Anda di halaman 1dari 4

BAB III.

GEOLOGI REGIONAL

Daerah penelitian termasuk dalam Peta Geologi Lembar Takengon, Sumatera. skala 1 : 250.000, oleh (N.R Cameron, J.D. Bennet, D.McC. Bridge, M.C.G. Clarcke, A. Djunnuddin, S.A. Ghazali, H. Harahap, D.H. Jeffery, W. Keats, H. Nagbito, N.M.S. Rocks, S.J. Thompson (1983). Secara regional daerah kepulauan Sumatera merupakan bagian dari Lempeng Tanah Sunda yang sebagian terbentuk oleh penggabungan dari sederetan elemen-elemen tektonik yang bersifat mikro (Tabel 3.1). 3.1 Struktur Geologi Regional Pulau Sumatera merupakan bagian lempeng kontinental Sundaland dan termasuk dalam bagian Asia Tenggara (Cameron, dkk (1980), Lantai kerak samudera dari samudera India bergerak menuju Lempeng Australia-India dan membentuk suatu penunjaman yang disebut sebagai zona Benioff disepanjang tepi bagian barat dari lempeng Sundaland. Peristiwa ini ditandai dengan adanya palung Sunda pada sepanjang pantai barat Sumatera. Terjadinya penunjaman ini juga diketahui dari kaitan generasi magma yang terbentuk dari Zaman Tersier sampai resent yang menghasilkan gunung api Sumatera. Dorongan tersebut menghasilkan suatu pergerakan yang terjadi secara periodik dan mengakibatkan adanya sesar dextral yang sejajar dengan pinggiran lempengan (Fitch, 1972). Sesar yang dihasilkan dikenal dengan Sistem Sesar Sumatera (Sumatera Fault System), suatu rangkaian sesar yang merupakan suatu seri dengan sesar yang terdapat di laut Andaman. Pembentukan Pegunungan Bukit Barisan di sepanjang Pulau Sumatera juga di ikuti dengan pembentukan cekungan. Salah satu cekungan yang terdapat di pantai barat adalah cekungan Aceh Barat dapat dilihat Gambar 3.1.

Kegiatan Eksplorasi Batubara di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Bara Adhipratama, Kec. Sungai Mas, Kab. Aceh Barat, Provinsi Aceh.

III-1

Gambar 3.1 Cekungan Tersier Sumatera Bagian Utara (Cameron, 1080)

3.2 Geomorfologi Secara umum geomorfologi Pulau Sumatera yang merupakan bagian dari proses geologi (tektonik, magmatik dan erosi) sepanjang sejarah geologinya. Pergerakan lempeng menunjukkan ke arah bagian bawah Sumatera pada zona Beniof (10 Km sebelah barat busur kepulauan), sepanjang tepi barat Lempeng Tanah Sunda yang mengarah Barat laut-Tenggara melintang dari zona Beniof di barat. Kearah timur secara berurutan terbentang busur kepulauan, cekungan depan busur, bukit barisan, dan cekungan belakang busur. Gambar garis khayal yang memotong pulau sumatera yang berpola tidak simetri dari bukit barisan ke arah barat morfologi secara drastis berubah menjadi landai, sehingga lembah kaki pegunungan umumnya menjadi tidak lebar. Sebaliknya dari bukit barisan ke timur, morfologi agak halus dengan Kegiatan Eksplorasi Batubara di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Bara Adhipratama, Kec. Sungai Mas, Kab. Aceh Barat, Provinsi Aceh.

III-2

topografi berangsur landai, sehingga lembah menjadi lebar. Pulau Sumatera memiliki bentuk struktur sumatera fault System (SFS) yang merupakan patahanpatahan blok (Block Faulting) umumnya pada arah barat laut-tenggara (NW-SE), sub paralel dengan patahan utama sumatera yang memanjang dari pulau Weh ke teluk Semangko. Dari bukit barisan ke arah barat bertopografi kasar dengan tingkat erosi yang kuat terhadap batuan yang dilalui aliran sungai. Pembentukan jalur sedimen klastik di lembah bagian barat tidak menerus antara lain adanya aktivitas magma (vulkanik dan intrusi) pada zaman Tersier dan Kwarter. Pada peta Lembar Takengon, Sumatera, lembah Meulaboh (embayment Meulaboh) terhenti pada atas sungai Woyla kemudian lembah sempit pada arah barat laut hingga daerah Calang. 3.3 Stratigrafi Secara umum stratigrafi daerah Sumatera bagian utara dibagi menjadi 3 (tiga) cekungan sedimentasi tersier yaitu : Cekungan Sumatera Utara, Cekungan Aceh Barat laut dan Cekungan Aceh Barat. (Cameron, dkk (1980). Pada daerah Aceh Barat khususnya daerah penyelidikan termasuk dalam cekungan Aceh Barat yang merupakan fore arce basin. Batuan dasar cekungan adalah Kelompok Woyla berumur Pra Tersier. Batuan yang terdapat di cekungan Aceh barat di endapkan pada lingkungan fluviatil hingga sub-litoral dan dapat dikelompokkan menjadi : kelompok Hulumasem, Formasi Tutut dan Formasi Keuh (Gambar3.2). Urutan umur geologi secara regional yang ada pada daerah penyelidikan dimulai dari umur tertua hingga termuda yaitu : Kelompok Woyla Kelompok Woyla ini merupakan batuan tertua di cekungan Aceh Barat, berumur Yura akhir hingga kapur awal dan terdiri dari : Formasi Gume, Formasi Batugamping Teunom, Formasi Geumpang, Formasi Jaleun, Formasi Bale dan Formasi Penarun. Kegiatan Eksplorasi Batubara di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Bara Adhipratama, Kec. Sungai Mas, Kab. Aceh Barat, Provinsi Aceh.

III-3

Litologi yang menyusun Kelompok Woyla adalah : batugamping, metavolkanik, breksi, basalt, phylite, marble dan sekis hijau. Kelompok Hulumasem Batuan Kelompok Hulumasem, Terdiri dari : Formasi Tangla, Formasi Kueh dan Formasi Volkanik Calang. Kelompok batuan tersebut berumur Oligosen akhir hingga Miosen akhir. Secara stratigrafi kelompok batuan tersebut menumpang tidak selaras diatas batuan kelompok Woyla dan di tindih tidak selaras oleh Formasi Tutut. Daerah eksplorasi PT. Bara Adhipratama dibentuk oleh formasi yaitu : Formasi Kueh dan Formasi Tutut dimana Formasi ini merupakan formasi pembawa satuan Batubara serta dibagian Timur diduduki formasi Tangla, dapat dilihat Tabel 3.1
Tabel 3.1 Kolom stratigrafi regional daerah penyelidikan (Cameron, 1080)

Kegiatan Eksplorasi Batubara di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Bara Adhipratama, Kec. Sungai Mas, Kab. Aceh Barat, Provinsi Aceh.

III-4