Anda di halaman 1dari 176

MANAJEMEN

OPERASI
OPERASI
MANAJEMEN OPERASI Dosen: DR. Bahrul Kirom, MM, M.Si

Dosen:

DR. Bahrul Kirom, MM, M.Si

BIODATA N a m a : BAHRUL KIROM, H, SH, MM, M.Si, DR, CTA NIDosen

BIODATA

N a m a

: BAHRUL KIROM, H, SH, MM, M.Si, DR, CTA

NIDosen Nas : 0308-1151-01

Tmp/Tgl.Lhr

Alamat

Pendidikan

: Jakarta, Tahun 1951 : Cileduk Indah II Blok C12/3 Tangerang-Banten

: S1 Hukum (Perdata) Univ. 17 Agustus 1945, Jkt, Lulus 1985 S2 Manajemen SDM STIE IPWIJA Jakarta, Lulus 2002 S2 Manajemen Kebijakan Publik UNPAD Bdg, Lulus 2005 S3 Manajemen/Adm Pendidikan UPI, Bdg, Lulus, 2008

Certificate IV Train&Assessmt (CTA)Hobart Tech Australia

Pekerjaan

: Ahli MSDM - PLN (1975 Pensiun 1 Des 2007) Direktur SDM & ADM (Anak persh YPK-PLN)2007/09 Founder DR. HB Kirom & Asosiate (Trainning & Assessment) Assessor Kompetensi. Dosen program Pascasarjana :

- UNIV. BUDI LUHUR, Jakarta

- STIE KUSUMA NEGARA, Jakarta

- STIE IPWIJA, Jakarta

E-mail : bahrul.kirom@yahoo.com. No. HP : 0813-2229-6851

Buku Referensi

Buku Referensi 1. Heizer, Jay, and Barry Render, Operation Management. 6 t h Edition, New Jersey

1. Heizer, Jay, and Barry Render, Operation Management. 6 th Edition, New Jersey : Prectice Hall 2001 2. Adam, Everette E., Jr, and Ronald J. Ebert,Production

and

Operation

Management:

Concept,

Models

and

Behavior”, 5 th Edition, Englewood, clifts, N.J. Prentice Hall, 1992

3. Markland, R.E. et al. Operation Management: Concept in Manufacturing and Service, Cincinnati,South Western

College Publications,1998.

MATERI MANAJEMEN OPERASI 1. Mjn Operasi, Strategi Operasi di era Global 2. Disain Produk dan

MATERI MANAJEMEN OPERASI

1. Mjn Operasi, Strategi Operasi di era Global

2. Disain Produk dan Jasa (Manufcturing & services)

3. Mengelola Kualitas

4. Strategi : Proses (Perenc kapasitas), Lokasi dan Tata Letak

5. Perencanaan Kerja dan SDM

6. Manajemen Proyek & Peramalan

7. Mid semerter

8. Manajemen Rantai Pasokan

9. Manajemen Persediaan (Material Req Plann dan Enterprise Recource Plann)

10. Perencanaan Agregat

11. Just In Time dan Perampingan

12. Penjadualan Jangka Pendek

13. Pemeliharaan dan Keandalan

14. Ujian semester akhir

Catatan : Tugas Kasus sblm & ssdh UTS/UAS, ditentukan Dosen

MANAJEMEN OPERASI

MANAJEMEN OPERASI Serangkaian aktivitas yg menghasil kan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah INPUT

Serangkaian aktivitas yg menghasil

kan nilai dalam bentuk barang

dan jasa dengan mengubah INPUT menjadi OUTPUT

MANAJEMEN OPERASI & STRATEGI

OPERASI DI ERA GLOBAL

MANAJEMEN OPERASI & STRATEGI OPERASI DI ERA GLOBAL 1. Mengurangi biaya (upah, pajak, tarif, dll) 2.

1. Mengurangi biaya (upah, pajak, tarif, dll)

2. Memperbaiki rantai pasokan

3. Menghasilkan barang dan pelayanan yg lebih

baik

4. Memahami pasar

5. Belajar untuk memperbaiki opersasi

6. Mendapatkan dan mempertahankan bakat

global.

4 ALASAN MEMAHAMI MO

1. Mempelajari bagaimana orang-orang

4 ALASAN MEMAHAMI MO 1. Mempelajari bagaimana orang-orang mengorganisasikan diri mereka bagi perusahaan yg produktif. 2.

mengorganisasikan diri mereka bagi

perusahaan yg produktif.

2. Bagaimana barang dan jasa di produksi

3. Memahami apa yang dikerjakan oleh manager operasi.

4. Merupakan bagian yg paling banyak

menghabiskan biaya dalam sebuah organisasi.

PILIHAN-PILIHAN UNTUK MENINGKATKAN KONTRIBUSI Pilihan Pemasaran (a) Pilihan Keuangan/ Akuntansi (b) Pilihan Mjn
PILIHAN-PILIHAN UNTUK MENINGKATKAN KONTRIBUSI
Pilihan
Pemasaran (a)
Pilihan
Keuangan/
Akuntansi (b)
Pilihan Mjn
Operasi (c)
Kondisi Saat
ini
Meningkatkan
Penjualan 50%
Mengurangi
Biaya
Keuangan 50%
Mengurangi
Produksi 50%
Penjualan
HPP
Laba Kotor
Biaya Keu
Sub Total
Pajak 25 %
Kontribusi (d)
$ 100.000
$ 150.000
$ 100.000
$ 100.000
- 80.000
- 120.000
- 80.000
- 64.000
20.000
30.000
20.000
36.000
-
6.000
-
6.000
-
3.000
-
6.000
14.000
24.000
17.000
30.000
-
3.500
-
6.000
-
4.250
-
7.500
$
10.500
$
18.000
$
12.750
$
22.500

Meningkatkan Penjulalan 50%, kontribusi $ 7.500 atau 71% (7.500/10.500)

Pengurangan biaya keu 50%, kontribusi $ 2.250 atau 21% (2.250/10.500)

Pengurangan biaya prod 20%, kontribusi $ 12.000 atau 114% (12.000/10.500)

Kontribusi thd Biaya tetap (tdk termasuk biaya keuangan) dan Laba.

Sumber : Heyzer & Render, 2009

PILIHAN-PILIHAN UNTUK MENINGKATKAN KONTRIBUSI Pilihan Pemasaran (a) Pilihan Keuangan/ Akuntansi (b) Pilihan Mjn
PILIHAN-PILIHAN UNTUK MENINGKATKAN KONTRIBUSI
Pilihan
Pemasaran (a)
Pilihan
Keuangan/
Akuntansi (b)
Pilihan Mjn
Operasi (c)
Kondisi Saat
ini
Meningkatkan
Penjualan 50%
Mengurangi
Biaya
Keuangan 70%
Mengurangi
Produksi 30%
Penjualan
HPP
Laba Kotor
Biaya Keu
Sub Total
Pajak 25 %
Kontribusi (d)
$ 100.000
$
$
$
- 80.000
-
-
-
20.000
-
6.000
-
-
-
14.000
-
3.500
-
-
-
$
10.500
$
$
$
• Meningkatkan Penjulalan 50%, kontribusi $
Atau
%
(
/
)
• Pengurangan biaya keu 70%, kontribusi $
atau
%
(
/
)
• Pengurangan biaya prod 30%, kontribusi $
atau 1
%
(
/
)

Kontribusi thd Biaya tetap (tdk termasuk biaya keuangan) dan Laba.

Sumber : Heyzer & Render, 2009

10 Keputusan Kritis Manajemen Operasi

10 Keputusan Kritis Manajemen Operasi BIDANG KEPUTUSAN MASALAH Perancangan Produk & Jasa Produk & jasa apa
10 Keputusan Kritis Manajemen Operasi BIDANG KEPUTUSAN MASALAH Perancangan Produk & Jasa Produk & jasa apa

BIDANG KEPUTUSAN

MASALAH

Perancangan Produk & Jasa

Produk & jasa apa yg hrs ditawarkan

Bagaimana merancang produk tsb.

Pengelolaan Kualitas

Bagaimana mendefinisikan kualitas Siapa yg bertanggung jawab pd kualitas.

Perancangan proses & kapasitas

Proses apa dan brp kapasitas yg dibutuhkan Peralatan & teknologi apa yg dibutuhkan.

Strategi lokasi

Bagaimana cara memilih tempat u fasilitasnya Kriteria keputusan memilih lokasi.

Strategi tata letak

Bagaimana menata tata letak fasilitasnya. Sebrp besar hrsnya fasilitas u rencana tsb.

SDM & perancangan pek.

Menyediakan lingkungan kerja yg baik

Maksimalisasi tenaga kerja

Manajemen Rantai Pasokan

Perlu buat dan beli komponen ini ? Siapa pemasok dan penggunaan e-commers.

Renc. Bahan Baku & Just In Time (JIT)

Brp persediaan brg yg dibutuhkan Kapan harus memesan ulang.

Penjadualan jangka pendek & menengah

Outsourcing SDM selama bisnis menurun? Pekerjaan yg akan dilaksanakan selanjutnya.

Perawatan

Siapa yg bertanggung jawab dlm perawatan Kapan melakukan perawatan.

PERBEDAAN ANTARA PRODUK DAN JASA

PERBEDAAN ANTARA PRODUK DAN JASA CIRI-CIRI BARANG (Produk Nyata) CIRI-CIRI JASA (Produk Tidak Nyata) Barang dapat

CIRI-CIRI BARANG (Produk Nyata)

CIRI-CIRI JASA (Produk Tidak Nyata)

Barang dapat dijual kembali

Penjualan kembali tdk biasa dilakukan

Barang dapat dijadikan persediaan Berapa aspek kualitas dapat diukur Penjualan berbeda dari produksi Barang dapat dipindahkan

Banyak jasa tdk dapat disimpan. Banyak aspek kualitas sulit diukur Penj. biasanya merupakan bag.dr jasa. Penyediaan jasa bkn jasa dpt berpindah

Lokasi fasilitas sngt mempengaruhi bya

Lokasi fasilitas penting u hub dgn Plgn

Mudah diproduksi secara otomatis Penghasilannya adalah dr brg nyata

Jasa sulit diproduksi secara otomatis Penghasilan dr jasa yg tidak nyata.

Sistem Ekonomi Menambah Nilai dgn Mengubah Input menjadi Output

Ekonomi Menambah Nilai dgn Mengubah Input menjadi Output Tenaga Kerja, Modal, Manajemen Sistem Ekonomi AS
Ekonomi Menambah Nilai dgn Mengubah Input menjadi Output Tenaga Kerja, Modal, Manajemen Sistem Ekonomi AS
Ekonomi Menambah Nilai dgn Mengubah Input menjadi Output Tenaga Kerja, Modal, Manajemen Sistem Ekonomi AS

Tenaga Kerja,

Modal,

Manajemen

Sistem Ekonomi AS mengubah Input menjadi Output dgn kenaikan produktivitas sekitar 2,5%

per tahun. Kenaikan

produktivitas merupakan hasil kombinasi dari modal (38% dari 2,5%) tenaga kerja (10% dari 2,5%) dan

manajemen (52% dari 2,5%)

dari modal (38% dari 2,5%) tenaga kerja (10% dari 2,5%) dan manajemen (52% dari 2,5%) Umpan

Umpan Balik

Barang dan Jasa

Barang dan Jasa

Barang dan Jasa
Barang dan Jasa
dari modal (38% dari 2,5%) tenaga kerja (10% dari 2,5%) dan manajemen (52% dari 2,5%) Umpan
dari modal (38% dari 2,5%) tenaga kerja (10% dari 2,5%) dan manajemen (52% dari 2,5%) Umpan

Produktivitas Faktor Tunggal

Satuan yang Produksi

Produktivitas Faktor Tunggal Satuan yang Produksi Produktivitas=-------------------- Jam Kerja yg dipakai

Produktivitas=--------------------

Jam Kerja yg dipakai

CONTOH :

1000 Unit

CONTOH : 1000 Unit Produktivitas=-------------------- 250 Jam Kerja = 4 Unit per-jam kerja

Produktivitas=--------------------

250 Jam Kerja

= 4 Unit per-jam kerja

Produktivitas MultiFaktor

Output

Produktivitas MultiFaktor Output Produktivitas=-------------------- Tenaga Kerja+ Bahan Baku+ Energi+ Modal +Lain-lain

Produktivitas=--------------------

Tenaga Kerja+ Bahan Baku+

Energi+ Modal +Lain-lain

KASUS POHON KEPUTUSAN Stella Yan Hua sedang mempertimbangkan kemungkinan membuka sebuah toko baju kecil di

KASUS POHON KEPUTUSAN

Stella Yan Hua sedang mempertimbangkan kemungkinan membuka sebuah toko baju kecil di Fairbanks Avenue yang

jaraknya beberapa blok dari universitas. Ia telah mencari sebuah

pusat perbelanjaan yang bagus yang tentunya menarik bagi

para mahasiswa. Pilihan yang tersedia adalah membuka sebuah toko yang kecil, toko berukuran sedang, atau tidak membuka toko sama sekali. Pasar untuk sebuah toko baju mungkin baik, biasa, atau buruk. Peluang dari ketiga kemungkinan yang ada adalah 0,20 untuk pasar yang baik, 0,50 untuk pasar normal, dan 0,3 untuk pasar yang buruk. Hitung keuntungan bersih atau kerugian bersih untuk toko berukuran menengah atau kecil untuk kondisi pasar yang beragam. Tidak membuka toko

sama sekali berarti tidak memberikan kerugian dan

keuntungan. Apakah yang Anda sarankan?

 
 
 

KONDISI ALAMI

   
  KONDISI ALAMI      
  KONDISI ALAMI      
 

Alternatif

Pasar Bagus ($)

Pasar Biasa ($)

Pasar Buruk ($)

 

Toko Kecil Toko Sedang Tdk Membuka Toko Peluang

75.000

25.000

-40.000

100.000

35.000

-60.000

0

0

0

0,20

0,50

0,30

Jawaban

Masalah ini dapat diselesaikan dengan menghitung EMV bagi setiap alternatif. EMV (Toko kecil) = (0,2)($75.000) + (0,5)($25.000) + (0,3)($40.000) = $15.500 EMV (Toko sedang) = (0,2)($100.000) + (0,5)($35.000) + (0,3)($60.000) = $19.500 EMV (Tidak membuka toko) = (0,2)($0) + (0,5)($0) + (0,3)($0) = $0 Seperti yang terlihat, keputusan terbaik yang harus diambil adalah membuka toko berukuran sedang. EMV alternatifnya adalah $19.500

TOKO SKI TS

TOKO SKI TS Toko Ski T.S. Amer di Nevada memiliki musim operasi sepanjang 100 hari. T.S.

Toko Ski T.S. Amer di Nevada memiliki musim operasi sepanjang 100 hari. T.S. Telah membuat probabilitas dari berbagai lalu lintas penjualan di toko tersebut berdasarkan catatan historis kondisi ski. T.S. memiliki empat rencana penjualan yang masing-masing berfokus pada satu merek ternama. Setiap rencananya menghasilkan keuntungan bersih harian, Ia juga memiliki teman seorang ahli meteorologi yang dengan biaya kecil rela memberitahukan cuaca esok hari secara akurat. Dengan demikian, T.S. dapat mengimplementasikan salah satu dari

keempat rencananya.

a) Berapa Expected Monetery Value (EMV) yang berisiko?

b) Berapa Expected Value with Perfects Information (EVwPI)?

c) Berapa EVPI?

Alternaitf Kpts KONDISI ALAMI (Rencana Focus Penjualan 1 ($) 2 ($) 3 ($) 4 ($)
Alternaitf Kpts
KONDISI
ALAMI
(Rencana Focus Penjualan
1 ($)
2 ($)
3 ($)
4 ($)
Penatgonia
North Face
Cloud Veil
Colombia
40
92
20
48
50
84
10
52
35
80
40
64
45
72
10
60
Peluang
0,10
0,35
0,35
0,20

Jawaban a) Nilai harapan moneter yang berisiko tertinggi adalah:

EMV (Patagonia) = 0,20(40) + 0,25(92) + 0,30(20) + 0,25(48) = $49

EMV (North Face) = 0,20(50) + 0,25(84) + 0,30(10) + 0,25(52) = $47

EMV (Cloud Veil) = 0,20(35) + 0,25(80) + 0,30(40) + 0,25(64) = $55 EMV (Columbia) = 0,20(45) + 0,25(72) + 0,30(10) + 0,25(60) = $45 Jadi, EMV maksimum = $55

b) Nilai harapan dengan informasi sempurna adalah:

EVwPI = 0,20(50) + 0,25(92) + 0,30(40) + 0,25(64) = 10 + 23 + 12 + 16 = $61

c) Nilai harapan dari informasi sempurna adalah:

EVPI = EVwPI EMV Maksimum = 61 55 = $6

DISAIN PRODUK & JASA

DISAIN PRODUK & JASA

PENDAHULUAN  Pengembangan dan desain produk yang baik mutunya merupakan kunci sukses di dunia bisnis

PENDAHULUAN

Pengembangan dan desain produk yang baik mutunya merupakan kunci sukses di dunia

bisnis

Untuk memaksimumkan peluang-peluang tersebut,perusahaan harus memfokuskan

hanya pada beberapa produk saja

Tujuan keputusan produk adalah untuk mengembangkan dan mengimplementasikan

strategi produk yang sesuai dengan

permintaan pasar dengan keuntungan yang

kompetitif

DEFINISI & PRODUK

DEFINISI & PRODUK  Definisi produk/jasa dari segi fungsinya yaitu apa yang dapat dilakukan olehnya untuk

Definisi produk/jasa dari segi fungsinya

yaitu apa yang dapat dilakukan olehnya

untuk mencapai tujuan fungsionalnya

Pemilihan produk adalah proses pemilihan

produk/jasa untuk dapat disajikan kepada

pelanggan/klien, terdiri dari :

1. Diferensiasi produk

2. Biaya murah

3. Respon yang cepat

Siklus hidup produk :

1. Fase perkenalan,cirinya

Siklus hidup produk : 1. Fase perkenalan,cirinya - Penyesuaian dengan kondisi pasar - Diperlukan biaya lain

- Penyesuaian dengan kondisi pasar

- Diperlukan biaya lain untuk penelitian,modifikasi dan perbaikan

proses

2. Fase pertumbuhan,cirinya

- Desain produk mulai stabil

- Penambahan kapasitas mungkin diperlukan

3. Fase kematangan,cirinya

- Pesaing mulai muncul

- Volume tinggi, produk inovasi diperlukan

- Pengendalian biaya yang lebih baik

4. Fase penurunan

- Produk yang hampir mati

- Produksi harus dihentikan

Tahap-tahap pengembangan produk

Ide dari banyak sumber

Spesifikasi

produk

Penilaian kemampuan perush utk merealisisasikan

Spesifikasi

fungsional

Peninjauan

desain

Syarat

pelanggan

Pengujian

pasar

evaluasi

Perkenalan ke

pasar

merealisisasikan Spesifikasi fungsional Peninjauan desain Syarat pelanggan Pengujian pasar evaluasi Perkenalan ke pasar

Pendekatan dalam

pengembangan produk

Pendekatan dalam pengembangan produk  1. Pendekatan tradisional  2. Menugaskan seorang manajer produk  3.

1. Pendekatan tradisional

2. Menugaskan seorang manajer produk

3. Pendekatan kerja tim

4. Pendekatan secara kolektif

Permasalahan desain produk

Permasalahan desain produk  1. Desain yang tangguh  2. Desain moduler  3. Perancangan dibantu

1. Desain yang tangguh

2. Desain moduler

3. Perancangan dibantu komputer

4. Computer Aided manufacturing

5. Tehnologi virtual reality

6. Analisis nilai

7. Etika dan desain yang ramah lingkungan

Panduan proses desain yang etis dan ramah lingkungan

Panduan proses desain yang etis dan ramah lingkungan 1. Membuat produk yang dpt di daur ulang

1. Membuat produk yang dpt di daur ulang

2. Menggunakan bahan baku yg dpt di daur ulang

3. Menggunakan komponen yang tidak berbahaya

4. Menggunakan komponen yang lebih ringan

5. Menggunakan energi yang lebih hemat

6. Menggunakan bahan baku yang lebih sedikit

7. Keputusan membuat atau membeli, membe

dakan antara apa yang ingin diproduksi dgn apa yang akan dibeli oleh perusahaan

Tehnologi kelompok

Tehnologi kelompok  Tehnologi kelompok mengharuskan suatu komponen diidentifikasikan lewat skema pemberian kode yang

Tehnologi kelompok mengharuskan suatu komponen diidentifikasikan lewat skema pemberian kode yang memberikan spesifikasi jenis proses dan parameter proses

Keuntungan penerapan tehnologi kelompok :

Desain yang lebih baik

Mengurangi bahan baku dan pembelian

Menyederhanakan proses perencanaan dan pengendalian

produk

Memperbaiki tata letak,jalur dan beban mesin

Mengurangi waktu /pengaturan peralatan bahan setengah jadi dan waktu produksi

DESAIN PRODUK JASA

Mendesain jasa untuk mendukung karakteristik yang unik merupakan sesuatu yang menantang. Satu alasan mengapa

unik merupakan sesuatu yang menantang. Satu alasan mengapa meningkatkan produktivitas di industri jasa sangat rendah

meningkatkan produktivitas di industri jasa

sangat rendah adalah karena desain dan penyerahan produk jasa melibatkan interaksi

dengan konsumen.

Meskipun demikian sebagaimana halnya barang,bagian besar dari biaya dan mutu jasa

didefinisikan pada tahap desain

Manfaat dari desain dalam rekayasa nilai dan keandalan produksi

dari desain dalam rekayasa nilai dan keandalan produksi  1. Penurunan kerumitan produk  2. Standarisasi

1. Penurunan kerumitan produk

2. Standarisasi tambahan atas produk

3. Peningkatan aspek fungsional produk

4. Desain metode kerja yang lebih baik

5. Keamanan kerja yang lebih baik

6. Peningkatan keandalan produk

7. Rancangan untuk memperoleh produk (mutu) yang andal

TRANSISI KE PROSES PRODUKSI

TRANSISI KE PROSES PRODUKSI  Salah satu seni manajemen modern adalah mengetahui kapan harus sudah menggerakkan

Salah satu seni manajemen modern adalah mengetahui kapan harus sudah

menggerakkan suatu produk dari pengembangan ke proses produksi. Pergerakan ini dikenal dengan nama Transisi ke proses produksi

RESUME

Organisasi Perusahaan harus selalu menyesuai

kan desain produk dan jasa dengan keinginan

dan kebutuhan konsumen

Setiap produk akan berjalan melintasi siklus hidupnya (perkenalan, pertumbuhan, kematang

an dan penurunan )

Pengembangan produk dibagi menjadi beberapa tahap sejak ide itu muncul s.d evaluasi Merancang produk jasa merupakan tantangan tersendiri karena mempunyai karakteristik yang unik dan melibatkan interaksi dengan konsumen

jasa merupakan tantangan tersendiri karena mempunyai karakteristik yang unik dan melibatkan interaksi dengan konsumen
MENGELOLA KUALITAS

MENGELOLA KUALITAS

KUALITAS : DASAR PEMIKIRAN

Kualitas

adalah

coba,instalasi,

pembuangan;

olehnya

minimasi

operasi,

biaya

desain,

perbaikan,

ditambah

kerusakan

operasi, biaya desain, perbaikan, ditambah kerusakan pengembangan,uji dan ditimbulkan penggantian, yang Kualitas

pengembangan,uji

dan

ditimbulkan

penggantian,

yang

Kualitas adalah sesuatu yang terukur.(daya tahan, bentuk, bahan baku, pelayanan, fasilitas dll)

Biaya adalah apa-apa yang timbul akibat sesuatu yang tidak berkualitas

Jika produk cacat ditemukan oleh konsumen,perusahaan akan

kehilangan kredibilitas dan reputasi di mata masyarakat

Jauh

lebih

murah

untuk

untuk memperbaikinya.

mencegah

kesalahan

daripada

Definisi Kualitas / Mutu Pelayanan Jasa

Definisi Kualitas / Mutu Pelayanan Jasa Dalam pemasaran , produk mempunyai arti yang l uas, ya

Dalam pemasaran, produk mempunyai arti

yang luas, yaitu suatu kesatuan yang

ditawarkan pada pasar baik yang berwujud maupun tidak berwujud. Produk yang berwujud biasa disebut barang (goods) dan

produk yang tidak berwujud biasa disebut

jasa ( service ). Seperti yang diungkapkan oleh Kotler dan Armstrong (1993:494) jasa adalah setiap kegiatan atau manfaat yang

ditawarkan kepada pihak lain, yang pada

dasarnya tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.

Dalam menganalisis kualitas pelayanan, terdapat lima titik yang berpotensi untuk memunculkan adanya kesenjangan (gap), yaitu :

untuk memunculkan adanya kesenjangan (gap), yaitu :  Customer Gap : Kesenjangan antara kualitas pelayanan

Customer Gap : Kesenjangan antara kualitas pelayanan yang diharapkan dengan yang dirasakan konsumen.

Gap 1 : Kemampuan penyedia jasa dalam memahami kualitas pelayanan yang diharapkan konsumen.

Gap 2 : Kemampuan penyedia jasa dalam merancang bentuk dan standard pelayanan

Gap 3 : Kemampuan penyedia jasa dalam memberikan pelayanan sesuai dengan standard yang telah ditetapkan.

Gap 4 : Kesesuaian pelayanan dengan yang dijanjikan.

10 Dimensi Kualitas Jasa

Reliabilitas,

Responssivitas atau daya tanggap

Kompetensi

Akses

Kesopanan (courtesy),

Komunikasi,

Kredibilitas,

Jaminan (assurance),

Empati (empathy),

Bukti fisik (tangibles),

,  Komunikasi ,  Kredibilitas ,  Jaminan (assurance) ,  Empati (empathy) , 

Prinsip-Prinsip Kualitas / Mutu Jasa

Kepemimpinan

Pendidikan

Perencanaan strategik

Review

Komunikasi

Total Human Reward

 Pendidikan  Perencanaan strategik  Review  Komunikasi  Total Human Reward

Total Quality Management Pada Industri Jasa

Dukungan (commitment)

Konsistensi (consistency)

Kemampuan (competence)

Hubungan (contact)

Komunikasi (communication)

Kepercayaan (credibility)

Perasaan (compassion)

Kesopanan (courtesy)

Kerjasama (co-operation)

Kemampuan (capability)

Kepercayaan (confidence)

Kritikan (criticism)

 Kerjasama (co-operation)  Kemampuan (capability)  Kepercayaan (confidence)  Kritikan (criticism)
Six Sigma Adalah usaha yang terus menerus untuk mengurangi pemborosan, menurunkan variansi dan mencegah cacat

Six Sigma

Adalah usaha yang terus menerus untuk mengurangi

pemborosan, menurunkan variansi dan mencegah

cacat serta merupakan pendekatan menyeluruh untuk menyelasaikan masalah dan meningkatkan proses dengan cara:

Define (menentukan masalah)

Measure (Mengukur tingkat masalah & kinerja)

Analyze (meanalisis faktor penyebab masalah

Improve (meningkatkan proses, hilangkan masalah)

Control (Mengontrol kinerja & jaminan akan masalah)

STRATEGI: PROSES (PERENCANAAN KAPASITAS), LOKASI DAN TATA LETAK

STRATEGI: PROSES

(PERENCANAAN

KAPASITAS), LOKASI

DAN TATA LETAK

Pentingnya Tata Letak  Keberhasilan operasi/produksi sangat ditentukan oleh tata-letak fasilitas fisik.  Aliran

Pentingnya Tata Letak

Keberhasilan operasi/produksi sangat ditentukan oleh tata-letak fasilitas fisik.

Aliran material, produktivitas dan hubungan manusia semua dipengaruhi oleh fasilitas konversi; fasilitas operasi/produksi

Tata letak yang efektif dapat membantu

organisasi mencapai hal-hal berikut :

Pemanfaatan yg lebih besar atas fasilitas

Arus informasi, bahan baku dan orang yg lbh baik

Lebih memudahkan konsumen

Peningkatan moral karyawan dan kondisi kerja yg

lbh aman

Tujuan strategis tata letak : mengembangkan

tata letak yang ekonomis

Pentingnya Tata Letak

Penyesuaian tata letak dgn strategi:CONTH

Tata Letak Penyesuaian tata letak dgn strategi:CONTH  Bandara Internasional Pittsburg :  berbentuk X dgn

Bandara Internasional Pittsburg :

berbentuk X dgn 2 jalur pendaratan

Toko Wall-Mart di Arkansas :

lorong-lorong yang lebar dan etalase terbuka

Pabrik Masa Depan :

pabrik berukuran kecil (20-30 kelompok kerja)

Kamar Mandi Denver’s Convention Center :

dinding dpt dipindah-pindah

Super Market Kroger, Memphis :

one stop shopping

Tata letak  Keputusan tata letak : penempatan terbaik dari fasilitas operasi/produksi, kantor, mesin, meja

Tata letak

Keputusan tata letak : penempatan terbaik dari fasilitas

operasi/produksi, kantor, mesin, meja atau pusat pelayanan Tujuan manajemen : mengatur sistem tata letak agar mampu beroperasi

dengan efektivitas dan efisiensi yang

tinggi

Tipe Tata Letak Produk Proses Posisi Tetap
Tipe Tata Letak
Produk
Proses
Posisi Tetap

Karakteristik Tata Letak

Aspek

Operasi/Produksi

Produk

Aliran Pekerjaan

Produk Terstandar, Volume tinggi, stab output stabil

Langsung, urutan yg sama untuk setiap unit

Produk terdifersifi kasi, Volume bervaria si, stabilitas output bervariasi

Aliran pekerjaan bervariasi, setiap unit punya urutan pekerjaan yang unik

Dibuat berdasar Order, Volume rendah

Sdk/tdk ada aliran, orang dan alat

dibawa ke lokasi

Ketrampilan Orang

Dukungan Staff

melakukan tugas rutin, tugas berulang dgn kecep tetap, sangat ter spesialisasi

Besar, jadwal material dan orang, pantau dan pelihara pekerjaan

Kerajinan ketrampilan utama, dapat bekerja tanpa pengawasan yg ketat, dpt beradaptasi

Melakukan pekerjaan:

penjadwalan, handlingmaterial, produksi dan pengen- dalian persediaan

Dibutuhkan fleksibilitas yg tinggi, penugasan pekerjaan dan lokasi beragam

Penjadawalan dan koordinasi secara sangat trampil

 

Tipe Tata Letak

  Tipe Tata Letak

Produk

Proses

Posisi Tetap

 
Tata Letak Produk Proses Posisi Tetap   Karakteristik Tata Letak Aspek Operasi/Produksi Penanganan
Tata Letak Produk Proses Posisi Tetap   Karakteristik Tata Letak Aspek Operasi/Produksi Penanganan

Karakteristik Tata Letak

Aspek

Operasi/Produksi

Penanganan

Material

Persediaan

(Inventory)

Penggunaan Ruang

Kebutuhan Modal

Biaya Produksi

Dpt diprediksi, mengalir, sistematis, bahkan dapat otomatis

Persediaan Tinggi :

bahan mentah, sedang dikerjakan

Penggunaan yg efisien, rasio output dgn ruang tinggi

Investasi besar utk

peralatan dan

proses khusus

Biaya tetap: besar, Biaya variabel:

rendah

Aliran bervariasi, kadang duplikasi

Persediaan Rendah utk yg sdg dikerjakan, Rendah untuik bahan mentah

Rasio output dgn ruang rendah, kebutuhan perkejaan dlm proses tinggi

Kegunaan umum,

peralatan dan proses

fleksibel

Biaya tetap: relatif rendah, Biaya variabel : tinggi

Aliran bervariasi, kdg rendah, perlu alat berat, peralatan umum

Persediaan bervariasi, kerapkali mengikat

Rasio unit dgn ruang rendah jika proses di lokasi

Kegunaan umum,

peralatan dan proses

bergerak

Biaya tetap: relatif rendah, Biaya variabel: tinggi

Jenis Tata Letak

Tata Letak Posisi Tetap: proyek besar dan

memakan tempat

Tata Letak Posisi Tetap : proyek besar dan memakan tempat  Tata Letak Orientasi Proses :

Tata Letak Orientasi Proses : jumlah produk

sedikit, variasi produk besar

Tata Letak Kantor : menempatkan pekerja, perlengkapan kerja dan ruang

Tata Letak Sektor Eceran/Jasa : alokasi tempat

untuk rak dan respon thd prilaku konsumen

Tata Letak Gudang : alokasi ruang dan barang

persediaan

Tata Letak Orientasi Produk : pemanfaatan karyawan dan mesin pada proses berulang

Strategi Tata Letak

Tata Letak

Posisi Tetap

Berorientasi Proses

Kantor

Eceran/Jasa

Gudang

Berorientasi

Produk

Contoh

Dok Kapal

Bangunan Plaza/Mall

Rumah Sakit

Restoran

Perusahaan Asuransi

MS-Corporation

Supermarket

Minimarket

Gudang Bottling Inc

Pusat Distribusi

Lini Perakitan TV Sonny Angkutan antar kota

Masalah
Masalah

Penyimpanan bahan di

lokasi terbatas

Mengorganisir bahan baku utk setiap produk

Menempatkan pekerja yg

membutuhkan kontak teratur

Menempatkan produk yg bermarjin tinggi

Menyeimbangkan antara

penyimpanan dan penanganan

Mengatur

arus

produk

dari

satu

station

ke

station

kerja

lainnya

Posisi Tetap  Posisi tetap : tata letak yg mengharuskan karyawan dan peralatan dalam satu

Posisi Tetap

Posisi tetap: tata letak yg mengharuskan karyawan dan peralatan dalam satu wilayah kerja.

Contoh : proyek pembuatan kapal, konstruksi jalan tol, jembatan, rumah dan sumur minyak

Tata letak ini rumit karena :

Ruang gerak dibatasi oleh lokasi

Pada tahap konstruksi, diperlukan bahan baku yg

berbedapenjadwalan

Jumlah bahan baku bervariasi

Tata Letak Kantor

Tata letak kantor bisa diatur di sekitar proses atau bisa juga di sekitar produk atau diantaranya.

Kantor bisa dianggap sebagai organisasi seluler yg diatur dan

diatur ulang ketika prosedur dan jumlah produksi berubah

dan diatur ulang ketika prosedur dan jumlah produksi berubah  Pada kantor konsultan teknik, konsultan utama

Pada kantor konsultan teknik, konsultan utama hrs dekat dengan para insinyur, tdk terlalu depat dgn sekretaris dan pusat arsip, jauh dari mesin fotocopy dan gudang.

Ada pertimbangan yg terkait dgn kerja kelompok, wewenang dan status

Haruskah semua ruangan berAC, semua karyawan menggunakan pintu masuk, kamar kecil, loker dan kantin yg sama ?

Ada dua trend besar saat ini :

Penggunaan teknologi spt : telepon seluler, faksimili, internet, home-office,

laptop dan PDA yang memudahkan informasi.

Kantor maya (virtual office) yang menciptakan hubungan dinamis atas ruang gerak dan pelayanan

Tata Letak Kantor

1 1.Presiden 2 O 3 2.Ms. Payne U 4 A A 5 3.Engineers I I
1
1.Presiden
2
O
3
2.Ms. Payne
U
4
A
A
5
3.Engineers
I
I
6
O
I
I
7
4.Secretary
I
I
U
8
A
I
O
O
9
5.Pintu Masuk
A
E
U
O
X
E
E
U
6.Pusat Arsip
U
A
O
O
U
I
7. Lemari Peralatan
O
X
U
A
8.Fotocopy
E
E
9.Gudang

A = Sangat perlu

O X U A 8.Fotocopy E E 9.Gudang A = Sangat perlu E = Sangat penting

E = Sangat penting

I =

Perlu

O = Tdk apa-apa

U= Tdk penting

X = Tdk perlu

Tata Letak Toko Eceran  Tata letak toko berasumsi bahwa penjualan tergantung pada daya tarik

Tata Letak Toko Eceran

Tata letak toko berasumsi bahwa penjualan tergantung pada daya tarik produk

Ada korelasi antara tingkat display dengan penjualan dan pengembalian investasi

Lima faktor dalam pengaturan tata letak toko :

Produk yg banyak dibeli diletakkan dibatas luar toko

Lokasi strategis utk produk yg cenderung dibeli karena disukai dan marjinnya besar

Letakkan produk kuat di kedua sisi lorong toko

Lokasi buntut lorong dgn tingkat display yg tinggi

Pertahankan citra dgn menempatkan posisi departemen yang menjadi awal pembelanjaan

Tata Letak Gudang Tata letak gudang : kombinasi optimal antara biaya penanganan barang dan ruangan

Tata Letak Gudang

Tata letak gudang : kombinasi optimal antara biaya penanganan barang dan ruangan gudang

Manajemen pergudangan modern: prosedur otomatis yg memanfaatkan tongkat penumpuk otomatis, ban berjalan, dan alat kendali canggih

yg mengatur arus bahan baku

Komponen tata letak gudang :

Wilayah penerimaan (muatan dikeluarkan)

Wilayah pemuatan (muatan dimasukan)

Desain fasiltas : jenis, asal dan lokasi bongkar

Tata Letak Berorientasi Produk  Tata letak berorientasi produk diatur di sekitar produk atau sekumpulan

Tata Letak Berorientasi Produk

Tata letak berorientasi produk diatur di sekitar produk atau sekumpulan produk yang jumlahnya besar, namun variasinya sedikit.

Versi tata letak berorientasi produk : lini pabrikasi dan lini perakitan

Lini pabrikasi : membuat komponen pada serangkaian mesin

Lini perakitan : menempatkan suku cadang yg terpabrikasi bersama-sama di serangkaian station kerja

Masalah dalam tata-letak berorientasi produk :

menjaga keseimbangan di setiap station kerja

Tata Letak Berorientasi Produk  Tujuan : meminimalkan ketidakseimbangan dalam lini produksi  Keuntungan :

Tata Letak Berorientasi Produk

Tujuan : meminimalkan ketidakseimbangan dalam lini produksi Keuntungan:

biaya variabel per unit yg rendah jumlah produk yg besar dan terstandarisasi

Biaya penanganan bahan baku yg rendah

Mengurangi persediaan barang dalam proses

Memudahkan pelatihan dan pengawasan

Keuntungan > kerugian karena :

Dibutuhkan jumlah produksi besar karena investasi yang besar

Penghentian pekerjaan pada titik manapun di seluruh operasi

Fleksibilitas yang rendah

RESUME

Tata letak secara substansial memberikan perubahan pada efisiensi operasi/produksi

Enam tata letak klasik : posisi tetap, berorientasi

proses, kantor, eceran, gudang, orientasi produk

Perusahaan industri fokus pada pengurangan

pergerakan bahan baku dan penyeimbangan lini

perakitan

pergerakan bahan baku dan penyeimbangan lini perakitan  Perusahaan eceran fokus pada usaha display produk 

Perusahaan eceran fokus pada usaha display produk

Gudang fokus pada paduan antara biaya

penyimpanan dengan biaya penanganan bahan

baku

PERENCANAAN KERJA & SDM

PERENCANAAN KERJA &

SDM

Perencanaan Kerja

Perencanaan Kerja Menurut Heizer dan Render, 2009, rancangan kerja menetapkan tugas-tugas yang terkandung dalam suatu

Menurut Heizer dan Render, 2009, rancangan kerja menetapkan tugas-tugas yang

terkandung dalam suatu pekerjaan bagi

seseorang atau sebuah kelompok. Terdapat lima komponen rancangan kerja

Spesialisasi pekerjaan tenaga kerja atau spesialisasi Pentingnya rancangan kerja sebagai sebuah variabel manajemen

Spesialisasi

pekerjaan

tenaga

kerja

atau

spesialisasi

Pentingnya rancangan kerja sebagai sebuah variabel manajemen dikaitkan pada ekonom abad ke-18, Adam Smith yang membagi tenaga kerja sebagai spesialisasi tenaga kerja atau spesialisasi pekerjaan akan mem bantu mengurangi biaya tenaga kerja yang memiliki banyak keahlian. Hal ini dapat dicapai dengan cara :

Pengembangan ketangkasan dan pembelajaran yang

lebih cepat oleh karyawan karena adanya pengulangan Lebih sedikit waktu yang terbuang karena karyawan tidak perlu mengubah pekerjaan atau perangkat kerja

Pengembangan perangkat-perangkat khusus dan

pengurangan investasi karena setiap karyawan hanya memiliki sedikit perangkat kerja yang dibutuhkan untuk

tugas tertentu.

Ekspansi pekerjaan yang pertama adalah pemekaran pekerjaan, yang terjadi saat tugas yang ditambahkan membutuhkan keahlian

Ekspansi pekerjaan

yang

pertama adalah pemekaran pekerjaan, yang terjadi saat tugas yang ditambahkan membutuhkan keahlian yang sama pada

pekerjaan yang ada sekarang. Rotasi pekerjaan adalah sebuah

versi pemekaran pekerjaan yang terjadi saat karyawan diperbolehkan berpindah dari suatu pekerjaan khusus ke pekerjaan khusus lain. Pendekatan lainnya adalah pengayaan pekerjaan yang menambahkan perencanaan dan pengendalian pekerjaan. Kelanjutan dari pengayaan pekerjaan yang dikenal luas adalah pemberdayaan karyawan yang merupakan praktik dalam memperkaya pekerjaan sedemikian hingga karyawan menerima tanggung jawab untuk beragam keputusan yang biasanya dikaitkan dengan 4 staf ahli. Pemberdayaan karyawan membantu mereka “merasa memiliki” pekerjaan mereka sehingga memiliki minat dalam diri mereka sendiri untuk meningkatkan kinerja mereka.

Pekerjaan dimodifikasi dalam berbagai cara. Pendekatan

Komponen psikologis dari rancangan kerja Penelitian hawthorne memperkenalkan psikologi ke tempat kerja. Penelitian ini

Komponen psikologis dari rancangan kerja

Penelitian hawthorne memperkenalkan psikologi ke tempat kerja. Penelitian ini dilakukan pada akhir tahun 1920 yang memberikan kesimpulan bahwa terdapat sistem sosial yang dinamis di tempat kerja. Delapan puluh tahun kemudian Hackman dan Oldham melakukan penelitian lanjutan yang menemukan bahwa dengan memadukan sebagian besar hasil kerja ke dalam lima sifat rancangan kerja yang diinginkan yaitu :

a. Keragaman keahlian yang mensyaratkan karyawan untuk

menggunakan beragam keahlian dan bakat

b. Identitas pekerjaan yang membolehkan karyawan untuk memandang pekerjaan sebagai sebuah kesatuan dan mengenali titik awal dan akhir pekerjaan tersebut. c. Makna pekerjaan yang memberikan pemahaman bahwa

pekerjaan tsb berdampak pada organisasi dan masyarakat.

d. Otonomi yang menawarkan kebebasan, kemandirian dan hak memutuskan e. Umpan balik yang memberikan informasi yang jelas secara

rutin tentang kinerja

Tim yang mandiri Banyak organisasi kelas dunia telah mengadopsi tim-tim untuk membantu perkembangan kepercayaan dan

Tim yang mandiri

Banyak organisasi kelas dunia telah mengadopsi tim-tim untuk membantu perkembangan kepercayaan dan komitmen satu sama

lain dan menyediakan sifat-sifat pekerjaan inti. Satu konsep tim

yang perlu diperhatikan adalah tim yang mandiri yaitu sekelompok orang yang diberdayakan dan bekerjasama untuk meraih sebuah tujuan yang sama. Tim-tim seperti ini dapat dikelola untuk tujuan jangka panjang atau tujuan jangka pendek dan efektif karena pada dasarnya mereka dapat menyediakan pemberdayaan karyawan, memastikan adanya sifat-sifat pekerjaan inti dan memuaskan banyak kebutuhan psikologis anggota tim secara individu. Jika rancangan kerja yang memperluas, meningkatkan, memberdayakan dan menggunakan tim sudah baik lalu timbul pertanyaan mengapa tidak digunakan di seluruh organisasi? Hal itu disebabkan karena kendala biaya yang dirinci sebaga berikut :

a. Biaya modal yang lebih tinggi. Perluasan pekerjaan mungkin membutuhkan fasilitas yang mengeluarkan biaya lebih

a. Biaya modal yang lebih tinggi. Perluasan pekerjaan

mungkin membutuhkan fasilitas yang mengeluarkan biaya lebih besar daripada pekerjaan dengan tata letak biasa.

b. Perbedaan perorangan. Beberapa penelitian

mengindikasikan banyak karyawan memilih pekerjaan yang

lebih sederhana dan tidak rumit c. Tingkat upah yang lebih tinggi. Pekerjaan yang diperluas mungkin membutuhkan upah yang lebih tinggi di atas rata-

rata daripada pekerjaan yang tidak diperluas

d. Ketersediaan tenaga kerja yang lebih sedikit. Karena pekerjaan yang diperluas membutuhkan keahlian yang lebih tinggi dan penerimaan tangung jawab yang lebih berat, persyaratan ini pun meningkat

e. Biaya pelatihan yang lebih tinggi. Perluasan pekerjaan

memerlukan pelatihan oleh karena itu anggaran pelatihan harus ditingkatkan.

Motivasi dan sistem insentif Pembahasan mengenai komponen psikologis dari suatu rancangan kerja memberikan pandangan pada

Motivasi dan sistem insentif

Pembahasan mengenai komponen psikologis dari suatu rancangan kerja memberikan pandangan pada sejumlah faktor

yang berkontribusi pada kepuasan kerja dan motivasi.

Sebagai tambahan bagi faktor psikologis terdapat faktor keuangan. Uang sering bertindak sebagai penggerak psikologis sekaligus juga penggerak finansial. Penghargaan keuangan dapat berbentuk bonus, bagi hasil dan keuntungan serta sistem

insentif.

Bonus yang biasanya berbentuk pilihan tunai atau kepemilikan saham sering digunakan pada tingkat eksekutif untuk memberikan penghargaan manajemen. Sistem bagi hasil memberikan sebagian keuntungan perusahaan kepada para

karyawannya dan sistem insentif didasarkan pada produktivitas

perorangan atau kelompok yang digunakan di seluruh dunia dalam berbagai bentuk.

Strategi Proses : Teknologi, Mesin, Keamanan Perbedaan Perorangan : STRATEGI SDM Kekuatan dan kelelahan, pemrosesan
Strategi Proses :
Teknologi, Mesin, Keamanan
Perbedaan Perorangan :
STRATEGI
SDM
Kekuatan dan kelelahan,
pemrosesan dan tanggap
info
Strategi Tata Letak :
Posisi yg tetap, Prosess, Sel
Kerja, Produk
Tata Letak : Posisi yg tetap, Prosess, Sel Kerja, Produk Batasan dalam Sumber Daya Manusia Strategi
Tata Letak : Posisi yg tetap, Prosess, Sel Kerja, Produk Batasan dalam Sumber Daya Manusia Strategi

Batasan dalam Sumber Daya Manusia

Strategi Produk :

Keahlian, Bakat, Bahan dan Keamanan

Jadwal :

Waktu satu hari, Waktu

satu tahun, stabilitas jadwal

Strategi Lokasi :

Iklim, suhu, kebisingan, cahaya dan kualitas udara

MANAJEMEN PROYEK & PERAMALAN

MANAJEMEN PROYEK

& PERAMALAN

Pengertian Manajemen Proyek

kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan sumber daya organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan

tertentu dalam waktu tertentu dengan sumber daya

tertentu pula

Manajemen proyek meliputi tiga fase :

Perencanaan

Penjadwalan

Pengendalian

tertentu pula Manajemen proyek meliputi tiga fase : • Perencanaan • Penjadwalan • Pengendalian

Teknik Manajemen Proyek : PERT dan CPM

PERT dan CPM mengikuti enam langkah dasar berikut :

1. Menetapkan

proyek

dan

menyiapkan

struktur

penguraian kerjanya.

 

2. Membangun hubungan antara aktivitas-aktivitasnya.

3. Menggambarkan

jaringan

yang

menghubungkan

keseluruhan aktivitas.

 

4. Menetapkan

perkiraan

waktu

dan/atau

biaya

untuk

setiap aktivitas.

5. Menghitung jalur waktu terpanjang melalui jaringan.

6. Menggunakan jaringan untuk membantu perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian proyek.

melalui jaringan. 6. Menggunakan jaringan untuk membantu perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian proyek.

Kritik Terhadap PERT dan CPM

-Kelebihan

Sangat bermanfaat terutama saat menjadwalkan dan mengendalikan proyek besar.

Jaringan grafis membantu melihat hubungan antar aktivitas proyek dengan cepat.

Analisis jalur kritis dan waktu longgar membantu menunjukkan aktivitas yang perlu

diperhatikan lebih dekat. Dokumentasi proyek dan gambar menunjukkan siapa yang bertanggung jawab untuk berbagai aktivitas. Dapat diterapkan untuk bermacam-macam proyek.

Bermanfaat dalam memantau jadwal dan biaya.

proyek. Bermanfaat dalam memantau jadwal dan biaya. Keterbatasan Aktivitas proyek harus didefinisikan dengan

Keterbatasan Aktivitas proyek harus didefinisikan dengan jelas dan hubungannya harus bebas serta stabil. Hubungan pendahulunya harus didefinisikan dan dijejaringkan bersama-sama. Perkiraan waktunya cenderung subjektif dan bergantung pada kejujuran para manajer yang takut bahaya jika terlalu optimis atau tidak cukup pesimistis. Ada bahaya terselubung dengan terlalu banyaknya penekanan pada jalur terpanjang atau jalur kritis. Jalur yang nyaris kritis perlu diawasi dengan baik pula.

Pengertian Peramalan (forecasting)

Peramalan (forecasting) adalah seni dan ilmu untuk memperkirakan kejadian di masa depan. Peramalan

(forecasting) merupakan bagian vital bagi setiap

organisasi bisnis dan untuk setiap pengambilan

keputusan manajemen yang sangat signifikan.

Meramalkan Horizon waktu

Peramalan jangka pendek

Peramalan jangka menengah

Peramalan jangka panjang

Horizon waktu • Peramalan jangka pendek • Peramalan jangka menengah • Peramalan jangka panjang

Jenis jenis Peramalan :

Peramalan ekonomi

Peramalan teknologi

Peramalan permintaan

Tujuh Langkah Sistem Peramalan

• Peramalan permintaan Tujuh Langkah Sistem Peramalan • Menetapkan tujuan peramalan. • Memilih unsur yang

Menetapkan tujuan peramalan.

Memilih unsur yang akan diramalkan.

Menentukan horizon waktu pearamalan.

Memilih jenis model peramalan.

Mengumpulkan data yang diperlukan untuk

melakukan peramalan.

Membuat peramalan.

Memvalidasi dan menerapkan hasil

peramalan.

Pendekatan dalam Peramalan

Peramalan Kuantitatif

Peramalan subjektif atau kualitatif

Empat teknik peramalan kualitatif

• Juri dari opini eksekutif.

Metode Delphi.

Komposit tenaga penjualan.

Survei pasar konsumen.

• Juri dari opini eksekutif. • Metode Delphi. • Komposit tenaga penjualan. • Survei pasar konsumen.

Lima metode peramalan Kuantitatif :

Pendekatan Naif

Rata-rata bergerak

Penghalusan Eksponensial

Proyeksi Tren

Analisis Regresi dan Korelasi

• Rata-rata bergerak • Penghalusan Eksponensial • Proyeksi Tren • Analisis Regresi dan Korelasi

U T S

U T S
MANAJEMEN RANTAI PASOKAN

MANAJEMEN RANTAI

PASOKAN

PENGERTIAN :

PENGERTIAN : Manajemen Rantai Pasokan merupakan pengelolaan berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh bahan mentah,
PENGERTIAN : Manajemen Rantai Pasokan merupakan pengelolaan berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh bahan mentah,

Manajemen Rantai Pasokan merupakan pengelolaan berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh bahan mentah, dilanjutkan kegiatan transformasi sehingga menjadi produk dalam proses, kemudian menjadi

produk jadi dan diteruskan dengan

pengiriman kepada konsumen melalui sistim

distribusi

Konsep manajemen rantai pasokan

beserta prosedurnya :

Konsep manajemen rantai pasokan beserta prosedurnya :  Strategi Manajemen Rantai Pasokan.  Isu global tentang

Strategi Manajemen Rantai Pasokan.

Isu global tentang Supply Chain Management.

Pentingnya konsep Pembelian (Purchasing).

Supply Chain Economics.

Strategi dalam rantai pasokan.

Bagaimana mengelola rantai pasokan.

Bagaimana melakukan pemilihan vendor.

Konsep Material Management.

Supply chain melibatkan variasi dari

tingkat-tingkat yang meliputi:

chain melibatkan variasi dari tingkat-tingkat yang meliputi:  Pelanggan  Pengecer  Distributor

Pelanggan

Pengecer

Distributor

Pembuat produk

Komponen atau supplier bahan baku

Tujuan dari tiap rantai pasokan adalah untuk memaksimumkan

keseluruhan nilai. Nilai dari rantai pasokan berbeda antara apakah

hasil akhir tersebut berharga bagi pelanggan dan biaya rantai

pasokan yang terjadi dalam pengisian permintaan pelanggan.

Tingkat-tingkat dalam supply chain

digambarkan dalam sebuah bagan :

Tingkat-tingkat dalam supply chain digambarkan dalam sebuah bagan : 4

Tahap-tahap dalam pembuatan keputusan rantai pasokan yang berperan penting dalam kesuksesan atau kegagalan sebuah perusahaan:

penting dalam kesuksesan atau kegagalan sebuah perusahaan:  Strategi atau rancangan rantai pasokan tahap ini

Strategi atau rancangan rantai pasokan

tahap ini memberikan rencana pemasaran dan penentuan harga

bagi produk, perusahaan memutuskan bagaimana struktur rantai

pasokan pada beberapa tahun ke depan.

Perencanaan rantai pasokan

Keberhasilan perencanaan untuk memaksimumkan surplus rantai

pasokan

Operasi rantai pasokan

Waktu yang digunakan disini adalah mingguan atau harian, dan selama fase ini perusahaan membuat keputusan berdasarkan order pelanggan individual.

MANAJEMEN PERSEDIAAN (MRP & ERP)

MANAJEMEN

PERSEDIAAN

(MRP & ERP)

A. PENGANTAR

Dalam kondisi persaingan yang tajam sebuah perusahaan dituntut untuk terus menerus memperbaiki dan menset- up struktur manajemen di setiap perusahaan berkembang, maka manajemen persediaannya semakin

kompleks. Disanalah manajemen persediaan menjadi penting karena barang merupakan salah satu komponen biaya produksi yang tinggi. Manajemen persediaan merupakan perpaduan antara teori dan praktik. Disatu pihak mengacu pada teori teori manajemen yang tidak

saja baku tapi juga mutahir.

– teori manajemen yang tidak saja baku tapi juga mutahir.  Persediaan merupakan bagian yang penting

Persediaan merupakan bagian yang penting dalam operation management karena membutuhkan modal atau dana yang cukup besar , dana mempengaruhi penyerahan barang pada para pelanggan. Pengaturan Inventori berpengaruh terhadap semua fungsi bisnis seperti operation marketing dan financial.

Yang dimaksud dengan inventory adalah : bahan baku, barang dalam proses bahan pembantu, barang jadi

B. PENDAHULUAN

Manajemen persediaan merupakan hal yang mendasar dalam

Mutu,

penetapan keunggulan kompetitif jangka panjang.

rekayasa,produk harga kapasitas berlebih, kemampuan

 

merespon pelanggan akibat kinerja kurang baik,

tenggang ( lead time ) dan profitabilitas keseluruhan adalah hal-

hal yang dipengaruhi oleh tingkat persediaan.

waktu

Perusahaan dengan tingkat persediaan yang lebih tinggi dari

pada pesaing cenderung berada dalam posisi kompetitif yang

lemah. Kebijaksanaan manajemen persediaan telah menjadi sebuah senjata untuk memenangkan kompetitif.

 

Pada Perusahaan manufaktur persediaan terdiri dari persediaan

bahan baku, barang dalam proses dan persediaan barang jadi.

Perencanaan pengendalian dapat dibagi menjadi 2 tahap :

Managemen persediaan dan pengendalian persediaan.

Managemen persediaan merupakan tahap pertama yang dari :

1.Penentuan tingkat-tingkat dan prosedur persediaan optimum untuk penelaahan dan pengaturan.

terdiri

2.Penentuan derajat pengendalian yang diperlukan

untuk

mendapat hasil yang terbaik. 3.Perencanaan dan disain dari system pengendalian persediaan. 4.Perencanaan organisasi pengendalian persediaan.

3. Perencanaan dan disain dari system pengendalian persediaan. 4. Perencanaan organisasi pengendalian persediaan.

Managemen persediaan bertanggung jawab atas

penentuan tingkat persediaan yang akan menghasilkan laba terbaik. Perencanaan dari produksi produk yang

sesungguhnya dapat menyangkut masalah

masalah pemerataan produksi yaitu

memproduksi pada angka yang tetap meskipun penjualan dapat berubah-ubah dalam masa kekenduran produk dibuat atas persediaan,

persediaan barang barang jadi bertambah besar

untuk menutup permintaan yang diharapkan bilaman penjualan dibelakang hari melampaui angka produksi pabrik. Managemen persediaan harus merencanakan

untuk menelaah hasil-hasil sesering yang

diperlukan. Penentu dari apa yang diperlukan itu sendiri merupakan suatu masalah.

untuk menelaah hasil-hasil sesering yang diperlukan. Penentu dari apa yang diperlukan itu sendiri merupakan suatu masalah.
MANAJEMEN PERSEDIAAN Manajemen persediaan adalah kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan
MANAJEMEN PERSEDIAAN
MANAJEMEN PERSEDIAAN

Manajemen persediaan adalah kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan

penentuan kebutuhan material/barang lainnya sedemikian

Rupa sehingga di satu pihak kebutuhan operasi dapat dipenuhi pada waktunya dan di lain pihak investasi persediaan material/barang lainnya dapat ditekan secara

optimal

DAGANGANE ISIH MAS?? Manajemen Persediaan • Intinya mengatur tingkat persedian yang tepat agar jumlahnya tidak

DAGANGANE

DAGANGANE ISIH MAS?? Manajemen Persediaan • Intinya mengatur tingkat persedian yang tepat agar jumlahnya tidak terlalu

ISIH MAS??

DAGANGANE ISIH MAS?? Manajemen Persediaan • Intinya mengatur tingkat persedian yang tepat agar jumlahnya tidak terlalu

Manajemen Persediaan

Intinya mengatur tingkat persedian yang tepat agar jumlahnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil Kesalahan dalam menetapkan besarnya investasi persediaan akan menekan keuntungan perusahaan

Tinggi rendahnya tingkat perputaran akan

berpengaruh langsung terhadap besar kecilnya

dana yang ditanamkan dalam persediaan dan

bagi perolehan laba.

Semakin

tinggi

tingkat

perputarannya

semakin pendek tingkat dana yang tertanam dalam persediaan semakin kecil dana yang ditanam dalam perusahaan.

semakin pendek tingkat dana yang tertanam dalam persediaan  semakin kecil dana yang ditanam dalam perusahaan.

-

semakin pendek tingkat dana yang tertanam dalam persediaan  semakin kecil dana yang ditanam dalam perusahaan.
semakin pendek tingkat dana yang tertanam dalam persediaan  semakin kecil dana yang ditanam dalam perusahaan.

PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN

 

PERSEDIAAN

Penentuan jumlah dan jenis barang yang disimpan

haruslah sedemikian rupa sehingga produksi dan operasi

perusahaan tidak terganggu, tetapi dilain pihak sekaligus

harus dijaga agar biaya investasi yang timbul dari penyediaan barang tersebut seminimal mungkin

TUJUAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAAN PERSEDIAAN

Menjaga jangan sampai kehabisan persediaan

Menjaga agar persediaan tidak terlalu besar dan tidak

terlalu kecil

jangan sampai kehabisan persediaan  Menjaga agar persediaan tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil

Alasan penggunaan

manajemen persediaan

Alasan penggunaan manajemen persediaan  Untuk menyeimbangkan biaya pemesanan atau persiapan dan biaya penyimpanan.

Untuk menyeimbangkan biaya pemesanan atau persiapan dan biaya penyimpanan. Untuk memenuhi permintaan pelanggan, misalnya menepati tanggal pengiriman.

Untuk menghindari penutupan fasilitas manufaktur

proses produksi yang tidak

Untuk

menyanggah

dapat diandalkan.

Untuk memanfaatkan diskon

Untuk menghadapi kenaikan harga di masa yang

akan datang.

Pengertian Persediaan Persediaan merupakan bagian dari modal kerja yang tertanam dalam bahan baku, barang setengah

Pengertian Persediaan

Persediaan merupakan bagian dari modal kerja yang tertanam dalam bahan baku, barang setengah jadi, maupun
Persediaan merupakan bagian dari modal
kerja yang tertanam dalam bahan baku,
barang setengah jadi, maupun berupa
barang jadi tergantung jenis industrinya.
Persediaan merupakan elemen modal kerja yang selalu dalam keadaan berputar, dimana secara terus menerus mengalami
Persediaan merupakan elemen modal
kerja yang selalu dalam keadaan berputar,
dimana secara terus menerus mengalami
perubahan

FUNGSI PERSEDIAAN

FUNGSI PERSEDIAAN  MENGHILANGKAN RESIKO KETERLAMBATAN PENGIRIMAN.  MENGHILANGKAN RESIKO JIKA MATERIAL YG DIPESAN

MENGHILANGKAN RESIKO KETERLAMBATAN PENGIRIMAN.

MENGHILANGKAN RESIKO JIKA MATERIAL YG

DIPESAN RUSAK, SHG HARUS DIKEMBALIKAN.

MENGHILANGKAN RESIKO JIKA TERJADI KENAIKAN HARGA/INFLASI.

UNTUK MENYIMPAN BAHAN BAKU YG BERSIFAT

MUSIMAN.

MENDAPATKAN KEUNTUNGAN KARENA ADANYA DISCOUNT.

MEMBERIKAN PELAYANAN KPD PELANGGAN

(CUSTOMER SATISFACTION).

JENIS-JENIS PERSEDIAAN

BAHAN BAKU

BAHAN PEMBANTU

BARANG SETENGAH JADI

BARANG JADI

SPARE PART

JENIS-JENIS PERSEDIAAN  BAHAN BAKU  BAHAN PEMBANTU  BARANG SETENGAH JADI  BARANG JADI 

KELOMPOK2 PERSEDIAAN :

KELOMPOK2 PERSEDIAAN :  FLUCTUATION STOCK – sbg antisipasi jika terjadi fluktuasi permintaan yg tdk diperkirakan

FLUCTUATION STOCK sbg antisipasi jika terjadi fluktuasi permintaan yg tdk diperkirakan sebelumnya, kesalahan perkiraan penjualan,

waktu produksi, pengiriman barang.

ANTICIPATION STOCK sbg antisipasi thd permintaan yg dpat diramalkan.

LOT-SIZE INVENTORY

memproduksi/menyediakan brg dalam jml yang

melebihi kebutuhan/permintaan.

PIPLINE INVENTORY persediaan yg dlm proses pengiriman dari tempat asal ke tempat dimana barang itu akan digunakan.

Klasifikasi ABC

Klasifikasi ABC  Atau ANALISIS NILAI PERSEDIAAN.  Diperkenalkan oleh HF. DICKIE (1950an).  Membagi persediaan

Atau ANALISIS NILAI PERSEDIAAN.

Diperkenalkan oleh HF. DICKIE (1950an).

Membagi persediaan kedalam tiga kelas : A, B, dan C, berdasarkan atas nilai persediaan.

Nilai dalam klasifikasi ABC : volume persediaan yg dibutuhkan dalam satu periode dikalikan

dengan harga per unit.

Jika suatu item persediaan dianggap penting, biasanya memerlukan pengawasan yng ketat karena memiliki nilai investasi yang tinggi.

Demikian jg sebaliknya.

Kriteria Klasifikasi ABC

Kriteria Klasifikasi ABC  Kelas A – persediaan yg memiliki nilai volume tahunan rupiah yg tinggi

Kelas A persediaan yg memiliki nilai volume

tahunan rupiah yg tinggi (sekitar 70% dari total

nilai persediaan), tapi jumlahnya hanya sekitar

20% dari seluruh item persediaan.

Kelas B persediaan dengan nilai volume

tahunan rupiah menengah (20% dari total nilai

persediaan), dan 30% dari seluruh item

persediaan.

Kelas C - persediaan dengan nilai volume tahunan rupiah rendah (10% dari total nilai

persediaan), tetapi terdiri dari sekitar 50% dari

seluruh item persediaan.

MODEL-MODEL PERSEDIAAN

MODEL PERSEDIAAN KUANTITAS PEMESANAN EKONOMIS (ECONOMIC

ORDER QUANTITY).

KUANTITAS PEMESANAN EKONOMIS (ECONOMIC ORDER QUANTITY).  MODEL PERSEDIAAN DENGAN DISKON KUANTITAS.  MODEL

MODEL PERSEDIAAN DENGAN DISKON KUANTITAS.

MODEL PERSEDIAAN DENGAN

KUANTITAS PESANAN PRODUKSI.

MODEL PROBABILISTIK DAN

PERSEDIAAN PENGAMAN.

MODEL PERSEDIAAN KUANTITAS

PEMESANAN EKONOMIS (ECONOMIC

ORDER QUANTITY)

KUANTITAS PEMESANAN EKONOMIS (ECONOMIC ORDER QUANTITY)  Barang yg dipesan dan disimpan hanya 1 macam. 

Barang yg dipesan dan disimpan hanya 1 macam.

Kebutuhan/permintaan konstan.

Biaya pemesanan dan biaya penyimpanan diketahui dan konstan.

Barang diterima dalam satu kelompok (batch).

Harga barang konstan.

Waktu tenggang (lead time) diketahui dan konstan.

Notasi EOQ

Notasi EOQ  D = jumlah kebutuhan barang (unit/thn)  S = biaya pemesanan /biaya SETUP

D = jumlah kebutuhan barang (unit/thn)

S = biaya pemesanan /biaya SETUP

h = biaya penyimpanan (% thd nilai brg)

C = harga barang (rupiah/unit)

H = h x C = biaya penyimpanan (Rp/unit/th)

Q = jumlah pemesanan (unit/pesananan)

F = frekuensi pemesanan (kali/thn)

T = jarak waktu antar pesanan (thn, hari)

TC = total biaya persediaan (Rp/thn)

EOQ terjadi jika

Biaya Pemesanan =

Biaya Penyimpanan

EOQ terjadi jika Biaya Pemesanan = Biaya Penyimpanan

Biaya pemesanan/th

Biaya pemesanan/th  = frekuensi pesanan x biaya pesanan  = D / Q x S

= frekuensi pesanan x biaya pesanan

= D / Q x S

Biaya penyimpanan / th

= persediaan rata-rata x biaya penyimpanan

= Q / 2 x H

Contoh :

D = 12000 unit

S = Rp. 50.000,-

h = 10%

C = Rp. 3000,-

Asumsi satu tahun 350 hari kerja.

Contoh :  D = 12000 unit  S = Rp. 50.000,-  h = 10%

Model Persediaan dgn Diskon Kuantitas

Model Persediaan dgn Diskon Kuantitas  TC = D/Q x S + Q/2 x h.C +

TC = D/Q x S + Q/2 x h.C + DC

Hitung EOQ pd harga terendah, jika fisibel maka

kuantitas itu mrpkn pesanan optimal.

Jika tidak fisibel, hitung TC pada harga terendah tersebut.

Hitung EOQ pada harga terendah berikutnya. Jika

fisibel hitung TC-nya.

Jika tidak, ulangi langkah (2) dan (3) sampai fisibel/sampai tidak dpt dihitung lagi.

Bandingkan TC dari kuantitas pesanan yg fisibel.

Kuantitas optimal ialah kuantitas yang mempunyai TC

terendah.

Model Kuantitas Pesanan Produksi

Model kuantitas pesanan produksi : Sebuah teknik kuantitas pesanan yang diterapkan untuk pesanan- pesanan produksi. Pada model ini diasumsikan

semua pesanan persediaan diterima pada satu

waktu, namun ada saat-saat dimana perusahaan

menerima

persediaannya

pada

selang

waktu

tertentu.

Model ini dapat digunakan dalam dua situasi :

1.Ketika persediaan mengalir atau menumpuk secara berkelanjutan selama suatu waktu setelah sebuah pesanan ditempatkan 2.Ketika unit-unit dihasilkan dan dijual secara bersamaan. Dalam kondisi ini, diperhitungkan laju produksi harian dan laju permintaan harian

dihasilkan dan dijual secara bersamaan. Dalam kondisi ini, diperhitungkan laju produksi harian dan laju permintaan harian

Model probabilistik dan persediaan pengaman

Model Probabilistik : sebuah model statistik yang dapat digunakan ketika permintaan produk atau variabel

 

lainnya tidak diketahui, tetapi dapat dispesifikasikan

dengan menggunakan sebuah distribusi probabilitas,

Pada model ini yang perlu diperhatikan managemen adalah menjaga tingkat pelayanan

dalam

yanag

cukup dalam menghadapi permintaan yang tidak pasti.

Tingkat pelayanan adalah komplemen dari probabilitas kehabisan persediaan. Permintaan yang tidak pasti meningkatkan kemungkinan kehabisan persediaan, salah satu metode

untuk mengurangi kehabisan persediaan adalah

menyimpan unit-unit tambahan dalam persediaan, persediaan seperti ini biasanya disebut persediaan pengaman.

adalah menyimpan unit-unit tambahan dalam persediaan, persediaan seperti ini biasanya disebut persediaan pengaman.

Biaya-biaya Dalam Persediaan

Biaya penyimpanan

(holding cost/carrying costs)

Biaya pemesanan

(order costs)

Biaya persiapan

(setup costs)

Biaya kehabisan/kekurangan bahan

(shortage costs)

pemesanan ( order costs )  Biaya persiapan ( setup costs )  Biaya kehabisan/kekurangan bahan

Biaya Penyimpanan (holding cost/carrying costs)

Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan, mis:

penerangan, pemanas, pendingin, dll)

penyimpanan, mis: penerangan, pemanas, pendingin, dll)  Biaya modal (opportunity cost of capital)  Biaya

Biaya modal (opportunity cost of capital)

Biaya keusangan

Biaya penghitungan fisik dan konsiliasi laporan

Biaya asuransi

Biaya pajak persediaan

Biaya pencurian, pengrusakan, atau

perampokan

Biaya penanganan persediaan

dll

Biaya Pemesanan

(order costs)

Biaya Pemesanan (order costs)  Pemrosesan pesanan dan biaya ekspedisi  Upah  Biaya telpon 

Pemrosesan pesanan dan biaya ekspedisi

Upah

Biaya telpon

Pengeluaran surat menyurat

Biaya pengepakan dan penimbangan

Biaya pemeriksaan penerimaan

Biaya pengiriman ke gudang

Biaya hutang lancar

dll

Biaya Persiapan (setup costs)

Biaya mesin-mesin penganggur

Biaya persiapan tenaga kerja langsung

Biaya scheduling (penjadwalan)

Biaya ekspedisi

dll

penganggur  Biaya persiapan tenaga kerja langsung  Biaya scheduling (penjadwalan)  Biaya ekspedisi  dll

Biaya Kehabisan/kekurangan Bahan

(shortage costs)

Biaya Kehabisan/kekurangan Bahan (shortage costs)  Kehilangan penjualan  Kehilangan langganan  Biaya pemesanan

Kehilangan penjualan

Kehilangan langganan

Biaya pemesanan khusus

Biaya ekspedisi

Selisih harga

Terganggunya operasi

Tambahan pengeluaran kegiatan manajerial

dll

Sistem pada persediaan

Sistem Kuantitas (Q) tetap: sebuah sistem pemesanan dengan jumlah pesanan yang sama

setiap kalinya Sistem persediaan perpectual: sebuah sistem yang

terus melacak setiap pengambilan atau penambahan

persediaan secara berkelanjutan sehingga catatan selalu terbaru

Sistem

Periode

(P)

tetap:

sebuah

sistem

dimana

pesanan

persediaan

dibuat

pada

interval

waktu

yang teratur

tetap: sebuah sistem dimana pesanan persediaan dibuat pada interval waktu yang teratur

CARA-CARA PENENTUAN JUMLAH PERSEDIAAN

Penentuan secara fisik

Book Inventories

PERSEDIAAN  Penentuan secara fisik  Book Inventories METODE PENILAIAN PERSEDIAAN  First-In First-Out (FIFO)

METODE PENILAIAN PERSEDIAAN

First-In First-Out (FIFO)

Average Method

Last-In First-Out (LIFO)

PENGAWASAN PERSEDIAAN

PENGAWASAN PERSEDIAAN Pengawasan Fisik Pengawasan Akuntansi Pengawasan jumlah yang dibutuhkan (lead time, pemakaian,

Pengawasan Fisik

PENGAWASAN PERSEDIAAN Pengawasan Fisik Pengawasan Akuntansi Pengawasan jumlah yang dibutuhkan (lead time, pemakaian,

Pengawasan Akuntansi

PENGAWASAN PERSEDIAAN Pengawasan Fisik Pengawasan Akuntansi Pengawasan jumlah yang dibutuhkan (lead time, pemakaian,
PENGAWASAN PERSEDIAAN Pengawasan Fisik Pengawasan Akuntansi Pengawasan jumlah yang dibutuhkan (lead time, pemakaian,

Pengawasan jumlah yang dibutuhkan

(lead time, pemakaian, biaya penyimpanan,

Stock out cost, penyimpangan rata-rata waktu pemesanan dan pemakaian)

CATATAN PENTING DALAM PENGAWASAN

PERSEDIAAN

CATATAN PENTING DALAM PENGAWASAN PERSEDIAAN • Permintaan untuk dibeli • Laporan penerimaan • Catatan persediaan
CATATAN PENTING DALAM PENGAWASAN PERSEDIAAN • Permintaan untuk dibeli • Laporan penerimaan • Catatan persediaan

Permintaan untuk dibeli

Laporan penerimaan

Catatan persediaan

Daftar permintaan bahan

Perkiraan pengawasan

TOLOK UKUR KINERJA MANAJEMEN

PERSEDIAAN

TOLOK UKUR KINERJA MANAJEMEN PERSEDIAAN  Tolok ukur efisiensi  Perputaran barang ( Turn over ratio/TOR)

Tolok ukur efisiensi

Perputaran barang (Turn over ratio/TOR)

Tingkat persediaan

Rasio persediaan surplus

Rasio persediaan mati

Rasio persediaan dan pendapatan

Tolok ukur efektivitas

Rasio layanan

PERENCANAAN AGREGAT

PERENCANAAN

AGREGAT

Perencanaan agregat atau Penjadualan Agregat, adalah : Sebuah pendekatan untuk menentukan kuantitas dari waktu produksi

Perencanaan agregat atau Penjadualan Agregat, adalah : Sebuah pendekatan untuk menentukan kuantitas dari

waktu produksi pada jangka

menengah (biasanya 3 sampai 18 bulan

kedepan).

Pada umumnya, tujuan perencanaan

agregat adalah memenuhi prediksi permintaan dan memperkecil biaya

pada periode perencanaan.

Rangkuman Empat Metode Perencanaan Agregat Utama., TEKNIK PENDEKATAN ASPEK PENTING Metode Grafik Uji Coba Mudah
Rangkuman Empat Metode Perencanaan Agregat Utama., TEKNIK PENDEKATAN ASPEK PENTING Metode Grafik Uji Coba Mudah

Rangkuman Empat Metode Perencanaan Agregat Utama.,

TEKNIK

PENDEKATAN

ASPEK PENTING

Agregat Utama., TEKNIK PENDEKATAN ASPEK PENTING Metode Grafik Uji Coba Mudah dipahami dan digunakan.

Metode Grafik

Uji Coba

Mudah dipahami dan digunakan. Banyak solusi, solusi yg dipilih mungkin

tdk optimal.

Metode transportasi Pemograman Linear

Optimisasi

Tersedia peranti lunas pemrograman linear, memungkinkan analisis sensitivitas dan batas-batasn

baru; fungsi linearnya

mungiin tdk realistis.

Model Koefisien Manajemen

Heuristik

Sederhana, mudah diterapkan; mencoba meniru proses pengambilan kptsan

manajer; menggunakan

regresi.

Simulasi

Mengubah

parameter2

Kompleks, modelnya mungkin sulit dibuat dan dipahami manajer.

Perencanaan Agregat Bidang Jasa Penj. Kmr Htl Kurva permintaan 100 60 Total Kontribusi dlm $=
Perencanaan Agregat Bidang Jasa
Penj. Kmr Htl
Kurva permintaan
100
60
Total Kontribusi dlm $=
(Hrg I) x 30 kmr + (hrg II) x 30 kmr =
(100-15) x 30 + (200-15) x 30 =
$ 2.250 + $ 5.550 = $ 8.100
30
$15
$100
$200
Harga
Biaya Var Kmr
Hrg Kmr I
Hrg Kmr II

Jika hotel menetapkan harga ke III $ 150.dan dapatr menjual setengah dari jumlah

kamar seharga $ 100, dengan harga yang lebih tinggi. Berapakah keuntungannya?. akuratan kalkulasi biaya produk.

Jwb = (15 x $ 85) + (15 x $ 135) + ( 30 x $ 185) = ??

JUST IN TIME (JIT)

JUST IN TIME

(JIT)

Just in Time  Menerapkan pendekatan yang terfokus  Mempengaruhi kalkulasi biaya produk karena berpengaruh

Just in Time

Menerapkan pendekatan yang terfokus

Mempengaruhi kalkulasi biaya produk karena berpengaruh pada kemampuan suatu biaya untuk dapat ditelusuri.

Meningkatkan

produk.

keakuratan

kalkulasi

biaya

 Menghilangkan kebutuhan akan alokasi biaya pusat jasa.  Mengubah perilaku serta kepentingan relatif dari

Menghilangkan kebutuhan akan alokasi

biaya pusat jasa.

Mengubah perilaku serta kepentingan

relatif dari biaya tenaga kerja langsung.

Sifat Dasar JIT  JIT atau produksi just in time adalah suatu sistem tarikan permintaan

Sifat Dasar JIT

JIT atau produksi just in time adalah suatu sistem tarikan permintaan (demand-pull

system). Tujuan

JIT

adalah untuk menghilangkan pemborosan

dengan cara memproduksi suatu produk

hanya jika diperlukan dan hanya dalam kuantitas yang diminta pelanggan. Tarikan permintaan produk adalah melalui proses produksi

produksi

(JIT

manufacturing)

Setiap operasi menghasilkan hanya yang diperlukan untuk memenuhi permintaan

menghasilkan hanya yang diperlukan untuk memenuhi permintaan dari operasi berikutnya.  Tidak ada produksi yang

dari operasi berikutnya.

Tidak ada produksi yang dilakukan sampai ada sinyal dari proses berikutnya

yang mengindikasikan kebutuhan untuk

produksi.

Komponen dan bahan tiba hanya pada

saat hendak digunakan.

Semua biaya selain bahan langsung digerakan oleh waktu dan ruang. pemborosan dengan menekan waktu dan

Semua biaya selain bahan langsung digerakan oleh waktu dan ruang.

pemborosan

dengan menekan waktu dan ruang.

Berfokus

pada

eliminasi

Keberhasilan implementasi JIT:

- kualitas yang lebih baik

- meningkatkan produktivitas

- mengurangi tenggang waktu

- mengurangi sebagian besar

persediaan

- mengurangi waktu persiapan

(setup)

sebagian besar persediaan - mengurangi waktu persiapan (setup) - menurunkan biaya produksi - meningkatkan produksi.

- menurunkan biaya produksi

- meningkatkan produksi.

Dampak Persediaan  Pembelian JIT pemasok harus mengirim komponen dan bahan pada saat akan digunakan

Dampak Persediaan

Pembelian JIT pemasok harus mengirim komponen dan bahan pada saat akan digunakan pada produksi.

Pasokan komponen harus berkaitan dengan produksi yang berkaitan dengan permintaan.

JIT mengeksploitasi keterkaitan pemasok dengan melakukan kontrak jangka panjang dengan beberapa pemasok yang berlokasi sedekat mungkin dg fasilitas produksi dan

menetapkan keterlibatan yang lebih intensif dari para pemasok, salah satu dampak dari cara tersebut adalah

menetapkan keterlibatan yang lebih

intensif dari para pemasok, salah satu

dampak dari cara tersebut adalah berkurangnya semua persediaan ketingkat yang jauh lebih rendah. Contoh: Mercedes Benz US. Int’l membuat kendaraan jenis Sport di Vence, Alabama, kendaraan tsb merupakan aplikasi dari “etika penggerak biaya” yang baru.

Untuk menghemat uang maupun biaya, daftar pemasok telah dipangkas menjadi 100 (dibandingkan 1.000 untuk sedan

Untuk menghemat uang maupun biaya, daftar pemasok telah dipangkas menjadi

100 (dibandingkan 1.000 untuk sedan E- class). Mercedes Benz menawarkan kontrak tahunan kepada pemasok sebagai

ganti potongan harga 5 persen.

Bandingkan hal tersebut dengan sistem dorongan (push-through) tradisional dari

produksi.

 Pabrik tradisional , bahan dipasok dan komponen diproduksi serta ditransfer ke proses berikutnya untuk

Pabrik tradisional, bahan dipasok dan komponen diproduksi serta ditransfer ke proses berikutnya untuk memenuhi permintaan pelanggan dan jadwal pengiriman.

Lingkungan tradisional yang menggunakan sistem borongan, waktu lambat atau tertunda adalah sering terjadi dan

menciptakan kebutuhan akan persediaan

barang jadi (jika tidak, pelanggan akan

lama

perusahaan memproduksi yang menunggu dan dibutuhkan) mengirim barang-barang  Pada lingkungan push-through, persediaan

perusahaan

memproduksi

yang

menunggu

dan

dibutuhkan)

mengirim

barang-barang

Pada

lingkungan

push-through,

persediaan barang jadi dibutuhkan sebagai penyangga apabila produksi.

Tata Letak Pabrik  Jenis dan efisiensi dari tata letak pabrik dikelola berbeda pada produksi

Tata Letak Pabrik

Jenis dan efisiensi dari tata letak pabrik

dikelola berbeda pada produksi JIT.

Pabrikasi pekerjaan dan batch tradisional, produk dipindahkan dari satu kelompok

mesin yang sama kemesin lainnya.

Mesin dengan fungsi yang identik

ditempatkan secara bersama dalam suatu

area tertentu disebut departemen atau

proses.

Pekerja yang memiliki spesialisasi pada operasi mesin-mesin yang spesifik

spesialisasi pada operasi mesin-mesin yang spesifik ditempatkan pada setiap departemen.  JIT mengganti

ditempatkan pada setiap departemen.

JIT mengganti tata letak pabrik tradisional dengan pola sel manufaktur. Struktur sel

secara langsung berkaitan dengan beberapa efisiensi, seperti: pengurangan waktu tenggang dan biaya pabrikasi. Rancangan pabrikasi/manufaktur b’dasar-

kan sel dapat mempengaruhi ukuran pabrik dan jumlah pabrik karena biasanya membutuhkan ruangan lebih kecil.

kan sel dapat mempengaruhi ukuran

pabrik dan jumlah pabrik karena biasanya membutuhkan ruangan lebih

kecil.

Contoh: Compac computer corp mengurangi kebutuhan ruangan hingga

23 persen dan meningkatkan output per

kaki persegi dengan 16 persen pabriknya. Penghematan ruangan ini

dapat mengurangi permintaan untuk

membangun pabrik baru dan akan mempengaruhi besarnya pabrik baru bila

diperlukan.

Sel manufaktur (manufacturing cell)mesin2 yang dikelompokan dalam keluarga,

cell)  mesin2 yang dikelompokan dalam keluarga, dalam bentuk setengah lingkaran. Mesin2 diatur sehingga

dalam bentuk setengah lingkaran. Mesin2

diatur sehingga dapat digunakan untuk melakukan berbagai operasi secara

berurutan. Setiap sel dipersiapkan untuk

menghasilkan produk atau keluarga

produk. Produk bergerak dari satu mesin

kemesin lainnya dari awal sampai akhir.

Pekerja ditempatkan pada sel & dilatih untuk mengoperasikan semua mesin dalam suatu sel.

Tenaga pekerja

kerja

yang

pada

lingkungan

JIT

memiliki

berbagai

adalah

kerja yang pada lingkungan JIT memiliki berbagai adalah macam keahlian, tidak terspesialisasi.  Setiap sel

macam

keahlian, tidak terspesialisasi.

Setiap sel manufaktur pada dasarnya adalah suatu pabrik mini dan sel

seringkali disebut sebagai pabrik dalam pabrik.

letak

pabrik JIT dengan pola tradisional.

Lihat

Perbandingan

peraga:

tata

Peraga: Pola Letak Pabrik: Tradisional vs JIT  Tata Letak Manufaktur Tradisional Produk A Produk

Peraga: Pola Letak Pabrik: Tradisional vs JIT

Tata Letak Manufaktur Tradisional

Produk A

Produk B

JIT  Tata Letak Manufaktur Tradisional Produk A Produk B Pembubutan Penggosokan Penggerindaa n A B
JIT  Tata Letak Manufaktur Tradisional Produk A Produk B Pembubutan Penggosokan Penggerindaa n A B

Pembubutan

Letak Manufaktur Tradisional Produk A Produk B Pembubutan Penggosokan Penggerindaa n A B A B Pengelasan
Letak Manufaktur Tradisional Produk A Produk B Pembubutan Penggosokan Penggerindaa n A B A B Pengelasan

Penggosokan

Penggerindaa

n

A

Produk A Produk B Pembubutan Penggosokan Penggerindaa n A B A B Pengelasan Produk Jadi A

B

Produk A Produk B Pembubutan Penggosokan Penggerindaa n A B A B Pengelasan Produk Jadi A
A B
A
B
Pengelasan
Pengelasan

Pengelasan

Produk

Jadi A

Produ

k B

Setiap produk melalui proses departemen yg terspesialisasi dan departemen tersebut memproses lebih dari satu produk.

 Tata letak Manufaktur JIT Sel B Sel A Penggerinda an Pembubutan Pengelasan Produk Produk

Tata letak Manufaktur JIT

Sel B

Sel A Penggerinda an Pembubutan Pengelasan Produk Produk A Jadi
Sel A
Penggerinda
an
Pembubutan
Pengelasan
Produk
Produk
A
Jadi
Pembubuta Pengelasan n
Pembubuta
Pengelasan
n

Produk

B

Produk

Jadi

Setiap produk melewati selnya sendiri, semua mesin memproses produk dalam sel , setiap sel membuat satu produk /subprakitan.

Pengelompokan Karyawan  Ditempatkan bekerja secara langsung denga sel manufaktur. Contoh: bahan, JIT mengharuskan

Pengelompokan Karyawan

Ditempatkan bekerja secara langsung denga sel manufaktur. Contoh: bahan, JIT

mengharuskan >1 titik persediaan/stock

masing2 dekat dg lokasi bahan yg akan digunakan (tdk perlu lokasi penyimpanan

bahan).

Direlokasikan ke sel dg melatih pekerja sel u/melaksanakan jasa2 tsb.contoh: pekerja

sel melakukan tugas persiapan (setup),

memindahkan barang yg belum selesai dalam suatu sel, melakukan

pemeliharaan--

preventif dan perbaikan kecil, melakukan pemeriksaan kualitas dan tugas pembersihan. Tugas ganda ini lgs berhubungan

preventif dan perbaikan kecil, melakukan pemeriksaan kualitas dan tugas pembersihan. Tugas ganda ini lgs berhubungan dg pendekatan tarikan

Pemberdayaan Karyawan

Pemberdayaan Karyawan  Peningkatan derajat partisipasi meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya secara

Peningkatan derajat partisipasi meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya secara keseluruhan.

Pekerja diijinkan m’katakan bgm pabrik b’ops.contoh:pekerja diijinkan utk m’hentikan operasi guna mengidentifikasi & memperbaiki masalah yang ada.

Pengendalian Mutu Total

JIT

membutuhkan

pengelolaan mutu.

penekanan

pada

Total  JIT membutuhkan pengelolaan mutu. penekanan pada  TQC adalah usaha tanpa akhir untuk pencapaian

TQC adalah usaha tanpa akhir untuk pencapaian mutu yang sempurna,

rancangan produk dan proses manufaktur

yang bebas cacat.

AQL

(acceptable

quality

level)

mengijinkan atau memungkinkan produk

cacat akan terjadi asalkan tidak melebihi batas yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Penelusuran Biaya Overhead

Penelusuran Biaya Overhead  Sistem biaya menggunakan tiga metode untuk membebankan biaya ke masing2 produk: 1)

Sistem biaya menggunakan tiga metode

untuk membebankan biaya ke masing2 produk: 1) atribusi langsung (paling akurat), 2). penelusuran penggerak dan 3)

alokasi.

Dalam lingkungan JIT, biaya overhead yang dibebankan ke produk dengan

menggunakan penelusuran penggerak

maupun alokasi.

Ciri-ciri utama dari tanggung jawab JIT atas perubahan adalah: produksi selular,

tanggung jawab JIT atas perubahan adalah: produksi selular, tenaga kerja berkeahlian ganda dan aktivitas jasa yang

tenaga kerja berkeahlian ganda dan aktivitas jasa yang terdesentralisasi.

 

Beda Manufaktur JIT dan Tradisional

  Beda Manufaktur JIT dan Tradisional

JIT

 

Tradisional

1.

Sistem tarikan (pull-through)

1.

Sistem borongan (push-through)

2.

Persediaan tidak signifikan

2.

Persediaan signifikan

3.

Jumlah pemasok kecil

3.

Jumlah pemasok banyak

4.

Kontrak jk panjang dengan pemasok.

4.

Kontrak jk pendek dg pemasok

5.

Struktur selular

5.

Struktur departemental

6.

Tenaga kerja berkeahlian ganda

6.

Tenaga kerja terspesialisasi

7.

Jasa terdesentralisasi

7.

Jasa tersentralisasi

8. Keterlibatan pegawai yang tinggi

8. Keterlibatan pegawai yang rendah

9.

Memfasilitasi gaya manajemen

9.

Gaya manajemen penyelia

10. Pengendalian mutu total

10. Tingkat mutu yang dapat diterima.

Pembebanan Biaya Produk: Tradisional vs JIT

Pembebanan Biaya Produk: Tradisional vs JIT

Biaya Manufaktur

Lingkungan Tradisional

Lingkungan JIT

Tenaga kerja langsung

Penelusuran langsung

Penelusuran langsung Penelusuran langsung Penelusuran langsung Penelusuran langsung Penelusuran langsung Penelusuran langsung

Bahan langsung

Penelusuran langsung

Penanganan bahan

Penelusuran penggerak

Perbaikan & pemeliharaan

Penelusuran penggerak

Tenaga listrik

Penelusuran penggerak

Perlengkapan operasi

Penelusuran penggerak

Penyelia departemen

Alokasi

Penelusuran langsung Alokasi

Asuransi dan pajak

Alokasi

Penyusutan pabrik

Alokasi

Alokasi Penelusuran langsung Penelusuran langsung Penelusuran langsung

Penyusutan peralatan

Penelusuran penggerak

Jasa-jasa perwalian

Alokasi

Jasa-jasa kafetaria

Penelusuran penggerak

PENJADUALAN JANGKA PENDEK

PENJADUALAN JANGKA

PENDEK

Pendahuluan

Pendahuluan Penjadwalan (scheduling) merupakan suatu penting dalam perusahaan. Dalam suatu perusahaan industri,
Pendahuluan Penjadwalan (scheduling) merupakan suatu penting dalam perusahaan. Dalam suatu perusahaan industri,

Penjadwalan (scheduling) merupakan suatu