o o

EIE E-C 5tx


soE o
F-t;
TI

EH
(U

(\

trf

(\l

l(f,

(o

o)

(\l

(o

t\

(!

(o

(\t

c o o

(\tls

o o

o s o (e. s
(f)

lD

d)

c!
tr)

(D trt

rD d)
o) s c! a o O) ro |'O

C)

o
o,
N-

'tr
Y ED

ct o

.ssE
f-g

C'' ED

o q

@ $" o
(f)

(f)l(f)

$t@

c! tN

Jts

|) o .)
f)

@ 1()-

(o (9

e{ q
(f, (f)

@ @

c (!

: s

o) N F-- N.

(o
@

|o
rf

ro o d s |r) lr)

N N

(\
N

rt s
o

rO o $ rO ro

o @ N s. n to
o ai o, (o (9 ir,

o
o

EE trtr
5E
o .9
=Et

t\

o, o

@lol=

(\

o, o

Sl lo
ro dt

(r)

(o

(5 g

dl

o o o o (D cl dl

o olo o cl E I E tD

r{) 1O rO ro (D co (D (D

rr) l^C) ro rO cl tD dl (D

rO

lo

:()
o

J C)

D (D

o o o o @ dl

x C' o

102

ifEE
(\l

s t

N $

(o

xlu
3l(r) | (r, (!

o
N N D

+.
N

(o o (L \t N
lt

(o o)

D (L rt $

(o (o o
(v)

N J'

\t

N t N

E.E
!r!

E5

(t) o

c)

o) (o $

(o

(a o

t|t'

o
N

(D \i
N

N N

ro o)

tt tr o o

E'I

E g
G J

o o c

e|;ls #81 :lL


N

ro

r{) rt

|f,

(\l

iv) N

(v)

(") N

()

s o
I

8;t
LC

Bgj

C)

o c (E o

(5l cl ol^ tt rg lo

sl

rlf

o rr) o

tl

c!

(\t

(\l

6l

(\l

(f)

lo

(')

io r') rO

'6
Y

o A

s o
o o o
N $

o o :F (o ct

(Y)

rr)

(f,

(Y)

(r)

c!

(v)

GI

(!

(Y)

l()

(fJ

igEE
G

-o

\t s

(o

o o

6t

S
(f,

q q (o

@ N

E q
@ N N

3c

@16 \t lN

o-

C\t

t c T\
I)

(o o (L o) s s

N (\l $ r() s

a
N

Nl$

N N

z o
I

UJ Y c (! tt

r d c
EO

gi
(l,

$e

r.C) (Y) lo

(!

o) o)

v)
N

(\l

ro

(f,

(r) N

(o
N

ol

(!t N

t\

EoE! g- (
O(6E

o
f tt
G

o tr

$si flr Bg"F s


8ob ; L
taE

o o (E

.E
! g c au

IE
lG I
tr
IJ lC'

.!2 B o + .o -o ri c (U o o c E o (u o o: , q o o at ri L o
f

N N

ro

(e
(f)

t\ N

N N

(o

o (ol(') o o) o c!

(t)

c
N

t\

C\t

ro (9

-lo,
NIe

f-

(o

(olo
Nl(\l (\l

ql

(o

\f

(') N

(o s

(r)

(\l N

o o,

N (\t

or o

at, (U (U ri

NIF

NIN

ge

.l|

,lt o

c o tt

E
(E lt
..Cl

t!

Ep'P = E_v
.b
JI :t EOol otr

EE
c$ (Uo cl

(\

a0 o l o t

ro

cl

g)

g)

F'

6l N

(0 a!

a)

5! l .

2ss
bg LE

; (u o .ct (U ri

5o

<) o o

ol

(o (o

(\l

(ol(o o

(\l

\t tt

E OI (u c l

o .cl -v o
g |! I J
L

o c (u o

:lo (U o

o Fls

c o o

clo

\f

(\l

c{ lc\l

tl

NIGI

o o .E o Y

ri

!f

rJ)

(ol@

ol(",

(o

(\l

(L N

+ s

olo,

losll+ - $
l@

rO $ l o ,

o o

o 'c
(E

dt

m cl
(f,

dl

o
l o rO N o: (o N l r o I F- N @ r"tl@ ri o I 01) sf $ In ro rct

Il

o o
ot(o \ o{lc ro
(\l

tr o tr

8t

.ss e
5S
o c

CD CD gE

(9-

(\

(a o $- \f t\ o N (Y)

s (oN

rt
N

N N

1o a ro (o (') (')
(Y)

(Y)

+
N

N N

d
tf

o) s c{ 1 o o) rl) 'o

ott rolro

D (l3

o N () rO ci (t) (Y) (D

EE
=ED

D o)

o)

t) o

ct) o l -

(v)

(\

(')
J

dl

o o o o dt @ co

o cl

o o dl dl

ro r J ) l t n r()

E I Edl

rO dt

lO

lf)

l()

r()

rO 1O rO lD .D

4l dl @ dt

rl

6 1 6o o
oldl
dl

vl! oto

o z
F t (L
J ll-

UJ

?-pa
I

=3

(9 uJ

-1 Y JUJ

xfr*

FFF$
o
t.
(L di

tr

uJ +uY (L J l

-rfi=
e3ffi

iPa

=3 #*

gfuggFrgFgggg;
=>

tr

3a$r H9

Jtr,
r.L tI

H5 E

F 3a3a
llJ IL

#3 'tR

z+

.84

$i fr_

lrt

t=o tLo

oN

4e
** '= <\u < m

xa

<J E

5ft z>

rH
J

1=

S= o<l

rEl
<J E

8s z)

3
IU Y
(L fI

{r r
I

z
I

$= (9<
o z
F

o
=

4A
m

L_
(o ro
@ F-

L o

IIJ F

lu o. =

o z

o n! o)

104

lk Iur
IUJ IF

a
F

12 l5
t< Itr
l(L

ffa
'-O

FFFF
E (L

fi@ U) !< ul

l tr

U)

ai >l <l zl rul (Ll

fra
bN

ila Y TU

gggggggggmggg
= o
o

u. lrJ
+ s o o (\ =

U)

(!

o o

z z (n
UJ (D UJ (L

U)

z
=

z
F

o. E uJ

IU

cD

105

lk=3
R lo
lru
IF

IU lpa
t< It g

F$FF
t

5g'

tr o t

ggg$ gg;gffigffi
l=

lul - ? ! < ( L l J IIJ V

>l <t zl

ml

?pa

=3

r
I

rF=
t;t (r 1()< lz=

a l# l. lHe
lE> l<J

lul tLl

3a Fst
(-l

FS $i

s3

HX
z+

" tY . J' J

lE

r
r

lr$

t=o ItL O loN

8s z)

rH
J

= > $= (9<

4 Um <(

4e $3

t xz,

3dl
YE 9< z) <J Y

(L f

r
m..,_
@

z r o

d :< =

,>

?5

rA

o. = uJ

IJJ

s
tD

(9

o a

o z

nl
C{

F-

ry

106

IF =3 tx
IlJl l(9 lz

t<
F E

?pa
a

l(, lrJ

FgFF fra
tr o tr
(L
J

Jfr g i
l l

5a'
E
U) Y UJ

lUl (Ll

>l <t zl

'l (nl Y

f;:

gil*= FfuFffiFffi FgFi


ttl

**l*=
4 Um <( 1= a o-ll,

H5l

r r

=m

?e *e

KAE.

oN

r$ =o ILO

<J

8s z=

$= (r<

3-t

s
d
Y

fr.'
g> o<
o z
F (D @ l'-

z)

5E

<.

& :)

r r
L
o c\l o) (o
lJ)

z
E E =

351
o z

IJJ F

o. =

IIJ

c.l

107

x ul
z
(,

=3

(9
TU F

lPa
=3

ffi FFFF M 5g= tr# ta,tE:*tEF$iEg* Fg[F9eFggHFFg


t i (L
J ]L

5gI

{!*

E, (L

ai

?pa

IU (L

3a$r H9 z =
H5 t
49. r! uJ
2+

<J

PA
uJ {L

Fs Ss $<
q.

3a 3a
r$ =o tLO

oc{ <J

6ft z)

KAt
=m <w
Sdl z_=

7e *<
g>
<r.

rH o <
J

1-"

5ft z=
<J E
I

= :)
(L

uJ Y

z
E

$= o<
o z
F f,l

o
=

3A
(f)

o. =
IIJ F

IU

g)
U'

o z

6l

108

(9

x ]U
z

lpa
-lY
J lll

=3

(9
1I F

"*fr*
1

gtuttfu ga;u EEg* Hs tr gg[gg*[FgHgFg*


z
IIJ (L
J

r EgEF ?pa
J

tr t (L

[:

lr

E. (L

=3
lll

ai

rf= L
-.1 Y

f:

3a HP
=>

M.

"ts
JE tJ- ul

o>
z+

Ko
-<3

*a $i
UJ &

=z >@

3a
fi*

q.

=o

rt

lLo

oN

5* z)
<J

?e
*3 =(n
4> tLu
4U am

KAE.

3'" 8r z)
< -.1 t

g> o<

= &
f
I

m* il*
n*il*
(o
lo
@ F-

IU Y

z
I

$< ( r=
(9

o
=

3i'
z
F

ut o. = t2 o
IIJ F

o z

o n! o)

109

UJ

z EF6 o tIJ
F

(9

=-? ob=
+Y
J

rEa
IIJ

g
J

o tr (L
ai = z

TL

=3
n

ga,ga:*gFF*g$i, Fg[Fg[Fgg[Fgg
lU (L

?pa fi*

ff

5g= tr:

H5 tr
JE
llj

) H9 zJ <
=>

3a$r

Pa
z+

rl-

Va 3a
UJ (L
lrlif

*a $r

+3

t=o llro loN

rH o <
J

<w 4=
<{o

EF $=
<J E

ie

KAtr

<J

8r z)

3A 8* z)
[*

fl*

m*

=) d
Y

TL

z
I 6 =

$= o<
o z

3A
F
m

m*
(o
rJ)

t-

o= tu

IJJ

ct,

o z

o nt o)

(\

110

Ee EE
@ F

F FgiFgiFgggFEg
=
J

EE$Ees$EgE$Eg
Y lrJ

$gg-gg
lt lt

-fta

lu

z z =
o

d) UJ dl

UJ 0- J

z +
I

tr uJ o u. o (L
N

t.

o
IJJ

s o o

ilr

Elil

o o (!

z z
dl

F
ilr
ilUfl

uJ (Li

[rJ dt

z
E =

(t,

o. E ut F o

lJl

C! N

ol
(\l

o,

111

x
I!

=3
59
J IIJ

o z (,

i pa
tZa

Ee EE

UJ F t

g n
J
lJ-

tr
ilUfl ilrl

o tr L
at z
iu I

fra
U) Y ut

U)

fiE; fiEt s**Fg**B

3a= FiE EfiEE$ E'-rFH 9 $r Eg*F z ;Eg


sfeg pE:pE$g
+3 ER
=> <J t ttl JE rr- tu o> o-to z+

E*$Eu$*9F$E$F
z

12:

tr

tz. 2ql
uJI

$e
3t

[Ul ilr

,s =o oe{
lJ-o

5s z=
[-

<(

ry
fll-

$3 > =u g
q.m

1e

KAt

i>

H0 J +U

=
(L fI IIJ Y

<J t

3A 8r z)

c9<

flttl

r
(o
to

z
E

$= o<
o z
F (D

o
= o. = ul

3-{
o z

m__
@ F* N

z IJJ

(.)
N.

o'l s C\|
o o{ o)

9, o

112

lF IX IU (9

(9 lrJ
F

Es{E Es
E=d=

= _lce* z a 5 E_ r+ $l _H*=$ $;i f;:

..;.F Egs EE'=o (t> E Hge HE tr f ; e ;F -s;3 EF cri p6


.L

Eg+ eE

tr g
J IL

FsrFgf;FgffrFEEH
l,u (L

HE*E HIFs =s$ flE;3E E ;xr 3 o g ggl flTF$ 63 Ffi F}


lz t<
lz I<
lco IJJ o dl
J
J

?6q:

EIdS EE,ds Eg;$Et;q Eien Fipx


.== Fil ?AS{S EEsE EE$

uJ (L

UJ

tr ul o
t

E.

z, + s - o o
dt N

(L

ul
(L

@)

o o
N

UJ (D ul (L

z z m

U)

z
E

o
= o. =
IIJ

o z

(D

(a (", (o o
cf)C\I

I o

IJJ F

o z

(f)

113

F X tu

=3
t-t -

EgFEeS
J
ll-

s $

-n

o tF6 z (,
|rl
-lY
J IIJ

(l)-

h
U r lL: tr$
{

rF8fi:
i

fiEHfiEE*fiEEH fiEEH
z+
\l

t ;a${ TagF{ Ec:F*g:$ I EFsq g H:F3 EEFS$ H:5s t pE gfi sS E-g; =E,-g;3a< sg s E H 9 16* *Hfg FIz = tr iEs ;Ecg 5Hfig
I

$&$.$g$gg$ eex-H{ egEfr E#P$5F= U


=

=3 ai ?-ra
o tr (L
z
LlJ

EIqs_ 5x=ei8 EiFd E;Pq

rL

ry
ffi

<J E

Jt rr l,lJ

Pa
+3

$n $i
== >@l rl ,s
<(

3E

1e *e
rL

KAt

ool <J

lJ- o

=o

6* z=

tr

8,fi < $= FEo =$A


)< (, E
J

z = J
E

=
uJ Y
(L fI

fl*

z
@

g>
o<
(, z
F

4A
m

m*
@ @
F

UJ

ut o. =

(!

(\l

g, o

o z

ro

o{
(\,l

FF

ro c{
(f)

114

lF IX IrJ
a"-

s E*FEE$
E

lo lz t< o
tU F

*;$$f;;stt

u s+$- EgF$ E$F$ H$* H-* gEs$


=
Ei

,6 i

gF$ FFt o
J ll-

U)

sE{ EFe

E (L

a E. F z
llJ

z lU
(L

$gfr FggE Fgn FE#n


I llJ

sIiF F$EFd FEE$

lz HEsS HE;3sfl:53 E-EFF I< lz t < () lcl


llD
IJJ (L

es$$ giF$
=
J tt

U) Y uI

o tr o (L
z +
$

t UJ

o dt c\

E o

z a
(L

uJ

o o

g)

C!

z z
lr.l (n dl

tU
IL

115

Ii lx

lur o z o

FgF fi$E* Ra $gEf frEEI


J& rL lu

Ess exeg 5g= EE-i Eesg Et$ Erss l*a Er*: Ersg E*: EErT $r F EE: EF*:
UJ [L] t

R$s t $ H$ g$ o =3 s t,= ?Fa = o G+$ =g,r$--s,*$ z


(L

EE EE

g
J IL

lrJ F +Y J III t t

rfi* tr*

lPa

=3

F F 1r F

cti

lz

6sg 3gE9 ;

rtg

H1

<J E

z=

r.lJ (LI

=-6)
I

*H $i =fa
8* z=
<J

z+

lr$ t=o lrl- o loN

x= "6 4d 16* z=
|<r.

=H= $
<J t

*3

4e
(9<

*a

tr

=
(L fI IIJ Y

fi* fi*

z =
-

g>
o<
o z

L_
(o rO

L o

UJ F

ul o. =

E z

dt

3-s
F
co
@

F F
o (\ o) o)
(\l

*"lt

d
ol

o z

FF

116

x o z o UJ
UJ

=3

-"pa
=3
i

Fg 3gg is I Eg

Efr EE

E. i g

5g-

o EI o-l
trtl

J lJ-

lpa

5g=
lz t<

tr- 4 t FgfFgFiFFffFFff
l3a H 9 Eg
.ts
Jt
llJ

<J t

il

EB
z+
I

r!

*Rl =57t.'
IJJ

<\f TO

flJ $r F]
38

o.

l
t< <J E.

x2

oN

-I -oB 16ft l . z=

ES 4U
_qo
r (Ll

tz

?a
S=
<r.

F' F

( FEr 9 <

3-s

=
(L f llJ Y

<J t

6S z=

fr- T
fl:
P-loFl.o
[*

L:

$= o<
(, z

Fuel
(D

4 T Flfl U I F
J
(o
lo
@

s
o) nl
@ C\

o z

nl

FJ

lo lz t< to
(L

FFFF
IL di

luJ IF t

tr o E

U) F

TU (L

5 t'[i a \< UJ

E;

FgF FEFi FffiFffi


dl IIJ (L J
ll

z z = cl o uJ o

o
t
(L

uJ

tr

z + s o
o ol

dt

z a
(L

uJ

IJ llL

lo
I

o o
N

lE o- U)

z z z (n m

m z =

TU

lrJ tu (L (L

z r o
=

o=

UJ

F g, o

IJJ

118

UJ

(, z

IU F E (L J
lJ-

H FFgFFFF =a) H
(L

FFF$
r

J 5F- m

?pa

=3

o g.

=3 t*_ fr-

di

lrJ (L

5g= fr_
t

lpa
I

{-

z) H P 16tr <J
E.

_?6

I< t

Fa
z+

JE rL Ul

o-t5

ffi

-!ll

fl

+3 EA

uJI (Ll

FEI

$r

q.

=o

rsf

3i =m
<(m

1e

xa
oc!

ll-o

<J E

5ft z=

<w

a= o<

g>

rH
J

=
(L

<J t

5ft z)

<r.

3A

tr

afl

:)
I

1! Y

z
-

g> o<
CI

o
=

3A
z
F (D

UJ F

o. =

IIJ

U'

o z

(o 1r)

ry

119

lIF

tx luJ - ( / ) = lo tFt lz

=?
{9" jil

ffi

Essi-i sEFI itF$ EEs E$Ft np:s E$sg


z

r,

s+

s- cEFp_ .EF-g

F q

$ g:s ggg
-obl; F*,: _dai EXg

Et EE P.E = P.E:

F E i g !
lt

o LrJ

tri E F 6 = -2> <l zl u J I-l )< J

o tr o 6 = TL

=3
IIJ

H
ffi
H
fi

iH
i

(LI

FgF F;$F FgEFs$E


.tS
E.

*Ei *gEE fi6IF 3a *;IF E iFo 9Fs, 4=


otP
=E CJ<

bE FO

JE

3ao i
uJ
tLl I

FR

$3

z+

$r =4.

t=o llr o z = oN <J t

t|f

8r

<,w <\o

3= c< t o-tl

E*g >

1e

K2,

r3

=
ul Y
TL lI

<J t

8r z=

lfl

z r o
o z
F

g>
l,<

r3
(n

z
F

o= uI

UJ

(o
lo

@ F-

a o
120

o z

(f)

ry

c\l

C\l

FgFg ggggEgggg
U)
F

[i a
Y t.rJ

Fa
!r t\

z z = o C)
TU o
dl

UJ o- J E -J

tt

= 2 z u)l u (L

c0 N

o+ z rt - o o

o v. o

tu

z
E

o E z ut oE uJ F g, o

l-

IF lx I u Jo b = to tFe

=3

lz (,

H gt$ges$Egg$EE
(L

s $ c+$ -fg$ -flg$

$ F FgF $g[

e;e a Eeq e
tr o
E
J

IU F IY J E E

xfra ff
lll

ni =

trj (L

tr

5F=
<J

?pa

=3

tr F9*FgreFE*FFE
Va EEI
lrJ (L

3a$r z)
rtP =>

s3 FA $i

b9 ro z+

Jt

H5 tr

$= fr= o<
o-H

=(n < (w < m

1e *e

KAtr

rt =o lro ool

18*
lz)
l<J

s
TL

Es fi.- r
g> o<
o z
F

3-,6

fi*

afl

TU Y

z
E

3A
(n

m*
o c.l
N

IJJ F

o=

z tu

(o
tO
F

@ Fi
F

ry
nl c')
o{

3t,

o z

122

r 5gE$$EEg
F
(L J ll-

z o uJ
t

(9

x =-? lrJ
F

"tPa

g;$gggs$rggg$E
TU IL

_ ."

EE,g g.e=ai
z

o FF$FF$ =3 g.E EFe_ l p; sE (L

HI 5F=
i

fl* Fg*Fg*"FsEf;FEEfr
JE
rt

=> t o-t5
llj

= H 9 zJ <

FA$s

+3 EA $= =#E

PB z+

3a
lrJ IL

oN

r$ =o lro

t > S= o< to-u

=(D <w <(o

*?

4e

KA

z) <J tr

8r

<J

?A 8r z)

=
(L lI

tr

r
(\

\< z =
=

uJ

r o
z
F

il*_ 3A
g> ()<
(9

o. = UJ

llJ

(o
lo

C! @ 1.-

2,

o z

o c\l o)

(f)

c'l
C!

123

E$$EEg EEe$ *:t$ E*s$x EE$ g{83. fli-83.


dl

Eri Egt #H$ EgH$z

rs

FL 5

seflggg$ -e*=3;Fs3
cri =
LU (L

tr o u (L

gg*gg**"FgfrFE#
lrJ c) o

HEFs .sfi HE;35-=g; E$ FfigF$ E ;E-? E

z z =

o
I 6

UJ tL J J LL uJ

tr

z +
o o
$

E, (L

(\

UJ (L

z z
dl

z U)

o o

cl ul
IU (L

(L

lrJ Y

z
=

4 = ul F

z ltJ

U'

92

124

lIF
F

IX IrrJ l(, lz t< (9 lrJ

5 5 S

sg$g$

Eoi Ei Et3 Ei psE ri

tr t g

m5g-

ipa

=3

o tr
.L

J LL

=3
E,

E*$usx,$u*9*$-F Fg*.Fg**.Fgg*.giuJ
(L

ai

5g=
<J

3pa

eFF^q EF*F-R E;::s

Ee* HEgg s?i3.issEei es$ z

=> o-tj

llJ a @=

s6 $r
z)

Z=

s3 EA
uJ
(L

$r =*a 3a
E

z+

Pa

JU rJ- L!

fi*

fr $=
=(u < o
S rJrl q (Ll
q.

ia

l*5 KA fi*
oN

o-d

a=) o<l

3El

<J E

5ft z)

(L f

r
ft*
(o
lo
@ F-

z
@

g>

(9<

3A
(9

u, F L o

o=

IIJ

z
F

(n

o z

o nl o)

(\t

(o

ry

125

x ut o 6 = (, t E F

=3
t-lll

e q q
{

od

$ {

:,1

$ *u$EIsgs E$F$ rfi= uH Fieeis F$ egg *=$$


UJ - ? Y (L J IIJ

Hs* s$ tr g$N' qN', o =3 liEd Pd lpa


J

Et3 Ei

E9-

z o UJ

4Ga 5g
J

(L

tr tr

E (L

cri

gg* *"ggg gg *"g *PEPR E r = o .1 r d rq

EF:-q EEEF_&Essss
ptXgp

rs E;iq+ 8tsR E$Eqg Etls


r ru i t '

EA$r z)
s3 < J =>
H5 v.
JfY.

b9
o-Eo z+

uJ o.

3a 3a
r$

*a $r

s3

z) o c\t < J t
ILO

=o

8r

4a
4U <(o

KA

*4. =(n

rH
J

t=

=
.L f

3A 6{ e= tr
$= (9<

$= (r<

TU Y

z
I

tr o z
F

3Arl
m

M]
C\
(\l

L o

IIJ F

o=

IIJ

o z

c.l

o) c\l
@ (\l

126

n' 61 o t

q
N

coS dt r o o 3 c Fc i o d {; NFa

F9*.F9*i.FegF-e*
bE
ffo
JE
[L

:6gd =6:tq ?e!{i gs53.t lRe =rSi EF*3_E_ flE;rE Ecs:s 5FiF. EF{q asa ) H3 z J < E H5
z+

set^5Iqi E#asPet Esq5Eir{s Hqx E=qP


.c N .c+ O-tD eoERi e L-ro'

ilL_ =3 F- flurl { sBt Ef IM uA' c.H.FR cri lpa = F= Fg$ g{^ z gE= ffl-lffifi
J LL

R qi 4

: Fi *{
E6 f N S 5 p;?
aE.-:= =

z l-o 4Ga u.l

X LrJo a = (, u E f

=3
I

i9
J

HSi iiii sI

E. (L

lll

tr

E (L

tU (L J i l v

r
IP

3a $r

3a 3a
uJ
r$

+3 EA$i
S :(tr (,< z)

oN

=o lto

rH
J

(.=

=dt <(w < m

4e *<

KAt

<J

<J t

3A 8r z)

o<

$=

(L

TIJ Y

z
I

o<
o z
F

s>

o
= o=
IIJ

3*
m

Hl
(o
rO
@ F*

L o

IIJ F

o z

o e\l o)

(\ C\!
(\l

127

ct)

qR

r$* :E'iEEEg EH,egEEsHo eig E*itt El; EHftg E$E$$ sFdq sEfE-A Ee::-* aeB
E8a
E=AN

."

8f

8x
==

.c+

Ca

*,,g'gx
Ee:d
. . ! iE E i l i =

$ esx ;$
stq=

{F$

F-E B(o;

@.=
5o fu@ o
Y UJ

tr6

gE'd E'F
8p5 d

F.EF

n .cEl. A

FF
I

5q

g) V UJ

f;:

fta

'i;r^*

ii='-

Fg3 HSE.T HEEF Ei EEfi EEEE E*F *F

PgFR gE55si PFIesi :ls$ H 9 lEe iErE iE#" *. <J ct,d.c 2 9 dz E

t 3a< v3
I

bE

H5 JE

F F F F
(o
C\
(f)-

uJI (LI

$< =al 3a
<r.

+3 gR

z+

ffo

r$
oN
Ito

trfi 38
(9<
J

xa 4e E3 $=
<J

z= <-J x.

6ft

=
(L UJ Y

tr

Eg

z
E

9= o<

o. = uJ o a)

IU

o = z

44
m o z

s
tf C\l
(f)

(, z

rO c{

o (I,

o) o{
@ N

128

qR
(,

E(oa

c,

:6 9d lF i gF i{i q

F R S o =F Rh.Xd S = E=AN ;

Es$EifrtEfgF$g$$
q 5 Egd gF
ni
bF-

X .r'

$ d

sfF$

lF tx lrrJ lo z

Y R

g5 ${ EC XFR

E$$ E$ HRF qi

*d

lrJ F

tr g

o t.
(L

tl-

U)
F

?a

z
IL

uJ

Ev)
Y ul

EES EEEF E**E gB

FgsR gE5=n g h c PF:ts$ [F$ PF_ lctrii ;gg 3gE9 SHEg :Ee E:F E=SE f EE-a E-a

:6;.gdi it--{i EqE-E

= o
o
J

M, ]U + s o o
N

z z

U)

lu o

uJ () =

00

z
I

o E z
o=
I!

UJ

L o

129

x o Lrl b= o tF6 z
c9 U
T. 't

=3
IIJ

-l

sr

;Eg SEtg iP#e iE#E EgF H;EF HEEE PEE= EEg EEEF E*$B fi**F

F'-I$ FeE Efi8$E'-;$

E{ ;;S EAs{ EEgsi HeF Hp;$ Hi.E$g{Eq

Eie

Ea9

s+g =E-g$-F-r$ z
EE,R f;;ii,$ F{ss

Ee EE E5R R E(p si E** *** =3 3Pa


J

at

{fi8
-..| Y

II

t CL Ei
IJ L

F
filll

H
I

$Hq$gHg

5g=ilufl
Y

tr

7=
iO

#> < J 9 z= E

$*
E

f5
Jt
!

l.ll )> fo

z+

F3 ?a = >
s = ,o
oN
lJ-o

IR $i
<(

3a

'H Hl
l+
ar

\< tr (9

3=< =m 4(U < o $=


9 ^6fi < ro_
<(

1e

K2,E

z = J

3's

E
(L Y

<J t

6{ z=

tr

? |.ll
z = o = z

$= o<
o z
F

3B
m

o) ol

lrJ F

o=

UJ

o z

o
N N

o,

ry

(f)

130

(9

x ut

(9

]u

HAS EAssi EE{{ gpF .ge;S ssEs 33Ed sF.: .eE".r .Et:x
PE3 Fg53 g--s[3g-xIe rbo xEFo ;EEg SgEg
.EsAxi

n'a g -Esrq -E-H$ ES EJg E$F$EE iF5 E8e EE"d EgPF Es{
5 r'* ila Y lrJ

R R

Eg EE PF PF
SF* $E* E.=xIEF{

a
F

= ()
o
J

ggE g;EE gEcE s*fiF

E lrj

o
o o
N

+ s

U)

(\l

o o

2 U) z z
m uJ dl =
UJ fL

z
-

o
= o. =
IIJ

(t,

32

IIJ F

131

lF X uJ

o z

(,
.:<

sPor

AH ; gg- * q R Eg$ e$ q { Egs9 FR E*E Ei q EiBe ge ERg ER_9 ;A$ ;45$ iEr{ g{ gi5$
He* rHE;$ qEq
gsXF
Et:g

ES

[U F

tr g
J

lr-

E. (L

U'

ni =
UJ (L

TU

I r.[i @ \<

Pa

;Ee ;[Eg lP#e #s, ,E;3 F'**Ef HeEi Ee EEd* EEEE E**3 .*k

PgF

gFtFi

a$

Ed
:l$

z z
uJ o o = uJ
6

(L J

tL

z !t+
o o
(\l

tr tr uJ o tr. o

dt

LrJ (L

z U>

=o lr- o o(\l

r\t

rH

a=

4U am

3e =(n

4a

xa

f;
(n

o z

(\

o z

s c\l (a c\l
C\l

ry

x ob= o EFE z
ul (9 ul

=3

E,

&

EE$EEi$EgE$E$ '* FA g
fiEHfiEs* E**F *B
iEg iEEg sE: g:
FgF ggXF g.-slxi :l$
HE
o-t5
JE

Ed i$ 'g+ }( 'Eq*' E* Er ; ERg R-9 ggg gg

& gg_5* ,*$

5H *

F -.1 Y J ltl E tL tr J

ft-cra

o v. (L
=
di

]L

z tu

(L J u l

rF=
+Y
t t

ipa

=3

Va 3F'
UJ

*-a$i
q.

ro +3
z+

b>t

o-

l-B
oN
tLO

fitr 3A
(9<

xa 1e EF $=
<J E. t

5ft z=

J-|il -

s
(L l

r* s
g> (r<

.il

z
I

d \< =

o o z
F

3'E
m

UJ F

o=

UJ

3t,

o z

o) c\l
@ (\I

o{

133

ol

o z

X tU

$
OtN

<.r

I ?
- c
d

a g di j'

ii

;,;t

Er(D

iE#o ggF Hx-EEFeE= #ao1 'Ei . EEk *o'0F EEEt


e=.!eo fiE+i S #ff

:6i ir= EF{ HEF gtr


IEE

Eef gHs EgHt H$ EIE ET=& E;E,R P$


:;3R flE;r EF*3BEXs oE;E6o EsqFi 3$Eq -Es::gi-:tp qd EFi aP :tF

;b6{

SsF a E s9 HaR
he g=s,$ "'*

E EU = =( a P = = . : :F b

.!9

-oa td

ES da

-P

(9 UJ
F (L

"s6*
Jfr

I Pa

=-?

tr t

o tr (L
di

J lJ-

z lrJ
(L

rF=
+Y J
E
IIJ

tr lpa
=3

L
il

z rtg z) < = > trJ

f;a $r

Pa
+3 EA $i
UJ IL

J E5 "t rL lll

F
fiUil

z+

Va 3F
4=.
$=

KAtr

oc{ <J

rS =o lro

l J< (( E

z)

*e
<(m

=m <w

rH o <
1=
a J

3-6

5* z)
tr
<J

(L f

r f*
ft..,_
(o
tJ)

d
Y

z
I

S= o<
(9

o
=

3A
z
F

L o

UJ F

o. =

IIJ

tn

@ F-

o z

o C\l o)

ry
N

C\

$ C\!

6l
(f)

tJ)

C\l

134

ot

$
(\l Ol

t\

a
t}

5,ii
p. E ;= = :v

Egg :Eir* 26c6;.(


EF{

BI

*-fr. E+ {
E<fat

R
d

9 s-

d, A

E(E Y 5 Ei

-oa
-!9'-

Es Aq
E;(
U) F

-P

Q*

iri

EE*3.
gEX:
=4o'

EE;r

EEHs fPq R !g!d


.ES::
orqrr{
=Fq-

#t{

*EEd B{
E{
8P
(rF

S.pa ;eS EFi

BEF g E9

fia
It

[i U) Y

t\

tu z z =
dl LlJ dl

SsEq EFi
rrri

E';*F E'$EE HeE= E7 EEIfi EEEF E*B *K

;[9

PE F = '

iEEg

lP'He ,#E

uJ
(L
J

+ z \i o x o
6 GI

tr IU o tr o lL

E.

I.IJ (L

z U)

v o o (\l (D

z z
(D uJ (I! LU (L

E
(L f

d
Y

z = r m

z
F

o= ul

IIJ

L o

135

EgEg

Eg EE

EHEE,E*es*g
I tr
UJ

ggSFggggg*ggg
o
+ \t<
OY

z r

=< AiE

R9

o o
N

6S
<z :tr< <tr
dl

ZC'

fl

z
=

z ut o. L 136
= lrl F

3t,

Ee EE $F $F EE H:
FE EE8$ E#;$ 3Eg

sEtg pepe iege #EH #Esfi E**Fli*sF

EE$ E$e$ rai$ E$e$ s Eg;s


Etu d6>ra

Es^ { E$HEs s$gr


F FL R

x. |'U
+

=< 6i t' z
I

R9

.t{ o:<

c! v, \<

o o

=,<

zo <z
f<

<(r (n

z
I

UJ

o z
F dt

o-

(t,

= ul

o z

137

Eg EE

eF FF E.: 8.:
ifs Efi8$ 5g;$ E#Ig

sHs*usstFs*F flE$Hp;$ 3I.ssEIFs


J t
+
]U

Fsf;ess* FsE FsE*


o
o\<

s<

=< Aitr z
T

Rg

m
F

o o (\l -

z0 <z

6{

{fl m

fl

z
-

o
=

z
F

o= UJ

lrJ

U' a

138

LAMPIRAN F

LampiranF Daftar Nama a) Pemrakarsa Penyusun / Subdit PenyiapanStandar dan Pedoman,DirektoratBina Teknik, DirektoratJenderal PekerjaanUmum. Bina Marga,Departemen b) Tim Pembahas
a a a a a a o a a a a a a a

lr. Palgunadi, M.Eng.Sc lr. Agus Nugroho,MM lr. HerryVaza, M.Eng.Sc lr. lwanZarkasi,M.Eng.Sc lr. SjofuaRosliansyah, MM DR. lr. FauzriFahmiddin lr. Jaja Pryadi, M.Eng.Sc lr. LanyHidayat, M.si lr. Bambang Widianto, M.Sc Ade Sutisna,S. Kom SofyanMulyana,BE YudhoDwiHadiarto, ST Budianto, ST Sukisno, ST