Anda di halaman 1dari 75

PENANGGULANGAN PENYAKIT PENANGGULANGAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA UDANG PADA BUDIDAYA UDANG

MUHARIJADI ATMOMARSONO PONTIANAK, JULI 2010

BADAN RISET KELAUTAN DAN PERIKANAN BALAI RISET PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (0411) 371544; 08124263006 hari_atmo@yahoo.com

KENAPA PENYAKIT UDANG BELUM DPT DIATASI ? KARENA BUDIDAYA TIDAK RAMAH LINGKUNGAN * Padat tebar MELEBIHI KEMAMPUAN LAHANNYA * Penggunaan agro input SANGAT BERLEBIHAN (PAKAN) * Penggunaan BAHAN KIMIA, PESTISIDA & ANTIBIOTIK BILA PRODUKSI DITINGKATKAN LIMBAH MENINGKAT? PENURUNAN MUTU LINGKUNGAN (AIR & LAHAN) KASUS PENYAKIT (PARASIT, BAKTERI, VIRUS) VANAME MULAI TERSERANG WSSV, TSV, IMNV, IHHNV LEBIH PARAH DRPD UDANG WINDU (JATIM 2006) UNDERGROUND MYO PD VANAME DI LAMPUNG (PROD TURUN DR 40 T 15-20 T/HA/TH)

BUDIDAYA UDANG BERKELANJUTAN


PASAL 27 KEPPRES 32, TH 1990 RAMAH LINGKUNGAN (130 X PASUT)

Sumber Poernomo, A. 2004

PENDAHULUA N
WSSV

KASUS KEMATIAN UDANG DI TAMBAK MASIH TERUS TERJADI

wssv
V. harveyi

- V r us ( M P ) i - Bakt er i V. m m cus V. har eyi i i , v

- V r us Pos i t i f 1 ( M ) i BV - Bakt er i V. s pl endi us , d V. or dal i i

- V r us Pos i t i f 2 ( W ) i SBV - Bakt er i

- V r us N i egat i f - Bakt er i V. m m cus i i

- V r us Pos i t i f 4 ( M ) i BV - Bakt er i

- V r us Pos ,i 2 )i 4( M , H , i tf BV PV WSBV ( 1 ) - Bakt er i V. s pl endi us , d V. m m cus i i

- V r us Pos i t i f 4 ( W , M BV ( 1 ,2 ) i SBV ) - Bakt er i V. har veyi V. m m cus , i i , V. nat r i egens .

- V r us Pos i t i 4( M ) i f BV - Bakt er i V. l i ognat i e h

- V r us Pos i t i f 3 ( M , ,2 WSBV i BV ) - Bakt er i V. m m cus (1 ) i i

( 1 2 , )

Bintik putih WSSV pd ud windu


- V r us (Pos 2 )t i f 1 ( W , i i SBV - M BV 1 , ) - Bakt er i V. s pl endi us , d V. har veyi

- V r us Pos i t i f 1 ( W ) i SBV - Bakt er i V. m m cus i i

- V r us Pos i t i f 1 ( BV i M , H , WSBV PV - Bakt er i V. chol r ae e - - V r us Pos i t i f 3 ( PV M BV i H , , - WSBV ) - - Bakt er i V t bi as hi V l i gnt hi . u , . eo - V m i m i cus , V har eyi . . v

- V r us Pos i t i f 1 ( M , i BV H ) PV - Bakt er i V. har eyi v

- V r us Pos i t i ( WSBV i f ) - Bakt er i V. har veyi , V. t ubi as hi , V. chol r ae e

- V r us Pos i t i f 4 ( M ) i BV - Bakt er i V chol er ae, . V. har veyi ,

( 1 2 , )

- V r us Pos i t i 1( M ) i f BV - Bakt er i V. chol r ae e

Jaringan hepatopankreas udang windu terserang V. harveyi (A), MBV (B), WSSV (C), dan HPV

Distribusi Patogen Pada Budidaya Udang Windu di Sulawesi Selatan

Penentuan WSSV scr ELISA dg MAb

KENAPA TIMBUL PENYAKIT???

Inang

Penyakit Penyakit

Patogen

Lingkungan

Penyakit =Inang + Patogen + Lingkungan2

KETAHUI AIRNYA KETAHUI IKAN / UDANGNYA KETAHUI PENYAKITNYA KETAHUI OBATNYA

PARAMETER MUTU AIR TAMBAK UDANG WINDU YANG DIREKOMENDASIKAN

KUALITAS AIR

OPTIMUM

KETERANGAN Fluktuasi < 3 Fluktuasi < 0,5 Fluktuasi < 5 Kondisi alami Penstabil pH & plankton Tergantung teknologi Penunjuk fitoplankton Penentu kebuthn pupuk Plankton bagus

Suhu air (oC) 26 30 pH 7,57,5-8,5 Salinitas (ppt) 10 25 Oksigen (ppm) > 4,0 Alkalinitas (ppm) > 100 Kedalaman air cm 80 120 Kecerahan air cm 30 40 Rasio C:N:P 106:16:1 Warna air Hijau coklat

KONSENTRASI RATA-RATA ION-ION UTAMA DALAM AIR RATAIONLAUT DALAM BAGIAN PER SERIBU (G KG-1 ATAU G L-1)
Ion negatif Klorida, Cl Sulfat, SO42Bikarbonat, *HCO3
o

/oo terhadap berat 18,980 2,649 0,140

Ion positif Sodium, Na+ Magnesium, Mg2+ Kalsium, Ca2+ Potassium, K


+

/oo terhadap berat 10,556 1,272 0,400 0,380 0,013

Bromida, BrBorat, H2BO3Fluorida, FTotal

0,065 0,026 0,001 21,861

Strontium, Sr2+

12,621
Supangat 2003

HIDUP DI DASAR ATAU KOLOM AIR HERBIVOR (PEMAKAN TANAMAN) KARNIVOR (PEMAKAN HEWAN) OMNIVOR (PEMAKAN SEGALA) DARAH TERTUTUP (IKAN) DARAH TERBUKA (UDANG)

JAMUR PARASIT BAKTERI VIRUS

: Agmasoma penaei (udang memutih) : Epistylis, Zoothamnium, Vorticella (Udang bersepatu = udang lumutan) : Vibrio harveyi, V. parahaemolyticus : WSSV, MBV, YHV, IHHNV, TSV, IMNV

PENYAKIT NON PARASITER: TSM (TANAH SULFAT MASAM) INSANG MERAH AFLATOXIN (AKIBAT PAKAN BERJAMUR) UDANG BIRU (KEKURANGAN VITAMIN A)

VAKSIN / BAKTERIN IMUNOSTIMULAN ANTIBIOTIK ??? PROBIOTIK

UTK IKAN UTK UDANG

RESISTENSI UDANG

LINGKUNGAN DILARANG

PESTISIDA ???

BAHAN KIMIA VS OBAT HERBAL

POLA PENULARAN WSSV


1. VERTIKAL (MELALUI INDUK) Bukan di dalam sel udang Hanya menempel di dinding telur Desinfeksi telur

2. HORIZONTAL (MELALUI LINGKUNGAN)


- Carrier: Udang liar, Kepiting, Krustase - Air: virus tahan 3-4 hari di air 33. KANIBALISME 1 ------> 100 ------> 1000 -----> 10.000 ------> ------> -----> 10 10 10

TAURA SYNDROME VIRUS (TSV)


1992, Ecuador: muara sungai Taura TSV

2002, menyebar ke Indonesia: Jawa Timur (Situbondo-Banyuwangi) Virus paling berbahaya pada L. vannamei, juga kematian pada P. monodon & P. stylirostris Umur rentan: 14-40 hari, kematian: 40-90% Organ vital (insang) mematikan

Stadia infeksi: - Akut : ekor merah, kematian 80 to 85% - Recovery : waktu pendek - Kronis : bercak hitam, tahan serangan kedua. selective breeding SPR

Akut: ekor merah

Kronis: bercak hitam

Infectious Hypodermal and Hematopoietic Necrosis Virus (IHHNV) (IHHNV)


P. stylirostris: - Kematian masal 90% - Umur 35 hari L. vannamei - Runt deformity syndrome (RDS) - Kuntet / Kerdil (Tdk bisa besar) - Deformitas: + rostrum bengkok + otot mengecil + hepatopankreas bengkak P. monodon: Resisten Monodon Slow Growth Syndrome

Photo Lighgtner, 1996

Kuntet - blantik

IHHNV

Photo Lighgtner, 1996

Rostrum bengkok

Kuticula abnormal

IHHNV

Kuntet dan hepatopankreas bengkak

Infectious Myonecrosis (IMN) = MYO


1. ETIOLOGI: - Infectious Myonecrosis Virus (IMNV) - Virus RNA, berbentuk spheroid, 2. EPIDEMIOLOGI: - Brazil 2003 - Inang rentan: L. vannamei - Gejala klinis: - Putih opaque - Kemerahan udang rebus
Photo: Lightner, 2005

- Kematian akut 40-60% - Kerugian US $ 20 juta

IMN (MYO)
3. DIAGNOSIS: Level 1: GEJALA KLINIS - Putih opaque - Kemerahan udang rebus Level 2: HISTOPATOLOGI - Nekrosis jaringan otot - Infiltrasi hemosit - Fibrosis
Photo: Lightner, 2005

Level 3: PCR

PENYAKIT VIRUS UDANG


Species P. monodon L. vannamei P. stylirostris WSSV TSV IHHNV IMNV

+++ +++ +

+ +++ +

+ + +++

+ +++ +

INANG

PATOGEN

LINGKUNGAN

PENYAKIT (DISEASE=D) = INANG + PATOGEN + LINGKUNGAN2

INANG

PATOGEN

LINGKUNGAN

PENYAKIT DAPAT DICEGAH DENGAN MANAJEMEN LINGKUNGAN

1. BENUR SPF 2. BENUR SPR

TIDAK JAMINAN DI LAPANG SEDANG PROSES S/D 2013

3. TOKOLAN 2-6 MINGGU (PL25-55) 4. KEKEBALAN NON-SPESIFIK MELALUI APLIKASI VAKSIN BAKTERIN IMMUNOSTIMULAN ?? 5. SKRINING BENUR DG FORMALIN 200 PPM 6. DITEBAR SETELAH PLANKTON STABIL (> 2 MG)

PENTOKOLAN BENUR WINDU

PL 12

0,003 g/ekor

LAMA : 2 6 MINGGU UKURAN : SKTR 0,1 G/EK ANGKUTAN 200 G/KTG SINTASAN (SR): 70-90 % VITALITAS TINGGI PEMBESARAN : 2 BLN PRINSIP PEMBANTUTAN ( DPT MENGEJAR PERTUMBUHAN YANG TERTUNDA )

Wadah hapa dgn aerasi hiblow

PENGGUNAAN IMMUNOSTIMULAN DAN VAKSIN/BAKTERIN (INTENSIF)


* TIDAK ADA EFEK SAMPING

* RAMAH LINGKUNGAN * LEBIH MURAH, NAMUN. - UDANG WINDU TIDAK MEMILIKI PERTAHANAN SPESIFIK TERHADAP SATU JENIS PATOGEN * BAKTERIN BRPBAP MAROS TERBUKTI DPT MNGKTKN SR & PROD UDG WINDU ?

1. BIOSECURITY (ORANG, ALAT, DLL) 2. PENGERINGAN TOTAL DAN PENGAPURAN TAMBAK 3. CEGAH SEMUA CARRIER: PAGAR MIRING U BIAWAK & KEPITING; TALI PLASTIK U BURUNG; SENAR U BANGAU 4. TANDON & BIOFILTER 5. KAPORIT LAHAN BERKURANG ? 2 MG ?

4 HR; BESTACIDE

6. PCR BENUR YANG AKAN DITEBAR 7. PERLU KIT WSSV & VIBRIO YANG PRAKTIS & MURAH ?

PERSIAPAN PETAKAN
- PENGERINGAN, PENGAPURAN, DAN PEMBERANTASAN HAMA, PEMUPUKAN - PENCUCIAN PETAKAN - PENEBARAN TIRAM (TANDON) PD RAK BAMBU - PENGISIAN AIR DARI TANDON > 100 CM - PEMASANGAN KINCIR (INTENSIF)

PENGGUNAAN TANDON DAN BIOFILTER * * * * * PERBAIKAN KUALITAS AIR RAMAH LINGKUNGAN BIOREMEDIATOR MENCEGAH PATOGEN & CARRIER MENETRALISIR EKSES RACUN, NAMUN. - MEMERLUKAN LAHAN YANG LUAS - PASOKAN KEKERANGAN TERBATAS - PERSAINGAN DENGAN KONSUMEN KEKERANGAN

Tandon dan biofilter tiram


- 30 % dari total hamparan - Biofilter tiram - Rak bambu > 10 cm dari dasar - Kepadatan 0,75 kg/m2 (28 ekor/m2) - Ukr. lebar cangkang 5-7 cm

BUDIDAYA UDANG RAMAH LINGKUNGAN


TANDON BAKAU + TIRAM + BANDENG

Air sungai Pompa Pompa TANDON RUMPUT LAUT TANDON PEMBUANGAN

Pipa

TAMBAK UDANG INTENSIF SEMI INTENSIF

TANDON BANDENG

Sumber: Gunarto, et al. 2002

4-6 bln

Tandon dan biofilter mangrove


- 40 % dari total hamparan - Umur > 4 thn - Jarak tanam 0,5 x 0,5 m - Jenis Rhizophora sp

3-4 Thn

6-7 Thn

Perkembangbiakan bakteri berdasarkan waktu

FUNGSI BIOTA BIOFILTER


TIRAM, KERANG HIJAU, K BANGKO - Filter feeder, filter air 10 L/jam - Plankton, bahan organik, flagellata, bakteri, logam berat BANDENG, NILA - Mengurangi BOT sisa pakan - Mengurangi kepadatan klekap & lumut RUMPUT LAUT - Menyerap kelebihan amoniak, nitrat, nitrit, posfat, Fe
Sumber: Gunarto et al. 2003

1. CEK KELAYAKAN LAHAN 2. PERBAIKI TSM

TSM ATAU NORMAL ?

BIOREMEDIASI / REKLAMASI; PELAPISAN

KAPUR PD PEMATANG; BETON/PLASTIK; GANTI TANAH DASAR? 3. PENGERINGAN DAN PENGAPURAN 4. MULTITROPIK UDANG BANDENG NILA R.LAUT 5. PROBIOTIK PERBAIKAN KUALITAS AIR U CEGAH PENYAKIT KINCIR, BLOWER, RESIRKULASI

6. OKSIGEN CUKUP 7. TANAM MANGROVE

INANG

PATOGEN

LINGKUNGAN

PENYAKIT DAPAT DICEGAH DENGAN MANAJEMEN LINGKUNGAN

TSM DAN PERMASALAHANNYA

RATARATA-RATA PERBEDAAN pHF pHFOX TAMBAK TSM DI SULSEL (Sumber Mustafa et al, 2004) al,
KECAMATAN LABAKKANG MAROS UTARA SINJAI TIMUR KEERA WALENRANG PONRANG PELATARAN 1,72 2,09 2,45 3,69 4,70 5,15* PEMATANG 1,00 1,98 1,34 3,98 4,76 4,36

Konstruksi Pematang dengan Pengapuran Berlapis pada Tambak Tanah Sulfat Masam

BUDIDAYA UDANG WINDU DI TAMBAK TANAH SULFAT MASAM DENGAN PENGAPURAN PEMATANG

Pengapuran tambak di pematang

Udang hasil panen

Padat penebaran Pakan/frekuensi Lama pemeliharaan Sintasan Produksi Alih teknologi Kendala/masalah

: 8 ekor PL-24/m2 : 20-2% BB/hari / 3 kali sehari : 3,5 bulan : 53,46% size 50 ekor/kg (kontrol 27,5% size 100) : 767,75 kg/ha (kontrol 207,75 kg/ha) : Petani tambak Kab. Luwu; Sinjai, dan Wajo : 1. Ukuran panen bervariasi 2. Pemasaran di sekitar lokasi masih kurang.

PERSIAPAN TAMBAK CBIB


KEDUK TEPLOK DAN PEMBAJAKAN TANAH DASAR PERBAIKAN TERHADAP BOCORAN YANG ADA PERBAIKAN PEMATANG TAMBAK DAN PELAPISAN DG KAPUR PEMBERANTASAN HAMA DG. KAPUR BAKAR & SAPONIN (?), TIDAK MENGGUNAKAN PESTISIDA (THIODAN, BRESTAN DSB) PENGERINGAN TANAH DASAR UTK OKSIDASI B. ORGANIK REKLAMASI/REMEDIASI TANAH TAMBAK YANG MASIH MASAM PEMUPUKAN SESUAI KEBUTUHAN (C:N:P=106:16:1), BUKAN ASAL MEMUPUK, PERHATIKAN TANAH DASAR TAMBAK PENGISIAN AIR LANGSUNG TINGGI SATU METER > 2 MINGGU SEBELUM PENEBARAN JANGAN MENGISI TAMBAK DI AWAL PASANG (BANYAK BAKTERI VIBRIO, BISA DI ATAS 1000 SEL / ML AIR)

PERSIAPAN PETAKAN
- PENGERINGAN, PENGAPURAN, DAN PEMBERANTASAN HAMA, PEMUPUKAN - PENCUCIAN PETAKAN - PENEBARAN TIRAM (TANDON) PD RAK BAMBU - PENGISIAN AIR DARI TANDON > 100 CM - PEMASANGAN KINCIR (INTENSIF)

Karbondioksida dan oksigen budget dalam perairan (Andrews et al. 1988).

BUDIDAYA UDANG WINDU BERKELANJUTAN


BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE):

SECARA EKONOMIS SECARA EKOLOGIS SECARA SOSIOLOGIS

MENGUNTUNGKAN RAMAH LINGKUNGAN AMAN, TIDAK ADA GEJOLAK

RAMAH LINGKUNGAN / CBIB


1. TIDAK MENEBANG MANGROVE UNTUK TAMBAK 2. TIDAK MENGURANGI LEBAR SUNGAI UTK TAMBAK LEBAR MANGROVE = 130 X PASANG SURUT AIR LAUT MISAL : PASANG SURUT HARIAN = 2,0 M MAKA LEBAR MANGROVE = 260 M ( SEBAGAI GREEN BELT ) PEYEMPITAN SUNGAI == DEBIT AIR MAKIN KECIL

MANGROVE PENGHASIL BAKTERISIDA

Excoecaria agalocha (Cyclohexasiloxane)

Osbornia octodonta (2 heptanamin-6 methyl-amino-6 methylen)

Euphatorium inulifolium (N-decana/isodecana)

Acanthus illicifolius (2-methyl piperazin)

Sumber: Suryati, E. 2002

TANAMAN MANGROVE PENGHASIL BAKTERISIDA UNTUK BUDIDAYA UDANG

Excoecaria agalocha

Acanthus illicifolius

Osbornia octodonta

No 1 2 3 4 5 6 7 8

Nama tanaman Acanthus ilicifolius Avicenia alba Carbera manghas Clerodendron inerme Euphatorium inulifolium Exoecaria agalocha Osbornia octodonta Soneratia caseolaris

Fraksi aktif Fraksi air EtOacasam Fraksi air Fraksi air EtOac Netral EtOac asam EtOac asam Fraksi air

Nama bahan aktif 2-methyl piperazin Cyclopentasiloxan Furanon g-crotonolacton gn-decane/isodecane Cyclohexasiloxane 2 heptanamin-6 methylheptanamin- methylaminoamino-6 methylen Galactopyranosida

Penghambat bakteri V. harveyi V. leiognathii V. s plendidus ple V. leiognathii ognathii V. s plendidus ple V. mimicus V. harvey i arveyi V. harveyi
Sumber: Suryati, E. 2002

UNTUK LOKASI TAMBAK LAMA


PERIKSA TEKSTUR DAN MUTU TANAHNYA TANAH SULFAT MASAM, PERLU DIREKLAMASI LAKUKAN PELAPISAN KAPUR PD PEMATANG BUAT PETAK PENGENDAPAN, TANDON, DAN BIOFILTER BILA TAK ADA MANGROVE, TANAM MANGROVE DI SEPANJANG PANTAI, SALURAN, DAN TANDON

TATA LETAK DAN KONSTRUKSI TAMBAK


SISTEM PARALEL, BUKAN SERI

LENGKAPI PETAK PENGENDAPAN, TANDON DAN TREATMEN UNTUK AIR MASUK DAN KELUAR MEMILIKI SALURAN PASOK DAN BUANG YANG TERPISAH MEMILIKI JALUR HIJAU (GREEN BELT)

BUDIDAYA UDANG BERKELANJUTAN


PASAL 27 KEPPRES 32, TH 1990 RAMAH LINGKUNGAN (130 X PASUT)

Sumber Poernomo, A. 2004

RAMAH LINGKUNGAN / CBIB


3.TIDAK MENGGUNAKAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA 4.TIDAK MENGGUNAKAN PESTISIDA 5.TIDAK MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK BHN KIMIA DAN PESTISIDA == TANAH KURUS BRESTAN, THIODAN, TRITHION, AQUADYNE, DAN SEJENISNYA DAPAT BERTAHAN DI TANAH SD 20 TH * PESTISIDA MENGIKAT FOSFAT DI TANAH => KURUS * ANTIBIOTIK (OBAT PEMBUNUH BAKTERI) TIDAK BOLEH DIGUNAKAN LAGI DI TAMBAK (CHLORAMPHENICOL, NITROFURANS, TETRASIKLIN, OTC, SULFADIAZINE DLL) * SAPONIN, KAPORIT, & KAPUR MASIH DIPERBOLEHKAN

JENISJENIS-JENIS PESTISIDA YG DILARANG DIGUNAKAN PD BUDIDAYA PERIKANAN 01 02 03 04 05 06 07 BRESTAN 60 BESUDRIN 60 EC DIAZINON 10 G DIAZINON 90 ULV THIODAN 35 EC THIODAN 25 ULV BAYLUSIDE 08 09 10 11 12 13 14 ROTENON POWDER SUMITHION 50 EC SUMITHION L 100 AQUATIC AQUADYNE TREFLAN BRANTASAN 450 EC & 1300 EC

RAMAH LINGKUNGAN / CBIB


6.TIDAK MENEBAR BENUR BERMUTU RENDAH 7.HANYA MENEBAR BENUR BERSERTIFIKAT 8.PADAT TEBAR BENUR SESUAI DAYA DUKUNG LINGK BENUR BEBAS PATOGEN (VIRUS, BAKTERI, PARASIT) TELAH DIUJI PCR DAN BEBAS WSSV DIHASILKAN OL HATCHERY TERPERCAYA/SERTIFIKAT PL20-PL40 LEBIH TAHAN PENYAKIT DRPD < PL12 PDT TEBAR 5.000-10.000 EK/HA UTK TBK MANGROVE, DAN 20.000-40.000 EK/HA UTK TANAH LIAT BERPASIR, BS SAMPAI 200.000 EK/HA UTK TAMBAK INTENSIF BILA PERLU LAKUKAN POLIKULTUR DG BANDENG + RL

RAMAH LINGKUNGAN / CBIB


9.TIDAK BERLEBIHAN DLM MENGGUNAKAN PAKAN PAKAN YG BERLEBIH SISA PAKAN KUALITAS AIR MENURUN UDANG MUDAH STRESS (NH3, NO2, H2S) = VIRUS & BAKTERI BERKEMBANG UDG SAKIT 10. MENGGANTI AIR SESUAI KEBUTUHAN UDANG, BUKAN ATAS DASAR KESEMPATAN PETAMBAK JANGAN MASUKKAN AIR DI AWAL PASANG ADA TANDON/RESERVOIR DAN BIOFILTER LEBIH BAIK PERHATIKAN WARNA AIR TAMBAK

PENGGUNAAN BAKTERI PROBIOTIK


* LEBIH AMAN DAN TIDAK PATOGEN * TDK TERAKUMULASI DLM RANTAI MAKANAN * MUDAH DIPERBANYAK / REPRODUKSI * DPT MEMBUNUH/MENEKAN Vibrio harveyi * DPT BFS SBG BAKTERI PENGURAI * DPT MEMPERBAIKI KUALITAS AIR * DPT BFS SBG MAKANAN DAN MPERBAIKI PENCERNAAN * DPT DIPAKAI UNTUK PENGENDALIAN PATOGEN SECARA BERSAMA-SAMA

PROBIOTIK : - NON PATOGEN - MENGURG KOLONISASI PATOGEN - MENGHBT. PERT. PATOGEN - PENGURAI - PROSES PENCER. MAKANAN - SBG MAKANAN
Mangrove Laut Tambak Tambak Mangrove Tambak Laut
BEBERAPA KANDIDAT BAKTERI PROBIOTIK YANG TELAH DIKOLEKSI

Tambak

Mangrove

-Tanaman Air - Fitoplankton

NITRAT
Reduksi Anaerob Oksidasi (Nitrobacter)

- Zooplankton - Hewan kecil

NITRIT
Reduksi Anaerob Oksidasi (Nitrosomonas)

- Ikan/udang - Hewan besar

NH3/NH4
PUPUK EKSKRESI MELALUI INSANG IKAN/UDANG -UREA -ZA

DEKOMPOSISI - Limbah Organik (sisa pakan dan feses) - Hewan/tanaman mati

SIKLUS NITROGEN DALAM AIR TAMBAK

SISA YANG TIDAK PAKAN PAKAN & FESES UDANG

KUALITAS AIR MENURUN (BOT, NH3, NO2, H2S)

PESTISIDA, ANTIBIOTIKA

PATOGEN BERKEMBANG (PARASIT, BAKTERI, VIRUS)

TSM
(Fe, Al)

UDANG

SAKIT

Lepas ke udara Reduksi


Anaerobik

Diffusi dari udara Alami


Pengadukan Aliran AIr

CO2

Fotosintesa
Tanaman Air

O2
Buatan
Kincir air Turbo O2 murni

Respirasi
- Tanaman Air - Hewan Air - Bakteri

Dekomposisi
-Sisa Bahan Organik -Hewan/Tanaman mati -Limbah

Oksidasi
Senyawa-senyawa kimia (NH3, NO2)

SIKLUS CO2 DAN O2 DALAM AIR TAMBAK

KENDALA PENGGUNAAN PROBIOTIK


* TEPAT JENIS (SPECIES) * TEPAT WAKTU (FREKUENSI APLIKASI) * TEPAT CARA PEMBIAKAN (KULTUR) * TEPAT MEDIA (SUHU, SALINITAS, PH AIR) * TEPAT SUBSTRAT TANAHNYA * TEPAT DOSIS (TERKAIT PADAT PENEBARAN)

JENIS BAKTERI PROBIOTIK DI PASARAN


* BACILLUS (SUBTILIS, MEGA, LICH) *** * LACTOBACILLUS ?? * CLOSTRIDIUM ????? * PSEUDOMONAS PUTIDA & AERUGINOSA ????? * ENTEROCOCCUS FAECALIS ????? * AEROMONAS ????? * BANYAK JENIS LAIN YANG DITAWARKAN ???

JENIS BAKTERI PROBIOTIK BRPBAP


* PSEUDOALTEROMONAS SP. (LAUT) *** * BREVIBACILLUS *** (TAMBAK) * BACILLUS SP. *** (TAMBAK) * STAPHYLOCOCCUS SP. (MANGROVE) * SERRATIA SP. (MANGROVE) * PSEUDOMONAS SP. (MANGROVE) * DARI HASIL SELEKSI 3.976 ISOLAT * 16s-rRNA

PENGGUNAAN PROBIOTIK THD SR & PROD UD WINDU DI TBK TRADISIONAL (84 HARI)
PROBIOTIK BL+BM1+BM2+BT1+BT2 BL+BM3+BM2+BT1+BT2 BL+BM3+BM2+BT1+BT3 BL+BM3+BM2+BT4+BT2 KONTROL (- BAKTERI) (SR (%) PROD (KG/HA) 86,10 81,83 81,87 78,27 39,87 568 510 477 420 258

JENIS PROBIOTIK TERBAIK UNT UDANG WINDU:


2006-1. BL542+BR883+MY1112+MR55+BT950
(PP 6 EK/M2, TANPA AERASI; SR 54,3%; PROD 316,4 KG/HA/9 MG)

2006-2. BL542+BR931+MY1112+MR55+BT950
(PP 6 EK/M2, TANPA AERASI; SR 86,1%; PROD 568 KG/HA/12 MG)

2007. BL542+BR883+MY1112+MR55+BT950
(PP 10 EK/M2, DG SUPERCHARGE; SR 99,9%; PROD 672 KG/HA/10 MG)

2008. BL542+BR883+MY1112+MR55+BT950
(PP 10 EK/M2, DG SUPERCHARGE; SR 96,3%; PROD 848 KG/HA/14 MG)

PERGILIRAN BT951 (I), MY1112 (II), BL542 (III), BT951 (IV)

B2

(PP 10 EK/M2, DG SUPERCHARGE; SR 99,8%; PROD 1060 KG/HA/98 HR) 2009. DG PERGILIRAN PROBIOTIK DI TAMBAK INTENSIF + KINCIR (PP 20 EK/M2; SR 78%; PROD 1,5 TON/HA/105 HR) TKLN HATCHERY

PENGGUNAAN PROBIOTIK THD SR & PROD UD WINDU DI TBK INTENSIF (105 HARI)
PROBIOTIK BT951 (I), MY1112 (II), BL542 (III), BT951 (IV) KONTROL (TANPA BAKTERI) PENTOKOLAN SR (%) PROD (KG/HA)

A. HATCHERY B. TAMBAK C. HATCHERY D. TAMBAK

79,0 33,4

1.543 653

47,6 32,0

1.160 827

AGAR UDANG WINDU TETAP SEHAT


PD MUSIM KEMARAU PERTAHANKAN ALKALINITAS
TOTAL > 100 mg/L CaCO3 Eq.

PD MUSIM PENGHUJAN PERTAHANKAN ALKALINITAS


TOTAL > 80 mg/L CaCO3 Eq.

PENGGUNAAN DOLOMIT 5-10 PPM TIAP 3 HARI 5 CEGAH KLEKAP TUMBUH -AIR DALAM & BANDENG

PENGGUNAAN BAKTERI PROBIOTIK & TAMBAH DO DSR

BEBERAPA JENIS KAPUR DI TAMBAK

KAPTAN = CaCO3 DOLOMIT = CaMg(CO3)2 KAPUR BANGUNAN = Ca(OH)2 KAPUR BAKAR = CaO

100 % 108 % 136 % 170 %

SISTEM PENGELOLAAN AIR TAMBAK


* PERHATIKAN WARNA AIR DAN PERUBAHAN HARIANNYA BILA AIR DI LUAR JELEK (TERKONTAMINASI PENYAKIT), SEBAIKNYA TAK PERLU GANTI AIR USAHAKAN AIR BARU (PENGGANTI) HARUS LEBIH BAIK DARIPADA AIR DI DALAM TAMBAK BILA TAK YAKIN, SEMUA AIR HARUS DITREATMEN & DITANDON MINIMAL TIGA HARI SEBELUM DIGUNAKAN SISTEM RESIRKULASI (CLOSED SYSTEM) HARUS DIGUNAKAN PADA SAAT MUSIM PENYAKIT DOLOMIT DAN CAMPURAN PUPUK TERTENTU DAPAT MENSTABILKAN PLANKTON

PENGELOLAAN TAMBAK SEBAIKNYA SISTEM HAMPARAN

TINDAKAN PRAKTIS PENCEGAHAN PENYAKIT UDANG BERDASARKAN WARNA AIR TAMBAK


Kuning Kuning kehijauan Hijau muda

Kuning

Fitoplankton kurang Perlu pupuk susulan TSP > Urea Hijau tua Fitoplankton sedang Perlu ditingkatkan dengan pupuk TSP Hijau kecoklatan Fitoplankton bagus (Chaetoceros spp) Perlu dipertahankan

Hijau biru Hijau pekat Coklat Coklat Merah Hitam

Fitoplankton Cyanophyceae (Oscillatoria sp, Anabaena sp) Tanda ada udang keropos Perlu ganti air, dolomit 5-10 PPM dan pupuk TSP Fitoplankton beracun (Microcystis spp) Air seperti berlendir/lengket Banyak udang sakit (bakteri Vibrio spp > 103 cfu/mL air) Perlu ganti air, pemberian dolomit dan pemupukan TSP Fitoplankton kurang Perlu pupuk Urea Fitoplankton beracun (Trichodesmium, Noctiluca) Air di tambak sulfat masam, pH air & plankton tidak stabil Perlu reklamasi, kapur dan pupuk Urea

Fitoplankton tidak tumbuh Pembusukan bahan organik; Banyak H2S Lumpur perlu diangkat (keduk teplok)

BAGAIMANA CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN DOLOMIT, PUPUK DLL :


* 1 ppm = 1 mg/L = 1 g/Ton = 1 g/M3 air = 1 kg/1000 M3 = 1 kg/Ha, dgn air 10 cm = 10 kg/Ha tambak kedalaman air 1 meter = 10 Liter/Ha tambak, dgn air 1 meter * 5 ppm = 50 kg/Ha tambak kedalaman air 1 meter = 25 kg/Ha tambak, dgn air 50 cm (dolomit) * 20 ppm = 20 kg/Ha tambak, dgn air 10 cm (saponin) * 200 ppm = 3 mL formalin per 15 Liter air di baskom (utk skrining benur)

PESTISIDA YANG DIIJINKAN UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN

1. BOSS 250 EC 2. DYVON 95 SP 3. S-FROFON 95 SP 4. FISH FREE 10

ZAT AKTIF YANG DILARANG BEREDAR DAN DILARANG DIGUNAKAN UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN
01. NITROFURAN, TERMASUK FURAZOLIDON, NITRINIDAZOLE DAN DERIVATNYA (TURUNANNYA) 02. RONIDOZOL 03. DAPSON 04. CHLORAMPHENICOL, TERMASUK DERIVATNYA DAN GARAMNYA (TURUNANNYA) 05. CHOLICHICIN 06. CHLORPROMAZONE 07. TRICHLORFON 08. DIMETILDAZOLE 09. METRONIDAZOLE 10. ARISTOLOCHIA SPP 11. STILBENES, TERMASUK DERIVATNYA, GARAMNYA, ESTERNYA (HORMON 17-ALFA METHYL) 12. STEROID SINTETIS (METHYL TESTOTERONE) 13. SULFONAMIDES (SULFADIAZINE, SULFAMETHAZINE, SULFADIMETHOXINE, SULFANILAMIDE) 14. BETA LACTAM (PENICILLIN DAN CEPHALOSPORIN) 15. TETRACYCLINE (TERMASUK OXYTETRACYCLINE DAN CHLORTETRACYCLINE) 16. MACROLIDES 17. AMINOGLYCOSIDES (STREPTOMYCINE) 18. MALACHITE GREEN DAN LEUCOMALACHITE GREEN 19. ANTHELMINTHICS (ALBENDAZOLE, IVERMEKTIN, LEVAMISOL, MEBENDAZOLE, PIPERAZINE DLL) 20. MYCOTOXIN (AFLATOXIN) 21.SENYAWA ORGANOCHLORINE, TERMASUK PCB (POLYCHLORINATED BIPHENYLS)

DENGAN BUDIDAYA SECARA RAMAH LINGKUNGAN, INSYA ALLAH KITA BISA PANEN UDANG SEPANJANG MASA, AMIEN!