Anda di halaman 1dari 39

Page |1

1.Muhammad Helmi bin Haron 2. Henderina Welmince Doko Rehi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

10.2009.274 10.2009.005

Jl.Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510 http://www.ukrida.ac.id/

PENDAHULUAN Telah diketahui bahwa untuk dapat memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, mencegah, dan mengobati penyakit serta memulihkan kesehatan masyarakat perlulah disediakan dan diselenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat (public health services) yang sebaikbaiknya. Untuk dapat menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan tersebut, banyak yang harus diperhatikan. Yang paling penting adalah pelayanan masyarakat yang dimaksud harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun sekalipun terdapat kesesuaian yang seperti ini telah menjadi kesepakatan semua pihak, namun dalam praktek sehari-hari tidaklah mudah dalam menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang dimaksud. Untuk mengatasinya, telah diperoleh semacam kesepakatan bahwa perumusan kebutuhan kesehatan dapat dilakukan jika diketahui masalah kesehatan dimasyarakat. Dengan kesepakatan yang seperti ini diupayakanlah menemukan masalah kesehatan yang ada dimasyarakat tersebut. Demikianlah, berpedoman pada kesepakatan yang seperti ini, dilakukan berbagai upaya untuk menemukan serta merumuskan masalah kesehatan dimasyarakat. Upaya tersebut dikaitkan dengan menentukan frekuensi, penyebaran serta faktor-faktor yang mempengaruhi frekuansi dan penyebaran disuatu masalah kesehatan dimasyarakat tercakup dalam suatu cabang ilmu khusus yang disebut dengan nama Epidemiologi.

Page | 1

Page |2

Subjek dan objek epidemiologi adalah tentang masalah kesehatan. Ditinjau dari sudut epidemiologi, pemahaman tentang masalah kesehatan berupa penyakit amatlah penting. Karena sebenarnya berbagai masalah kesehatan yang bukan penyakit hanya akan mempunyai arti apabila ada hubungannya dengan soal penyakit. Apabila suatu masalah kesehatan tidak sangkut pautnya dengan soal penyakit., maka pada lazimnya masalah kesehatan tersebut tidak terlalu diperioritaskan penanggulangannya. Demikianlah karena pentingnya soal penyakit ini, maka perlulah dipahami dengan sebaikbaiknya hal ikhwal yang berkaitan dengan penyakit tersebut. Kepentingan dalam epidemiologi paling tidak untuk mengenal ada atau tidaknya suatu penyakit di masyarakat sedemikian rupa sehingga ketika dilakukan pengukuran tidak ada yang sampai luput atau tercampur dengan penyakit lainnya yang berbeda. 1.PEMBAHASAN Jika ditinjau dari asal kata, epidemiologi berarti ilmu yang memepelajari tentang penduduk (yunani: epi = pada atau tentang, demos = penduduk, logos = ilmu). Pada saat ini epidemiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Suatu ilmu yang awalnya mempelajari timbulnya, perjalanan, dan pencegahan pada penyakit infeksi menular.Tapi dalam perkembangannya hingga saat ini masalah yang dihadapi penduduk tidak hanya penyakit menular saja, melainkan juga penyakit tidak menular, penyakit degenaratif, kanker, penyakit jiwa, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Oleh karena itu, epidemiologi telah menjangkau hal tersebut. 1.1 PENEGERTIAN EPIDEMIOLOGI MENURUT BEBERAPA AHLI1,2,3,4 Sebagai ilmu yang selalu berkembang, Epidemiologi senantiasa mengalami perkembangan pengertian dan karena itu pula mengalami modifikasi dalam batasan/definisinya. Beberapa definisi :

1. Greenwood ( 1934 )

Page | 2

Page |3

Mengatakan bahwa Epidemiologi mempelajari tentang penyakit dan segala macam kejadian yang mengenai kelompok ( herd ) penduduk. Kelebihannya adalah adanya penekanan pada kelompok Penduduk yang mengarah kepada Distribusi suatu penyakit.

2. Brian Mac Mahon ( 1970 ) "Epidemiology is the study of the distribution and determinants of disease frequency in man". Epidemiologi adalah Studi tentang penyebaran dan penyebab frekwensi penyakit pada manusia dan mengapa terjadi distribusi semacam itu. Di sini sudah mulai menentukan distribusi penyakit dan mencari penyebab terjadinya distribusi dari suatu penyakit.

3. Wade Hampton Frost ( 1972 ) Mendefinisikan Epidemiologi sebagai Suatu pengetahuan tentang fenomena massal ( Mass Phenomen ) penyakit infeksi atau sebagai riwayat alamiah ( Natural History ) penyakit menular. Di sini tampak bahwa pada waktu itu perhatian epidemiologi hanya ditujukan kepada masalah penyakit infeksi yang terjadi/mengenai masyarakat/massa.

4. Anders Ahlbom & Staffan Norel ( 1989 ) Epidemiologi adalah Ilmu Pengetahuan mengenai terjadinya penyakit pada populasi manusia.

5. Gary D. Friedman ( 1974 ) Epidemiology is the study of disease occurance in human populations.

6. Abdel R. Omran ( 1974 ) Epidemiologi adalah suatu ilmu mengenai terjadinya dan distribusi keadaan kesehatan, penyakit dan perubahan pada penduduk, begitu juga determinannya serta akibat akibat yang terjadi pada kelompok penduduk.

7. Barbara Valanis Epidemiology is term derived from the greek languang ( epid = upon ; demos = people ; logos = science ).
Page | 3

Page |4

8. Last ( 1988 ) Epidemiology is study of the distribution and determinants of health related states or events in specified population and the application of this study to control of problems.

9. Elizabeth Barrett Epidemiology is study of the distribution and causes of diseases.

10. Hirsch ( 1883 ) Epidemiologi adalah suatu gambaran kejadian, penyebaran dari jenis jenis penyakit pada manusia pada saat tertentu di berbagai tempat di bumi dan mengkaitkan dengan kondisi eksternal

11. Judith S. Mausner ; Anita K. Bahn Epidemiology is concerned with the extend and types of illness and injuries in groups of people and with the factors which influence their distribution.

12. Robert H. Fletcher ( 1991 ) Epidemiologi adalah disiplin riset yang membahas tentang distribusi dan determinan penyakit dalam populasi.

13. Lewis H. Rohf ; Beatrice J. Selwyn Epidemiology is the description and explanation of the differences in accurence of events of medical concern in subgroup of population, where the population has been subdivided according to some characteristic believed to influence of the event.

14. Lilienfeld ( 1977 ) Epidemiologi adalah suatu metode pemikiran tentang penyakit yang berkaitan dengan penilaian biologis dan berasal dari pengamatan suatu tingkat kesehatan populasi.

15. Moris ( 1964 )


Page | 4

Page |5

Epidemiologi adalah suatu pengetahuan tentang sehat dan sakit dari suatu pendud

1.2 PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI DITINJAU DARI BERBAGAI ASPEK1,2,3,4 1. Aspek Akademik Secara akademik, epidemiologi berarti Analisa data kesehatan, sosial-ekonomi, dan trend yang terjadi untuk mengindentifikasi dan menginterpretasi perubahan-perubahan kesehatan yang terjadi atau akan terjadi pada masyarakat umum atau kelompok penduduk tertentu. 2. Aspek Klinik Ditinjau dari aspek klinik, Epidemiologi berarti Suatu usaha untuk mendeteksi secara dini perubahan insidensi atau prevalensi yang dilakukan melalui penemuan klinis atau laboratorium pada awal timbulnya penyakit baru dan awal terjadinya epidemi.

3. Aspek praktis Secara praktis epidemiologi berarti ilmu yang ditujukan pada upaya pencegahan penyebaran penyakit yang menimpa individu, kelompok penduduk atau masyarakat umum.

4. Aspek Administrasi Epidemiologi secara administratisi berarti suatu usaha mengetahui keadaan masyarakat di suatu wilayah atau negara agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan masyarakat

1.3 PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI MENURUT WHO Studi tentang distribusi dan determinan kesehatan yg berkaitan dgn kejadian di populasi dan aplikasi dari studi utk pemecahan masalah kesehatan.

2.PENILITIAN EPIDEMIOLOGI2,3,5,6 Secara sederhana, studi epidemiologi dapat dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut :
Page | 5

Page |6

1. Epidemiologi deskriptif, o Cross Sectional Study o Studi potong lintang/studi prevalensi o Survei. 2. Epidemiologi analitik terdiri dari : o Non eksperimental : Studi kohort / follow up / incidence / longitudinal / prospektif studi. Kohort diartikan sebagai sekelompok orang. Tujuan studi mencari akibat (penyakitnya). Studi kasus kontrol/case control study/studi retrospektif. Tujuannya mencari faktor penyebab penyakit. Studi ekologik. Studi ini memakai sumber ekologi sebagai bahan untuk penyelidikan secara empiris fakto resiko atau karakteristik yang berada dalam keadaan konstan di masyarakat. Misalnya, polusi pembakaran BBM yang terjadi di kota-kota besar. udara akibat sisa

o Eksperimental. Dimana penelitian dapat melakukan manipulasi/mengontrol faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian dan dinyatakan sebagai tes yang paling baik untuk menentukan cause and effect relationship serta tes yang berhubungan dengan etiologi, kontrol, terhadap penyakit maupun untuk menjawab pertanyaan masalah ilmiah lainnya. Studi eksperimen dibagi menjadi 2 (dua) yaitu : Clinical Trial. Contoh : o Pemberian obat hipertensi pada orang dengan tekanan darah tinggi untuk mencegah terjadinya stroke.
Page | 6

Page |7

o Pemberian Tetanus Toxoid pada ibu hamil untuk menurunkan frekuensi Tetanus Neonatorum. Community Trial. Contoh : o Studi Pemberian zat flourida pada air minum.

Secara garis besar,studi epidemiologi dapat dibagi menjadi dua studi yang mempunyai tujuan masing masing dari pelaksanaannya yaitu: Tabel 1 Epidemiologi deskriptif Epidemiologi analitik

Studi yang mempelajari keadaan Studi yang mempelajari determinant kesehatan. atau faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya masalah kesehatan. Hanya sedikit informasi yang Banyak informasi yang diketahui.

diketahui. Epidemiologi deskriptif dan analitik

3.BATASAN EPIDEMIOLOGI1,2,3,4 Pada saat ini epidemiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok menusia serta faktor-faktor yang

mempengaruhinya. Dari batasan yang seperti ini, segera terlihat bahwa dalam pengertian epidemiologi terdapat tiga hal yang bersifat pokok yakni:

Page | 7

Page |8

a)

Frekuensi masalah kesehatan

Frekuensi masalah kesehatan dini dimaksudkan untuk menunjuk kepada besarnya masalah kesehatan yang terdapat pada sekelompok manusia. Untuk dapat mengetahui frekuensi suatu masalah kesehatan dengan tepat ada dua hal pokok yang harus dilakukan yakni menemukan masalah kesehatan yang dimaksud untuk kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengukuran atas masalah kesehatan yang ditemukan tersebut. b) Penyebaran masalah kesehatan

Yang dimaksud dengan penyebaran masalah kesehatan disini ialah menunujuk kepada pengelompokkan masalah kesehatan menurut suatu keadaan tertentu. Keadaan tertentu yang dimaksudkan banyak macamnya, yang dalam epidemiologi dibedakan atas tiga macam yakni menurut ciri-ciri manusia (man), menurut tempat (place), dan menurut waktu (time) c) Faktor-faktor yang mempengaruhi

Yang dimaksud dengan faktor-faktor yang mempengaruhi disini ialah menunujuk kepada faktor penyebab dari suatu masalah kesehatan, baik yang menerangkan frekuensi, penyebaran dan ataupun yang menerangkan penyebab munculnya masalah kesehatan itu sendiri. Untuk itu ada tiga langkah pokok yang lazim dilakukan yakni merumuskan hipotesa tentang penyebab yang dimaksud, melakukan pengujian terhadap rumusan hipotesa yang telah disusun dan setelah itu menarik kesimpulan terhadapnya. Dengan diketahuinya penybab suatu masalah kesehatan, dapatlah disusun langkah-langkah penanggulangan selanjutnya dari masalah kesehatan tersebut. 4.RUANG LINGKUP EPIDEMIOLOGI1,2,3,4 Seperti berbagai cabang ilmu lainnya, epidemiologi juga mempunyai ruang lingkup kegiatan tersendiri. Ruang lingkup yang dimaksud secara sederhana dapat dibedakan atas tiga macam yakni:

Page | 8

Page |9

3. Masalah kesehatan sebagai subjek dan objek epidemiologi Epidemiologi tidak hanya sekedar mempelajari masalah-masalah penyakit-penyakit saja, tetapi juga mencakup masalah kesehatan yang sangat luas ditemukan di masyarakat. Diantaranya masalah keluarga berencana, masalah kesehatan lingkungan, pengadaan tenaga kesehatan, pengadaan sarana kesehatan dan sebagainya. Dengan demikian, subjek dan objek epidemiologi berkaitan dengan masalah kesehatan secara keseluruhan. 4. Masalah kesehatan pada sekelompok manusia Pekerjaan epidemiologi dalam mempelajari masalah kesehatan, akan memanfaatkan data dari hasil pengkajian terhadap sekelompok manusia, apakah itu menyangkut masalah penyakit, keluarga berencana atau kesehatan lingkungan. Setelah dianalisis dan diketahui penyebabnya dilakukan upaya-upaya penanggulangan sebagai tindak lanjutnya. 5. Pemanfaatan data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan dalam merumuskan penyebab timbulnya suatu masalah kesehatan. Pekerjaan epidemiologi akan dapat mengetahui banyak hal tentang masalah kesehatan dan penyebab dari masalah tersebut dengan cara menganalisis data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan yang terjadi pada sekelompok manusia atau masyarakat. Dengan memanfaatkan perbedaan yang kemudian dilakukan uji 9tatistic, maka dapat dirumuskan penyebab timbulnya masalah kesehatan. 5.MANFAAT EPIDEMIOLOGI1,2,3,4 Dari batasan dan ruang lingkup pengertiannya , maka epidemiologi sebagai kumpulan metoda pengamatan yang mencakup berbagai bidang ilmu juga mempunyai manfaat yang cukup luas, terutama dalam ilmu kesehatan masyarakat maupun ilmu kedokteran pada umumnya. Meskipun demikian manfaat utama epidemiologi pada hakekatnya secara garis besarnya dapat epidemiologi pada hakekatnya secara garis besarnya dapat dikelompokkan antara lain sebagai berikut:
Page | 9

P a g e | 10

1)

Untuk mengenali dan memahami penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Sesuai dengan

batasannya ,maka epidemiologi bermanfaat untuk dapat menguraikan dan memahami proses terjadinya dan penyebarannya penyakit dan masalah kesehatan, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. 2) Untuk melengkapi body of knowledge dan riwayat ilmiah penyakit. Suatu pengamatan

epidemiologis hendaknya selalu merupakan upaya penelitian yang hasilnya diharapkan akan dapat lebih melengkapi riwayat alamiah penyakit yang sekaligus juga merupakan body of knowledge dari penyakit atau masalah kesehatan yang bersangkutan. 3) Untuk dapat diaplikasikan dalam upaya pengendalian dan penanggulangan penyakit atau

maslah kesehatan. Segala upaya untuk selalu lebih melengkapi pemahaman kita tentang riwayat alamiah penyakit tidak lain maksudnya adalah agar kita dapat menemukan jalan keluar dalam upaya menanggulangi masalah penyakit tadi. Peranannya dalam pemecahan masalah kesehatan di masyarakat Meninjau dari penjelasan tentang pengertian epidemiologi, serta ruang lingkupnya, seorang ahli epidemiologi atau epidemiolog memiliki peran-peran penting dalam kesehatan masyarakat. Ada beberapa peranan epidemiolog dalam kesehatan masyarakat, diantaranya adalah: 1. Mencari / mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi timbulnya gangguan kesehatan atau penyakit dalam suatu masyarakat tertentu dalam usaha mencari data untuk penanggulangan serta cara pencegahannya. 2. Menyiapkan data / informasi untuk keperluan program kesehatan dengan menilai status kesehatan dalam masyarakat serta memberikan gambaran tentang kelompok penduduk yang terancam. 3. Membantu menilai beberapa hasil program kesehatan. 4. Mengembangkan metodologi dalam menganalisis penyakit serta cara mengatasinya, baik penyakit perorangan ( tetapi dianalisis dalam kelompok ) maupun kejadian luar biasa ( KLB ) / wabah dalam masyarakat.

Page | 10

P a g e | 11

Epidemiologi juga memiliki manfaat penting dalam menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat yaitu memberikan gambaran (deskripsi) tentang penyebaran (distribusi), besar dan luasnya masalah kesehatan dan lainnya ,menjelaskan interaksi faktor-faktor agent, host and environment ,menguraikan kelompok Penduduk yang dalam risiko dan risiko tinggi terhadap kelompok Penduduk yang tidak mempunyai Risiko ,mengevaluasi efektivitas dan efisiensi serta keberhasilan kegiatan , membantu pekerjaan administratif kesehatan yaitu planning (perencanaan) ,monitoring (pengamatan) ,dan evaluation (evaluasi) , menerangkan penyebab masalah kesehatan sehingga dapat disusun langkah-langkah penanggulangannya, Dapat menerangkan perkembangan alamiah suatu penyakit, Dapat menerangkan keadaan suatu masalah kesehatan yaitu: Epidemi, Pandemi, Endemi, dan Sporadik. 6.SEGITIGA EPIDEMIOLOGI2,3,5,6 Segitiga epidemiologi adalah modal utama yang harus dimiliki oleh seorang epideniolog. Ini merupakan teori dasar yang terkenal sejak disiplin ilmu epidemiologi mulai digunakan di dunia. Dalam bidang epidemiologi terdapat sedikitnya 3 segitiga epidemiologi yang saling terkait satu sama lain yaitu : Agent-Host-Environment (AHE), Person-Place-Time (PPT), Frekuensi- Distribusi- Determinan (FDD)

6.1. HOST, AGENT, ENVIRONTMENT Segitga epidemiologi ini sangat umum digunakan oleh para ahli dalam menjelasakan kosep berbagai permasalahan kesehatan termasuk salah satunya adalah terjainya penyakit. Hal ini sangat komprehensif dalam memprediksi suatu penyakit. Terjadinya suatu penyakit sangat tergantung dari keseimbangan dan interaksi ke tiganya. 6.1.1.AGENT Merupakan berbagai unsur seperti unsur biologis yang dikarenakan oleh mikro organisme (virus, bakteri, jamur, parasit, protzoa, metazoa, dll), unsur nutrisi karena bahan makanan yang tidak

Page | 11

P a g e | 12

memenuhi standar gizi yang ditentukan, unsur kimiawi yang disebabkan karena bahan dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh sendiri (karbon monoksid, obat-obatan, arsen, pestisida, dll), unsur fisika yang disebabkan oleh panas, benturan, dll, serta unsur psikis atau genetik yang terkait dengan heriditer atau keturun. Demikian juga dengan unsur kebiasaan hidup (rokok, alcohol, dll), perubahan hormonal dan unsur fisioloigis seperti kehamilan, persalinan, dll. 6.1.2.HOST Host atau penjamu ialah keadaan manusia yangsedemikan rupa sehingga menjadi faktor risiko untuk terjadinya suatu penyakit. Faktor ini di sebabkan oleh faktor intrinsik. Factor penjamu yang biasanya menjadi factor untuk timbulnya suatu penyakit sebagai berikut 1. Umur. Misalnya, usia lanjut lebih rentang unutk terkena penyakit karsinoma, jantung dan lainlain daripada yang usia muda. 2. Jenis kelamin (seks). Misalnya , penyakit kelenjar gondok, kolesistitis, diabetes melitus cenderung terjadi pada wanita serta kanker serviks yang hanya terjadi pada wanita atau penyakit kanker prostat yang hanya terjadi pada laki-laki atau yang cenderung terjadi pada laki-laki seperti hipertensi, jantung, dll. 3. Ras, suku (etnik). Misalnya pada ras kulit putih dengan ras kulit hitam yang beda kerentangannay terhadapa suatu penyakit. 4. Genetik (hubungan keluarga). Misalnya penyakit yang menurun seperti hemofilia, buta warna, sickle cell anemia, dll. 5. Status kesehatan umum termasuk status gizi, dll 6. Bentuk anatomis tubuh 7. Fungsi fisiologis atau faal tubuh 8. Keadaan imunitas dan respons imunitas 9. Kemampuan interaksi antara host dengan agent 10. Penyakit yang diderita sebelumnya
Page | 12

P a g e | 13

11. Kebiasaan hidup dan kehidupan sosial dari host sendiri 6.1.3.ENVIRONMENT/LINGKUNGAN Faktor lingkungan adalah faktor yang ketiga sebagai penunjang terjadinya penyakit, hali ini karena faktor ini datangnya dari luar atau biasanya disebut dengan faktor ekstrinsik. Faktor lingkungan ini dapat dibagi menjadi: 1. Lingkungan Biologis (flora & fauna) Mikro organisme penyebab penyakit Reservoar, penyakit infeksi (binatang, tumbuhan). Vektor pembawa penyakit umbuhan & binatang sebagai sumber bahan makanan, obat dan lainnya 2. Lingkungan Fisik Yang dimaksud dengan lingkungan fisik adalah yang berwujud geogarfik dan musiman. Lingkungan fisik ini dapat bersumber dari udara, keadaan tanah, geografis, air sebagai sumber hidup dan sebagai sumber penyakit, Zat kimia atau polusi, radiasi, dll. 3. Lingkungan Sosial Ekonomi Yang termasuk dalam faktor lingkungan soial ekonomi adalah sistem ekonomi yang berlaku yang mengacu pada pekerjaan sesorang dan berdampak pada penghasilan yang akan berpengaruh pada kondisi kesehatannya. Selain itu juga yang menjadi masalah yang cukup besar adalah terjadinya urbanisasi yang berdampak pada masalah keadaan kepadatan penduduk rumah tangga, sistem pelayanan kesehatan setempat, kebiasaan hidup masyarakat, bentuk organisasi masyarakat yang kesemuanya dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan terutama munculnya bebagai penyakit.

Page | 13

P a g e | 14

6.2. TIME, PLACE, PERSON 6.2.1.Orang (Person) Disini akan dibicarakan peranan umur, jenis kelamin, kelas sosial, pekerjaan, golongan etnik, status perkawinan, besarnya keluarga, struktur keluarga dan paritas. 6.2.1.1.Umur Umur adalah variabel yang selalu diperhatikan didalam penyelidikan-penyelidikan epidemiologi. Angka-angka kesakitan maupun kematian didalam hampir semua keadaan menunjukkan hubungan dengan umur. Dengan cara ini orang dapat membacanya dengan mudah dan melihat pola kesakitan atau kematian menurut golongan umur. Persoalan yang dihadapi adalah apakah umur yang dilaporkan tepat, apakah panjangnya interval didalam pengelompokan cukup untuk tidak menyembunyikan peranan umur pada pola kesakitan atau kematian dan apakah pengelompokan umur dapat dibandingkan dengan pengelompokan umur pada penelitian orang lain. Didalam mendapatkan laporan umur yang tepat pada masyarakat pedesaan yang kebanyakan masih buta huruf hendaknya memanfaatkan sumber informasi seperti catatan petugas agama, guru, lurah dan sebagainya. Hal ini tentunya tidak menjadi soal yang berat dikala mengumpulkan keterangan umur bagi mereka yang telah bersekolah. 6.2.1.2.Jenis Kelamin Angka-angka dari luar negeri menunjukkan bahwa angka kesakitan lebih tinggi dikalangan wanita sedangkan angka kematian lebih tinggi dikalangan pria, juga pada semua golongan umur. Untuk Indonesia masih perlu dipelajari lebih lanjut. Perbedaan angka kematian ini, dapat disebabkan oleh faktor-faktor intinsik. Yang pertama diduga meliputi faktor keturunan yang terkait dengan jenis kelamin atau perbedaan hormonal sedangkan yang kedua diduga oleh karena berperannya faktor-faktor lingkungan (lebih banyak pria mengisap rokok, minum minuman keras, candu, bekerja berat, berhadapan dengan pekerjaan-pekerjaan berbahaya, dan seterusnya).
Page | 14

P a g e | 15

Sebab-sebab adanya angka kesakitan yang lebih tinggi dikalangan wanita, di Amerika Serikat dihubungkan dengan kemungkinan bahwa wanita lebih bebas untuk mencari perawatan. Di Indonesia keadaan itu belum diketahui. Terdapat indikasi bahwa kecuali untuk beberapa penyakit alat kelamin, angka kematian untuk berbagai penyakit lebih tinggi pada kalangan pria.

6.2.1.3.Kelas Sosial Kelas sosial adalah variabel yang sering pula dilihat hubungannya dengan angka kesakitan atau kematian, variabel ini menggambarkan tingkat kehidupan seseorang. Kelas sosial ini ditentukan oleh unsur-unsur seperti pendidikan, pekerjaan, penghasilan dan banyak contoh ditentukan pula oleh tempat tinggal. Karena hal-hal ini dapat Mempengaruhi berbagai aspek kehidupan termasuk pemeliharaan kesehatan maka tidaklah mengherankan apabila kita melihat perbedaan-perbedaan dalam angka kesakitan atau kematian antara berbagai kelas sosial. Masalah yang dihadapi dilapangan ialah bagaimana mendapatkan indikator tunggal bagi kelas sosial. Di Inggris, penggolongan kelas sosial ini didasarkan atas dasar jenis pekerjaan seseorang yakni I (profesional), II (menengah), III (tenaga terampil), IV (tenaga setengah terampil) dan V (tidak mempunyai keterampilan). Di Indonesia dewasa ini penggolongan seperti ini sulit oleh karena jenis pekerjaan tidak memberi jaminan perbedaan dalam penghasilan. Hubungan antara kelas sosial dan angka kesakitan atau kematian kita dapat mempelajari pula dalam hubungan dengan umur, dan jenis kelamin. 6.2.1.4. Jenis Pekerjaan Jenis pekerjaan dapat berperan didalam timbulnya penyakit melalui beberapa jalan yakni a. Adanya faktor-faktor lingkungan yang langsung dapat menimbulkan kesakitan seperti bahan-bahan kimia, gas-gas beracun, radiasi, benda-benda fisik yang dapat menimbulkan kecelakaan dan sebagainya.

Page | 15

P a g e | 16

b. Situasi pekerjaan yang penuh dengan stress (yang telah dikenal sebagai faktor yang berperan pada timbulnya hipertensi, ulkus lambung). c. Ada tidaknya gerak badan didalam pekerjaan; di Amerika Serikat ditunjukkan bahwa penyakit jantung koroner sering ditemukan di kalangan mereka yang mempunyai pekerjaan dimana kurang adanya gerak badan. d. Karena berkerumun di satu tempat yang relatif sempit maka dapat terjadi proses penularan penyakit antara para pekerja. e. Penyakit karena cacing tambang telah lama diketahui terkait dengan pekerjaan di tambang. Penelitian mengenai hubungan jenis pekerjaan dan pola kesakitan banyak dikerjakan di Indonesia terutama pola penyakit kronis misalnya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan kanker.Jenis pekerjaan apa saja yang hendak dipelajari hubungannya dengan suatu penyakit dapat pula memperhitungkan pengaruh variabel umur dan jenis kelamin. 6.2.1.5.Penghasilan Yang sering dilakukan ialah menilai hubungan antara tingkat penghasilan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan maupun pencegahan. Seseorang kurang memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada mungkin oleh karena tidak mempunyai cukup uang untuk membeli obat, membayar transport, dan sebagainya. 6.2.1.6.Golongan Etnik Berbagai golongan etnik dapat berbeda didalam kebiasaan makan, susunan genetika, gaya hidup dan sebagainya yang dapat mengakibatkan perbedaan-perbedaan didalam angka kesakitan atau kematian. Didalam mempertimbangkan angka kesakitan atau kematian suatu penyakit antar golongan etnik hendaknya diingat kedua golongan itu harus distandarisasi menurut susunan umur dan kelamin ataupun faktor-faktor lain yang dianggap mempengaruhi angka kesakitan dan kematian itu.

Page | 16

P a g e | 17

Penelitian pada golongan etnik dapat memberikan keterangan mengenai pengaruh lingkungan terhadap timbulnya suatu penyakit. Contoh yang klasik dalam hal ini ialah penelitian mengenai angka kesakitan kanker lambung.

Didalam penelitian mengenai penyakit ini di kalangan penduduk asli di Jepang dan keturunan Jepang di Amerika Serikat, ternyata bahwa penyakit ini menjadi kurang prevalen di kalangan turunan Jepang di Amerika Serikat. Ini menunjukkan bahwa peranan lingkungan penting didalam etiologi kanker lambung.

6.2.1.7.Status Perkawinan Dari penelitian telah ditunjukkan bahwa terdapat hubungan antara angka kesakitan maupun kematian dengan status kawin, tidak kawin, cerai dan janda; angka kematian karena penyakit-penyakit tertentu maupun kematian karena semua sebab makin meninggi dalam urutan tertentu. Diduga bahwa sebab-sebab angka kematian lebih tinggi pada yang tidak kawin dibandingkan dengan yang kawin ialah karena ada kecenderungan orang-orang yang tidak kawin kurang sehat. Kecenderungan bagi orang-orang yang tidak kawin lebih sering berhadapan dengan penyakit, atau karena adanya perbedaan-perbedaan dalam gaya hidup yang berhubungan secara kausal dengan penyebab penyakit-penyakit tertentu. 6.2.1.8.Besarnya Keluarga Didalam keluarga besar dan miskin, anak-anak dapat menderita oleh karena penghasilan keluarga harus digunakan oleh banyak orang. 6.2.1.9.Struktur Keluarga Struktur keluarga dapat mempunyai pengaruh terhadap kesakitan (seperti penyakit menular dan gangguan gizi) dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Suatu keluarga besar karena besarnya tanggungan secara relatif mungkin harus tinggal berdesak-desakan didalam rumah yang luasnya terbatas hingga memudahkan penularan penyakit menular di kalangan anggota-anggotanya; karena persediaan harus digunakan untuk anggota keluarga yang besar maka mungkin pula tidak dapat membeli cukup makanan yang
Page | 17

P a g e | 18

bernilai gizi cukup atau tidak dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia dan sebagainya. 6.2.1.10.Paritas Tingkat paritas telah menarik perhatian para peneliti dalam hubungan kesehatan si ibu maupun anak. Dikatakan umpamanya bahwa terdapat kecenderungan kesehatan ibu yang berparitas rendah lebih baik dari yang berparitas tinggi, terdapat asosiasi antara tingkat paritas dan penyakit-penyakit tertentu seperti asma bronchiale, ulkus peptikum, pilorik stenosis dan seterusnya. Tapi kesemuanya masih memerlukan penelitian lebih lanjut. 6.2.2.Tempat (Place) Pengetahuan mengenai distribusi geografis dari suatu penyakit berguna untuk perencanaan pelayanan kesehatan dan dapat memberikan penjelasan mengenai etiologi penyakit. Perbandingan pola penyakit sering dilakukan antara : Batas daerah-daerah pemerintahan Kota dan pedesaan Daerah atau tempat berdasarkan batas-batas alam (pegunungan, sungai, laut atau padang pasir) Negara-negara Regional Untuk kepentingan mendapatkan pengertian tentang etiologi penyakit, perbandingan menurut batas-batas alam lebih berguna daripada batas-batas administrasi pemerintahan. Hal-hal yang memberikan kekhususan pola penyakit di suatu daerah dengan batas-batas alam ialah : o keadaan lingkungan yang khusus seperti temperatur, kelembaban, turun hujan, ketinggian diatas permukaan laut, keadaan tanah, sumber air, derajat isolasi terhadap pengaruh luar yang tergambar dalam tingkat kemajuan ekonomi, pendidikan, industri, pelayanan kesehatan, bertahannya tradisi-tradisi yang merupakan hambatan-hambatan pembangunan,
Page | 18

P a g e | 19

o faktor-faktor sosial budaya yang tidak menguntungkan kesehatan atau pengembangan kesehatan, sifat-sifat lingkungan biologis (ada tidaknya vektor penyakit menular tertentu, reservoir penyakit menular tertentu, dan susunan genetika), dan sebagainya. Pentingnya peranan tempat didalam mempelajari etiologi suatu penyakit menular dapat digambar dengan jelas pada penyelidikan suatu wabah, yang akan diuraikan nanti. Didalam membicarakan perbedaan pola penyakit antara kota dan pedesaan, faktor-faktor yang baru saja disebutkan diatas perlu pula diperhatikan. Hal lain yang perlu diperhatikan selanjutnya ialah akibat migrasi ke kota atau ke desa terhadap pola penyakit, di kota maupun di desa itu sendiri. Migrasi antar desa tentunya dapat pula membawa akibat terhadap pola dan penyebaran penyakit menular di desa-desa yang bersangkutan maupun desa-desa di sekitarnya. Peranan migrasi atau mobilitas geografis didalam mengubah pola penyakit di berbagai daerah menjadi lebih penting dengan makin lancarnya perhubungan darat, udara dan laut; lihatlah umpamanya penyakit demam berdarah. Pentingnya pengetahuan mengenai tempat dalam mempelajari etiologi suatu penyakit dapat digambarkan dengan jelas pada penyelidikan suatu wabah dan pada menyelidikanpenyelidikan mengenai kaum migran. Didalam memperbandingkan angka kesakitan atau angka kematian antar daerah (tempat) perlu diperhatikan terlebih dahulu di tiap-tiap daerah (tempat) : o Susunan umur o Susunan kelamin o Kualitas data o Derajat representatif dari data terhadap seluruh penduduk. Walaupun telah dilakukan standarisasi berdasarkan umur dan jenis kelamin, memperbandingkan pola penyakit antar daerah di Indonesia dengan menggunakan data yang berasal dari fasilitas-fasilitas kesehatan, harus dilaksanakan dengan hati-hati, sebab data tersebut belum tentu representatif dan baik kualitasnya. Variasi geografis pada terjadinya beberapa penyakit atau keadaan lain mungkin berhubungan dengan 1 atau lebih dari beberapa faktor sebagai berikut :

Page | 19

P a g e | 20

o Lingkungan fisis, kemis, biologis, sosial dan ekonomi yang berbeda-beda dari suatu tempat ke tempat lainnya. o Konstitusi genetis atau etnis dari penduduk yang berbeda, bervariasi seperti karakteristik demografi. o Variasi kultural terjadi dalam kebiasaan, pekerjaan, keluarga, praktek higiene perorangan dan bahkan persepsi tentang sakit atau sehat. o Variasi administrasi termasuk faktor-faktor seperti tersedianya dan efisiensi pelayanan medis, program higiene (sanitasi) dan lain-lain. Banyaknya penyakit hanya berpengaruh pada daerah tertentu. Misalnya penyakit demam kuning, kebanyakan terdapat di Amerika Latin. Distribusinya disebabkan oleh adanya reservoir infeksi (manusia atau kera), vektor (yaitu Aedes aegypty), penduduk yang rentan dan keadaan iklim yang memungkinkan suburnya agen penyebab penyakit. Daerah dimana vektor dan persyaratan iklim ditemukan tetapi tidak ada sumber infeksi disebut receptive area untuk demam kuning. Contoh-contoh penyakit lainnya yang terbatas pada daerah tertentu atau yang frekuensinya tinggi pada daerah tertentu, misalnya Schistosomiasis di daerah dimana terdapat vektor snail atau keong (Lembah Nil, Jepang), gondok endemi (endemic goiter) di daerah yang kekurangan yodium. 6.2.3.Waktu (Time) Mempelajari hubungan antara waktu dan penyakit merupakan kebutuhan dasar didalam analisis epidemiologis, oleh karena perubahan-perubahan penyakit menurut waktu menunjukkan adanya perubahan faktor-faktor etiologis. Melihat panjangnya waktu dimana terjadi perubahan angka kesakitan, maka dibedakan : o Fluktuasi jangka pendek dimana perubahan angka kesakitan berlangsung beberapa jam, hari, minggu dan bulan. o Perubahan-perubahan secara siklus dimana perubahan-perubahan angka kesakitan terjadi secara berulang-ulang dengan antara beberapa hari, beberapa bulan (musiman), tahunan, beberapa tahun. o Perubahan-perubahan angka kesakitan yang berlangsung dalam periode waktu yang panjang,bertahun-tahun atau berpuluh tahun yang disebut secular trends.
Page | 20

P a g e | 21

Fluktuasi Jangka Pendek o Pola perubahan kesakitan ini terlihat pada epidemi umpamanya epidemi keracunan makanan (beberapa jam), epidemi influensa (beberapa hari atau minggu), epidemi cacar (beberapa bulan). o Fluktuasi jangka pendek atau epidemi ini memberikan petunjuk bahwa : Penderita-penderita terserang penyakit yang sama dalam waktu bersamaan atau hampir bersamaan. Waktu inkubasi rata-rata pendek. Perubahan-Perubahan Secara Siklus

o Perubahan secara siklus ini didapatkan pada keadaan dimana timbulnya dan memuncaknya angka-angka kesakitan atau kematian terjadi berulang-ulang tiap beberapa bulan, tiap tahun, atau tiap beberapa tahun. Peristiwa semacam ini dapat terjadi baik pada penyakit infeksi maupun pada penyakit bukan infeksi. o Timbulnya atau memuncaknya angka kesakitan atau kematian suatu penyakit yang ditularkan melalui vektor secara siklus ini adalah berhubungan dengan : o Ada tidaknya keadaan yang memungkinkan transmisi penyakit oleh vektor yang bersangkutan, yakni apakah temperatur atau kelembaban

memungkinkan transmisi. o Adanya tempat perkembangbiakan alami dari vektor sedemikian banyak untuk menjamin adanya kepadatan vektor yang perlu dalam transmisi. o o Selalu adanya kerentanan Adanya kegiatan-kegiatan berkala dari orang-orang yang rentan yang menyebabkan mereka terserang oleh vektor bornedisease tertentu. o o Tetapnya kemampuan agen infektif untuk menimbulkan penyakit. Adanya faktor-faktor lain yang belum diketahui. Hilangnya atau berubahnya siklus berarti adanya perubahan dari salah satu atau lebih halhal tersebut diatas. Penjelasan mengenai timbulnya atau memuncaknya penyakit menular yang berdasarkan pengetahuan yang kita kenal sebagai bukan vektor borne secara siklus masih jauh lebih kurang dibandingkan dengan vektor borne diseases yang telah kita kenal. Sebagai contoh, belum dapat diterangkan secara pasti mengapa wabah influensa A bertendensi untuk
Page | 21

P a g e | 22

timbul setiap 2-3 tahun, mengapa influensa B timbul setiap 4-6 tahun, mengapa wabah campak timbul 2-3 tahun (di Amerika Serikat). Sebagai salah satu sebab yang disebutkan ialah berkurangnya penduduk yang kebal (meningkatnya kerentanan) dengan asumsi faktor-faktor lain tetap. Banyak penyakitpenyakit yang belum diketahui etiologinya menunjukkan variasi angka kesakitan secara musiman. Tentunya observasi ini dapat membantu didalam memulai dicarinya etiologi penyakitpenyakit tersebut dengan catatan-catatan bahwa interpretasinya sulit karena banyak keadaan yang berperan terhadap timbulnya penyakit juga ikut berubah pada perubahan musim, perubahan populasi hewan, perubahan tumbuh-tumbuhan yang berperan tempat perkembangbiakan, perubahan dalam susunan reservoir penyakit, perubahan dalam berbagai aspek perilaku manusia seperti yang menyangkut pekerjaan, makanan, rekreasi dan sebagainya. Sebab-sebab timbulnya atau memuncaknya beberapa penyakit karena gangguan gizi secara bermusim belum dapat diterangkan secara jelas. Variasi musiman ini telah dihubung-hubungkan dengan perubahan secara musiman dari produksi, distribusi dan konsumsi dari bahan-bahan makanan yang mengandung bahan yang dibutuhkan untuk pemeliharaan gizi maupun keadaan kesehatan individu-individu terutama dalam hubungan dengan penyakit-penyakit infeksi dan sebagainya. 6.3. FREKUENSI, DISTRIBUSI, DETERMINAT1,2,3 6.3.1.FREKUENSI Frekwensi yang dimaksudkan disini menunjuk pada besarnya masalah kesehatan yang terdapat pada sekelompok manusia/masyarakat. Untuk dapat mengetahui frekwensi suatu masalah kesehatan dengan tepat, ada 2 hal yang harus dilakukan yaitu : Menemukan masalah kesehatan yang dimaksud. Melakukan pengukuran atas masalah kesehatan yang ditemukan tersebut.

Page | 22

P a g e | 23

6.3.2.DISTRIBUSI Yang dimaksud dengan Penyebaran / Distribusi masalah kesehatan disini adalah menunjuk kepada pengelompokan masalah kesehatan menurut suatu keadaan tertentu. Keadaan tertentu yang dimaksudkan dalam epidemiologi adalah menurut Ciri ciri manusia ( PERSON), t tempat ( PLACE ), dan waktu ( TIME ) 6.3.3.DETERMINANT Yang dimaksud disini adalah menunjuk kepada factor penyebab dari suatu penyakit / masalah kesehatan baik yang menjelaskan frekuensi, penyebaran atau pun yang menerangkan penyebab munculnya masalah kesehatan itu sendiri. Dalam hal ini ada 3 langkah yang lazim dilakukan yaitu : Merumuskan Hipotesa tentang penyebab yang dimaksud. Melakukan pengujian terhadap rumusan Hipotesa yang telah disusun. Menarik kesimpulan.

7.CARA PENULARAN4,5,6 Tiga Kelompok utama penyakit menular : a. Penyakit yang sangat berbahaya karena angka kematian sangat tinggi b. penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan kematian dan cacat, walaupun akibatnya lebih ringan dari yang pertama c. Penyakit menular yang jarang menimbulkan kematian dan cacat tetapi dapat mewabah yang menimbulkan kerugian materi. 3 Sifat Utama Aspek Penularan Penyakit Dari Orang Ke Orang : Waktu Generasi (Generation Time) o Masa antara masuknya penyakit pada pejamu tertentu sampai masa kemampuan maksimal pejamu tersebut untuk dapat menularkan penyakit.

Page | 23

P a g e | 24

o Hal ini sangat penting dalam mempelajari proses penularan. Perbedaan masa tunas ditentukan oleh masuknya unsur penyebab sampai timbulnya gejala penyakit sehingga tidak dapat ditentukan pada penyakit dengan gejala yang terselubung, sedangkan waktu generasi untuk waktu masuknya unsur penyebab penyakit hingga timbulnya kemampuan penyakit tersebut untuk menularkan kepada pejamu lain walau tanpa gejala klinik / terselubung. Kekebalan Kelompok (Herd Immunity) o Kekebalan kelompok adalah kemampuan atau daya tahan suatu kelompok penduduk tertentu terhadap serangan/penyebaran unsur penyebab penyakit menular tertentu didasarkan tingkat kekebalan sejumlah tertentu anggota kelompok tersebut. o Herd immunity merupakan factor utama dalam poses kejadian wabah di masyarakat serta kelangsungan penyakit pada suatu kelompok penyakit tertentu. o Wabah terjadi karena 2 keadaan :

Keadaan kekebalan populasi yakni suatu wabah besar dapat terjadi jika agent penyakit infeksi masuk ke dalam suatu populasi yang tidak pernah terpapar oleh agen tersebut / kemasukan suatu agen penyakit menular yang sudah lama absent dalam populasi tersebut.

Bila populasi tertutup seperti asrama, barak dimana keadaan sangat tertutup dan mudah terjadi kontak langsung masuknya sejumlah orangorang yang peka terhadap penyakit tertentu dalam populasi tersebut.

Angka Serangan (Attack Rate) o Adalah sejumlah kasus yang berkembang atau muncul dalam satu satuan waktu tertentu dikalangan anggota kelompok yang mengalami kontak serta memiliki resiko / kerentanan terhadap penyakit tersebut. o Angka serangan ini bertunjuan untuk menganalisis tingkat penularan dan tingkat keterancaman dalam keluarga, dimana tata cara dan konsep keluarga, system hubungan keluarga dengan masyarakat serta hubungan individu dalam kehidupan sehari-hari pada kelompok populasi tertentu merupakan unit Epidemiologi tempat penularan penyakit berlangsung.

Page | 24

P a g e | 25

Manisfestasi Klinik Secara Umum Spektrum penyakit menular o Pada proses penyakit menular secara umum dijumpai berbagai manifestasi klinik, mulai dari gejala klinik yang tidak tampak sampai keadaan yang berat disertai komplikasi dan berakhir cacat / meninggal dunia. o Akhir dari proses penyakit adalah sembuh, cacat atau meninggal Infeksi terselubung (tanpa gejala klinis) o Adalah keadaan suatu penyakit yang tidak menampakan secara jelas dan nyata dalam bentuk gejala klinis yang jelas sehingga tidak dapat di diagnosa tanpa cara tertentu seperti tes tuberkolin, kultur tenggorokan, pemeriksaan antibody dalam tubuh dan lain-lain. Gambar Penyebaran Karakteristik Manistestasi Klinik Dari 3 jenis penyakit menular : o Lebih banyak dengan tanpa gejala klinik (terselubung) contoh: tubekulosis, poliomyelitis, hepatitis A o Lebih banyak dengan gejala klinik jelas contoh: measles, chiceplax o Penyakit yang umumnya berakhir dengan kematian contoh: rabies Komponen Proses Penyakit Menular Faktor penyebab Penyakit Menular o Pada proses perjalanan penyakit menular di dalam masyarakat sektor yang memegang peranan pentingya adalah: o Faktor penyebab / agent yaitu organisme penyebab penyakit menular o Sumber penularan yaitu reservoir maupun resources o Cara penularan khusus melalui mode of transmission Unsur penyebab dikelompokan dalam: Kelompok arthropoda (serangga) seperti scabies, pediculosis dll Kelompok cacing / helminth baik cacing darah maupun cacing perut

Page | 25

P a g e | 26

Kelompok protozoa seperti plasmodium, amuba, dll Fungus / jamur baik ini maupun multiseluler Bakteri termasuk spirochaeta maupun ricketsia Virus dengan kelompok penyebab yang paling sederhana

Sumber penularan: Penderita Pembawa kuman Binatang sakit tumbuhan / benda

Cara penularan: Kontak langsung Melalui udara Melalui makanan / minuman Melalui vector Keadaan penderita Keadaan umum Kekebalan Status gizi Keturunan Cara keluar dari sumber dan cara masuk ke penderita melalui Mukosa / kulit Saluran Pencernaan Saluran Pernapasan Saluran Urogenitalia Gigitan suntikan, luka Plasenta
Page | 26

P a g e | 27

Interaksi penyakit dengan penderita Infektivitas o Adalah kemampuan unsur penyebab / agent untuk masuk dan berkembang biak serta menghasilkan infeksi dalam tubuh pejamu Patogenesis o Adalah kemampuan untuk menghasilkan penyakit dengan segala klinis yang jelas Virulensa o Adalah nilai proporsi penderita dengan gejala klinis yang jelas terhadap seluruh penderita dengan gejala klinis jelas Imunogenisitas o Adalah suatu kemampuan menghasilkan kekabalan / imunitas Mekanisme potogenesis o Inuasi jaringan secara langsung o Produk toksin o Rangsangan imunologis / reaksi alergi yang menyebabkan kerusakan pada tubuh pejamu o Infeksi yang menetap (infeksi paten) o Merangsang kerentanan penjamu terhadap obat dalm menetralinsa toksisitas o Ketidakmampuan membentuk daya tangan Sumber penularan Manusia sebagai reservoir Reservoir binatang / benda lain Penyakit utama dan reservoir utamanya untuk o Pes tikus o Rabies o Leptospirosis tikus o Virus encephlitides kuda o Trichnosis babi dll

Page | 27

P a g e | 28

Melihat perjalanan penyakit pada penjamu, bentuk pembawa kuman (carrier) dapat dibagi dalam beberapa jenis. Healthy carrier (inapparent) Incubatory carrier(masa tunas) Convalescent carrier (baru sumber klinis) Chronis carrier (menahun) Manusia dalam kedudukannya sebagai reservoir penyalur menular di bagi dalam 3 kategori utama yaitu: o Reservoir yang umumnya selalu muncul sebagai penderita o Reservoir yang dapat sebagai penderita maupun sebagai carrier o Reservoir yang umumnya selalu bersifat penderita akan tetapi dapat menularkan langsung penyakitnya ke penderita potensial lainnya, tetapi harus melalui perantara hid 8.CARA PENCEGAHAN4,5,6 8.1.Pencegahan Primer Pencegahan primer yaitu mempertahankan orang yang sehat agar tetap sehat atau mencegah orang sehat menjadi sakit. Pencegahan ini dibagi menjadi umum dan khusus Pencegahan umum : pada masyarakat umum misalnya pendidikan kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan Pencegahan khusus : diberikan oada orang-orang yang memiliki resiko dengan melakukan imunisasi. 8.2.Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder merupakan usaha manusia untuk mencegah orang yang telah sakit agar menjadi sembuh, menghambat progresifitas penyakit, menghindarkan komplikasi dan mengurangi ketidak mampuan.

Page | 28

P a g e | 29

Dapat dilakukan dengan cara mendeteksi penyakit secara dini dan mengadakan pengobatan yang cepat dan tepat. 8.3.Pencegahan tersier Pecegahan tersier dimaksudkan untuk mengurangi ketidakmampuan dan mengadakan rehabilitasi. 8.4.Pendidikan dan Promosi Kesehatan Promosi kesehatan mempunyai dua pengertian, yaitu : Pertama, Sebagai bagian dari tingkat pencegahan penyakit. o Tingkat pencegahan penyakit dalam perspektif kesehatan masyarakat menurut Level and Clark : Health promotion (promosi kesehatan) Specific protection (perlindungan khusus) Contoh : imunisasi Early Diagnosis and prompt treatment (diagnosis dini dan pengobatan segera) Disability limitation (membatasi atau mengurangi terjadinya kecacatan) Rehabilitation (pemulihan)

Kedua, Sebagai upaya memasarkan, menyebarluaskan, mengenalkan kesehatan. Dari pengertian promosi kesehatan yang kedua ini, maka sebenarnya sama dengan pendidikan kesehatan (health education), karena pendidikan ksehatan pada prinsipnya bertujuan agar masyarakat berperilaku sesuai dengan nilai - nilai kesehatan.

8.5.Promosi Kesehatan dan Perilaku Promosi kesehatan sebagai pendekatan terhadap faktor perilaku kesehatan. Masalah kesehatan masyarakat ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu : factor perilaku dan non perilaku. Upaya penanggulangan masalah kesehatan masyarakat ada dua faktor : o Upaya penyebaran penyakit menular o penyediaan air bersih
Page | 29

P a g e | 30

o penyediaan pelayanan kesehatan o tempat pembuangan tinja Upaya intervensi o Pendidikan (Education), upaya persuasi atau pembelajaran pada masyarakat agar masyarakat mau melakukan tindakan - tindakan untuk memelihara, dan meningkatkan o Paksaan atau tekanan (Coercion), dilakukan kepada masyarakat agar mereka melakukan tindakan - tindakan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. Menurut Lawrence Green (1980), perilaku kesehatan ditentukan oleh 3 faktor utama, yakni : o Faktor predisposisi (Predisposing factors) Adalah faktor yang dapat mempermudah terjadinya perilaku pada diri seseorang atau masyarakat, dengan adanya pengetahuan dan sikap seseorang atau masyarakat terhadap apa yang dilakukan. Kegiatan promosi kesehatan dalam faktor ini dapat ditujukan dalam bentuk pemberian informasi atau pesan kesehatan dan penyuluhan kesehatan. o Faktor pemungkin (Enabling factors) Faktor pemungkin atau pendukng terjadinya perilaku adalah dengan adanya fasilitas, sarana atau prasarana yang mendukung atau yang menfasilitasi terjadinya perilaku seseorang atau masyarakat. Kegiatan promosi kesehatan yang ditujukan adalah memberdayakan masyarakat melalui pengorganisasian atau pengembangan masyarakat. o Faktor penguat (Reinforcing factors) Faktor penguat terjadinya perilaku seseorang atau masyarakat dapat terwujud dengan adanya tokoh masyarakat, peraturan, undang - undang, surat - surat keputusan dari para penjabat pemerintah pusat atau daerah. Kegiatan promosi kesehatan yang dapat ditujukan adalah berupa pelatihan - pelatihan kepada para tokoh masyarakat, baik formal maupun informal.
Page | 30

P a g e | 31

Dan dapat juga dilakukan melalui advokasi terhadap para penjabat formal.

8.5.1.Visi dan Misi Promosi kesehatan

Promosi kesehatan harus mempunyai misi yang jelas. Yang dimaksud visi dalam hal ini adalah apa yang diinginkan oleh promosi kesehatan sebagai penunjang program kesehatan yang lain. Visi promosi kesehatan tidak lepas dari UU Kesehatan No.23/1992, maupun WHO, yakni meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan baik fisik, mental, dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial.

Untuk mencapai visi tersebut perlu upaya upaya yang harus dilakukan yang dinamakan misi. Jadi misi pendidikan kesehatan adalah upaya yang harus dilakukan untuk mencapai misi.

Misi promosi kesehatan secara umum ada 3: o Advokat (Advocate) Melakukan advokasi berarti melakukan upaya-upaya agar para pembuat keputusan atau penentu kebijakan mempercayai dan meyakini bahwa program kesehatan perlu didukung melalui kebijakan atau keputusan politik. o Menjembatani (Mediate) Dalam melaksanakn program program kesehatan perlu kerja sama dengan program lain di lingkungan kesehatan. Oleh sebab itu dalam mewujudkan kerja sama, peran promosi kesehatan di perlukan. o Memampukan (Enable) Memberikan keterampilan kepada masyarakat dengan tujuan agar mereka mampu memelihara dan menigkatkan kesehatan. Example : adanya pendidikan dan pelatihan serta apikasi penerapan teori dengan praktek dalam kehidupan sehari hari seperti : cara bertani, cara bercocok tanam obat trdisional dll.
Page | 31

P a g e | 32

8.5.2.Strategi Promosi Kesehatan Dalam kita mewujudkan visi dan misi kita membutuhkan yang namanya strategi. Strategi itu sendiri cara untuk mrncapai atau mewujudkan visi dan misi promosi kesehatan secara efektif dan efisien. Adapun strategi promosi kesehatan itu dibedakan menjadi : o Strategi Global promosi kesehatan menurut WHO 1984 Advokasi (Advocacy) o Berkaitan dengan pendekatan, dan tujuanya adalah agar para pembuat keputusan mengeluarkan kebikakan antara lain dalam bentuk

uu,peraturan,dll. Dukungan Sosial (Social support) o kegiatan iniditujukan kepada tokoh masyarakat,baik formal maupun informal. Dan tujuan dari kegiatan di atas adalah agar memperoleh dukungan dari tokoh masyarakt,dan tokoh agama. Pemberdayaan masyarakat (Empowerment) o kegiatan ini ditujukan kepada masyarakat langsung sebagai sasaran primer atauutama promosi kesehatan.dan tujuanya adalah agar masyarakat memiliki kemampuan dalam memelihara dan

meningkatkan kesehatan mereka sendiri. Dapat diwujudkan dengan berbagai macam kegiatan misalnya penyuluhan kesehatan,

pengorganisasian dan pembangunan masyarakat dalam bentuk, misalnya : koperasi, dan pelatihan keterampilan dalam rangka peningkatkan sebagainya) o Startegi Promosi Kesehatan berdasarkan Piagam Ottawa (Ottawa Charter) o Adanya beberapa strategi yang dikelompokan menjadi 5 butir : o Kebijakan berwawasan kesehatan (Healty public policy) Kegiatan ini ditunjukan kepada para pembuat keputusan sehingga dikeluarkan kebijakan yang berwawasan
Page | 32

pendapatan

keluaraga

(menjahit,

beternak

dan

P a g e | 33

kesehatan,berarti bahwa setiap kebijakan pembangunan harus di pertimbangkan baik dan buruknya. o Lingkungan yang mendukung (Reorient health service) kegiatan yang berfungsi dalam jaringan kemitraan dan suasana yang mendukung,dan ditunjukan kepada pemimpin organisasi masyarakat.kegiatan ini pula diharapkan memperhatikan baik dan buruknya. o Reorientasi pelayanan kesehatan (Reorient health service) masyarakat bukan hanya masalah pihak pemberi

pelayanan,baik pemerintah maupun swasta saja, adanya pembentukan pemberdayaan masyarakat dalam pemeliharaan dan peningkatan kesehatan mulai dari terbentuknya LSM yang peduli kesehatan,baik dalam bentuk pelayanan maupun bantuan bantuan teknis(pelatihan)sampai dengan upaya sendiri o Keterampilan individu (Personal skill) Kesehatan masyarakat adalah kesehatan agregat yang terdiri dari kelompok, keluarga, individu. Oleh sebab itu kesehatan masyarakat terwujud apabila kesehatan kelompok mampu meningkatkan keterampilan dalam setiap anggota agar mampu mencegah penyakit. o Gerakan masyarakat (Community actiontan) Telah disebutkan diatas bahwa kesehatan masyarakat adalah perwujudan kesehatan kelompok,keluarga dan individu.

Dengan kata lain meningkatkan kegiatan-kegiatan masyarakat dalam mengupayakanpeningkatan kesehatan mereka sendiri adalah wujud dari gerakan masyarakat (Community action).

8.5.3.Sasaran Promosi Kesehatan Tujuan akhir atau visi promosi kesehatan adalah kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatan kesehatan mereka sendiri. Sasaran utama promosi kesehatan ini adalah masyarakat. Berdasarkan pentahapan upayapromosi kesehatan ini,makasasaran dibagi menjadi 3:
Page | 33

P a g e | 34

Sasaran primer (Primary target) Masyarakat umumnya menjadi sasaran langsung segala upaya pendidikan atau promosi kesehatan, sasaran ini dapat dikelompokkan menjadi: kepala keluarga untuk masalah umum,ibu hamil dan menyusui untuk masalah KIA (kesehatan ibu dan anak),dll.upaya promosi ini sejalan dengan strategi pemberdayaan masyrakat (empowerment).

Sasaran sekunder (Secondary target) Sasaran sekunder ini adalah tokoh masyarakat,tokoh agama,dll.tokoh-tokoh tersebut diharapkan mampu mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat disekitarnya.para tokoh masyarakat ini akan memberikan contoh perilaku sehat bagi masyarakat sekitarnya. Upaya promosi ini sejalan dengan dukungan sosial (sosial support).

Sasaran tersier (Tertiary target) Sasaran tersier promosi kesehatan adalah para pembuat keputusan atau penentu kebijakan di tingkat pusat maupun daerah. Kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh kelompok ini akan mempunyai dampak terhadap perilaku tokoh masyarakat (sasaran sekunder), dan juga kepada masyarakat umum (sasaran primer). Upaya promosi ini sejalan dengan strategi advokasi (advocacy).

8.5.4.Ruang Lingkup Promosi kesehatan Cakupan Promosi kesehatan ada dua dimensi, yakni : a) Dimensi aspek pelayanan kesehatan b) Dimensi tatanan (setting) atau tempat pelaksanaan promosi kesehatan 1. Ruang Lingkup Berdasarkan Aspek Kesehatan Promotif Preventif Kuratif Rehabilitatif

Ruang lingkup pendidikan /promosi kesehatan juga dikelompokkan jadi dua, yaitu :
Page | 34

P a g e | 35

Promosi kesehatan pada aspek promotif Sasaran promosi kesehatan pada aspek ini adalah kelompok orang sehat. Selama ini kelompok orang sehat kurang mendapat perhatian dalam upaya kesehatan masyarakat. Orang sehat di suatu komunitas sekitar 80-85% dari populasi. Dalam hal ini pendidikan kesehatan perlu ditingkatkan. Oleh sebab itu, meskipun sudah dalam kondisi sehat perlu peningkatan kesehatan.

Promosi kesehatan pada aspek pencegahan dan penyembuhan o Pencegahan tingkat pertama (Primary prevention) Sasaran promosi kesehatan ini adalah kelompok masyarakat berisiko tinggi (high risk). Misalnya, kelompok ibu hamil dan menyusui,kelompok perokok, dll. Tujuannya agar mereka tidak jatuh sakit atau terkena penyakit. Pencegahan tingkat kedua (Secondary prevention) Sasaran promosi ini adalah para penderita penyakit kronis, misalnya asma, diabetes melitus, dll. Tujuannya adalah agar penderita mampu mencegah penyakitnya menjadi lebih parah. Pencegahan tingkat tiga (Tertiary prevention) Sasaran promosi ini adalah kelompok pasien yang baru sembuh (recovery) dari suatu penyakit. Tujuannya adalah agar mereka segera pulih kesehatannya. Selain itu juga mengurangi kecacatan seminimal mungkin (rehabilitasi).

Ruang Lingkup Promosi Kesehatan Berdasarkan Tatanan Pelaksanaan Berdasarkan tatanan atau (setting).Maka ruang lingkup promosi kesehatan ini dapat dikelompokkan menjadi : Promosi kesehatan pada tatanan keluarga (rumah tangga) Keluarga adalah unit masyarakat terkecil. Masyarakat sehat dimulai dalam keluarga. Di dalam keluarga maka akan terbentuk perilaku dalam masyarakat. Orang tua merupakan sasaran utama dalam proses ini. Karena orang tua peletak dasar perilaku kesehatan bagi anak-anak. Promosi kesehatan pada tatanan sekolah
Page | 35

P a g e | 36

Sekolah,terutama guru pada umumnya

lebih dipatuhi oleh murid-

muridnya. Lingkungan sekolah sangat berpengaruh terhadap perilaku sehat anak-anak(murid). Kunci pendidikan di sekolah adalah guru. Promosi kesehatan di tempat kerja Tempat kerja adalah tempat orang dewasa memperoleh nafkah untuk keluarga. Lingkungan kerja yang sehat akan mendukung kesehatan pekerja dan menghasilkan produktifitas tinggi. Pemilik, pemimpin, termasuk, perkantoran merupakan sasaran promosi kesehatan. Sehingga mereka peduli terhadap kesehatan para pekerjanya dan mengembangkan unit kesehatan di tempat kerja. Promosi di tempat- tempat umum Tempat umum ini mencakup pasar, terminal bus, dll. Tempat umum yang sehat tidak hanya terjaga kebersihannya tetapi harus dilengkapi fasilitas kesehatan dan sanitasi. Sasaran promosi utama adalah para pengelola tempat-tempat umum. Agar mereka melengkapi tempat-tempat umum dengan fasilitas yang dimaksud, disamping itu mereka melakukan himbauan kebersihan dan kesehatan bagi pemakai atau masyarakat.melalui poster, pengeras suara,dll. Fasilitas pelayan kesehatan Fasilitas ini mencakup rumah sakit (RS), puskesmas, dll. Kadang rumah sakit atau puskesmas tidak menjaga kebersihannya. Kadang fasilitas tersebut kotor, bau, dll. Oleh sebab itu pimpinan fasilitas kesehatan menjadi sasaran utama promosi kesehatan. Bertanggung jawab atas terlaksananya pendidikan atau promosi kesehatan. Beberapa rumah sakit telah mengembangkan unit pendidikan (penyuluhan) tersendiri yang disebut PKMRS (Penyuluhan /Promosi Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit).

Page | 36

P a g e | 37

Ruang Lingkup Berdasarkan Tingkat Pelayanan Berdasarkan dimensi tingkat pelayanan kesehatan, promosi kesehatan dapat dilakukan berdasarkan lima tingkat pencegahan ( five levels of prevention) dari Leavel and Clark. o Promosi kesehatan (Health promotion) Promosi kesehatan ini diperlukan misalnya dalam hal peningkatam gizi, kebiasaan hidup, dll. o Perlindungan khusus (Spesifik protection) Imunisasai sebagai bentuk pelayanan khusus, promosi kesehatan ini sangat diperlukan di negara berkembang. Kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasai sebagai perlindungan terhadap penyakit bagi orang dewasa maupun anak-anak. o Diagnosis dini dan pengobatan segera (Early diagnosis and prompt treatment) Rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan penyakit. Sering kali penyakit dalam masyarakat sulit terdeteksi. Kadang masyarakat tidak mau diperiksa atau diobati penyakitnya, sehingga masyarakat tidak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak. Promosi kesehatan sangat diperlukan dalam tahap ini. o Pembatasan cacat (Disability limitation) Kurangnya pengertian dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan penyakit, sering kali masyarakat tidak melanjutkan pengobatan secara tuntas. Pengobatan yang tidak layak dan tidak sempurna mengakibatkan yang bersangkutan menjadi cacat. Promosi kesehatan sangat diperlukan pada tahap ini. o Rehabilitas (Rehabilitation) Setelah sembuh dari penyakit kadang orang menjadi cacat. Untuk

memulihkannya diperlukan pelatihan tertentu. Kadang merasa malu untuk kembali dalam masyarakat. Sering kali masyarakat tidak mau menerima mereka lagi sebagai anggota normal. Maka promosi tidak hanya diberikan pada orang cacat, tetapi juga masyarakat.

Page | 37

P a g e | 38

8.5.5.Metode Dan Teknik Promosi Kesehatan Metode dan teknik promosi keshatan adalah kombimasi antara cara-cara atau mtode serta alat bantu atau media yang di gunakan dalam setiap pelaksanaan peromosi kesehatan. Berdasarkan sasaran nya,metode dan teknik peromosi kesehatan di bagi menjadi 3 (tiga) yaitu: o Metode promosi keshatan individual Metode ini digunakan apabila antara promotor kesehatan dan sasaran atau kliennya dapat berkomunikasi langsung, baik bertatap muka maupun melalui sarana komunikasi, misalnya telepon. Dengan metode ini antara petugas kesehatan dengan klien dapat berdialog dan saling merespon. Dalam metode ini yang terkenal adalah councelling. o Metode promosi kesehatan kelompok Metode ini digunakan untuk sasaran kelompok. Metode promosi kesehatan kelompok dibedakan menjadi dua, yaitu : Kelompok kecil, misalnya : diskusi kelompok, metode curah pendapat, bola salju, bermain peran, metode permainan simulasi. Kelompok besar, misalnya : Metode ceramah dengan atau tanpa Tanya jawab, seminar, loka karya. o Metode promosi kesehatan massa Metode ini digunakan apabila sasran promosi kesehatan adalah massal atau publik. Metode dan teknik promosi kesehatan untuk masa yang sering digunakan adalah : o Ceramah umun, misalnya dilapangan terbuka atau tempat - tempat umum. o Penggunaan media massa elektronik, seperti radio dan telefisi dalam bentuk sandiwara, talk show, dialog interaktif, simulasi, spot. o Penggunaan media cetak, seperti Koran, majalah,buku, leaflet, selebaran, poster dalam bentuk artikel, tanya jawab, komik. o Penggunaan media di luar ruang, misalnya : billboard, spanduk, umbul - umbul.
Page | 38

P a g e | 39

DAFTAR PUSTAKA 1. Budiarto E, Anggraeni D. Pengatntar Epidemiologi ed2. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta 2003; 1-11,38-74,107-140,diunduh pada tanggal 17 Jun 2012 2. Bustan Mn. 2002. Pengantar epidemiologi. Jakarta Rineka Cipta 3. Sigarlaki H.J.O F. Metodologi penelitian kedokteran dan kesehatan. Cv.Informedika, Jakarta 2003; hal 42-172, 194-257 4. Azwar.A. Pengantar epidemiologi ed1. Binapura Aksara, Jakarta 1997;39-71,113-140 5. Pramono.D. Rancangan penelitian di bidang kesehatan. Magister Epidemiologi Lapangan, Universitas Gadjah Mada. Diunduh dari

http://www.kmpk.ugm.ac.id/images/Semester_1/Epidemiologi/Rancangan_Penelitian_Ep idemiologi.pdf. 17 Jun 20112. 6. Overview of epidemiologi study designs. Diunduh dari

http://publichealth.jbpub.com/aschengrau/Aschengrau06.pdf. 17 Jun 2012 7. Mandil A. Study designs in epidemiology. High institute Of Public Health University Of Alexandria

Page | 39