Anda di halaman 1dari 8

Laporan Modul I, MG2212 Crushing (Peremukan) Ahmad Fahmi Syam (12509501) / Kelompok 7 / Jumat , 06-04-2012

Laboratorium Pengolahan Bahan Galian Program Studi Teknik Metalurgi Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan

Asisten : Hudaevi (12508029)

Abstrak Praktikum Modul I Crushing merpakan tahap pertama dalam pengolahan bijih dengan tujuan mengecilkan ukuran bijih. T ujuan dalam praktikum ini adalah untuk memahami mekanisme peremukan, prinsip kerja alat crusher, dan mekanisme pengayakan juga cara kerja alatnya. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui variabel operasi yang terdapat dalam peremukan serta mengetahui Reducting Ratio alat remuk. Pada percobaan peremukan ini akan dilakukan peremukan feed yang berupa batuan limestone. Alat yang digunakan pada percobaan ini antara lain jaw crusher, roll crusher, dan pengayak getar: dillon screen.

A. Tinjauan Pustaka Dalam proses pengolahan bijih/mineral tahap pertama yang harus dilalui adalah pengecilan ukuran bijih dengan cara mekanik yaitu peremukan dan penggerusan yang dikenal dengan sebutan kominusi. Tujuan dari dilakukannya proses kominusi adalah mengecilkan ukuran bijih agar siap untuk diproses lebih lanjut sekaligus untuk memisahkan mineral berharga dari mineral pengotornya (gangue mineral), serta untuk meningkatkan luas permukaan sehingga reaksi leaching akan berjalan pada keadaan yang lebih baik. Tujuan lainnya adalah agar proses transportasi berjalan lebih efisien. Proses crushing dalam proses pengolahan mineral tempatnya dapat dilihat dalam bagan di bawah:

Crusher, peremukan tahap ketiga (tersier) menggunakan Cone Crusher.

Pembagian crushing secara umum

Berdasarkan kebasahannya, semua proses crushing digolongkan pada proses kering karena dalam pelaksanaannya tidak melibatkan air/fluida lainnya. Tanda (+) menyatakan material yang oversize akan mengulangi proses sebelumnya Tanda (-) menyatakan material yang undersize akan melalui proses selanjutnya B. Data Percobaan 1. Jaw Crusher Ukuran (mm) +25 -25 -12,5 -3# -8# -14# Berat (g) 4000 3700 1400 567,3 342 582 10591,3

Dalam proses crushing bijih dengan ukuran diatas 2,5 cm (biasanya diameter bijih 1 m) diumpankan pada crusher sehingga di reduksi menjadi ukuran sekitar 25 mm. Proses Crushing dibagi menjadi beberapa tahap yaitu primer, sekunder, dan tersier. Tahapan-tahapan tersebut tidak harus dilakukan semua bergantung pada keadaan bijih yang akan diremukan dan alat-alat yang digunakan. Pada operasi peremukan primer alat yang digunakan adalah Jaw Crusher, dan Gyratory Crusher, peremukan tahap dua (sekunder) menggunakan Cone crusher,dan Roll

+12,5 +3# +8# +14#

Laporan Modul I, MG2212 Crushing (Peremukan) Ahmad Fahmi Syam (12509501) / Kelompok 7 / Jumat , 06-04-2012
Laboratorium Pengolahan Bahan Galian Program Studi Teknik Metalurgi Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan

Asisten : Hudaevi (12508029)


Mengamati hasil peremukan mengayak dengan seri 25 mm, 12,5 mm, 3#, 8# dan 14# menimbang per fraksi ayakan membuat grafik distribusi ukuran b. Roll Crusher

2.

Roll Crusher dengan r = 1,5 cm Ukuran (mm) +20 -20 -3# -8# -14# -20# Berat (g) 583,2 301 110,7 52 34 34 1114,9

+3# +8# +14# +20#

3.

Roll Crusher dengan r = 1,0 cm Ukuran (mm) +20 -20 -3# -8# -14# -20# Berat (g) 250 556,3 188,5 93 56,5 69,8 1214,1

+3# +8# +14# +20#

4.

Roll Crusher dengan r = 0,5 cm Ukuran +3# -3# -8# -14# -20# -50# Berat (g) 306,5 386,1 194 119,4 62,4 109,5 1177,9

+8# +14# +20# +50#

produk peremukan Jaw Crusher menjalankan Jaw Crusher dalam keadaan kosong mengamati cara kerjanya mengatur jarak roll sebesar 1,5 cm memasukkan umpan mengamati hasil peremukan mengayak dengan seri 12,5 mm, 3#, 8#, 14# dan 20# mengulangi percobaan dengan jarak roll yang berbeda yaitu 1 cm dan 0,5 cm mengayak dengan seri 3#, 8#, 14#, 20# dan 50# menimbang per fraksi ayakan membuat grafik distribusi 2. Rumus-rumus Dasar a. Persen berat:

C.

Pengolahan Data 1. a. Langkah Kerja Jaw Crusher Menyiapkan contoh bijih menjalankan Jaw Crusher dalam keadaan kosong mengamati cara kerjanya memasukan umpan

b.

Reduction Ratio:

Laporan Modul I, MG2212 Crushing (Peremukan) Ahmad Fahmi Syam (12509501) / Kelompok 7 / Jumat , 06-04-2012
Laboratorium Pengolahan Bahan Galian Program Studi Teknik Metalurgi Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan

Asisten : Hudaevi (12508029)

3.

Perhitungan Jaw Crusher


% kumulatif berat tertampung 37,76684637 72,70117927 85,9195755 91,27585849 94,50492385 100

% kumulatif berat lolos 62,23315363 27,29882073 14,0804245 8,724141512 5,495076147 0

Kurva distibrusi Jaw Crusher

Ukuran (mm) +25 -25 -12,5 -8,65 -3,18 -1,814

Berat (g) 4000 3700 1400 567,3 342 582 10591,3

% berat 37,766846 34,934333 13,218396 5,356283 3,2290654 5,4950761 100

Jaw Crusher
% Beart Kumulatif Lolos 80 60 40 20 0 -20 1.814 3.175 8.467 12.5 Ukuran (mm) 25 y = 13.205x - 16.049

+12,5 +8,467 +3,175 +1,814

Roll Crusher dengan r = 1,5 cm


Berat (g) 583,2 301 110,7 52 34 34 1114,9 Berat (g) 250 556,3 188,5 93 56,5 69,8 1214,1 % kumulatif berat tertampung 52,30962418 79,30756122 89,23670284 93,90079828 96,95039914 100 % kumulatif berat tertampung 20,59138456 66,4113335 81,93723746 89,59723252 94,25088543 100 % kumulatif berat lolos 47,69037582 20,69243878 10,76329716 6,099201722 3,049600861 0

Ukuran (mm) +20 -20 -8,65 -3,18 -1,81 -1,27

% berat 52,309624 26,997937 9,9291416 4,6640954 3,0496009 3,0496009 100

+8,467 +3,175 +1,814 +1,27

Kurva distibrusi Roll Crusher dengan r = 1,5 cm

Roll Crusher r=1,5 cm


60 % Beart Kumulatif Lolos 50 40 30 20 10 0 -10 1.27 1.814 3.18 8.65 Ukuran (mm) 20 y = 10.387x - 13.503

Ukuran (mm) +20 -20 -8,65 -3,18 -1,81 -1,27

% berat 20,591385 45,819949 15,525904 7,6599951 4,6536529 5,7491146 100

% kumulatif berat lolos 79,40861544 33,5886665 18,06276254 10,40276748 5,74911457 0

+8,467 +3,175 +1,814 +1,27

Kurva distibrusi Roll Crusher dengan r = 1,0 cm

Roll Crusher dengan r = 1,0 cm % Beart Kumulatif Lolos Roll Crusher dengan r = 0,5 cm
Berat (g) 306,5 386,1 194 119,4 62,4 109,5 1177,9 % kumulatif berat tertampung 26,02088463 58,79955854 75,2695475 85,40623143 90,70379489 100 % kumulatif berat lolos 73,97911537 41,20044146 24,7304525 14,59376857 9,296205111 0

Roll Crusher r=1,0 cm


100 80 60 40 20 0 -20 1.27 1.81 3.18 8.65 Ukuran (mm) 20 y = 17.05x - 21.709

Ukuran (mm) +8,647 -8,647 -3,175 -1,814 -1,270 -0,508

% berat 26,020885 32,778674 16,469989 10,136684 5,2975635 9,2962051 100

+3,175 +1,814 +1,27 +0,508

Laporan Modul I, MG2212 Crushing (Peremukan) Ahmad Fahmi Syam (12509501) / Kelompok 7 / Jumat , 06-04-2012
Laboratorium Pengolahan Bahan Galian Program Studi Teknik Metalurgi Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan

Asisten : Hudaevi (12508029)

Kurva distibrusi Roll Crusher dengan r = 0,5 cm

Roll Crusher r=0,5 cm


% Beart Kumulatif Lolos 80 60 40 20 0 0.508 1.27 1.814 3.175 8.467 Ukuran (mm) y = 15.597x - 14.032

RR80 untuk Roll Crusher dengan r = 0,5 cm

P80 untuk Jaw Crusher y = 13,20x - 16,04 80 = 13,20x - 16,04

P80 untuk Roll Crusher dengan r = 1,5 cm y = 10,38x - 13,50 80 = 10,38x - 13,50

P80 untuk Roll Crusher dengan r = 1,0 cm y= 17,05x - 21,70 80= 17,05x - 21,70

P80 untuk Roll Crusher dengan r = 0,5 cm y = 15,59x - 14,03 y = 15,59x - 14,03

RR80 untuk Roll Crusher dengan r = 1,5 cm

RR80 untuk Roll Crusher dengan r = 1,0 cm

D. Analisa Hasil Percobaan Setelah dilakukan perhitungan terhadap data yang diperoleh dari hasil percobaan, dapat dilihat bahwa ukuran yang meloloskan 80 % hasil adalah mm untuk Jaw crusher, mm untuk roll crusher dengan r = 1,5 cm, mm untuk roll crusher dengan r = 1 cm dan mm untuk roll crusher dengan r = 0,5 cm. Sedangkan untuk nilai RR80 untuk masing-masing jarak roll pada roll crusher adalah untuk r = 1,5 cm, untuk r = 1,0 cm dan untuk r = 0,5 cm. Dari hasil perhitungan tersebut, dapat dilihat bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi hasil crushing adalah jarak antar roll . Makin kecil jarak roll pada roll crusher, maka hasil peremukan seharusnya akan makin halus. Hal ini dapat dlihat dari mengecilnya nilai ukuran yang meloloskan 80 % hasil untuk masing-masing ayakan tetapi hasil perhitungan yang diperoleh memperlihatkan bahwa P80 untuk roll crusher dengan ukuran r=1 cm dan r=0,5 cm relatif tidak mengalami perubah signifikan hal ini mungkin disebabkan karena banyak partikel yang sudah halus pada proses crushing sebelumnya . tujuan dilakukannya pengecilan jarak antar roll adalah agar partikel yang besar yang dapat melewati jarak antar roll sebelummnya menjadi tereduksi kembali karena jarak antar roll yang semakin kecil ketika dilakukan crusing ulang. Nilai RR80 yang diperoleh berbeda walaupun menggunakan ukuran umpan yang sama yaitu hasil peremukan dari Jaw crusher namun karena menggunakan ukuran jarak antar roll yang bebeda maka hasil nya pun berbeda. Grafik yang menyatakan perbandingan % berat kumulatif lolos dan ukuran dapat kita ketahui memperlihatkan bahwa makin besar ukuran ayakan maka akan meloloskan lebih banyak partikel dan makin kecil ukuran ayakan, partikel yang lolos juga menjadi lebih sedikit. Dari hasil perngamatan terhadap hasil percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya reduction ratio adalah ukuran dari umpan, kekerasan mineral, bentuk partikel serta ukuran hasil remukan.

Laporan Modul I, MG2212 Crushing (Peremukan) Ahmad Fahmi Syam (12509501) / Kelompok 7 / Jumat , 06-04-2012
Laboratorium Pengolahan Bahan Galian Program Studi Teknik Metalurgi Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan

Asisten : Hudaevi (12508029)


Cleavage terjadi jika energi yang diberikan cukup untuk membuat material remuk, dan hanya menghasilkan sedikit partikel dengan ukuran yang mendekati ukuran aslinya. Shatter terjadi jika energi yang diberikan lebih besar daripada yang dibutuhkan untuk meremukkan partikel mineral. Hasilnya berupa partikel dengan distribusi ukuran yang bermacam-macam.

E. 1.

2.

3.

4.

5.

Jawaban Pertanyaan Gape adalah jarak mendatar antar shell jika diambil garis pada mulut jaw crusher yang diukur pada bagian mulut jaw crusher dimana umpan yang dimasukkan bersinggungan dengan mulut jaw crusher. Setting adalah komponen dari jaw crusher yang dapat diatur agar jarak gape sesuai yang diinginkan. Angle of nip adalah sudut yang dibentuk antara dua permukaan dari jaw plate pada jaw crusher. Sedangkan pada roll crusher, angle of nip adalah sudut yang dibentuk dari tangen pada permukaan roll pada titik kontak dengan partikel yang akan diremuk Reduction Ratio adalah perbandingan ukuran ayakan yang meloloskan sejumlah umpan dengan ukuran ayakan yang meloloskan sejumlah hasil peremukan. Limiting Reduction Ratio adalah perbandingan ukuran ayakan terbesar yang dapat dilakukan untuk meloloskan umpan dengan ukuran ayakan terbesar untuk meloloskan hasil peremukan. Reduction Ratio 80% adalah perbandingan ukuran ayakan yang meloloskan 80% umpan dengan ukuran ayakan yang meloloskan 80% hasil peremukan. Faktor yang mempengaruhi besarnya reduction ratio adalah ukuran dari umpan, kekerasan mineral, bentuk partikel serta ukuran hasil remukan. Jaw Crusher dibagi menjadi empat tipe berdasarkan desain, yaitu Blake, Overhead Pivot, Overhead Eccentric, dan Dodge. Perbedaan dari keempat tipe tersebut adalah dalam hal ukuran, power, kecepatan putarnya, dan karakteristik dan aplikasinya. Pada masing-masing crusher tersebut memiliki kelebihan dan keurangan dalam aplikasinya. Choke crushing adalah peremukan material feed yang masuk dengan mekanisme penghancuran material dilakukan oleh permukaan roll dan juga oleh sesama material. Contohnya yang terjadi pada Roll Crusher. Arrested crushing adalah proses peremukan material dengan mekanisme penghancuran mineral hanya dilakukan oleh jaw saja contohnya yang terjadi pada Jaw Crusher. Mekanisme remuknya material dibagi menjadi tiga macam, yaitu abrasion, cleavage/compression, dan shatter/impact. Abrasion terjadi jika energi yang diberikan oleh alat tidak cukup besar untuk meremukan partikel sehingga terjadi tekanan yang terlokalisasi dan hanya sedikit area yang remuk dan hasilnya berupa partikel halus yang merata yaitu pada permukaannya saja.

Gambar mekanisme crushing

6.

Gambar distribusi partikel hasil crushing

7.

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju partikel melewati permukaan diantaranya adalah densitas bulk, permukaan ayak, persentase area opening, bentuk partikel, ukuran jarak antar mantel, kelembapan permukaan, bentuk lubang, ketebalan mantel, frekuensi dan sudut inklinasi. Ukuran dari semua alat crusher dinyatakan oleh besarnya nilai gape, angle of nip, setting, width, dan mouth.

F. Kesimpulan Crushing atau peremukan pada proses pengolahan mineral bertujuan untuk mengecilkan ukuran bijih serta membebaskan mineral berharga dari mineral pengotor, memhasilkan produk sesuai pesanan konsumen, dan

Laporan Modul I, MG2212 Crushing (Peremukan) Ahmad Fahmi Syam (12509501) / Kelompok 7 / Jumat , 06-04-2012
Laboratorium Pengolahan Bahan Galian Program Studi Teknik Metalurgi Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan

Asisten : Hudaevi (12508029)

memperbesar luas permukaan partikel sehingga proses leaching akan lebih efektif.. Dari percobaan yang dilakukan didadapat hasil percobaan, ukuran yang meloloskan 80 % hasil pada Jaw crusher adalah mm, mm untuk roll crusher dengan r = 1,5 cm, mm untuk roll crusher dengan r = 1 cm dan mm untuk roll crusher dengan r = 0,5 cm. Sedangkan untuk nilai RR80 untuk masing-masing jarak roll pada roll crusher adalah untuk r = 1,5 cm, untuk r = 1,0 cm dan untuk r = 0,5 cm. G. Daftar Pustaka http://www.outokumputechnology.com/files/Technology/D ocuments/Physical%20Separation/Technical%20Papers/H INDSETIMPROVEGRAVITY.pdf Kelly, Errol G. & David J. Spottiswood. 1982. Introduction to Mineral Processing. Hal. 259-262. USA: John Wiley & Sons.

Laporan Modul I, MG2212 Crushing (Peremukan) Ahmad Fahmi Syam (12509501) / Kelompok 7 / Jumat , 06-04-2012
Laboratorium Pengolahan Bahan Galian Program Studi Teknik Metalurgi Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan

Asisten : Hudaevi (12508029)


Cone crusher

H. Lampiran

Roll crusher

Gyratory crusher

Laporan Modul I, MG2212 Crushing (Peremukan) Ahmad Fahmi Syam (12509501) / Kelompok 7 / Jumat , 06-04-2012
Laboratorium Pengolahan Bahan Galian Program Studi Teknik Metalurgi Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan

Asisten : Hudaevi (12508029)