Anda di halaman 1dari 29

UAS Take Home

Pemilihan Material Tahan A emilihan Aus Slurry pump Impellers Slurry

Nama : Mia Diniati NPM: 1106154324 No absen: 22

Departemen Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia 2012

UAS Pemilihan dan Desain Material


I. Pendahuluan

1. Fenomena Aus Aus merupakan kerusakan pada permukaan solid hasil dari pergerakan di antara permukaan solid dan permukaan atau substansi lainnya. Hasil dari kerusakan biasanya menghasilkan kehilangan material. Di dunia teknik, aus biasanya dihubungkan dengan perubahan dimensi atau bentuk dimana mempengaruhi performa dari material bukan dihubungkan dengan kehilangan volume.[1] Mekanisme aus dapat bervariasi pada setiap material tergantung dari sifat material dan juga lingkungan saat aus terjadi. Ketahanan aus bukan merupakan sifat intrinsik material seperti kekerasan namun merupakan sistem dari sifat material. Gabungan dari mekanik, kimia dan lingkungan yang menyebabkan aus disebut juga dengan tribosistem. Parameter tribosistem biasanya digunakan untuk mendesain dan memilih material yang sesuai, dimana paramter tersebut dapat berupa material, kontur permukaan, lubrikasi dan kekasaran. Parameter desain yang dipilih tersebut dapat mengurangi laju aus dengan beberapa cara yaitu dengan modifikasi permukaan menjadi lebih tahan aus dengan menggunakan material tahan aus atau perbaikan material dengan meningkatkan pemisahan dengan permukaan, dengan mengurangi kontak yang berbahaya, penggunaan lubrikan dimana dapat meningkatkan ketahanan aus karena mengurangi shear forces di permukaan.[1] Terdapat 3 tipe umum situasi aus yaitu ketika terdapat pergerakan 2 partikel padatan yang kontak langsung misalnya sliding, rolling atau impak, ketika disebabkan oleh pergerakan liquid di permukaan padatan atau yang sering disebut erosion wear dan abrasive wear dimana aus terjadi akibat partikel keras.[1] Mekanisme aus sendiri terbagi menjadi 4 yaitu adhesive wear, abrasive wear (cutting, deformasi plastis), fatigue/ fatigue like wear (berhubungan dengan inisiasi retak dan propagasi), corrosive wear (berhubungan dengan reaksi produk), ataupun merupakan kombinasi, dimana dapat dibagi berdasar koefiesien sliding wear seperti yang terlihat pada Tabel 1.[1]
Tabel 1. Koefisien sliding wear[1]

Mekanisme aus Adhesive Abrasive

Koefisien sliding wear 10-7 10-1 10-6 10-1

Material Tahan Aus

UAS Pemilihan dan Desain Material


Corrosive wear Fatigue wear 10-7 10-2 10-6

Gambar 1. Mekanisme aus (a) abrasive wear (b) adhesive wear (c) erosive wear[2]

Pada makalah ilmiah hanya akan dibahas lebih lanjut mengenai material tahan aus untuk mencegah material dari kerusakan akibat aus. Dari penjelasan diatas dapat dilihat bahwa material tahan aus adalah material yang tetap dapat mempertahankan bentuk dan dimensinya pada saat fenomena aus terjadi. Material tahan aus dapat digunakan untuk mengurangi perubahan dimensi akibat adanya kehilangan material, mengurangi frictional losses, untuk memperbaiki performa fisik komponen dan atau menyediakan permukaan yang stabil. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa aus dapat terjadi di material dengan berbagai mekanisme. Mekanisme aus itu sendiri dapat terjadi sendiri atau kombinasi. Jadi pemilihan material akan tergantung dari tipe aus dan juga lingkungannya.[3]

Material Tahan Aus

UAS Pemilihan dan Desain Material


II. Jenis Material Tahan Aus Material tahan aus terdiri dari bermacam macam jenis. Berikut ini merupakan jenis jenis material tahan aus: a. Logam[4] Manganese steel: memiliki kekerasan yang tinggi dimana tegangan luluh 345 415 MPa. Dengan penambahan Mo pada baja Mn maka ketangguhan, ketahanan terhadap retak akan meningkat. Perlakuan panas pada baja Mn dapat meningkatkan kekuatan tarik, luluh, ketangguhan dan ketahanan abrasi. Biasanya digunakan sebagai penghancur batu, komponen rantai tank, komponen industri semen, alat pertambangan High chromium white iron Ni Hard: penggunaan Ni hard dapat ditemukan di slurry pump casing dan impeller, coal crusher, slurry pump. Dimana terdapat 3 perlakuan panas pada proses pembuatannnya sehingga didapatkan kekerasan dan ketahanan terhadap abrasi yang baik.. Pearlitic Chrome Moly Steel Low Alloy Steel Quenced & Tempered Steel

b. Keramik[2] Alumina 99% Silikon nitrida bonded silikon karbida c. Polimer[2] Natural rubber Polyurethane Synthetic elastomer

d. Komposit[2] Tungsten carbide cobalt Material tahan aus juga dapat terbagi menjadi 2 jenis yaitu bulk solid dan coating, films dan perlakuan permukaan. Material bulk tahan aus biasanya akan memberikan waktu Material Tahan Aus 3

UAS Pemilihan dan Desain Material


ketahanan aus yang lebih lama. Namun apabila terhambat dengan ketersediaan dan susahnya manufaktur dari material bulk tahan aus dapat ditanggulangi dengan penggunaan coating/film. Coating/film akan memiliki performa yang baik apabila dikombinasi dengan material lain. Pemilihan substrat menjadi penting dimana material substrat harus kompatibel dengan wear film deposition dan lingkungan tumbuh. Modifikasi permukaan juga dapat dilakukan pada material tahan aus. Terdapat material tahan aus yang terbentuk secara ex situ dan menempel pada substrat yaitu cementing, brazing, diffusion bonding.[3] III. Sifat sifat Penting Material Tahan Aus Secara umum sifat yang dibutuhkan untuk material tahan aus adalah kombinasi yang tepat antara kekerasan dan ketangguhan.[6] Sifat - sifat pada material tahan aus yaitu: Kekerasan: material tahan aus harus memiliki nilai kekerasan yang tinggi agar tahan saat terdapat partikel padat yang menggores. Kekerasan sangat berpengaruh pada aus karena akan sangat sulit untuk memutuskan ikatan dimana apabila ikatan mudah terputus maka aus akan semakin tinggi. Oleh sebab itu pada material aus digunakan material yang keras.[3] Ketangguhan : Dimana merupakan gabungan antara kekuatan dan keuletan sehingga tidak hanya kuat dan keras namun pada saat terkena beban, material tidak akan mengalami kegagalan.[4] Umumnya material tahan aus memiliki campuran sifat keras dan ulet dimana hal tersebut didapatkan dengan pemaduan atau perlakuan panas.[4] Selain 2 sifat tersebut terdapat beberapa sifat umumnya lainnya misalnya: Fracture toughness: semakin tinggi nilai fracture toughness dari material tahan aus maka semakin kuat material tersebut untuk menahan perambatan retak Ketahanan korosi yang baik: dibutuhkan karena lingkungan operasi korosif Ringan Sifat sifat penting lain yang dibutuhkan pada material tahan aus akan tergantung aplikasi. Pada Tabel 2 dapat dilihat sifat sifat lain yang dibutuhkan material tahan aus tergantung aplikasinya dan material yang sesuai untuk aplikasi tersebut.

Material Tahan Aus

UAS Pemilihan dan Desain Material


Tabel 2. Sifat sifat material tahan aus tergantung dari kondisi operasi dan material yang sesuai[6]

IV.

Proses Design dan Kriteria Pemilihan Material

1. Proses Desain dan Kriteria Pemilihan Material secara Umum Kunci kesuksesan memilih material tahan aus untuk aplikasi tertentu adalah dengan memilih material yang tepat, proses yang digunakan dan desain yang sesuai. Proses desain rekaya meliputi memenuhi syarat yang dibutuhkan dengan harga termurah, desain, material dan kombinasi proses seperti pada Gambar 2 di bawah ini. Selain itu menjadi penting juga mengetahui data sifat sifat material yang ingin digunakan.

Gambar 2. Tahapan proses desain dan pemilihan material

Material Tahan Aus

UAS Pemilihan dan Desain Material


Pemilihan material ini sendiri terbagi menjadi beberapa tahapan yaitu: a. Mengetahui fungsi dari material b. Mengetahui kriteria material yang dibutuhkan c. Menentukan sifat material yang dibutuhkan d. Ruang lingkup manufaktur yang akan digunakan e. Membandingkan semua sifat yang ada f. Mengevaluasi kandidat material g. Menentukan bentuk material yang akan dibuat h. Menentukan proses yang akan digunakan i. Menjadi produk 2. Proses Desain dan Kriteria Pemilihan Material Tahan Aus Pemilihan material dan metode untuk aplikasi aus merupakan bagian yang sangat penting untuk kemajuan teknologi dan aktivitas manufaktur. Tugas utama dalam pemilihan material untuk aplikasi aus adalah menentukan kebutuhanan performa yang dibutuhkan dan kebutuhan biaya.[3] Hal yang paling penting untuk pemilihan material tahan aus adalah mengetahui aplikasinya. Hal tersebut juga dapat dilihat pada Tabel 2. Berikut ini merupakan acuan yang dapat digunakan untuk pemilihan cepat pada sistem tahan aus:[3] a. Tentukan batas maksimum operasional pada sistem material tahan aus untuk safety dan lifetime. b. Tentukan parameter operasional maksimum dan kriteria performa dari material tahan aus. Kriteria performa misalnya jumlah siklus penggunaan dan lingkungan. c. Menentukan sifat mekanik, fisika, kimia yang dibutuhkan oleh material tahan aus di aplikasi tertentu. d. Memperhatikan ketersediaan material dan biaya Metodologi untuk mendesain material tahan aus itu sendiri terdiri menjadi 4 tahapan yaitu:[1] a. Analisa sistem dimana dilakukan pengujian desain, identifikasi,karakterisasi tribosistem, dan semua variable pada aplikasi, b. Pemilihan model dimana bertujuan untuk menentukan desain dengan menyamakan karakteristik tribosistem dengan deskripsi dari tipe mekanismeaus yang terjadi Material Tahan Aus 6

UAS Pemilihan dan Desain Material


c. Pemilihan data dimana bertujuan untuk menentukan nilai d. Verifikasi dimana bertujuan untuk menvalidasi modelling yang telah dibuat. Kriteria dasar dapat diaplikasikan pada saat pemilihan material tahan aus. Kriteria utama adalah material tersebut tetap stabil secara mekanik, kimia dan thermal pada kondisi operasi. Kriteria kedua adalah jumlah stress yang kontak dengan rentang elastik material. Untuk umur penggunaan yang lama di bawah sliding wear umumnya dibutuhkan rasio lebih besar 2 1 antara titik luluh dan jumlah stress yang kontak. Untuk impak dan rolling, rasio dapat lebih kecil yaitu mendekati 1. Pada situasi abrasive wear, dibutuhkan material yang lebih keras dibandingkan partikel abrasif yang ada untuk meminimalir aus.[1] Selain itu biasanya pemilihan material yang tepat untuk aplikasi tahan aus baru dapat dilakukan setelah mempertimbangkan faktor lain yang menentukan laju aus. Berikut ini merupakan faktor faktor lain yang harus diperhatikan:[6] Temperatur lingkungan atau temperatur dimana material kontak dengan permukaan aus Distribusi ukuran partikel yang berada pada permukaan aus Abrasiveness dari partikel tersebut Mekanisme aus yang terjadi (gouging, sliding, impact, dll) Kecepatan aliran material yang kontak dengan permukaan aus Kandungan kelembaban dan level kondisi korosifitas Kondisi umum (desain alat, head room available, aksesibilitas, periode penerimaan dari peralatan yang tidak tersedia) Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa material tahan aus bukan merupakan sifat intrinsik material sehingga sebenarnya kekerasan pada umumnya tidak cukup untuk menjadi indikator dari ketahanan material masih banyak faktor lain yang harus diperhatikan. Pada Tabel 3 berikut ini merupakan aplikasi aus pada material rekayasa tertentu.[1]

Material Tahan Aus

UAS Pemilihan dan Desain Material


Tabel 3. Material rekayasa untuk aplikasi aus[1]

Selanjutnya pada Tabel 4 berikut ini ini dapat digunakan sebagai acuan pada pemilihan material aus yang dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya.[6]

Material Tahan Aus

UAS Pemilihan dan Desain Material


Tabel 4. Performa dari beberapa material tahan aus sebagai acuan untuk pemilihan material[6]

Gambar 3 dapat digunakan pula untuk acuan saat akan memilih material stainless steel dengan ketahanan aus dan korosi yang baik.[2]

Gambar 3. Paduan stainless steel tahan aus[2]

Material Tahan Aus

UAS Pemilihan dan Desain Material


Tabel 5 dan 6 berikut ini memberikan informasi yang lebih detail untuk berbagai material tahan aus yang telah diaplikasikan secara sukses. Ketika memilih material untuk aplikasi yang lain, menjadi penting untuk mengetahui mekanisme aus yang terjadi karena ini merupakan faktor utama untuk memilih material yang optimum.[6]
Tabel 5. Berbagai macam material tahan aus beserta aplikasinya[6]

Tipe

Komposisi

Hardness brinell Cast iron 150 - 300 250 - 700 Brake

Aplikasi blocks dan

Grey cast iron BS Bervariasi 1452 ASTM A48 Low alloy cast iron 3%C 2%Cr 1%Ni

drum, pump Sliding wear, cement handling plant, heat treatment

High Chromium Iron Ex: BF 253

22 28% Cr

425 - 800

Industri crushing dan grinding, ball dan rod mills, peralatan shot blast pump

Cast steel Austentic BS 3100 11% Mn min BW 10 Tool banyak individu Rolled steel Carbon steel BS 0,06/1%C, 1,7Mn 160 - 260 Backing untuk hard coating Ceramic plates Hexagon shaped,cast indusco Rubber Trellex kega Grade bervariasi Bervariasi Cocok untuk partikel round, water borne flow dari material Material Tahan Aus 10 Cocok untuk lining curve surface 1449 grade 40 steel spesifikasi 22%W 10%Co 200 600 ketika Heavy impact wear, work hardened untuk 17%Cr 4%Ni 9%Mo Hingga 1000 hammer mills Aplikasi plates khusus biasanya brazed on

UAS Pemilihan dan Desain Material


Plastics Duplex PTFe polytetrafluorethylene Untuk partikel ringan dan kecil
Tabel 6. Wear resistance coating untuk baja[6]

Metode Gas welding

Teknik Manual Rods

Material dengan Untuk Ni,

Aplikasi aus yang

Weld applied surface komposisi Co, W Flame spray process Arc spray Mengkonsumsi kawat air jet electric arc dengan untuk menggerakkan molten metal Plasma spray process Non - transferred Sama dengan flame Material untuk flame Coating spray tapi plasma spray tapi logam densitas keramik Aplikasi ketahanan temperature Others Electroless nickel Chemical immersion Nikel pospida 850 Ketahanan panas V. Aplikasi Penggunaan Material Tahan Aus Penggunaan material tahan aus ini sangat luas. Biasanya material tahan aus digunakan di berbagai industri:[4] Material Tahan Aus 11 yang baik aus, HV setelah perlakuan korosi dan sticking tinggi dan korosi yang baik terbentuk dengan arc refraktori, discharge di gun dan cermet dengan tinggi. untuk Hanya yang bisa Cocok untuk melalui ditarik ke kawat komponen besar Cr, parah di area kecil

UAS Pemilihan dan Desain Material


Industri semen: crusher, cement mill Industri pertambangan: rock cutting tool, bucket teeth, crushers, chute liners, grinding mills, slurry pump

Gambar 4. Grinding mill

Gambar 5. Cement mill

Gambar 6. Cutting tool

Industri alat berat Industri militer Industri manufaktur: cover impeller, cover hanger, sand crusher Industri Oilsand Contoh penggunaan dari material tahan aus adalah pada aplikasi ball bearing dimana

menggunakan keramik. Polimer juga digunakan sebagai material tahan aus yang berfungsi sebagai sebagai teflon bearing sleeves. Batu dan natural glass juga digunakan sebagai material tahan aus pada aplikasi cutting edge. Cubic boron nitride biasanya digunakan untuk perkakas pada logam ferrous.[3]

Gambar 7. Ball bearing

Gambar 8. Teflon bearing sleeves

Gambar 9. Cutting edge tool

Pada industi oilsand material yang biasanya digunakan berupa hardened carbon steel (HCS), austenitik dan martensitik stainless steel, chromium white iron (CWis), chromium

Material Tahan Aus

12

UAS Pemilihan dan Desain Material


carbide (CrC), tungsten carbide metal matrix composite (WC MMCs). Material tersebut digunakan karena melihat akan kondisi aus yang sangat tinggi pada industri tersebut.[7] VI. Standar Pengujian Aus Tabel 7 berikut ini merupakan beberapa pengujian aus yang dapat dilakukan:[8]
Tabel 7. Beberapa pengujian aus yang dapat dilakukan[8]

Pengujian aus Pin on disk Dry sand rubber wheel Erosion jet

Kondisi High stress abrasi Low stress abrasi Erosi partikel solid

Variabel Material abrasif, ukuran, beban, kecepatan Erodent hardness, distribusi ukuran, bentuk, kecepatan Erodent hardness, distribusi ukuran, bentuk,sudut incindence

Slurry jet

Erosi partikel solid

Erodent hardness, distribusi ukuran, bentuk, kecepatan, pH slurry, suhu

Rotary impact crusher Jaw crusher Slurry pot High speed impact

Aus impak abrasi Abrasi gouging Abrasi sliding Impak gouging

Kecepatan impak, tipe umpan, ukuran Masa ore, tipe, ukuran Kecepatan partikel, konsentrasi, sudut impak Kecepatan proyektil

Standard pengujian lainnya yang dapat digunakan untuk material tahan aus adalah: ASTM D3389-05 Standard Test Method for Coated Fabrics Abrasion Resistance (Rotary Platform Double-Head Abrader) ASTM D3451-06 Standard Practices for Testing Polymeric Powders and Powder Coatings ASTM D3730-03 Standard Guide for Testing High-Performance Interior Architectural Wall Coatings Material Tahan Aus 13

UAS Pemilihan dan Desain Material


ASTM D3884-09 Standard Guide for Abrasion Resistance of Textile Fabrics (Rotary Platform, Double-Head Method) ASTM D4060-07 Standard Test Method for Abrasion Resistance of Organic Coatings by the Taber Abraser ASTM D4685-07 Standard Test Method for Pile Fabric Abrasion ASTM D4712-87 Standard Guide for Testing Industrial Water-Reducible Coatings ASTM D5144-08 Standard Guide for Use of Protective Coating Standards in Nuclear Power Plants ASTM D5146-03 Standard Guide to Testing Solvent-Borne Architectural Coatings ASTM D5324-03 Standard Guide for Testing Water-Borne Architectural Coatings ASTM D6037-96 Standard Test Methods for Dry Abrasion Mar Resistance of High Gloss Coatings ASTM D7255-06 Standard Test Method for Abrasion Resistance of Leather (Rotary Platform, Double-Head Method) ASTM F362-91 Ribbons ASTM F510-93 Standard Test Method for Resistance to Abrasion of Resilient Floor Coverings Using an Abrader with a Grit Feed Method ASTM F1478-06 Standard Test Method for Determination of Abrasion Resistance of Images Produced from Copiers and Printers (Taber Method) ASTM G195-08 Standard Guide for Conducting Wear Tests Using a Rotary Platform, Double-Head Abraser VII. Contoh Kasus Pemilihan Material Tahan Aus Slurry pump Impellers Standard Test Method for Determining the Erasability of Inked

1. Definisi Slurry pump Slurry merupakan kombinasi antara liquid dan partikel padat. Kombinasi antara tipe, bentuk, kuantitas dari partikel akan menentukan karakteristik dari sifat aliran slurry. Terdapat slurry tipe non settling dimana terdiri dari partikel yang sangat halus dan dapat membentuk campuran yang homogen dan stabil sehingga kecepatan akan semakin meningkat dan settling terdiri dari partikel kasar dimna campuran tidak stabil sehingga dibutuhkan material dengan ketahanan aus yang lebih baik.[5] Material Tahan Aus 14

UAS Pemilihan dan Desain Material


Slurry pump sendiri merupakan alat untuk memompa slurry. Slurry pump ini memiliki tipe yang sangat beragam misalnya centrifugal pump. Pemilihan material yang tepat untuk slurry pump sangat dibutuhkan karena akan kontak langsung dengan aus, erosi dan juga korosi. Dimana aplikasi penggunaan slurry pump dapat ditemui di thermal power plants untuk mendispose abu, mining, transportasi jarak jauh batubara dan mineral.[5]

Gambar 10. Slurry pump

Slurry pump ini sendiri merupakan komponen yang sangat rentan terhadap fenomena aus. Faktor faktor yang dapat menyebabkan aus di centrifugal slurry pump dapat dilihat pada Gambar 11.[9]

Gambar 11. Faktor yang mempengaruhi ketahanan aus di centrifugal slurry pump[12]

Instalasi dari slurry pump ini sendiri dapat berupa dry installations (a) dimana di sekelilingnya bebas dari liquid, semi dry installations (b) dan wet installations (c) dimana pompa full tercelup seperti pada Gambar 12 di bawah ini.[10]

Material Tahan Aus

15

UAS Pemilihan dan Desain Material

Gambar 12. Macam macam instalasi slurry pump[10]

2. Komponen Slurry Pump Slurry pump ini sendiri terdiri beberapa komponen, yaitu:[5] a. Casings Bentuk casing dari impeller biasanya berupa semi volute atau annual geometry seperti pada Gambar 13 dimana bentuk tersebut berkaitan dengan umur ketahanan aus.[5]

Gambar 13. Bentuk casing slurry pump[5]

b. Impellers Pada makalah ilmiah ini hanya akan dibahas lebih lanjut mengenai pemilihan material pada slurry pump impeller. Berikut ini merupakan tahapannya. 3. Desain dan kriteria pemilihan slurry pump impeller

Material Tahan Aus

16

UAS Pemilihan dan Desain Material


a. Definisi dan fungsi slurry pump impeller Impellers merupakan komponen yang berputar dimana memiliki vanes untuk memberikan gaya centrifugal ke liquid. Terdapat 2 tipe profil impeller seperti pada Gambar 14 di bawah ini dimana plain vane memiliki ketahanan aus yang lebih baik untuk aplikasi slurry dengan partikel yang kasar dan francis vane memiliki efisiensi yang tinggi untuk tipe slurry tertentu.[5] Semakin banyak vanes yang digunakan maka efisiensi akan semakin meningkat. Harus diperhatikan ketebalan vane yang baik untuk ketahanan aus yang baik. biasnya vane yang digunakan 5 dengan diameter 300vmm untuk metal impellers dan 500 mm untuk rubber impellers.[10]

Gambar 14. Profil impeller[5]

b. Tahapan pemilihan material slurry pump impeller Hal pertama yang harus diperhatikan pada pemilihan material slurry pump impellers adalah faktor dari karakteristik slurry. Selain itu terdapat data utama yang dibutuhkan untuk pemilihan jenis material, yaitu:[5] a. Ukuran partikel solid yang akan dipompa b. Bentuk dan kekerasan partikel solid tersebut c. Korosifitas dari komponen liquid slurry yang akan dipompa Saat akan memilih material yang tepat untuk slurry pump impellers terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu menentukan aplikasi dan apa saja hambatannya. Terdapat 2 Material Tahan Aus 17

UAS Pemilihan dan Desain Material


strategi untuk menahan aus yaitu material tahan aus harus cukup keras untuk menahan aksi pemotongan akibat impinging solid atau material tahan aus harus cukup elastis untuk menyerap beban dan rebound partikel.[10] Berikut ini merupakan hal hal yang harus diperhatikan pada saat akan melakukan proses pemilihan material tahan aus untuk slurry pump impellers::[5] a. Sifat dari slurry Abrasi: abrasive wear terjadi ketika partikel kasar bergerak relatif di permukaan padatan. Mekanisme ini terjadi pada slurry pump impeller yang berputar dan stationary throatbush. Abrasi ini berbeda dengan erosi. Terdapat 3 tipe abrasi seperti yang dapat terlihat pada Gambar 15 di bawah ini.[5]

Gambar 15. Tipe abrasive wear

Erosi: Mekanisme aus yang terjadi dominan adalah erosi. Erosi merupakan bentuk dari aus yang melibatkan kehilangan permukaan material akibat adanya partikel. Terdapat 3 tipe erosi yaitu sliding bed, random impact dan directional impact seperti pada Gambar 16. Pada aplikasi slurry pump impellers, mekanisme erosi yang terjadi biasanya berupa kombinasi dari direct impingement, sliding bed wear, low angle impingement.

Material Tahan Aus

18

UAS Pemilihan dan Desain Material

Gambar 16. Jenis mekanisme aus erosi[5]

Korosi: Pada aplikasi slurry pump impellers, efek erosi dan korosi biasanya terjadi bersamaan. Misalnya pada penggunaan elastomer dimana memiliki kemampuan untuk menyerap gas / liquid ketahanan material akan berkurang.

Konsentrasi partikel padat: konsentrasi partikel padat akan berpengaruh pada peningkatan kehilangan friksi pada pompa.

b. Laju aliran Volum slurry yang akan di transportasi harus ditentukan sebelum menentukan aplikasi slurry pump. Laju aliran ditentukan dari korelasi 3 faktor yaitu padatan SG, jumlah partikel padatan yang dipompa dan konsentrasi partikel padatan di slurry. c. Panjang pipa Semakin panjang pipa maka gaya friksi akan semakin besar di slurry pump. Oleh sebab itu, harus diketahui panjang pipa dan detail dari lekukan pipa secara akurat. d. Static head yang diperlukan e. Ukuran pipa Apabila ukuran pipa terlalu kecil maka laju aliran tidak cukup atau dibutuhkan energi yang lebih besar. f. Performa pompa Terdapat grafik performa pompa yang dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana performa pompa g. Kurva sistem resitansi Friksi pada sistem pipa akan meningkat seiring dengan laju aliran dan hal tersebut dapat diplot pada kurva sistem resitansi. Sistem kurva resistansi akan berbeda di setiap sistem pipa dan tidak dapat diubah kecuali terjadi perubahan pada sistem pipa.[5] Material Tahan Aus 19

UAS Pemilihan dan Desain Material


c. Kriteria dan sifat yang dibutuhkan slurry pump impeller Terdapat beberapa kriteria yang dibutuhkan untuk pemilihan slurry pump impeller dimana material tersebut tetap stabil secara mekanik, kimia dan thermal pada kondisi operasi. Selain itu dibutuhkan rasio antara titik luluh dan jumlah tegangan yang sesuai. Sifat sifat yang dibutuhkan slurry pump impeller, antara lain adalah Memiliki ketahanan aus yang tinggi Memiliki kekerasan yang tinggi Memiliki kekuatan yang tinggi Memiliki ketangguhan yang tinggi Memiliki ketahanan korosi yang baik terutama apabila digunakan pada lingkungan korosif d. Material yang dapat digunakan untuk slurry pump impeller Pemilihan material untuk slurry pump impellers dapat terbuat dari 2 jenis material dasar yaitu[5] 1. Elastomer Natural Rubber: memiliki ketahanan erosi ang baik untuk liner (tahan partikel solid hingga ukuran 15 mm) tapi terbatas ukuran 5mm untuk impeller, tidak cocok untuk partikel padatan yang tajam, dapat rusak saat partikel padatan terlalu besar, kecepatan peripheral impeller harus lebih kecil dari 27,5 m/s agar terhindar dari kerusakan akibat panas dari liner, tidak cocok untuk minyak, solven, asam kuat dan suhu diatas 77oC. Polyurethane: digunakan untuk pump side liner dimana kecepatan peripheral impeller lebih dari 27,5 m/s, ketahanan erosi leih baik ketika tipe erosi sliding bed, ketahanan erosi pada partikel halus lebih rendah dibandingkan natural rubber tapi pada beberapa kasus ketahanan erosi pada partikel kasar lebih baik, tidak cocok untuk suhu diatas 70oC, asam dan basa, keton, ester, hidrokaron nitro, klorin Synthetic elastomer (neoprene, butyl, hypalon, viton A dan lain lain): biasanya digunakan untuk aplikasi kimia tertentu dengan kondisi ketahanan erosi tidak sebaik natural rubber, ketahanan kimia lebih baik dibanding natural rubber dan

Material Tahan Aus

20

UAS Pemilihan dan Desain Material


polyurethane, dapat digunakan pada suhu yang lebih tinggi dibandingkan natural rubber dan polyurethane. 2. Wear/erosion resistant cast alloy Material ini digunakan untuk slurry pump impeller apabila penggunaan rubber tidak cocok digunakan misalnya pada partikel kasar atau tajam, pada saat kecepatan impellers sangat tinggi, dan pada temperatur tinggi.[5] Pemilihan dari part yang tahan aus harus seimbang antara memiliki ketahanan aus yang baik dan biaya aus per part. Terdapat beberapa material yang dapat digunakan untuk slurry pump impellers dimana pemilihan ini disesuaikan dengan aplikasi, seperti yang dapat terlihat pada Tabel 8 di bawah ini.[5]
Tabel 8. Material yang sesuai untuk slurry pump impeller sesuai dengan aplikasinya[5]

Nama material Ni Hard 1 Ultrachrome 27%Cr

Tipe Martensitic White Iron Iron

Deskripsi Ketahanan erosi baik kondisi digunakan erosi, di dapat slurry

Erosion Resistant White Performa sangat baik di

dengan berbagai variasi, ketahanan korosi cukup baik. Ni Hard 4 15/3 Chrome/Moly Iron Martensitic white iron Cr Mo White Iron Martensitic wear resistant alloy Martensitic yang moderat Hyperchrome 30%Cr Hypereutectic iron Cr white Ketahanan aus sangat baik, dimana korosi tidak terlalu dipertimbangkan. basa (ph 8 14) Ultrachrome tough 27%Cr Erosion iron resistant white Ketahanan impak sangat baik dan ketahanan erosi Dapat digunakan di lingkungan white iron erosi dengan ketahanan

Material Tahan Aus

21

UAS Pemilihan dan Desain Material


aus moderat. saat Cocok partikel digunakan slurry besar. Ni Cr Mo steel Cast steel Ketahanan aus moderat dan sifat mekanik baik 27 Cr 0,4 C5 Stainless Duplex SS steel Ketahanan moderat. aplikasi Tipe 440c Stainless steel Tungsten coated C21 WC/Cr/Ni coated C26 Tungsten coated C26 carbide Carbide Hardenable stainless steel Ketahanan korosi Cocok flue aus baik, untuk gas pada ketahanan erosi korosi

desulphurisation abrasive wear sangat baik. V21 Ceramic coated SS Ketahanan abrasive wear sangat baik dan ketangguhan tinggi. V23 Ketahanan abrasive wear baik dan ketahanan korosi baik Standard Impeller Rubber Natural Rubber dimana porositas pada minimal. Ketahanan korosi slurry yang mengandung partikel halus sangat baik. biasanya digunakan untuk impeller. High hydrocarbon rubber temperature Synthetic elastomer resistant merupakan karet sintetik dengan ketahanan erosi dan korosi yang baik pada hidrokarbon di temperatur tinggi. Wear polyurehtane resistant Polyurehtane elastomer Ketahanan erosi sangat baik dimana lebih baik dibanding natural rubber, kekuatan tear dan tensile Material Tahan Aus 22

UAS Pemilihan dan Desain Material


tinggi Alumina 99% Keramik wear Keramik ketahanan aus baik Reaction bonded silicon High carbide ceramic resistanc Memiliki terhadap ketahanan thermal shock dengan

yang baik, ketahanan aus dan korosi yang tinggi, sifat fisika yang baik. Material Y11/U01 composite Ceramic combination polyurethane Diaplikasikan ketahanan abrasi ada korosi low untuk dan angle.

Ketahanan aus sangat baik. e. Desain slurry pump impeller Desain slurry pump impeller sangat penting karena akan mempengaruh bentuk aliran dan laju aus pada pompa. Beberapa aspek desain yang mempengaruhi aus adalah sudut inlet dan outlet, bentuk vane, impeller waterway di penampang melintang meridien, ketebalan dari vane leading edge, posisi dari vane edge. Pengaruh dari desain impeller pada aus dapat dilihat pada Gambar 17. [5]

Gambar 17. Impeller/casing flow pattenrs[5]

Terdapat tipe impeller standar dan non standar seperti pada Gambar 18 dimana non standar impeller dibutuhkan untuk aplikasi pemompaan batubara kasar, pemompaan material fibrous, ketika intake head tinggi, pada kasus tertentu diameter impeller dikurangi, dan Material Tahan Aus 23

UAS Pemilihan dan Desain Material


pengurangan eye impellers dimana bertujuan untuk memperlama umur material misalnya pada aplikasi mill discharge.

Gambar 18. Tipe impeller standar dan non- standard[5]

Desain dari impeller ini sendiri pun bermacam macam, yaitu close impeller dimana lebih efisien dibanding open impeller dan biasanya digunakan pada slurry dengan partikel yang kasar, open impeller biasanya digunakan untuk slurry dengan viskositas yang tinggi, vortex/induced flow impeller yang biasanya digunakan untuk partikel yang besar seperti yang dapat terlihat pada Gambar 19 dibawah ini.[10]

Gambar 19. Tipe impeller[10]

f. Kasus pemilihan material untuk slurry pump impeller pada aplikasi tertentu Kasus di aplikasi tertentu: Memilih material untuk slurry pump impeller dimana partikel solid di slurry tajam dan kasar dengan ukuran partikel 510mm dimana slurry pump tersebut di lingkungan yng korosif(asam). Material Tahan Aus 24

UAS Pemilihan dan Desain Material


Kriteria dan sifat yang dibutuhkan: Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa sifat slurry pump impeller yang paling penting adalah memiliki kekerasan yang tinggi, memiliki ketangguhan yang baik, memiliki ketahanan aus yang baik dan karena lingkungan kondisi operasi berada pada lingkungan asam maka dibutuhkan pula material yang memiliki ketahanan korosi yang baik dan tentu saja harga nya kompetitif atau murah. Kandidat material Material kandidat untuk slurry pump impellers yang akan akan dipilih berupa material tahan aus dimana yang paling sesuai untuk material slurry pump impellers adalah material yang terbuat dari elastomer atau logam. Namun apabila kita lihat pada Tabel 9, dapat disimpulkan bahwa material dari elastomer/karet tidak dapat digunakan karena kondisi operasi yang tidak sesuai. Oleh sebab itu, material kandidat yang akan dipilih untuk material slurry pump impellers adalah material tahan aus yang terbuat dari logam.
Tabel 9. Perbedaan penggunan material elastomer dan logam untuk slurry pump impellers[11]

Fitur Ukuran partikel solid maksimum Tipe partikel padat TDH Suhu Kimia Capital cost

Rubber-lined 6 12 mm Tidak tajam <45m <150oC Dapat mengubah ketahanan aus dan meningkatkan biaya Lebih rendah

Metal pump >500mm material harus lebih keras >215m >370oC Dapat mengubah ketahanan aus dan meningkatkan biaya Lebih tinggi

Pada Tabel 10 berikut ini merupakan perbandingan sifat sifat dari material yang akan digunakan pada slurry pump impellers pada kondisi lingkungan yang telah dijelaskan diatas.
Tabel 10. Sifat sifat kandidat material untuk slurry pump impeller[12]

Material Cast iron

Hardness (brinell) 180

Kekuatan (Mpa) 639

Ketangguhan Buruk

Rentang pH 6-9

Aplikasi Ringan,

Material Tahan Aus

25

UAS Pemilihan dan Desain Material


tidak tahan korosi 28% Chrome Iron 35% Chrome Iron 400 - 450 600 - 700 2130 2485 1420 1597,5 Baik 1 - 13 Baik 5 - 12 Ketahanan korosi moderat Tahan abrasi, asam kuat, klorida dan fluorida SS 316 160 - 200 568 - 710 Baik 3 11 Ringan dan tahan korosi Dari data diatas dapat dilihat bahwa material untuk slurry pump impellers yang paling sesuai adalah 28% Chrome iron. Paduan ini merupakan Cr yang mengandung Fe yang keras yang termasuk ke dalam ASTM A532 kelas III dan dikeraskan dengan heat-treating hingga dicapai kekerasan 650 brinell.[12] Paduan 28% Chrome Iron ini dipilih karena memiliki kekerasan dan kekuatan yang paling baik dibandingkan material lainnya dan memiliki ketangguhan yang baik dan juga memiliki ketahanan korosi dimana hal tersebut sesuai dengan aplikasi slurry pump impellers. Selain itu harga dari 28% Chrome iron juga kompetitif bila dibandingkan dengan yang lain. Untuk desain pada slurry pump impellers pada aplikasi dengan slurry partikel yang kasar maka closed impeller merupakan pilihan yang tepat. Pembuatan impeller dapat dilakukan dengan proses casting. g. Kasus kegagalan pada slurry pump impeller Kegagalan slurry pump impellers dapat disebabkan oleh banyak faktor. Misalnya kegagalan tersebut dapat disebabkan karena kegagalan akibat cacat pengecoran pada saat pembuatan impeller, kegagalan coating pada impeller wear ring, kegagalan akibat cavity, kegagalan akibat adanya mikroba yang menginduksi korosi, kegagalan akibat korosi, kegagalgan akibat aus dan abrasi.[13] Secara umum kegagalan di slurry pump impellers itu disebabkan karena adanya kombinasi antara korosi dan erosi. Faktor yang mempengaruhi kegagalan akibat erosi korosi di impeller adalah ukuran dan distribusi partikel, densitas Material Tahan Aus 26

UAS Pemilihan dan Desain Material


partikel, bentuk partikel, komposisi partikel, konsentrasi solid di slurry. Gambar 20 ini merupakan kegagalan akibat erosi korosi di permukaan impeller.[13] Oleh sebab itu menjadi penting memilih material yang sesuai agar kegagalan pada slurry pump impellers dapat dikurangi.

Gambar 20. Kegagalan akibat erosi korosi di permukaan impeller[13]

Referensi
1. ASM. ASM Handbook Materials Selection and Design Volume 20. ASM International, 1997 2. Ball, A, C.Allen. A review of the performance of engineering materials under prevalent tribological and wear situations in South African industries. Tribology International Vol.29 No.2 (1996): 105 116 3. Phelps, Andrew W. Materials Selection for Wear Resistance Handbook of Materials Selection. New York: John Wiley & Sons Inc, 2002 4. Harjanto, Sri. Wear Resistant Steel. Kuliah Desain dan Pemilihan Material. 2010 5. NN. Slurry pump Handbok 5th edition electronic version. Weir Slurry Group, Inc, 2009 6. Neale, Michael John. Lubrication and Reliability Handbook. Newnes, 2000 7. Flores, Juan F, Anne Neville. Materials Selection in the Oilsand Industry Based on Materials degradation Mechanisms. Report. University of Leeds 8. Sare, I.R, J.I Mardel, A.J Hill. Wear- resistant metallic and elastomeric materials in the mining and mineral processing industries an overview. Wear 250 (2001): 1 - 10 9. Walker, Craig I., Greg C.Bodkin. Empirical wear relationship for centrifual slurry pumps. Wear 242 (2000): 140 146 10. Metalliferous Mining Processing. Pumps Resource Book 11. Andrews, Dale B. Selecting a Slurry pump. Lawrence Pumps Inc, 2009 Diakses pada tanggal 2 Juni pukul 20.00 WIB Material Tahan Aus 27

UAS Pemilihan dan Desain Material


(http://www.lawrencepumps.com/Newsletter/news_v07_i1_Jan10.html) 12. Bonner, Chuck. Selecting the Right Slurry pump. Tech Talk. 2005 13. Bennekom, A.van, F.Bernddt, M.N. Rassool. Pump impeller failures a compendium of case studies. Engineering Failure Analysis 8 (2001): 145 156

Material Tahan Aus

28