Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN POWER SUPPLY

Laporan ini disusun dalam rangka untuk memenuhi salah satu syarat mendapat nilai dari tugas yang di berikan oleh guru Mata Pelajaran Perakitan

DISUSUN OLEH : Fanny Amalia X Transmission Technic A

DINAS PENDIDIKAN KOTA CIMAHI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 CIMAHI Jl. Mahar Martanegara No. 48 tlp. 022 6629683

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Tugas dengan judul Laporan Power Supply ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas dan mendapat nilai Mata Pelajaran Perakitan pada semester pertama. Adapun rangkaian tugas yang telah saya buat adalah rangkaian Power Supply atau Adaptor. Dalam penyusunan Laporan Power Supply ini, banyak yang memberikan bantuan kepada saya sehingga sudah sepatutnya saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Laporan Power Supply ini, diantaranya : 1. Bpk. Drs. Witarsa sebagai Guru dari mata pelajaran Perakitan 2. Bpk. Ipit Ganda Permana, S.Pd. sebagai Guru dari mata pelajaran Perakitan 3. Keluarga yang telah memberikan banyak dukungan sebaik mungkin secara moral maupun dukungan secara material 4. Teman-teman serta kakak tingkat yang telah banyak membantu. Saya sadar bahwa tanpa bantuan dari mereka semua saya tidak akan bias menyelesaikan Tugas ini dengan baik. Saya berharap agar Laporan Power Supply ini dapat bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

Cimahi, November 2011

Penyusun

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL KATA PENGANTAR.... i DAFTAR ISI .. ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. 1 1.2 Tujuan.. 2 1.3 Kegunaan alat.. 3 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Komponen Pasif... 4 2.2 Komponen Aktif.. 5 2.3 Daftar komponen. 6 2.4 Gambar rangkaian dan Layout 7 BAB III PERAKITAN 3.1 Persiapan Alat dan Bahan.... 8 3.2 Tahapan Pembuatan. 9 3.2.1 Pembuatan jalur Layout pada PRT.. 10 3.2.2 Pelarutan.. 11 3.2.3 Pengeboran.. 12 3.2.4 Penyolderan. 13 3.3 Keselamatan Kerja... 14 BAB IV PENGUJIAN ANALISIS ALAT 1.1 Pengukuran Komponen Aktif 15 1.1.1 Tabel Pengukuran Tegangan Masuk dan Keluar. 16 1.1.2 Tabel Pengukuran Transistor17 1.1.3 Tabel Pengukuran IC....18 1.1.4 Tabel Pengukuran Potensiometer..19 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan.20 5.2 Saran...21 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Nama Komponen Resistor Resistor Resistor Resistor Resistor Resistor Resistor Resistor Resistor Resistor Resistor Resistor Resistor Resistor Resistor Resistor Resistor Resistor Potensiometer Potensiometer Potensiometer Kapasitor Kapasitor Kapasitor Kapasitor Kapasitor Kapasitor Kapasitor

DAFTAR KOMPONEN Nilai Jumlah Satuan 6k8 8k2 4k77 39 180 2k7 820 22k 1k2 100k 15k 100 1k 220k 18 270k 12k 27k B10K 4k7 1k 150pF 33nF 68nF 100nF 1uF 10uf/35V 100uf/35V 1 1 6 1 1 2 2 3 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah

29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52

Kapasitor Transistor Transistor Transistor IC IC Dioda Dioda Zener Dioda Zener LED Dioda Bridge Transformator PCB Polos Larutan (FECL) Timah Kabel Steker Dioda Resistor Transistor Spacer Baut Banana Plug Steker Kabel +/-

470uf/35V BC557B BC547B TIP 147 LM741 LM723 IN4001 10V 500mW 18V 1.3W Red LED 3mm CT/1A 0.8 mm 0.8 mm LED 0.22R 5W TIP3055 1 cm 3 mm 0.8 mm

1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 6 3 4 2 1 1 1

Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Ps Buah Meter Meter Buah Buah Buah Buah Buah Pasang Buah Meter

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan ilmu elektronika yang terus berkembang sampai sekarang membuat para ahli di bidang elektronika membuat alat yang dapat memberikan tegangan pada suatu alat ukur sehingga sampai saat ini terdapat sebuah alat yang bernama Power Supply Regulator atau dapat disebut juga Adaptor.

Dalam menempuh pendidikan di SMKN 1 Cimahi khususnya jurusan Transmission Technic, seluruh siswa dituntut untuk memiliki keterampilan dalam merakit komponen elektronika menjadi sebuah alat yang dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam rangka penyelesaian tugas akhir semester pertama, saya bermaksud untuk memaparkan dasar teori dan daya guna alat yang telah dibuat ini. Dalam kesempatan ini saya membuat sebuah alat sumber tegangan yaitu Power Supply atau biasa disebut adaptor. Adaptor atau Power Supply adalah alat elektronika yang berguna untuk menghasilkan sumber tegangan. Di dalam Adaptor atau Power Supply ini terdapat komponen elektro yang bernama trafo, trafo ini mempunyai dua fungsi yaitu : 1. Step up ( penaik tegangan ) 2. Step down ( penurun tegangan )

Namun alat yang bernama Adaptor atau Power Supply ini menggunakan prindip kerja trafo step down ( menurunkan tegangan ). Sumber tegangan yang berasal dari jalajala PLN yang bernilai 220 V, bila mengalir melalui Adaptor atau Power Supply akan diturunkan tegangannya sesuai besar ampere pada Adaptor atau Power Supply tersebut. Dalam pembuatan Adaptor atau Power Supply yang telah saya buat, saya menggunakan Adaptor 1 Ampere CT

1.2

Tujuan
Adapun tujuan perakitan alat ini, yaitu sebagai berikut : Melatih siswa dalam merakit rangkaian Power Supply Regulator Mempelajari lebih dalam tentang karakteristik komponen elektronika yang digunakan dalam merakit rangkaian tersebut. Melatih siswa dalam instalasi suatu alat yang benar Mengetahui fungsi-fungsi dan kegunaan komponen elektronika Menambah kemampuan dan pengalaman dalam praktik elektronika dsar maupun dalam prektik gambar. Mengetahui penggunaan alat yang dipergunakan dalam praktik Melatih kreatifitas siswa dalam membuat rangkaian elektronika yang berguna Memenuhi tugas dan sebagai salah satu syarat mendapatkan nilai dari tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran perakitan Memenuhi program pengajran dan standar kompetensi pendidikan

1.3

Kegunaan Alat
Kegunaan alat ini antara lain sebagai berikut : Sebagai penghasil atau sumber tegangan. Sebagai penurun atau penarik tegangan Sebagai pengkonversi tegangan AC ke DC Sebagai alat penunjang praktik elektronika dasar Sebagai perbandingan kemampuan antarsiswa dalam standar kompetensi yang telah diberikan oleh guru Sebagai bahan penilaian semester pertama mata pelajaran perakitan

BAB II DASAR TEORI


2.1 Komponen Pasif RESISTOR

Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium). Resistor adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan listrik di antara kedua salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya, berdasarkan hukum Ohm:

Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat diboroskan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik, dan induktansi. Identifikasi empat pita adalah skema kode warna yang paling sering digunakan. Ini terdiri dari empat pita warna yang dicetak mengelilingi badan resistor. Dua pita pertama merupakan informasi dua digit harga resistansi, pita ketiga merupakan pengali (jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat merupakan toleransi harga resistansi. Kadang-kadang pita kelima menunjukkan koefisien suhu,

tetapi ini harus dibedakan dengan sistem lima warna sejati yang menggunakan tiga digit resistansi.

Warna Pita pertama Pita kedua

Pita ketiga Pita keempat Pita kelima (pengali) (toleransi) (koefisien suhu) 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 10-1 10-2

Hitam

Cokelat 1

1% (F)

100 ppm

Merah

2% (G)

50 ppm

Oranye 3

15 ppm

Kuning 4

25 ppm

Hijau

0.5% (D)

Biru

0.25% (C)

Ungu

0.1% (B)

Abu-abu 8

0.05% (A)

Putih

Emas

5% (J)

Perak

10% (K)

KAPASITOR / KONDENSATOR

Kondensator atau sering disebut sebagai kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad dari nama Michael Faraday. Kondensator juga dikenal sebagai "kapasitor", namun kata "kondensator" masih dipakai hingga saat ini. Pertama disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa Itali condensatore), berkenaan dengan kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya. Kebanyakan bahasa dan negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris masih mengacu pada perkataan bahasa Italia "condensatore", bahasa Perancis condensateur, Indonesia dan Jerman Kondensator atau Spanyol Condensador. Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.

Lambang kondensator (mempunyai kutub) pada skema elektronika. Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju.

Lambang kapasitor (tidak mempunyai kutub) pada skema elektronika. Namun kebiasaan dan kondisi serta artikulasi bahasa setiap negara tergantung pada masyarakat yang lebih sering menyebutkannya. Kini kebiasaan orang tersebut hanya menyebutkan salah satu nama yang paling dominan digunakan atau lebih sering didengar. Pada masa kini, kondensator sering disebut kapasitor (capacitor) ataupun sebaliknya yang pada ilmu elektronika disingkat dengan huruf (C).

TRANSFORMATOR Transformator atau sering disebut dengan trafo merupakan alat yang dibuat dari gulungan kawat yang fungsinya memindahkan tenaga bagian input yaitu gulungan primer ke bagian outputnya yaitu bagian sekundernya. Bentuk pemindahan ini dapat berupa tegangan meupun frekuensi atau induktansi, perubahan bias berupa kenaikan suatu harga dan bias juga berupa penurunan harga.

Pada umumnya transformator terdiri dari 2 buah gulungan yaitu gulungan primer sebagai input dan gulungan sekunder sebagai outputnya. Gulungan primer dan sekunder dibuat dalam bentuk susunan tertutup yang menyelubungi inti besi yang dibuat dan dip roses dari bahan besi lunak. Kerugian dalam transformator : 1. kerugian tembaga. Kerugian dalam lilitan tembaga yang disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya. 2. Kerugian kopling. Kerugian yang terjadi karena kopling primer-sekunder tidak sempurna, sehingga tidak semua fluks magnet yang diinduksikan primer memotong lilitan sekunder. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan secara berlapis-lapis antara primer dan sekunder. 3. Kerugian kapasitas liar. Kerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar yang terdapat pada lilitan-lilitan transformator. Kerugian ini sangat memengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semi-acak (bank winding) 4. Kerugian histeresis. Kerugian yang terjadi ketika arus primer AC berbalik arah. Disebabkan karena inti transformator tidak dapat mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggunakan material inti reluktansi rendah. 5. Kerugian efek kulit. Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arus bolak-balik, arus cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor. Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi relatif lilitan. Kerugian ini dapat dikurang dengan menggunakan kawat Litz, yaitu kawat yang terdiri dari beberapa kawat kecil yang saling terisolasi. Untuk frekuensi radio digunakan kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa. 6. Kerugian arus eddy (arus olak). Kerugian yang disebabkan oleh GGL masukan yang menimbulkan arus dalam inti magnet yang melawan perubahan fluks magnet yang membangkitkan GGL. Karena adanya fluks magnet yang berubah-ubah, terjadi olakan fluks magnet pada material inti. Kerugian ini berkurang kalau digunakan inti berlapislapisan.

2.2
Dioda

Komponen Aktif

Diode pancaran cahaya (bahasa Inggris: light-emitting diode; LED) adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan maju.

Sebuah LED adalah sejenis dioda semikonduktor istimewa. Seperti sebuah dioda normal, LED terdiri dari sebuah chip bahan semikonduktor yang diisi penuh, atau di-dop, dengan ketidakmurnian untuk menciptakan sebuah struktur yang disebut p-n junction. Pembawa-muatan - elektron dan lubang mengalir ke junction dari elektroda dengan voltase berbeda. Ketika elektron bertemu dengan lubang, dia jatuh ke tingkat energi yang lebih rendah, dan melepas energi dalam bentuk photon.

Tak seperti lampu pijar dan neon, LED mempunyai kecenderungan polarisasi. Chip LED mempunyai kutub positif dan negatif (pn) dan hanya akan menyala bila diberikan arus maju. Ini dikarenakan LED terbuat dari bahan semikonduktor yang hanya akan mengizinkan arus listrik mengalir ke satu arah dan tidak ke arah sebaliknya. Bila LED diberikan arus terbalik, hanya akan ada sedikit arus yang melewati chip LED. Ini menyebabkan chip LED tidak akan mengeluarkan emisi cahaya. Chip LED pada umumnya mempunyai tegangan rusak yang relatif rendah. Bila diberikan tegangan beberapa volt ke arah terbalik, biasanya sifat isolator searah LED akan jebol menyebabkan arus dapat mengalir ke arah sebaliknya. Macam-macam jenis diode sebagai berikut : Dioda Zener digunakan untuk regulasi tegangan Dioda Laser digunakan untuk membangkitkan sinar laser taraf rendah Dioda pemancar cahaya atau LED adalah diode yang memancarkan cahaya bila dipanjar maju. LED dibuat dari semikonduktor campuran. Dioda foto (fotovoltaic) digunakan untuk mengubah energy cahaya menjadi energy listrik searah

IC (Intergreted Circuit) IC atau rangkaian terpadu merupakan komponen elektronika sebagai hasil persenyawaan dari beberapa transistor atau beberapa penguatan dalam satu komponen elektronika yang terdiri atas diode, resistor, transistor dan kondensator kecil yang terangkai menjadi satu kesatuan terpadu pada papan semikonduktor kecil yang biasa disebut chip. Ditinjau dari kontruksinya IC terdiri dari dua jenis antara lain : 1. IC Monolitik IC Monolitik adalah IC yang terbuat dari keeping semikonduktor yang tipis, yang penyambungan kaki-kakinya memanfaatkan perangkat ultrasonic dan dikontrol dengan menggunakan mikroskop. Contohnya : LM 386 dan UPC 508 2. IC Hibrida IC Hibrida adalah IC yang bentuknya lebih besar dibandingkan IC monolitik, dan terbuat dari PCB dengan system fotografi mikro. Transistor Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektot (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor. merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil (stabilisator) dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan fungsi rangkaian-rangkaian lainnya.

BAB III PERAKITAN

3.1 Persiapan alat dan bahan Siapkan PCB beserta gambar layoutnya Siapkan larutan (FECL) Siapkan wadah cairan larutan Siapkan air panas secukupnya Siapkan komponen-komponen yang akan di rangkai Pakailah jas lab sebagai keselamatan kerja

3.2 Tahap Pembuatan Pembuatan jalur layout pada PCB

Pengetsaan (Etching)

Pengeboran (Drilling)

Pelapisan (Coating)

Penyolderan (Soldering)

BAB IV PENGUJIAN ANALISIS ALAT