Anda di halaman 1dari 4

MASTOIDITIS Mastoiditis adalah segala proses peradangan pada sel- sel mastoid yang terletak pada

tulang temporal. Biasanya timbul pada anak-anak atau orang dewasa yang sebelumnya telah menderita infeksi akut pada telinga tengah. Gejala-gejala awal yang timbul adalah gejala-gejala peradangan pada telinga tengah, seperti demam, nyeri pada telinga, hilangnya sensasi pendengaran, bahkan kadang timbul suara berdenging pada satu sisi telinga (dapat juga pada sisi telinga yang lainnya). Sumber : www . idmgarut.wordpress.com Terbagi atas konsep penyakit Mastoditis dan Proses Keperawatan a. Konsep Penyakit Mastoiditis

1. Mastoiditis merupakan suatu infeksi dari otitis media akut yang melanjutkan ke dalam sel udara mastoid (Lemone 2004 : 1496) 2. Patofisiologi Pada mastoiditis akut, tulang septal antara sel udara mastoid dihancurkan dan sel bergabung untuk membentuk ruang yang besar. Bagian dari jalannya mastoid terkikis. Dengan adanya infeksi kronis, dapat menyebabkan sebuah abses dapat terbentuk, atau sklerosis tulang dari mastoid. Mastoiditis akut meningkatkan resiko meningitis karena hanya sebuah tulang yang sangat tips memisahkan sel udara mastoid dari otak. Beruntungnya, komplikasi ini jarang terjadi sejak pemberian antibiotika yang efektif untuk therapy otitis media. 3. Patoflow Penyakit Mastoiditis Tulang septal hancur Membentuk ruang yang besar Infeksi kronik Abses, sklerosis tulang mastoid Nyeri telinga, Kemerahan Inflamasi, bengkak, panas, sakit kepala Pengeluaran cairan dari telinga Kehilangan pendengaran gangguan persepsi gangguan rasa nyaman nyeri pendengaran

4. Tanda dan Gejala Tanda dan gejala mastoiditis akut biasanya berkembang antara 2 atau 3 minggu setelah episode dari otitis media akut dan termasuk : a. Sakit telinga

b. Kehilangan pendengaran c. d. Tampak kemerahan dan inflamasi Bengkak dapat menyebabkan aurikula dari telinga menonjol melebihi dari normal (retroaurikula). e. f. Panas dapat disertai dengan tinnitus dan sakit kepala. Pengeluaran cairan dari telinga yang berlebihan perlu dicatat.

5. Penatalaksanaan a. Pencegahan adalah focus primer dari kolaboratif dan tindakan keperawatan yang berhubungan dengan mastoiditis. b. Pengobatan antibiotika yang efektif dari otitis media akut mencegah mastoiditis pada tingkat awal. c. Mengikuti tindakan pembedahan, menetapkan secara hati-hati luka dan pengeluaran untuk membuktikan infeksi atau komplikasi lainnya. d. Pendengaran klien mungkin sementara atau menetap terpengaruh, tergantung pada luasnya operasi. e. f. Bicara pelan dan jelas, jangan berteriak atau bicara keras yang tidak biasa. Yakinkan keluarganya dan staff mengetahui tentang kehilangan pendengaran klien dan menggunakan tekhnik komunikasi yang sesuai. g. Membantu pasien dengan ambulasi awal, karena pusing dan vertigo biasanya mengikuti pembedahan. h. Pemberian antibiotika untravena seperti penicillin, Cefriaxone selama 14 hari. i. Jika tidak membaik dengan antibiotic maka dilakukan operasi Mastoidektomi, bersama dennganTimpanoplasti. j. Penghembusan udara melalui hidung, bersin dan batuj harus dihindari karena dapat meningkatkan tekanan pada telinga bagian tengah.

6. Perawatan di rumah a. Pendidikan tentang mastoiditis akut, menekankan pentingnya pemberian terapi antibiotika dan menganjurkan untuk follow up. b. Instruksikan klien dan keluarga untuk melaprkan reaksi yang merugigak untuk perawatan primer. c. Ajarkan klien dan keluarga bagaimana teknik aseptic.

Proses Keperawatan Untuk Pasien Yang Menjalani Pembedahan Mastoid 1. Pengkajian a. Riwayat kesehatan : penggambaran lengkap masalah telinga, otorea, kehilangan pendengaran

b. Pengkajian fisik observasi adanya eritema, oedema, otorea, lesi dan bau cairan yang keluar c. Hasil audiogram harus dikaji

2. Diagnose Keperawatan a. DK : Ansietas b.d prosedur pembedahan, potensial kehilangan pendengaran, potensial ganguan pengecap, dan potensial kehilangan gerakan fasial. Tujuan : Meredakan ansietas Intervensi : Berikan informasi yang kuat yang telah didiskusikan oleh ahli otology pada pasien termasuk anastesi, lokasi insisi dan hasil pembedahan. Dorong pasien untuk mendiskusikan setiap ansietas dan keprihatinan mengenai pembedahan

b. DK : Nyeri akut b.d Pembedahan Mastoid Tujuan : Bebas dari rasa tak nyaman Intervensi : Berikan pasien obat analgetik sesuai dengan kebutuhan Ajarkan pasien tentang penggunaan dan efek samping obat Evaluasi : c. Bebas dari rasa tak nyaman atau nyeri Tidak memperlihatkan tanda mengernyitkan wajah, mengeluh atau menangis Meminum analgetik bila perlu DK : Resiko infeksi b.d post op Mastoidektomi, pemasangan graft/tandur, trauma bedah terhadap jaringan dan struktur di sekitarnya

Tujuan : pencegahan infeksi Intervensi : Rendam tampon kanalis auditorius eksternus dalam larutan antibiotika sebelum dipasang Instruksikan kepada pasien untuk mencegah air masuk ke kanalis auditorius eksternus selama 2 minggu Pasang bola kapas yang diolesi bahan yang tak larut air (vaselin) dan diletakkan di telinga Beritahukan kepada pasien tanda-tanda infeksi (meningkatnya suhu, cairan purulen) Evaluasi ; Tidak ada tanda atau gejala infeksi Tanda vital normal termasuk suhu Tak mengeluarkan cairan purulen dari kanalis auditorius externus

d. DK : Perubahan persepsi sensori auditoris b.d kelainan telinga/pembedahan telinga Tujuan : Memperbaiki komunikasi Intervensi : Mengurangi kegaduhan lingkungan, memandang pasien ketika berbicara, berbicara jelas dan tegas tanpa berteriak, memberikan pencahayaan yang baik dan menggunakan tanda nonverbal. e. Instruksikan anggota keluarga mengenai praktik yang efektif. Gunakan alat bantu dengar pada telinga yang tidak dioperasi. DK : Resiko trauma b.d kesulitan keseimbanganatau vertigo selama periode pascaoperasi segera Perubahan persepsi sensori b.d potensial kerusakan nervus fasialis Kerusakan integritas kulit b.d pembedahan telinga, insisi dan tempat graft Kurang pengetahuan mengenai penyakit mastoid, prosedur bedah, dan asuhan pascaoperatif dan harapan