Anda di halaman 1dari 19

BAB I PENDAHULUAN

Listrik adalah salah satu energi yang sangat penting dan di butuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tingkat pemakaian listrik perkapita

menggambarkan secara langsung laju perkembangan kebutuhan hidup didalam suatu negara tersebut. Kebutuhan yang semakin meningkat akan semakin mendorong perkembangan perusahaan pembangkit listrik dengan berbagai sumber energi alternatif yang dapat mengisi kebutuhan hidup akan energi listrik dan mengurangi adanya krisis energi sejalan dengan peningkatan kebutuhan hidup manusia. Namun dalam pembuatannya, pada saat ini efisiensienergi mutlak diperlukan dalam menghadapi perkembangan sistem pembangkit listrik. Jika efesiensi energi tidak diperhatikan maka pemenuhan kebutuhan akan energi listrik akan mengalami kesulitan. Efisiensi energi dalam sistem pembangkit daya dapat mencakup penggunaan bahan bakar atau panas dalam suatu alat. Indonesia adalah sebuah negara besar yang dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah termasuk sumber daya manusia yang bisa membangun di sektor perindustrian. Di era sekarang, sumber daya manusia tidak lagi di pandang hanya sebagai aset layaknya komponen industri. Namun kini merupakan era dimana manusia adalah kapital karena bermula dari manusialah sebuah proses bisnis di era modern bergulir. Apabila sumber daya manusia dapat dipergunakan dengan baik maka sektor industri dapat dikembangkan. Atas dasar uraian diatas, dalam rangka peningkatan pengetahuan, potensi sikap dan wawasan mahasiswa maka kami selaku mahasiswa Program Studi Diploma III Teknik Listrik Politeknik Negeri Semarang melakukan study kasus.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Listrik Energi listrik adalah salah satu bentuk energi yang dapat berubah ke bentuk energi lainnya. Sejarah tenaga listrik berawal pada januari 1882, ketika beroperasinya pusat tenaga listrik yang pertama di London Inggris. Kemudian pada tahun yang sama, bulan September juga beroperasi pusat tenaga listrik di New York city, Amerika Keduanya menggunakan arus searah tegangan rendah, sehingga belum dapat mencukupi kebutuhan kedua kota besar tersebut, dan dicari sistem yang lebih memadai. Pada tahun 1885 seorang dari prancis bernama Lucian Gauland dan John Gibbs dari Inggris menjual hak patent generator arus bolak-balik kepada seorang pengusaha bernama George Westinghouse. Selanjutnya dikembangan generator arus bolak-balik dengan tegangan tetap, pembuatan transformator dan akhirnya diperoleh sistem jaringan arus bolak-balik sebagai transmisi dari pembangkit ke beban/pemakai. 2.1.1 Proses pembangkitan tenaga listrik Pembangkitan tenaga listrik yang banyak dilakukan dengan cara memutar generator sinkron sehingga didapatkan tenaga listrik arus bolakbalik tiga fasa. Tenaga mekanik yang dipakai memutar generator listrik didapat dari mesin penggerak generator listrik atau biasa disebut penggerak mula (primover). Mesin penggerak generator listrik yang banyak digunakan adalah mesin diesel, turbin uap, turbin air, dan turbin gas. Mesin penggerak generator melakukan konversi tenaga primer menjadi tenaga mekanik penggerak generator. Proses konversi tenaga primer menjadi tenaga mekanik menimbulkan produk sampingan berupa limbah dan kebisingan yang perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan. Proses pembangkitan tenaga listrik adalah proses konversi tenaga primer (bahan bakar atau potensi tenaga air) menjadi tenaga mekanik sebagai penggerak generator listrik dan selanjutnya generator listrik menghasilkan tenaga listrik. Beban pusat listrik selalu berubah pada setiap saat dan tenaga listrik yang digunakan juga dipengaruhi oleh cuaca, musim hujan atau musim panas (summer) atau kemarau, dan

hari kerja di industri atau perusahaan. Beban pusat listrik alam rentang 1 (satu) tahun merupakan jumlah beban rata-rata harian dikalikan 365 hari.

Gambar 2.1 Contoh Diagram Beban Listrik Harian

Dari Gambar 2.1 tampak bahwa beban listrik paling tinggi (puncak) terjadi sekitar jam 8-12 pagi untuk musim panas (summer) sebesar 11,5 GW dan 15 GigaWatt untuk musim hujan (winter) terjadi antara pukul 16.00- 20.00 Untuk menentukan beban rata-rata adalah kebesaran beban yang paling tinggi (runcing) dibagi dua (pembagian secara kasar). Dengan mempertimbangkan diagram beban harian dan uraian-uraian tentang sifat pemakaian tenaga listrik, maka pembanguanan pusat listrik dapat ekonomis.

2.1.2 Kelengkapan pada pusat pembangkit listrik Kelengkapan pada pusat pembangkit listrik antara lain adalah: a. Instalasi sumber energi (energi primer, yaitu instalasi bahan bakar untuk pusat pembangkit termal dan atau instalasi tenaga air) b. Instalasi mesin penggerak generator listrik, yaitu instalasi yang berfungsi sebagai pengubah energi primer menjadi energi mekanik sebagai penggerak generator listrik c. Mesin penggerak generator listrik dapat berasal dari ketel uap beserta turbin uap, mesin diesel, turbin gas, dan turbin air

d. Instalasi pendingin, yaitu instalasi yang berfungsi mendinginkan instalasi mesin penggerak yang menggunakan bahan bakar. e. Instalasi Listrik, yaitu instalasi yang secara garis besar terdiri dari: 1. Instalasi tegangan tinggi, yaitu instalasi yang yang digunakan untuk menyalurkan energi listrik yang dlibangkitkan generator listrik 2. Instalasi tegangan rendah, yaitu instalasi pada peralatan bantu dan instalasi penerangan, 3. Instalasi arus searah, yaitu instalasi baterai aki dan peralatan pengisiannya serta jaringan arus searah terutama yang digunakan untuk proteksi, kontrol, dan telekomunikasi. 2.1.3 Hal-hal yang diperhatikan dalam perencanaan pembangkitan (system planning) tenaga listrik. Hal-hal yan perlu diperhatikan dalam merencanakan pembangkit tenaga listrik adalah: a. Perkiraan beban (load forecast) Terkait dengan rencana jangka waktu pembangkitan (misal 15-20 tahun), besar beban puncak, beban harian, dan beban tahunan, dan lain-lain terkait dengan jangka waktu. b. Perencanaan pengembangan (generation planning) Harus dilakukan perencanaan pengembangan kapasitas, biaya poduksi, dan memperhitungkan investasi dan pendapatan atau hasilnya. .

Gambar 2.2

Pengangkatan Transformator menggunakan Crane untuk Pengembangan Pusat Pembangkit Listrik c. Perencanaan penyaluran (transmission planning) Diantarannya adalah

memperhatikan pengembangan tansmisi dari tahun ke tahun, sistem transmisi, biaya pembebasan lahan yang dilalui transmisi, sistem interkoneksi, rangkaian instalasi transmisi, biaya konstruksi transmisi, sistem transmisi, dan lain-lain.

Gambar 2.3 menunjukkan contoh konstruksi transmisi

d. Perencanaan subtransmisi (subtransmission planning) e. Perencanaan distribusi (distribution planning). Memperhatikan rencana supply utama pada bulk station, besar tegangan subtransmisi, sistem jaringan subtransmisi, dan lain-lain.

Gambar 2.4 Contoh konstruksi jaringan distribusi

f. Perencanaan pengoperasian (operation planning) Merencanakan sistem pengoperasian, merencanakan program computer, load flow program, dan lainnya agar pengoperasian dapat efektif dan efisien. g. Supply bahan bakar (fuel supply planning) atau sumber tenaga primer/bahan baku) Merencanakan kebutuhan bahan baiak atau sumber energi primer, ketersediaan bahan bakar, sistem pengiriman, dan lain-lain. h. Perencanaan lingkungan (environment planning) atau perencanaan kondisi lingkungan. Memperhatikan lingkungan sekitar, bentuk plant, lokasi, dan desain pengolahan limbah, dan lain-lain. i. Perencanaan pendapatan (Financial planning). j. Riset dan pengembangan (research & development planning/R&D planning) Riset dan pengembangan terkait pengembangan sistem pembangkit, meliputi biaya, karakteristik, dan kelayakan alternatif sumber energi dan pengembangan teknologi, dan lain-lain.

2.1.4 Instalasi Listrik pada Pusat Pembangkitan Listrik Secara umum, pusat pembangkit listrik membangkitkan tenaga listrik arus bolak-balik tiga fasa yang dihasilkan oleh generator sinkron. Tegangan generator paling tinggi yang dapat dibangkitkan oleh pembangkit listrik adalah 23 kV. Pada saat ini, dalam tingkat riset sedang dikembangkan generator yang dapat membangkitkan tegangan listrik sampai 150 kV.

Gambar 2.5

Diagram satu garis instalasi tenaga listrik pada pusat pembangkit listrik sederhana Keterangan: PMT/CB = Pemutus Tenaga (Circuit Breaker) PMS/DS = Sakelar Pemisah (Diconnecting Switch)

Pusat pembangkit listrik yang sudah beroperasi secara komersial secara umum ditunjukkan pada Gambar 2.6. Tegangan listrik yang dihasilkan oleh generator sinkron dinaikkan dengan menggunakan transformator listrik sebelum dihubungkan pada rel (busbar) melalui pemutus tenaga (PMT). Semua generator listrik yang menghasilkan energi listrik dihubungkan pada rel (busbar). Begitu pula semua saluran keluar dari pusat listrik dihubungkan dengan rel pusat listrik. 2.2 Peranan Tenaga Listrik Di pusat pembangkit tenaga listrik, generator digerakan oleh turbin dari bentuk energi lainnya antara lain : dari Air - PLTA; Gas - PLTG; Uap - PLTU; Diesel - PLTD; Panas Bumi - PLTP; Nuklir - PLTN. Energi listrik dari pusat pembangkitnya disalurkan melalui jaringan transmisi yang jaraknya relatif jauh ke pemakai listrik/konsumen.

Gambar 2.6 Penyaluran energi listrik ke beban

Konsumen listrik di Indonesia dengan sumber dari PLN atau Perusahaan swasta lainnya dapat dibedakan sebagai berikut : A. Konsumen Rumah Tangga

Kebutuhan daya listrik untuk rumah tangga antara 450VA s.d. 4400VA, secara umum menggunakan sistem 1 fasa dengan tegangan rendah 220V / 380V dan jumlahnya sangat banyak. B. Penerangan Jalan Umum (PJU) Pada kota-kota besar penerangan jalan umum sangat diperlukan oleh karena bebannya berupa lampu dengan masing-masing daya tiap lampu/tiang antara 50VA s.d. 250VA bergantung pada jenis jalan yang diterangi, maka sistem yang digunakan 1 fasa dengan tegangan rendah 220V / 380V. C. Konsumen Pabrik Jumlahnya tidak sebanyak konsumen rumah tangga, tetapi masing-masing pabrik dayanya dalam orde kVA. Penggunaannya untuk pabrik yang kecil masih menggunakan sistem 1 fasa tegangan rendah (220V / 380V), namun untuk pabrikpabrik yang besar menggunakan sistem 3 fasa dan saluran masuknya dengan jaringan tegangan menengah 20kV. D. Konsumen Komersial Yang dimaksud konsumen komersial antara lain stasiun, terminal, KRL (Kereta Rel Listrik), hotel-hotel berbintang, rumah sakit besar, kampus, stadion olahraga, mall, hypermarket, apartemen. Rata-rata menggunakan sistem 3 fasa, untuk yang kapasitasnya kecil dengan tegangan rendah, sedangkan yang berkapasitas besar dengan tegangan menengah.

2.3 Definisi Pembangkit Listrik Tenaga Air

Pusat listrik yang menggunakan tenaga air atau sering disebut Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA). Pembangkitan tenaga air adalah suatu bentuk perubahan tenaga dari tenaga air dengan ketinggian dan debit tertentu menjadi tenaga listrik, dengan menggunakan turbin air dan generator. Pada pusat listrik tenaga air, energi utamanya berasal dari tenaga air (energi primer). Tenaga air tersebut menggerakkan turbin air dan turbin air memutar generator listrik. Pusat listrik ini menggunakan tenaga air sebagai sumber energi primer. Pusat Listrik Tenaga Air dibagi menjadi 2 (dua), yaitu:

a. Pusat listrik tenaga air daerah bukit, memanfaatkan selisih tinggi jatuhnya air yang tinggi. b. Pusat listrik tenaga air daerah datar, memanfaatkan debit air dan tinggi jatuhnya air rendah.

Gambar 2.7 PLTA mini hyidro memanfaatkan debit air (A: tampak depan dan B: tampak samping)

2.4 Komponen Pembangkit Listrik Tenaga Air A. Bendungan (Dam) adalah suatu bangunan menahan laju air sehingga mencapai ktinggian tertentu agar menghasilkan energi yang besar saat dialirkan. Bendungan ini berfungsi menaikkan permukaan air sungai untuk menciptakan tinggi jatuh air. Selain menyimpan air, bendungan juga dibangun dengan tujuan untuk menyimpan energi.

Gambar 2.8 Bendungan


9

Macam macam bendungan

Berdasarkan Penggunaannya 1. Intake Dam 2. Storage Dam 3. Regulating Dam 4. Pumped storge Dam B. Turbine

Berdasarkan bahan pembuatannya 1. Dam Beton 2. Dam Baja 3. Dam Kayu 4. Dam Alami

Berdasarkan prinsip kerja turbin dalam mengubah energi potensial air menjadi energi mekanis, turbin air dibedakan menjadi dua kelompok yaitu turbin impuls dan turbin reaksi.

1. Turbin Impuls Energi potensial air diubah menjadi energi kinetik pada nozle. Air keluar nozle yang mempunyai kecepatan tinggi membentur sudu turbin. Setelah membentur sudu arah kecepatan aliran berubah sehingga terjadi perubahan momentum (impulse). Akibatnya roda turbin akan berputar. Turbin impuls adalah sama dengan turbin tekanan karena aliran air yang keluar dari nozle tekanannya adalah sama dengan tekanan atmosfir sekitarnya. Semua energi tinggi tempat dan tekanan ketika masuk ke sudu jalan turbin dirubah menjadi energi kecepatan. Macam macam turbin impuls: 1.1 Turbin Pelton Turbin pelton merupakan turbin impuls. Turbin Pelton terdiri dari satu set sudu jalan yang diputar oleh pancaran air yang disemprotkan dari satu atau lebih alat

10

yang disebut nozle. Turbin Pelton adalah salah satu dari jenis turbin air yang paling efisien. Turbin Pelton adalah turbin yang cocok digunakan untuk head tinggi. 1.2 Turbin turgo Turbin turgo dapat beroperasi pada head 30 m s/d 300 m. Seperti turbin pelton turbin turgo merupakan turbin impulse, tetapi sudunya berbeda. 1.3 Turbin Crossflow Turbin cross-flow merupakan jenis turbin yang dikembangkan oleh Anthony Michell (Australia), Donat Banki (Hongaria) dan Fritz Ossberger (Jerman). Turbin crossflow menggunakan nozle persegi panjang yang lebarnya sesuai dengan lebar runner. Pancaran air masuk turbin dan mengenai sudu sehingga terjadi konversi energi kinetik menjadi energi mekanis. 2. Turbin Reaksi Sudut pada turbin reaksi mempunyai profil khusus yang menyebabkan terjadinya penurunan tekanan air selama melalui sudu. Perbedaan tekanan ini memberikan gaya pada sudu sehingga runner (bagian turbin yang berputar) dapat berputar. Turbin yang bekerja berdasarkan prinsip ini dikelompokkan sebagai turbin reaksi. Runner turbin reaksi sepenuhnya tercelup dalam air dan berada dalam rumah turbin. Macam- macam Turbin Reaksi: 2.1. Turbin Francis Turbin francis merupakan salah satu turbin reaksi. Turbin dipasang diantara sumber air tekanan tinggi di bagian masuk dan air bertekanan rendah di bagian keluar. Turbin Francis menggunakan sudu pengarah. 2.2 Turbin Kaplan & Propeller

11

Turbin Kaplan dan propeller merupakan turbin rekasi aliran aksial. Turbin ini tersusun dari propeller seperti pada perahu. Propeller tersebut biasanya mempunyai tiga hingga enam sudu.

Kriteria Pemilihan Jenis Turbin Pemilihan jenis turbin dapat ditentukan dengan mempertimbangkan parameter-parameter khusus yang mempengaruhi sistem operasi turbin, yaitu : a. Faktor tinggi jatuhan air efektif (Net Head) dan debit yang akan dimanfaatkan untuk operasi turbin merupakan faktor utama yang mempengaruhi pemilihan jenis turbin, sebagai contoh : turbin pelton efektif untuk operasi pada head tinggi, sementara turbin propeller sangat efektif beroperasi pada head rendah.

b. Faktor daya (power) yang diinginkan berkaitan dengan head dan debit yang tersedia.

c. Kecepatan (putaran) turbin yang akan ditransmisikan ke generator. Sebagai contoh untuk sistem transmisi direct couple antara generator dengan turbin pada head rendah, sebuah turbin reaksi (propeller) dapat mencapai putaran yang diinginkan, sementara turbin pelton dan crossflow berputar sangat lambat (low speed) yang akan menyebabkan sistem tidak beroperasi.

C. Generator Generator yang dipakai dalam PLTA adalah generator sinkron tiga fasa.
Konstruksi Generator Sinkron

Suatu generator sinkron secara umum terdiri dari : 1. Stator adalah bagian dari mesin yang diam dan berbentuk silinder . Secara umum stator terdiri dari kerangka stator, inti stator, dan slot. a. Rangka Stator

12

Rangka stator berfungsi sebagai tempat melekatnya stamping jangkar dan kumparan jangkar. Pada rangka stator terdapat lubang pendingin dimana udara dan gas pendingin disirkulasikan. Rangka stator biasanya dibuat dari besi campuran baja atau plat baja giling yang dibentuk sedemikian rupa sehingga diperoleh rangka yang sesuai dengan kebutuhan. b. Inti Stator Inti stator melekat pada rangka stator dimana inti ini terbuat dari laminasi-laminasi besi khusus atau campuran baja. c. Slot Slot adalah tempat konduktor berada yang letaknya pada bagian dalam sepanjang keliling stator. Bentuk slot ada 3 yaitu Slot Terbuka, Slot Setengah Terbuka, Slot Tertutup.

2. Rotor adalah bagian dari mesin yang berputar juga berbentuk silinder Sebagai tempat belitan penguat yang membentuk kemagnetan listrik kutub Utara-Selatan pada inti rotor. Ada 2 macam bentuk rotor, yaitu : a. Rotor kutub menonjol (Salient Pole Rotor) b. Rotor kutub tak menonjol (Rotor Silinder) c. Sikat

Komponen pendukung generator a. Exciter sebagai penguat yang digunakan generator untuk membangkitan sumber tenaga. Sebagai penggerak mula generator. b. AVR (AutomaticVoltage Regulator) merupakan suatu alat yang mengatur tegangan yang berubah ubah dan terdiri dari satu kumparan. c. Bearing berfungsi menjaga kesetabilan posisi dan putaran poros. d. Pengatur generator berfungsi mengatur kecepatan putaran generator atau turbin dan sebagai rem

Prinsip Kerja Generator Sinkron

13

Prinsip kerja generator sinkron berdasarkan induksi elektromagnetik. Setelah rotor diputar oleh penggerak mula (prime mover), dengan demikian kutub-kutub yang
ada pada rotor akan berputar. Jika kumparan kutub diberi arus searah maka pada permukaan kutub akan timbul medan magnet (garis-garis gaya fluks) yang berputar, kecepatannya sama dengan putaran kutub. Garis-garis gaya fluks yang berputar tersebut akan memotong kumparan jangkar distator, sehingga menimbulkan EMF atau GGL atau tegangan induksi.

Kecepatan Putaran Generator Sinkron

Kecepatan putaran suatu generator sinkron tergantung kepada penggerak mulanya (Putaran Turbin).

Daya yang dihasilkan Generator Sinkron Generator untuk pembangkit listrik tenaga air skala piko menggunakan generator sinkron 1 phasa. Generator ini memiliki kecepatan rata-rata antara 70 1500 rpm. Daya yang dihasilkan oleh generator 1 phasa dihitung dengan persamaan :

Dimana : P = daya yang dihasilkan generator (watt) V = tegangan terminal generator (volt) I = arus (ampere) cos = faktor daya D. Jalur Transmisi Berfungsi menyalurkan energi listrik dari PLTA menuju rumah-rumah dan pusat industri. E. Reservoir atau waduk Waduk adalah tempat jutaan meter kubik air akan diubah energinya menjadi energi mekanik penggerak. F. Intake

14

Intake atau pemasukan adalah fasilitas yang digunakan untuk mengambil air dari reservoir ke dalam saluran air. Intake terdiri dari: pintu (Gate) dan saringan (Filter). G. Control Gate Control gate atau gerbang kontrol adalah pengatur masuknya air ke dalam pen stock yang menuju turbin. Gerbang kontrol dapat di buka dan di tutup sesuai waktu operasi ataupun jika terjadi masalah pada turbin atau komponen lain. H. Pen Stock Pipa pesat (penstock) adalah pipa yang yang berfungsi untuk mengalirkan air dari bak penenang (forebay tank).

Gambar 2.8 Pen Stock I. Transformer Transformator adalah alat untuk menaikkan tegangan sehingga menncapai nilai yang di inginkan untuk tegangan transmisi. Transformator terdiri dari sebuah inti darisusunan lapisan yang mempunyai dua isolasi yaitu dari segi tegangan rendah dan dari sisi tegangan tinggi. J. Out Flow

15

K. Power Line 2.5 Prinsip Pembangkit Listrik Tenaga Air Pembangkitan tenaga air adalah suatu bentuk perubahan tenaga dari tenaga air dengan ketinggian dan debit tertentu menjadi tenaga listrik, dengan menggunakan turbin air dan generator. Daya (power) yang dihasilkan dapat dihitung berdasarkan rumus berikut : P = .Q.h.g

Dimana : P = daya keluaran secara teoritis (watt) = massa jenis fluida (kg/m3) Q = debit air (m3/s) h = ketinggian efektif (m) g = gaya gravitasi (m/s2)

1.6 Masalah di Pembangkit Listrik Tenaga Air Kavitasi Masalah utama yang timbul pada operasi PLTA adalah timbulnya kavitasi pada turbin air. Kavitasi adalah peristiwa terjadinya letusan kecil dari gelembung uap air yang sebelumnya terbentuk di daerah aliran yang tekanannya lebih rendah daripada tekanan uap air ditempat tersebut, kemudian gelembung uap air ini akan menciut secara cepat meletus ketika uap air ini melewati daerah aliran yang tekanannya lebih besar daripada tekanan uap air tersebut, karena jumlahnya sangat banyak sekali (ribuan per detik) dan I letusan itu sangat cepat maka permukaan turbin yang dikenai oleh letusan ini akan terangkat sehingga terjadi burik yang menyebabkan bagian-bagian turbin air (setelah waktu tertentu, kirakira 40.000 jam) menjadi keropos dan perlu diganti. Kavitasi terjadi dibagian-bagian turbin yang mengalami perubahan tekanan air secara mendadak, misalnya pada pipa buangan air turbin. Kavitasi menjadi lebih besar apabila beban turbin makin kecil. Oleh karena itu, ada pembatasan beban minimum turbin air
16

(kira-kira 25%). Bagian terbesar dari biaya pemeliharaan PLTA adalah biaya perbaikan atau penggantian bagianbagian turbin air yang menjadi keropos akibat kavitasi.

2.7 Bangunan Sipil Potensi tenaga air didapat pada sungai yang mengalir di daerah pegunungan. Ditinjau dari caranya membendung air, PLTA dapat dibagi menjadi dua kategori: a. PLTA run off river b. PLTA dengan kolam tando (reservoir) 2.9 Keuntungan dan Kerugian Pembangkit Listrik Tenaga Air Keuntungan PLTA adalah: a) mudah (cepat) di-start dan di-stop. b) bebannya mudah diubah-ubah. c) angka gangguannya rendah. d) pemeliharaannya mudah. e) umumnya dapat di-start tanpa daya dari luar (black start).

Kerugian PLTA adalah: a) Membutuhkan biaya yang banyak. b) Lokasi jauh dari pusat kota (pegungungan). c) Membutuhkan saluran tranmisi yang panjang. d) Membutuhkan wilayah yang luas.

17

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Pembangkit Listrik Tenaga Air merupakan salah satu Penghasil listrik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun industri. Dan dalam hal ini pembangkit tenaga listrik mempunyai komponen-komponen utama yang meliputi: 1. Penggerak Mula(Prime mover) a. mesin diesel b. turbin c. beserta komponen dan perlengkapannya.

2. Komponen Listrik a. Generator dan perlengkapannya b. Transformator dan perlengkapannya c. Peralatan proteksi d. Saluran kabel dan busbar e. Dan lain sebagainya.

3. Komponen Sipil a. Bendungan, Pipa Pesat (penstock), prasarana dan sarana sipil penunjang. b. Prasarana dan sarana sipil (pondasi peralatan, jalan, cable duck, dan lain-lain. c. Gedung Kontrol (control building) dan perlengkapannya.

4. Komponen Mekanisasi a. Seluruh peralatan pendukung b. Komponen pelengkap turbin c. Dan lain-lain.

Pembangkit Tenaga Listrik, khususnya PLTA memiliki permasalaha-permasalahan yang meliputi:

18

1. Masalah Teknis: a. Penyediaan energi primer yang berupa Sumber Air yang tidak terbatas. b. Penjernihan air pendingin untuk pembangkit thermal. c. Masalah kebisingan yang dihasilkan dari pembangkit. d. Masalah pengoperasian yang pada umumnya harus beroperasi non stop selama 24 jam sepanjang tahun. e. Pemeliharaan. f. Gangguan dan kerusakan. g. Pengembangan dan pembangkitan. h. Perkembangan teknologi pembangkitan.

2. .Masalah Non Teknis a. Masalah regulasi. b. Kesulitan mendapatkan lahan. c. Masalah social, misal:keengganan dan protes dari masyarakat. d. Masalah financial meliputi keterbatasan kemampuan likuiditas pemerintah, pembayaran ganti rugi yang mahal, dan lain-lain. 1.2 Saran Bagian yang terpenting dalam sistem kontrol PLTA adalah pemahaman mengenai cara-cara dari pengaturan itu sendiri. Dengan adanya pemahaman yang menyeluruh mengenai hal-hal tersebut, maka setiap keadaan pada suatu kerja di PLTA dapat dijalankan secara terprogram. Metode dan cara merealisasikan program memang tergantung dari kreativitas kepala bagian pengaturan itu sendiri. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa suatu format yang terarah akan sangat membantu membentuk keteraturan dalam pengaturan PLTA. Semoga makalah ini berguna bagi pembaca ataupun orang yang terkait dengan bagian sistem kontrol PLTA.

19