Anda di halaman 1dari 3

Hapsari, Deby. dkk. (2012). Dampak Ketidakjujuran Pemilihan Umum Terhadap Stabilitas Negara. Surakarta : tidak diterbitkan.

Latar Belakang Pemilihan Umum (Pemilu) adalah proses pemilihan orang(-orang) untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan tersebut beraneka-ragam, mulai dari presiden, wakil rakyat di berbagai tingkat pemerintahan, sampai kepala desa. Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Setelah amandemen keempat UUD 1945 pada 2002, pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rezim pemilu. Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004. Pada 2007, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007, pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) juga dimasukkan sebagai bagian dari rezim pemilu. Di tengah masyarakat, istilah "pemilu" lebih sering merujuk kepada pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilu merupakan salah satu usaha untuk memengaruhi rakyat secara persuasif (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan retorika, public relations, komunikasi massa, lobby dan lain-lain kegiatan. Meskipun agitasi dan propaganda di Negara demokrasi sangat dikecam, namun dalam kampanye pemilihan umum, teknik agitasi dan teknik propaganda banyak juga dipakai oleh para kandidat atau politikus selalu komunikator politik. Dalam Pemilu, para pemilih dalam Pemilu juga disebut konstituen, dan kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye. Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan, menjelang hari pemungutan suara. Berbagai macam kampanye dilakukan oleh para calon wakil rakyat.

Tujuan Penulisan Tujuan Umum : 1. Memenuhi tugas yang diberikan oleh guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Surakarta 2. Menambah wawasan mengenai pemilu di Indonesia dan efektivitasnya Tujuan khusus : 1. Mengetahui mengenai seluk beluk Pemilihan Umum di Indonesia 2. Mengetahui berbagai macam jenis kampanye yang dilakukan calon wakil rakyat

3. Mencari tahu respon masyarakat terhadap berbagai jenis kampanye


4. Mengetahui tingkat efektivitas kampanye dilihat dari jumlah pemilih

5. Menyimpulkan cara kampanye yang paling efektif Metode penulisan : 1. Metode Browsing Penulis mencari sumber informasi di internet melalui search engine seperti Google, Yahoo, dsb yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 2. Metode Pustaka Adalah metode penulisan dengan cara mencari dan mengumpulkan data dari berbagai buku, majalah, koran, tabloid, dan karya tulis lain yang pernah ada yang memuat materi yang relevan dengan masalah yang diangkat oleh Penulis dalam karya tulis dan kemudian menyusunnya menjadi uraian lengkap. 3. Metode Wawancara Wawancara merupakan cara pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan Penulis dengan pihak terkait seperti guru dan orang lain dalam masyarakat yang dianggap dapat memberikan informasi mengenai masalah dalam karya tulis ini. 4. Metode Observasi Adalah cara pengumpulan data dengan jalan mengamati dan mencermati fakta yang berkembang dalam masyarakat baik yang dilihat langsung Penulis maupun dari media elektronik sepert televisi dan radio, berkaitan dengan masalah yang dibahas tanpa mengabaikan berbagai opini yang muncul untuk kemudian ditarik menjadi sebuah kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Rumusan Masalah : Dalam karya tulis ini, penulis mengajukan beberapa permasalahan yang perlu diulas dan dibahas dalam karya tulis ini, yaitu : 1. Apakah makna Pemilu sesungguhnya? 2. Bagaimana seluk beluk Pemilu di Indonesia? 3. Apakah makna kampanye? 4. Apa saja jenis atau macam kampanye yang dilakukan para calon wakil rakyat? 5. Seberapa efektifkah macam-macam kampanye ditinjau dari hasil perolehan suara?

6. Manakah jenis kampanye yang paling efektif?


7. Bagaimana respon masyarakat terhadap macam-macam kampanye?

Sistematika Penulisan Karya tulis ini tersusun dari 4 bab, yaitu BAB I, BAB II, BAB III, dan BAB IV. Bab I berisi beberapa sub bab, yaitu latar belakang masalah yang kami bahas, yaitu tentang pemilu dan efektivitas kampanye dilakukan para calon wakil rakyat ditinjau dari hasil perolehan suara. Lalu sub bab berikutnya adalah metode penulisan, yaitu cara-cara Penulis memperoleh berbagai data dan informasi mengenai pemilu dan kampanye yang dibutuhkan dalam menyusun karya tulis ini. Selanjutnya adalah sub bab mengenai rumusan masalah yang memuat beberapa permasalahan yang perlu diulas dan dibahas dalam karya tulis ini, lalu yang terakhir adalah sistematika penulisan yaitu sub bab ini sendiri. Bab II berisi tentang landasan teori mengenai ........................................... untuk sub bab pertama, dan sub bab selanjutnya ialah kajian pustaka Adapun bab III berisi pembahasan masalah yang Penulis angkat dalam karya tulis ini,yaitu tentang .................................... Inti dari bab ini adalah Yang terakhir adalah bab keempat yang merupakan penutup karya tulis ini yang berisi tiga sub bab. Sub bab pertama adalah kesimpulan dari pembahasan, dilanjutkan dengan kritik di sub bab kedua dan diakhiri dengan sub bab ketiga yang memuat saran-saran dari pemulis sebagai warga negara Indonesia.