Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN KASUS

Tn. S DENGAN HERNIA RUANG BEDAH RSUD CURUP

Oleh: ALFIAN TRI PUTRA NIM. PO 0320110042

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLTEKKES KEMENKES BENGKULU PRODI KEPERAWATAN CURUP 2012

LAPORAN PENDAHULUAN HERNIA

A.

PENGERTIAN Adalah suatu benjolan atau penonjolan isi perut dari rongga normal melalui lubang congenital atau didapat. Adalah tonjolan usus melalui lubang abdomen atau lemahnya area dinding abdomen.

B.

ETIOLOGI Hernia dapat terjadi karena lubang embrional yang tidak menutup atau melebar, atau akibat rongga perut yang meninggi.

C.

KLASIFIKASI 1. Menurut Tofografinya a. Hernia Inguiralis b. Hernia Umbilikalis c. Hernia Femoralis dan sebagainya 2. Menurut Isinya: a. Hernia Usus Halus b. Hernia Omentum dsb 3. Menurut terlibat/tidaknya: a. Hernia Eksterna (Hernia inguinalis, hernia serofalis, dsb). b. Hernia Interna tidak terlihat dari luar (Hernia diafragmatika, hernia forameu umbitomi, hernia abturatoria). 4. Menurut Causanya: a. Hernia Congenital b. Hernia Traumatika c. Hernia Visional, dsb. 5. Menurut keadaannya: a. Hernia responbilis b. Hernia irresponbilis c. Hernia inkarserata d. Hernia Strangulata 6. Menurut penemunya: a. H. Petit (daerah lumbosakral)

b. H. Spigelli (terjadi pada lenea semi sirkularis) di atas penyilangan rasa epigastrik inferior pada muskulus rektus abdominis bagian lateral. c. H. Richter yaitu hernia dimana hanya sebagian dinding usus yang terjepit.

D.

TANDA DAN GEJALA Umumnya penderita menyatakan turun berok, burut atau velingsir atau menyatakan adanya benjolan di selangkangan / kemaluan. Benjolan itu bisa mengecil atau menghilang dan bila menangis, mengejan waktu defekasi, mengangkat benda berat akan timbul kembali. Dapat pula ditemukan rasa nyeri pada benjolan atau gejala muntah dan mual bila telah ada Komplikasi. PATHWAYS
Proses vaginalis peritonei Gagal Abliterasi

E.

Sebagian terbuka

Terbuka terus

Hidrovel

H. Inguinalis

Gangguan aliran darah

Gangguan pasase segmen usus yang terjepit Abdomen Lambung Nyeri

Muntah Hijau

F.

PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan diameter annulus inguinalis

G.

PENATALAKSANAAN Pada hernia inguinalis lateralis maka dilakukan tindakan bedah efektif karena ditakutkan terjadi Komplikasi. Pada hernia yang irresponbilis, maka diusahakan agar isi hernia dapat dimasukkan kembali. Pasien istirahat baring dan dipuasakan atau mendapat diit khusus. Dilakukan tekanan yang kontinyu pada benjolan misalnya dengan bantal Pasien. Baik juga dilakukan kompres es untuk mengurangi pembengkakan. Kemudian dilakukan bedah efektif di kemudian hari atau menjadi inkarserasi. Pada inkarserasi dan strangulasi maka perlu dilakukan bedah darurat, tindakan ini disebut hermiotomi (memotong hernia) hermiorapi (menjahit kantong hernia). Pada bedah efektif manalis dibuka, isi hernia dimasukkan kembali. Kantong hernia diikat dan dilakukan Basslin Plasty untuk memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis. Pada Bedah darurat maka prinsipnya seperti bedah efektif. Cincin hernia langsung dicari dan dipotong. Usus dilihat apakah vital atau tidak. Bila tidak dikembalikan ke rongga perut dan bila tidak dilakukan reseksi usus dan anastomois End to End.

H.

DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Nyeri (khususnya dengan mengedan) berhubungan dengan kondisi hernia atau Intervensi pembedahan. Hasil yang diperkirakan: dalam 1 jam Intervensi, persepsi subjektif klien tentang ketidaknyamanan menurun seperti ditunjukkan skala nyeri. Indikator objektif seperti meringis tidak ada/ menurun. a. Kaji dan cata nyeri b. Beritahu Pasien untuk menghindari mengedan, meregang, batuk, dan mengangkat benda berat. c. Ajarkan klien menggunakan dekker (bila diprogramkan). d. Ajarkan klien pemasangan penyokong skrotum/kompres es yang sering diprogramkan untuk membatasi edema dan mengendalikan nyeri. e. Berikan analgetik sesuai program.

2. Retensi urin (resiko terhadap hal yang sama) berhubungan dengan nyeri, trauma dan penggunakan anastetik selama pembedahan abdomen. Hasil yang diharapkan: Dalam 8-10 jam pembedahan,Pasien berkemih tanpa kesulitan.haluaran urine> 1000ml selama setiap berkemih dan adekuat (kira-kira 1000-1500ml) selama periode 24 jam. a. Kaji dan catat diskusi suprapubik atau keluhan Pasien tidak dapat berkemih. b. Pantau haluaran urine,catat dan laporkan berkemih yang sering < 100 ml dalam suatu waktu. c. Permudah berkemih dengan mengimplementasikan pada Posisi normal untuk berkemih, rangsang pasien dengan mendengar air mengalir/tempatkan pada baskom hangat. 3. Kurang pengetahuan:potensial Komplikasi GI yang berkanaan dangan adanya hernia dan tindakan yang dapat mencegah kekambuhan mereka. Hasil yang di peliharakan: setelah intruksi,Pasien mengungkapkan pengetahuan tentang tanda dan gejala Komplikasi GI dan menjalankan tindakan yang di program kan oleh pencegahan. a. Ajarkan pasien untuk waspada dan melaporkan nyeri berat, menetap, mual dan muntah demam dan sistensi abdomen yang dapat memperberat awitan inkarserasi/strangulasi usus. b. Dorong pasien untuk mengikuti regimen medis: penggunaan dudukan atau penyokong lainnya atau menghindari mengejan, menegang, Konstipasi dan mengangkat benda berat. c. Anjurkan pasien untuk mengkonsumsi diit tinggi residu atau menggunakan suplement diit serat untuk mencegah Konstipasi, anjurkan masukkan cairan sedikitnya 2-3 / hari untuk meningkatkan konsistensi feses lemah. d. Beritahu pasien mekanika tubuh yang tekap untuk bergerak dan mengangkat.

DAFTAR PUSTAKA

Core Principle and practice of medical surgical Nursing. Ledmanns. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi II. Medica Aerculaplus FKUI. 1998. Keperawatan Medikal Bedah. Swasringen, Edisi II. EGC. 2001. Keperawatan Medikal Bedah. Charles J Reeves, Bayle Robin Lockhart. Penerjemah Joko Setyono. Penerbit Salemba Medika. Edisi I. 2002. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Bagian Bedah Staf Mengajar UI. FK UI.

ASUHAN KEPERAWATAN Tn. S DENGAN HERNIA RUANG BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CURUP
A. PENGKAJIAN Tanggal masuk rumah sakit : 6 2 12 Tanggal Pengkajian : 6 2 12 Diagnosa Medis : Hernia Tempat : Ruang Bedah RSUD Curup 1. Data Subjektif Nama Pasien : Tn. S Umur : 60 tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Pendidikan : SMP Alamat : Talang Benih Pekerjaan : Tani 2. Riwayat Penyakit a. Keluhan Utama Pasien masuk ke ruang bedah kiriman IGD dengan keluhan stratum sebelah kiri membesar, makan / minum (+), BAB, BAK (+). b. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien merasa sakit di bagian skrotum, karena skrotum sebelah kiri membesar + 4 hari. 3. Pemeriksaan Fisik a. Kesadaran : Compos Mentis b. K/U : Nyeri di bagian Skrotum c. Tanda Vital : TD: 120/80 mmHg P: 65 x/menit RR: 27 x/menit T: 36,5 O C d. Kepala Distribusi rambut tidak merata, warna putih, kebersihan kulit kepala bagus. e. Mata Konjungtiva ananemis, tidak ada pembengkakan, reflek mata baik.

f. Hidung Simetris, tidak ada pembengkakan, tidak ada nyeri tekan g. Bibir Mukosa bibir kering, bersih, tidak ada pembengkakan h. Gigi Gigi telah berkurang, kebersihan kurang baik i. Muka Kebersihan kurang baik, simetris, tidak ada lesi j. Telinga Kebersihan kurang, tidak ada nyeri tekan k. Leher Tidak ada nyeri tekan, tidak ada lesi, tidak ada kenaikan vena jugularis l. Dada Bentuk simetris, tidak ada nyeri tekan, tidak ada lesi. m. Abdomen Bentuk simetris, warna kulit sawo matang, tidak ada lesi, turgor elastic, tidak ada nyeri tekan, bising usus 5-35 x/menit. 4. Pemeriksaan Penunjang/Laboratorium Hb 11,1 GDS L 5200 Ureum LED 4 CS Diff Count 0/0/0/82/18/0 SGOT SGPT 14 Pembekuan Masa 230 Perdarahan AKTIVITAS SEHARI-HARI Nutrisi dan Cairan a. Malam Frekuensi : 2x dalam 1 hari Porsi : 1 piring Jenis Makanan : Bubur b. Minum : 1x sehari Personal Hygiene a. Mandi : di lap b. Mengganti pakaian : dibantu orang lain c. Oral Hygiene : tidak pernah Aktifitas

110 30,2 0,79 23 600

1.

2.

3.

4.

5.

a. Berpakaian : dibantu orang lain b. Mobilisasi : dibantu orang lain c. Berpindah/berjalan : dibantu orang lain Istirahat tidur a. Siang : + 1 jam b. Malam : + 2 jam Eliminasi BAB : 2X / hari BAK : 2X / hari, frekuensi 250-400 cc/ml

ANALISA DATA Nama : Tn. S Umur : 60 tahun N DATA O 1 Ds: Os mengatakan susah bergerak, sulit ketika mengedan, nyeri di bagian selangkangan Do: Os terlihat lemas, meringis kesakitan, TD: 120/80 mmHg RR: 27 x/menit P: 65 x/menit T: 36,5 O C 2 Ds: Os mengatakan BAB nya encer, sering BAB. Do: Os tampak lemas, muka pucat 3 Ds: Os. Mengatakan tidak bisa BAK, susah bergerak, nyeri pada bagian skrotum, tidak nafsu makan Do: K/U lemah, Os tampak pucat, gelisah dan kesakitan Dx Ruang ETIOLOGI Nyeri di bagian skrotum : Hernia : Bedah MASALAH Pembengkakan di bagian skrotum

Kurangnya volume cairan

Dehidrasi yang berlebihan

Nyeri di bagian skrotum

Gangguan rasa aman dan nyaman

DIAGNOSA KEPERAWATAN Nama Umur TANGGAL 06-022012 : Tn. S Dx : Hernia : 60 tahun Ruang : Bedah JAM DIAGNOSA KEPERAWATAN PARAF Nyeri (khususnya dengan mengedan) berhubungan dengan kondisi hernia Ds: Os. mengatakan nyeri di bagian skrotum sebelah kiri. Os. mengatakan susah untuk tidur Do: KU, Os. terlihat lemas, pucat, meringis kesakitan TTV: TD: 120/80 mmHg RR: 27 x/menit P: 65 x/menit T: 36,5 O C Kurang volume cairan atau dehidrasi berhubungan dengan output berlebihan ditandai dengan: - BAB encer - Berkeringat Ds: Os. mengatakan nyeri di bagian skrotum ketika mengedan Os mengatakan kepalanya pusing Do: KU lemas, Os. terlihat kurus, muka pucat, warna urine kuning teh. Gangguan rasa aman dan nyaman berhubungan dengan Nyeri di bagian skrotum Ds: Os. Mengatakan tidak bisa BAK, susah bergerak, nyeri pada bagian skrotum, tidak nafsu makan Do: K/U lemah, Os tampak pucat, gelisah dan

06-022012

06-022012

kesakitan

INTERVENSI KEPERAWATAN Nama : Tn. S Ruang : Bedah Umur : 60 tahun Diagnosa Medis : Hernia N O TUJUAN DAN INTERVENSI RASIONAL D KH KEPERAWATAN X 1 Setelah 1. Kaji TTV 1. Mengetahui Perkembangan dilakukan klien tindakan 24 2. Kaji dan catat nyeri 2. Mengetahui tingkatan nyeri jam, 3. Beritahu pasien 3. Mengurangi komplikasi dan diharapkan untuk menghindari memperburuk kondisi klien nyeri yang mengejan, dirasakan meregang, batuk pasien teratasi dan mengangkat 4. Membantu menyamankan / berkurang benda berat pasien KH: Os. 4. Ajarkan pasien Mengatakan pemasangan nyeri penyokong skrotum / 5. Membantu proses berkurang kompres es untuk penyembuhan klien mengatasi edema 5. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi 2 Setelah 1. Kaji intake output 1. Pastikan balance seimbang dilakukan 2. Kaji turgor kulit 2. Mengetahui kondisi klien tindakan 24 pasien 3. Memenuhi kebutuhan jam, masalah 3. Anjurkan klien cairan klien cairan dapat banyak minum 4. Mengetahui perjalanan teratasi dan 4. Tanyakan kepada penyakit klien dan tidak terjadi klien apakah mencegah komplikasi dehidrasi mempunyai riwayat KH: Os. Tidak maag merasa mual, tidak BAB encer 3 Setelah 1. Kaji TTV klien 1. Mengetahui Perkembangan dilakukan 2. Kaji tingkat nyeri klien tindakan 24 3. Anjurkan teknik 2. Mengatasi tingkat nyeri

jam, masalah dapat teratasi. KH: Nyeri berkurang

mobilisasi di tempat tidur 4. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi

klien 3. Agar pasien merasa nyaman di tempat tidur 4. Mempercepat proses penyembuhan klien

Nama Umur N O WAKTU D X 1 Selasa 7-022012

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN : Tn. S Dx : 60 tahun Ruang IMPLEMENTASI KEPERAWATAN


1. Mengkaji TTV

: Hernia : Bedah PARA F

2. 3.

4. 5.

Selasa 7-022012

1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4.

Selasa 7-022012

TD: 120/80 mmHg P: 65 x/menit RR: 27 x/menit T: 36,5 O C Mengkaji dan catat nyeri Memberitahu pasien untuk menghindari mengejan, meregang, batuk dan mengangkat benda berat Mengajarkan pasien pemasangan penyokong skrotum / kompres es untuk mengatasi edema Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi Mengkaji intake output Mengkaji turgor kulit pasien Menganjurkan klien banyak minum Menanyakan kepada klien apakah mempunyai riwayat maag Mengkaji TTV klien Mengkaji tingkat nyeri Menganjurkan teknik mobilisasi di tempat tidur Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi

EVALUASI KEPERAWATAN Nama : Tn. S Dx : Hernia Umur : 60 tahun Ruang : Bedah N WAKTU O EVALUASI KEPERAWATAN D X 1 Selasa S: Os. mengeluh sakit di daerah skrotum dan skrotum 7 februari membesar + 4 hari 2012 O: Os. tampak lemah Pukul TD: 120/80 mmHg P: 65 x/menit RR: 27 x/menit 20.00 T: 36,5 O C WIB A: Masalah belum teratasi P: Intervensi dilanjutkan 2 Selasa S: Os. mengatakan BAB sudah membaik, karakteristik feses 7 februari mulai padat 2012 O: Penkes untuk intake cairan adekuat, IFVD aserin 40 Pukul tts/menit 22.00 A: Masalah teratasi WIB P: Lanjutkan pada fokus perawatan lanjutan TD: 120/80 mmHg P: 65 x/menit RR: 27 x/menit T: O 36,5 C 3 Selasa S: Os. mengatakan nyeri berkurang 7 februari O: Pembengkakan di bagian skrotum mulai mengecil dan 2012 menunjukkan perbaikan Pukul A: Masalah teratasi sebagian 23.00 P: Intervensi dilanjutkan WIB TD: 120/70 mmHg P: 70 x/menit RR: 20x/menit S: 38 O C

Anda mungkin juga menyukai