Anda di halaman 1dari 9

ABSTRAK

Dalam pendistribusian suatu tenaga listrik, khususnya pada sambungan rumah sering kita jumpai banyak keluhan dari pelanggan tentang Menurunnya kualitas tegangan ujung pada SR berantai, Oleh karena itu maka PT PLN persero memberikan standart pelayanan pelanggan terhadap sambungan rumah (SR) dibatasi dengan 5 pelanggan paling banyak, untuk mangantisipasi terjadinya drop tegangan atau jatuh tegangan.

Dengan adanya ketentuan tersebut maka pihak PT PLN persero khususnya Kantor Jaga Batui dapat meningkatkan mutu kualitas pelayanan dan dapat menjaga mutu tegangan pada SR berantai sehingga dapat mengatasi keluhan keluahan dari pelanggan khususnya tentang masalah drop tegangan.

Dengan demikian PT. PLN persero khususnya PLN Kantor Jaga Batui bertujuan untuk melakukan pembatasan SR berderet Maximum 5 pelanggan dan apa bila sudah melibihi maka berencana untuk melakukan perluasan jaringan tegangan rendah (JTR) di daerah daerah yang sudah melewati standard yang di berikan oleh PLN sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan Listrik kepada pelanggan.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

PT PLN (Persero) merupakan perusahaan penyedia listrik untuk umum satu-satunya di Indonesia. Adapun permasalahan permasalahan yang di hadapi PLN salah satunya yaitu dalam sisi pelayanan listrik kepada konsumen. Hal ini menyebabkan PT PLN Persero harus meningkatkan mutu pelayanan kepada konsumen sehingga dapat memberikan kepuasan bagi pelanggan dan tentunya harus melakukan pembenahan pembenahan seperti pemeliharaan jaringan, pemeliharaan Trafo dan gardu Serta meningkatkan mutu tegangan melalui pembatasan SR berderet maks.5 pelanggan seperti yang saya bahas pada saat ini.

Untuk memberikan kontribusi dalam hal meningkatkan mutu pelayanan, dalam telaah staf ini mencoba mengevaluasi peran pembatasan SR berderet maks.5 pelanggan, serta memperluas Jaringan tegangan rendah terhadap SR berantai untuk meningkatkan mutu tegangan serta meningkatkan mutu

pelayanan PLN terhadap konsumen.

B. Batasan Masalah Dalam pembahasan Telaah staf ini hanya membahas tentang meningkatkan mutu tegangan dengan cara memperbaiki SR berderet.

C. Tujuan Meningkatkan Mutu Tegangan, Menurunkan Losis teknik dijaringan menjaga citra PLN dimata masyarakat.

D. Permasalahan Penyambungan melebihi standard, adamya complain masalah drop tegangan

BAB II ISU STRATEGIS

A. Isu Strategis

Apabila Sambungan rumah (SR) berantai melebihi standard misalnya sudah mencapai 14 pelanggan seperti yang terjadi di Ds. Hanbola maka tegangan pangkal atau tegangan ujung SR tersebut akan mengalami penurunan tegangan atau Drop tegangan, yang dimaksud dengan drop tegangan yaitu selisih antar tegangan pangkal / tegangan pengirim dan tegangan penerimaan / ujung , (drop), jatuh tegangan dapat di sebabkan oleh antara lain:

1. Karena panjangnya penghantar dan jenis pengahantar 2. Hambatan penghantar tinggi 3. Kecilnya penampang penghantar 4. Bertambahnya pelanggan tanpa perluasan

Dengan melihat kondisi tersebut diatas maka dibutuhkan material yang sesuai dengan standard PLN, dan juga harus melakukan pengawasan langsung di lapangan terhadap penambahan SR berderet.

B. Maksud dan Tujuan Dengan melakukan pemasangan material yang sesuai, melakukan batasan SR sesuai dengan standard yang di berikan oleh PLN yaitu maks. 5 pelanggan dan apabila telah melampaui standard yang diberikan PLN maka dilakukan perluasan JTR maka, diharapkan dapat Meningkatkan mutu tegangan pada ujung SR sehingga bagian ujung SR tersebut tidak mengalami jatuh tegangan atau Drop tegangan atau masih dalam toleransi yaitu ( + 5 % ) dan ( - 10 % )

C. Material material yang dipakai

1. Twisted cable terpasang pada SR ( sambungan rumah ) berantai 2 x 10 mm. 2. Twisted cable terpasang pada JTR ( jaringan tegangan rendah ) 3 x 50 + 1 x

35mm.
3. Connector JTR 4. Connector SR 5. SWC (Service Wedge Clamp)

BAB III PERUMUSAN OFI DAN PEMBAHASAN

A. Perumusan OFI

1. Aspek Internal a. Faktor kekuatan (Strength) : Daya dukung skill SDM, Perencanaan alat tidak terlalu mahal dan rumit, sarana dan pra sarana mendukung b. Faktor kelemahan (weakness) : Lamban dalam mengambil keputusan dan kurang fleksibel 2. Aspek Eksternal a. Faktor peluang (opportunity) : meningkatkan citra PLN dimata masyarakat b. Faktor Ancaman (threat) : keterbatasan kemampuan manusia yang kurang teliti dapat menimbulkan gangguan.

B. Pembahasan

A. SR berderet (berantai) Sr atau sambungan rumah adalah suatu sambungan yang diambil dari JTR ke pelanggan / konsumen paling banyak yang harus diambil sambungan rumah tersebut yaitu 5 (lima) pelanggan / rumah, dan apabila sudah melebihii dari standart yang di anjurkan PT. PLN (Persero) itu yang boleh dikatakan SR (Sambungan Rumah) Berantai / deret.

Hal-hal yang harus dipenuhi dalam memberikan pelayanan pada pelanggan harus sesuai dengan standart berikut :

1. Tegangan harus sesuai standart PT. PLN ( Persero ) yaitu ( + 5 % ) dan ( 10 % ) terutama diwaktu beban puncak. 2. SR ( sambungan rumah ) yang berantai paling banyak 5 pelanggan / rumah. 3. Panjang Twisted Cable SR maksimum 30 meter setiap pelanggan.

B. Analisa Jatuh Tegangan atau Drop Tegangan Jatuh Tegangan pada Jaringan Tegangan Rendah (JTR) tidak dapat dihilangkan begitu saja, tetapi seminimal mungkin dapat ditekan. Karena setiap penghantar

memiliki hambatan jika dialiri arus listrik akan terjadi jatuh tegangan disitulah daya terbuang yang mengakibatkan terjadinya susut. Dalam sebuah JTR (jaringan tegangan rendah), susut tersebut tetap akan terjadi terutama di SR (sambungan rumah) berantai/deret yang penampangnya hanya 2x10 mm dialiri lebih dari 5 pelanggan/konsumen utamanya konsumen yang paling ujung. 1. Dampak dari Masalah tersebut Adapun dampak yang dihasilkan oleh SR berantai ini yaitu: 1. Jika SR sudah melebihi standard yang diberikan oleh PLN contohnya 14 SR maka tegangan yang berada di ujung / akhir tidak sama dengan tegangan awal atau mengalami drop tegangan. 2. PTCG akan hangus karna beban sudah terlalu besar akibatnya akan terjadi los kontak dan yang lebih paranya akan terbakar jika beban terlalu besar.

BAB IV USULAN AFI

A. Pemecahan Masalah Seperti yang sudah kita bahas tadi tentang Peningkatan Mutu tegangan, Losis terhadap tegangan tidak dapat dihilangkan begitu saja tetapi dapat di minimalisir, dengan cara melakukan pembatasan SR berderet maks 5 dan apabila sudah melampaui maka dilakukan perluasan JTR terhadap SR berantai maksudnya melakukan penambahan tiang serta memper panjang kabel JTR, sehingga dapat meningkatkan mutu tegangan pada ujung SR dan dapat meminimalisir losis terhadap tegangan. Contoh di Kelurahan Batui khususnya desa Hanbola gardu LTB.04 nomor tiang TL 02. 07210 terdapat 14 pelanggan. Setelah saya survey ternyata tegangan pada pelanggan pertama Herman Mangku yaitu 215 V atau masi dalam batas toleransi 10% sedangkan pada pelanggan ujung / akhir Bpk Ferry hanya 180 V sudah melewati batas toleransi yaitu 10% (198 V) sehingga terjaddi drop tegangan sebesar 35 Volt jadi dibutuhkan perluasan JTR untuk meningkatkan mutu tegangan. Berikut contoh sampel yang saya ambil pada Bpk Sunaryo meningkatkan mutu tegangan dengan melakukan perluasan JTR.

Contoh lokasi L35 desa Tontuan ada sambungan berantai

sampai 15

pelanggan sehigga tegangan ujung pada pelanggan terakhir sebesar 177 volt dimana tegangan pelanggan pertama sebesar tegangan sebesar 41 Volt Drop tegangan = tegangan Pangkal tegangan Ujung 218 Volt sehingga drop

= 218 Volt 177 Volt = 41 Volt Setelah dilakukan perluasan JTR dengan menambahkan 2 tiang, TC 3 x 50 mm2 maka tegangan pelanggan terakhir menjadi 208 Volt sehingga dapat menaikkan tegangan 31 volt, Hal ini terjadi karna resistansi penghantar dan jarak penghantar yang berbeda

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. System pembangunan jaringan TR ( tegangan rendah ) yang baru terbukti akan memperbaiki mutu tegangan yakni menaikkan tegangan pelayanan sebesar 31 volt dari 177 volt menjadi 208 Volt ( masih dalam toleransi -10%) 2. Menekan losis tegangan 3. Mendapatkan Saving Kwh karena perluasan JTR.

B. Saran 1. Untuk menjaga Mutu Tegangan agar tetap optimal maka dalam pelaksanakan penyambungan SR harus dibatasi dengan batas maksimal 5 pelanggan apabila sudah lebih dari standart maka diperlukan perluasan JTR. 2. Panjang kabel TIC maks. 30 meter / pelanggan 3. Dalam penerimaan pelaksanaan penyambungan baru maupun tambah daya perlu ditingkatkan pengawasannya dalam pemasangan jaringan sehingga tidak terjadi Sambungan Rumah berantai yg tidak terkendali 4. JTR dan SR tersebut masih dalam batas toleransi