Anda di halaman 1dari 7

Proses pelepasan bekisting kolom kurang lebih 24 jam. Bekisting dilepas dengan menggunakan Tower Crane.

Hal ini begitu cepat dikarenakan beban yang diterima hanya perlu diperhatikan beban dia sendiri dan beban gravitasi. Namun tetap dilakukan pengujian sampel beton untuk mengetahui beton tersebut layak atau tidak.

Gambar 4.28 Bekisting Kolom dan Shear Wall

C. Tahap Pengecoran Secara umum, sebelum dilakukan tahap pengecoran pada kolom, plat ataupun balok, maka dilakukan terlebih dahulu pengujian Slump Test ditempat lokasi pengecoran.

100

Langkah-langkah pengecoran adalah sebagai berikut : 1. Sebelum dilakukan pengecoran, bersihkan terlebih dahulu kotoran ataupun sampah yang terdapat didalam bekisting dengan menggunkan compressor. 2. Setelah seluruh persiapan siap semuanya, maka diberitahukan kepada PT. Adhimix untuk segera mendatangkan truck mixer ke lokasi proyek sesuai dengan jadwal yang sudah dikonfirmasi terlebih dahulu 3. Pada proyek ini pengecoran kolom dan Shear Wall

menggunakan pipa tremi. 4. Pastikan segala perlengkapan alat dalam keadaan baik, yaitu bucket, Pipa treminya tidak bolong dan test vibratornya. 5. Setelah siap, truck mixer datang datang di tes slump dan jika OK lalu beton siap dimasukan kedalam bucket yang kemudian diangkat menggunakan tower crane dan pipa tremi dimasukan kedalam bekisting kemudian dituang. Pengecoran harus continue dan berlangsung cepat yakni tidak lebih dari 2,5 jam untuk menghindari terjadinya segregasi atau pemisahan. 6. Pemberhentian pengecoran harus dimana letak momen sama dengan nol. Hal ini guna untuk menghindari perlemahan pada struktur.

101

Gambar 4.29 Pengecoran Kolom dan Shear Wall

D. Tahap Curing Proses curing dilakukan segera setelah pelepasan bekisting yakni dengan menyemprotkan air ke kolom.

4.3.3.2

Pekerjaan Balok dan Plat Pekerjaan balok dan plat merupakan pekerjaan satu kesatuan dalam

pelaksanaanya. Dimana plat adalah media untuk menumpu beban mati dan beban hidup pertama kali yang kemudian di transfer ke balok. Sedangkan balok itu sendiri terbagi menjadi 2 yaitu balok anak dan balok induk. Kedua balok tersebut berfungsi menerima beban yang diteruskan dari plat akibat beban mati dan beban hidup yang diterima plat.

102

1. Tahap Bekisting Bekisting yang digunakan yaitu bekisting yang dibuat secara konvensional (dibuat secara langsung diproyek) dengan

menggunakan perancah sebagai tahanan. Pembuatan bekisting plat dan balok itu dibuat secara satu kesatuan yaitu dengan pembuatan perancah balok dan kemudian bekisting plat. Tetapi bekisting konvensional ini sangat sulit dalam pembuatanya dan memerlukan waktu yang cukup lama. Selain itu pemborosan biaya yang dikarenakan pelepasan bekisting yang dibongkar satu per satu sehingga sisa material (waste) terlalu banyak.

Gambar 4.30 Bekisting Balok dan Plat

2. Tahap Pembesian Pada Balok : a. Persiapkan gambar Shop Drawing dan gambar standar detail yang akan dibuat. b. Sudah disiapkan elevasi yang sesuai oleh pihak surveyor.

103

c. Memasang jumlah besi, diameter dan jarak besi harus sesuai. Baik pemasangan tulangan pokok, stirrups dan ties-nya. d. Panjang kait dan bila ada penyambungan besi harus sesuai detail standar yang digunakan. e. Pada saat pengecekan tidak ada toleransi untuk poin III dan IV f. Dipasang juga cetakan selimut beton.

Gambar 4.31 Tulangan Balok

Pada Plat : a. Persiapkan gambar Shop Drawing dan gambar standar detail yang akan dibuat. b. Sudah disiapkan elevasi yang sesuai oleh pihak surveyor. c. Memasang jumlah besi, diameter dan jarak besi harus sesuai. d. Langkah awal dengan memasang tulangan bawah diikuti tulangan atas. Diperhatikan pula pemasangan tulangan lapangan dan tulang tumpuannya.

104

e. Panjang kait dan bila ada penyambungan besi harus sesuai standar detail yang digunakan. f. Posisi kaki ayam juga diperhatikan penempatannya sesuai standar detail. g. Pada saat pengecekan tidak ada toleransi untuk poin III, IV dan V. h. Dipasang juga cetakan selimut beton.

Gambar 4.32 Tulangan Plat

3. Tahap Pengecoran Sebelum pada tahap pengecoran dilakukan terlebih dahulu pembersihan balok dan plat dengan menggunakan compressor agar kualitas beton sesuai dengan yang direncanakan. Setelah itu dipasang relat sesuai elevasi sebagai dudukan jidar untuk meratakan permukaan beton sampai batas elevasi sesuai gambar.

105

Terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pengecoran balok dan plat yaitu pengecoran dimulai dari sisi sambungan cor yang lalu dan berhenti di Ln (bentang bersih) dimana momen pada bentang tersebut adalah nol. Tidak diizinkan pengecoran berhenti ditengah bentang, hal ini sesuai yang dianjurkan konsultan perencana dimana momen maksimum terletak di tengah bentang. 4. Tahap Curing Setelah pengecoran selesai pada malam hari maka pada pagi harinya permukaan beton sudah agak mengering dan pada saat ini dilakukan curing beton dengan menggunakan air secukupnya. Air disiramkan sedikit demi sedikit ke atas permukaan beton kemudian didiamkan beberapa saat.

106